cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Kuat Tekan Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Merek Semen Adis Yanuarhidayat Denandra; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan meningkatnya proyek konstruksi, kebutuhan semen juga mengalami peningkatan. Namun, produksi semen menghasilkan sekitar 2,5% emisi CO2 global, yang berdampak negatif ke lingkungan. Salah satu inovasi untuk mengurangi emisi ini adalah dengan mengganti sebagian semen portland dengan GGBFS. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan merek semen yang berbeda berdasarkan umur beton terhadap kuat tekan beton. Penelitian ini mengganti semen secara parsial dengan GGBFS dengan persentase 0%, 20%, dan 50% dari berat semen. Selain itu, merek semen yang digunakan meliputi Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Merdeka. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan dimensi 15 cm x 30 cm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengujian kuat tekan beton pada umur 28 dan 56 hari secara umum naik dan turun sampai dengan persentase GGBFS 20% dari berat semen. Pada umur 56 hari, secara umum kuat tekan beton masih mengalami kenaikan walupun tidak signifikan mengindikasikan bahwa material GGBFS semakin lama umur beton maka semakin naik juga nilai kuathtekan beton. Kekuatan tekan beton terbesar terjadi pada Semen Gresik dengan persentase GGBFS 20% pada umur 56 hari dengan nilai kuatgtekan yaitu 35,03 Mpa. Dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton Semen Gresik lebih bagus dibandingkan dengan Semen Padang dan Semen Merdeka. Kata kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Merek Semen, Kuat Tekan
Analisis Perbandingan Konfigurasi Rangka Jembatan Baja Tipe Warren Truss Dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe Warren Dan K-truss Pamungkas, Paulus Alexander; Indra Waluyohadi; Ir. Sugeng Prayitno Budio, MS., IPU., AU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan struktur vital dalam infrastruktur transportasi yang berperan penting dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi. Efisiensi desain jembatan, khususnya dalam konfigurasi rangka, menjadi faktor krusial dalam mengoptimalkan kekuatan struktur serta menekan biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja struktur antara jembatan rangka baja tipe Warren Truss dengan konfigurasi rangka gabungan Warren Truss–K-Truss. Fokus utama penelitian ini adalah pada aspek lendutan, efisiensi struktur berdasarkan nilai Demand Capacity Ratio (DCR), dan kebutuhan total berat material baja. Model struktur dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dan mengacu pada SNI 1725:2016, dengan beban yang terdiri dari berat sendiri dan beban lajur “D”. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan Warren Truss–K-Truss menghasilkan lendutan yang lebih kecil (4,00 mm) dibandingkan konfigurasi Warren Truss konvensional (4,19 mm). Selain itu, konfigurasi gabungan menunjukkan nilai DCR rata-rata yang lebih efisien untuk elemen tarik (9%) meskipun lebih tinggi pada elemen tekan (21,5%) dibandingkan Warren Truss (12% tarik dan 18% tekan). Dari segi material, konfigurasi gabungan berbobot total 241,43 ton, lebih ringan dibandingkan Warren Truss yang berbobot 285,99 ton. Temuan ini menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan tidak hanya memberikan performa struktural yang baik, tetapi juga lebih efisien dalam penggunaan material. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain jembatan yang optimal, khususnya dalam konteks kompetisi akademik dan aplikasi praktis di lapangan.  
Pengaruh Penambahan Limbah Carrageenan terhadap Kinerja Marshall Campuran Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Kusumadewi, Intan Rosma; Grenaldi, Angeli Gladis; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada impor aspal dengan memanfaatkan cadangan Aspal Buton (Asbuton) yang melimpah. Namun, Asbuton sering retak akibat nilai flow yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan 7,25% limbah carrageenan pada campuran Asbuton B 50/30 untuk meningkatkan kinerjanya. Benda uji dibuat dengan variasi kadar Asbuton (8-20%), kemudian dicampur dengan limbah carrageenan kering dan aspal penetrasi 60/70. Setelah dipadatkan, karakteristik Marshall diuji. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar Asbuton cenderung menurunkan parameter Marshall seperti VMA, VIM, stabilitas, dan Marshall Quotient (MQ), serta meningkatkan VFB dan flow. Sementara itu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa limbah carrageenan secara signifikan menurunkan VFB, namun tidak berpengaruh signifikan pada VMA, VIM, stabilitas, flow, dan MQ. Kadar Asbuton optimum tanpa carrageenan adalah sekitar 13,2%. Dengan penambahan limbah carrageenan, kadar Asbuton dapat ditingkatkan hingga 14% sambil tetap memenuhi standar Marshall. Nilai optimum Asbuton adalah 10,6% tanpa aditif dan 11,0% dengan limbah carrageenan. Studi ini menyimpulkan bahwa metode pengeringan carrageenan yang lebih baik dan peningkatan kadar aditif diperlukan untuk optimalisasi karakteristik Marshall lebih lanjut.
