cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Pengaruh Limbah Carageenan pada Campuran Asphalt Concrete Base Course (AC-BC) dengan Asbuton B 50/30 terhadap Karakteristik Marshall, Dosen Pembimbing Dio Adelian Putra; Aushilna Rahma Rabbani; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kebutuhan aspal minyak untuk perkerasan jalan sekitar 1,2 juta ton setiap tahun, namun produksi nasional tidak mencukupi sehingga harus diimpor. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam aspal alam terbesar di dunia, yaitu Asbuton dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Aspal Buton sebagai pengganti aspal minyak dan meneliti pengaruh limbah karagenan terhadap karakteristik Marshall dari campuran laston lapis antara Asbuton (AC-BC Asb). Eksperimen laboratorium dilakukan sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018, dengan penambahan limbah karagenan dalam berbagai kadar. Analisis statistik meliputi pengujian normalitas, homogenitas, one-way ANOVA, dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah karagenan mempengaruhi karakteristik Marshall. Kandungan limbah karagenan yang optimal meningkatkan nilai stabilitas, VIM, dan VMA, sementara mengurangi nilai VFB dan flow, semuanya sesuai dengan peraturan spesifikasi Bina Marga 2018. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah karagenan dapat dioptimalkan untuk mendapatkan fungsi dari lapisan yang diinginkan dalam laston lapis antara (AC-BC). Kata kunci: Aspal Buton, Limbah Karagenan, Karakteristik Marshall, AC-BC, Perkerasan Jalan.
Analisis Stabilitas Timbunan Sampah pada TPA Jabon Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Metode Elemen Hingga Hamid Syarif Hidayatullah; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan sampah di Kabupaten Sidoarjo yang setiap hari diangkut dan ditimbun diTPA Jabon dengan sistem controlled landfill. Volume dan ketinggian timbunan sampah yang terus meningkat dibutukan pengendalian secara geoteknik dengan melakukan perhitungan stabilitas timbunan sampah supaya menghidari adanya potensi kelongsoran lereng timbunan dan timbunan sampah yang ditampung oleh TPA dapat optimal. Penelitian dilaksanakan di TPA Jabon, Kabupaten Sidoarjo pada Juli 2023 menggunakan data primer dan sekunder. Data primer meliputi parameter mekanik tanah dasar dan material sampah. Sedangkan data sekunder meliputi peta topografi timbunan sampah. Analisis stabilitas timbunan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak menggunakan metode elemen hingga atau Finite Element Method (FEM). Analisis stabilitas timbunan sampah dilakukan untuk memperoleh angka keamanan lereng timbunan pada kondisi eksisting dan timbunan yang ditinggikan dengan sudut bervariasi. Perhitungan umur rencana timbunan juga dilakukan guna memperoleh rekomendasi geometri timbunan yang paling optimal. Berdasarkan hasil analisis, timbunan sampah di TPA Jabon pada bulan Juni 2023 memiliki ketinggian maksimum 11 m (sudut 30°) dengan nilai faktor keamanan sebesar 2,34 yang berarti lereng dalam kondisi stabil dan masih dapat ditinggikan.. Penambahan tinggi timbunan dengan kemiringan lereng 11:5 (sudut 24,5°) stabil hingga 40 m (FS = 1,4), kemiringan lereng 9:5 (sudut 29°) stabil hingga 30 m (FS = 1,27), kemiringan lereng 7:5 (sudut 35,5°) stabil hingga 15 m (FS = 1,33). Dari perhitungan umur rencana timbunan, geometri lereng timbunan 11:5 memiliki umur rencana sebesar 6 tahun 3 bulan, geometri lereng timbunan 9:5 sebesar 6 tahun 6 bulan, dan geometri lereng timbunan 7:5 sebesar 4 tahun 6 bulan. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan geometri lereng timbunan di TPA Jabon berbentuk bench and toe dengan panjang bench sebesar 3 m, toe kemiringan 9:5.
