cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
FOTODEGRADASI ZAT WARNA METHYL ORANGE MENGGUNAKAN TIO2-ZEOLIT DENGAN PENAMBAHAN ION PERSULFAT Ramadhana, Al Kautsar Kurniawan; Wardhani, Sri; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.039 KB)

Abstract

Efek dari ion persulfat pada fotodegradasi methyl orange menggunakan TiO2-zeolit telah diamati dalam penyinaran sinar UV. Dari hasi analisa difraksi sinar-X ditemukan bahwa struktur TiO2 adalah anatase dan jenis dari zeolit adalah campuran dari clipnotilolite dan mordenite. Peneliatan fotodegradasi terhadap 25 mL methyl orange dipelajari pada variasi konsentrasi persulfat, lama penyinaran, dan jumlah fotokatalis TiO2-zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstanta laju degradasi methyl orange tertinggi dicapai pada konsentrasi persulfat 12000 mg/L. Degradsi methyl orange tertinggi (83,12%) dicapai pada konsentrasi persulfat 12000 mg/L menggunakan 75 mg fotokatalis TiO2-zeolit dengan penyinaran selama 100 menit.
PENGARUH pH DAN WAKTU KONTAK PADA ADSORPSI Pb(II) MENGGUNAKAN ADSORBEN KITIN TERFOSFORILASI DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT (Achatina fulica) Wijayanto, Yogi Rifki; Darjito, Darjito; Prananto, Yuniar Ponco
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.739 KB)

Abstract

ABSTRAK Limbah cangkang bekicot mengandung kitin yang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben ion logam berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi kitin terhadap ion Pb(II) dengan cara fosforilasi dan juga mempelajari pengaruh pH dan waktu kontak larutan terhadap adsorpsi Pb(II) pada kitin terfosforilasi. Kitin diisolasi dari cangkang bekicot melalui proses deproteinasi dan demineralisasi. Kitin difosforilasi dengan asam fosfat dan dinatrium hidrogen fosfat. Penelitian dilakukan dengan variasi pH 2, 3, 4 dan 5 serta variasi waktu kontak 20, 40, 60, 80, 100 dan 120 menit. Hasil yang diperoleh yaitu adsorpsi ion Pb(II) secara maksimum diperoleh pada pH 4 sebesar 86,45% dan waktu kontak selama 60 menit. Kata kunci: adsorpsi, kitin, fosforilasi, Pb(II).
KADAR MALONDIALDEHID (MDA) DAN GAMBARAN HISTOLOGI PADA GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) PASCA INDUKSI Cylosporine-A Yustika, Agnes Ratna; Aulanni'am, Aulanni'am; Prasetyawan, Sasangka
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.095 KB)

Abstract

Cyclosporine-A (CsA) merupakan kelompok obat (immunosuppressant) yang berfungsi menekan respon imun.Namun demikian, penggunaan CsA jangka panjang dapat menimbulkan efek nefrotoksisitas.Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar MDA dan gambaran histologi pada ginjal tikus (Rattus norvegicus) pasca induksi Cyclosporine-A (CsA). Pada penelitian ini ginjal yang digunakan berasal dari dua kelompok, yaitu kelompok tikus kontrol dan tikus induksi CsA dengan dosis 3 mg/kg per berat badan tikus. Pengukuran kadar MDA menggunakan spektroftotometri UV-vis dan gambaran histologi menggunakan metode pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil perbandingan kadar MDA pada ginjal tikus sehat (1,599±0,328) dan ginjal tikus sakit (5,693±0,243) mengalami peningkatan 56,14%.Pada tikus sakit terdapat banyak rongga sebagai visualisasi terputusnya sel junction (penghubung antar sel) karena adanya peradangan. Terbentuknya rongga atau celah antar sel merupakan akibat dari meningkatnya kadar MDA.
STUDI PENGARUH KONSENTRASI ION PERSULFAT TERHADAP DEGRADASI METHYL ORANGE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TIO2–BENTONIT Wibisono, Gilang Kopa; Wardhani, Sri; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.074 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan anion persulfat terhadap degradasi zat warna methyl orange menggunakan fotokatalis TiO2-bentonit. Larutan methyl orange 10 mg/L pH 4 sebanyak 25 mL ditambah 50 mg TiO2-bentonit dan 5 mL larutan S2O82- 0; 1.500; 3.000; 6.000; 12.000 mg/L disinari lampu UV selama 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Untuk mengetahui pengaruh jumlah fotokatalis TiO2-bentonit, larutan methyl orange 10 mg/L pH 4 sebanyak 25 mL ditambah 5 mL S2O82- dan 13; 25; 50; 75 mg fotokatalis disinari sinar UV selama 60 menit. Konsentrasi methyl orange setelah fotodegradasi ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion persulfat, lama penyinaran, dan jumlah TiO2-bentonit berpengaruh terhadap fotodegradasi methyl orange. Ion persulfat mempengaruhi laju fotodegradasi methyl orange, dengan konstanta laju degradasi tertinggi terjadi pada konsentrasi persulfat       3000 mg/L. Fotodegradasi methyl orange meningkat seiring dengan bertambahnya waktu penyinaran dan jumlah TiO2-bentonit
PENGARUH PEMBERIAN ACTH (Adrenocorticotropin Hormon) TERHADAP PROFIL PROTEIN DAN GAMBARAN HISTOLOGI OTAK PADA TIKUS (Rattusnorvegicus) MENINGITIS HASIL INJEKSI LPS Agustita, Megawati Sistin; Aulanni'am, Aulanni'am; Prasetyawan, Sasangka
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.902 KB)

