cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
PERANCANGAN TAMAN MANGROVE DI MULYOREJO SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Nugraha, Yosia Kristya; Dr. Ar. Bayu Arief Firsandy, ST., M.Sc., IAI.
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akaraya Mangrove Utopia is an architectural tourism park design responding to the issue of illegal fishpond land conversion and the lack of educational recreation facilities in East Surabaya’s coastal area. The design integrates recreational, educational, and conservation functions within an environmentally responsible approach. It adopts the Sustainable Sites Initiative (SITES) principles and architectural precedents of eco-parks and lodging, emphasizing carbon reduction, ecological resilience, and psychological well-being. Elevated structures, wooden deck pathways, and sustainable utilities are applied to minimize land disturbance. With a range of facilities including water attractions, education centers, glamping, and social spaces, Akaraya aims to become an architectural bridge between recreation, conservation, and coastal regeneration. Keywords: Mangrove, Tourism Park, Educational Tourism, Sustainable Architecture
Perancangan Shopping Mall berbasis Sustainable Architecture di Kabupaten Kuningan Rianto, Kevin Atthariq; Haripradianto, Tito
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Meskipun mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan, Kabupaten Kuningan hingga kini belum memiliki pusat perbelanjaan modern atau shopping mall. Kondisi tersebut menyebabkan ketergantungan masyarakat terhadap kota-kota di sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dan gaya hidup. Di sisi lain, pembangunan pusat perbelanjaan tanpa perencanaan yang berkelanjutan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti peningkatan emisi karbon dan degradasi ruang terbuka hijau. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang pusat perbelanjaan modern dengan pendekatan Sustainable Architecture. Metode yang digunakan meliputi studi preseden terhadap The Edge Amsterdam dan The Grand Outlet Karawang, dengan acuan pada kerangka RIBA Sustainable Outcomes. Temuan dari studi tersebut diterapkan dalam konsep perancangan yang menitikberatkan pada efisiensi energi, konservasi air, pelestarian vegetasi lokal, serta integrasi sosial dan ekonomi masyarakat. Hasil perancangan diharapkan dapat memberikan solusi yang komprehensif dan kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dan sosial. Kata kunci: Pusat Perbelanjaan, Shopping Mall, Sustainable Architecture   ABSTRACT Despite experiencing significant population growth, Kuningan Regency in West Java still lacks a modern shopping center or a mall. As a result, the local community remains dependent on surrounding cities to meet their consumption and lifestyle needs. However, the unplanned development of shopping centers carries the risk of negative environmental impacts, such as increased carbon emissions and the degradation of green open spaces. In response to these challenges, this study aims to design a modern shopping center using a sustainable architectural approach. The methodology involves precedent studies of The Edge in Amsterdam and The Grand Outlet in Karawang, guided by the RIBA Sustainable Outcomes framework. Insights from these precedents are applied to a design concept that emphasizes energy efficiency, water conservation, preservation of local vegetation, and social and economic integration. The proposed design is expected to offer a comprehensive and contextually appropriate solution that addresses local needs while aligning with the principles of environmental and social sustainability. Keywords: Modern Shopping Center, Shopping Mall, Sustainable Architecture
Perancangan Rental Office dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kota Surabaya Leifyansyah, Fadhilah Muhammad; Haripradianto, Tito
