cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Heritage Tourism Center Di Kota Malang Dengan Pendekatan Sustainable Architecture Ardiapratama, Muhammad Farhan; Citaningrum, Andika
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat inforamasi wisata merupakan sarana prasarana yang berperan penting dalam menunjang kegiatan pariwisata kota. Perkembangan pariwisata di Kota Malang telah berkembang pesat pada berbagai sektor terutama pada pariwisata heritage pada Kawasan Kayutangan Heritage Malang. Meningkatnya angka wisatawan dan minimnya fasilitas pelayanan wisata yang memadai di Kota Malang, menuntut kawasan wisata seperti Kayutangan untuk memiliki fasilitas pusat informasi wisata sebagai titik temu wisatawan yang memberikan edukasi dan informasi kepada msayarakat. Pembongkaran bangunan tua bersejarah di Kawasan Kayutangan Malang merupakan permasalahan yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Malang No. 1 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung yang menuntut Pemerintah Kota Malang untuk melakukan konservasi dan meningkatkan potensi Kawasan Kayutangan sebagai kawasan wisata. Sustainable architecture merupakan konsep yang sejalan untuk mengatasi permasalahan diatas, dengan menciptakan ruang yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan memberi dampak yang positif bagi lingkungan sekitarnya. Perancangan ini ditujukan untuk menghasilkan gagasan desain bangunan tourism center yang dapat menjawab permasalahan diatas. Perancangan ini dicapai dengan metode rasionalisme melalui studi preseden sebagai acuan tourism center untuk menghasilkan konsep dan hasil desain. Hasil perancangan berupa Bangunan Pusat Informasi Wisata pada Kawasan Kayutangan Malang yang menerapkan pendekatan Sustainable Architecture, yang memfokuskan aspek tata guna lahan, konservasi energi, aspek kesehatan, material, dan sustainable community. Kata Kunci: Heritage, Tourism Center, Kayutangan Malang, Sustainable Architecture
Beauty, Art, and Culture Complex dengan Konsep Rejuvenate Architecture di Jakarta Pusat Denilla, Luthfiyah Putri; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beauty, Art, and Culture Complex dengan konsep rejuvenate architecture yang terletak di Jakarta Pusat ini merupakan hasil dari metode strukturalisme yang memakai pattern analysis design strategy. Hadir sebagai jawaban bagaimana cara menuntaskan kegusaran dan kelelahan fisik juga mental yang dialami masyarakat saat ini khususnya di tengah kepadatan kota. Hadirlah rejuvenasi dalam arsitektur sebagai jawaban untuk menuntaskan masalah tersebut yang diwakili oleh tiga fungsi besar, yaitu rejuvenasi dalam kecantikan, seni, dan budaya. Dimulai dari pemunculan proses desain strukturalisme dengan memunculkan tiga objek studi komparasi, lalu dibuat analisis dikotomi baik itu ruang ataupun konsep desain yang bisa diolah menjadi Beauty, Art, and Culture Complex. Dibangun atas delapan aspek rejuvenate architecture, yaitu: indra, cahaya, material, air, vegetasi, tekstur, warna, serta keheningan yang harus diimplementasikan. Garis besar implementasi konsep terdapat pada bagaimana rejuvenasi dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi pengunjung yang hadir baik itu dari arsitektur yang dirancang maupun fungsi yang ditawarkan. Beauty, Art, and Culture Complex terdiri atas Beauty District, Museum and Art Gallery, Food Plaza, Gedung pengelola, serta area luar yang dibangun sesuai dengan peruntukannya pada konsep rejuvenasi. Objek berkontribusi sebagai tempat yang mampu menciptakan keseimbangan antara rutinitas juga kehidupan, serta menyebarkan kecantikan positif bagi pengunjung dan lingkungan sekitar. Kata kunci: Rejuvenate Architecture, Desain Strukturalisme, Strategi Analisis Pola, Kecantikan, Seni, dan Budaya, dan Urban Stress Relief
EKSPLORASI MATERIAL INTERIOR RUANG BACA DAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TERHADAP KENYAMANAN AKUSTIK Zaviera, Safiya Nur; Citraningrum, Andika
