cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Trash Art Gallery Di Yogyakarta dengan Penerapan Material Daur Ulang Nico Aditya; Tito Haripradianto; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.924 KB)

Abstract

Mengurangi penggunaan material baru atau penghematan kebutuhan untuk mengurangi proses daur ulang dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sampah atau menggunakan barang bekas. Sampah adalah masalah universal dan seni adalah bahasa universal. Seni mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni tinggi merupakan salah satu terobosan yang akan mampu mengurangi jumlah sampah yang ada di sekitar kita. Serta dapat memberikan manfaat yang besar bagi keselamatan lingkungan hidup di bumi. Pesan-pesan untuk menjaga keselamatan lingkungan hidup tersebut dapat disampaikan melalui seni, sehingga seni merupakan salah satu media yang mampu mempengaruhi masyarakat agar berperilaku positif bagi bumi. Semakin banyak seniman yang mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi, tetapi wadah untuk memamerkannya masih terbatas. Saat ini belum ada galeri khusus yang mewadahi kebutuhan seni dan lingkungan hidup yang menerapkan material bekas sebagai elemen bangunan, sedangkan sudah banyak karya arsitektur yang mampu membantu mengurangi sampah di lingkungan sekitarnya melalui penerapan material daur ulang botol bekas, kayu bekas, ban bekas, kertas karton, dan bahan daur ulang lainnya.Kata kunci: seni, galeri, material, daur ulang, bekas
Evaluasi Bukaan Pencahayaan Alami untuk Mendapatkan Kenyamanan Visual pada Ruang Perkuliahan Dwi Risky Febrian Dhini; Muhammad Satya Adhitama; Jusuf Thojib
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.639 KB)

Abstract

Malang merupakan salah satu kota pendidikan yang terletak di provinsi Jawa Timur. Berada di iklim tropis, Kota Malang memiliki cahaya matahari melimpah yang seharusnya merupakan potensi besar bagi pemanfaatan pencahayaan alami sebagai penerangan utama bangunan. Sebagai kota pendidikan perguruan tinggi di Kota Malang memiliki tuntutan akan kenyamanan visual yang tinggi untuk mendukung aktivitas belajar dan mengjar di dalamnya, salah satunya adalah Gedung Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Pada gedung teknik sipil terdapat 5 jenis ruang perkuliahan dengan aktivitas yang berbeda-beda yaitu ruang kelas teori, komputer, gambar, bengkel, dan hitungan. Kenyamanan visual berkaitan dengan tingkat pencahayaan yang tepat sesuai standar yang dapat mendukung aktivitas pengguna. Masing-masing ruang memiliki standar tingkat pencahayaan yang berbeda-beda mulai dari 250-700Lux. Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi desain bukaan pencahayaan alami untuk meningkatkan kenyamanan visual pada 5 jenis ruang perkuliahan tersebut. Metode penelitian yaitu eksperimental kuantitatif dengan menggunakan simulasi Dialux 4.12. Penelitian bertujuan mengevaluasi desain bukaan pencahayaan alami serta memberikan rekomendasi desain untuk meningkatkan kenyamanan visual pada ruang perkuliahan Gedung Teknik Sipil Polinema.Kata kunci: pencahayaan alami, kenyamanan visual, ruang perkuliahan
Komponen pada Elemen Fasade Masjid Agung Jami' Malang Periode 1910, 1940, dan 2016 Rizka Pramita Kusumawardhani; Noviani Suryasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.926 KB)

Abstract

Masjid Agung Jami’ Malang merupakan masjid bersejarah dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang. Dalam perkembangannya, masjid ini telah mengalami banyak perubahan. Pada periode 1910, 1940, dan 2016, fasade Masjid Agung Jami’ Malang mengalami penambahan dalam elemen-elemennya. Di setiap elemen-elemen fasade ini terdapat komponen-komponen yang menyusunnya. Sebagai bangunan bersejerah, maka komponen fasade yang menyusun elemen fasade, ada yang tetap dan ada yang mengalami perubahan, baik berkurang maupun bertambah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan perubahan komponen pada elemen fasade Masjid Agung Jami’ Malang periode 1910, 1940, dan 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada elemen-elemen fasade Masjid Agung Jami’ Malang hanya mengalami penambahan, namun pada komponen-komponennya ada yang mengalami penambahan dan pengurangan. Salah satu faktor perubahan ini ialah pertambahan waktu. Semakin bertambahnya waktu, perubahan yang terjadi pada komponen dan elemen fasade juga semakin bertambah.Kata kunci: arsitektur, elemen fasade, komponen fasade, Masjid Agung Jami’ Malang
Rekayasa Tata Cahaya Alami pada Ruang Baca Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Di Jakarta Rachel Felicia; Jusuf Thojib; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.996 KB)

