cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal" : 113 Documents clear
Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan Pengaku Dinding Geser (Shear Wall) Menggunakan Metode Performance Based Design (PBD) Chintya Aulia Khoirunisa; Ari Wibowo; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia mengharuskan bangunan di Indonesia dirancang dengan persyaratan ketahanan gempa yang tinggi sehingga membatasi variasi bentuk bangunan yang ada. Bangunan dengan variasi bentuk yang kompleks dapat dikategorikan sebagai bangunan irregular, namun bangunan ini dianggap tidak terlalu baik dalam merespon beban gempa. Bangunan irregular akan mengalami torsi karena terdapat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuannya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memberikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall) pada titik lemah bangunan. Bangunan ini dianalisa menggunakan metode Performance Based Design (PBD) dan Pushover Analysis untuk mengetahui respon struktur terhadap beban gempanya. Penggunaan kedua metode ini sudah dianggap mendekati dengan kondisi realitas struktur pada saat terkena beban gempa. Pushover Analysis akan membantu untuk mendapatkan Drift, Displacement, Performance Point, serta Performance Level dari struktur yang akan dibandingkan sebelum dan setelah diaplikasikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall). Tiga tipe konfigurasi perletakan dinding geser (shear wall) digunakan sebagai perkuatan pada arah X-X dan Y-Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga tipe tersebut berkontribusi dalam mengurangi displacement dan drift dibandingkan dengan struktur tanpa perkuatan. Ketiga tipe ini termasuk dalam klasifikasi Performance Level Immediate Occupancy (IO) yang menandakan bahwa struktur tetap dapat digunakan setelah mengalami gempa. Selain itu, semua tipe ini telah memenuhi standar keamanan karena nilai simpangan antar lantai masih berada di bawah nilai simpangan izin struktur berdasarkan SNI 1726:2019.   Kata Kunci : Bangunan Irregular, Struktur Tahan Gempa, Dinding Geser (Shear Wall), Metode Performance Based Design (PBD), Pushover Analysis
Analisis Momen-Kurvatur Balok Bangunan Berdasarkan Pengaruh SRPM Menggunakan SNI 1726:2019 Jehezkiel Dyero; Ari Wibowo; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik merupakan salah satu penyebab utama tingginya potensi gempa bumi di negara ini. Menjadi daerah yang rawan gempa tentunya berdampak terhadap infrastruktur yang menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Konsep dasar konstruksi tahan gempa merupakan salah satu peranan penting dalam mencegah kerugian yang disebabkan oleh gempa bumi. Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) merupakan salah satu bentuk konstruksi yang mampu menahan beban seismik. Dalam penelitian ini, penulis ingin melakukan analisis terhadap perubahan jenis SRPM apakah perubahan jenis SRPM dapat mempengaruhi daktilitas elemen struktur terkhususnya pada elemen balok dengan menggunakan bantuan software SAP 2000. Kurva hubungan antara momen dengan kurvatur dapat digunakan dalam menentukan daktilitas suatu elemen struktur khususnya balok. Pada analisis momen-kurvautr balok ini, akan diketahui bagaimana perubahan kelengkungan balok terhadap momen pada kondisi sebelum retak (crack), keadaan leleh (yield), dan keadaan ultimit (ultimate). Pada penelitian ini digunakan bangunan eksisting yang telah dimodifikasi dan dianalisis Kembali menggunakan SRPMM dan SRPMK berdasarkan acuan pedoman SNI 1726:2019. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan jumlah tulangan yang digunakan yang menyebabkan perbedaan rasio tulangan antara balok yang menggunakan SRPMK dengan balok yang menggunakan SRPMM. Salah satu balok yang dijadikan objek analisis ini yakni balok B4 dari bangunan. Berdasarkan grafik momen-kurvatur didapatkan bahwa daktilitas kurvatur yang terdapat di balok yang menggunakan SRPMK lebih besar dibandingkan dengan balok yang menggunakan SRPMM. Kata Kunci : SNI 1726:2019, Balok, Tulangan, Momen-Kurvatur, Daktilitas Kurvatur.