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perpustakaan merupakan ruang publik untuk menunjang kegiatan edukatif dan seiring berkembangnya zaman fungsinya juga menjadi tempat untuk mewadahi kegiatan interaktif. Ruangan pada perpustakaan harus didasari oleh standar yang telah dietapkan sebagai acuan yang diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional Indonesia, tentang Perpustakaan Perguruan Tinggi. Bunyi merupakan salah satu faktor dalam penataan ruang yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi konsentrasi kerja seseorang. Keadaan yang bebas dari bunyi bising akan menciptakan suasana yang kondusif bagi pengguna perpustakaan. Untuk itu mengidentifikasi bunyi bising pada ruangan perpustakaan dibutuhkan untuk mencapai kenyamanan dalam beraktivitas. Selain itu, material yang merupakan salah satu media rambat bunyi juga dapat menjadi faktor yang mengontrol kenyamanan akustik suatu ruangan. Terdapat berbagai jenis material yang tentunya sesuai dan kurang sesuai untuk digunakan pada ruangan perpustakaan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sumber bunyi bising dan jenis material yang digunakan pada ruang baca dan koleksi Perpustakaan Universitas Brawijaya serta pengaruhnya terhadap kenyamanan akustik perpustakaan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi dan pengukuran lapangan yang kemudian hasilnya akan di analisis kesesuaiannya dengan standar. Hasil dari analisis data yang kurang sesuai dengan standar akan dilalukan pencarian alternatif rekomendasi material dan disimulasikan ke dalam ruangan agar pembaca dapat mendapatkan gambaran pada pengaplikasiannya. Kata kunci: Perpustakaan, Material, Kenyamanan akustik ABSTRACT The library is a public space to support educational activities and over time its function has also become a place to accommodate interactive activities. The space in the library must be based on standards that have been set as a reference published by the Indonesian National Standardization Agency, concerning Higher Education Libraries.Sound is one of the factors in spatial planning that can indirectly affect a person's work concentration. A situation that is free from noise will create a conducive atmosphere for library users. For this reason, identifying noise in the library room is needed to achieve comfort in activities. Apart from that, material which is a medium for sound propagation can also be a factor that controls the acoustic comfort of a room. There are various types of materials that suitable and less suitable for use in library rooms. This research is aimed at finding out the sources of noise and the types of materials used in the reading and collections room of Brawijaya University Library as well as their influence on the acoustic comfort of the library. Research is carried out by collecting data through field observations and measurements and then will be analyzed with standards. Results from data analysis that do not comply with standards will be searched for alternative material recommendations and simulated so that readers can get an idea of their application. Keywords: Library, Material, Accoustic comfort
Perancangan Mountain Resort Di Kabupaten Kuningan Dengan Pemanfaatan Material Alam Lokal Menggunakan Pendekatan Arsitektur Ekologis: Fadilla, Cahya Afrilia; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk kota di Indonesia, peningkatan kebutuhan rohani yang terbentuk dari gaya hidup penduduk kota yang dinamis beiringan terbentuk, yang mana hal ini berdampak pada kenaikan tingkat kebutuhan pariwisata di Indonesia Hal tersebut membuat sektor pariwisata di Indonesia menjadi peluang bisnis menjanjikan untuk dikembangkan lebih baik. Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai lokasi strategis yang mendukung dan menjanjikan untuk dijadikan sektor pariwisata yaitu di daerah Kabupaten Kuningan dengan pertimbangan banyaknya potensi alam dan kurangnya fasilitas penginapan. Perancangan mountain resort dengan pendekatan ekologis menggunakan penerapan 5 acuan prinsip desain ekologis berdasarkan buku Dasar - Dasar Eko Arsitektur (Frick, 1998) dan Arsitektur Ekologis (Frick, 2006) dengan menggunakan motode studi preseden menjadi salah satu solusi atas kurangnya destinasi penginapan berkualitas sekaligus wisata rekreatif yang memperhatikan konteks