cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Jember Prissilia Dwicitta Meykalinda; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.327 KB)

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap karakter visual setiap elemen pembentuk bangunan Stasiun Jember. Studi ini dilakukan karena tampilan visual pada Stasiun Jember mencitrakan karakter arsitektur Kolonial yang menonjol pada koridor Jalan Wijaya Kusuma. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk melakukan deskripsi mengenai elemen pembentuk bangunan serta komposisi visual bangunan, agar dapat diketahui bagaimana karakter visualnya. Bangunan Stasiun Jember secara visual menekankan pada bentuk massa yang memanjang, sehingga didominasi oleh komposisi bidang-bidang horizontal. Dominasi tersebut diseimbangkan dengan adanya komposisi bidang vertikal, lengkung, dan diagonal yang terdapat pada elemen pintu, jendela, dan dinding gevel. Fasade bangunan menampilkan elemen kayu asli Kolonial melalui bidang-bidang bukaan dan kolom dengan bentuk yang sederhana dan minim penggunaan ornamen.Kata kunci: Karakter visual, fasade, ruang dalam, bangunan Kolonial
Ruang Dalam Rumah Tinggal Lansia Di Kota Malang dengan Pendekatan Kemunduran Motorik Studi Kasus Nyeri Lutut dan Nyeri Punggung Bawah Dinda Trikata Sirnani; Rinawati P Handajani; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.566 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang akan didaulat menjadi kota ramah lansia pada tahun 2030. Salah satu indikator menjadi kota ramah lansia adalah terdapatnya perumahan khusus lansia yang setiap unit ruang dalam rumah tinggalnya didesain untuk memenuhi kebutuhan lansia yang mengalami kemunduran diberbagai aspek baik fisik maupun psikis. Salah satu kemunduran fisik yang dominan dirasakan oleh lansia adalah nyeri. Nyeri merupakan pengalaman subjektif yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia saat beraktivitas dalam ruang dalam rumah tinggal . Titik nyeri yang dirasakan oleh lansia cukup beragam, akan tetapi nyeri lutut akibat oastritis lutut dan nyeri punggung bawah merupakan kedua titik nyeri yang paling sering dirasakan oleh lansia. Oleh karena itu perlu dikaji lebih jauh terkait dengan hubungan nyeri terhadap aktivitas lansia di dalam ruang dalam sehingga dapat diketahui rekomendasi ruang dalam rumah tinggal yang sesuai dengan kebutuhan lansia. Pengamatan aktivitas akan mengambil sampel beberapa lansia yang menderita nyeri lutut akibat oastritis lutut dan nyeri panggung bawah dan kemudian akan dilakukan observasi saat lansia tersebut melakukan aktivitas sehingga dapat diketahui kesulitan apa yang dialami lansia dan rekomendasi apa yang bisa diberikan. Rekomendasi tersebut meliputi perabot kamar tidur, perabot kloset, perabot ruang makan, perabot menyimpan barang, dan perabot dapur.Kata kunci: lansia, ruang dalam, aktivitas, nyeri lutut dan nyeri punggung bawah
Proporsi Bentuk Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar Di Blitar Jawa Timur Nurul Hidayah; Noviani Suryasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.726 KB)

Abstract

Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar adalah candi yang besar yang berada di Blitar. Candi ini merupakan warisan budaya masa lalu yang melambangkan keluhuran budaya masyarakat nenek moyang kita. Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar memiliki bentuk arsitektur yang dikelompokkan dalam langgam Jawa Timur dan memiliki bagian yang lengkap, maka perlu adanya perlakuan khusus terhadap candi ini dan diketahui bagaimana estetika proporsinya. Dengan bentuk yang khas, Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar ini memiliki beberapa transformasi bentuk yang perlu dianalisis serta ukuran yang perlu dikaji. Dalam kajian proporsi ini dilakukan dengan mengukur bagian pada setiap elemen candi yang hasilnya nanti berupa perbandingan setiap bagian serta elemen Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar tersebut. Pada tampak depan, samping dan belakang candi teknik proporsi yang digunakan adalah teknik dari aturan Manasara-Silpasastra dan tampak atas bangunan menggunakan aturan proporsi dari Parmono Atmadi.Kata kunci: proporsi, Candi Angka Tahun, Candi Sawentar
Sumbu Pola Ruang Dalam Rumah Tinggal Di Kawasan Pecinan Kota Batu Maharani Puspitasari; Antariksa Antariksa; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.932 KB)