Pertumbuhan Kekuatan Awal Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Accelerator Arista, Talitha; Wijaya, Ming; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Portland adalah material yang sangat penting pada campuran beton, namun penggunaan semen Portland yang tinggi dalam waktu yang lama dapat membawa dampak yang buruk terhadap lingkungan. GGBFS dapat dijadikan salah satu alternatif solusi untuk mengurangi permasalahan lingkungan akibat penggunaan semen Portland. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan accelerator pada umur beton yang berbeda terhadap kekuatan tekan awal beton. GGBFS yang digunakan yaitu dengan persentase 0%, 20%, dan 50% dari total berat semen. FAS yang digunakan sebesar 0,35. Pengujian dilakukan pada umur 1, 3, dan 7 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan ukuran 15 x 30 cm. Bahan tambah yang digunakan adalah accelerator dengan kadar 1,4% berjenis Additon HE. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase GGBFS memberikan pengaruh terhadap kekuatan tekan awal beton. Kekuatan beton mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya persentase GGBFS. Pada umur 7 hari beton mencapai kekuatan awal tertinggi pada persentase GGBFS 20% yaitu sebesar 29,06 MPa. Penambahan bahan tambah accelerator memberikan pengaruh terhadap kekuatan awal beton. Berdasarkan hasil pengujian pada umur 7 hari, beton dengan accelerator 1,4% memiliki nilai kekuatan awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan accelerator 0%. Secara umum pada persentase GGBFS 50%, beton mengalami penurunan kekuatan dikarenakan kandungan GGBFS yang terlalu tinggi dapat memperlambat kekuatan tekan awal beton. Dengan adanya penambahan accelerator, pada persentase GGBFS 50% nilai kekuatan beton dapat meningkat. Persentase optimum untuk kekuatan awal beton terhadap variasi persentase GGBFS dan accelerator terdapat pada umur 7 hari yaitu dengan persentase 25% dan nilai kekuatan sebesar 32,58 MPa.
Kuat Tekan Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Akselerator Arya Pangestu Halim; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur membutuhkan material kuat dan tahan lama seperti beton, namun produksi semen sebagai bahan utama beton menghasilkan emisi CO₂ yang tinggi. Untuk mengatasinya, Ground GranulateddBlast Furnace Slag (GGBFS) atau limbah dari industri baja digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen. Selain ramah lingkungan, GGBFS juga membuat beton lebih kuat. Pada penelitian ini dilakukan pembahasan mengenai pengaruh persentase GGBFS dan penambahan akselerator terhadap kuat tekan beton pada umur 28 dan 56 hari. Penelitian ini mengganti semen secara parsial dengan GGBFS dengan persentase 0%, 20%, dan 50% dari berat semen. Selain itu, merek semen yang digunakan adalah Semen Padang. Penelitian ini menggunakan benda ujiisilinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan GGBFS sebagai substitusi sebagian semen dalam beton memberikan peningkatannsignifikan pada kuat tekan, dengan titik optimum pada penggantian 20%, yang menghasilkan kuat tekan tertinggi dibandingkan dengan 0% dan 50%. Selain itu, umur beton berpengaruh terhadap kuat tekan, di mana beton berumur 56 hari cenderung memiliki kekuatan lebih tinggi dibandingkan beton berumur 28 hari, baik dengan maupun tanpa GGBFS, menunjukkan bahwa beton dengan GGBFS menguat seiring bertambahnya usia. Penambahan akselerator juga meningkatkan kuat tekan beton, terutama pada umur 56 hari, dengan akselerator membantu mempercepat hidrasi awal. Kombinasi GGBFS 20% dan akselerator menghasilkan kuat tekan tertinggi (40,54 MPa) pada umur 56 hari, menjadikannya kombinasi yang paling optimal dalam penelitian ini. Kata kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Akselerator, Kuat Tekan
Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan Pengaku Dinding Geser (Shear Wall) Menggunakan Metode Performance Based Design (PBD) Chintya Aulia Khoirunisa; Ari Wibowo; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia mengharuskan bangunan di Indonesia dirancang dengan persyaratan ketahanan gempa yang tinggi sehingga membatasi variasi bentuk bangunan yang ada. Bangunan dengan variasi bentuk yang kompleks dapat dikategorikan sebagai bangunan irregular, namun bangunan ini dianggap tidak terlalu baik dalam merespon beban gempa. Bangunan irregular akan mengalami torsi karena terdapat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuannya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memberikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall) pada titik lemah bangunan. Bangunan ini dianalisa menggunakan metode Performance Based Design (PBD) dan Pushover Analysis untuk