PERTUMBUHAN KEKUATAN AWAL BETON DENGAN VARIASI PERSENTASE GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG DAN FLY ASH Dj Ahmad, Rina Sukma Aulia; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi menjadi salah satu fenomena yang tak terhindarkan. Dengan meningkatnya penduduk maka meningkat pula permintaan infrastruktur yang menggunakan semen sebagai bahan penyusunnya. Akan tetapi penggunaan semen yang berlebihan berdampak buruk pada lingkungan. Oleh karena itu salah satu inovasi yang dapat digunakan yaitu menggantikan Sebagian semen dengan GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag) dan Fly Ash. Digunakan benda uji silinder dengan dimensi 15 cm x 30 cm. Penelitian ini membahas tentang pengaruh persentase GGBFS dan Fly Ash¸ dengan variasi persentase yang berbeda-beda yaitu GGBFS 0%, 20%, dan 50%, sedangkan variasi persentase Fly Ash yang digunakan yaitu 0%, 10%, dan 20%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pengujian yang dilakukan pada hari ke-1, ke-3, dan ke-7 nilai kuat tekan beton secara umum akan cenderung naik. Akan tetapi pada umur 1 dan 3 kuat tekan beton secara konstan turun sehingga variasi paling baik didapatkan saat penggunaan GGBFS 0%. Sedangkan pada hari ke-7 nilai kuat tekan beton optimum didapat saat penggunaan GGBFS 0% sampai 20% dan akan turun saat penggunaan GGBFS 50%. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengaruh GGBFS dapat dilihat pada umur pengujian terakhir karena GGBFS memperlambat proses pengikatan awal beton. Sedangkan kuat tekan dengan Fly Ash cenderung naik di variasi 10% dan turun saat Fly Ash 20%.
Pengaruh Penambahan Zat Aditif Pada Campuran Mortar terhadap Karakteristik Mekanis Pasangan Dinding Bata Ringan Pradana, Sakti Arya; Budio, Sugeng Prayitno; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 16.771 yang tersebar di seluruh wilayah, terdiri atas beberapa pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Persebaran penduduk cenderung tidak merata, dengan lebih dari 55,93% terkonsentrasi di Pulau Jawa (Disdukcapil, Juni 2024). Aktivitas geologi seperti letusan gunung berapi dan pergeseran lempeng bumi sering menyebabkan kerusakan struktural, khususnya pada pasangan dinding bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif terhadap karakteristik mekanik pasangan dinding bata ringan. Sampel uji berupa pasangan dinding berdimensi 62 cm × 62 cm × 10 cm menggunakan tiga variasi mortar: Mortar Utama 380 (kontrol), Mortar Utama 380 dengan Addibond, dan Mortar Utama 380 dengan Alkasit. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan vertikal dan horizontal menggunakan Universal Testing Machine, serta kuat geser dan kuat lekat menggunakan frame pengujian khusus. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Addibond meningkatkan kuat tekan vertikal dan horizontal, namun menurunkan kuat lekat dan kuat geser. Sementara itu, penambahan Alkasit memberikan peningkatan pada kuat tekan vertikal dan horizontal serta kuat geser, tetapi menurunkan kuat lekat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa zat aditif memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanik pasangan dinding bata ringan, dengan efek yang bervariasi tergantung jenis aditif yang digunakan. Kata kunci : kuat tekan, kuat geser, kuat lekat, pasangan dinding, bata ringan.  
