cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM Kota Malang (Optimalisasi Sentralisasi Ruang Layanan Utama dengan Pendekatan Sintaks) Kevin Tjahyono; Herry Santosa; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1463.79 KB)

Abstract

Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berperan dalam memajukan UMKM dengan fasilitas-fasilitas layanan seperti pemasaran, pelatihan, layanan umum, dan perbankan. Fungsi ruang di dalam PLUT memiliki kompleksitas yang tinggi. Sentralisasi ruang layanan utama membuat ruang-ruang terhubung dan saling berkaitan. Ruang sentral akan menjadi penghubung yang strategis terhadap ruang-ruang layanan utama lainnya. Sentralisasi ruang-ruang layanan dapat memberikan kemudahan terhadap user PLUT. Acuan bagi PLUT diambil dari standar dan hasil studi komparasi bangunan sejenis. Simulasi sintaks pada bangunan studi komparasi untuk mendapatkan hasil nilai integrasi, konektivitas, dan keterjangkauan di dalam bangunan. Nilai integrasi yang tinggi memiliki gambaran jangkauan konektivitas yang dihasilkan PLUT. Acuan studi komparasi digunakan untuk membuat alternatif-alternatif blok massa. Blok massa dengan hasil simulasi terbaik dikembangkan ke dalam bentuk alternatif denah bangunan. Ketiga alternatif denah bangunan dilakukan simulasi sintaks untuk mencari hasil konektivitas dan integrasi yang tertinggi sebagai desain PLUT Kota Malang. Nilai integrasi, konektivitas dan kedalaman dari alternatif desain menjadi acuan dalam menentukan hasil desain PLUT yang optimal. Variabel tetap didapatkan dari kondisi hubungan ruang, susunan, dan jenis ruang di dalam PLUT. Variabel pengubah pada alternatif desain , yakni aspek keterjangkauan yang diukur nilai integrasi di dalam ruang. Alternatif desain dengan nilai integrasi ruang yang terbaik dapat menentukan hasil desain PLUT optimal sesuai dengan pendekatan sintaks.Kata kunci : PLUT, Simulasi sintaks. Sentralisasi, Ruang Layanan
Ruang Transisi pada Ruang Tinggal Suku Tengger Desa Ngadas Mochammad Naruseito; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.002 KB)

Abstract

Desa Ngadas merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Desa ini merupakan satu-satunya desa SukuTengger yang berada di Kabupaten Malang. Pada kelompok rumah di Desa Ngadas,terbentuk suatu pola ruang kekerabatan dalam membangun rumah mereka padasatu lahan petak yang menunjukkan hubungan kekerabatan yang kuat. Antar rumahdiberikan jarak yang kemudian menjadi ruang transisi. Tujuan dari studi ini adalahuntuk mengetahui ruang transisi yang terbentuk pada pola ruang rumah tinggalDesa Ngadas dari segi fisik dan non-fisiknya. Metode yang digunakan adalahdeskriptif-kualitatif dengan melakukan observasi lapangan. Kemudian objek amatandianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif dalam bentuk pembahasan mengenairuang transisi. Ditemukannya tata cara bertani yang baru, menyebabkanpertambahan fungsi ruang transisi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Selain itu,aktivitas pada ruang transisi juga memperlihatkan tingginya mobilitas penghunirumah dalam penggunaan antar ruang. Tingginya perpindahan penggunaan ruangdari satu rumah ke rumah yang lain menunjukkan kebutuhan ruang transisi sangatdiperlukan oleh masyarakat Desa Ngadas. Kebutuhan masyarakat Desa Ngadas akanmobilitas yang tinggi serta adat-istiadat yang telah turun-temurun diwariskanmenjadi faktor utama dalam terbentuknya ruang transisi.Kata kunci: ruang, transisi, kekerabatan, mobilitas
Malang Convention Center dengan Pendekatan Estetika Struktur Space Frame Vania Kristanti; Ary Deddy Putranto; Totok Sugiarto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1589.939 KB)

