cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Analisis Tegangan Lentur dan Lendutan Pelat Perkerasan Kaku pada Pondasi Elastis dengan Variasi Mutu Beton Mohammad Arsad Adam; Agoes Soehardjono; Roland Martin Simatupang
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tipe perkerasan yang sering digunakan pada jalan desa adalah perkerasan kaku (rigid pavement). Pembangunan jalan dengan tipe perkerasan kaku biasa dilaksanakan melalui program padat karya yang artinya banyak menggunakan tenaga manusia. Proses pengerjaan dilakukan dengan cara mencampurkan beton di lokasi pekerjaan. Hal ini menyebabkan kualitas dari beton akan sulit mencapai standar yang diinginkan. Sehingga, penelitian ini mengenai analisis lendutan dan tegangan lentur menggunakan metode Beams on Elastic Foundation. Data yang digunakan berasal dari eksperimen berupa lendutan dan regangan yang terjadi pada pelat perkerasan kaku pada beban tetap sebesar 10 ton. Selain itu, variasi mutu beton yang digunakan sebesar 9,13 MPa; 20,23 MPa; 35,06 MPa dan nilai CBR tetap sebesar 8%. Seiring meningkatnya mutu beton, didapatkan nilai tegangan lentur analisis sebesar 9,74 MPa, 9,63 MPa, dan 8,92 MPa. Sedangkan lendutan analisis yang didapat sebesar 2,39 mm, 2,18 mm, dan 2,06 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar mutu beton, maka tegangan lentur dan lendutan akan semakin kecil. Kata kunci: Tegangan Lentur, Lendutan, Mutu Beton, Perkerasan kaku, Beam on Elastic Foundation.
Perencanaan Geometrik Jalan Akses Proyek Pembangunan Taman Teknologi Turyapada Tower, Provinsi Bali Siti Blatiskha Rahmadella Yuga; Muhammad Zainul Arifin; Hendi Bowoputro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turyapada Tower merupakan konstruksi pariwisata terintegrasi rancang dan bangun dengan proyek senilai Rp 334,272 miliar yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero), berlokasi di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dan terletak pada ketinggian 1.521 m di atas permukaan laut. Lokasi proyek yang berada di pegunungan menyebabkan perlunya dilakukan pembukaan lahan baru dan pembuatan jalan akses untuk menghubungkan Jalan Raya Singaraja-Denpasar dengan lobi penerimaan Turyapada Tower yang layak dan sesuai standar ada. Tujuan kajian ini adalah untuk merencanakan desain alinyemen vertikal dan horizontal Jalan Akses Turyapada Tower pada STA 0+000.00 - STA 1+851,84 sesuai standar yang berlaku. Perencanaan geometrik jalan tersebut menggunakan standar Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (PDGJ 2021). Perencanaan ini menggunakan data topografi yang didapatkan dari proyek Turyapada Tower. Pada kajian ini, perencanaan geometrik dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi AutoCAD Civil 3D dan SketchUp. Jalan Akses Turyapada Tower untuk STA 0+000.00-0+292.03 diperoleh perencanaan geometrik dengan lebar lajur 3,5m, kecepatan rencana 20 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), dan terdapat alinyemen horizontal sebanyak 4 tikungan spiral-spiral­ dengan R sebesar 12m dan superelevasi 8% serta kemiringan jalan terbesar adalah 14,98%. Untuk STA 0+292.03-1+557.05 diperoleh perencanaan lebar lajur 3m, kecepatan rencana 20 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), dan alinyemen horizontal sebanyak 16 tikungan spiral-spiral­ dengan R 12m-60m dan superelevasi sebesar 8% serta kemiringan jalan terbesar adalah 14,98%. Untuk STA 1+557.05-1+851.84 direncanakan dengan kecepatan rencana 20 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), lebar lajur 3m, dan terdapat alinyemen horizontal sebanyak 5 tikungan full circle dengan R 3,5m-12m serta kemiringan jalan terbesar adalah 14,98%. Perencanaan Jalan Akses juga melakukan pekerjaan tanah berupa galian dan timbunan. Berdasarkan perhitungan didapatkan pekerjaan galian untuk segmen 1 adalah 14.876,81m3 dan segmen 2 adalah 20.686,81m3, serta pada segmen 3 didapatkan pekerjaan timbunan sebesar 14.279,47m3. Kata kunci : Perencanaan Jalan, Geometrik, Jalan Akses, PDGJ 2021, Civil 3D
