cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Dua Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Non-Destructive Test Syawal Yudha Pratama; Indra Waluyohadi; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan bangunan yang terdiri dari semen, agregat, dan bahan tambahan, dengan efek lingkungan yang bervariasi tergantung pada komposisi dan metode pembuatannya. Produksi semen yang meningkat drastis selama 20 tahun terakhir mempengaruhi kebutuhan sumber daya dan energi. Salah satu cara mengatasi dampak lingkungan material konvensional pada beton adalah dengan menggunakan limbah industri dan rumah tangga, seperti styrofoam, sebagai pengganti agregat alami pada beton ringan. Beton ringan, dengan berat jenis sekitar 1780 kg/m³, kuat tekan 21 MPa, dan kuat tarik belah 2,1 MPa pada 28 hari, mengurangi beban mati pada struktur. Penambahan expanded polystyrene (EPS) menurunkan densitas beton sambil mempertahankan kekuatannya serta meningkatkan fungsi dari styrofoam itu sendiri, namun berisiko menurunkan kekuatan beton seiring meningkatnya jumlah EPS. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh persentase EPS terhadap modulus elastisitas dan kuat tekan beton, menggunakan lima jenis beton: EPS-25, EPS-50, EPS-100, dan NCA sebagai kontrol. Hasil menunjukkan bahwa agregat kasar EPS dengan lapisan pasta semen menghasilkan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami. Metode pengujian meliputi Hammer Test, UPV, uji kompresi, dan analisis SONREB. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Non destructive test
Pengaruh Molaritas NaOH pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Akmal Bintang Putra Pitono; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi menyumbang andil sebesar 30% sampai 40% dari total limbah dunia. Salah satu alternatif nya adalah menggunakan limbah tersebut kembali. Akan tetapi, Recycle Coase Aggregate (RCA) dapat mengurangi nilai kuat tekan beton. Oleh karena itu, pengunaan geopolimer sebagai coating pada RCA dengan berbahan dasar fly ash merupakan salah satu yang paling banyak digunakan untuk berekasi dengan alkali aktivator dalam pembauatn geopolimer. Penggunaan geopolimer sebagai pelapis RCA harus dibuktikan sehingga diperlukan penelitian mengenai pengaruh penggunaan geopolimer terhadap kuat tekan dan cepat rambat gelombang beton. Penelitian ini memvariasikan molaritas NaOH 8 mol, 10 mol, 12 mol, dan 14 mol. Nantinya benda uji berupa silinder dengan diimensi 30 x 15 cm akan dilakukan curing selama 28 hari lalu dilakukan pengujian kuat tekan dan cepat rambat gelombang beton. Hasil penelitian metode compression menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan variasi molaritas NaOH 8 mol, 10 mol, 12 mol, dan 14 mol berturut-turut adalah 19,86 Mpa; 15,43 Mpa; 18,81 Mpa; dan 17,64 MPa. Akan tetapi jika menggunakan analisis SONREB hasil kuat tekan yang dihasilkan adalah 22,41 MPa; 14,59 MPa; 17,96 MPa; dan 15,68 MPa. Sedangkan untuk RCA sendiri hanya memiliki kuat tekan 9,54 MPa dan 8,62 MPa yang berarti kuat tekan yang dimiliki oleh beton geopolimer lebih tinggi dibandingkan dengan beton RCA murni. Kata kunci: Geopolimer, agregat kasar daur ulang, kuat tekan beton, cepat rambat gelombang beton
Pengaruh Solid-Liquid Ratio pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Widiana Maulida; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini sedang terus mengembangkan infrastrukturnya yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan konstruksi seperti agregat kasar. Sebagai alternatif, recycled coarse aggregate (RCA) dapat digunakan sebagai pengganti agregat kasar alami, namun RCA memiliki kualitas yang rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami dikarenakan mortar yang masih melekat pada permukaannya. Kualitas RCA yang rendah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas beton jika RCA digunakan sebagai bahan pernyusunnya, oleh karena itu penggunaan geopolimer dengan bahan dasar fly ash dengan alkali aktivator Na2SiO3 dan NaOH sebagai coating dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kualitas RCA. Dalam penelitian ini, digunakan variasi solid-liquid ratio 1,67; 2; dan 2,5 pada geopolimer. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kualitas RCA setelah dilapisi geopolimer, selain itu beton dengan RCA geopolimer sebagai bahan penyusunnya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan beton dengan RCA. Kata Kunci: Geopolimer, agregat kasar daur ulang, kuat tekan beton, cepat rambat gelombang beton