Abstract

Peningkatan kegiatan pariwisata di Kota Malang yang memerlukan wadah/tempat diikuti dengan rencana pemerintah mengenai pembangunan fasilitas rekreasi dan hiburan, yaitu Convention Center yang berlokasi di Kedungkandang. Lokasinya yang berada dekat rencana Jalur Lingkar Timur dan merupakan gerbang pintu masuk Kota Malang Bagian Timur mempunyai potensi yang cukup besar terhadap tampilan/fasad bangunan yang akan dibangun. Fasad merupakan bagian terpenting dalam penampilan suatu bangunan dan merupakan unsur yang tidak dapat dihilangkan. Fasad dapat menjadi gambaran tentang kondisi sosial suatu masyarakat dan juga dapat menggambarkan fungsi dan kegiatan yang terjadi di dalam bangunan.Seiring dengan jaman yang berkembang, kini olahan fasad makin beraneka ragam contohnya dengan menunjukkan struktur bangunan. Penggunaan struktur bangunan untuk ditampilkan pada fasad menegaskan bahwa struktur tidak selalu kaku, melainkan dapat memiliki nilai estetika jika diolah dengan baik. Bangunan Convention Center merupakan bangunan bentang lebar, yang perlu adanya penyelesaian teknologi bangunan berkaitan dengan bahan dan sistem stuktur rangka. Bahan dan sistem struktur yang digunakan pada perancangan Convention Center ini yaitu struktur Space Frame. Struktur Space Frame ini tidak hanya menjadi solusi penyelesaian struktur atap bangunan bentang lebar, namun dapat menjadi elemen estetika pada bangunan Convention Center.Kata kunci: convention center, estetika, fasad, struktur, space frame
Partisi Kinetik sebagai Elemen Fleksibilitas Interior pada Kantor Sewa Mia Permatasari Putri; Agung Murti Nugroho; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1812.962 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi di Indonesia berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi di sejumlah kota-kota besar termasuk Kota Malang yang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Perkembangan ekonomi juga meningkatkan munculnya para wirausahawan baru dalam merintis karir bisnis barunya. Bisnis baru atau yang sering disebut start-up business ini membutuhkan ruang perkantoran untuk menunjukkan eksistensi bisnisnya. Para pebisnis baru ini membutuhkan ruang perkantoran dengan sistem sewa karena kantor sewa memiliki kelebihan yaitu harga sewa terjangkau, lokasi strategis, dan memiliki fasilitas yang memadai. Pada ruang kantor sewa, juga dituntut adanya fleksibilitas ruang untuk dapat mewadahi aktivitas dan kebutuhan ruang yang beraneka ragam dari penyewa. Fleksibilitas pada ruang dapat ditunjang dengan adanya partisi kinetik yang akan memudahkan perubahan tata layout kantor. Berdasarkan permasalahan ini, maka dibutuhkan inovasi berupa perancangan fleksibilitas ruang dengan penerapan partisi kinetik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desriptif kualitatif dan programatis. Penelitian ini akan menghasilkan berbagai macam tatanan layout kantor sesuai jenis kantor yang diwadahi serta memperhatikan standar kenyamanan ruangnya dan menerapkan partisi kinetik untuk menunjang flekisbilitas ruang dalam.Kata kunci: Kantor sewa, fleksibilitas, interior, partisi kinetik
Gedung Kuliah Kedokteran Hewan Kampus II Universitas Brawijaya dengan Konsep Bioklimatik Adli Bulain; Agung Murti Nugroho; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.72 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota dengan iklim tropis lembab dengan udara yang sejuk karena terletak pada dataran tinggi. Potensi geografis dan iklim yang baik di Kota Malang mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk setiap tahun secara pesat sehingga hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan bangunan komersial dan non komersial. Kondisi ini menyebabkan ruang terbuka hijau menjadi berkurang dan menyebabkan peningkatan suhu serta perubahan iklim mikro setempat. Kota Malang memiliki banyak institusi ternama, salah satunya Universitas Brawijaya yang memiliki jumlah mahasiswa sangat padat. Terkait banyaknya jumlah mahasiswa dan pertimbangan aspek lingkungan UB akan menerapkan konsep green campus. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan alternative bangunan yang sesuai fungsi yang ditetapkan yaitu gedung kuliah kedokteran hewan dengan pertimbangan iklim dan kenyamanan bagi penggunanya dengan konsep bioklimatik. Konsep green campus berkaitan dengan kriteria bioklimatik di antaranya orientasi, bukaan jendela, desain dinding, pembayang pasif, lansekap, open plan, dan ruang transisi. Metode perancangan yang digunakan ialah metode programatik dan pragmatik. Sedangkan analisis dan sintesis dilakukan dengan metode programatik. Hasil yang diperoleh yaitu aplikasi konsep bioklimatik pada bangunan berperan menurunkan suhu ruangan dan mampu mengatur pencahayaan alami secara efektif sehingga dapat menciptakan kenyamanan termal dan visual bagi pengguna bangunan.Kata kunci: Malang, gedung kuliah, bioklimatik
Convention Center dalam Konteks Semiotika Reizal Adi Siswoyo; Chairil Budiarto Amiuza; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.852 KB)