STUDI EKSPERIMENTAL LEBAR RETAK PELAT PRACETAK BETON BERTULANG SATU ARAH SKALA PENUH MENGGUNAKAN TIGA LAPIS TULANGAN TARIK DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Mahardhika Raffi Al Farisy; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas, terutama di jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar. Penggunaan pelat beton pada jembatan sering digunakan karena menyediakan permukaan datar. Namun, retak pada beton dapat menyebabkan tulangan terbuka dan korosi, sehingga mengurangi umur layanan struktur. Penelitian ini melibatkan pembuatan tiga spesimen pelat beton bertulang satu arah dengan tiga lapis tulangan tarik D10 yang bervariasi luasnya, yaitu 1021 mm², 1178 mm², dan 1414 mm². Benda uji memiliki dimensi 200 x 20 x 60 cm. Pengujian menggunakan LVDT untuk mengukur lendutan dan Dinolite untuk mengukur lebar retak. Pelat diuji setelah berumur lebih dari 28 hari dengan cara memberikan beban garis yang bertambah setiap 100 kg sampai ditemukan retak pertama dan bertambah 200 kg secara bertahap hingga tegangan baja mencapai kuat layan. Dari studi literatur penelitian sebelumnya dengan pendekatan rumus ditemukan bahwa luas tulangan berpengaruh terhadap pola dan lebar retak maksimum pada pelat. Semakin besar luas tulangan, semakin kecil lebar retak maksimum dan semakin sedikit jumlah retak yang terjadi. Pada hasil penelitian, luas tulangan 1021 mm², memiliki lebar retak maksimum yaitu 0,3148 mm dengan jumlah 8 garis retak. Pada luas tulangan 1178 mm², lebar retak maksimum adalah 0,2598 mm dengan jumlah 7 garis retak. Pada luas tulangan 1414 mm², lebar retak maksimum adalah 0,2195 mm dengan jumlah 6 garis retak. Penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan luas tulangan mengurangi lebar dan jumlah retak pada pelat beton multilapis sehingga diperoleh rumus eksperimental yaitu wmaks = 2,59 As-1,187 fs.
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU LENTUR PELAT PRACETAK SATU ARAH SKALA PENUH MENGGUNAKAN TULANGAN TARIK TIGA LAPIS DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Ahmada Ilyas Arrosidi; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara-negara berkembang seperti Indonesia menghadapi tantangan standar hidup yang rendah dan ketidakstabilan sektor ekonomi. Untuk meningkatkan kondisi ini, fokus pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan, sangat penting. Jembatan berfungsi menghubungkan wilayah yang terpisah oleh hambatan geografis, meningkatkan arus lalu lintas dan logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, peneliti melakukan pengkajian perilaku lentur pelat beton bertulang dengan tiga lapis tulangan untuk menentukan kinerja struktur dalam perencanaan jembatan. Pada penelitian ini digunakan variasi luas tulangan yaitu 1000 mm², 1200 mm², dan 1400 mm². Pengujian dilakukan dengan pemberian beban spesimen pelat yang diletakkan diatas benda uji pada frame uji, pengkajian diujikan pada umur beton lebih dari 28 hari. Hasil penelitian menghasilkan bahwa semakin besar luas tulangan yang diberikan akan semakin kecil lendutan yang dihasilkan. Dan dari pernyataan tersebut didapat bahwa beton dengan pemberian luas tulangan yang besar memberikan ketahanan lendutan yang lebih baik. Kata kunci: Luas Tulangan, Tulangan Lapis, Pelat Satu Arah, Lendutan
