cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
STUDI EVALUASI DEBIT TERSEDIA DAN DEBIT KEBUTUHAN UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA JARINGAN IRIGASI TEKUNG KABUPATEN LUMAJANG Lestari, Riska Dewi; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Jaringan Irigasi Tekung mengairi areal irigasi seluas 1920 Ha. Ketersediaan air yang relatif tetap dan kebutuhan air semakin meningkat,  menyebabkan kebutuhan air irigasi kurang terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi debit tersedia dan debit kebutuhan air irigasi di Jaringan Irigasi Tekung. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode FPR (Faktor Palawija Relatif dan LPR (Luas PalawijaoRelatif) untuk menghitung kebutuhan air irigasinya. Dari hasil evaluasi, didapatkan besarnya debit yang mencukupi adalah 22,22 % dan debit yang kurang mencukupi adalah 77,78 %. Besarnya intensitas tanam eksisting 272,760 % dan besarnya intensitas tanam rencana 300 %. Besarnya kebutuhan air irigasi eksisting untuk pembibitan 9,116 lt/dt/ha, untuk garap tanah 2,718 lt/dt/ha, untuk tanam padi 7,032 lt/dt/ha, untuk padi gadu tak ijin 0,503 lt/dt/ha, untuk palawija 2,030  lt/dt/ha, untuk tebu muda 0,709 lt/dt/ha. Rencana sistem pemberian air dilaksanakan secara gilir dan terus menerus. Kata Kunci: Jaringan Irigasi Tekung, Kebutuhan Air, FPR LPR, Pemberian Air.   ABSTRACT: The Tekung Irrigation Network irrigates the area of 1920 Ha. The relatively constant availability of water and increasing water demand has caused irrigation water requirement to be less fulfilled. The purpose of this study is to evaluate available discharge and discharge of irrigation water needs in the Tekung Irrigation Network. In this study the FPR method (Relative Palawija Factor) and LPR (Relative Palawija Area) to calculate irrigation water requirement. From the results of the evaluation, the amount of sufficient discharge was 22,22% and inadequate discharge is 77,78%. The amount of existing planting intensity is 272,760% and the amount of cropping intensity plan is 300%. The amount of existing irrigation requirement for nursery is 9,116 l/sec/ha, for cultivating land 2,718 lt/sec/ha, for rice planting 7,032 lt/sec/ha, for rice gadu not permitted 0,503 lt/sec/ha, for palawija 2,030 lt/sec/ha, for young sugarcane 0.709 lt/sec/ha. The water supply system plan is carried out in shift and continous. Keywords: Tekung irrigation network, Irrigation water needs, FPR LPR, Water supply
Studi Kelayakan Teknis Embung Binalatung 3 Guna Pemenuhan Kebutuhan Air Baku Di Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan Pangestika, Erina Riski; Marsudi, Suwanto; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah penting bagi Kota Tarakan saat ini adalah kekeringan pada musim kemarau  yang mengakibatkan kekurangan pasokan air baku. Namun sebaliknya, ketika musim hujan tiba kondisi Kota Tarakan yang lembab dengan curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir. Untuk itu perlu dibangunnya Embung Binalatung 3 guna menyimpan air pada saat musim penghujan dan air dapat dimanfaatkan saat musim kemarau sebagai pasokan air baku. Tujuan dari studi ini adalah sebagai penilaian kelayakan awal desain Embung Binalatung 3 yang akan dibangun. Sebelum menentukan desain embung, tahap pertama dalam studi ini adalah melakukan analisa hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Tahap selanjutnya adalah perhitungan neraca air yang dilakukan untuk mengetahui kapasitas tampungan dan kebutuhan air. Kebutuhan air dihitung guna memenuhi kebutuhan air baku pada 7 kelurahan di Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan. Kebutuhan air yang didapatkan dari perhitungan adalah 62,96 liter/detik. Untuk mengetahui desain layak atau tidaknya berdasarkan aspek teknis harus ada analisa terhadap rembesan dan analisa stabilitas terhadap lereng tubuh embung. Dari analisa stabilitas terhadap rembesan dengan nilai rembesan sebesar 510-7m3/det, dinyatakan tidak adanya kebocoran pada tubuh embung. Serta dari analisa stabilitas lereng tubuh embung bagian hulu dan hilir pada kondisi kosong, NWL, FWL dan Rapid Drawdown Embung Binalatung 3 ini dinyatakan aman dari bahaya geser (sliding).Abstract The minimum amount of raw water supplies when dry season, becomes the main issue in Tarakan City.  