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Surabaya mengalami pertumbuhan dalam kebutuhan ruang kerja karena meningkatnya kegiatan ekonomi kota serta pemulihan dunia kerja pasca pandemi. Tingkat persaingan kerja yang tinggi menimbulkan kejenuhan dan stres di kalangan pekerja, sehingga mendorong kebutuhan akan ruang kerja yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung kesehatan dan kesejahteraan penggunanya. Dengan metode perancangan studi preseden dan pendekatan desain biofilik, kriteria desain didapat dari analisis  pola-pola desain biofilik pada sebuah preseden yang sesuai dengan fungsi dan tujuan perancangan. Hasil Perancangan menunjukan bahwa integrasi konsep arsitektur biofilik ke dalam sebuah ruang kerja dapat memberikan manfaat secara kenyamanan dan kesehatan kesejahteraan bagi pekerjanya. Dengan pertimbangan akan desain flexible office yang memberikan ruang-ruang kerja sesuai kebutuhan penyewa seperti co-working space, shared office, dan private office. Hasil perancangan diharapkan dapat tercipta gedung perkantoran sewa yang adaptif terhadap kebutuhan kerja modern, kompetitif di pasar properti, dan memberikan ruang kerja yang nyaman dan sehat melalui desain biofilik. Kata kunci: kantor sewa, desain biofilik, ruang kerja ABSTRACT Surabaya is experiencing growth in the demand for workspaces due to increasing economic activity and the recovery of the professional sector in the post-pandemic era. The high level of job competition has led to fatigue and stress among workers, thereby creating the need for workspaces that are not only functional but also support the health and well-being of their users. Through a precedent study method and a biophilic design approach, design criteria were derived from the analysis of biophilic design patterns observed in precedents aligned with the function and objectives of this project. The design outcome demonstrates that integrating biophilic architectural concepts into workspaces can offer significant benefits in terms of comfort and well-being for employees. Consideration is also given to flexible office design, which provides adaptable workspace options according to tenants’ needs, such as co-working spaces, shared offices, and private offices. The final design aspires to deliver a rental office building that is responsive to modern working demands, competitive in the property market, and capable of offering a healthy and comfortable working environment through biophilic design. Keywords: rental office, biophilic design, workspace
PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI DAN EDUKASI TERUMBU KARANG DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE DI KOTA DENPASAR Putra, Gede Yudisswara; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perluasan kawasan konservasi perairan yang dilakukan oleh Bappenas hingga tahun 2030, menjadi inisiasi yang baik bagi ekosistem terumbu karang di Indonesia karena tidak seluruh luas ekosistem terumbu karang termasuk ke dalam kawasan konservasi perairan. Provinsi Bali menjadi salah satu kawasan dengan potensi konservasi terumbu karang yang baik dengan berada pada zona Coral Triangle dan memiliki 11 kawasan konservasi perairan. Namun, terdapat ancaman bagi terumbu karang, karena telah terjadi Global Coral Bleaching Event (GCBE) keempat serta adanya potensi pencemaran air laut akibat masyarakat Bali yang masih sering membuang sampah ke sungai. Pusat konservasi dan edukasi terumbu karang dipilih sebagai objek perancangan untuk menjadi wadah upaya konservasi sekaligus penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat terkait terumbu karang dan pencemaran air di Bali. Perancangan ini menggunakan metode desain pragmatisme dengan eksplorasi model untuk menyelesaikan permasalahan desain yang berkaitan dengan fungsi bangunan, calon pengguna, dan tapak yang menerapkan prinsip arsitektur berkelanjutan oleh Royal Institute of British Architects (RIBA). Hasil perancangan desain menunjukkan bahwa bangunan ini mampu untuk menjawab keseluruhan permasalahan desain dengan penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan serta dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang fungsi konservasi dan edukasi terumbu karang, baik pada ruang dalam maupun ruang luar.   Kata kunci: Pusat konservasi dan edukasi terumbu karang, arsitektur berkelanjutan, pragmatisme, Kota Denpasar
Adaptasi Ruang Sakral Komunitas Hindu-Jawa: Studi Akulturasi Budaya di Dusun Jamuran Kabupaten Malang Rohman, Syifa Syahrani Aditya; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah permukiman Hindu lokal terpencil yang sarat akan praktik budaya Jawa di Jawa Timur, Dusun Jamuran, merupakan ruang praktik budaya atraktif karena transformasi kepercayaan bersinggungan dengan ekspresi ruang sakral. Penafsiran ulang komunitas Hindu-Jawa Dusun Jamuran terhadap tantangan marginalisasi ajaran Hindu Dharma ditelaah untuk mengidentifikasi proses produksi ruang sakral yang dihasilkan dari fenomena akulturasi budaya. Fenomena akulturasi menghasilkan bentuk arsitektur sakral yang merepresentasikan proses negosiasi identitas, keyakinan, dan tradisi sebagai elemen fundamental dalam religiusitas mereka. Pendekatan etnografi konstruktivis kualitatif berbasis penelitian lapangan digunakan untuk menangkap perspektif emik