cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Pemaknaan Terhadap Prinsip dan Pola Ruang pada Istana Maimoon Nindya Adhyaksa; Chairil Budiarto Amiuza; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.939 KB)

Abstract

Sebagai salah satu elemen terpenting dalam perancangan arsitektur penempatan sebuah ruang juga melalui pertimbangan tertentu yang membentuk suatu pola tata ruang. Dalam pola penataan tersebut setiap susunan ruang memiliki maksud tertentu sehingga hal tersebut dapat dibaca melalui bahasa tanda. Istana Maimoon adalah peninggalan kebudayaan melayu di kota Medan yang harus dijaga kelestariannya. Dalam tatanan pola ruangnya Istana Maimoon memiliki suatu prinsip-prinsip penataan ruang yang memiliki makna dalam setiap susunan dan penempatannya. Pemaknaan tersebut dapat diterjemahkan melalui semantik dengan beberapa aspek yakni dari segi referensi atau kode tertentu, relevansi atau tertentu, maksud atau fungsi tertentu dan ekspresi atau nilai tertentu dari setiap pola dan prinsip-prinsip ruang yang terbentuk. Melalui identifikasi terhadap aspek sepasial pada pola ruang Istana Maimoon akan mengetahui prinsip-prinsip penyusunan pola tata ruangnya, kemudian dikaji makna yang terkandung di dalamnya melalui aspek semantik. Pola dan prinsip tata ruang yang ada pada Istana Maimoon mengacu pada sebuah pola tatanan istana kerajaan pada umumnya yang memiliki makna yaitu gambaran sosok kekuasaan dan kebesaran seorang Sultan Melayu Deli pada masa kepemimpinannya dan nilai-nilai kepemimpinan yang harus dijaga baik hubungan vertikal terhadap Tuhan maupun hubungan horizontalnya kepada sesama manusia.Kata kunci: Pola ruang, Prinsip tata ruang, Semantik, Istana Maimoon
Hotel Bisnis Di Kota Malang dengan Pendekatan Tekno Ekonomi Bangunan Ardi Kurniawan; Tito Haripradianto; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.774 KB)

Abstract

Dengan semakin meningkatnya pendatang baik dibidang pariwisata, pendidikan dan ekonomi, perkembangan Kota Malang kian hari kian pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah hotel dan okupansi kamar pada data survey Badan Pusat Statistik Kota Malang tahun 2005-2014. Penambahan pembangunan hotel merupakan solusi dari terus meningkatnya jumlah hotel dan akupansi kamar tersebut. Sesuai dengan capaian data yang diperoleh, hotel bisnis bintang 4 dengan jumlah kamar 78 buah akan dirancang dengan pendekatan tekno ekonomi bangunan. Tapak bangunan seluas 12.840 m² berlokasi di jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan arteri sekunder yang menghubungkan Kota Surabaya dan Kota Malang. Pemilihan lokasi strategis karena merupakan kawasan perdagangan dan jasa. Pendekatan tekno ekonomi bangunan yang dilakukan disertakan dalam setiap aspek perancangan untuk mengoptimalkan desain sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan peluang investasi. Dengan memasukkan program ruang yang dibutuhkan, perencanaan hotel ini telah diperhitungkan dengan indikasi studi kelayakan bisnis maka diperoleh balik modal investasinya adalah selama 1,3 tahun dengan Net Present Value bernilai Rp376.498.497.203,- (NPV > 0). Selain itu nilai Profitability Index yang diperoleh sebesar 4,04 (PI > 1). Berdasarkan pertimbangan kebutuhan investasi dan perhitungan rencana bisnis (Business Plan) pada perancangan pembangunan hotel bisnis bintang 4, daya ketertarikan bagi para investor untuk menanamkan modalnya akan semakin besar.Kata kunci: Hotel Bisnis, Tekno Ekonomi Bangunan, Investasi, Malang
Perancangan Balai Latihan Kerja Industri dengan Pendekatan Pola Pergerakan Pengguna Aldo Wicaksono Siregar; Jenny Ernawati; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.605 KB)