Efektivitas Perbaikan Tanah Menggunakan Geosynthetic-Encased Sand Columns (GESC) dengan Variasi Jarak dan Diameter terhadap Percepatan Konsolidasi Tanah Lunak Guido, Muhammad Gazha; Zaika, Yulvi; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah dengan kadar air tinggi, kuat geser rendah, dan tingkat compressibility yang signifikan, sehingga memerlukan metode perbaikan untuk mendukung daya dukung dan kestabilan konstruksi infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas variasi jarak antar kolom pada metode perbaikan tanah menggunakan Geosynthetic-Encased Sand Column (GESC) terhadap percepatan konsolidasi tanah lunak secara numerik. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Finite Element Method dua dimensi (FEM 2D) dengan model axisymmetry yang dikonversi ke bentuk plane strain. Variasi jarak yang diterapkan meliputi 2D, 2,5D, 3D, dan 4D terhadap diameter kolom, dengan parameter analisis berupa waktu konsolidasi 90% (U90), penurunan tanah, tekanan air pori berlebih, dan nilai safety factor (SF). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan GESC dengan variasi jarak yang lebih rapat secara signifikan mempercepat waktu konsolidasi dan mengurangi tekanan air pori. Jarak antar kolom 2D menghasilkan kinerja paling optimal dengan waktu konsolidasi tercepat sebesar 181 hari, penurunan sebesar 0,8121 m, serta tekanan air pori maksimum yang paling rendah sebesar 0,495 kN/m². Sebaliknya, peningkatan jarak antar kolom menyebabkan penurunan efisiensi, ditunjukkan oleh meningkatnya tekanan air pori dan bertambahnya waktu konsolidasi hingga 280 hari pada jarak 4D. Meskipun demikian, seluruh variasi jarak tetap memenuhi kriteria stabilitas dengan nilai SF ≥ 1,5. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan GESC efektif dalam mempercepat konsolidasi dan meningkatkan kestabilan tanah lunak, khususnya pada jarak antar kolom yang lebih rapat. Kata Kunci : Tanah lunak, konsolidasi, GESC, FEM 2D, tekanan air pori, faktor keamanan
Analisis Kelayakan Finansial Pertahapan Pembangunan Kawasan Rumah Toko di Kecamatan Merakurak, Tuban Deattax, Aly Ka'bah; Saifoe El Unas; Hendi Bowoputro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu dari tiga Kawasan Strategis Provinsi berupa kawasan super koridor industri, yang membuka peluang besar bagi investor untuk berinvestasi dalam berbagai proyek, termasuk pembangunan kawasan rumah toko (ruko). Namun, banyak proyek ruko di Kabupaten Tuban mengalami kegagalan atau mangkrak, yang disinyalir disebabkan oleh perencanaan yang kurang matang atau ide penjualan yang tidak realistis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan finansial terhadap pembangunan kawasan ruko di Kecamatan Merakurak, Tuban, dengan menggunakan perspektif investasi, mengingat faktor keuangan merupakan aspek krusial dalam menentukan keberhasilan suatu investasi. Penelitian ini menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Discounted Payback Period (DPP) sebagai indikator untuk menilai kelayakan finansial dari sepuluh alternatif pertahapan pembangunan yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis, semua alternatif dinyatakan layak. Nilai NPV berkisar antara Rp 2.661.153.141 sampai dengan Rp 5.426.565.480, nilai IRR berkisar antara 20,6% sampai dengan 32,4%, nilai BCR berkisar antara 1.134 sampai dengan 1.680, dan DPP berkisar antara 3 tahun 10 bulan sampai dengan 5 tahun 3 bulan. Pemeringkatan berdasarkan indikator keuangan menunjukkan bahwa Alternatif 7 merupakan pilihan yang paling layak secara keuangan. Alternatif ini memiliki NPV tertinggi (Rp 5.426.565.480), IRR tertinggi (32,4%), BCR terbaik (1.680), dan payback period terpendek (3 tahun 10 bulan). Namun, analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kelayakan Alternatif 7 dapat terganggu jika biaya investasi meningkat 30%, volume penjualan turun 50%, atau terjadi peningkatan biaya investasi sebesar 20% bersamaan dengan penurunan volume penjualan sebesar 20%. Penelitian ini menekankan pentingnya analisis kelayakan finansial yang menyeluruh untuk memastikan keberhasilan proyek, terutama mengingat risiko yang terkait dengan pembiayaan dan permintaan pasar. Temuan ini berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih tepat bagi pengembang dan investor, yang mendukung pertumbuhan investasi berkelanjutan di sektor properti komersial, terutama di Kabupaten Tuban.   Kata kunci: analisis kelayakan, kelayakan finansial, pertahapan pembangunan, rumah toko, analisis sensitivitas.
