cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
RESPON DUA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP PEMBERIAN IAA (INDOLE ACETIC ACID) Kurniawan, Faridh; Koesriharti, Koesriharti; Nawawi, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama yang dihadapi tanaman cabai merah ialah terdapat curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya kerontokan bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas cabai merah varietas Gada F1 dan cabai merah varietas Lado F1 terhadap pemberian IAA (Indole Acetic Acid) pada konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Juli–Desember 2013. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah taraf varietas, terdiri atas 2 perlakuan yaitu varietas Gada F1 (V1) dan varietas Lado F1 (V2). Anak petak adalah konsentrasi IAA, terdiri atas 5 konsentrasi yaitu 0, 50, 100, 150 dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas mempunyai respon yang bebeda terhadap pemberian IAA. Pada varietas Gada F1 pemberian IAA 100 ppm dapat meningkatkan jumlah buah panen per tanaman  sebesar 43,20 % dan bobot segar buah panen per tanaman sebesar 57,64 % dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Lado F1 dengan konsentrasi 150 dan 200 ppm menunjukkan jumlah buah panen per tanaman lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Gada F1 menunjukkan bobot per buah, diameter buah dan jumlah biji lebih tinggi dibandingkan varietas Lado F1. Pemberian IAA 100 , 150 dan 200 ppm dapat meningkatkan panjang buah dan jumlah biji. Akan tetapi, peningkatan diameter buah dan bobot per buah diperoleh pada pemberian IAA 150 dan 200 ppm.
KAJIAN IKLIM MIKRO PADA POLA TANAM TUMPANGSARI TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) DAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDUA TANAMAN Waluyo, Bhakti; Herlina, Ninuk; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi cuaca saat ini sudah tidak menentu lagi. Sudah saatnya dipikirkan pertanian dengan memperhitungkan iklim. Kondisi iklim harus diperhitungkan dengan me-lakukan sebuah penelitian kajian iklim mikro untuk budidaya tanaman. Salah satu produk pertanian yang prospektif untuk di-kembangkan adalah komoditi hortikultura, terutama buah-buahan seperti stroberi. Nilai jual buah stroberi cukup tinggi, sehingga banyak petani yang ingin mem-budidayakannya. Tanaman stroberi di-budidayakan secara monokultur. Budidaya secara monokultur kurang efisien dalam penggunaan lahan dan cahaya matahari. Dengan demikian, Penulis men-gombinasikan tanaman stroberi dan selada dengan pola tanam tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi iklim mikro yang sesuai untuk tanaman stroberi dari pengaruh waktu tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil. Penelitian dilaksanakan pada  Maret sampai dengan  Agustus 2014, bertempat di Bumiaji, Kota Batu, pada ketinggian 890 m dpl. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) 9 perlakuan dengan tiga kali  ulangan. (P1): Selada ditanam 21 hari sebelum stroberi, (P2): Selada ditanam 14 hari sebelum stroberi, (P3): Selada ditanam 7 hari sebelum stroberi, (P4): Selada ditanam bersamaan dengan stroberi, (P5): Selada ditanam secara monoultur, (P6): Stroberi ditanam secara monokultur, (P7): Selada ditanam 7 hari setelah stroberi, (P8): Selada ditanam 14 hari setelah stroberi, (P9): Selada ditanam 21 hari setelah stroberi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit selada ditanam 21 hari sebelum penanaman bibit stroberi memiliki kondisi iklim mikro yang baik, Nilai Kesetaraan Lahan tertinggi, jumlah buah terbanyak dan bobot komsumsi tertinggi tumpangsari tanaman selada dengan stroberi Sedangkan bobot segar total buah per tanaman tertinggi yaitu bibit selada ditanam 7 hari setelah penanaman bibit stroberi.