Pengaruh Besaran Tegangan Listrik dan Konsentrasi Larutan CaCl2 pada Metode Injeksi Elektrokimia terhadap Sifat Mekanis Tanah Lempung Ekspansif Rindra Desta Vionanda; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang pesat di Indonesia telah menyebabkan berkurangnya lahan konstruksi dengan kualitas tanah yang baik. Kualitas tanah sangat penting untuk menunjang beban infrastruktur, dan kondisi tanah yang kurang ideal dapat mempengaruhi proses konstruksi secara signifikan. Seringkali, kontraktor harus membangun di tanah yang kurang ideal, seperti tanah ekspansif, yang menggembung saat basah dan menyusut saat kering, sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum pembangunan. Cassagrande (1939) menunjukkan bahwa elektrokinetika dapat diterapkan pada tanah berbutir halus dengan kandungan air tinggi. Penggunaan elektrokinetika dapat meningkatkan tegangan efektif dengan cara menurunkan tekanan air pori tanah, membuatnya menjadi metode yang sering digunakan untuk memperbaiki tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengkaji pengaruh konsentrasi larutan dan tegangan terhadap kekuatan geser dan ekstensibilitas tanah ekspansif dengan menggunakan metode electrospray. Metode ini melibatkan elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan yang dapat terpolarisasi oleh tegangan atau arus. Dalam penelitian ini, larutan kalsium klorida (CaCl2) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, serta tegangan 15V, 18V, dan 24V diinjeksikan ke dalam tanah. Penyuntikan berlangsung selama 9 hari, dilanjutkan dengan masa penyembuhan 7 hari. Sampel tanah berukuran 150x150x400 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi larutan dan tegangan mempengaruhi hasil pengujian. Nilai kekuatan geser tertinggi diperoleh pada sampel dengan penurunan kemampuan pengembangan terbesar, yang terjadi pada sampel X39 dengan konsentrasi larutan CaCl2 5% dan tegangan 24V, dimana kemampuan pengembangannya menurun dari 6,48% menjadi 0,03%. Kata Kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembangan.
Penggunaan Teknologi Yang Mendukung Penerapan Reduce Pada Ekonomi Sirkular (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Y Dan Z) Shofy Azizah; Kartika Puspa Negara; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahunnya limbah konstruksi meningkat akibat peningkatan pembangunan konstruksi. Namun, seringkali pembangunan tidak diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pekerja konstruksi masih banyak yang mengelola sisa material dengan buruk sehingga menghasilkan limbah konstruksi berlebih. Oleh karena itu, ekonomi sirkular adalah solusi terbaik dalam industri konstruksi untuk diimplementasikan agar mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dari konstruksi. Salah satu prinsip ekonomi sirkular yang paling pertama dapat diterapkan dalam perencanaan konstruksi yaitu menggunakan prinsip reduce. Dalam upaya menerapkan prinsip reduce pada industri konstruksi, penggunaan teknologi dapat membantu dalam upaya mengurangi limbah konstruksi seperti BIM, modular, prefabrication, dan lainnya. Pada penelitian ini dilakukan pada proyek Pembangunan Gedung Y dan Gedung Z dan menggunakan metode kuantitatif dengan analisis Mean dan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner. Tujuan penelitian ini mengetahui penggunaan teknologi yang paling sering digunakan pada Proyek Pembangunan Gedung Y dan Z dimana hasil dari penelitian ini teknologi yang paling sering digunakan adalah BIM, modular, prefabrication. Dari kedua proyek pada penelitian ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam penggunaan teknologi yang mendukung penerapan reduce pada ekonomi sirkular. Kata kunci: : Infrastruktur, sisa material, ekonomi sirkular, reduce, teknologi.