However, with the high rainfall intensity when rainy season causes flooding.  For this reason, a small dam is needed to store water during the rainy season so it can be used as raw water supplies when dry season comes. The planning design of Embung Binalatung 3 included several step. First one is hydrological analysis. The important purpose of this analysis is to determine flood design. Next step is analysis of water balance to determine water supply, which is 62,96 liter/second and storage capacity. Based on the result, the dimension of dam would be designed. Last step is filtration stability analysis and stability analysis of hillside of dam. As the result of analysis, Embung Binalatung 3 is secure about seepage risk. For the stability analysis of hillside of dam in empty, normal water level, flood water level and rapid drawdown condition the result of safety factor obtained that Embung Binalatung 3 is feasible to be designed based on technical aspects.
Studi Efektivitas Variasi Jumlah Sekat Bak Aerasi Pada Model Fisik Terhadap Penurunan Suhu Air Dinina, Dhiya Husna; Yuliani, Emma; Iriawan, Pramono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Air terproduksi yang dihasilkan oleh Petrogas (Basin) limited, Sorong merupakan residu dari pengolahan industri minyak dan gas bumi dan memiliki suhu tinggi. Air bersuhu 600C tersebut tentu akan mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem, sehingga perlu dilakukan adanya suatu pembaharuan instalasi limbah agar limbah yang dihasilkan sesuai dengan standar baku mutu pada Permen LH No. 19 Tahun 2010. Pemberian variasi sekat bak aerasi berjumlah 1,3,5,7, dan 9 dalam beberapa rentang waktu pada suatu model fisik dilakukan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas penurunan suhu air dan adanya pengaruh perlakuan terhadap penurunan suhunya. Metode analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dan Uji Jarak Berganda Duncan. Berdasarkan analisis data secara statistik dengan taraf kepercayaan 5% diketahui nilai Fhitung 4,482, Ftabel senilai 3,68, dan rerata perolehan suhu akhir air terkecil dari Uji Jarak Berganda Duncan adalah 35,8750C. Adapun efektivitas terbesar 40% dengan suhu akhir 370C dan efektivitas terkecil 32% dengan suhu akhir 410C. Kata Kunci: Suhu akhir, Variasi Sekat, Bak Aerasi, Efektivitas.   ABSTRACT: Produced water from Petrogas (Basin) limited, Sorong is a residue of oil and gas proccessing with high temperature. Indeed, that 600C temperature of water will cause ecosystem imbalance, so it needs a waste installation renewal in order that the produced waste conform on quality standard in Environment Minister Regulation No. 19 of 2010. Giving the aeration tank’s baffle variation of 1,3,5,7, and 9 on certain range of time within a physical model was conducted to find out how much the effectiveness of decreased water temperature and the treatment effect against decreased temperature. Data analysis method used were Completely Randomized Design and Duncan’s Multiple Range Test. Based on statistically data analysis with an accuracy level of 5%, it is known that the value of Fcount is 4,482, Ftable is 3,68, and the smallest average value of Duncan’s Multiple Range Test is 35,8750C. Besides, the highest effectiveness is 40% with a final temperature is 370C as well as the smallest effectiveness is 32% with a final temperature is 410C. Keywords: Final Temperature, Baffle Variation, Aeration Tanks, Effectiveness.