Studi Rencana Trase Jalan Akses Menuju Kampus Universitas Brawijaya Di Kepanjen Muhammad Insanul Qolby; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Brawijaya (UB) akan melakukan ekspansi ke Kabupaten Malang dengan memanfaatkan lahan hibah seluas 30 hektar dari Pemerintah Kabupaten Malang untuk pembangunan gedung bagi 4255 mahasiswa Fakultas Vokasi. Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi trase sebagai jalan akses menuju kampus UB di Kepanjen. Studi ini melibatkan survei primer seperti volume lalu lintas, data sosial ekonomi, dan data AHP (Analytical Hierarchy Process), serta data sekunder seperti jumlah mahasiswa, dosen, dan karyawan Fakultas Vokasi. Analisis tarikan menuju kampus UB di Kepanjen dilakukan untuk mengetahui potensi pergerakan tarikan, menggunakan regresi dari penelitian sebelumnya karena kampus dan jalan akses belum ada. Lebar jalan diasumsikan 7 meter dengan analisis derajat kejenuhan yang menunjukkan kinerja baik. Analisis AHP digunakan untuk menentukan aspek prioritas dan rekomendasi trase, dengan 21 responden survei. Bobot prioritas aspek teknis 0,5, aspek sosial 0,28, dan aspek biaya 0,22. Trase 1 dengan skor 3,56 direkomendasikan sebagai jalan akses menuju kampus UB di Kepanjen, mengungguli trase 2 dan 3 dengan skor masing-masing 1,46 dan 1,34. Kata Kunci: Jalan Akses, Tarikan, Lebar Jalan, AHP (Analytial Hierarchy Procces), Rekomendasi Trase
Analisis Hambatan dalam Penerapan Green Procurement pada Proyek Konstruksi Pemerintah di Provinsi Jawa Timur Arief Syaifudin; Kartika Puspa Negara; M. Hamzah Hasyim
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan konstruksi di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan infrastruktur sebagai penopang utama. Green procurement, atau pengadaan hijau, adalah pengadaan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi, lahan, dan bahan industri, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner, yang dilakukan di Biro Pengadaan Barang/Jasa serta Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Cipta Karya Jawa Timur. Variabel yang dibahas, yaitu hambatan Pemprov Jatim dalam penerapan pengadaan yang mempertimbangkan prinsip green procurement, yang dianalisis dengan metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama yang dihadapi Pemprov Jatim dalam penerapan green procurement, diantaranya kurangnya best practice, komitmen, kebijakan yang ketat, dukungan finansial, dan sosialisasi. Kata kunci: Green procurement, hambatan, konstruksi gedung publik
Hambatan dalam Penerapan Green Procurement pada Proyek Konstruksi Gedung di Lingkup Perusahaan Kontraktor di Surabaya Cholifatu Nadiah; Kartika Puspa Negara; Yatnanta Padma Devia
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global, yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca dari aktivitas manusia, mengancam keberlanjutan bumi dengan dampak seperti perubahan cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut, dan penurunan keanekaragaman hayati. Kerjasama global dan praktik berkelanjutan, khususnya dalam industri konstruksi yang menyumbang 37% emisi gas rumah kaca, sangat diperlukan. Sustainable construction dan green procurement adalah langkah penting dalam mengurangi emisi. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif pada lima perusahaan konstruksi besar di Surabaya untuk menilai hambatan yang terjadi pada penerapan green procurement. Hasil kuesioner diolah dengan metode Relative Importance Index (RII) Hasil menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi kurangnya dukungan pemerintah, pedoman yang tepat, sosialisasi, peningkatan biaya proyek, dan alat pengukuran. Kata kunci: Sustainable Construction, Green Procurement, Kontraktor
