cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
ANALISIS LEBAR RETAK PELAT BETON BERTULANG SATU ARAH DENGAN VARIASI RASIO TULANGAN MENGGUNAKAN PERMODELAN NUMERIK Winda Setya Widyasari; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian infrastruktur yang memanfaatkan beton pracetak adalah pelat lantai kendaraan pada jembatan. Dalam perencanaan beton pracetak untuk pelat lantai jembatan, perlu diperhatikan jumlah dan mutu tulangan serta beban yang bekerja pada pelat tersebut untuk mencegah keretakan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh rasio tulangan terhadap lebar retak pada pelat beton bertulang satu arah. Analisis dilakukan dengan software ABAQUS dengan memodelkan benda uji serta memasukkan mutu material sesuai pengujian di laboratorium. Variasi rasio tulangan yang digunakan adalah 0,0235 ; 0,0201 ; 0,0168. Hasil analisis ABAQUS selanjutnya divalidasi dengan hasil perhitungan SNI 03-2847-2002 dan hasil eksperimen laboratorium.Berdasarkan hasil analisis ABAQUS, perhitungan SNI, dan eksperimen, terdapat pengaruh variasi rasio tulangan terhadap lebar retak pelat beton bertulang satu arah, dimana semakin besar rasio tulangan maka lebar retak akan semakin kecil. Pada rasio tulangan (ρ) 0,0126, lebar retak (w) analisis ABAQUS dan perhitungan SNI menunjukkan nilai yang sama. Pada ρ < 0,0126, nilai lebar retak ABAQUS lebih kecil dibandingkan lebar retak SNI, sedangkan pada ρ > 0,0126, nilai lebar retak ABAQUS lebih besar dibandingkan lebar retak SNI. Nilai lebar retak hasil eksperimen lebih besar dibandingkan hasil analisis ABAQUS dengan perbandingan wEks = (1,82-2,49) wAba. Kata kunci : Software ABAQUS, Lebar retak, Rasio tulangan, Pelat beton bertulang
Pengaruh Eksentrisitas terhadap Tegangan dan Regangan pada Struktur Portal Bracing Eksentris Tipe Inverted V “Λ” akibat Beban Statis Lateral dengan Perbaikan Jarak Sengkang Debora Kristin Panjaitan; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa menjadi salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi dan sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak kerusakan struktur yang parah. Kerusakan yang ditimbulkan dapat diminimalisir dengan perencanaan bangunan tahan gempa dengan cara memberikan pengaku (bracing) pada bangunan. Diharapkan melalui penelitian ini diketahui efektifitas struktur penahan gempa dengan variasi panjang link beam. Portal digunakan untuk melihat besarnya beban yang dapat ditahan portal, deformasi yang terjadi, serta nilai tegangan-regangan. Penelitian menggunakan 3 buah benda uji portal beton bertulang tipe inverted V “Λ” dengan mutu K-300 (26,4 Mpa) dengan variasi panjang eksentrisitas (0 cm, 15 cm, dan 25cm). Pengujian dilakukan dengan memberikan beban lateral pada portal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tegangan terbesar dihasilkan oleh portal dengan e-25 cm, kemudian diikuti dengan portal e-15 cm (91,54%), dan portal e-0 cm (41,15%). Regangan baja terbesar dihasilkan oleh portal e-0 cm lalu portal e-15 cm (69,74%), dan portal e-25 cm (45,95%). Sedangkan untuk regangan beton terbesar dihasilkan oleh portal e-15 cm (54,5%) kemudian portal e-25 cm (28,5%). Kata Kunci: beban lateral, bracing, tegangan-regangan
Analisis Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah dengan Variasi Tebal Pelat Menggunakan Permodelan Numerik Manave, Yovan Dennis Rosi; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Agoes Soehardjono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton pracetak merupakan metode yang efektif dan efisien dalam pekerjaan konstruksi, dengan keunggulan pada mutu terjamin dan efisiensi waktu pemasangan. Salah satu aplikasi beton pracetak adalah pada pelat lantai jembatan. Desain beton pracetak pada pelat beton bertulang harus mempertimbangkan tebal pelat, mutu beton, dan konfigurasi tulangan, karena aspek-aspek ini memengaruhi mutu, daya tahan, dan keretakan pelat. Penelitian ini menganalisis lebar retak pada pelat beton bertulang satu arah dengan variasi tebal pelat menggunakan software ABAQUS. Hasil analisis dibandingkan dengan perhitungan SNI 03-2847-2002 dan hasil eksperimen, dengan dimensi benda uji dan material sesuai pengujian laboratorium. Variasi tebal pelat yang digunakan adalah 125 mm, 150 mm, dan 175 mm, dengan mutu beton 20 MPa dan baja tulangan berdiameter 16 mm, yield stress 396 MPa, dan tegangan ultimit 617 MPa. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi tebal pelat beton bertulang satu arah mempengaruhi lebar retak. Analisis ABAQUS dan hasil eksperimen menunjukkan bahwa semakin besar tebal pelat, lebar retak semakin kecil, sedangkan perhitungan SNI menunjukkan sebaliknya. Pada tebal pelat 135,365 mm, lebar retak hasil ABAQUS dan SNI sama. Pada tebal pelat kurang dari 135,365 mm, lebar retak ABAQUS lebih besar dari SNI, dan pada tebal pelat lebih dari 135,365 mm, lebar retak ABAQUS lebih kecil dari SNI. Lebar retak hasil eksperimen lebih besar dibandingkan hasil analisis ABAQUS, dengan perbandingan wEks = (1,81-1,92) wAba. Kata kunci: Pelat beton bertulang, Tebal pelat, Lebar retak, ABAQUS
ANALISIS TEGANGAN LENTUR DAN LENDUTAN PELAT PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA PONDASI ELASTIS DENGAN VARIASI NILAI CBR Deryanza Rizky Mauliddin; Agoes Soehardjono M. DJ.; Roland Martin Simatupang
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerataan infrastruktur jalan di pedesaan banyak menggunakan tipe perkerasan kakusesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. Indikator yang dipakai dalam menilai kualitas suatu perkerasan kaku dapat dilihat dari kapasitas tegangan lentur dan lendutan. Tanah sebagai dasar dari sebuah pondasi perkerasan jalan memiliki beberapa parameter tanah yang mempengaruhi kekuatan daya dukung tanah dalam menerima beban, salah satunya yaitu nilai CBR (California Bearing Ratio). Oleh karena itu, melalui penelitian ini akan dilakukan percobaan untuk menemukan hubungan antara tegangan lentur dan lendutan pada pelat perkerasan kaku terhadap nilai CBR secara teoritis. Penelitian ini menggunakan metode Beam on Elastic Foundation milik Hetenyi untuk analisis tegangan lentur dan lendutan. Variasi nilai CBR yang digunakan sebesar 5,77%, 8,12%, dan 12,83% dengan mutu beton 34,77 MPa. Berdasarkan perbandingan, menunjukkan bahwa hasil teoritis dan eksperimental memiliki hasil yang sesuai dengan hipotesis dan tidak jauh berbeda. Semakin tinggi nilai CBR yang dipakai, maka akan semakin kecil besar tegangan lentur dan lendutan yang terjadi pada perkerasan kaku. Kata Kunci: BoEF (Beam on Elastic Foundation), CBR subgrade, Lendutan, Perkerasan Kaku, Tegangan Lentur.
Pengaruh Penggunaan Bakteri Ureolitik dengan Penambahan Variasi Kadar Glukosa terhadap Peningkatan Mutu Recycle Coarse Aggregate Nursila, Aditya; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri yang berkembang pesat di dunia adalah konstruksi, terutama di Indonesia, yang sedang giat membangun infrastruktur. Namun, kemajuan ini juga berdampak negatif pada jumlah terbatas energi dan sumber daya. Mengganti agregat kasar alami dengan agregat kasar daur ulang, yang diperoleh dari limbah konstruksi, adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. RCA memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitasnya karena memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami. Sebagai metode perbaikan RCA, penggunaan bakteri pengendap kalsium karbonat dianggap lebih ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, variasi bakteri ureolitik dari isolat Micrococcus luteus (S17) dengan 105 sel/ml digunakan sebagai pengendap kalsium karbonat. Selain itu, sebagai kontrol, media nutrisi dan akuades digunakan. Selama 14 hari, RCA diinkubasi dalam campuran bakteri. Sebelum dan sesudah inkubasi, berat isi, berat jenis, dan penyerapan diuji pada kondisi RCA. Setelah pengujian agregat, pengujian mikrosturktur SEM dan EDS dilakukan untuk mengetahui lapisan permukaan RCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri pengendap CaCO3 dapat mengurangi persentase penyerapan pada agregat kasar daur ulang dan meningkatkan berat isinya. Hal ini disebabkan oleh presipitasi CaCO3 oleh bakteri ureolitik isolat S17, yang mengisi pori-pori atau rongga pada agregat kasar daur ulang sehingga membuatnya lebih padat.Kata kunci: agregat kasar daur ulang, bakteri ureolitik, presipitasi kalsium karbonat