Abstract

Dalam perkembangan di era modernisasi sekarang ini, kebutuhan dalam bidang teknologi dan industri semakin menanjak tajam, dengan dilakukannya pasar tunggal di kawasan asia tenggara pada akhir tahun 2015, ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap bursa ketenagakerjaan, persaingan di bursa tenaga kerja akan meningkat drastis, diberlangsungkan nya pasar tunggal di kawasan asia ini dimaksudkan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa dapat menyanyingi beberapa negara maju yang ada di luar ASEAN, dibentuknya pasar tunggal yang atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah di negara – negara lain diseluruh Asia Tenggara. Penguasaan keterampilan dalam bidang industri dan teknologi banyak dibutuhkan, dengan demikian program pemerintah adalah dengan menyediakan tempat memperdalam kemampuan untuk dapat bersaing di dunia kerja, BLKI atau Balai Latihan Kerja Industri adalah salah satu solusi dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dengan sifat BLKI yang mempunyai aktivitas tinggi dan berfungsi sama dengan bengkel maka aktivitas yang terjadi juga sangat tinggi, maka perancangan BLKI sudah seharusnya memperthatikan aktivitas yang terjadi didalamnya, dengan menggunakan metode behavior mapping dan didukung dengan simulasi space syntax diharapkan perancangan BLKI yang memfokuskan pada konfigurasi ruang dapat di rancang dengan apik dan baik.Kata Kunci: Balai Latihan Kerja Industri, BLKI, Behavior Mapping,Space Syntax
Perancangan Bali Memorial Park dengan Pendekatan Metode Metafora Studi Kasus Ground Zero Bom Bali Chalidian Putra Pamungkas; Tito Haripradianto; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.098 KB)

Abstract

Isu terorisme terus berkembang. Bukan hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia. Bali punya tragedi kelam yang menjadi sejarah terorisme terburuk dan paling dikenang di Indonesia. Bom Bali I dan Bom Bali II yang terjadi pada tanggal 12 oktober 2002 yang menelan 411 korban. Dan Bom Bali II yang terjadi pada tanggal 1 oktober 2005 yang menelan 219 korban. Tragedi Bom Bali I dan II berdampak pada sektor pariwisata Bali. Jumlah wisatawan berkurang drastis pada masa itu. Wisatawan mancanegara maupun lokal khawatir akan keamanan Pulau Bali karena tragedi bom sudah terjadi dua kali. Perekonomian Bali sempat terpuruk beberapa tahun karena pendapatan utama daerah berasal dari sektor pariwisata. Peristiwa Bom Bali I dan II merupakan sejarah yang seharusnya dikenang dan memori kelam yang bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan untuk generasi masa depan. Sejarah yang seharusnya bisa menjadi sarana edukasi tentang tindakan terorisme supaya tidak terulang kembali. Di Bali terdapat monumen bom Bali yang terletak di Legian Kuta dimana tercatat nama-nama korban Bom Bali I untuk mengenang tragedi kelam tersebut. Namun itu hanya sekedar monumen. Tidak ada ruang intim sebagai bentuk rasa prihatin dan peduli untuk membangkitkan sebuah memori atau ingatan akan pentingnya sejarah itu. Penulis memberikan rekomendasi perancangan sebuah memorial park dan museum sebagai ruang untuk mengenang dan menceritakan kembali tragedi Bom Bali.Kata kunci: Bali, bom Bali, tragedi, memorial park, museum
Penerapan Material Kayu Pada Konstruksi Bangunan Kampung Lumbung Di Kota Batu Rizki Kunang A. Nindyaputra; Chairil Budiarto Amiuza; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.833 KB)