melalui observasi partisipatif dan wawancara. Analisis tematik dilakukan dengan teknik pengkodean induktif untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait adaptasi spasial, hibriditas budaya, dan transformasi bentuk sakral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur sakral Dusun Jamuran bermanifestasi sebagai ekspresi hibrida elemen fisik simbolis yang mempertemukan unsur budaya Hindu dengan Jawa. Ruang sakral yang menjadi bagian permukiman komunitas Hindu-lokal merupakan ruang simbolik yang performatif dalam dialektika budaya. Identifikasi terhadap akulturasi budaya ternyata dapat menemukan fenomena adaptasi terhadap bentuk dan makna ruang sakral yang disebabkan implementasi konsep Desa Kala Patra sebagai landasan negosiasi antara komunitas Hindu-Jawa dengan ajaran Hindu Dharma.   Kata kunci: Akulturasi Budaya, Adaptasi Ruang, Arsitektur Sakral, Etnografi
Memori Ruang Spasial: Rekonstruksi Visual Elemen Permukiman Tari Kolot Kasepuhan Ciptarasa (1984 – 2000) Al Jundi, Ulil Albab Abdullah; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada upaya rekonstruksi elemen-elemen utama permukiman adat tari kolot Kasepuhan Ciptarasa (1984–2000), sebagai bagian dari strategi pelestarian memori kolektif masyarakat adat Pancer-Pangawinan. Melalui pendekatan kualitatif dengan paradigma partisipatoris, data etnografis dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kontekstual, kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk visual spasial. Rekonstruksi ini tidak hanya menghasilkan arsip bentuk arsitektur historis, tetapi juga mengartikulasikan relasi kompleks antara konfigurasi fisik, struktur kosmologis budaya, dan sistem kepercayaan lokal. Proses validasi dilakukan secara intensif oleh para sesepuh dan pemangku adat, yang memperkuat legitimasi serta otentisitas representasi visual yang dihasilkan. Temuan menunjukkan bahwa struktur spasial dalam konteks adat merupakan hasil dari interaksi simbolik antara manusia, lanskap ekologis, dan sistem pengetahuan spiritual. Studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metodologi konservasi permukiman adat berbasis ingatan kolektif dan keterlibatan aktif komunitas lokal. Kata kunci: rekonstruksi visual, permukiman adat, memori kolektif, Kasepuhan Ciptarasa, pelestarian budaya
Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan Fungsi Edukasi melalui Pendekatan Arsitektur Ikonik Di Kabupaten Malang Dhuha Ihsan Amru, Naufal; Firsandy, Bayu Arief
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan jumlah timbulan sampah di Kabupaten Malang menuntut adanya solusi pengelolaan yang berkelanjutan dan inovatif. Di sisi lain, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah memerlukan fasilitas edukasi yang informatif dan mudah diakses. Tugas Akhir ini bertujuan merancang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terintegrasi dengan fungsi edukasi melalui pendekatan arsitektur ikonik, sehingga dapat menjadi landmark sekaligus pusat pembelajaran bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah rasionalisme melalui studi preseden. Hasil perancangan menghasilkan desain PLTSa yang bersifat multifungsi, di mana ruang-ruang yang ada dimodifikasi sehingga dapat sekaligus digunakan sebagai media edukasi. Konsep arsitektur ikonik ditunjukkan melalui dua sisi, yaitu dengan hadirnya fungsi edukasi dan tampilan bangunan yang menerapkan konteks lokal Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Singosari. Dengan demikian, rancangan ini diharapkan mampu menjadi solusi fasilitas pengolahan sampah yang berkelanjutan, sarana edukasi, serta ikon bagi Kabupaten Malang. Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Edukasi, Arsitektur Ikonik, Rasionalisme   ABSTRACT The increasing amount of waste generation in Malang Regency demands a sustainable and innovative management solution. On the other hand, the low public awareness of waste management requires informative and easily accessible educational facilities. This Final Project aims to design a Waste-to-Energy (WtE) Plant that is integrated with educational functions through an iconic architectural approach, so that it can become a landmark as well as a learning center for the community. The method used is rationalism through precedent studies. The design results produce a multifunctional WtE Plant design, where the existing spaces are modified so that they can also be used as educational media. The iconic architectural concept is shown through two sides, namely the presence of an educational function and the appearance of the building that applies the local context of Malang Regency, especially Singosari District. Thus, this design is expected to be a solution for sustainable waste processing facilities, educational facilities, and icons for Malang Regency. Keywords: Waste-to-Energy Plant, Education, Iconic Architecture, Rationalism
