cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Resort Sebagai Pengembangan Pariwisata di Pantai Papuma Jember dengan Pendekatan Ekowisata Hadi, M Syaihul; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata berbasis ekologi menjadi sektor yang sangat menjanjikan untuk perkembangan wilayah secara berkelanjutan. Kabupaten Jember, yang berada di Provinsi Jawa Timur, memiliki beberapa prioritas pembangunan, termasuk di sektor pariwisata. Pantai Papuma di Jember merupakan potensi pariwisata yang menjanjikan dengan keindahan alamnya yang memesona. Dalam upaya mengembangkan potensi ini secara berkelanjutan, resort menjadi salah satu solusi yang diusung dengan pendekatan ekowisata. Resort di Pantai Papuma tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman liburan yang memikat dan memenuhi standar modern, tetapi juga berperan sebagai model pengembangan yang memadukan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan ekowisata dalam pengembangan resort di Pantai Papuma mengutamakan pelestarian alam dan edukasi, serta mengintegrasikan komunitas setempat dalam manajemen dan operasionalnya. Resort ini tidak hanya menawarkan fasilitas modern dan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga berkomitmen untuk melestarikan keindahan alam serta mempromosikan kesadaran lingkungan di masyarakat lokal dan global. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekowisata, pengembangan resort di Pantai Papuma diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pariwisata, Pantai Papuma, Resort, Ekowisata
Kualitas Visual Koridor Jalan Pasar Besar Malang Berdasarkan Persepsi Masyarakat Triyono, Zaki Rahadian; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Selain itu kota Malang juga memiliki letak yang sangat strategis ditengah-tengah wilayah kabupaten Malang. Hal ini diharapkan bahwa sarana dan prasarana perkotaan yang dimiliki dapat menunjang kegiatan perekonomian secara dinamis sehingga menjadi simultan perubahan kota ke arah industri dan jasa, termasuk pariwisata dan pendidikan. Kota Malang juga merupakan kota yang memiliki potensi dalam hal perdangan dan jasa, salah satu generator perkembangan kota Malang adalah aktivitas perdagangan yaitu Pasar Besar Malang. Jalan Pasar Besar berperan penting pada perdagangan dan jasa. Pada kawasan ini terdapat beberapa masalah yang kompleks diantaranya peningkatan lalu lintas yang mengakibatkan perkembangan perdagangan dan jasa. Hal ini menyebabkan diperlukan pengendalian terhadap intensitas bangunan. Terdapat kios kios yang tidak tertata dengan rapi bahkan berdagang pada area pedestrian, dimensi yang kurang sesuai, signage yang ada tidak tertata dan tertutup oleh vegetasi. Bentuk dan skyline bangunan yang berbeda bahkan terjadi ketimpangan. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian campuran, dimana terdapat metode penelitian dan analisis kuantitatif maupun kualitatif. Setelah penelitian dilakukan, dapat dipahami bahwa setidaknya terdapat empat faktor pembentuk kualitas visual di koridor jalan ini, yaitu Faktor Daya Tarik, Faktor Kesinambungan, Faktor Keindahan, dan Faktor Keterlingkupan. Terdapat hubungan positif antar faktor meskipun hubungan yang terjadi tidak terlalu kuat. Variabel Pengidentifikasian menjadi variabel yang paling kuat kecenderungannya yang kemudian variabel Keterlingkupan yang plaing lemah kecenderungannya terhadap kualitas visual di koridor Jalan Pasar Besar Malang. Di sisi lain, terdapat beberapa variabel yang belum menunjukkan kecenderungannya, seperti variabel keterlingkupan. Variabel lain yang tidak disebutkan menunjukkan kecenderungan sifat yang cukup. Kata kunci: Kualitas Visual, Koridor Jalan, Persepsi Masyarakat
Implementasi Historical Recognition Pada Tourism Information Centre (TIC) di Kota Medan Siagian, Lidwina Inara; Ridjal, Abraham Mohammad
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Historical Recognition di Pusat Informasi Pariwisata (TIC) di Kota Medan penting untuk meningkatkan kesadaran budaya dan keterlibatan pengunjung. Studi perancangn ini mengeksplorasi bagaimana integrasi pengakuan sejarah dalam TIC dapat memperkaya pengalaman wisatawan dengan menyediakan wawasan mendalam tentang warisan sejarah dan budaya kota tersebut. Dengan fokus pada Sumatera Utara, terutama Medan, kota yang memiliki latar belakang sejarah yang kaya, penelitian ini menilai efektivitas TIC dalam menyajikan informasi sejarah melalui tampilan interaktif. Perancangan dengan strategi historical recognition yang dilaksanakan dengan baik secara signifikan dapat meningkatkan nilai edukatif TIC, menjadikannya penting dalam mempromosikan pariwisata budaya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan pengunjung tetapi juga menumbuhkan hubungan yang lebih dalam dengan warisan lokal, berkontribusi pada pelestarian dan apresiasi aset sejarah Sumatera Utara.