Uji Model Fisik Bak Penurun Suhu Air dengan Variasi Jumlah Sprinkler untuk Menurunkan Suhu Limbah Air Terproduksi Yunita, Irma; Yuliani, Emma; Iriawan, Pramono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kegiatan eksploitasi migas oleh PT. Petrogas (Basin), Limited yang berlokasi di wilayah operasi Walio, Kabupaten Sorong, Papua menghasilkan air terproduksi yang dibuang ke sungai dengan suhu 60oC. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian suhu air terproduksi lebih lanjut sehingga dapat memenuhi batas suhu air yang dibuang ke sungai berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010, yaitu maksimal 40oC. Dalam penelitian ini, objek yang diuji adalah air dengan suhu 60oC dan debit sebesar 36 ml/s. Penurunan suhu air menggunakan bak sprinkler dengan variasi jumlah sprinkler 2, 4, 6 dan 8 serta tinggi pancuran 22 cm dan 44 cm. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis secara statistik menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK),  terdapat pengaruh nyata dengan Fhitung (113,437) lebih besar dari Ftabel (2,159) menggunakan metode analisa sidik ragam. Pada uji lanjut Duncan menunjukkan perlakuan terbaik adalah sprinkler berjumlah 8 dan tinggi pancuran 44 cm (S8H44) dengan notasi a dan rerata penurunan suhu air mencapai 37,3oC. Efisiensi termal terendah (45%) dihasilkan oleh perlakuan dengan jumlah sprinkler 6 dan tinggi pancuran 22 cm (S6H44), sedangkan persentase tertinggi (96%) dihasilkan oleh perlakuan dengan jumlah sprinkler 6 dan 8 serta tinggi pancuran 44 cm pada keduanya (S6H44 dan S8H44). Kata Kunci: air terproduksi, suhu air, bak sprinkler, rancangan percobaan, efisiensi termal.   ABSTRACT: Oil and gas exploitation activities by PT. Petrogas (Basin), Limited which located in Walio operating area, Sorong district, Papua produced produced water with its temperature up to 60oC and it was released directly into the nearby river. Therefore, it is necessary to control the produced water’s temperature with more advanced methods so the temperature itself can qualify the water temperature’s limit under the Indonesian’s regulation of the Minister of Environment Number 19 in 2010, which the maximum is 40oC. In this study, the object was 60oC water with 36 ml/s as its discharge. In addition, this study used a sprinkler tub with the number of sprinkler variations: 2, 4, 6 and 8 and spray’s heights: 22 cm and 44 cm. In conclusion from the results of this study with statistic analysis using experimental design, there was an influence from the treatments which was proved by Fcount (113.437) was greater than Ftable (2.159) using the repeated measures method. Also, the Duncan test showed the best treatment was 8 sprinklers with 44 cm spray’s heights (S8H44) with a notation and the mean reduction up to 37.3 ° C. The smallest percentage of thermal efficiency (45%) was 6 sprinklers and 22 cm spray’s height (S6H22), while the highest (96%) was 6 and 8 along with 44 cm spray’s heights (S6H44 and S8H44). Keywords: produced water, water temperature, sprinkler tub, experimental design, thermal efficiency
STUDI PERENCANAAN BANGUNAN GROUNDSILL DAN REVETMENT SUNGAI PENGAMAN JEMBATAN BANDUNG DI PARIT RAYA KABUPATEN TULUNGAGUNG Andriantari, Nur Fadhlillah; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Parit Raya merupakan salah satu sungai buatan yang terletak di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung, bagian hulunya terletak di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, sedangkan hilirnya berada di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Disebelah hulu Parit Raya menyatu dengan Kali Ngasinan. Disepanjang Parit Raya muncul permasalahan berupa banyaknya tanggul/tebing yang kritis, bangunan air yang hancur dan longsor yang dapat mengancam pemukiman warga serta banyak juga abutment dari jembatan yang mengalami degradasi akibat luapan Parit Raya pada daerah hulu, sehingga jembatan-jembatan tersebut tidak dapat difungsikan kembali. Analisa debit banjir rancangan kala ulang 25 tahun menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu didapatkan debit sebesar 569.762 m3/dt. Bangunan groundsill akan direncanakan dengan jarak ±10 m dari jembatan. Sedangkan untuk analisa banjir akan di running menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.3.  