Konsep Nodes of Activity dalam Mewujudkan Place pada Ruang Berkumpul Mahasiswa di Kota Malang Kusnadi, Micko
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kedatangan mahasiswa dalam jumlah besar berdampak pada perkembangan ruang Kota Malang menyebabkan fasilitas tersebar yang bertolak belakang dengan gaya hidup mahasiswa yang efisien. Hal ini memunculkan gagasan desain Ruang Berkumpul Mahasiswa dengan pendekatan placemaking yang merupakan tempat berkumpul mahasiswa yang bersifat one stop activity yang dapat mengakomodasi berbagai kegiatan aktivitas mahasiswa di dalamnya. Melalui observasi empirik di lapangan, menghasilkan empat konsep utama yaitu nodes of activity, grouping interaction settings, spatial experience, dan connectivity. Keempat konsep ini diaplikasikan pada ruang berkumpul mahasiswa berupa kombinasi antara bangunan dan ruang luar yang saling terhubung oleh sebuah jalur sirkulasi pejalan kaki. Setiap jenis aktivitas memiliki zona yang berbeda-beda dengan suasana ruang yang bervariasi dan pengaturan interaksi tertentu yang saling terhubung satu sama lain. Melalui desain ini, diharapkan Ruang Berkumpul Mahasiswa menjadi ruang publik yang hidup dan meningkatkan kualitas hidup mahasiswa.   Kata kunci: ruang berkumpul mahasiswa, placemaking, nodes of activity   ABSTRACT   The arrival of a large number of students has significantly impacted the urban development of Malang, leading to scattered facilities that contradict the efficient lifestyle students seek. This situation gave rise to the idea of designing a Student Gathering Place using a placemaking approach, envisioned as a one-stop activity hub capable of accommodating various student activities. Empirical observations in the field resulted in four main concepts: nodes of activity, grouping interaction settings, spatial experience, and connectivity. These four concepts are applied to the Student Gathering Place through a combination of interconnected buildings and outdoor areas, linked by a dedicated pedestrian circulation path. Each type of activity is assigned to distinct zones, offering varied spatial atmospheres and specific interaction settings that are seamlessly integrated. This design aims to transform the Student Gathering Place into a vibrant public area that enhances the overall quality of student life.   Keywords: student gathering place, placemaking, nodes of activity
Eksplorasi Spasial sebagai Konsep Desain Pereduksi Stres Mahasiswa pada Ruang Terbuka Publik Khen, Jeremy; Mustikawati, Triandriani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres menjadi salah satu penghambat mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun non-akademik, karena hal ini memberi tekanan yang berpengaruh terhadap ketidakteraturan pola hidup dan aktivitas. Maka dari itu, mahasiswa memerlukan ruang untuk melakukan aktivitas yang mereduksi stres sesuai pada tiga teori, yaitu Stress Reduction Theory, Self-determination Theory, dan Attention Restoration Theory. Aktivitas yang diwadahi di antaranya adalah merenung dan menenangkan diri secara individu, berinteraksi dengan sesama mahasiswa, atau bahkan mengembangkan minat bakat pada dirinya sehingga mahasiswa dapat mencapai kondisi well-being. Hal ini dapat diwujudkan dengan adanya sebuah konsep yang mampu menaungi beragam fungsi dan sifat ruang yang mewadahi berbagai aktivitas pereduksi stres dengan cara unik dan menyenangkan, yaitu melalui konsep desain spatial explorative. Konsep desain ini dirancang untuk memberi pengalaman perjalanan ragam ruang bagi mahasiswa, dan diimplementasikan di Kota Malang sebagai kota padat mahasiswa. Konsep ini diperoleh melalui observasi empirik yang dilakukan terhadap objek-objek padat mahasiswa di Kota Malang. Dari observasi tersebut, ditemukan bahwa diperlukannya lingkungan bebas stres yang memiliki variabilitas ruang dan aktivitas, fleksibilitas ruang dalam, wadah aktivitas produktif, dan familiaritas lingkungan.  