mengetahui respon struktur terhadap beban gempanya. Penggunaan kedua metode ini sudah dianggap mendekati dengan kondisi realitas struktur pada saat terkena beban gempa. Pushover Analysis akan membantu untuk mendapatkan Drift, Displacement, Performance Point, serta Performance Level dari struktur yang akan dibandingkan sebelum dan setelah diaplikasikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall). Tiga tipe konfigurasi perletakan dinding geser (shear wall) digunakan sebagai perkuatan pada arah X-X dan Y-Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga tipe tersebut berkontribusi dalam mengurangi displacement dan drift dibandingkan dengan struktur tanpa perkuatan. Ketiga tipe ini termasuk dalam klasifikasi Performance Level Immediate Occupancy (IO) yang menandakan bahwa struktur tetap dapat digunakan setelah mengalami gempa. Selain itu, semua tipe ini telah memenuhi standar keamanan karena nilai simpangan antar lantai masih berada di bawah nilai simpangan izin struktur berdasarkan SNI 1726:2019.   Kata Kunci : Bangunan Irregular, Struktur Tahan Gempa, Dinding Geser (Shear Wall), Metode Performance Based Design (PBD), Pushover Analysis
Analisis Momen-Kurvatur Balok Bangunan Berdasarkan Pengaruh SRPM Menggunakan SNI 1726:2019 Jehezkiel Dyero; Ari Wibowo; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik merupakan salah satu penyebab utama tingginya potensi gempa bumi di negara ini. Menjadi daerah yang rawan gempa tentunya berdampak terhadap infrastruktur yang menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Konsep dasar konstruksi tahan gempa merupakan salah satu peranan penting dalam mencegah kerugian yang disebabkan oleh gempa bumi. Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) merupakan salah satu bentuk konstruksi yang mampu menahan beban seismik. Dalam penelitian ini, penulis ingin melakukan analisis terhadap perubahan jenis SRPM apakah perubahan jenis SRPM dapat mempengaruhi daktilitas elemen struktur terkhususnya pada elemen balok dengan menggunakan bantuan software SAP 2000. Kurva hubungan antara momen dengan kurvatur dapat digunakan dalam menentukan daktilitas suatu elemen struktur khususnya balok. Pada analisis momen-kurvautr balok ini, akan diketahui bagaimana perubahan kelengkungan balok terhadap momen pada kondisi sebelum retak (crack), keadaan leleh (yield), dan keadaan ultimit (ultimate). Pada penelitian ini digunakan bangunan eksisting yang telah dimodifikasi dan dianalisis Kembali menggunakan SRPMM dan SRPMK berdasarkan acuan pedoman SNI 1726:2019. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan jumlah tulangan yang digunakan yang menyebabkan perbedaan rasio tulangan antara balok yang menggunakan SRPMK dengan balok yang menggunakan SRPMM. Salah satu balok yang dijadikan objek analisis ini yakni balok B4 dari bangunan. Berdasarkan grafik momen-kurvatur didapatkan bahwa daktilitas kurvatur yang terdapat di balok yang menggunakan SRPMK lebih besar dibandingkan dengan balok yang menggunakan SRPMM. Kata Kunci : SNI 1726:2019, Balok, Tulangan, Momen-Kurvatur, Daktilitas Kurvatur.
PERTUMBUHAN KEKUATAN AWAL BETON DENGAN VARIASI PERSENTASE GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG DAN FLY ASH Dj Ahmad, Rina Sukma Aulia; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi menjadi salah satu fenomena yang tak terhindarkan. Dengan meningkatnya penduduk maka meningkat pula permintaan infrastruktur yang menggunakan semen sebagai bahan penyusunnya. Akan tetapi penggunaan semen yang berlebihan berdampak buruk pada lingkungan. Oleh karena itu salah satu inovasi yang dapat digunakan yaitu menggantikan Sebagian semen dengan GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag) dan Fly Ash. Digunakan benda uji silinder dengan dimensi 15 cm x 30 cm. Penelitian ini membahas tentang pengaruh persentase GGBFS dan Fly Ash¸ dengan variasi persentase yang berbeda-beda yaitu GGBFS 0%, 20%, dan 50%, sedangkan variasi persentase Fly Ash yang digunakan yaitu 0%, 10%, dan 20%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pengujian yang dilakukan pada hari ke-1, ke-3, dan ke-7 nilai kuat tekan beton secara umum akan cenderung naik. Akan tetapi pada umur 1 dan 3 kuat tekan beton secara konstan turun sehingga variasi paling baik didapatkan saat penggunaan GGBFS 0%. Sedangkan pada hari ke-7 nilai kuat tekan beton optimum didapat saat penggunaan GGBFS 0% sampai 20% dan akan turun saat penggunaan GGBFS 50%. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengaruh GGBFS dapat dilihat pada umur pengujian terakhir karena GGBFS memperlambat proses pengikatan awal beton. Sedangkan kuat tekan dengan Fly Ash cenderung naik di variasi 10% dan turun saat Fly Ash 20%.