PENGARUH BIOURINE SAPI DAN PUPUK N ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea L. var. alboglabra) Rinaldhi, Aggy Dimas; Heddy, Y. B. Suwasono; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var. alboglabra) merupakan salah satu jenis sayuran yang menghasilkan daun, mempunyai gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Peningkatan hasil tanaman kailan perlu dilakukan dengan aplikasi biourine sapi dan pupuk N anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biourine sapi dan pupuk N anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kalian. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok  dengan 10 perlakuan yang diulang 3 kali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai dengan Februari 2015, di Desa Dadapan, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hasil penelitian perlakuan pemberian biourine sapi dengan penambahan pupuk N anorganik 165 kg urea ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi. Pemberian biourine sapi dengan penambahan pupuk N anorganik 165 kg urea ha-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman dari 24,63 menjadi 34,03 cm (38,16%), luas daun dari 424,21 cm2 menjadi 1461,14 cm2 (244,44%), indeks luas daun dari 1,06 menjadi 3,65 (244,34%), berat segar tanaman dari 60,70 g menjadi 141,34 g (132,85%), berat kering tanaman dari 8,03 g menjadi 17,77 g (121,30%), bobot segar total tanaman per hektar dari 10,53 ton ha-1 menjadi 26,59 ton ha-1 (152,52%), dan bobot segar konsumsi tanaman per hektar dari 9,29 ton ha-1 menjadi 24,72 ton ha-1 (166,09%) dengan perlakuan lainnya.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA TEKNIK EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BENIH DUA VARIETAS TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Iriani, Yoanita Fadlilah; Kendarini, Niken; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih tomat memiliki zat penghambat perkecambahan (inhibitor) yang menyelimuti permukaan benih. Cara untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan meningkatkan mutu benih tomat melalui teknik ekstraksi yang tepat untuk tipe tomat buah maupun tomat sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik ekstraksi yang paling tepat untuk menghasilkan tomat dengan mutu benih yang berkualitas pada benih dua varietas tomat. Bahan yang digunakan ialah tomat varietas Fortuna 23 dan Tymoti, kertas CD (buram), label, air, HCl 2%, kapur tohor (CaO), aquades, media semai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor, dan diulang sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah varietas (V) yaitu V1= Fortuna 23 dan V2= Tymoti. Faktor kedua ialah perlakuan teknik ekstraksi (T) yaitu T1= ekstraksi air langsung; T2= fermentasi air tomat selama 24 jam; T3= ekstraksi HCl 2% selama 2 jam; T4= ekstraksi kapur tohor 20 g l-1 selama 30 menit. Analisis data yang digunakan adalah uji F. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pada bulan Desember 2014 hingga Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, interaksi antara varietas dan teknik ekstraksi pada kualitas benih terlihat dari tolok ukur bobot 1000 benih, kecepatan tumbuh, indeks vigor, dan panjang akar kecambah, sedangkan kualitas bibit terlihat dari tolok ukur vigor kekuatan tumbuh bibit, tinggi bibit, lebar daun, dan bobot kering total bibit.
PENGARUH ARAH GULUDAN TERHADAP INTERCROPING TANAMAN APEL (Malus sylvestris L.) PADA PERTUMBUHAN BERBAGAI TANAMAN HORTIKULTURA Permana, Yogi Iwan; Wicaksono, Karuniawan Puji; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya sayuran dataran tinggi umumnya dilakukan secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah guludan yang mampu mengurangi limpasan permukaan, erosi dan kehilangan unsur hara pada lahan miring, dan mengetahui pertumbuhan tanaman sawi hijau, wortel, bawang prei pada arah guludan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai Februari 2014 di Tulungrejo, Bumiaji, Batu, Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan ialah metode Rancangan Tersarang (Nested). Dalam penelitian ini dibuat 8 buah plot yang berjajar pada kemiringan tanah yang sama, yaitu 6 buah plot erosi berisi tanaman 2 buah plot tanpa tanaman dengan tiga kali ulangan. LS : Bedengan searah Lereng, dengan tanaman apel dan sawi hijau, LW : Bedengan searah Lereng, dengan tanaman apel dan wortel, LB : Bedengan searah Lereng, dengan tanaman apel dan bawang prei, KS : Bedengan searah Kontur, dengan tanaman apel dan sawi hijau, KW : Bedengan searah Kontur, dengan tanaman apel dan wortel, KB : Bedengan searah Kontur, dengan tanaman apel dan bawang prei, LT: Lereng tanpa tanaman, TA : Teras bangku, dengan tanaman apel 15 tahun. Hasil penelitian komponen pertumbahan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman sawi, wortel dan bawang prei di lahan miring baik searah lereng dan searah kontur tidak memberikan hasil yang berbeda nyata. Dengan demikian untuk sitem tanam yang berkelanjutan di lahan miring sebaiknya mnggunakan teknik konservasi searah kontur. Dari komponen agronomis limpasan permukaan dan erosi memberikan hasil yang tidak berbeda nyata. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil limpasan permukaan yang tidak berbeda nyata ialah kemiringan lahan dan rata-rata intensitas curah hujan.