Detail dimensi bangunan groundsill yaitu tinggi main dam 1,5 m, lebar pelimpah 50 m, tebal mercu main dam 2 m, kedalaman pondasi 1,2 m, tinggi sub dam 0,80 m dan tebal mercu sub dam 2 m. Untuk revetment dengan tinggi bangunan 6,5 m dan kedalaman pondasi bangunan 1m. Dengan daya dukung izin tanah yang tidak memenuhi syarat maka dibantu dengan adanya tiang pancang dengan panjang 7,8 meter untuk groundsill dan 8 m untuk revetment. Kata kunci : Groundsill, Revetment, Parit Raya, HEC-RAS     ABSTRACT: Parit Raya is one of the artificial rivers located in Trenggalek Regency and Tulungagung Regency. The upstream is located in Bendorejo Village, Pogalan District, Trenggalek Regency, while the downstream is in Besuki Village, Besuki District, Tulungagung District.In the upstream, Parit Raya merges with Ngasinan River. Along Parit Raya appears some problems such as critical levee, broken water buildings, dangerous landslides that can threaten residents settlements and degraded abutments from bridges due to the overflow of Parit Raya in the upstream area, so that the bridges cannot be used. The designed flood discharge analysis of 25-year return period with the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method is 569.762 m3/dt, Futhermore, the groundsill will be planned in distance of ± 10 m from the bridge. Besides that, the flood analysis will use HEC-RAS 5.0.3 application. Moreover, the detailed dimensions of the groundsill are stated as follow: the height of the main dam is 1,5 m, the width of the main dam is 50 m, the thickness of the main dam is 2 m, the depth of the foundation is 1,2 m, the height of the sub dam is 0,80 m and the thickness of the sub dam is 2 m. For revetment, the height is 6,5 and the dept of the building fondation is 1 meter. With the soil allowance bearing capacity that doesn’t meet the requirements, it is assisted by the presence of a 7.8 meter long pile for groundsill and 8 m for the revetment. Keywords : Groundsill, Revetment, Parit Raya, HEC-RAS
Studi Sistem Drainase Di Sub DAS Kresek Kota Kediri Fitriana, Firda Maya; Ismoyo, M. Janu; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK: PadaJSistem Drainase di Sub DAS Kresek terdapat beberapa wilayah yang sering mengalami genangan terutama pada musim hujan. Lama genangan tersebut terjadi sekitar 1-2 jam setinggi 30 cm. Selain disebabkan karena curah hujan yang tinggi juga diakibatkan karena pengalihan fungsi saluran dari saluran irigasi beralih fungsi menjadi saluran drainase. Sistem Drainase Kali Kresek memiliki 15 saluran, dimana pada Sistem Drainase Kali Kresek ada 2 saluran,yang tidak mampu mengalirkan debit banjir rancangan,dengan kala ulang 5 tahun,.yaitu Saluran Jalan Letjen Sutoyo 3 dan Saluran Jalan Brigjen Pol. Imam Bachri. Dan hasil tersebut pada peta genangan, saluran tersebut juga tidak dapat mengalirkan debit banjir rancangan. Penanganan genangan pada sistem drainase kali kresek mengunakan sistem penanganan kombinasi. Pemilihan alternatif penanganan juga didasarkan pada lokasi dan debit banjir rancangan saluran yang diperlukan untuk reduksi genangannya. Penanganan genangan yang digunakan, yaitu rehabilitasi saluran dan pembuatan sumur tampungan. Kata Kunci: Sistem Drainase, Sub DAS Kresek, Genangan, Penanganan ABSTRACT: In theJdrainage system of Kresek Sub-watershed, several areas often experience inundation, especially during the rainy season. The inundation’s duration occurs around 1-2 hours as high as 30 cm. Besides being caused by heavy rainfall, it is also caused by the channel’s change of function from the irrigation channel to the drainage channel. The Drainage System of Kali Kresek has 15 channels, where 2 channels are unable to drain the design flood discharge with 5 year return-period, namely Letjen Sutoyo 3 channel and Brigjen Pol. Imam Bachri channel. The result on the inundation map indicates,that the channelbcannot drain the design,flood.discharge. In handling the inundation in the.Drainage System of Kali Kresek, it uses a combination handling system. The choice of alternative handling is also based on the location and the channel’s design flood discharge needed to reduce the inundation. The inundation handling used are the channels’s rehabilitation and the reservoir’s making. Keywords: Drainage System, Kresek Sub Watershed, Inundation, ndling.