Redesain Interior Gedung Baros Information Technology Center Kota Cimahi Untuk Meningkatkan Fleksibilitas Ruang Darmawan, Rafi Aqila
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paska pandemic covid-19 maraknya budaya Work From Home mendorong popularitas coworking space lebih jauh. Melihat potensi ini pada tahun 2021 pemerintah Kota Cimahi menambahkan fungsi coworking space pada gedung Baros Information Technology Center. Setelah berjalan 2 tahun Gedung ini memerlukan adanya penambahan fasilitas kafetaria dan ruang komunal namun dengan lahan yang terbatas. Dalam perancangan redesain interior Gedung BITC diperlukan ruang yang fleksibel agar dapat mewadahi seluruh kebutuhan kegiatan tanpa mengubah struktur asli bangunan. Objek perancangan merupakan interior pada ruang open plan di seluruh lantai Gedung BITC dengan total luas lantai 1329m2. Perancangan ini ditujukan untuk menyediakan desain interior yang dapat mewadahi berbagai kebutuhan setiap kegiatan di Gedung BITC dengan meningkatkan fleksibilitas ruang. Perancangan dilakukan dengan menganalisis permasalahan yang ditemukan, lalu mengobservasi bangunan dengan fungsi sejenis, kemudian menyusun program, konsep, dan hasil rancangan berdasarkan konsep fleksibilitas ruang serta kebutuhan kegiatan gedung BITC yang sudah dianalisis.
Penerapan Konsep Desain Modern - Industrialis pada Kafe di Kota Malang (Objek Studi : Nakoa Kafe) Djunaidi, Muhammad Rafli Alfathan; Titisari, Ema Yunita
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian konsep desain modern industrialis pada dua cabang Nakoa Kafe di Kota Malang, sebuah kota yang dikenal dengan populasi mahasiswanya yang besar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi. Penilaian difokuskan pada elemen-elemen desain seperti penggunaan material, lantai, dinding, plafon, perabot, bentuk bangunan, serta aspek visual lainnya secara keseluruhan, sebagai daya tarik bagi target pasar utama, yaitu mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain modern industrialis yang diterapkan pada kedua cabang tersebut diterima dengan baik oleh pelanggan, dengan beberapa rekomendasi perbaikan yang difokuskan pada aspek fungsionalitas dan kenyamanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain interior kafe yang lebih efisien dan menarik, khususnya bagi kalangan muda.
Penerapan Desain Compact pada Interior Rumah Subsidi: Studi Kasus Perumahan Graha Malang Indah, Kota Malang Aisyah Aslamatus Salekhah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur. Selain angka kelahiran, banyaknya pendatang menjadi alasan peningkatan laju pertumbuhan penduduk yang berdampak bertambahnya kebutuhan tempat tinggal. Apabila tidak dipenuhi dengan layak dapat menimbulkan permasalahan kota lainnya, salah satunya permukiman kumuh, sehingga pemerintah Kota Malang turut andil dalam program kementerian PUPR untuk membangun rumah subsidi, diantaranya Perumahan Graha Malang Indah yang berlokasi di kecamatan Kedungkandang yang memiliki laju pertumbuhan per tahun tertinggi di Kota Malang. Menimbang terbatasnya lahan, banyaknya permintaan, serta kemudahan daya beli yang ingin diberikan, maka pemerintah memberi batas luasan pada setiap unit rumah subsidi. Meskipun kebutuhan akan tempat tinggal terpenuhi, calon penghuni rumah subsidi perlu memikirkan bagaimana agar semua kebutuhan aktivitas sehari-hari dirumah dapat terpenuhi dengan baik walaupun keterbatasan ruang. Desain compact dapat menjadi solusi karena desain ini memiliki tujuan untuk menciptakan hunian yang memfokuskan pemenuhan kebutuhan hidup dan peningkatan kualitas hidup penghuninya namun dibatasi ruang yang tersedia. Perancangan ini menghadirkan prototype yang dapat menjadi acuan bagi calon penghuni rumah subsidi untuk mengaplikasikan desain compact pada interior rumah subsidi.
