cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Rekayasa Tata Cahaya Alami pada Ruang Kelas Sekolah Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang Victoria Pratiwi Suyatno; Wulan Astrini; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.661 KB)

Abstract

Ruang kelas merupakan tempat berlangsungnya proses belajar di mana mengajar antara guru dan murid saling berinteraksi dan berkomunikasi. Ruang kelas akan berfungsi maksimal apabila pengguna mendapat kenyamanan visual dengan tingkat pencahayaan alami sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pengguna. Standar nyaman pencahayaan alami pada ruang kelas Indonesia 250 lux. Anak penyandang autis merupakan anak yang mengalami disfungsi sensori, salah satunya pada sensori penglihatan. Terdapat klasifikasi anak penyandang autis disfungsi sensori, salah satunya hipersensori. Hipersensori merupakan anak autis sensitif terhadap cahaya terang, silau. Selain itu, anak penyandang autis sulit untuk berkonsentrasi dan mudah terdistraksi perhatiannya. Bukaan jendela dan pembayang matahari sangat mempengaruhi tingkat pencahayaan alami pada suatu ruang. Ruang kelas pada Sekolah Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang setelah diukur menunjukkan beberapa kelas tidak mencapai standar atau terlalu gelap dan beberapa kelas melebihi standar atau terlalu terang. Posisi bukaan jendela yang sejajar dengan ketinggian anak menyebabkan pandangan anak mudah terdistraksi dan sulit berkonsentrasi. Hasil yang diharapkan rekomendasi desain untuk bukaan jendela dan pembayang matahari untuk mengatasi masalah pencahayaan alami pada ruang kelas sekolah tersebut. Metode yang digunakan untuk menghasilkan rekomendasi desain adalah metode simulasi eksperimental menggunakan software DIAlux 4.12 dengan analisis komparatif untuk meningkatkan kenyamanan visual.Kata Kunci: pencahayaan alami, autis, hipersensori, bukaan jendela, pembayang matahari
Revitalisasi Terminal Pondok Cabe di Tangerang Selatan dengan Pendekatan Sistem Sirkulasi Muhammad Salman Shofiyullah; Heru Sufianto; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1601.759 KB)

Abstract

menggunakan bus murah dan daya jangkaunya jauh. Maka tidak heran jika terminalbus sangat dipadati oleh masyarakat. Kepadatan tersebut memicu berbagaipermasalahan, salah satunya pada sistem sirkulasi. Hampir disetiap terminal bus diIndonesia, mempunyai permasalah di sistem sirkulasi, mulai dari tersendatnya jalurkendaraan, hingga sirkulasi silang antara kendaraan dan penumpang. Kerugian yangditimbulkan dari permasalahan tersebut beragam, dari pemborosan tenaga, waktu,biaya, bahkan nyawa. Maka, dalam sebuah desain terminal bus, hal yang pentingdiperhatikan adalah sistem sirkulasinya, kendaraan maupun penumpang. DiTangerang Selatan, pengguna bus sangat meningkat. Padatnya penduduk Tangerangyang rata rata bekerja di Jakarta, lebih cenderung memilih angkutan umum. PemkotDKI Jakarta dan Pemkot Tangerang Selatan, bekerja sama untuk merevitalisasi salahsatu terminal di Tangerang Selatan, yaitu Terminal Pondok Cabe yang sudah tidakoptimal fungsinya. Revitalisasi ini dibutuhkan akibat penggantian fungsi TerminalLebak Bulus menjadi Depo MRT Jakarta. Dalam studi ini penekanan dilakukan padaaspek sistem sirkulasi. Data kondisi eksisting tapak dikumpulkan dan diprediksikebutuhan kapasitasnya secara statistik. Sedangkan penjabaran analisa dilakukansecara deskriptif. Sistem sirkulasi menggunakan konsep elevated bridge yangdigunakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengguna serta menjaminkelancaran sirkulasi kendaraan di dalam terminal.Kata kunci: Revitalisasi, terminal bus, Pondok cabe, sistem sirkulasi
Walkability Jalur Pedestrian by Design di Area Kampus Universitas Brawijaya Malang Antonio Heltra Pradana; Jenny Ernawati; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.312 KB)

