cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DI KABUPATEN FAKFAK Marvin Christhie; Timotius Krisna; Cilcia Kusumastuti; Prasetio Sudjarwo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.861 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi di Kabupaten Fakfak dari 66,828 jiwa pada tahun 2010 menjadi 76,102 jiwa pada tahun 2017 (Badan Pusat statistik, 2011 dan 2018) mengakibatkan kebutuhan air bertambah, dan adanya kemungkinan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tata guna lahan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi analisis perubahan tata guna lahan dengan memperhitungkan nilai koefisien pengaliran (C), perhitungan intensitas hujan dengan metode Mononobe, dan perhitungan debit banjir rencana dengan metode Rasional. Dari analisis frekuensi yang dilakukan, data hujan Kabupaten Fakfak mengikuti sebaran Log Normal diuji menggunakan uji Chi-Kuadrat dan memiliki X2cr lebih kecil dari X2cr tabel Chi-Kuadrat, dengan demikian perhitungan kedalaman hujan rencana dihitung berdasarkan perhitungan sebaran Log Normal. Waktu konsentrasi yang digunakan pada perhitungan intensitas hujan adalah 3 (tiga) jam, diambil dari data rata-rata durasi hujan dalam sehari selama 1 (satu) tahun pada tahun 2018. Hasil yang diperoleh menunjukan adanya perubahan tata guna lahan di Kabupaten Fakfak dari lahan Hutan produktif terbatas menjadi lahan Kawasan suaka alam/ kawasan pelestarian alam dengan perubahan tersebut, nilai C sebesar 0,387 pada tahun 2014 berubah menjadi 0,389 pada tahun 2018. Perubahan nilai tersebut mengakibatkan kenaikan banjir rencana sebesar 0,52% dari tahun 2014 ke tahun 2018.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MENGGUNAKAN SEPEDA Alexius Hanavie; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.075 KB)

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, maka sector transportasi juga ikut mengalami pertumbuhan, terutama transportasi darat. Salah satu faktor yang meningkatkan jumlah kendaraan pada masyarakat adalah kendaraan yang digunakan oleh kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data kuesioner yang akan disebarkan pada beberapa universitas swasta di Surabaya. Setelah disebar, dilakukan analisa data untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa dalam menggunakan sepeda. Isi kuesioner pertanyaan mengenai karakteristik responden, dan pertanyaan mengenai insentif bersepeda. Kemudian direkap persebaran jawaban karakteristik responden yang berjumlah 292 berdasarkan umum dan masing kampus. Selain terhadap kampus, dilakukan juga perbandingan antara insentif dengan jenis kelamin, penggunaan sepeda, tahun studi, pendapatan per bulan, dan jarak tempuh. Hal ini dilakukan agar suatu insentif yang nantinya disarankan tidak berpihak pada satu golongan saja melainkan dapat berlaku untuk segala golongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga insentif yang menurut kesediaan dan prioritas responden menjadi urutan yang teratas, yaitu insentif keamanan sepeda dikawasan kampus, tempat parkir yang terlindung dari cuaca dan parkir dekat dengan gedung kuliah.
EVALUASI KINERJA BANGUNAN DENGAN KETIDAKBERATURAN SUDUT DALAM YANG DIRENCANAKAN SECARA DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN Michael Michael; Andy Andy; Ima Muljati; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.957 KB)

Abstract

Sesuai dengan SNI 1726-2012, Force Based Design merupakan metode yang digunakan dalam perencanaan struktur bangunan. Namun, seiring berkembangnya waktu, metode yang disebut Direct Displacement-Based Design (DDBD) menjadi opsi bagi perencana untuk mendesain struktur bangunan. Sesuai Performance Based Design, perencanaan harus dilakukan dalam Level 1-No Damage, Level 2-Repairable Damage, dan Level 3-No Collapse. Bangunan apartment 6 lantai dengan ketidakberaturan sudut dalam, dimana portal arah-x dan arah-y tidak seragam,dari struktur beton bertulang dengan bentang seragam diambil sebagai studi kasus. Struktur direncanakan sebagai sistem rangka pemikul momen pada daerah beresiko gempa rendah dan tinggi di Indonesia. Bangunan direncanakan dengan metode FBD maupun DDBD. Dalam metode DDBD, desain Level-3 digunakan untuk daerah beresiko gempa rendah dan Level-2 untuk daerah beresiko gempa tinggi sesuai DDBD Model Code (Sullivan et al., 2012). Untuk metode DDBD, penelitian dilakukan dalam 2 kondisi, yaitu distribusi base shear secara merata untuk tiap portal (DDBD 1), dan perhitungan base shear untuk masing-masing portal sesuai dengan proporsional massa (DDBD 2). Dari kedua metode yang dilakukan, ternyata metode DDBD 1 merupakan pilihan terbaik. Hasil desain tersebut diuji kinerjanya menggunakan analisis dinamis riwayat waktu nonlinier. Untuk parameter driftt, semua bangunan menunjukkan kinerja yang memuaskan kecuali bangunan DDBD 2. Namun jika dilihat berdasarkan damage index, hanya metode DDBD 1 yang memenuhi semua persyaratan. Dalam parameter mekanisme keruntuhan, kondisi beam side sway mechanism dan strong column weak beam sudah terpenuhi.
PERBANDINGAN RESOURCE LEVELING DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PROGRAM MICROSOFT PROJECT 2010 DAN PRIMAVERA . Evan; , Rizky; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.635 KB)