Pengaruh Penambahan Zat Aditif Pada Campuran Mortar terhadap Karakteristik Mekanis Pasangan Dinding Bata Ringan Pradana, Sakti Arya; Budio, Sugeng Prayitno; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 16.771 yang tersebar di seluruh wilayah, terdiri atas beberapa pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Persebaran penduduk cenderung tidak merata, dengan lebih dari 55,93% terkonsentrasi di Pulau Jawa (Disdukcapil, Juni 2024). Aktivitas geologi seperti letusan gunung berapi dan pergeseran lempeng bumi sering menyebabkan kerusakan struktural, khususnya pada pasangan dinding bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif terhadap karakteristik mekanik pasangan dinding bata ringan. Sampel uji berupa pasangan dinding berdimensi 62 cm × 62 cm × 10 cm menggunakan tiga variasi mortar: Mortar Utama 380 (kontrol), Mortar Utama 380 dengan Addibond, dan Mortar Utama 380 dengan Alkasit. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan vertikal dan horizontal menggunakan Universal Testing Machine, serta kuat geser dan kuat lekat menggunakan frame pengujian khusus. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Addibond meningkatkan kuat tekan vertikal dan horizontal, namun menurunkan kuat lekat dan kuat geser. Sementara itu, penambahan Alkasit memberikan peningkatan pada kuat tekan vertikal dan horizontal serta kuat geser, tetapi menurunkan kuat lekat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa zat aditif memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanik pasangan dinding bata ringan, dengan efek yang bervariasi tergantung jenis aditif yang digunakan. Kata kunci : kuat tekan, kuat geser, kuat lekat, pasangan dinding, bata ringan.  
Efektivitas Perbaikan Tanah Menggunakan Geosynthetic-Encased Sand Columns (GESC) dengan Variasi Jarak dan Diameter terhadap Percepatan Konsolidasi Tanah Lunak Guido, Muhammad Gazha; Zaika, Yulvi; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah dengan kadar air tinggi, kuat geser rendah, dan tingkat compressibility yang signifikan, sehingga memerlukan metode perbaikan untuk mendukung daya dukung dan kestabilan konstruksi infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas variasi jarak antar kolom pada metode perbaikan tanah menggunakan Geosynthetic-Encased Sand Column (GESC) terhadap percepatan konsolidasi tanah lunak secara numerik. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Finite Element Method dua dimensi (FEM 2D) dengan model axisymmetry yang dikonversi ke bentuk plane strain. Variasi jarak yang diterapkan meliputi 2D, 2,5D, 3D, dan 4D terhadap diameter kolom, dengan parameter analisis berupa waktu konsolidasi 90% (U90), penurunan tanah, tekanan air pori berlebih, dan nilai safety factor (SF). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan GESC dengan variasi jarak yang lebih rapat secara signifikan mempercepat waktu konsolidasi dan mengurangi tekanan air pori. Jarak antar kolom 2D menghasilkan kinerja paling optimal dengan waktu konsolidasi tercepat sebesar 181 hari, penurunan sebesar 0,8121 m, serta tekanan air pori maksimum yang paling rendah sebesar 0,495 kN/m². Sebaliknya, peningkatan jarak antar kolom menyebabkan penurunan efisiensi, ditunjukkan oleh meningkatnya tekanan air pori dan bertambahnya waktu konsolidasi hingga 280 hari pada jarak 4D. Meskipun demikian, seluruh variasi jarak tetap memenuhi kriteria stabilitas dengan nilai SF ≥ 1,5. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan GESC efektif dalam mempercepat konsolidasi dan meningkatkan kestabilan tanah lunak, khususnya pada jarak antar kolom yang lebih rapat. Kata Kunci : Tanah lunak, konsolidasi, GESC, FEM 2D, tekanan air pori, faktor keamanan