Abstract

Kampus Universitas Brawijaya telah mencanangkan diri menuju Green Campus. Salah satu poin penting dalam penataan berbasis Green Campus ialah kualitas jalur pejalan kaki. Kedekatan kampus dengan lingkungan permukiman dan rumah kos di area barat kampus UB menyebabkan banyak aktivitas berjalan kaki tetapi. Kondisi ini tidak diimbangi adanya jalur pejalan kaki dengan kualitas yang baik. Aspek walkability kemudian digunakan untuk mengukur tingkat kualitas sirkulasi jalur pejalan kaki. Aspek kenyamanan, keamanan, dan kemenerusan jalur merupakan pendekatan yang diambil untuk mengkaji aspek walkability ini. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan kuisioner. Observasi dilakukan pada lokasi amatan yang memiliki keterhubungan antara gerbang masuk (origin) di area barat dengan lingkungan fakultas (destination). Kuisioner disebar pada 90 mahasiswa untuk mendapatkan tanggapan terhadap aspek walkability. Data yang didapat kemudian dianalisa menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang didapatkan yaitu jalur pejalan kaki di area barat kampus UB sudah cukup baik. Walkability pada jalur pejalan kaki masih bisa ditingkatkan kualitasnya terutama pada aspek kenyamanan.Kata kunci: Walkability, Kenyamanan, Keamanan, Kemenerusan
Morfologi Spasial Lingkungan di Kawasan Malabar-Merbabu Malang Previa Sandyangsani; Sigmawan Tri Pamungkas; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.651 KB)

Abstract

Kawasan Malabar-Merbabu pada perkembangannya sekarang ini didominasi dengan fungsi ekonomis dimana terjadi pergeseran fungsi kawasan dan bangunan dari fungsi hunian privat menjadi hunian komersial dan non-hunian komersial. Letak dan karakter eks-kolonial pada kawasan berpengaruh pada perubahan fungsi ekonomis yang ada pada kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami morfologi spasial lingkungan pada kawasan Malabar-Merbabu Malang melalui perubahan spasial yang ada pada kawasan. Analisa dilakukan berdasarkan aspek tata guna lahan, tata letak massa, tata kavling dan tata sirkulasi. Pada tahap analisa, tata guna lahan kawasan sebagai permukiman mengalami perubahan dominasi area terbangun pada kawasan (solid). Dimana kawasan Bergenbuurt merupakan kawasan yang memiliki ruang terbuka yang cukup luas. Pada aspek tata letak massa pada bangunan didominasi oleh adanya bentuk persegi dan persegi panjang pada kawasan. Tata letak massa yang berpengaruh pada penataan kavling pada kawasan yang cenderung tidak mengalami banyak perubahan bentuk karena kawasan tergolong sebagai kawasan yang terencana sebagai kawasan permukiman. Selain itu, adanya perubahan tata sirkulasi pada kawasan turut mempengaruhi keberadaan parkir maupun jalur untuk kendaraan dan pejalan kaki pada kawasan. Secara keseluruhan perubahan yang terjadi pada kawasan dipengaruhi oleh aspek tata guna lahan, tata letak massa, tata kavling dan tata sirkulasi.Kata kunci: morfologi spasial, lingkungan, bangunan
Morfologi Ruang Dalam Rumah Tinggal Perumahan Kamaran di Kawasan Pabrik Gula Semboro Khoirul Hidayat; Abraham Mohammad Ridjal; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.776 KB)

Abstract

Arsitektur kolonial merupakan penanda jaman dan menjadi jiwa bagi keberlangsungankehidupan berarsitektur, memiliki keistimewaan tersendiri baik dari wujud maupun nilaisejarahnya. Arsitektur kolonial adalah langgam arsitektur yang berkembang selama masapendudukan bangsa Belanda di tanah air yang lahir melalui karya arsitek-arsitek bangsa Belanda.Beberapa peninggalan arsitektur kolonial di Indonesia antara lain berupa bangunan, kawasan/lingkungan. Salah satunya adalah perumahan kamaran yang berada di kawasan pabrik gulaSemboro. Kurang tingginya apresiasi masyarakat terhadap keberadaan bangunan bersejarah(bangunan kolonial), sehingga kondisi dari Perumahan Kamaran kini sudah mengalamiperubahan, terlebih pada bentuk ruang dalam. Pada penelitian ini pembahasan akan difokuskantentang identifikasi morfologi ruang dalam rumah tinggal kolonial pada Perunmahan Kamaranyang berada di Kawasan Pabrik Gula Semboro sebagai obyek penelitian. Fokus pembahasandalam penelitian ini, adalah mengenai salah satu bagian yang terpenting dalam arsitektur, yaknimorfologi/ bentuk ruang dalam bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisismorfologi secara spasial, visual, dan struktural ruang dalam berdasarkan perubahan yang terjadipada bangunan. Metode yang yang digunakan adalah deskriptif-analisis, sifat penelitian adalahpenelitian kualitatif. Hasilnya adalah analisis pembahasan dan tabulasi perkembangan morfologirumah tinggal Perumahan Kamaran sebagai esensi pedoman bentuk arsitektur rumah tinggalpada masa kolonial yang akan memberikan kontribusi terhadap keilmuan arsitektur nusantara.Kata kunci: Morfologi, ruang dalam, rumah tinggal (Perumahan Kamaran),
Pola Ruang Pura Kahyangan Jawa Timur dan Bali Berdasarkan Susunan Kosmos Tri Angga dan Tri Hita Karana Maulana Reddy Firmansyah; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.429 KB)