Abstract

Gedung Perpustakaan merupakan gedung yang membutuhkan kenyamanan visual untuk mewadahi aktivitas utamanya. Pencahayaan alami dalam gedung Perpustakaan Nasional Indonesia dapat dimanfaatkan dengan keberadaan bukaan pencahayaan alami, namun hal tersebut dapat menimbulkan silau apabila tidak didukung dengan pembayang matahari yang didesain sesuai dengan arah orientasi bukaan. Disisi lain, kenyamanan visual di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia masih memanfaatkan pencahayaan buatan sepenuhnya, keadaan pembayang matahari belum maksimal untuk menghalangi sinar amatahari langsung. Pada penelitian ini variabel bebas yang dipilih adalah penggunaan jenis pembayang matahari, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah tingkat pencahayaan alami, faktor pencahayaan alami dan distribusi pencahayaan alami. Sementara itu metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dan analisis kuantitatif, dimana hubungan antar variabel dilakukan dengan cara melakukan simulasi perubahan kondsi pembayang menggunakan sebuah perangkat lunak yaitu DIALux 4.12. Berdasarkan hasil analisis pada 2 buah rekomendasi desain yang dilakukan didapatkan bahwa rekomendasi 2 dapat meningkatkan kualitas pencahayaan alami ruang dalam dan faktor pencahayaan alami secara lebih efektif dibandingkan dengan rekomendasi 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa ruang baca pada gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dapat memanfaatkan pencahayaan alami sebagai sumber pencahayaan utamanya, meskipun masih membutuhkan bantuan pencahayaan buatan.Kata kunci : Bukaan pencahayaan alami, pembayang matahari, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Arah Perkembangan Klenteng Di Jawa Timur Ditinjau dari Bentuk Atap Destiyana Dwi S; Beta Suryokusumo; Totok Sugiarto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.153 KB)

Abstract

Arsitektur Tionghoa mengenal lima konsep tipe bentuk atap. Ngang Shan, Hsieh Shan, Hsuah Shan, Wu Tien dan Tsuan Tien. Bangunan klenteng merepresentasikan arsitektur Tionghoa. Tujuan penelitian adalah menganalisis kemungkinan arah perkembangan klenteng berkelanjutan dengan pendekatan nilai-nilai filosofi klenteng. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis kualitatif, untuk mendapatkan nilai-nilai filosofi yang harus dipertahankan dalam konteks bangunan Klenteng. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, sesuai dengan kriteria UU Cagar Budaya. Kelima sampel terpilih yaitu Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Hok An Kiong dan Pak Kik Bio Surabaya, Eng An Kiong Malang dan Tjoe Hwie Kiong Kediri. Preseden Masjid Cheng Hoo sebagai pandangan arah perkembangan bangunan klenteng. Hasil akhir kajian yaitu rekomendasi arah perkembangan klenteng untuk masa yang akan datang. Rekomendasi bentuk atap, material dan fungsi.Kata kunci: Perkembangan, Klenteng, bentuk atap
Penataan Fasilitas Wisata Waduk Selorejo U Bayu Santosa; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.269 KB)

Abstract

Wisata Waduk Selorejo merupakan salah satu kawasan yang sangat berpotensi keindahaan alamnya. Namun pada kenyataanya, pengunjung yang datang berwisata di kawasan ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Fenomena ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yaitu penataan elemen fisik kawasan wisata Waduk Selorejo dinilai negatif oleh masyarakat (Aisyah, 2015). Tujuan dari penataan ini untuk menata fasilitas wisata sehingga menjadi kawasan yang menarik, aman, dan nyaman. Metode yang digunakan dalam menganalisis objek studi menggunakan metode analisis deskriptif dengan memaparkan kondisi eksisting sesuai dengan variabe amatan untuk mendapatkan permasalahan yang ada, kemudian dilanjutkan penataan fasilitas wisata Waduk Selorejo dengan menggunakan metode pragmatis. Hasil penataan fasilitas wisata Waduk Selorejo yang dihasilkan sesuai dengan variabel amatan yaitu penataan organisasi massa dan ruang luar, penataan elemen fisik kawasan, serta mengembangkan pariwisata di Wisata Waduk Selorejo, dengan memenuhi aspek something to see, something to do, dan something to buy.Kata kunci: Fasilitas Wisata, Waduk Selorejo
Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas pada Terminal Purabaya – Surabaya Anggi Delizvi Anggraeni; Herry Santosa; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.245 KB)