Abstract

Kota Batu merupakan kota yang berbasis pariwisata yang menonjolkan dengan konsep wisata alam. Untuk mewujudkan konsep wisata alam pada perancangan Bangunan Kampung Lumbung di Kota Batu ini dibutuhkan renovasi salah satunya pengguaan material kayu yang menimbulkan kesan alam sehingga konsep wisata alam dapat terpenuhi. Hal ini dapat dilakukan dengan sifat-sifat dan jenis-jenis kayu serta mempengaruhi kekuatan kayu, sambungan dan alat-alat penyambung serta keawetan kayu. Ditinjau dari segi arsitektur, bangunan kayu mempunyai estetika yang tinggi. Pada penggunaan konstruksi di bangunan Kampung Lumbung menggunakan beberapa jenis kayu yang akan digunakannya antara lain: kayu jati, kayu glugu dan kayu pinus. Dari beberapa 3 jenis kayu yang akan digunakkannya memiliki segi keawetan dan kekuatan yang berbeda-beda dan sesuai akan penggunaannya untuk konstruksi pada bagian bangunan. Metode deskriptif digunakan dalam pemaparan issue sebagai latar belakang penerapan material kayu. Pada aspek programatik membahas akan aktivitas dan fungsi pada bangunan 3 villa bangunan kampung lumbung pada penggunaan konstruksi kayu. Khususnya pada penggunaan struktur utama menggunakan kayu jati dan kayu glugu. Dan untuk penggunaan strukutur pendukung menggunakan jensi kayu pinus.Kata kunci : Materal Kayu, Konstruksi Bangunan, Kampung Lumbung
Strategi Double Skin Façade pada Apartemen di Surabaya Rifky Kurniansyah; Agung Murti Nugroho; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.574 KB)

Abstract

Keterbatasan lahan dan pertambahan jumlah penduduk yang tidak terkendali merupakan permasalahan urban yang banyak dijumpai di kota besar seperti Surabaya. Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kota Surabaya merencanakan pembangunan untuk bangunan hunian berkonsep vertikal, seperti apartemen yang terintegarasi dalam satu kawasan Central Bussiness District (CBD). Apartemen sudah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan dan terus diburu, dengan alasan keterbatasan lahan dan budaya masyarakat kota yang mulai berubah menuju modernisasi. Kawasan Kaki Jembatan Suramadu di pesisir Surabaya direncanakan sebagai sebuah area mandiri yang mengintegrasikan kebutuhan bisnis, hunian dan berbagai fungsi penunjang lainnya. Letak kawasan yang berada di wilayah pesisir membutuhkan perhatian khusus dalam desain pengendalian bangunan terhadap panas. Radiasi matahari akan membuat fasade bangunan panas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah strategi desain khusus, salah satunya dengan menggunakan double skin façade (DSF) pada fasade bangunan apartemen untuk mereduksi panas matahari. Metode perancangan yang digunakan adalah pragmatik dan simulasi. Variabel rancangan DSF yang digunakan adalah tipe “koridor”, rongga 120 cm, dan material kaca. Hasil yang didapat menunjukkan kombinasi variabel rancangan DSF tersebut mampu menurunkan penggunaan konsumsi energi untuk keseluruhan sebesar 68,64%. Adanya penurunan beban energi yang cukup besar tersebut menunjukkan bahwa penerapan DSF ini sesuai untuk digunakan pada bangunan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia.Kata kunci: perancangan apartemen, radiasi matahari, double skin façade
Perancangan Rumah Susun dengan Aspek Bioklimatik di Kota Malang Mohdar Rizqoh Alhamid; Beta Suryokusumo; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.993 KB)

Abstract

Beberapa kota di Indonesia mengalami laju pertumbuhan secara signifikan, salah satunya Kota Malang. Kebutuhan hunian yang meningkat berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan yang ada ditambah dengan kemampuan ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah. Seiring dengan hal tersebut padatnya bangunan yang ada di Kota Malang menyebabkan ketidakseimbangan iklim Kota Malang dikarenakan banyaknya bangunan yang belum selaras dengan lingkungannya. Pembangunan rumah susun sebagai jawaban atas kurangnya lahan hunian dapat menerapkan konsep bioklimatik yang menyesuaikan dengan iklim setempat Kota Malang. Dalam proses desain digunakan simulasi untuk mengetahui tingkat keefektifitasan hasil desain rumah susun terhadap iklim setempat sehingga dihasilkan bangunan rumah susun yang baru yang berkonsep bioklimatik yaitu tanggap terhadap iklim sekitar bangunan.Kata kunci: rumah susun, arsitektur hijau, bioklimatik
Science Learning Center di Universitas Mulawarman dengan Konsep Green Building Intan Tribuana Dewi; Agung Murti Nugroho; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.87 KB)