Abstract

Kawasan Pecinan yang hampir terdapat pada semua kota di Indonesia memiliki fungsi sebagai kawasan perdagangan dan permukiman. Salah satu kota yang memiliki Kawasan Pecinan adalah Kota Batu. Sebagian bangunan pada kawasan ini merupakan peninggalan Kolonial Belanda dan sebagian bangunannya merupakan rumah yang dibangun oleh orang Tionghoa pada masa Kolonial Belanda. Bangunan rumah Kolonial dan rumah Tionghoa memiliki prinsip dan elemen pembentuk ruang yang sama yaitu sumbu pola ruang dalam. Tujuan studi ini mendeskripsikan dan menggambarkan sumbu pola ruang dalam rumah tinggal di Kawasan Pecinan Kota Batu. Studi dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan hasil studi yang menunjukkan adanya sumbu pola ruang dalam yang mempengaruhi pola ruang dalam bangunan. Sumbu pola ruang dalam memiliki keterkaitan dengan beberapa aspek pola ruang dalam seperti orientasi bangunan, fungsi ruang, organisasi ruang, zonasi ruang dan sirkulasi.Kata Kunci: sumbu pola ruang dalam, pola ruang, rumah tinggal, Kawasan Pecinan
Evaluasi Desain Asrama Siswa dalam Aspek Kenyamanan Termal pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur Fenesa Fidi Kirani; Wulan Astrini; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.683 KB)

Abstract

Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur merupakansekolah negeri yang memiliki fokus peminatan pada bidang olah raga. Sebelum dansetelah melakukan aktivitas sekolah dan olahraga, siswa menghabiskan waktunyauntuk beristirahat di dalam asrama. Asrama siswa seharusnya nyaman secara termalagar siswa tetap sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Permasalahan utamaasrama adalah pada orientasi bangunan yang belum menyesuaikan dengan kondisiiklim tropis lembab, sehingga berdampak terhadap kenyamanan termal ruang kamarasrama. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengukuran langsungterhadap temperatur, kelembaban, dan kecepatan aliran udara pada sampel kamarterpilih. Pembagian kuesioner dilakukan untuk mengetahui sensasi termal, tingkatkepuasan, aktivitas, pakaian yang digunakan, dan perlakuan siswa terhadap jendela,ventilasi, serta pembayang matahari internal. Hasil dari penelitian menunjukkanbahwa kenyamanan termal pada asrama siswa belum tercapai. Rekomendasi desainyang diberikan yaitu dengan mengganti seluruh bukaan pada asrama sesuai denganstandar SNI, yaitu tipe bukaan yang telah digunakan pada lantai 1 asrama putri.Pembayang matahari eksternal dengan sudut 450 sepanjang 0,8 m diterapkan untukmelindungi bukaan dan dinding dari paparan radiasi matahari langsung dari sisi timurdan barat. Desain bangunan hasil rekomendasi dibandingkan dengan bangunaneksisting melalui simulasi digital, hasilnya menunjukkan terjadi penurunan temperatursebesar 0,2 0C hingga 2,2 0C.Kata kunci: Kenyaman termal, Iklim tropis lembab, Asrama siswa
Geometri Ornamen pada Fasad Rumah Tinggal Betawi Pinggir (Studi Kasus: Bale Kambang Condet) Farah Ahlamia Wardi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.563 KB)