lingkungan dan potensi kawasan di Kabupaten Kuningan serta solusi dari kurangnya penggunaan material alam bambu lokal yang ramah lingkungan dan kurangnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Kuningan. Kata kunci: penginapan, wisata, ekologi ABSTRACT Along with the increase in the number of urban residents in Indonesia, an increase in spiritual needs formed from the dynamic lifestyle of city dwellers is formed, which has an impact on increasing the level of tourism needs in Indonesia. This makes the tourism sector in Indonesia a promising business opportunity to be developed better. One of the areas in Indonesia that has a strategic location that supports and promises to be used as a tourism sector is in the Kuningan Regency area with consideration of the large amount of natural potential and lack of lodging facilities. Keywords: resort, tourism, ecology
Tempat Evakuasi Akhir dengan Pendekatan Arsitektur Tanggap Darurat di Kabupaten Lumajang Nurrahma, Amelia; Sufianto, Heru
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan banyak jenis potensi ancaman bencana. Bencana merupakan peristiwa yang kedatangannya sukar untuk diprediksi. Bencana berdampak menimbulkan korban jiwa, merusak bangunan dan infrastruktur, serta menimbulkan kerugian materil dan ekonomi bagi korban terdampak. Kondisi tempat pengungsian akibat bencana di Indonesia kebanyakan masih kurang layak serta tidak dirancang sesuai dengan standar tempat pengungsian seharusnya. Sehingga diperlukan suatu tempat evakuasi akhir (TEA) sebagai tempat pengungsian sementara korban bencana yang terintegrasi dengan keamanan dan keselamatan. Perancangan TEA menggunakan metode desain pragmatis dengan strategi predictive modelling. Proses desain terbagi menjadi empat bagian dimulai dari pendefinisian design problems, membuat beberapa alternatif bentuk dan melakukan eksplorasi, merumuskan design criteria, dan finalisasi hasil desain. Perancangan TEA menggunakan pendekatan teori arsitektur tanggap darurat yang sesuai dengan potensi bencana yang ada pada tapak, yaitu tanggap darurat gempa bumi, banjir, cuaca ekstrem (hujan deras dan angin kencang), serta prinsip keselamatan. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah TEA yang sesuai dengan standar tempat pengungsian dan dapat bertahan dalam situasi darurat bencana sehingga dapat disimpulkan bahwa TEA adalah tempat yang paling aman untuk berlindung dari bencana. Kata kunci: tempat evakuasi akhir (TEA), bencana, pengungsi ABSTRACT Lumajang Regency is one of the areas in Indonesia with many types of potential disaster threats. Disasters are events whose arrival is difficult to predict. Disasters have the impact of causing casualties, damaging buildings and infrastructure, and causing material and economic losses for affected victims. The conditions of most refugee camps in Indonesia are still inadequate and not designed according to the standards that refugee camps should be in. So an evacuation center (TEA) is needed as a temporary refuge for disaster victims that is integrated with security and safety. TEA design uses pragmatic design methods with predictive modeling strategies. The design process is divided into four parts starting from defining design problems, creating several alternative forms and conducting exploration, formulating design criteria, and finalizing the design results. The TEA design uses an emergency response architectural theory approach that is in accordance with the potential disasters that exist on the site, namely emergency response to earthquakes, floods, extreme weather (heavy rain and strong winds), as well as safety principles. The result of this design is a TEA that is in accordance with refugee shelter standards and can survive in disaster emergency situations so that it can be concluded that the TEA is the safest place to take shelter from disasters. Keywords: evacuation center (TEA), disaster, refuge