Eksplorasi Desain Pasar Cicadas dengan Pendekatan Place Identity di Kota Bandung Gualdi, Reynaldo; Ramdlani, Subhan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung adalah penyumbang terbesar jumlah pasar rakyat yang ada di Jawa Barat tahun 2021 dengan jumlah pasar sejumlah 195 buah. Pasar dengan bangunan permanen mencapai 52 persen dan bangunan semi permanen dan tanpa bangunan mencapai 48 persen yang salah satunya Pasar Kelas 1 yaitu Pasar Cicadas. Berdiri pada tahun 1983 dan masih beroperasi hingga pasar ini mengalami ketidaksesuaian dengan standar dan kapasitasnya sehingga dilakukan proses relokasi pada tahun 2006 ke Bandung Trade Mall. Namun ketidaksesuaian dengan lokasi, standar, dan pasar ini lebih dikenali sebagai Pasar BTM hingga tahun 2008 pedagang dan pembeli kembali ke Pasar Cicadas Lama dan memenuhi koridor Jalan Cikutra, menciptakan masalah baru. Dari hal tersebut, maka dibutuhkan eksplorasi Pasar Cicadas dengan pendekatan Place identity untuk memaksimalkan fungsi pada Pasar Cicadas dengan mempertahankan identitas dari Pasar Cicadas itu sendiri dan memperkuat identitasnya disertai penyesuaian dengan aspek yang ada. Perancangan dilakukan dengan pendekatan metodologis rasionalisme. Proses desain dimulai dengan mengindetifikasi dan menganilis objek preseden, tinjauan identitas Pasar Cicadas Lama, kultur masyarakat, pemrograman tapak dan ruang yang akan menciptakan sebuah konsep desain yang bertujuan untuk menyelesaikan mengembalikan minat masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional khususnya Pasar Cicadas, meningkatkan ekonomi daerah Kota Bandung, sekaligus menjadi potensi pariwisata bagi pengunjung yang datang ke Kota Bandung. Kata kunci: Pasar Cicadas, Place identity, Kota Bandung Bandung City is the largest contributor to the number of people's markets in West Java in 2021 with a total of 195 markets. Markets with permanent buildings reached 52 percent and semi-permanent buildings and without buildings reached 48 percent, one of which is Class 1 Market, namely Cicadas Market. It was founded in 1983 and was still operating until this market experienced a mismatch with its standards and capacity, so a relocation process was carried out in 2006 to Bandung Trade Mall. However, this mismatch with location, standards and market was better known as Pasar BTM until in 2008 traders and buyers returned to Pasar Cicadas Lama and filled the Jalan Cikutra corridor, creating new problems. From this, it is necessary to explore the Cicadas Market using a Place identity approach to maximize the function of the Cicadas Market by maintaining the identity of the Cicadas Market itself and strengthening its identity along with adjustments to existing aspects. The design was carried out using a rationalist methodological approach. The design process begins with identifying and analyzing precedent objects, reviewing the identity of Old Cicadas Market, community culture, site and space programming which will create a design concept that aims to restore people's interest in shopping at traditional markets, especially Cicadas Market, improving the regional economy of Bandung City. , as well as being a tourism potential for visitors who come to the city of Bandung. Keywords: Cicadas Market, Place identity, Bandung City
Karakteristik Interior Kopitiam di Kota Malang Melalui Tipologi Arsitektur Dafina Amira
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kopitiam, yang berasal dari budaya Cina dan Melayu, telah menjadi ruang sosial yang populer di Asia Tenggara sejak abad ke-18. Di Malang, popularitas kopitiam meningkat pesat dengan kehadiran anak muda dan mahasiswa, memicu munculnya berbagai kopitiam yang perlu diklasifikasikan dari kafe modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kopitiam di Malang dibandingkan dengan coffee shop atau kafe modern, serta perbedaan dan persamaannya dengan kopitiam asalnya. Teori elemen pembentuk ruang oleh Wicaksono dan Tisnawati (2014) dan teori sistem ruang oleh Bruno Zevi (1974) digunakan untuk menganalisis elemen interior dan karakteristik ruang kopitiam. Pendekatan tipologi diterapkan untuk mengklasifikasikan kopitiam berdasarkan kategori tertentu, memungkinkan identifikasi perbedaan dan persamaan. Objek penelitian meliputi Omah Datok 24, Shou Kopitiam, Laoban Kopitiam, Toko Kopi Kongca, dan Pengyu Kopitiam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopitiam di Malang mengusung gaya interior tradisional Cina yang kaya budaya, dengan warna, dekorasi, dan material yang mencerminkan identitas lokal. Meskipun berbeda dengan kafe modern dalam integrasi budaya dan praktik tradisionalnya, kopitiam di Malang mempertahankan esensi dasar yang mirip dengan kopitiam di Singapura, menegaskan keberlanjutan konsep budaya di berbagai lingkungan. Kata kunci: Tipologi elemen