Analisis Perbandingan Konfigurasi Jembatan Model pada Rangka Baja Tipe Warren Truss dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe Warren Truss dan K-Truss Abrar, Muhammad Fathul; Arifi, Eva; Budio, Sugeng Prayitno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai komponen krusial dalam infrastruktur transportasi, jembatan memegang peran sentral dalam memfasilitasi mobilitas dan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu efisiensi desain jembatan, khususnya dalam konfigurasi rangka, menjadi faktor krusial dalam mengoptimalkan kekuatan struktur serta menekan biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini membandingkan kinerja struktural jembatan rangka baja tipe Warren Truss dengan konfigurasi rangka gabungan Warren Truss–K-Truss, berfokus pada lendutan maksimum, efisiensi Demand Capacity Ratio (DCR), dan total berat material. Model jembatan skala dengan bentang 600 cm yang dianalisis menggunakan SAP2000, dengan pembebanan berupa berat sendiri dan beban terpusat plat baja 400 kg di tengah bentang. Hasil analisis menunjukkan konfigurasi gabungan mengalami lendutan maksimum 0,73040 mm, lebih kecil 16,82% dari Warren Truss murni 0,87809 mm. Dari segi DCR, konfigurasi gabungan lebih efisien pada elemen tarik (2,07%) dibandingkan Warren Truss (2,97%), namun sedikit kurang efisien pada elemen tekan 33,57% untuk konfigurasi gabungan dan 32,08% konfigurasi Warren Truss. Pada segi berat material, konfigurasi Warren Truss murni lebih ringan (144,83 kg) dibandingkan konfigurasi gabungan (165,62 kg). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa konfigurasi gabungan menawarkan performa lendutan yang superior dan efisiensi DCR tarik yang lebih baik, namun dengan konsekuensi berat material yang lebih tinggi. Pemilihan desain harus mempertimbangkan prioritas antara minimisasi lendutan dan efisiensi berat. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain jembatan yang optimal, khususnya dalam konteks kompetisi akademik dan aplikasi praktis di lapangan.
Analisis Perbandingan Konfigurasi Jembatan Rangka Baja Tipe K-Truss dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe Warren Truss dan K-Truss Firmansah, Rifki Adji; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Ir. Siti Nurlina, MT., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan komponen strategis dalam sistem infrastruktur transportasi yang berperan penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi. Efisiensi desain, khususnya dalam konfigurasi rangka (truss), menjadi aspek fundamental dalam mengoptimalkan kekuatan struktur sekaligus menekan biaya konstruksi dan penggunaan material. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap kinerja struktur jembatan rangka baja dengan konfigurasi K-Truss konvensional dan konfigurasi gabungan Warren Truss–K-Truss. Fokus analisis meliputi aspek lendutan, efisiensi struktur berdasarkan nilai Demand Capacity Ratio (DCR), serta kebutuhan total berat material baja. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan mengacu pada SNI 1725:2016, mencakup pembebanan berupa beban mati dan beban lajur tipe “D”. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan menghasilkan lendutan sebesar 4,00 mm, lebih besar dibandingkan konfigurasi K-Truss sebesar 3,25 mm, dengan selisih 23,08%. Rata-rata nilai DCR untuk elemen tekan dan tarik pada konfigurasi gabungan masing-masing sebesar 21,5% dan 8,8%, sedangkan pada konfigurasi K-Truss sebesar 11,9% dan 8,2%. Dari segi penggunaan material, konfigurasi gabungan memiliki total berat 241,43 ton, lebih ringan 25,61% dibandingkan K-Truss yang memiliki berat 303,24 ton. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa konfigurasi gabungan Warren Truss dan K-Truss mampu memberikan efisiensi material yang lebih tinggi tanpa mengorbankan kinerja struktural secara signifikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain jembatan yang lebih optimal dan aplikatif, baik dalam konteks akademik maupun implementasi teknis di lapangan. Kata kunci : Jembatan Rangka Baja, Warren Truss, K-Truss, Efisiensi Struktur, Demand Capacity Ratio, SAP200