Abstract

Universitas Mulawarman adalah Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Kalimantan Timur Yang akan menambah fasilitas yang menunjang kegiatan belajar-mengajar. Fasilitas yang Akan dibangun adalah Science Learning Center. Universitas Mulawarman memiliki tujuan Untuk merancang Science Learning Center dengan konsep Green Building sebagai bangunan ramah lingkungan. Di Indonesia, terdapat lembaga Green Building Council Indonesia(GBCI) yang dibentuk dengan tujuan untuk memberikan prinsip pada praktik Bangunan ramah lingkungan kepada masyarakat. Metode desain yang digunakan, yaitu Metode deskriptif analisis dan metode programatik. Science Learning Center dirancang sesuai standar Greenship dengan kriteria utama, yaitu tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energy, konservasi air, sumber dan siklus material, kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, serta manajemen lingkungan bangunan. Setelah melakukan analisis, didapatkan rancangan bentuk bangunan, pemanfaatan lahan, konsep shading device, upaya efisiensi energi, dan air yang sesuai dengan standar Greenship untuk bangunan baru.Kata kunci: science learning center, green building, greenship
Transformasi Motif Batik Parang pada Perancangan Museum Batik di Yogyakarta Lucky Mardiaz; Tito Haripradianto; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.689 KB)

Abstract

Batik bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa merupakan media penyampaian pesan dan nilai-nilai falsafah kehidupan. Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota batik dunia memiliki tanggung jawab lebih dalam upaya menjaga dan melestarikan. Salah satu upaya menjaga dan melestarikan kebudayaan adalah dengan media museum sebagai bangunan konservasi dan preservasi. Permasalahan yang ada saat ini adalah sebagian museum hanya terbatas pada fungsi saja, sehingga hanya dipandang sebagai “gudang” penyimpanan barang tua. Namun lebih dari itu, museum seharusnya juga mampu berpartisipasi secara aktif dalam usaha mempertahankan minat dan pengetahuan masyarakat terhadap budayanya melalui pendidikan dan rekreasi. Salah satu bidang penting dalam upaya revitalisasi museum adalah pencitraan museum itu sendiri untuk mewakili isi yang diwadahi dan informasi yang ingin disampaikan, yaitu batik parang Yogyakarta sebagai representasi dari motif batik. Pencitraan batik parang tersebut harus terlihat pada desain museum, terutama pada aspek tampilan visual. Metode yang tepat untuk menjembatani pencitraan museum adalah dengan menggunakan metode transformasi dalam desain Museum Batik Yogyakarta. Hasil yang didapatkan adalah transformasi motif batik parang yang mencakup unsur rupa, pertalian, dan peranan yang diterapkan pada bentuk massa bangunan dan fasade, dengan memperhatikan fungsi, sehingga tercipta desain Museum Batik Yogyakarta yang dapat merepresentasikan kebudayaan batik tersebut.Kata kunci: museum, batik parang, Yogyakarta, transformasi
Perancangan Lingkungan Pondok Sosial Kota Malang dengan Pendekatan Perilaku Savria Vilia Roza; Jenny Ernawati; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.97 KB)

Abstract

Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) cenderung mengalami kenaikan tiap tahunnya dan menjadi permasalahan yang belum dapat terselesaikan hingga saat ini. Permasalahan yang sering dijumpai di kota-kota besar adalah gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan (anjal), lansia terlantar, gelandangan psikotik, dan wanita tuna susila (WTS) yang sering dijumpai di sudut-sudut kota sehingga meresahkan warga dan mengurangi keindahan kota. Salah satu upaya untuk mengurangi jumlah PMKS yang berkeliaran di sudut-sudut kota adalah dengan menyediakan tempat penampungan berupa Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Akan tetapi, Liponsos yang ada saat ini belum mampu menjalankan tugasnya sebagai tempat penampungan dan rehabilitasi sosial karena kurangnya fasilitas penunjang dan kurang layaknya bangunan penampungan yang ada. Karena Liponsos mewadahi beberapa karakter manusia yang berbeda-beda, diperlukan pendekatan yang berbasis pada perilaku setiap jenis PMKS. Dengan menggunakan metode Place Centered Mapping dan Annotated Diagram pada perancangan Liponsos, diharapkan dapat menghasilkan kebutuhan ruang dan jenis ruang yang cocok bagi setiap jenis PMKS.Kata kunci : lingkungan pondok sosial, place centered mapping, annotated diagram

Page 18 of 148 | Total Record : 1474