Abstract

Pura Kahyangan merupakan pura besar yang bersifat universal dalam artian pura tersebut diperuntukkan untuk seluruh umat Hindu tanpa batasan status. Bangunan pura beserta konsep pola ruangnya pertama kali diperkenalkan oleh salah satu pemuka agama bernama Mpu Kuturan di Bali yang disempurnakan oleh Dang Hyang Nirartha, kemudian konsep pola ruang bangunan pura tersebut disebarkan hingga tanah Jawa. Perkembangan konsep pembangunan pura di Jawa tentu mengalami penyesuaian terhadap kondisi lingkungan setempat baik secara fisik (geografis) maupun nonfisik (sosial-budaya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan konsep pola ruang pura pada masing-masing wilayah dengan cara penyandingan unsur pembentuk pola ruang tradisional berdasarkan susunan kosmos Tri Angga dan Tri Hita Karana.Kata kunci: Pola ruang, pura kahyangan, Tri Angga, Tri Hita Karana
Rekayasa Tata Cahaya Alami Pada Ruang Laboratorium (Studi Kasus: Fakultas Teknik Universitas Brawijaya) Fathimah Fathimah; Jusuf Thojib; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.721 KB)

Abstract

Bangunan pendidikan merupakan kebutuhan penunjang aktivitas pada suatu kawasan. Penggunaan energi pada bangunan khususnya sekolah atau universitas, dapat mencapai 40% untuk pencahayaan. Laboratorium adalah salah satu jenis ruang yang menggunakan pencahayaan buatan meskipun aktivitas dilakukan pada pagi hingga sore hari. Hal ini terlihat pada sampel penelitian yang merupakan laboratorium di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang. Penggunaan pencahayaan buatan pada saat praktikum menjadi pencahayaan utama ditemukan pada keempat sampel ruang. Hal ini dipengaruhi oleh pencahayaan ruang yang tidak merata, ruang yang terlalu gelap, dan juga silau diarea dekat bukaan. Melalui penelitian ini akan dilakukan simulasi pada masing-masing ruang dan rekomendasi desain pada ruang laboratorium untuk memaksimalkan potensi pencahayaan alami pada ruang. Variabel penelitian yang diobservasi dan direkayasa adalah dimensi, posisi, material bukaan dan dimensi, posisi, material pembayang matahari. Pada penelitian ini akan diukur pencahayaan alami dalam ruang eksisting lalu melakukan simulasi dengan variabel dan memberikan rekomendasi desain. Tahapan tersebut dilakukan untuk menghasilkan desain laboratorium dengan penggunaan pencahayaan alami sebagai pencahayaan utama dan tingkat pencahayaan alami dalam ruang sesuai dengan standar ruang laboratorium. Perubahan instrumen pencahayaan mempengaruhi pencahayaan dalam ruang sehingga pencahayaan lebih terang, merata dan memenuhi standar.Kata kunci: simulasi, pencahayaan alami, laboratorium, instrumen pencahayaan
Pola Perilaku Lansia Pada Ruang Dalam Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram Shafrina Yurike Retrianti; Wulan Astrini; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.749 KB)