Studi Eksperimental Lendutan Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Nilai CBR Tanah Dasar Geoghalvin Almeriq Audolfy Caecarma; Agoes Soehardjono; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur jalan di Indonesia dominan memakai jenis perkerasan kaku (rigid pavement), khususnya jalan pedesaan. Pelaksanaan pekerjaan jalan pedesaan tipikal berupa padat karya. Sehingga untuk mencapai pemadatan tanah (subgrade) yang direncanakan akan sulit tercapai. Pembebanan pada jalan pedesaan memiliki karakter unik karena beban sering kali mengalami fluktuatif yang besar (overloading). Overloading beban jalan pedesaan dapat menimbulkan masalah bagi perkerasan kaku tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian mengenai lendutan pelat perkerasan kaku dengan variasi nilai CBR tanah dasar. Penelitian ini menggunakan variasi nilai CBR tanah dasar sebesar 5,77%, 8,12%, dan 12,83% pada mutu beton 35 MPa. Berdasarkan hasil teoritis dan eksperimen, nilai CBR tanah dasar memengaruhi lendutan pelat perkerasan kaku. Pada pembebanan sebesar 200 kN, variasi nilai CBR tanah dasar 5,77%, 8,12%, dan 12,83% menghasilkan lendutan teoritis berturut-turut sebesar 5,04 mm, 4,25 mm, dan 3,41 mm. Sedangkan, hasil lendutan eksperimen berturut-turut sebesar 5,29 mm, 4,48 mm, dan 2,31 mm. Hal ini membuktikan hasil lendutan teoritis dan eksperimen tidak berbeda jauh dan sesuai dengan hipotesis. Selain itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi nilai CBR tanah dasar maka lendutan spesimen yang terjadi akan semakin kecil. Kata kunci: BoEF (Beam on Elastic Foundation), CBR tanah dasar, Lendutan, Perkerasan kaku
Studi Eksperimental Lendutan Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Mutu Beton Cahyani, Rizky Bunga Hendra Cahyani; Agoes Soehardjono; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jalan di pedasaan menggunakan tipe perkerasan (rigid pavement). Tipikal jalan di pedesaan yaitu pengerjaannya melalui program padat karya atau cash for work yang dilakukan secara swakelola. Sehingga campuran beton yang digunakan adalah in situ/site mix sehingga untuk mencapai kuat tekan yang sesuai standar akan sulit. Dalam pelaksanaan pembangunan perkerasan kaku (rigid pavement) pada jalan di pedesaan, sering kali didapat hasil mutu beton yang tidak memenuhi kriteria atau spesifikasi sehingga pekerjaan beton pada perkerasan kaku mengalami keretakan ataupun lendutan yang besar. Sehingga, dibutuhkan penelitian mengenai lendutan pelat perkerasan kaku dengan variasi nilai mutu beton. Pada penelitian ini menggunakan variasi mutu beton yaitu 9,12 MPa, 20,22 MPa, dan 35,06 MPa dengan nilai CBR 12,83%. Hasil lendutan eksperimental pada spesimen dengan mutu 9,12 MPa sebesar 4,86 mm, mutu 20,22 MPa sebesar 3,16 mm, dan mutu 35,06 MPa sebesar 2,63 mm. Sedangkan hasil lendutan teoritis pada spesimen dengan mutu 9,12 MPa sebesar 3,98 mm, mutu 20,22 MPa sebesar 3,64 mm, dan mutu 35,06 MPa sebesar 3,45 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar mutu beton, maka nilai lendutan akan semakin kecil. Kata kunci: BoEF (Beam on Elastic Foundation), Lendutan Pelat, Mutu Beton, Perkerasan kaku
ANALISIS NUMERIK LEBAR RETAK PADA PELAT BETON BERTULANG SATU ARAH MENGGUNAKAN DUA LAPIS TULANGAN TARIK DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Dzulkharyan Hatmaja Palezha; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi jembatan, pelat lantai merupakan elemen struktur yang penting dalam menerima beban untuk disalurkan kebawah. Bahan yang digunakan untuk membuat pelat lantai umumnya adalah beton bertulang. Dalam beberapa kasus, tulangan tarik yang digunakan bisa jadi lebih dari satu lapis. Akibatnya, akan mempengaruhi lebar retak yang terjadi. Salah satu software yang dapat digunakan adalah ABAQUS. Hasil lebar retak maksimum tersebut akan dibandingkan dengan persamaan teoritis SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Pada penelitian ini digunakan pelat beton dengan ukuran 200 cm x 60 cm x 20 cm dengan dua lapis tulangan tarik berdiameter 13 mm. Variasi luas tulangan yang digunakan adalah 8-D13 (As = 1061.86 mm2), 9-D13 (As = 1194.59 mm2), dan 11-D13 (As = 1460.06 mm2). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar luas tulangan tarik, maka lebar retak maksimum yang terjadi akan semakin kecil. Dengan kata lain, lebar retak maksimum berbanding terbalik dengan luas tulangan.Kata kunci: Pelat Satu Arah, Tulangan Tarik Dua Lapis, Lebar Retak Maksimum, Luas Tulangan, software ABAQUS
Analisis Numerik Lebar Retak pada Pelat Beton Bertulang Satu Arah Menggunakan Tiga Lapis Tulangan Tarik dengan Variasi Luas Tulangan Ferdy Bagas Dharmansyah; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi jembatan, pelat lantai menjadi salah satu struktur utama dalam menerima dan menyalurkan beban pada jembatan. Umumnya pelat lantai menggunakan material beton bertulang. Material beton bertulang merupakan gabungan antara dua material yang umum digunakan, yaitu beton dan baja. Pada penelitian ini berfokus pada analisis lebar retak yang terjadi pada pelat satu arah menggunakan tiga lapis tulangan tarik dengan variasi luas tulangan. Penelitian ini menggunakan pelat beton bertulang dengan tinggi 20 cm, panjang 200 cm, dan lebar 60 cm dengan kuat tekan beton 20 MPa. Mutu tulangan tarik yang digunakan adalah BjTS 420B, sedangkan mutu tulangan susutnya adalah BjTP 280. Pelat diletakkan di atas baja profil WF 300 × 150 × 5.5 × 8 pada kedua ujung pelat. Sisi bawah baja profil diasumsikan jepit-jepit. Beban diberikan menggunakan spreader beam ditengah bentang dengan dimensi tinggi 5 cm, panjang 60 cm, dan lebar 15 cm. Variasi luas tulangan yang digunakan yaitu variasi 1000 mm2, 1200 mm2, dan 1400 mm2. Sehingga dilakukan perbandingan lebar retak berdasarkan hasil analisis software ABAQUS dengan persamaan SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Didapatkan hasil semakin besar luas tulangan maka lebar retak maksimum yang terjadi akan semakin kecil. Pada saat luas tulangan lebih besar dari 25.96 mm2 maka lebar retak persamaan SNI 2847:2002 lebih besar dibanding hasil software ABAQUS. Sedangkan pada saat luas tulangan lebih besar dari 900.17 mm2 maka lebar retak persamaan JSCE 2007 lebih besar dibanding hasil software ABAQUS. Kata kunci: Pelat Satu Arah, Tulangan Tarik Tiga Lapis, Lebar Retak Maksimum, Software ABAQUS, Variasi Luas Tulangan.
Pengaruh Dinding Geser (Shear Wall) terhadap Kinerja Seismik pada Gedung Ibu dan Anak RSUP Sardjito Yogyakarta Menggunakan Analisis Pushover Muhamad Rian Sances; Retno Anggraini; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia secara geologis terletak di daerah Cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah paling aktif seismik di dunia. Kondisi ini mengakibatkan seringnya terjadi gempa bumi yang berpotensi merusak bangunan. Sehingga, kontruksi bangunan tahan gempa sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko dan dampak dari gempa bumi. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan bangunan terhadap gempa adalah dengan memberikan dinding geser (shear wall) pada struktur tersebeut. Metode analisis pushover ATC-40 digunakan untuk mengetahui pengaruh dari dinding geser (shear wall) terhadap kinerja seismik bangunan. Penelitian ini meninjau 3 struktur bangunan, yaitu sistem rangka pemikul momen (tipe 1), sistem ganda dengan dinding geser berdasarkan as built drawing (tipe 2), dan sistem ganda dengan dinding geser sebagai sebuah alternatif (tipe 3). Hasil dari analisis didapatkan bahwa pengaruh pengunaan dinding geser pada bangunan tipe 2 dan tipe 3 dapat menurunkan displacement dan meningkatkan gaya geser dasarnya. Dalam segi tingkat kinerja struktur, ketiga tipe bangunan berada dilevel Immediate Occupancy (IO). Kata kunci : dinding geser, analisis pushover ATC-40, tingkat kinerja struktur