Innovative Recycle Center Berbasis Eduwisata di Kota Batu dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Sheisarismala, Alvira Febrizki; Asikin, Damayanti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur memiliki keterkaitan erat dengan lingkungan, khususnya dalam konteks permasalahan sampah. Permasalahan sampah yang meningkat di Kota Batu. Pasca penutupan TPA Tlekung tahun lalu, terindikasi potensi degradasi lingkungan apabila tidak terdapat upaya penanganan yang maksimal. Penelitian ini mengusulkan rancangan Innovative Recycle Center Berbasis Eduwisata sebagai solusi pengolahan sampah yang lebih efektif dan lebih berkelanjutan. Objek ini diharapkan mampu menjadi model promosi pengolahan sampah baru sehingga akan menaungi keragaman aktivitas terkait potensi daur ulang sampah yang memiliki nilai lebih. Konsep arsitektur berkelanjutan merupakan konsep yang mempertimbangkan kualitas lingkungan buatan dan upaya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam. Adapun metode desain yang digunakan adalah metode empirisme dengan observasi objek representatif, untuk mengidentifikasi kebutuhan perancangan secara akurat. Pendekatan ini, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada terkait pengolahan sampah dengan tetap mempertimbangan lingkungan sekitar. Dalam perancangan, diterapkan enam prinsip arsitektur berkelanjutan dan empat unsur eduwisata. Keduanya diimplementasikan dalam aspek desain tata lanskap, material, ruang dan bangunan, sirkulasi, serta sistem bangunan. Dengan demikian, objek perancangan tersebut tidak hanya mengurangi dampak sampah tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. Kata kunci: innovative recycle center, eduwisata, arsitektur berkelanjutan, empirisme
PERANCANGAN KEMBALI TERMINAL ARJOSARI MALANG DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE Asaddin Jurdan, Nune Syifa; Putranto, Ary Deddy
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal arjosari merupakan terminal bus terbesar dengan aktivitas tertinggi di Kota Malang, tetapi banyak bis yang berhenti menunggu penumpang yang ada di pintu keluar terminal. Antrian bus-bus di pinggir jalan ini membuat kemacetan. Hal ini terjadi karena proses masuk penumpang yang ingin menaiki bus cukup lambat karena harus masuk melalui pintu samping bangunan. Berdasarkan permasalahan di atas terdapat permasalahan berupa arus lalu lintas yang tidak efisien, sehingga pemudik enggan menaiki bus dari dalam stasiun dan memaksa bus menunggu penumpang di pintu keluar terminal sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Redesain diperlukan untuk membuat Solusi terkait sirkulasi yang efisien dengan menggunakan pendekatan Green Architeccture. Dalam mencari data-data terkait Pada hasil Redesain terdapat perubahan tata masa bangunan untuk menciptakan sirkulasi yang lebih efisien dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, kelancaran, kemudahan dan kecepatan sirkulasi. Kata kunci: Terminal Arjosari, Sirkulasi, Green Architecture
Rekayasa Fasad Mal pelayanan Publik Kota Malang untuk Mengurangi Temperatur dan Beban Pendinginan dalam Bangunan Nabilah, Putri Lukky; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan kebutuhan mendasar manusia dalam menjalankan hidup dan berkembang. Salah satu energi yang menjadi input dasar kegiatan manusia adalah energi listrik. Setiap tahunnya, sektor bangunan memiliki kenaikan konsumsi energi secara konsisten. Mall Pelayanan Publik Kota Malang sudah ada sejak tahun 1987, dibutuhkan strategi merekayasa fasad bangunan eksisting dengan fokus meningkatkan penurunan temperatur suhu ruang dalam serta beban dari energi. Salah satu alternatifnya adalah menambahkan seccondary skin. Peneletian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis data secara deskriptif komparasi dan pendekatan secara eksperimental dalam mengkaji alternatif secondary skin yang optimal diterapkan pada obyek penelitian. Hasil penelitian didapati hasil bahwa alternatif model G dapat menurunkan kenaikan temperatur suhu ruang dalam yang sebelumnya adalah 0.85 derajat celcius menjadi memiliki kenaikan 0.32 derajat celcius. didapati bahwa pengaruh antara variasi Jarak, material serta konfigurasi secondary skin yang diuji pada fasad Mal Pelayanan Publik Kota Malang. Berdasarkan variasi Jarak dan material yang diuji, terdapat penurunan temperatur suhu ruang dalam terhadap suhu lingkungan. Kata kunci: secondary skin, beban pendinginan, suhu ruang dalam