Abstract

Convention Center merupakan sebuah aset berharga bagi sebuah kota atau negara yang menjadikan MICE sebagai salah satu daya tarik wisatanya. Melalui tampilan visual bangunan, orang awam akan mampu mengidentifikasi apa makna yang terdapat pada desain bangunan tersebut, dan fungsi dari bangunan tersebut. Jika kita memaknai arsitektur sebagai sebuah bahasa yang digunakan para perancang untuk bekomunikasi dengan masyarakat awam, maka tampilan visual bangunan itulah yang menjadi media pertama perancang dalam berkomunikasi. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengidentifikasi sebuah tanda. Di dalam semiotika arsitektur terdapat tiga unsur yaitu sintaksis, pragmatik, dan semantik. Untuk menelusuri makna dalam sebuah desain arsitektur maka digunakan pendekatan melalui unsur semiotika semantik. Melalui pendekatan semiotika semantik arsitektur terhadap tanda – tanda visual pada sebuah desain Convention Center, diketahui bahwa desain sebuah Convention Center merupakan gambaran dari nilai – nilai lokal dan gambaran bentang alam dari lokasi bangunan tersebut berada yang terwujud dalam pengaplikasian desain, terutama pada struktur bangunan tersebut.Kata Kunci: Convention Center, Semiotika Arsitektur, Semiotika Semantik
Rancangan Gedung Pertunjukan Kesenian Tradisional di Jombang dengan Pemanfaatan Bambu sebagai Unsur Dekoratif Domita Endar Setyanti; Triandriani Mustikawati; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.808 KB)

Abstract

Kesenian adalah salah satu diantara tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal. Kesenian yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat bersifat sosio religious. Seni pertunjukan dibagi menjadi dua yaitu seni pertunjukan tradisional dan modern. Ciri Seni pertunjukan tradisional penyajian terkait dengan acara dalam upacara keagaamaan. Dalam perkembangannya seni pertunjukan tradisional dimiliki oleh setiap daerah, salah satunya daerah Jombang mempunyai seni pertunjukan Lerok, Besutan dan Ludruk. Seni pertunjukan tradisional ini perlu diwadahi untuk mengangkat nilai-nilai dari kesenian karena dalam kenyataannya baik sarana dan prasarananya kurang terpenuhi karena tergerus jaman yang modern ini. Oleh karena itu perlu rancangan gedung pertunjukan. Rancangan ini harus sesuai dengan standar dan dapat memvisualkan unsur tradisional sehingga harus dilengkapi unsur dekoratif. Unsur dekoratif ini menggunakan material yang bisa diterapkan di dinding, plafond dan lantai, tentunya mudah didapat, efisien dan mengangkat lokalitas bahan yaitu Bambu. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis yaitu diawali dengan mengidentifikasi masalah yang ada pada lokasi, mengidentifikasi isu tentang kesenian tradisional di Jombang, isu tentang tidak adanya gedung kesenian, isu tentang penggunaan material dan pengaplikasian dekoratif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui pendekatan perancangan untuk ruang yang berkaitan dengan dekoratif bambu.Kata kunci: kesenian tradisional, dekoratif, bambu
Pola Tata Letak Masjid Pondok Pesantren Muhammad Faisol; Antariksa Antariksa; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.288 KB)