PENGARUH PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) PADA BERBAGAI SISTEM OLAH TANAH Prayogo, Dio Priyo; Sebayang, Husni Thamrin; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai ialah bahan makanan penting dan telah digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tempe, tahu, tauco, kecap, tauge dan sebagai bahan campuran makanan ternak. Penelitian yang telah di-lakukan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan cara pengendalian gulma pada pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L.) serta memperolah sistem olah tanah dan cara pengendalian gulma yang tepat pada pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di area persawahan yang berada di desa Semanding, Kecamatan Dau, Malang, Jawa Timur, pada bulan Januari sampai dengan April 2014. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan. Sebagai petak utama adalah sistem olah tanah yaitu T0 (tanpa olah tanah), T1 (olah tanah minimum), dan T2 (olah tanah maksimum). Sebagai anak petak adalah G0 (tanpa penyiangan), G1 (penyiangan 30 dan 45 hst), dan G2 (herbisida pasca tumbuh glifosat 240 g l-1 (0 hst) dan penyiangan 45 hst). Parameter pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Parameter pengamatan panen meliputi jumlah polong isi/tanaman, jumlah biji/tanaman, dan berat polong/ tanaman. Parameter pengamatan gulma meliputi analisis vegetasi gulma dan berat kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot polong, dan hasil kedelai (ton ha-1). Perlakuan pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma, jumlah cabang, jumlah polong, dan jumlah biji. Interaksi antara sistem olah tanah dan pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap bobot kering gulma pada umur 45 dan 60 hst dan jumlah bunga 45 hst.
STUDI PERTUMBUHAN DUA VARIETAS TEBU (Saccharum officinarum L.) DENGAN JENIS BAHAN TANAM BERBEDA Erlina, Yunita; Wicaksono, Karuniawan Puji; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan tanaman tebu dilakukan secara vegetatif. Hingga saat ini teknologi perbanyakan tebu berupa bagal, bud chip, dan bud sett. Bagal merupakan metode perbanyakan yang biasa digunakan oleh petani pada umumnya. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa terdapat interaksi antara varietas dengan bahan tanam. Varietas PSJK memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Bululawang. Pada varietas Bululawang, bahan tanam yang berasal dari top stek dan bagal dapat memperbaiki persentase perkecambahan berturut-turut sebesar 27,82% dan 13,26 % dibandingkan dengan bahan tanam yang berasal dari sogolan. Sebaliknya, pada varietas PSJK bahan tanam berupa sogolan memiliki persentase perkecambahan yang lebih baik. Varietas dan bahan tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun dan diameter batang. Pertumbuhan tebu dipengaruhi oleh varietas dan bahan tanam. Top stek dan sogolan dapat digunakan sebagai bahan tanam karena memiliki pertumbuhan yang tidak berbeda dengan bagal
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) Pradana, Adwar Ardhi; Suminarti, Nur Edy; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kedelai telah lama dimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan dan minuman, seperti tahu, kecambah, susu kedelai dan lain-lain. Berdasarkan data BPS (2013) saat ini konsumsi kedelai per tahun mencapai 26 juta ton, dan produksi nasional hanya mencapai 600-800 ton.  Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi ialah dengan persiapan lahan dengan baik contohya dengan olah tanah yang tepat dan penggunaan mulsa organik yang tepat. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan tingkat ketebalan mulsa pada tanaman kedelai. Penelitian  dilaksanakan pada bulan November 2013 sampai Januari 2014 di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Lokasi terletak pada ketinggian 600 m dpl dengan suhu rata-rata  antara 23 - 28ºC. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan tiga kali ulangan. Sistem olah tanah (S) ditempatkan sebagai petak utama yang terdiri dari 3 macam, yaitu: S0 = Tanpa Olah Tanah; S1 = Olah Tanah Minimum; S2 = Olah Tanah Sempurna Sedangkan Anak petak adalah Tingkat ketebalan mulsa jerami (T) yang terdiri dari 3 taraf; T0 = Tanpa Mulsa; T1 = Ketebalan mulsa jerami 3 cm; T2 = Ketebalan mulsa jerami 6 cm. Dari hasil penelitian menunjukkan pengolahan tanah dan mulsa jerami menghasilkan interaksi pada komponen pertumbuhan dan yang terbaik pada olah tanah minimum yang dikombinkasikan dengan tebal mulsa jerami 3 cm. Sistem olah tanah dan ketebalan mulsa jerami tidak memberikan pengaruh pada komponen hasil dan panen kedelai kecuali pada bobot 100 biji dengan bobot sebesar 10,22 g (olah tanah minimum).
APLIKASI NITROGEN DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. var. ascalonicum) Herwanda, Rangga; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditi hortikultura yang tergolong sayuran rempah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk N dengan dosis yang berbeda secara tunggal maupun kombinasi dengan penggunaan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2014 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Jalan Raya Karangploso Km 4, Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  yang terdiri dari 12 perlakuan yang diaplikasikan dengan 200kg N ha-1 yang berupa Urea atau ZA atau gabungan Urea dan ZA, serta pupuk daun. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian Urea 80% + Za 20% + Pupuk Daun Growmore (10-55-10) memberi hasil yang lebih baik pada panjang tanaman, bobot umbi segar dan bobot susut setelah panen selama masa simpan 1 bulan. Pemberian pupuk daun Growmore (10-55-10) yang dikombinasikan dengan urea 80% + Za 20% menghasilkan peningkatan panjang tanaman pada umur 42 HST, 56 HST dan bobot umbi segar panen. Masing – masing sebesar 15 – 19% dan 18% serta mengurangi susut umbi panen hingga 22,56%.
INTERAKSI GENOTIP × LINGKUNGAN PADA EMPAT GENOTIP PAKCHOY (Brassica rapa L.) DI TIGA LOKASI Anasari, Nofia Rizki; Kendarini, Niken; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pemuliaan tanaman tidak dapat lepas dari pengaruh lingkungan yang ada, karena tanaman dalam pertumbuhannya merupakan pengaruh dari genotip dan lingkungan. Interaksi genotip dan lingkungan akan mengakibatkan penampilan suatu sifat yang tidak konsisten pada kondisi lingkungan yang berbeda, hal inilah yang menyebabkan perbedaan daya hasil di berbagai lokasi penanaman.  Informasi mengenai interaksi genotipe x lingkungan diperlukan dalam pemilihan genotip unggul. Sebanyak 4 genotip sawi daging hasil persilangan diuji di tiga lokasi, yaitu di Mojokerto, Jombang dan Kediri pada bulan Mei hingga Agustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara genotip dengan lokasi serta untuk mendapatkan genotip sawi daging yang mempunyai potensi hasil tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan di masing-masing lokasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi genotip × lingkungan yang nyata pada seluruh karater yang diamati. Perlakuan genotip memberikan pengaruh sangat nyata terhadap seluruh karakter yang diamati. Empat genotip memiliki potensi hasil yang beragam. Genotip 1 memiliki potensi hasil tertinggi, sehingga genotip tersebut prospektif untuk pengujian selanjutnya.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue