cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Majapahit Cultural Center di Mojokerto dengan Penerapan Eco-Cultural Design Ivan Wahyu Oktsandy; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mojokerto is known for its numerous historical and cultural attraction. However, the public's interest in cultural tourism is low in compared to other types of tourism. Mojokerto contains a wide range of cultural heritages, from oral traditions to performing arts, yet there are no cultural promotion artifacts in the Mojokerto region. Furthermore, green spaces account for less than 20% of the overall area, lowering the community's quality of life and negatively affecting the ecosystem. Majapahit Cultural Center's mission is to create a space for the community to grow and preserve culture, to become a cultural and historical tourist attraction, to improve the quality of life, and to protect the environment. The design of Majapahit Cultural Center uses rationalism method with precedent study. The precedent that becomes a reference is the Singkawang Cultural Center located in West Kalimantan. The design employs the Eco-Cultural Design method, which has seven key components. The design resulted in a cultural center building with traditional Majapahit local ornamentation and several amenities to meet cultural development and preservation objectives. Not only that, Majapahit Cultural Center applies various principles of ecological architecture as an effort to preserve the environment.
Preferensi Generasi Y Terhadap Rumah Sederhana di Kota Malang Annisa Maulina Safitri; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan peningkatan populasi generasi Y yang terjadi di Kota Malang, turut menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan rumah. Meski demikian, peningkatan tersebut berbanding terbalik dengan keputusan dari mayoritas generasi Y yang lebih memilih untuk menunda pembelian rumah. Penundaan tersebut timbul akibat permasalahan akan keterbatasan lahan di perkotaan dan tingginya harga jual rumah. Rumah sederhana dengan lahan terbatas dan ukuran bangunan yang kecil menjadi pilihan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal generasi Y. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi generasi Y terhadap faktor pembelian rumah sederhana di Kota Malang. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mendeskripsikan dan mengolah data yang diperoleh dari analisis deskriptif dan skoring, dengan hasil yang menunjukkan bahwa generasi Y di Kota Malang memiliki urutan prioritas terhadap faktor pembelian rumah dari yang paling berpengaruh hingga tidak berpengaruh. Urutan faktor pembelian rumah sederhana yang sesuai dengan preferensi generasi Y di Kota Malang yaitu, lokasi, harga, fasilitas, aksesibilitas, desain dan estetika (interior dan eksterior), atribut (material dan struktur), kepemilikan lahan, dan reputasi developer. Kata kunci: Rumah Sederhana, Generasi Y, Faktor Pembelian Rumah ABSTRACT As the population of Generation Y in Malang City increases, so does the demand for housing. However, this increase is inversely proportional to the decision of the majority of Generation Y, who prefer to postpone purchasing a house. This delay arises due to issues such as limited land availability in urban areas and high property prices. Simple house with limited land and small building sizes have become a suitable option to meet the housing needs of Generation Y. This study aims to identify Generation Y’s preferences regarding the factors influencing the purchase of simple house in Malang City. A descriptive method with a quantitative approach was used to describe and process data obtained from descriptive analysis and scoring. The results show that Generation Y in Malang City prioritizes housing purchase factors in order of influence. The order of simple house purchase factors according to the preferences of Generation Y in Malang City is location, price, facilities, accessibility, design and aesthetics (interior and exterior), attributes (materials and structure), land ownership, and reputation of the developer. Keywords: Simple House, Generation Y, Housing Purchase Factors
Pelestarian Bangunan Kantor Perwakilan PT Perkebunan Nusantara XII Jember Almira Nurjanna Puspakenya; Antariksa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Kantor Perwakilan PTPN XII merupakan salah satu bangunan kantor perkebunan peninggalan Belanda yang ada di Kabupaten Jember. Bangunan Kantor Perwakilan PTPN XII memenuhi kriteria bangunan cagar budaya, sehingga layak untuk dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter visual, spasial, dan struktural bangunan Kantor Perwakilan PTPN XII, menganalisis makna kultural, serta penentuan strategi pelestarian yang tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan memiliki ciri arsitektur kolonial transisi. Bangunan utama terdiri dari satu massa bangunan besar berbentuk persegi panjang yang terletak di area tengah dan depan kompleks bangunan, dikelilingi oleh massa penunjang. Elemen-elemen bangunan berukuran cukup besar. Bangunan juga memiliki sumbu simetri, keseimbangan, dan irama, yang terlihat dari denah dan tampak bangunan. Karakter spasial bangunan cukup rapi serta alur sirkulasi yang cukup runtut. Karakter struktural bangunan berupa konstruksi kayu pada atap serta konstruksi bata pada dinding. Setelah identifikasi karakter bangunan, penilaian makna kultural dilakukan untuk menentukan potensi pelestarian bangunan. Hasil dari penilaian makna kultural menunjukkan bahwa sebagian elemen bangunan berpotensi tinggi dan sedang. Dari penilaian makna kultural, ditentukan strategi pelestarian untuk bangunan, yaitu preservasi, konservasi, dan rehabilitasi.