Abstract

Pertumbuhan lansia di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat, menyebabkan jumlah Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) tidak sebanding dengan jumlah lansia di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya terdapat 2 PSTW yang hanya bisa menampung ±100 orang. Karenakan belum adanya standar pemerintah yang mengatur tentang PSTW secara spesifik, maka kondisi PSTW di Indonesia banyak yang belum sesuai, penurunan fungsi gerak yang dialami lansia membuat lansia memerlukan bantuan oranglain dan setting ruang yang nyaman untuk memudahkan beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perilaku lansia pada ruang dalam di PSTW Puspakarma Mataram khususnya pada aspek sirkulasi dan tata letak perabot. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi (behavioural mapping) dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola perilaku lansia di dalam ruang secara tidak langsung dipengaruhi oleh setting fisik ruang yang ada. Hal ini terlihat dari tata letak perabot di dalam ruang yang ada membentuk jalur sirkulasi dimana jalur sirkulasi tersebut bisa menjadi hambatan atau menjadi bantuan bagi lansia, karena tata letak perabot yang ada bisa digunakan lansia sebagai handrail dan juga tata letak perabot bisa menjadi pembatas ruang untuk memenuhi kebutuhan teritori lansia di dalam ruang sehingga mencapai kenyamanan.Kata kunci: lansia, perilaku, sirkulasi, tata letak perabot
Eksplorasi Fasade yang Dinamis dengan Material Alumunium Composite Panel pada Bangunan MOG di Malang Lavica Vioveta; Herry Santosa; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.211 KB)

Abstract

Perkembangan arsitektur saat ini mengarah pada arsitektur modern yang menuntut kompleksitas desain dan bentuk arsitektur pada konsep bangunan khususnya fasade sebagai elemen visual bangunan. Hal ini mempengaruhi seorang arsitektur dalam memaksimalkan eksplorasi dengan desain parametrik untuk mencapai kompleksitas bentuk yang terkontrol dan menarik. Penelitian ini mengambil studi kasus Mal Olympic Garden (MOG) yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Malang – Jawa Timur sebagai sarana hiburan dan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk eksplorasi fasade yang dinamis menggunakan metode parametrik arsitektur dengan material alumunium composite panel seefektif mungkin, sehingga dapat diterapkan dalam perancangan pusat perbelanjaan menjadi lebih inovatif dan kreatif pada tampilan arsitekturalnya. Metode yang digunakan adalah parametrik arsitektur dengan proses pemikiran algoritmik yang menghasilkan ekspresi dari parameter desain. Parameter yang digunakan mulai dari geometri dasar panel segi enam, segi lima dan segi tiga, dimensi panel, susunan organisasi bentuk, sudut kemiringan, jarak antar fasade, dan komposisi warna. Hasil penelitian ini mengarah pada beberapa rekomendasi desain fasade yang dinilai melalui kuesioner dengan metode preferensi semantik diferensial terhadap variabel bentuk dinamis. Spesifikasi rekomendasi desain fasade yang terpilih adalah susunan bentuk geometri segi enam dan segi tiga sama sisi dengan organisasi cluster, radial, terpusat serta permainan jarak fasade mulai dari 50cm hingga 2m.Kata Kunci: Fasade, alumunium composite panel, dinamis
Tata Ruang Pasar Tradisional terhadap Kerentana Kebakaran Studi Kasus Pasar Tekstil Klewer Setya Jelita Dwi Kurnia Rahmadani; Heru Sufianto; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.977 KB)

Abstract

Data Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) mencatat kejadian kebakaran di Indonesia sebanyak 50 kali pada pasar tradisional besar, dan 90 kejadian pada pasar kecil pada triwulan pertama tahun 2015. Kebakaran tersebut mencerminkan adanya kelemahan pada sistim keselamatan dan keamanan bangunan. Keputusan Menteri PU No.10/KPTS/2000 yang kemudian diperbarui No. 26/PRT/M/2008, menyebutkan bahwa pengamanan pada bahaya kebakaran bangunan harus dimulai sejak proses perencanaan hingga penggunaan gedung, meliputi; kelayakan sarana penyelamatan, ketersediaan proteksi aktif maupun pasif hingga adanya sistim pengawasan dan managemen kebakarannya. Sebagai salah satu pusat grosir tekstil di Indonesia, Pasar Klewer dapat dikategorikan sebagai bangunan yang mudah terbakar kelas A. Terbukti, pasar tersebut telah habis terbakar pada akhir tahun 2014. Studi ini bermaksud menelaah tata ruang ideal pada bangunan pasar tradisional. Dengan mengambil studi kasus pasar Klewer, artikel ini diharapkan menemukan konsep tata ruang pasar yang sesuai dari aspek kerentanan keselamatan kebakaran yang akan diterapkan pada Pasar Klewer.Kata Kunci : Tata Ruang Pasar, Sistim Proteksi Kebakaran Bangunan

Page 20 of 148 | Total Record : 1474