interior, Kopitiam, Interior Cina ABSTRACT Kopitiams, with their roots in Chinese and Malay cultures, have emerged as popular social spaces across Southeast Asia since the 18th century. In Malang, their popularity has soared with the influx of young people and students, leading to the establishment of numerous kopitiams that need to be distinguished from modern cafes. This research aims to analyze the characteristics of kopitiams in Malang compared to coffee shops or modern cafes, as well as their differences and similarities with their original counterparts. The theory of interior elements by Wicaksono and Tisnawati (2014) and the theory of spatial systems by Bruno Zevi (1974) are employed to examine the interior elements and spatial characteristics of kopitiams. A typological approach is implemented to classify kopitiams based on specific categories, enabling the identification of their distinctions and commonalities. The research subjects include Omah Datok 24, Shou Kopitiam, Laoban Kopitiam, Toko Kopi Kongca, and Pengyu Kopitiam. The findings reveal that kopitiams in Malang embrace a culturally rich traditional Chinese interior style, with colors, decorations, and materials that reflect local identity. While differing from modern cafes in their cultural integration and traditional practices, the kopitiams in Malang retain a fundamental essence similar to those in Singapore, affirming the sustainability of cultural concepts across diverse environments. Keywords: Interior element typology, Kopitiam, Chinese interior
Gedung Parkir Multiguna di Koridor Cagar Budaya Jalan Tunjungan, Kota Surabaya dengan Konsep Arsitektur Kontekstual Septian Bagus Widiansyah; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah penduduk yang cukup tinggi berdasarkan hasil pencatatan yang dilakukan oleh Disdukcapil Kota Surabaya pada tahun 2020, hal ini juga diikuti oleh peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Surabaya. Seiring dengan kondisi tersebut, masalah kemacetan menjadi sebuah permasalahan serius. Salah satu kawasan yang padat akan lalu-lalang manusia dan kendaraan adalah Jalan Tunjungan. Jalan Tunjungan merupakan sebuah kawasan yang berstatus sebagai koridor cagar budaya dengan nilai historis tinggi. Geliat aktivitas wisata dan bisnis membuat jalan ini menjadi sangat ramai dan macet, kondisi ini diperburuk dengan penyempitan jalan akibat adanya parkir tepi jalan di sepanjang kawasan. Melihat permasalahan ini, perlu adanya pengaturan parkir secara terpusat di luar badan jalan berupa gedung parkir agar aktivitas yang terjadi di kawasan ini tidak saling mengganggu satu sama lain, baik aktivitas wisata, aktivitas parkir maupun aktivitas lalu lintas. Melihat nilai historis dan kondisi permasalahan yang ada, gedung parkir ini akan dirancang menggunakan konsep arsitektur kontekstual melalui metode strukturalisme dengan strategi pattern analysis. Perancangan ini menghasilkan sebuah objek gedung parkir multiguna di koridor cagar budaya Jalan Tunjungan, Kota Surabaya yang menerapkan konsep arsitektur kontekstual sebagai upaya untuk mengaitkan bangunan baru dengan lingkungan Jalan Tunjungan yang berkarakter. Kata Kunci : gedung parkir, jalan tunjungan, koridor cagar budaya, arsitektur kontekstual
Karakteristik Interior Kopitiam di Kota Malang Melalui Tipologi Arsitektur Dafina Amira
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopitiam, yang berasal dari budaya Cina dan Melayu, telah menjadi ruang sosial yang populer di Asia Tenggara sejak abad ke-18. Di Malang, popularitas kopitiam meningkat pesat dengan kehadiran anak muda dan mahasiswa, memicu munculnya berbagai kopitiam yang perlu diklasifikasikan dari kafe modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kopitiam di Malang dibandingkan dengan coffee shop atau kafe modern, serta perbedaan dan persamaannya dengan kopitiam asalnya. Teori elemen pembentuk ruang oleh Wicaksono dan Tisnawati (2014) dan teori sistem ruang oleh Bruno Zevi (1974) digunakan untuk menganalisis elemen interior dan karakteristik ruang kopitiam. Pendekatan tipologi diterapkan untuk mengklasifikasikan kopitiam berdasarkan kategori tertentu, memungkinkan identifikasi perbedaan dan persamaan. Objek penelitian meliputi Omah Datok 24, Shou Kopitiam, Laoban Kopitiam, Toko Kopi Kongca, dan Pengyu Kopitiam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopitiam di Malang mengusung gaya interior tradisional Cina yang kaya budaya, dengan warna, dekorasi, dan material yang mencerminkan identitas lokal. Meskipun berbeda dengan kafe modern dalam integrasi budaya dan praktik tradisionalnya, kopitiam di Malang mempertahankan esensi dasar yang mirip dengan kopitiam di Singapura, menegaskan keberlanjutan konsep budaya di berbagai lingkungan. Kata kunci: Tipologi elemen interior, Kopitiam, Interior Cina