EVALUASI KARAKTERISTIK KUAT¬ GESER MATERIAL TEBING SUNGAI DI LOKASI KELONGSORAN PENAMBANGAN PASIR KALI PUTIH, KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR Sudewo, Gatot Iman; Hendrawan, Andre Primantyo; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi ini mengidentifikasi karakteristik fisik dan kuat geser material tanah di beberapa lokasi kelongsoran tebing sungai di area penambangan pasir Kali Putih, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Analisa gradasi butiran, berat jenis tanah, kerapatan tanah berbutir dan angka pori digunakan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dari material ini. Sedangkan untuk pengujian karakteristik mekanik berupa pengujian geser langsung dan penentuan sudut tenang tanah. Dari hasil pengujian karakteristik fisik didapatkan hasil uji gradasi butiran tanah memiliki gradasi butiran baik dan sedikit baik. Nilai berat jenis tanah (Gs) didapatkan rentang harga 2,65 - 2,68. Dari pengujian angka pori tanah menggunakan pemodelan kerapatan Dr 50% dan Dr 70%, didapatkan rentang antara 0,525–0,733 (untuk Dr 50%) dan 0,469–0,674 (untuk Dr 70%). Klasifikasi tanah dengan sistem USCS diklasifikasikan sebagai SW yaitu pasir bergradasi baik (sand well-graded). Dari sistem AASTHO diklasifikasikan sebagai pasir berkerikil dengan simbol A-1b dan dengan metode JGS diklasifikasikan sebagai tanah coarse-grained volcanic soil (V) dan sand volcanic (S-V). Dari pengujian geser langsung diperoleh harga sudut geser dalam berkisar  35,59˚- 44,427˚ (untuk Dr 50%) dan rentang 38,432˚- 47,848˚ (untuk Dr 70%)  sehingga diklasifikasikan sebagai kerikil bercampur pasir. Nilai sudut tenang melalui perhitungan sebesar 27,58˚- 34,25˚, sedangkan nilai sudut tenang melalui observasi sebesar 28,33˚-32,33˚ dan diklasifikasikan sebagai sand (dry) dan gravel (natural with sand). Kata kunci : kelongsoran, tebing sungai, penambangan pasir, kuat geser.  ABSTRACT This study identified the physical characteristics and shear strength of soil materials at some locations of river bank landslides in the Kali Putih sand mining area, Garum-Blitar. The analysis of sieve test, specific gravity, relative density, and void ratio were used to evaluate the physical characteristics of these materials. To evaluate their mechanical characteristics, direct shear test and determination of angle of repose also have been conducted. From the results of physical characteristics, it can be obtained from sieve test that they were well-graded and nearly well-graded materials. The value of specific gravity (Gs) is 2.65-2.68. From determination of void ratio with different relative density, it can be ranged from 0,525-0,733 and 0,469-0,674, for Dr 50% and Dr 70%, respectively. Soil classification obtained from the USCS system is classified as well-graded sand (SW). From AASTHO system it can be classified as gravel sand (A-1b), as for JGS system it can be classified as a coarse-grained volcanic soil (V) and sand volcanic (S-V). From the results of direct sheat test, the angle of internal friction were obtained around 35,591˚-44,427˚ (for Dr 50%) and between a range of 38,432˚-47,848˚ for Dr 70% and can be classified as gravel mixed with sand. The angle of repose value through the calculations were determined around 27,58˚- 34,25˚ while from observations their value were in a range of 28.33˚-32.33˚ and classified as sand (dry) and gravel (natural with sand). Keywords : landslide, river bank, sand mining, shear strength.