Abstract

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia lahir dari suatu kearifan lokal Genius Loci Nusantara yang bertahan secara eksistensial selama berabad-abad. Tidak heran jika umat Islam Indonesia sudah faham jika pondok pesantren khususnya di pulau Jawa banyak melahirkan ulama terkemuka, salah satunya dari Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada 3 Pondok Pesantren Salaf yang berumur lebih dari 50 tahun yang tersebar di 2 Kecamatan dari 18 Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, sehingga diharapkan pondok pesantren salaf yang terdapat pada 2 kecamatan ini dapat mewakili karakter pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pada pola tata massa Masjid pada pondok pesantren salaf. Dari hasil identifikasi tersebut, pada akhirnya akan didapatkan pola tata letak bangunan masjid yang terdapat pada pondok pesantren salaf serta faktor-faktor yang mempengaruhi peletakan tersebut. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deduktif-kualitatif yang menggambarkan dan menganalisis dengan lebih jelas menegenai pola tata letak Masjid pada pondok pesantren salaf di 2 Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Hasil temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa peletakan lokasi pondok pesantren salaf berada di bantaran anak sungai Brantas. Masjid yang berada di tengah pondok pesantren menjadi pusat orientasi dilihat dari adanya pola tata bangunan yang saling membentuk konfigurasi saling berhadapan, dengan ruang luar sebagai penyatu.Kata kunci: Pola Tata Letak, Masjid, Pondok Pesantren Salaf
Karakter Visual Fasade Bangunan Kolonial Belanda SDN Ditrotunon 1 Lumajang Anisa Riyanto; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.575 KB)

Abstract

Gaya arsitektur kolonial di Indonesia sangat erat kaitanya dengan sejarah perkembangan pembangunan negara ini. Bangunan-bangunan bergaya kolonial banyak tersebar diberbagai kota di tanah air. Salah satunya yang masih bertahan sampai saat ini yaitu SDN Ditotrunan 1 Lumajang. Namun seiring dengan berkembangnya jaman dan kebutuhan pengguna yang mulai bertambah fasade bangunan juga ikut mengalami perubahan yang menyesuaikan kebutuhan pengguna. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda SDN Ditotrunan 1 Lumajang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan kemudian dianalisis. Hasil dari analisis tersebut diharapkan dapat menyimpulkan karakter visual bangunan.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Adaptasi Fisik Bangunan Rumah Tinggal di Permukiman Rawan Banjir (Studi Kasus: Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara) Dewi Widya Ariandini; Sri Utami; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.079 KB)

Abstract

Kota Semarang menjadi unik memiliki pembagian wilayah Kota Atas dengan pembatasan pemanfaatan ruang bertopografi 359 - 90 mdpl dan Kota Bawah dengan ketinggian 3.5 – 0 mdpl merupakan pusat kota dan kawasan stategis. Semarang Utara menjadi Kecamatan terpadat ke empat dengan fungsi kawasan campuran berupa permukiman, daerah industry dan transportasi. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan berada pada topografi rendah menjadi penyebab seringnya terjadi banjir di wilayah Semarang Utara terutama di daerah ujung laut Kelurahan Bandarharjo RW I. Kondisi permukiman padat dan daerah stategis pusat industry menjadi salah satu penyebab masyarakat menetap di permukiman rawan banjir tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bentuk adaptasi fisik bangunan rumah tinggal di permukiman rawan banjir Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisa faktor ekternal dan internal yang mempengaruhi bentuk adaptasi bangunan rumah tinggal penduduk. Hasil penelitian yang didapatkan berupa bentuk adaptasi bangunan rumah tinggal dalam kurun waktu 35 tahun yang terbagi menjadi 4 periode.Kata kunci: bentuk adaptasi fisik, rumah tinggal, permukiman banjir

Page 14 of 148 | Total Record : 1474