Abstract

Terminal bus merupakan salah satu bagian dari jaringan sistem transportasi kota yang mempunyai peran penting bagi mobilitas masyarakat. Terminal merupakan salah satu fasilitas penyedia kenyamanan menunggu dan penunjang kenyamanan perpindahan penumpang antar moda transportasi. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok pengguna terminal bus yang perlu diperhatikan karena minimnya fasilitas yang aksesibel dan tidak sesuai standar yang ditetapkan pemerintah bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi elemen aksesibilitas pada fasilitas terminal berdasarkan pedoman. Objek yang ditinjau adalah penyandang disabilitas sebagai pengguna fasilitas di dalam Terminal Purabaya Surabaya. Evaluasi aksesibilitas dilakukan pada lima jenis penyandang disabilitas menggunakan metode skoring. Hasil dari penilaian tersebut adalah persentase tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas Terminal Purabaya terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.Kata Kunci: Aksesibilitas, Disabilitas, Terminal, Evaluasi, Observasi
Perancangan Bangunan SPA Di Malang dengan Pendekatan Relaksasi Indera Manusia Della Ayu Pitaloka; Rinawati P Handajani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.494 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman hiruk pikuk perkotaan dapat memicu tingkat stress seseorang, untuk mengurangi stress seseorang memerlukan relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan melalui beberapa cara salah satunya adalah relaksasi melalui fasilitas spa. Dalam fasilitas spa pengunjung akan mendapatkan terapi atau perawatan untuk merelaksasi tubuh serta pikiran. Tubuh manusia menerima rangsang melalui indera, rangsang yang diterima indera manusia dapat mempengaruhi tubuh. Indera manusia memiliki batas-batas tertentu agar tubuh terasa nyaman. Rangsang yang masuk melalui indera dapat diarahkan sedemikian rupa agar tubuh mencapai keadaan relaks. Beberapa penelitian membuktikan bahwa alam luar atau alam bebas mempunyai peran positif dalam tubuh manusia. Alam luar dapat membantu manusia merelaksasi tubuh. Adapun dalam studi ini adalah merancang fasilitas spa dengan pendekatan relaksasi melalui indera manusia. Rangsangan pada indera manusia di dapat melalui pemanfaatan unsur alam. Unsur alam yang dimaksud dalam studi adalah melalui elemen landscape seperti tanaman, air dan batuan, dll.Kata Kunci: spa, relaksasi, indera manusia
Desain Shading Device pada Bangunan Kantor Surabaya Kartika Kusuma W; Jusuf Thojib; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.005 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi di Surabaya diperkuat dari data BPS kota Surabaya pada tahun 2013 rata-rata tiap bulan banyaknya TDP (tanda daftar perusahaan) adalah total 983,83 perusahaan. Perusahan baru tersebut tentunya memerlukan tempat yang dapat mewadahi kebutuhan mereka, seperti kantor sewa. Dalam perkantoran, pencahayaan diperlukan untuk memenuhi kenyamanan pekerja. Memperbanyak bukaan akan meningkatkan cahaya alami yang masuk, beserta panasnya. Selain itu, peningkatan suhu akibat sinar matahari membuat beban pendingin bertambah sehingga berdampak pada pemborosan energi. Faktor glare juga harus diperhatikan, karena tingkat kesilauan akan mempengaruhi kondisi kenyamanan dan kinerja pekerja. Sering ditemukan banyak rumah dan bangunan lain yang bersebelahan pada suatu kawasan, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada corak arsitekturnya. Diperlukan desain fasade bangunan dengan desain shading device yang mencegah masuknya sun lighting, dengan pendekatan harmoni di setiap sisi bangunan. Kajian perancangan ini menggunakan metode deskriptif analisa untuk menentukan kebutuhan dalam memilih kriteria desain fasade dengan metode simulasi menggunakan software ecotect2011 dan metode pragmatis dalam proses desainnya. Hasilnya untuk mendapatkan desain kantor sewa dengan shading device yang khusus pada sisi bangunan yang berbeda dengan harmonisasi secara keseluruhan.Kata kunci: Shading device, fasade bangunan, bangunan kantor sewa
Kriteria Desain Pasar Seni dengan Pendekatan Semiotika Arsitektur Amiratul Karimah; Chairil Budiarto Amiuza; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.442 KB)

Abstract

Pasar seni pada sebuah kota merupakan salah satu objek wisata denganfungsi sosial, komersil, dan edukasi. Pasar Seni dirancang dengan wujudarsitektural yang mampu mengkomunikasikan makna didalamnya. Secarafisik pasar seni yang sudah terbangun memiliki ciri objek arsitektur yangberbeda-beda, sehingga sampai saat ini belum ada kriteria perancanganpasar seni secara spesifik. Studi ini menghasilkan sebuah kriteria desaindengan pendekatan semiotika arsitektur. Penelitian dilakukan denganmenggunakan metode deskriptif komparatif yang membandingkan empatobjek sampel pasar seni. Kriteria desain pasar seni meliputi aspek bentuk,fungsi dan makna. Aspek bentuk pasar seni adalah kombinasi dari pola-polaelemen ruang-fungsi-massa/konstruksi dengan elemen ruang yang palingdominan diantara yang lain. Aspek fungsi pasar seni merupakan elemenpembentuk pasar seni dengan kecenderungan wisatawan menimbulkankebutuhan ruang-ruang spesifik seperti ATM Center, layanan informasi danakomodasi lainnya. Aspek makna pada pasar seni memuat referensi yangmenerjemahkan dua jenis kode yang diterapkan pada tema keseluruhanbangunan, yaitu bentuk arsitektur tradisional dan gaya arsitektur tertentu.Muatan tanda lainnya pada pasar seni yaitu ekspresi yang menerjemahkannilai-nilai yang diambil dari pola hidup masyarakat lokal.Kata kunci: pasar seni, semiotika arsitektur

Page 17 of 148 | Total Record : 1474