Konsep desain ini dikembangkan sebagai ruang terbuka publik berupa student odyssey park di kawasan Tlogomas dengan variasi leveling kontur dan kedekatan dengan elemen alami, melalui tujuh zona eksplorasi: welcome, interact, gather, eat, play, create, dan happy. Kata kunci: mahasiswa, well-being, ruang terbuka publik, eksplorasi spasial   Stress is one of the main factor hindering students from developing both academically and non-academically, as it imposes pressure that disrupts their daily routines and activities. Therefore, students need a space that supports stress-reducing activities based on three theories: Stress Reduction Theory, Self-determination Theory, and Attention Restoration Theory. These activities include individual reflection and calming, social interaction with fellow students, and the development of personal interests and talents to achieve a state of well-being. This necessity can be addressed through a concept that accommodates diverse spatial functions and characteristics designed to facilitate stress-reducing activities in unique and enjoyable ways, which later called “spatial explorative” design concept. This design approach is intended to provide students with an experiential journey through various spaces and is implemented in Malang City, known for its high student population. The concept was derived through empirical observation of student-dense areas in Malang. The findings highlight the need for a stress-free environment that features spatial and activity variability, interior space flexibility, productive activity zones, and environmental familiarity. The design concept is further developed into a public open space called the “student odyssey park” located in the Tlogomas area. It integrates contour level variations and proximity to natural elements and consists of seven exploration zones: welcome, interact, gather, eat, play, create, and happy. Keywords: college students, well-being, public open space, spatial exploration
Arsitektur Kontekstual pada Perancangan Wellness Retreat Center di Buleleng, Bali Ni Putu Vania Nirwasita
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Destinasi wisata berbasis wellness tourism dirancang sebagai objek tugas akhir ini sebagai respon atas ketimpangan distribusi pariwisata di Bali. Pertumbuhan pariwisata seperti ini cenderung terkonsentrasi di wilayah dengan konsentrasi turis tinggi seperti di daerah Selatan seperti Kuta, Seminyak, dan Uluwatu. Kondisi ini menyebabkan wilayah Bali Utara, khususnya Buleleng, belum berkembang optimal sebagai tujuan wisata alternatif meskipun memiliki banyak potensi alam dan budaya yang kuat. Melalui pendekatan kontekstual, perancangan ini didesain untuk membawa nilai-nilai filosofis Bali yang dibawa pada konsep tapak, spasial bangunan, sampai kepada desain interior untuk menciptakan ruang penyembuhan yang harmonis dengan lingkungan. Pusat wellness retreat center dirancang sebagai upaya untuk melestarikan konsep slow tourism di Bali Utara,  dengan harapan hasil desain mampu menjawab kebutuhan akan destinasi wellness yang tidak hanya fungsional dan estetis, namun juga mendukung pemerataan pembangunan wisata di Bali Utara. Dirancang pada sepetak tanah seluas 13.000 m2 di kota Singaraja, Kabupaten Buleleng. Area rancangan wellness retreat ini memiliki dua fungsi utama, yakni fungsi perawatan dan fungsi kebugaran, sementara itu fungsi pendukungnya antara lain fungsi restoran dan fungsi penginapan. Setiap fungsi memiliki areanya masing-masing yang disusun sedemikian rupa mengikuti nilai lokal budaya yang masih dianut masyarakat setempat untuk menghormati lokasi objek didirikan. Kata kunci: wellness retreat, arsitektur kontekstual, Bali Utara ABSTRACT A wellness tourism destination was chosen as the focus of this final project to adress the unequeal distribution of tourism in Bali. Currently, tourism growth is heavily concentrated in high-traffic areas in the South such as Kuta, Seminyak, or Uluwatu. This has left North Bali, particularly Buleleng, underdeveloped as an alternative tourist destination despite its rich natural and cultural potention. Using a contextual approach, the design intigrates Balinese philosopical values into the site, building spatial layout, and interior design to create a healing space that is in harmony with its environment. This wellness retreat center is intended to preserve the concept of slow tourism in North Bali. The design is expected to not only be functional and aesthetic but also to support the equitable development of tourism in the region. This wellness retreat center is designed on a 13.000 m2 plot of land in the city of Singaraja, Buleleng. It has two main functions: treatment and fitness, with supporting functions including a restaurant and accomodation. Each functions has its own area, arranged to reflect the local cultural values that is still practiced by the community, in a respectful nod to the site’s location Keyword: wellness retreat, contextual architecture, North Bali