Abstract

Arsitektur merupakan unsur peralatan hidup budaya salah satunya rumah adat, sedangkan ornamen merupakan bagian identitas dari rumah adat tersebut. Bagian ornamen fasad berperan menarik perhatian pengamat luar sebagai variasi muka antar lokasi dan setiap bentuk visual ornamen dipastikan memiliki aturan geometri yang bertindak didalamnya. Suku Betawi semakin luar semakin kental, sebaliknya semakin inti ke dalam semakin kekotaan dan hilang ketradisionalannya maka dari itu pemilihan studi kasus kampung di Betawi pinggir berdasarkan lokasi yang masih kental terhadap Betawi, dan masih terdapatnya ornamen hias pada beberapa rumah asli tradisional Betawi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menguraikan unsur pembentuk ornamen pada fasad bangunan arsitektur Betawi pinggir. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan pengambilan sample dengan metode purposive sampling yaitu sample penelitian diambil berdasarkan kriteria tertentu. Hasil pengamatan menunjukan terdapat beberapa kelompok ornamen pada rumah Betawi pinggir diantaranya yaitu Ornamen gigi balang, Ornamen banji, Ornamen pucuk rebung, Ornamen geometris pintu, Ornamen kubah, Ornamen ginggang, Ornamen Sekor sulur, Ornamen flora geometris, dan Ornamen Tapak jalak. Keberagaman geometri ornamen memiliki factor penyebab diantaranya status sosial, usia pembuatan ornamen dan latar belakang pemilik rumah.Kata Kunci: Geometri, Ornamen, Rumah tinggal, Betawi Pinggir
Perancangan Hanggar Perakitan C 295 PT Dirgantara Indonesia dengan Metode Zaha Hadid Riswanda Setyo Addino; Herry Santosa; Totok Sugiarto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.651 KB)

Abstract

PT Dirgantara Indonesia saat ini sedang berupaya bangkit kembali dengan memperbaiki berbagai sistem manajemen. Namun perbaikan terhadap infrastruktur yang dimiliki masih sangat minim. Infrastruktur bangunan sendiri juga dapat menjadi sarana rebranding PT DI kepada masyarakat Indonesia dan pasar. BMW Central Building di Leipzig karya Zaha Hadid merupakan salah satu bangunan industri yang berhasil mamadukan antara kantor dengan proses produksi. Kombinasi yang sama juga dibutuhkan oleh hanggar perakitan pesawat terbang untuk fungsional maupun estetika. Saat ini PT DI memiliki rencana untuk menata ulang proses perakitan, termasuk C 295 ke tempat yang baru. Akan dikaji bagaimana perancangan hanggar mengikuti metode Zaha Hadid dengan tetap memperhatikan kebutuhan spesifik dari hanggar perakitan pesawat terbang. Perancangan dengan metode Zaha Hadid seperti halnya yang dilakukan pada perancangan BMW Central Building yang mengombinasikan kantor dengan ruang produksi namun sesuai pada obyek hanggar perakitan C 295. Pada akhir studi didapati bahwa dengan metode Zaha Hadid dapat digunakan sebagai cara merancang. Melalui penerapan muncul sebuah bentuk asimetris dengan tatanan ruang yaitu fungsi kantor berada di sisi serta tengah bangunan dan bentuk bangunan yang menggambarkan tema kedirgantaraan melalui tekstur material dan bentuk atapnya.Kata Kunci: Hanggar perakitan, Perancangan bentuk dan ruang, Metode Zaha Hadid
Fasilitas Rumah Bina Diri pada SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Lawang-Malang Fani Arif Dianti; Rinawati P Handajani; Triandi Laksmiwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.987 KB)