Interelasi Nilai Islam dan Arsitektur Jawa dalam Rancangan Masterplan SDTQ dan MATABA di Kabupaten Malang Daryanto, Restu Purnomo Aji
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam penting bagi anak usia dini sebagai bekal utama pembentukan karakter generasi muda. Kebutuhan fasilitas pendidikan anak usia dini cukup besar, namun banyak fasilitas pendidikan Islam yang menggunakan langgam desain arab yang tentu kurang sesuai dengan budaya lokal setempat. Budaya arab tidak identik dengan Islam, justru ajaran agama Islam harus dapat diserap oleh budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai Islam itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan penerapan nilai Islam dengan menggunakan arsitektur Jawa sebagai bahasa budaya setempat untuk menunjang proses belajar anak. Proses perancangan menggunakan metode rasionalisme dengan studi preseden untuk mendapatkan kriteria desain. Hasil interelasi nilai Islam dan arsitektur Jawa antara lain: nilai hablumminallah, nilai hablumminannas, nilai privasi, nilai kebersihan, dan nilai kesederhanaan. Setiap nilai interelasi tersebut diterapkan pada bangunan seperti bentuk geometri bangunan berupa segi empat sederhana, penataan ruang yang sederhana, penempatan ruang wudu sebagai bentuk nilai kebersihan, penggunaan fasad sebagai unsur privasi, elemen vertikal pada fasad yang mencerminkan nilai hablumminallah, serta koridor atau selasar yang dapat digunakan untuk bersosialisasi sebagai cerminan nilai hablumminannas.
Perancangan Balai Latihan Kerja dengan Konsep Resilience Architecture di Bumi Semeru Damai Syuaibah, Aulia Rachmah; Sufianto, Heru
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bencana dapat diartikan sebagai peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, sering dalam bentuk terganggunya kestabilan perekonomian ataupun peningkatan pengangguran ditengah komunitas. Kabupaten lumajang tercatat sebagai satu wilayah yang sering dilanda bencana alam, khususnya akibat meletusnya gunung Semeru. Akibat letusan Desember 2022, sejumlah lebih dari 2000 keluarga telah dipindahkan ke tempat domisili baru yang lebih aman, kawasan Bumi Semeru Damai. Pemindahan komunitas dalam jumlah besar tersebut berujung pada tercabutnya mata penghasilan asli masyarakat pada awalnya yakni pertanian yang tidak dijumpai dilokasi domisili baru tersebut. Masyarakat terdampak ini membutuhkan jenis mata pencaharian baru untuk memulai kehidupan barunya, keberadaan fasilitas Balai Latihan Kerja dinilai sangat mendesak sebagai upaya pembekalan ketrampilan bekal penghidupan warga terdampak tersebut. Konsep resilience architecture dipilih sebagai konsep dasar disain bangunan balai latihan kerja konstekstual terhadap lingkungan baru tersebut. Sedangkan pendekatan empirisme dilakukan untuk menentukan berbagai kriteria desain. Kata kunci: Balai Latihan Kerja, Ketahanan, Gempa Bumi, Abu Vulkanik Disasters can be defined as events that threaten and disrupt people's lives and livelihoods, often in the form of disruption of economic stability or increased unemployment in the community. Lumajang district is noted as an area that is frequently hit by natural disasters, especially due to the eruption of Mount Semeru. As a result of the December 2022 eruption, more than 2000 families have been relocated to a new, safer place of residence, Bumi Semeru Damai. The displacement of such a large number of communities led to the loss of the original source of income, agriculture, which was not found in the new domicile. The affected community needs a new type of livelihood to start a new life, the existence of a Vocational Training Center facility is considered very urgent as an effort to equip the livelihood skills of the affected residents. The concept of resilience architecture was chosen as the basic concept of the design of the work training center building contextual to the new environment. Meanwhile, an empiricism approach was taken to determine various design criteria. Keywords: Vocational Learning Center, Resilience, Earthquake, Volcanic Ash