Analisis Penerapan Teknologi Penunjang Prinsip Recycle Berbasis Ekonomi Sirkular (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung A dan B) Ailsya Wahyu Dwi Arrini; Kartika Puspa Negara; M. Hamzah Hasyim
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur. Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan lingkungan, terutama peningkatan volume limbah konstruksi. Ekonomi sirkular muncul sebagai alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan tersebut. Ekonomi sirkular menawarkan kerangka kerja yang mengubah paradigma ekonomi linear menjadi siklus tertutup yang lebih berkelanjutan. Hal ini tidak lepas dengan penggunaan teknologi yang menjadi peran penting dalam membantu terwujudnya implementasi prinsip-prinisp ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi penunjang prinsip Recycle berbasis ekonomi sirkular pada Proyek Pembangunan Gedung A dan B. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner pada 24 responden di Proyek Pembangunan Gedung A dan B. Analisis data yang digunakan adalah analisis mean, standar deviasi, dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi penunjang prinsip Recycle yang sering digunakan adalah Sistem Pemodelan Bangunan (BIM), teknologi modular, dan prefabrikasi. Kata kunci: Konsep ekonomi sirkular, prinsip Recycle, teknologi
Penerapan Teknologi Yang Mendukung Penerapan Prinsip Reuse Dalam Konsep Circular Economy (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung East Coast Center 2 Phase 2 Pakuwon City Dan Proyek Pembangunan Gedung Pringgodigdo UNAIR Surabaya) Gabrielle Satriyo Bayu Adinugroho; Kartika Puspa Negara; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya tidak terlepas dari kontribusi sektor konstruksi dalam membangun infrastruktur nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, peningkatan kinerja sektor konstruksi berpotensi meningkatkan jumlah limbah yang dihasilkan, yang pada gilirannya meningkatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan polusi global. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengatasi masalah ini, salah satunya melalui pendekatan Circular Economy (CE), yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mempertahankan lingkungan melalui prinsip-prinsipnya. Penelitian ini fokus pada penerapan teknologi yang mendukung prinsip Reuse dalam proyek konstruksi, dengan menggunakan metode kuantitatif dan data dari kuesioner kepada pekerja proyek. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan konstruksi yang bekerja pada Proyek Pembangunan Gedung East Coast Center 2 Phase 2 Pakuwon City dan Proyek Pembangunan Gedung Pringgodigdo UNAIR Surabaya. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui penggunaan teknologi yang mendukung penerapan prinsip Reuse dalam konsep Circular Economy. Metode analisis data yang digunakan meliputi Mean, CI, dan Indepentent Sample T-Test. Dari penelitian yang telah dilakukan, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam teknologi yang diterapkan. Selain itu, didapatkan teknologi yang paling dominan dalam mendukung penerapan prinsip Reuse berdasarkan pengalaman para responden adalah BIM. BIM memungkinkan untuk Merencanakan dan mengelola penggunaan material dengan lebih baik. BIM dapat membantu mengurangi limbah konstruksi yang dihasilkan, yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengurangan limbah dalam CE. Kata Kunci: Ekonomi Sirkular, Reuse, konstruksi, implementasi, teknologi.
PENGARUH VARIASI KADAR INTEGRAL WATERPROOFING CONPLAST WP421 TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON Francisco Jason Lopes Monteiro; Devi Nuralinah; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Proses hidrasi beton meninggalkan banyak pori yang dapat dilalui cairan, menyebabkan tekanan dan keretakan yang mengurangi kekuatan tekan beton. Untuk mengatasi kelemahan ini, dapat digunakan admixture seperti Conplast WP421. Namun, admixture memiliki keuntungan dan kerugian yang mempengaruhi kualitas beton. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan Conplast WP421 terhadap karakteristik beton. Metodologi penelitian adalah analisis eksperimental dengan 9 benda uji silinder dan 9 benda uji kubus, menggunakan tiga variasi kadar Conplast WP421 yaitu 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³. Target mutu beton adalah 25 MPa. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Material Konstruksi Universitas Brawijaya, dengan tiga parameter utama yaitu kuat tekan, permeabilitas, dan modulus elastisitas. Silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm digunakan untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, sementara kubus dengan sisi 15 cm digunakan untuk pengujian permeabilitas. Pengujian kuat tekan pada beton berumur 28 hari menunjukan bahwa penambahan Conplast WP421 mempengaruhi kekuatan beton. Nilai rata-rata kuat tekan untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ masing-masing adalah 31,237 MPa, 30,030 MPa, dan 22,409 MPa. Kadar 1,75 L/m³ memenuhi standar mutu 25 MPa. Kuat tekan beton berkurang seiring dengan penambahan kadar Conplast WP421. Pengujian permeabilitas menunjukkan penurunan koefisien permeabilitas, dengan nilai 3,955 x 10⁻¹³ m/det (0 L/m³), 3,655 x 10⁻¹³ m/det (1,75 L/m³), dan 2,605 x 10⁻¹³ m/det (3,5 L/m³). Dengan perhitungan standar ASTM, nilai modulus elastisitas untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ adalah 32321 MPa, 31996 MPa, dan 27320 MPa. Dengan perhitungan standar SNI, nilainya adalah 26252 MPa, 25754 MPa, dan 22155 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar Conplast WP421 mengakibatkan penurunan modulus elastisitas beton dan kuat tekan beton jika tidak ada pengurangan air. Namun, Conplast WP421 efektif sebagai admixture yang membuat beton kedap air dengan menurunkan koefisien permeabilitas beton. Kata Kunci: Beton, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Permeabilitas, Conplast WP421.