Abstract

Anak tunagrahita merupakan salah satu anak dengan kekurangan kemampuan dalam hal kecerdasannya atau memiliki IQ yang dibawah rata-rata anak pada umumnya. Penanganan dengan pembelajaran dan pelatihan yang tepat sejak dini pada anak tunagrahita dapat membantu anak lebih mandiri dan tidak ketergantungan dengan orang lain. Salah satu pembelajarannya yaitu dengan melatih kemandiriannya dengan pembelajaran bina diri. Salah satu sekolah yang menyediakan fasilitas bina diri yaitu Sekolah Luar Biasa Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Lawang-Malang yang juga sebagai sekolah percontohan di Jawa Timur. Sekolah ini memerlukan pengembangan pembangunan fasilitas pembelajaran bina diri yang lebih baik, karena kondisi ruang yang sudah ada kurang optimal. Oleh karena itu dibutuhkan perancangan ruang dalam untuk memenuhi kebutuhan arsitektural ruang dalam yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas anak tunagrahita. Hasil akhir penelitian ini adalah perancangan ruang dalam fasilitas rumah diri sesuai dengan kriteria yang dihasilkan dari perilaku, aktivitas dan karakteristik anak tunagrahita ringan dan sedang. Kriteria yang perlu diperhatikan dalam perancangan tersebut adalah layout (sirkulasi, pola penataan perabot), elemen pembentuk ruang (lantai, dinding, plafon), perabot (pola, bentuk), pencahayaan dan material. Kemudian kriteria perancangan digunakan untuk perancangan fasilitas rumah bina diri di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Lawang-Malang.Kata kunci: Bina Diri, Anak Tunagrhita , SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C
Konsep Green Building pada Rumah Sakit Pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Bayu Dwi Pramata; Tito Hari Pradianto; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.402 KB)

Abstract

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merencanakan pengembangan dan penambahan bidang studi salah satunya adalah studi kedokteran. Lokasi pengembangan kampus direncanakan pada perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Batu Pengembangan Kampus II UIN Maulana Malik Ibrahim juga menambah fasilitas Rumah Sakit Pendidikan yang mengusung konsep “Green, Health, and Smart Campus”. Perancangan bangunan rumah sakit pendidikan ini menggunakan pendekatan konsep bangunan hijau. Perencanaan bangunan rumah sakit pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim mengacu pada masterplan yang telah disusun sebelumnya. Perwujudan konsep bangunan hijau rumah sakit pendidikan didasari dari Green Star healthcare v1. Pendekatan perancangan menggunakan metode deskriptif-analitik, deskriptif dijelaskan secara dedukif berupa paparan dan gambaran mengenai permasalahan dan kebutuhan pendidikan Rumah Sakit UIN Maulana Malik Ibrahim.Kajian umum mengenai konsep rumah sakit pendidikan dengan konsep green building yang telah di tentukan oleh pihak universitas menjadi penentuan rumusan masalah dalam kajian ini. Proses analitik berkaitan dengan teori perancangan rumah sakit. Perancangan bangunan rumah sakit pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim sebagai sarana pengobatan dan pembelajaran bagi masyarakat dan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim. Oleh karena itu akan diaplikasikan konsep bangunan hijau seperti: indoor environment, Transport, Water, Material, land use & ecology, EmissionsKatakunci: green building rumah sakit pendidikan
Pola Perubahan Desain Rumah Dome Pasca Bencana Gempa di Prambanan, Sleman, Yogyakarta Dandi Raviandaru Pratama; Herry Santosa; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.815 KB)

Abstract

Rumah dome adalah sebuah rumah bantuan dari pemerintah. Seiring dengan berjalannya waktu rumah dome mengalami perkembangan yang didasari oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan rumah dome dari awal terhuni pada tahun 2007 hingga sekarang. Setelah itu akan menginvestigasi penyebab terjadinya pola perubahan yang terjadi pada rumah dome dan dapat mengevaluasi apakah warga setempat berhak apabila menerima bantuan berupa rumah dome kembali. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan metode evaluatif. Terdapat tiga pola perubahan yang terjadi pada rumah dome, yaitu pola perubahan kecil, sedang, dan besar. Pola perubahan didominasi oleh perubahan sedang, yang ditandai banyak perubahan yang dilakukan dengan melakukan penambahan/perubahan bentuk dan sebagian penambahan/perubahan pada tampilan. Penelitian ini menunjukkan bahwa rumah dome ini kurang sesuai. Kekurangsesuaian rumah dome ini karena desain rumah yang awalnya sebuah bantuan dengan konsep rumah inti tumbuh ternyata tidak terwujud. Bahan material dan bentuk pada rumah dome ternyata mempersulit warga untuk mengembangkan rumah. Pada akhirnya banyak warga yang menambahkan dengan membangun bangunan sendiri diluar rumah dome.Kata kunci: Rumah Dome, Evaluasi, Pola Perubahan, Bentuk dan Tampilan

Page 16 of 148 | Total Record : 1474