Metaphors Design for Museum of Arab Civilization in Golden Age of Islam (The Astrolabe), UAE Alkhalifeh, Sally
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   The Museum of Arab Civilization in the Golden Age of Islam (The Astrolabe) meticulously integrates metaphorical and functional elements, addressing security, visitor engagement, preservation, and sustainability. Its design incorporates Islamic astronomical metaphors, Qibla direction, and prayer times, celebrating the intellectual heritage of Muslim scholars. Adorned with Islamic geometric motifs and Arabic calligraphy, the museum's spaces provide immersive environments for cultural enrichment and historical education. A steel structure ensures durability and expansive, column-free interiors, while symbolic materials like Calacatta tiles, Ablaq stone, and Umayyad-style columns enhance authenticity. Advanced security measures, including 24/7 surveillance and IoT technology, safeguard artifacts and ensure visitor safety. The museum aims to inspire curiosity and education, offering a journey through time that introduces contemporary university researchers to the rich historical foundation on which their university was built. It demonstrates how Islamic contributions shaped the world today and laid the foundation for modern civilization, confronting historical marginalization. Future enhancements may include AR and VR for interactive experiences and collaborations with academic institutions to enrich educational programs. By celebrating the profound impact of Islamic heritage on global civilization, the museum preserves the past and empowers future generations to embrace and build upon this illustrious history.   Keywords: Integration, Metaphors Design, Islamic Geometry, Islamic Architecture
Redesain Pasar Kesamben Kabupaten Blitar Putra, Muhammad Naufal Apta; Haripradianto, Tito
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pasar tradisional saat ini mulai menurun seperti belum terpenuhinya standart bangunan seperti keamanan dan kebersihan yang  mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan bagi pengunjung maupun pekerja yang ada di pasar tersebut. Kondisi tersebut, perlu dilakukan pembenahan untuk mengatasi masalah tersebut. Redesain  merupakan salah satu solusi dalam pemecahan masalah tersebut. Redesain  tersebut juga dapat membantu dalam membangun kembali pasar yang telah hancur karena musibah kebakaran. Pasar Kesamben Kabupaten Blitar merupakan salah satu pasar yang mengalami musibah kebakaran. Kondisi lapak yang ada di area pasar didominasi menggunakan konstruksi kayu dan terpal yang mudah terbakar membuat dampak kerugian pada saat kebakaran menjadi lebih parah. Saat ini terdapat rencana dari pemerintah Kabupaten Blitar untuk membangun kembali pasar tersebut Oleh karena itu perlunya desain pasar yang memenuhi standart keamanan dan kebersihan pasar. Selain itu perlu memperhatikan aspek keberlangsungan pada tapak dan bangunan yang akan dibangun. Sehingga pemilihan konsep pasar sehat dan pendekatan sustainbility architecture menjadi solusi untuk menciptakan pasar yang menciptakan pasar yang bersih, nyaman, aman ,dan sehat namun tetap memperhatikan keberlangsungan bangunan maupun lingkungan. Perancangan tersebut dibuat dengan menggunakan metode desain fungsionalis yang lebih mengedepankan fungsi bangunan. Dari pembahasan tersebut menghasilkan suatu kriteria dalam mendesain bangunan pasar berkonsep pasar sehat yang sustainable.
