Articles
1,492 Documents
Integrasi Ruang Pamer dan Ruang Workshop Studio Perupa (Studi Kasus : Blok B Pasar Seni Ancol)
Ridha Aulia;
Rinawati P Handajani;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1140.424 KB)
Ciri khas daya tarik wisata pada suatu daerah merupakan modal dasar bagi industri pariwisata. Tempat yang mewadahi daya tarik wisata budaya salah satunya adalah pasar seni, yang terdapat dua aktivitas utama, yaitu aktivitas perdagangan dan aktivitas pertunjukan atau atraksi wisata. Pada blok B Pasar Seni Ancol aktivitas perdagangan menyatu dengan aktivitas pembuatan karya seni sehingga dapat menarik perhatian pengunjung, namun terdapat beberapa aktivitas pembuatan karya seni yang dapat membahayakan pengunjung untuk melihat secara dekat dikarenakan tidak adanya pemisah secara jelas antar kedua aktivitas. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif dalam pemecahan masalah integrasi ruang dalam pasar seni dengan menyatukan kedua ruang dengan aktivitas yang berbeda namun tetap mempertahankan fungsi ruangnya sehingga dapat saling mendukung antar aktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus yaitu blok B Pasar Seni Ancol berdasarkan lima aspek yaitu aktivitas, karakteristik ruang, hubungan ruang, sirkulasi dan zonasi. Konsep integrasi ruang pamer dan ruang workshop pada studio perupa yaitu menghubungkan kedua ruang tersebut secara visual sehingga menjelaskan perbedaan fungsi kepada pengunjung antara tempat yang diperbolehkan dan dilarang untuk dimasuki dan menjaga keamanan para pengunjung dan kenyamanan perupa pada saat proses pembuatan karya seni.Kata kunci: Integrasi ruang, pola ruang, studio seni, pasar seni, TIJA Jakarta
Rekayasa Desain Bukaan Atap dan Dinding untuk Meningkatkan Performa Termal Bangunan (Studi kasus: Pendopo Agung Taman Krida Budaya Malang, Jawa Timur)
Agita Rahmawati;
Jusuf Thojib;
Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1098.909 KB)
Salah satu perwujudan arsitektur Jawa adalah kompleks Taman Krida Budaya Malang. Pendopo Agung Taman Krida Budaya adalah ruang serbaguna yang mewadahi berbagai tingkat aktivitas yang membutuhkan kenyamanan termal. Salah satu upaya untuk mencapai kenyamanan termal adalah dengan mempertimbangkan bentuk atap yang digunakan karena atap adalah elemen bangunan yang permukaannya terpapar sinar matahari langsung. Salah satu ciri atap joglo adalah terdiri dari kombinasi dua bidang segitiga dan trapesium serta menggunakan bukaan/celah pada atap berupa kisi atau jalousi untuk mengalirkan udara panas pada bagian bawah atap (stack effect). Sedangkan pada pendopo agung belum menerapkannya sehingga temperatur dalam ruangan masih cenderung tinggi (270C-310C). Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan simulasi software Autodesk Ecotect Analysis 2011 untuk mengetahui performa termal bangunan melalui rekayasa desain bukaan atap dan dinding pada pendopo agung Taman Krida Budaya Malang. Rekomendasi desain yang dipilih berdasarkan kemampuan menurunkan temperatur dari kondisi eksisting dengan mengacu pada SNI 03-6572-2001. Sedangkan hasil dari penelitian ini berupa output dari simulasi Ecotect yaitu grafik temperatur selama 24 jam sebagai acuan penentuan kesimpulan.Kata kunci: kenyamanan termal, bukaan, ruang serbaguna
Konsep Permukiman Tanggap Kebakaran Di Banjarmasin (Studi Kasus: Kelurahan Kelayan Tengah)
Firdha Amalia;
Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (739.711 KB)
Kelurahan Kelayan Tengah merupakan salah satu kawasan yang sering dilanda kebakaran di Kota Banjarmasin. Kondisi permukiman yang padat didukung suhu yang tinggi, serta penggunaan kayu sebagai material utama bangunan menyebabkan api cepat merambat bila terjadi kebakaran. Struktur jalan yang sempit pun mempersulit proses evakuasi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian mengenai perancangan dan penataan fisik permukiman yang dapat berperan sebagai upaya preventif dari bencana kebakaran. Berdasar pertimbangan tersebut, dilakukan studi ini dengan tujuan untuk mendapatkan konsep permukiman tanggap kebakaran di Kelurahan Kelayan Tengah yang dapat menjadi masukan untuk penataan permukiman di Banjarmasin. Metode pengamatan non-participant dilakukan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder mengenai kondisi fisik eksisting yang kemudian dilakukan analisa. Proses analisa dilakukan dengan metode analisis campuran pada data kondisi fisik eksisting dengan mempertimbangkan kondisi non fisik (sosial dan budaya). Sehingga didapatkan kriteria dan konsep desain permukiman tanggap kebakaran termasuk di dalamnya konsep bangunan dan kawasan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.Kata Kunci: desain permukiman, kebakaran, kelurahan Kelayan Tengah
Perancangan Wisma Atlet di Kota Malang dengan Penerapan Sistem Ventilasi Alami
Riyan Firdaus Putra Anugra;
Heru Sufianto;
Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1520.316 KB)
Kenyamanan termal ruang wisma atlet diperlukan untuk menyegarkan kembali kondisi tubuh atlet. Beberapa cara untuk tetap menjaga kualitas udara ruang bisa dengan menggunakan sistem penghawaan buatan maupun alami. Potensi aliran udara pada tapak rancangan sangat berlimpah, oleh karena itu sistem pengkondisian ruang melalui ventilasi menjadi solusi yang diajukan untuk pemecahan permasalahan pengkondisian udara wisma atlet. Rancangan tata ruang bangunan, bentuk bangunan, tata vegetasi juga digunakan sebagai pendekatan pemecahan masalah. Software ansys dipilih untuk digunakan untuk memvalidasi usulan desain wisma atlet. Penerapan pola sirkulasi single loaded corridor, massa bangunan bersudut 45º terhadap arah datangnya angin, penataan pola vegetasi dan jenis vegetasi pengarah angin serta penggunaan tipe jendela vertikal pivot mampu meratakan aliran udara ruangan dan mengkondisikan kecepatan aliran sehingga tercapai kenyamanan termal ruang.Kata kunci: Wisma atlet, ventilasi alami, kenyamanan termal
Pelestarian Bangunan Stasiun Kereta Api Kediri
Yussi Oktarisa;
Antariksa Antariksa;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.949 KB)
Stasiun kereta api Kediri memiliki nilai historis yang kuat. Bentuk bangunan yangbergaya Indische empire ini memiliki karater yang dapat merekam jejak sejarah.Sejarah masa lampau yang menjadikan kota kediri sebagai kota karisedanan karenaadanya infrastruktur transportasi yang maju. Peranan bangunan stasiun Kereta apiKediri ini patut dipertahankan dan diarahkan ke upaya pelestarian. Metode yangdipakai adalah analisis kulitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif denganmenganalisis karakter arsitektural. Karakter arsitektural ini kemudian diarahkan kemetode evaluative dengan penilaian makna kultural. Hasil dari metode evaluativetersebut, karakter arsitektural dikembangkan ke arahan dan upaya pelestariandengan potensial tinggi, sedang dan rendah. Potensial tinggi diarahkan kepreservasi dan konservasi. Potensial sedang diarahkan ke konservasi danrehabilitasi. Potensial rendah diarahkan ke rehabilitasi.Kata Kunci: Stasiun Kediri, Pelestarian, Bangunan Kolonial Belanda
Pengaruh Window-To-Wall Ratio Terhadap Kenyamanan Visual pada Apartemen Mahasiswa di Surabaya
Deasy Lastya Sari;
Agung Murti Nugroho;
Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.244 KB)