STUDI EVALUASI SUB SISTEM DRAINASE DI SUB DAS TAWANG KOTA KEDIRI Puspitawati, Nur Fitria; Andawayanti, Ussy; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Genangan yang sering terjadi di Sub Sistem Drainase Tawang Kota Kediri mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan. Penyelesaian dilakukan dengan   evaluasi dan penanganan genangan pada Sub Sistem Drainase Tawang. Perhitungan debit rancangan dengan menggunakan metode Rasional Modifikasi. Intensitas hujan yang digunakan adalah rumus Mononobe untuk mendapatkan intensitas dengan beberapa kala ulang. Curah hujan rancangan dihitung dengan metode Log Pearson Tipe III. Analisa titik backwater menggunakan metode Tahapan Langsung. Hasil evaluasi didapatkan 4 dari 17 saluran yang tidak mencukupi untuk menampung dan mengalirkan debit rencana kala ulang 5 tahun dengan nilai 98,776 mm, dengan total kelebihan air 2,826 m3/dt. Pengaruh backwater terjadi sepanjang 2280,5 m dari hilir, dimana saluran drainase eksisting masih mampu mengalirkan debit backwater. Penanganan genangan dianalisa dengan metode kombinasi yang terdiri dari 4 rehabilitasi saluran dan direncanakan sistem pemanen air hujan di  daerah tangkapan air 1 saluran dengan total 278 bangunan. Kata kunci : Drainase, Genangan, Evaluasi saluran , Backwater, Pemanen air hujan   ABSTRACT : Inundation occurs in Sub Drainage system of Tawang, Kediri impacts eviromental and society damages. The solution is done with evaluation and management to controlling inundation at Sub Drainage system of Tawang . Design discharge was analyzed with Modification Rational method. Rainfall intensity was analyzed using Mononobe formula during historical floods with several return periods. Design rainfall was analyzed using Log Pearson Type III method. Backwater point was analyzed using Direct Step Method.The result of this evaluation there are 4 of 17 channels that the capacities are not capable to collect and drain the load flow design for 5 years return period with value 98,776 mm, gaining overflow 2,826 m3/dt. The backwater effect 2280,5 m away from downstream, existing drainage channels capacities are capable drain discharge from backwater effect. Inundation management for sub drainage system of Tawang was analyzed using combination method divided by 4 rehabilitation of drainage channels, and and planned 278 units of rain harvesting constructions planned only in the 1 channels with uncapable capacities catchment areas. Keywords : draiange, inundation , channel evaluation, backwater ,rain harvesting
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA TEGALSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG dwi, hendrik; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sumber Dieng merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Malang yang mempunyai debit sebesar 150 lt/dt. Pada tahun 2037, Desa Tegalsari yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk sebesar 3.447 jiwa. Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD, perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman HSP Kabupaten Malang dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return dan Payback Period. Total kebutuhan air rata-rata ke 3 desa yaitu yang dibutuhkan sebesar 12,214 lt/dt. Hasil simulasi dengan program WaterCAD v8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk 3 desa tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya untuk 3 desa yaitu sebesar Rp. 2.898.930.882. Analisa ekonomi pada tingkat suku bunga 9,75% dan periode pengembalian selama 6 tahun dengan harga air Rp. 2.000,-/m3.   