ICT BASED PLANETARIUM WITH EDUTAINMENT APPROACH IN MALANG CITY Febryanti, Berliana
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang, with an area of 145.28 km² and the motto "Tri Bina Cita," has significant potential as a center for education, industry, and tourism. One promising innovation for developing the tourism sector is the creation of an edutainment-based planetarium. This planetarium would integrate advanced technology to offer an interactive and educational experience, particularly in support of STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) education. Kedungkandang, with its growing accessibility and infrastructure, is considered a strategic location for this planetarium. This design proposal examines the potential for a planetarium in Malang, focusing on the concept of educational tourism and technology. By applying a rationalism paradigm with a precedent study method, an analysis is conducted to establish a suitable design foundation (Rules of Assembly). The design results show that applying a rationalist approach to architectural design, combined with the concept of edutainment, can enhance the learning experience and become a modern tourist attraction. This design also has the potential to support local economic growth through education-based tourism development in Kedungkandang.
Konsep Keselamatan Kebakaran pada Pasar Kosambi Kota Bandung Haqinain, Ahmad Fatih; Sufianto, Heru
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kebakaran pada bangunan pasar dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar dan menjadi salah satu musibah berdampak di sektor ekonomi nasional jika tidak diantisipasi dengan baik. Hal ini telah terjadi pada Pasar Kosambi Bandung di tahun 2019. Studi ini bertujuan menelaah kembali akan kelaikan sistim proteksi kebakaran pada pasar Kosambi dengan melihat kesesuaian/kepatuhan keberadaan Sistem proteksi kebakaran terhadap peraturan dan Standard Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku Observasi lapangan dilakukan dengan melihat aspek kelengkapan tapak, keberadaan fasilitas evakuasi penghuni, keberadaan perangkat proteksi aktif dan pasif gedung. Hasil mengindikasikan bahwa keberadaan sistem proteksi kebakaran pada bangunan perlu dilakukan peningkatan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Kata kunci: Sistem Proteksi Kebakaran, Bangunan Pasar   ABSTRACT   Fire in market buildings can cause enormous losses and become one of the disasters that have an impact on the national economic sector if not anticipated properly. This has happened at the Kosambi Market in Bandung in 2019. This study aims to re-examine the feasibility of the fire protection system at the Kosambi market by looking at the suitability/compliance of the existence of the fire protection system to the applicable regulations and Indonesian National Standards (SNI). Field observations were carried out by looking at aspects of the completeness of the site, the existence of occupant evacuation facilities, the existence of active and passive building protection devices. The results indicate that the existence of a fire protection system in buildings needs to be improved both in terms of quantity and quality. Keywords: Fire Protection System, Market Building
Optimalisasi Tata Ruang pada Revitalisasi Pasar Rakyat Bululawang Wijayanti, Shinta; Mustikawati, Triandriani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Rakyat Bululawang merupakan pasar tradisional yang berfungsi sebagai pusat perdagangan skala kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejak revitalisasi pada bagian timur pasar pada tahun 2018, terjadi kesenjangan kondisi antara area timur yang lebih modern dan area barat yang belum diperbaharui, sehingga menyebabkan penurunan jumlah pengunjung di area barat. Kajian ini bertujuan merancang menghasilkan desain revitalisasi area barat Pasar Bululawang dengan mengacu pada SNI 8152 Tahun 2021 Tentang Pasar Rakyat. Hasil observasi awal mengungkap permasalahan desain yang utama, yaitu ketidakteraturan zonasi dagang dan sirkulasi pasar serta dan ketidak lengkapan fasilitas pasar. Hasil desain mencakup penataan zonasi dagang yang lebih teratur, sirkulasi yang terpadu dan memenuhi standar, serta penambahan fasilitas modern seperti gedung parkir, utilitas air bersih, dan sistem keamanan. Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Pasar Bululawang sebagai pasar tradisional yang modern dan fungsional, sekaligus menjawab kebutuhan arsitektural dan sosial penggunanya. Kata kunci: revitalisasi, pasar rakyat, zonasi, sirkulasi
Redesain Gedung D Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden  Dengan Implementasi Standar Keamanan Bangunan Gedung Fungsi Khusus Zhafira, Hana Anisah; Ramdlani, Subhan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung D Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden (Mako Paspampres) merupakan Bangunan Gedung Negara (BGN) berjenis fasilitas pertahanan dan keamanan nasional yang terklasifikasi okupansi sebagai Bangunan Gedung Fungsi Khusus (BGFK). Pasca demolisi bangunan lama Gedung D Mako Paspampres dalam rangka peremajaan struktural dan fungsional gedung tersebut, terkait statusnya sebagai BGFK instalasi hankam, pembangunan kembali gedung ini wajib memenuhi standar teknis keamanan BGFK terbaru sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan desain Gedung D Markas Komando Paspampres di Kota Jakarta Pusat dengan implementasi kriteria Standar Teknis Keamanan BGFK dalam rangka memenuhi ketentuan hukum bangunan tersebut sebagai Gedung Fungsi Khusus berjenis instalasi hankam nasional. Metode desain yang digunakan adalah pragmatisme dengan tahapan eksplorasi alternatif model bangunan berdasarkan input design problem terkait kriteria Building Security Design, analisis tapak, dan analisis kebutuhan pengguna yaitu Presiden, Wakil Presidenan, Staf Paspampres. dan umum. Hasil eksplorasi tersebut kemudian menghasilkan kriteria perancangan tapak, selubung, interior, dan struktur serta utilitas gedung yang memenuhi standar mitigasi keamanan facility hardening, access control, dan surveillance yang sesuai dengan regulasi stakeholder tentang standar keamanan BGFK terkait protokol pengamanan presiden dengan mengadopsi strategi kontrol akses berlapis, desain tahan ledakan, serta integrasi berbagai sistem keamanan digital.
Rekonstruksi Ingatan Kolektif pada Umah Pitu Ruang Reje Baluntara di Desa Toweren Kabupaten Aceh Tengah Gayo, Salsabila; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Gayo merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia yang memiliki peninggalan budaya dan ciri khas yang beragam, salah satunya yang masih tersisa saat ini adalah Umah Pitu Ruang, tepatnya Umah Pitu Ruang Reje Baluntara yang berada di Desa Toweren Kabupaten Aceh Tengah. Saat ini, rumah berusia ratusan tahun tersebut sudah dijadikan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah setempat. Rumah ini dulunya dihuni oleh keluarga dari Reje Bukit hingga generasi keempat. Untuk memperoleh informasi mengenai Umah Pitu Ruang Reje Baluntara ini, diperlukan ingatan kolektif atau collective memory, untuk merecall kembali ingatan pada masa lalu melalui narasumber atau key-person yang pernah tinggal di rumah tersebut. Oleh karena itu, metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi literatur. Adapun tujuan akhir pada penelitian ini adalah menghasilkan suatu temuan atau konsep yang berkaitan dengan ingatan kolektif dari Umah Pitu Ruang Reje Baluntara serta hubungan kekerabatan dan keterkaitannya dengan beberapa keluarga yang tinggal di dalam satu rumah tersebut. Kata kunci: ingatan kolektif, umah pitu ruang, suku gayo, hubungan kekerabatan