Tingkat penyinaran matahari yang tinggi di Surabaya dapat menjadi potensipencahayaan alami yang baik pada bangunan apartemen saat siang hari.Pemanfaatan potensi alami tersebut membutuhkan sebuah strategi desain, yaituoptimalisasi pencahayaan alami melalui rasio luasan jendela denganmempertimbangkan beberapa aspek seperti dimensi, bentuk dan posisi jendela.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio luasan jendelaterhadap tingkat kenyamanan visual penghuni bangunan yang berlanjut padaperancangan jendela yang sesuai dengan kebutuhan pencahayaan. Metode yangdigunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif melalui observasilapangan dan validasi data dengan simulasi software DIALux 4.12 serta evaluasihasil desain. Penelitian ini dilakukan di 4 unit hunian tipe 2 bedroom 30 m2Apartemen Puncak Kertajaya dengan arah hadap berbeda yang berada di lantai 19.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan performa lubang cahayasetelah dilakukan modifikasi desain. Rekomendasi desain rasio luasan jendela yangefektif untuk unit hunian sebesar 50%–60% mampu meningkatkan kondisikenyamanan visual hingga 15%.Kata kunci : WWR, jendela, kenyamanan visual, apartemen mahasiswa
Perancangan Balai Budaya Bali Dengan Pendekatan Eco-cultural
Fariz Hadyan Widiarso;
Heru Sufianto;
Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1473.234 KB)
Pulau Bali menjadi trendsetter pariwisata di Indonesia memiliki peningkatan data jumlah wisatawan tiap tahun yang mendorong sektor pembangunan fasilitas penunjang pariwisata. Namun, keberagaman budaya wisatawan mancanegara menimbulkan pergeseran nilai – nilai budaya asli Bali. Berdasarkan permasalahan diatas diperlukan suatu fasilitas pariwisata yaitu Balai Budaya untuk mewadahi kegiatan budaya yang bertujuan melestarikan budaya Bali dan merespon iklim lingkungan sekitar melalui pendekatan eco-cultural. Metode perancangan yang digunakan ialah programatik dan pragmatik. Pengumpulan data berupa survey kondisi eksisting tapak dan survey instansi terkait secara kualitatif. Sedangkan pengolahan data pada analisis dan sintesis dilakukan dengan metode metafora, pragmatik dan tipologi yang sesuai dengan tiap parameter desain eco-cultural. Hasil yang diperoleh berupa implementasi 5 kriteria desain eco-cultural diantaranya, image of space berupa penataan massa bangunan yang sesuai dengan konteks lingkungan & budaya sekitar, lalu source of enviromental knowledge berupa respon desain bangunan terhadap iklim setempat. Building image berupa penataan tampilan bangunan, technology berupa penerapan teknologi dan konstruksi lokal, dan idealized concept of place yaitu pembentukan koneksi bangunan dengan konteks lingkungan sekitar. Dengan demikian tujuan dari perancangan ini yaitu proses penanaman nilai – nilai budaya tercapai melalui integrasi antar kriteria desain eco-cultural.Kata kunci: Balai Budaya, Budaya Bali, Eco-cultural
Fasad Hi-Tech Mall Surabaya dengan Konsep Fasad
Utari Sulistyandari;
Agung Murti Nugroho;
Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1419.068 KB)
Upaya branding kota Surabaya sebagai kota wisata dengan basis wisatawan bisnis, dilakukan oleh pemkot Surabaya dengan menciptakan slogan yaitu, “Sparkling Surabaya”. Sebagai ikon Sparkling Surabaya Hi-Tech Mall cukup tertinggal dengan ikon yang lainnya. Penampilan Hi-Tech Mall tidak representatif baik sebagai ikon Sparkling Surabaya maupun sebagai pusat perbelanjaan IT terbesar di Jawa Timur. Oleh karena itu dibutuhkan suatu rancangan desain fasad yang atraktif pada Hi-Tech Mall Surabaya. Perancangan fasad ini menghasilkan desain fasad yang menciptakan suatu daya tarik melalui beberapa elemen fasad (teknologi fasad terkini, material, pencahayaan pada fasad). Sehingga dapat mendukung fungsi bangunan dan citra kawasan secara optimal. Hasil desain merupakan perubahan desain pada fasad Hi-Tech Mall bagian barat dan timur menggunakan kolaborasi teknolgi fasad; double skin facade, pre-cast, fasad kinetik, dan teknologi LED. Keatraktifan fasad pada siang hari didukung oleh kolaborasi fasad dan bentuk fasad. Sedangkan pada malam hari keatraktifan fasad didukung oleh permainan pencahayaan pada fasad yang menggunakan teknologi LED. Material yang digunakan adalah alumunium composite panel (ACP) karena merupakan material yang sanggup mendukung kolaborasi teknologi fasad serta pencahayaan pada fasad yang diterapkan.Kata kunci: fasad bangunan, Hi-Tech Mall, fasad atraktif, bangunan komersial