Pengaruh Waktu Injeksi dan Pemeraman terhadap Nilai Kuat Geser, CBR, dan Potensi Pengembangan pada Perbaikan Tanah Lempung Ekspansif Muhammad Taufani Satriagung; Arief Rachmansyah; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi, penerapan elektrokinetik mampu meningkatkan teganan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Hal ini menjadikan elektrokinetik banyak digunakan sebagai metode perbaikan tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui pengaruh waktu injeksi dan pemeraman terhadap nilai kuat geser, CBR, dan potensi pengembangan pada perbaikan tanah ekspansif menggunakan metode injeksi elektrokimia. Metode injeksi elektrokimia merupakan metode perbaikan tanah yang menanfaatkan fenomena elektroosmosis atau aliran yang terjadi pada material padat akibat adanya perbedaan tegangan listrik yang diberikan pada tanah. Pada penelitian ini, dilakukan injeksi larutan kimia CaCl2 dengan konsentrasi 10% dan tegangan listrik sebesar 18 volt dengan variasi waktu injeksi selama 6,9, dan 12 hari serta melalui masa pemeraman dengan variasi 7, 10, dan 14 hari. Injeksi dilakukan pada sampel tanah dengan dimensi 150x150x400 milimeter. Pada penelitian ini diketahui bahwa dengan adanya variasi perbedaan waktu injeksi dan pemeraman diperoleh bahwa nilai kuat geser tertinggi terjadi pada sampel dengan waktu injeksi 9 hari dan pemeraman 10 hari dengan nilai kuat geser sebelumnya sebesar 3.07 kN/m2 menjadi 28.9 kN/m2. Lalu nilai CBR kondisi terdendam tertinggi diperoleh pada sampel dengan waktu injeksi 10 hari dan pemeraman selama 14 hari yang sebelumnya sebesar 0.0093% menjadi 2.8% pada penetrasi 0.1’ dan pada penetrasi 0.2’ dengan nilai awal sebsar 6.8% menjadi 14.3%. Sedangkam nilai perbahan potensi pengembangan tertinggi dengan nilai awal 5.8% menjadi 0.1% terjadi pada 2 sampel. Sampel pertama dengan variasi waktu injeksi 6 hari dan pemeraman selama 7 hari, dan sampel kedua dengan variasi 12 hari waktu injeksi dan 7 hari waktu pemeraman. Kata kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, CBR, potensi pengembangan
Pengaruh Konsentrasi Larutan dan Voltase terhadap Potensi Pengembangan dan Kuat Geser pada Proses Perbaikan Tanah Ekspansif dengan Metode Injeksi Larutan Kalsium Klorida (CaCl2) Muhammad Royhan Ferdiansyah; Arief Rachmansyah; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia baru-baru ini sedang mengalami peningkatan yang pesat. Para kontraktor kadang terpaksa harus melakukan proyek konstruksi diatas tanah dengan kualitas yang kurang baik. Salah satunya ialah tanah ekspansif, yaitu tanah yang cenderung mengalami pembengkakan ketika terpapar air dan penyusutan ketika kehilangan air. Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi. Penerapan elektrokinetik mampu meningkatkan tegangan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui pengaruh konsentrasi larutan dan voltase terhadap nilai kuat geser dan potensi pengembangan pada perbaikan tanah ekspansif menggunakan metode injeksi elektrokimia. Pada penelitian ini, dilakukan injeksi larutan kimia kalsium klorida (CaCl2) dengan variasi konsentrasi larutan sebesar 5%, 10%, 15% dan variasi voltase sebesar 15 volt,18 volt, dan 24 volt. Proses injeksi dilakukan selama 6 hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan masa pemeraman selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari variasi konsentrasi larutan dan voltase. Nilai kuat geser tertinggi terjadi pada sampel dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 15% dan variasi voltase sebesar 24 volt, dengan nilai kuat geser sebelumnya sebesar 3.07 kN/m2 menjadi 10.2 kN/m2. Sedangkan nilai penurunan potensi pengembangan terbesar terjadi pada sampel dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 15% dan variasi voltase sebesar 18 volt, dengan nilai potensi pengembangan sebelumnya 6.48% menjadi 0.01%. Kata Kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembangan
PENGARUH PERBEDAAN RASIO TULANGAN BERDASARKAN PEMBEBANAN GEMPA SNI 1726 TERHADAP DAKTILTAS KURVATUR BALOK BETON BERTULANG (STUDI KASUS GEDUNG IBU DAN ANAK RSUP SARDJITO YOGYAKARTA) Achmad Zaim Ismail; Retno Anggraini , Ari Wibowo; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mengalami perkembangan infrastruktur yang sangat pesat tetapi Indonesia juga sebagai negara kepulauan terletak di empat lempeng tektonik bumi aktif dan bergerak yang saling bertemu. Alasan itu yang mendasari Indonesia menjadi sebagai daerah rawan gempa atau bencana lainnya. Sebagai peraturan paling dasar yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) dari waktu ke waktu terjadi perubahan untuk meningkatkan faktor keamanan terhadap faktor resiko gempa bumi yang tertulis dalam SNI lama yaitu SNI 1726:2002 yang sudah dirubah dan diganti dengan SNI terbaru yaitu SNI 1726:2019. Struktur balok beton bertulang adalah salah satu elemen penting yang didesain untuk menanggung dan menyalurkan beban dari pelat lantai ke kolom-kolom vertikal serta sebagai pengikat antar kolom. Tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian beban gempa berdasarkan dua SNI 1726 yang mengakibatkan desain tulangan lentur memiliki rasio yang berbeda. Dengan perbedaan rasio tersebut,diidentifikasi terhadap momen-kurvatur dan daktilitas kurvatur balok. Hasil proses analisis memperlihatkan bahwa SNI 1726:2019 membuat hasil momen perlu balok (Mu) lebih besar daripada SNI 1726:2002, sehingga berpengaruh terhadap rasio tulangan (ρ) perencanaan tulangan lentur balok. Berdasarkan hasil analisis penulangan lentur balok B1A 60/110, didapatkan bahwa nilai daktilitas kurvatur balok berdasarkan SNI 1726:2002 paling besar dibandingkan SNI 1726:2019 dan yang terkecil kondisi balok eksisting.Kata Kunci : Daktilitas, Momen Kurvatur, Respon Spektrum
Pengaruh Solid-liquid Ratio pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang Faisal Rachman Semendawai; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya Pembangunan infrastruktur di dunia berdampak dalam membantu pertumbuhan urbanisasi dan industrialisasi. Akan tetapi, pesatnya Pembangunan mempunyai dampak terhadap masalah lingkungan. Industri konstruksi merupakan penghasil gas karbon dioksida terbesar kedua sekitar 33% dari total emisi CO2. Selain itu, pesatnya Pembangunan infrastruktur menyebabkan eksplorasi besar-besaran terhadap alam dalam menemukan material yang berkualitas khusunya agregat kasar. Sekitar 48,3 miliar ton industi ini menggunakan agregat kasar alami yang bisa berdampak bagi lingkungan dan juga kelangkaan agregat kasar yang berkualitas. Alternatif menanggapi masifnya penggunaan agregat kasar alami adalah dengan menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) yang berasal dari limbah beton konstruksi. Namun penggunaan RCA sebagai agregat penggan NCA berkibat pada penurunan kualitas mekanis. RCA memiliki kekurangan yang terdapat pada mortar sisa yang masih menempel pada agregat kasar sehingga memiliki pori yang lebih banyak disbanding dengan NCA. Salah satu cara mengatasi kekurangan tersebut adakah dengan melapisi RCA menggunakan geopolimer. Pada penelitian ini dilakukan pembuktian bahwa geopolimer dapat meningkatkan kualitas RCA serta menunjukan pengaruh solid-liquid ratio pada penggunaan geopolimer sebagai pelapis RCA. Solid-liquid ratio yang akan diteliti adalah 2,5; 2; dan 1,67. RCA yang dilapisi dengan geopolimer menunjukan kenaikan kualitas pada agregat kasar ditinjau dari berat isi, penyerapan dan nilai Aggregate Crushing Value. Variasi solid-liquid ratio 2 memiliki perbaikan kekuatan mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan variasi lainnya. Hal ini menunjukan bahwa geopolimer yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair memiliki keseimbangan dalam kemampuan mengisi pori dan memberikan kekuatan mekanis yang baik. Semakin tinggi solid-liquid ratio maka akan semakin kental geopolimer. Hal ini akan mengorbankan kemampuan geopolimer dalam mengisi pori pada RCA. Akan tetapi, semakin rendah nilai solid-liquid ratio maka akan semakin cair geopolimer yang akan mengorbankan kekuatan mekanis pada geopolimer. Kata kunci: Agregat kasar daur ulang, Geopolimer, Kekuatan mekanis agregat kasar, Aggregate Crushing Value.
Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Geotekstil pada Taman Teknologi Komunikasi Menara Turyapada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Stanislasia Pratiwi Bayu Ningtyas Andreani; Yulvi Zaika; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Menara Turyapada di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dilaksanakan untuk mengembangkan telekomunikasi di Indonesia. Menara ini dibangun pada ketinggian ± 1.636 meter di atas permukaan air laut. Karena menara ini dibangun di puncak bukit, maka perlu dibangun juga jalan akses untuk mencapai menara ini. Jalan akses ini nantinya akan berada di sekitar lereng-lereng yang curam. Analisis stabilitas lereng dilakukan untuk mencari nilai angka keamanan (SF) lereng di sekitar lokasi. Pada penelitian ini, parameter yang digunakan untuk mencari nilai angka keamanan adalah berat jenis tanah, nilai kohesi tanah, dan sudut geser dalam tanah. Selain itu, beban jalan (beban perkerasan + beban kendaraan) juga dimasukkan dalam perhitungan. Didapatkan nilai SF pada lereng atas adalah 0,925; lereng bawah adalah 1,131; dan lereng keseluruhan adalah 1,354. Digunakan perkuatan geotekstil karena nilai SF lereng < 1,25. Digunakan geotekstil dengan panjang 9 m 6 lapis untuk lereng atas dan panjang 7 m 7 lapis untuk lereng bawah. Nilai SF lereng atas setelah diperkuat menjadi 1,661 dan nilai SF untuk lereng bawah menjadi 1,586. Disimpulkan lereng dengan perkuatan sudah aman dari longsor. Kata kunci: Longsor, Stabilitas Lereng, Bishop Simplified, Geotekstil, GeoStudio
ANALISIS KAPASITAS MOMEN NOMINAL PROFIL PADA KONDISI STRAIN HARDENING Angelo Adrian Ibrahim; Wisnumurti; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam material baja terdapat 3 zona yaitu zona elastis, zona plastis , dan zona strain hardening. Pada analisis zona plastis yang disebut analisis plastis, baja dianggap seolah-olah mengalami keadaan plastis hingga putus. Pada kenyataannya masih ada zona strain hardening yang terjadi pada material baja dengan efek terjadi peningkatan tegangan . Hal ini yang mendasari analisis ini untuk mencoba menganalisis seberapa besar peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi pada baja jika memperhitungkan kondisi strain hardening. Pada analisis ini dilakukan analisis kapasitas momen nominal pada kondisi elastis, kondisi strain hardening, dan kondisi putus. Grafik hubungan tegangan dan regangan yang digunakan menggunakan mutu Q335B dengan nilai tegangan leleh sebesar 384 MPa. Profil yang digunakan pada analisis ini adalah WF dengan dimensi 200.100.5,5.8. Pada grafik hubungan tegangan dan regangan , ditentukan 7 titik tinjau dari kondisi elastis hingga kondisi putus guna menyederhanakan grafik tegangan yang awalnya kurvatur menjadi multilinier.Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kapasitas momen nominal yang didapat pada kondisi elastis adalah 67,6198 kNm. Pada kondisi strain hardening, kapasitas momen nominal yang didapat adalah 108,2785 kNm. Pada kondisi putus, kapasitas momen nominal yang didapat adalah 108,2945 kNm. Peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi dari kondisi elastis ke kondisi strain hardening yaitu 60,1283%. Sedangkan peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi dari kondisi elastis ke kondisi putus yaitu 60,1521%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar regangan yang terjadi pada baja, semakin besar juga kapasitas momen nominal yang dapat ditahan oleh profil. Kata kunci: Baja, Strain Hardening, Profil WF, Momen Nominal, Elastis
Analisis Karakteristik Marshall pada Campuran AC-WC Menggunakan Asbuton B 50/30 dan Limbah Plastik LDPE Muhammad Juniar Revanska Kusuma; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono; Abdullah Azzam
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh plastik LDPE sebagai bahan tambah terhadap campuran AC-WC Asbuton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengujian Marshall dan analisis statistik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan plastik LDPE meningkatkan nilai stabilitas, flow, dan marshall quotient (MQ), namun menurunkan nilai VIM dan meningkatkan VMA. Kadar LDPE optimum sebesar 6,7875% memenuhi seluruh parameter Marshall Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Analisis forecast menunjukkan bahwa penggunaan plastik LDPE dapat dilakukan hingga 15,5%. Kata kunci: AC-WC Asb, Asbuton, Plastik LDPE, Marshall, ANOVA
Analisis Karakteristik Marshall pada Campuran AC-WC Menggunakan Asbuton B 50/30 dan Limbah Plastik LDPE Abdullah Azzam; Muhammad Juniar Revanska Kusuma; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh plastik LDPE sebagai bahan tambah terhadap campuran AC-WC Asbuton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengujian Marshall dan analisis statistik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan plastik LDPE meningkatkan nilai stabilitas, flow, dan marshall quotient (MQ), namun menurunkan nilai VIM dan meningkatkan VMA. Kadar LDPE optimum sebesar 6,7875% memenuhi seluruh parameter Marshall Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Analisis forecast menunjukkan bahwa penggunaan plastik LDPE dapat dilakukan hingga 15,5%. Kata kunci: AC-WC Asb, Asbuton, Plastik LDPE, Marshall, ANOVA