ANALISIS STABILITAS PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE CORRUGATED CONCRETE SHEET PILE PADA SUNGAI BANGER DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI FINITE ELEMENT METHOD 2 DIMENSI Fauhan Kasyfi; Yulvi Zaika; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukaan daratan yang lebih rendah dan material erosi dari hulu menyebabkan meluapnya air sungai kedaratan yang berakibat pada tergenangnya pemukiman di wilayah sekitar sungai. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan dinding penahan tanah tipe corrugated concrete sheet pile agar tidak terjadi keruntuhan saat kondisi muka air banjir dan muka air kritis menggunakan pendekatan numerik berupa metode elemen hingga/finite element method (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing kondisi sudah memenuhi angka keamanan yang diijinkan, akan tetapi dalam kondisi perkuatan CCSP dan pembebanan dalam muka air kritis terjadi keruntuhan sehingga ditentukan angka keamanan tergolong aman saat elevasi muka air -0,5 meter dengan pembebanan 50 kN/m2 atau jika dalam keadaan muka air kritis dengan beban maksimal yang terjadi sebesar 4 kN/m2. Kata Kunci: stabilitas, angka keamanan, corrugated concrete sheet pile, FEM, sungai banger.
ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) PADA PROYEK PEMBANGUNAN FIKES UB Tri Rangga Yuda S; Saifoe El Unas; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control (HIRARC). Alasan penelitian dilaksanakan dengan mempergunakan metode HIRARC dikarenakan metode ini adalah rangkaian prosedur untuk mengidentifikasikan bahaya yang mungkin terjadi selama kegiatan proyek rutin atau non-rutin, lalu dilanjutkan dengan menilai risiko dari bahaya tersebut dan kemudian membuat program untuk mengendalikannya bahaya tersebut sehingga tingkat risiko dapat diturunkan ke tingkat yang lebih rendah dalam upaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Terdapat berbagai macam bahaya dalam pelaksanaan konstruksi Gedung FIKES UB. Bahaya tersebut meliputi fisik, kimia, ergonomi, dan biologi. Penilaian risiko dari proses Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya yang memiliki level risiko high terdiri dari 41 nilai risiko, 2 dari pekerjaan persiapan, 36 dari pekerjaan arsitektur, dan 3 dari pekerjaan MEP; level risiko moderate terdiri dari 57 nilai risiko, 5 dari pekerjaan persiapan, 17 dari pekerjaan struktur, 30 dari pekerjaan arsitektur, dan 5 dari pekerjaan MEP; level risiko low terdiri dari 17 nilai risiko, 13 dari pekerjaan arsitektur, dan 4 dari pekerjaan MEP. Pada saat belum dilakukan pengendalian, Persentase pekerjaan yang memiliki risiko tinggi adalah sebesar 36%, pekerjaan yang memiliki risiko sedang sebesar 49%, dan pekerjaan yang memiliki risiko rendah adalah sebesar 15%. Setelah dilakukan pengendalian, Persentase pekerjaan yang memiliki risiko tinggi adalah sebesar 0%, pekerjaan yang memiliki risiko sedang sebesar 36%, dan pekerjaan yang memiliki risiko rendah adalah sebesar 64%. Terjadi penurunan sebesar 36% untuk pekerjaan risiko tinggi, penurunan sebesar 13% untuk pekerjaan risiko sedang, dan peningkatan sebesar 49% untuk pekerjaan berisiko rendah Kata kunci: keselamatan, K3, HIRARC, manajemen konstruksi