Analisis Perbandingan Konfigurasi Jembatan Model pada Rangka Baja Tipe K-Truss dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe K-Truss dan Warren Truss Kresno Putra, Dewa; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Ir. Siti Nurlina, MT., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penting yang berfungsi untuk menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh rintangan, seperti sungai, lembah, atau jalan. Dalam perancangan jembatan, pemilihan jenis struktur yang tepat sangatlah krusial untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan daya tahan jembatan tersebut. Di antara berbagai jenis struktur jembatan, rangka baja tipe K-Truss dan Warren Truss merupakan dua konfigurasi yang sering digunakan dalam desain jembatan. Penelitian ini membandingkan kinerja struktural konfigurasi K-Truss dengan konfigurasi jembatan gabungan antara K-Truss dan Warren Truss, berfokus pada lendutan maksimum, efisiensi Demand Capacity Ratio (DCR), dan total berat material. Model jembatan skala dengan bentang 600 cm yang dianalisis menggunakan SAP2000, dengan pembebanan berupa berat sendiri dan beban terpusat plat baja 400 kg di tengah bentang. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan K-Truss dan Warren Truss lebih efisien dibandingkan K-Truss saja. Konfigurasi gabungan memiliki DCR tarik 2,1% dan tekan 33,6%, sedikit lebih baik dari K-Truss dengan DCR tarik 2,2% dan tekan 33,4%. Berat struktur juga lebih ringan sebesar 165,62 kg dibandingkan 170,34 kg pada K-Truss, dengan selisih 2,85%. Dalam hal lendutan vertikal, konfigurasi gabungan menunjukkan kekakuan yang lebih baik dengan lendutan 0,45588 mm, lebih kecil 4,90% dari K-Truss. Secara keseluruhan, meskipun perbedaan tidak terlalu besar, konfigurasi gabungan menunjukkan efisiensi yang lebih baik baik dari sisi kekakuan maupun penggunaan material. Pemilihan desain perlu mempertimbangkan keseimbangan antara upaya meminimalkan lendutan dan efisiensi berat struktur. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan desain jembatan yang optimal, baik untuk keperluan kompetisi akademik maupun penerapan praktis di lapangan. Kata kunci : Jembatan Rangka Baja, Warren Truss, K-Truss, Efisiensi Struktur, Lendutan, Demand Capacity Ratio
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang Terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Beton dengan Menggunakan Metode Non-Destructive Test Dimas Satria Dwi Putra; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan agregat kasar menyebabkan eksploitasi sumber daya alam, sehingga Recycled Coarse Aggregate (RCA) menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan, meskipun memiliki porositas dan daya serap tinggi serta kekuatan mekanik rendah. Penelitian ini menggunakan pelapisan (coating) RCA dengan geopolimer berbasis fly ash tipe C menggunakan larutan NaOH 12M dan Na₂SiO₃ (rasio 1:2,5) dan solid-liquid ratio 2:1, dengan variasi jumlah lapisan 1, 2, dan 3 serta perendaman selama 5 menit tiap lapisan. Hasil menunjukkan bahwa semakin banyak lapisan coating, mutu agregat semakin baik, ditunjukkan oleh penurunan penyerapan air dari 6,24% (RA) menjadi 5,38% (RAC1), 4,36% (RAC2), dan 3,65% (RAC3), serta peningkatan berat isi dari 1,36 gr/cc menjadi 1,37, 1,38, dan 1,40 gr/cc. Kuat tekan beton meningkat dari 18,08 MPa (RA) menjadi 23,47 MPa (RAC1) dan 25,87 MPa (RAC2), namun menurun menjadi 22,50 MPa (RAC3). Nilai cepat rambat gelombang (UPV) juga meningkat dari 3560,6 m/s (RA) menjadi 3618,8 m/s (RAC1) dan 3853,9 m/s (RAC2), lalu menurun menjadi 3756,1 m/s (RAC3). Penurunan performa pada tiga lapisan disebabkan oleh pelapisan berlebih yang membentuk zona lemah di antara agregat dan mortar, sehingga menurunkan efektivitas ikatan. Dengan demikian, dua lapisan coating geopolimer direkomendasikan sebagai jumlah optimal untuk meningkatkan kualitas RCA dan kinerja beton secara menyeluruh. Kata kunci : Recycled Coarse Aggregate (RCA), geopolymer coating, Non Destructive Test, Sonic Rebound (SONREB)

Page 2 of 12 | Total Record : 113