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU LENTUR PELAT PRACETAK SATU ARAH SKALA PENUH MENGGUNAKAN TULANGAN TARIK DUA LAPIS DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Muhammad Gymnastiar; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan dapat menjadi salah satu langkah pemerintah negara Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian negaranya. Salah satu dari banyak elemen struktur pada jematan yang terpenting adalah pelat lantai kendaraan. Pelat lantai merupakan pelat beton bertulang yang digunakan untuk menopang beban tegak lurus yang diterapkan padanya. Diperlukan perkuatan pelat beton bertulang dengan salah satunya adalah tulangan tarik dua lapis dengan penggunaan luas tulangan yang tepat. Perlunya pengetahuan lebih lanjut untuk mengetahui terkait pengaruh luas tulangan pada tulangan tarik dua lapis terhadap kapasitas lentur dan lendutan pada pelat beton bertulang. Pada penelitian ini digunakan pelat beton dengan ukuran 200 cm x 60 cm x 20 cm dengan tulangan tarik dua lapis menggunakan diameter tulangan D13. Terdapat tiga benda uji yang masing-masing memiliki luas tulangan As = 1062,29 mm2, As = 1195,07 mm2, As = 1460,64 mm2. Hasil pada penelitian menunjukkan dari semakin besar luas tulangan, maka kapasitas lentur akan pada pelat semakin kecil dan lendutan yang terjadi juga semakin kecil. Kata kunci : Kapasitas Lentur, Lendutan, Luas Tulangan, Tulangan Tarik Dua Lapis, Pelat pracetak.
Pengaruh Curah Hujan dan Gempa terhadap Lereng pada Proyek Pembangunan Taman Teknologi Tower Turyapada dengan Metode Kesetimbangan Batas anita febrianti; Yulvi Zaika; Arief Rachmansyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Pembangunan Taman Teknologi Tower Turyapada terletak di Provinsi Bali, dimana pada lokasi tersebut rawan mengalami gempa bumi dan terletak di perbukitan sehingga memiliki curah hujan tinggi. Pada lereng yang ditinjau akan dibangun perkerasan jalan sehingga dibutuhkan analisis stabilias lereng menggunakan geostudio untuk mengetahui nilai keamanan (SF) lereng. Analisis tersebut akan dilakukan dengan pengaruh curah hujan dan gempa terhadap lereng. Pada penelitian ini memasukkan parameter tanah berupa nilai kohesi, berat jenis tanah, sudut geser dalam, dan permeabilitas. Untuk pembebanan yang digunakan berupa beban perkerasan jalan, beban kendaraan, beban akibat curah hujan, dan beban gempa. Didapatkan nilai SF lereng alami sebesar 1,882; lereng galian sebesar 3,228; lereng galian dengan perkerasan jalan sebesar 3,173; lereng galian dengan perkerasan jalan dipengaruhi curah hujan sebesar 2,906; lereng galian dengan perkerasan jalan dipengaruhi gempa sebesar 2,637. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa lereng termasuk lereng stabil dan tidak perlu perkuatan. Kata kunci: stabilitas lereng, bishop, safety factor
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) UNTUK KETEPATAN KEBUTUHAN VOLUME ELEMEN PEKERJAAN STRUKTUR STUDI KASUS GEDUNG SAMARA HOTEL BATU Rizaldi Ian Indiarto; Saifoe El Unas; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya merupakan faktor penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi, yang sangat bergantung pada perhitungan volume oleh perencana dan kontraktor. Building Information Modelling (BIM) dapat secara otomatis menghitung volume total bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan BIM terhadap akurasi perhitungan volume material. Pemodelan 3D dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2024, fokus pada elemen pondasi, sloof, retaining wall, shear wall, kolom, dan balok. Hasil perhitungan volume beton oleh Revit adalah 2939.09 m³, lebih kecil 3,75% dibandingkan perhitungan kontraktor. Volume besi tulangan oleh Revit adalah 614,684.84 kg, lebih banyak 6.92% dibandingkan perhitungan kontraktor. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan standar dalam panjang kait dan sambungan lewatan antara perhitungan manual dan Revit serta perhitungan otomatis Revit yang memperhitungkan jarak bersih elemen. Kata Kunci: BIM, Autodesk Revit, 3D, Volume, Beton, Besi tulangan