Abstract

Meningitis merupakan peradangan selaput otak, penyebab utamanya adalah endotoksin dari bakteri E.colli yaitu LPS (Lipopolisakarida).Salah satu alternatif pengobatan pada meningitis yaitu melalui terapi dengan menggunakan ACTH (Adrenocorticotropin Hormon).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan terapi ACTH terhadap profil proteindan gambaran histologi pada otak tikus.Pada penelitian ini digunakan hewan coba tikus dengan pemberian dosis LPS 20 ng/ekor yang diinkubasi selama empat jam. ACTH sebagai alternatif terapi diberikan pada hewan coba dengan dosis 50 µg/ekor dan diinkubasi selama dua jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi ACTH dapat memperbaiki sel endotel pada pembuluh darah.Pemberian LPS dan ACTH dalam jangka waktu dua jam menghasilkan pita protein baru yaitu 174,1 kDa.
ISOLASI MINYAK ATSIRI KENANGA (Cananga odorata) MENGGUNAKAN METODE DISTILASI UAP TERMODIFIKASI Rachmawati, Ranny Cahya; Retnowati, Rurini; Juswono, Unggul Pundjung
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.07 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi minyak kenanga dari bunga kenanga (Cananga odorata) dengan menggunakan distilasi uap termodifikasi selama 8 jam, mengkarakterisasi sifat fisik dan menganalisa komponen penyusun minyak kenanga menggunakan kromatografi gas spektroskopi massa (KG-SM). Analisa komponen penyusun minyak kenanga hasil distilasi uap dibandingkan dengan metode distilasi uap dan air, distilasi air dan ekstraksi superkritis fluida. Minyak kenanga yang dihasilkan berwarna kuning muda dengan sebesar 1,066 %, indeks bias 1,4943 (25 oC) dan berat jenis 0,9154 g/mL (20 oC). Hasil analisa komponen penyusun minyak kenanga menggunakan KG-SM menunjukkan bahwa terdapat 24 komponen teridentifikasi dan komponen utama dalam minyak kenanga yaitu β-kariofilen (19,39 %), germakren-D (13,36 %), linalool (11,28 %) dan α-humulen (9,46 %). Senyawa linalool, sebagai penentu kualitas minyak kenanga, pada penelitian ini memiliki persentase yang relatif lebih besar dibandingkan dengan metode isolasi lain. Kata kunci: distilasi uap, minyak kenanga, Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa, linalool
VARIASI PROSEDUR PREPARASI GEL PADA SINTESIS AEROGEL SILIKA DARI LUMPUR LAPINDO Rosmawati, Angelina; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Prananto, Yuniar Ponco
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1776.165 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis aerogel silika dari lumpur Lapindo melalui metode sol gel dengan pengeringan pada tekanan ambien. Variasi prosedur preparasi gel dilakukan untuk memperoleh aerogel silika hidrofobik dengan bentuk optimal. Silika dari lumpur Lapindo yang telah diberi perlakuan awal diekstraksi menggunakan NaOH 3 M dan disaring. Filtrat dititrasi dengan HCl 1 M hingga pH 4. Dilakukan dua variasi prosedur dalam penelitian ini, yakni prosedur pertama (A), larutan pH 4 dicetak dalam syringe 20 mL, filtrat didekantasi dan endapan dicuci air suling hingga diperoleh endapan putih dalam volume 5 mL kemudian didiamkan, sedangkan prosedur kedua (B), larutan pH 4 didiamkan hingga terbentuk endapan yang dipisahkan dari filtratnya melalui penyaringan. Endapan dicuci dengan air suling, dicetak dalam syringe volume 5 mL, dan didiamkan hingga terbentuk hidrogel. Hidrogel direndam dalam metanol, dilanjutkan dalam campuran metanol, trimetilklorosilan (TMCS), dan heksana, serta diakhiri dalam heksana. Gel yang telah tersilalasi kemudian dikeringkan pada suhu 50 oC dan suhu 200 oC. Aerogel silika berhasil disintesis dari prosedur B dan dikarakterisasi melalui pengamatan visual, gravimetri, spektrofotometri IR, dan uji hidrofobisitas secara kualitatif. Aerogel silika yang dihasilkan berbentuk silinder dengan massa 0,1914 gram dan densitas teoritis 0,222 g/cm3, berwarna putih, opaque,  hidrofobik, dan lipofilik Kata kunci: aerogel silika, hidrogel, lumpur Lapindo, silika, sol gel
PENGARUH VOLUME MINYAK KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIRADIKAL BEBAS Utomo, Amalia; Retnowati, Rurini; Juswono, Unggul Pundjung
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.65 KB)