Pengaruh Bukaan Terhadap Kenyamanan Suhu pada Masjid Jakarta Islam Center
Afra Hana Melita;
Satya Adhitama;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1517.162 KB)
Pemanasan suhu pada Jakarta Utara meningkat hingga 2°C dengan rata-rata 32°C. Elemen bangunan yang dapat menurunan suhu yakni bukaan. Masjid Jakarta Islamic Center merupakan bangunan pada area Jakarta Utara yang menggunakan sistem penghawaan alami. Bukaan yang dominan pada masjid yakni jenis kerawangan, dimana jenis ini minim dalam mengalirkan udara kedalam bangunan. Untuk itu perlu dilakukannya pengkajian mengenai keadaan bukaan yang berpengaruh pada penurunan suhu di masjid. Metode yang digunakan pada penelitian ini deskriptif analisis kuantitatif melalui pengukuran lapangan dengan validasi data melalui simulasi software ANSYS 14.5 serta kuesioner. Penelitian dilakukan pada ruangan masjid yang masih menggunakan sistem penghawaan alami. Untuk hasil penelitian menunjukkan suhu didalam ruang bekisar 28°C - 30°C, kondisi tersebut masih melewati batas dari standar suhu normal ruangan tropis, dan keadaan bukaan berkisar 22,3% berbanding dengan luas dinding masjid, dimana kondisi ini juga masih kurang dari standar luasan bukaan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu yang terjadi dengan adanya luas bukaan yang ditambah pada jenis kerawangan, dimana rekomendasi desain luas bukaan yakni 57,8% berbanding dengan luas dinding masjid dan dapat menurunkan suhu hingga 27,2°C.Kata kunci : Kenyamanan suhu, bukaan jenis kerawangan, masjid Jakarta Islamic Center
Pusat Rehabilitasi Kanker dengan Konsep Healing Environment Berbasis Eko-Medikal di Batu
Annisa Tiar Hapsari;
Agung Murti Nugroho;
Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1269.56 KB)
Kanker merupakan penyakit yang mematikan yang tidak hanya berdampak kondisi fisik penderitanya namun juga berdampak bagi psikologis penderita kanker. Jumlah penderita kanker di Indonesia kian meningkat setiap tahunnya, sehingga dibutuhkan fasilitas yang bersifat rehabilitatif untuk menanggulangi penyakit kanker yang dapat membantu proses peyembuhan dengan pendekatan psikologis penderita kanker. Suasana dan lingkungan merupakan salah satu elemen yang dapat membantu proses penyembuhan. Lingkungan yang sehat dapat mempengaruhi kesehatan manusia di dalamnya. Kajian ini dimaksudkan untuk menganalisis penerapan konsep healing environment berbasis eko-medikal pada bangunan pusat rehabilitasi kanker. Pusat rehabilitasi kanker ini akan berpedoman pada konsep healing environment yang akan dijadikan kriteria desain, sehingga dapat menghasilkan sebuah rancangan yang ideal bagi fasilitas kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap fakta dan fenomena yang ada dan menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Penerapan konsep healing environment pada bangunan pusat rehabilitasi kanker dapat dicapai melalui beberapa kriteria seperti pemisahan zona di dalam tapak maupun ruang, akses view ke ruang luar, elemen-elemen alam yang dapat membantu menyegarkan pikiran, kenyamanan dan keamanan ruang, kemudahan identifikasi sirkulasi, serta elemen interior yang mempengaruhi psikologis penderita kanker. Kriteria-kriteria tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker.Kata kunci : Healing environment, Pusat rehabilitasi kanker