Kata Kunci: Jaringan pipa, air bersih, simulasi, rencana anggaran biaya, analisa ekoonomi ABSTRACT: Sumber Dieng is a source managed by PDAM district Malang which has a discharge of 150 lt / s . In 2037, Tegalsari Village located in Kepanjen District, Malang Regency has a population of 3,447 people. Simulation of water distribution network are using WaterCAD Program, RAB calculation is done by looking at Malang district HSP guidelines and economic analysis used, namely Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return and Payback Period. The total air demand needed in 3 villages is 12,214 lt / s. The results of the simulation with the WaterCAD v8i program show that the distribution of clean water for the 3 villages can be served 100% for the average needs and at peak hours. Budget plan for 3 villages is Rp. 2.898.930.882. Economic analysis at 9.75% interest rate and 6 year payback period with water price Rp. 2.000, - / m3. Keywords: Pipeline network, water, simulation, budget plan, economic analysis
AUDIT TEKNIS SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN AKNOP PADA SUNGAI PANGULURAN KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN KABUPATEN MALANG Apriadi, Rian; Sumiadi, Sumiadi; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Studi ini membahas mengenai Pelaksanaan pengelolaan sumber daya air melalui kegiatan Audit Teknis Sungai untuk mendukung pemenuhan infrastruktur sarana prasarana sungai yang memadai untuk keperluan kegiatan yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi, program ketahanan air serta mempertahankan dan meningkatkan pelayanan air baku untuk berbagai keperluan masyarakat. Dari Sarana Prasarana tersebut ada yang kondisinya masih baik tapi juga banyak yang sudah rusak. Oleh karena itu, penulis membuat analisis yang terkait dengan masalah tersebut, dengan mengidentifikasi masalah kerusakan sungai panguluran yang terdapat di Kabupaten Malang khususnya pada Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Untuk mengetahui kondisi bangunan air tersebut maka perlu dilakukan Penyusunan Penilaian Kinerja dan Aknop Sungai. Tahapan awal pada audit Sungai Panguluran adalah mengumpulkan data eksisting. Tahap selanjutnya ialah melakukan survei lokasi dan menginventarisasi setiap Sarana Prasarana Pada Sungai Panguluran. Berdasarkan dari hasil survei inventarisasi, selanjutnya dilakukan analisis terhadap kinerja bangunan. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat direncanakan kegiatan O&P yang akan dilakukan. Tahap terakhir dalam studi ini yaitu analisis AKNOP Sungai Panguluran. Berdasarkan hasil analisa kinerja dan perhitungan AKNOP (Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan) pada Sungai Panguluran, didapatkan jumlah biaya yang dibutuhan adalah sebesar Rp. 94.507.500,00,-.   Kata Kunci : Sungai, O&P, Kinerja Sungai, AKNOP   ABSTRACT: This study discusses about the implementation of water resources management through river technical audit activities to support the fulfilled of adequate river infrastructure facilities for purposes of activities that can support economic growth, water security programs and maintain to improve raw water services for various community needs. Some of the infrastructure facilities are still in good condition, but many are damaged. Therefore, the authors made an analysis related to the problem by identifying the problem of damage to the Pangluran River found in Malang Regency, especially in Sumbermanjing Wetan District. To determine the condition of the water building it is necessary to make a Performance Assessment and River AKNOP Development. The initial stage in the Panguluran River audit was collecting existing data. The next step is to conduct a location survey and inventory every Infrastructure in the Panguluran River. Based on the results of the inventory survey, an analysis of the performance of the building is then carried out. From the results of the analysis, O & M activities can be planned. The final stage in this study is the analysis of the Panguluran River AKNOP. Based on the results of the analysis of the performance and calculation of the AKNOP (Number of Real Operations and Maintenance Needs) in the Panguluran River, it was found that the amount of costs needed was Rp. 94,507,500.00, -. Keywords : River, O & M, River Performance, AKNOP