Abstract

Aktivitas antiradikal minyak kenanga telah diteliti pada penelitian ini. Minyak kenanga diperoleh dari isolasi bunga kenanga (Cananga odorata) dengan distilasi uap pada tekanan 1,39 atm, selama 8 jam dan dilakukan analisis komponennya menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM). Aktivitas antiradikal dilakukan terhadap radikal bebas dalam minyak jagung yang diradiasi sinar UV panjang gelombang (λ) = 254 nm, selama 40 menit. Aktivitas antiradikal ditentukan dengan Electron Spin Resonance (ESR) pada penambahan volume minyak kenanga sebanyak 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 μL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume minyak kenanga mempengaruhi aktivitasnya sebagai antiradikal dalam minyak jagung. Aktivitas optimal antiradikal minyak kenanga terhadap radikal hidroksil (80,5%), alkil (50%), dan peroksil (42,8%) diperoleh pada penambahan 7 μL minyak kenanga. Senyawa yang diduga berkontribusi pada aktivitas antiradikal adalah benzil benzoat dan p-metilanisol. Kata kunci: antiradikal, Electron Spin Resonance, minyak kenanga. 
ISOLASI DAN KARAKTERISASI DARI MINYAK BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) KERING HASIL DISTILASI UAP Prianto, Henny; Retnowati, Rurini; Juswono, Unggul Pundjung
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.577 KB)

Abstract

Minyak cengkeh diisolasi dari bunga cengkeh (Syzigium aromaticum) kering dan dikarakterisasi berdasarkan sifat fisik dan Kromatografi Gas – Spektroskopi Massa (KG-SM). Isolasi dilakukan dengan metode distilasi uap selama 8 jam. Karakterisasi minyak cengkeh berdasar sifat fisik yang meliputi warna, bau, indeks bias, dan berat jenis. Analisis komponen minyak cengkeh menggunakan KG-SM.  Hasil isolasi diperoleh minyak cengkeh dengan rendemen 8,6 %. Minyak cengkeh yang diperoleh berwarna kuning muda, berbau khas cengkeh, indeks bias (20 oC) 1,5356 dan bobot jenis (15 oC) 1,0663 g/mL. Hasil analisis menggunakan KG-SM menunjukkan bahwa minyak cengkeh mengandung 6 komponen yaitu, eugenol 81,2 %, trans-karyofilen 3,92 %, alfa-humulen 0,45 %, eugenil asetat 12,43 %, karyofilen oksida 0,25 % dan trimetoksiasetofenon 0,53 %. Fakta lain menunjukkan bahwa pengeringan bunga cengkeh menyebabkan hilangnya beberapa komponen yang mudah menguap dalam minyak cengkeh. Kata kunci: distilasi uap, Kromatografi Gas – Spektroskopi Massa, minyak bunga cengkeh, Syzygium aromaticum
AMOBILISASI PEKTINASE DARI Bacillus subtilis MENGGUNAKAN MATRIKS PASIR LAUT TERAKTIVASI HCl Widyanti, Marta; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.97 KB)

Abstract

ABSTRAK Amobilisasi pektinase dengan metode adsorpsi fisik pada matriks pasir laut teraktivasi HCl, digunakan untuk mendegradasi senyawa pektin. Pektinase perlu diamobilkan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian enzim sehingga dapat dipakai berulang kali. Pektinase diisolasi dari Bacillus subtilis dan dimurnikan dengan menggunakan amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan 20-60%. Penelitian ini bertujuan mengetahui waktu pengocokan dan konsentrasi pektinase optimum. Pada penelitian ini dilakukan variasi waktu pengocokan 1, 2, 3, 4, 5 jam dan variasi konsentrasi pektinase 0,943; 1,887; 2,830; 3,774; 4,717 mg/mL pada 0,1 g pasir pada temperatur ruang. Penentuan kadar protein dilakukan dengan menggunakan reagen Biuret, sedangkan kadar asam galakturonat menggunakan reagen DNS. Pektinase bebas mempunyai kadar protein 4,717 mg/mL dengan aktivitas 109,8 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum amobilisasi pektinase dicapai pada waktu pengocokan 4 jam dan konsentrasi pektinase 3,774 mg/mL dengan jumlah pektinase teradsorpsi 140,7 mg/g pasir dan aktivitas 1049,9 unit. Kata kunci:aktivitas, Bacillus subtilis, pasir laut teraktivasi HCl, pektinase.

Page 4 of 22 | Total Record : 214