Abstract

Dalam proses perencanaan resource allocation ada banyak kendala yang diakibatkan dari berbedanya tingkat kerumitan tiap proyek. Oleh karena itu diperlukan aplikasi program yang sesuai dengan berbagai macam kebutuhan perusahaan/ latar belakang pengguna dalam membantu merencanakan resource allocation. Diantara berbagai software yang ada sekarang ini Microsoft Project dan Primavera adalah aplikasi program profesional yang masih berkembang dan paling sering digunakan oleh project planner, project control, scheduler, project manager, estimator, dan lain-lain. Penelitian ini membandingkan kelebihan dan kelemahan kedua software dalam hal resource leveling dengan memakai pendekatan studi literatur, mengintepretasikandalam software, menggunakan semua fitur aplikasi program yang tersedia, dan kemudian membandingkan kedua software berdasarkan 3 dari 12 kategori menurut J. D. Witt dalam hal resource leveling sebagai kerangka dasar penelitian. Hasil penelitian menunjukan keduanya memiliki kemampuan yang relatif sama. Di satu pihak, Microsoft Project memiliki keunggulan antara lain lebih user friendly, tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyelesaikan hubungan antar aktivitas, mengatur resources yang akan direncanakan hingga menyelesaikan resource leveling. Sedangkan, Primavera baik dalam menampilkan grafik resource dan kurva S, dan sangat disarankan untuk pengguna professional.
FAKTOR PENYEBAB TINDAKAN TIDAK AMAN PEKERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI Michael Hans Ryan; Wilson Andrianto; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.333 KB)

Abstract

Industri konstruksi yang sedang berkembang pesat di Indonesia merupakan industri yang tidak akan terlepas dari kecelakaan kerja yang ada pada pekerja konstruksi. Tindakan setiap kontraktor pada proyek sangat menentukan lingkungan keselamatan kerja baik dari segi persedian dan pengawasan yang ketat meliputi prosedur yang harus bisa diperbaiki setiap saat. Pekerja memiliki hak yang sama dengan pekerja yang tidak ada di lapangan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja , sebagian besar pekerja proyek di Indonesia masih memiliki tingkat kesadaran dan pengetahuan yang rendah mengenai keselamatan kerja. Banyak tindakan tidak aman yang sering dilakukan pekerja yang menurut mereka masih dalam kondisi wajar / boleh dilanggar maka tindakan tidak aman masih dapat terjadi dan menghasilkan kecelakaan kerja yang berpengaruh untuk kontraktor yang tidak mencapai zero accident dan terlambatnya proyek.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pekerja besi , pekerja kayu , pekerja finishing dan lainnya yang ada di Surabaya. Melalui analisis deskriptif dengan mencari nilai rata-rata tertinggi menurut responden, ditemukan beberapa hasil yaitu: tindakan tidak aman yang sering dilakukan pekerja adalah mengabaikan menggunakan APD (alat pelindung diri) , merokok sembarangan di dalam proyek , bekerja dengan kecepatan tidak aman dan untuk menemukan faktor penyebabnya , penulis menggunakan metode one sample t – test dengan bantuan program SPSS yang mendapatkan hasil bahwa faktor penyebabnya adalah kebiasaan masa lalu pekerja yang sudah lama berkecimpung di dunia konstruksi.
TABEL DESAIN KAPASITAS SAMBUNGAN BAJA TIPE FLEKSIBEL BERDASARKAN SNI 03-1729-2002 Charlie Wijaya; F.X. Eka Prasetyo Setiohadi; Pamuda Pudjisuryadi; Effendy Tanojo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.255 KB)

Abstract

Sambungan merupakan komponen penting dari struktur baja. Pada proses perhitungan struktur baja, sambungan membutuhkan perhitungan yang rinci karena memiliki berbagai macam variasi dari jenis atau tipe sambungan dan gaya – gaya yang bekerja. Perencanaan sambungan membutuhkan trial and error untuk menentukan konfigurasi sambungan dan jumlah sambungan (jumlah baut dan tebal las) hingga kapasitas sambungan lebih besar dari beban sambungan. Dengan banyaknya macam sambungan yang diperhitungkan dan juga memakan banyak waktu, maka dalam perencanaan diperlukan penyederhanaan menjadi tabel sambungan baja fleksibel yang umum digunakan (double angle cleat dan web side plate) sesuai dengan SNI 03-1729-2002. Tabel ini disusun dengan menentukan variasi parameter seperti profil, baut, mutu las, coakan, konfigurasi baut, dan komponen sambungan. Penyajian tabel ini berupa variasi jumlah baut, jarak coakan, kapasitas profil (tanpa coakan, coakan tunggal, coakan ganda), dan konfigurasi baut. Pembuatan tabel ini menghindarkan pengguna untuk trial and error dalam mendesain sambungan. Pengguna cukup mengetahui ukuran profil yang akan disambung, lalu memilih sambungan sesuai dengan kapasitas yang diinginkan.
ANALISA KARATERISTIK PEMILIHAN SUPPLIER BETON READY-MIX, BEKISTING, DAN TULANGAN BAJA OLEH PERUSAHAAN KONTRAKTOR DAN OWNER DI SURABAYA BERDASARKAN TINGKAT KEPENTINGAN KRITERIA Christian Filbert Laksono; Christian Gunawan; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.039 KB)

Abstract

Supplier memegang peranan penting yang mempengaruhi kualitas dan penjadwalanproyek yang di mana kedua hal tersebut mempengaruhi nama baik perusahaan. Oleh karena itu dalammemilih supplier, owner dan kontraktor memiliki kriteria-kriteria yang diharapkan dapat mendukunghubungan kerja sama yang baik dan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sertamenguntungkan kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah kriteria yangdiinginkan oleh perusahaan owner dan kontraktor dalam memilih supplier dengan metode kuesioner.Kuesioner diisi oleh 30 orang dari perusahaan owner dan 36 orang dari perusahaan kontraktor. Hasilpenelitian menunjukkan secara keseluruhan baik menurut kontraktor dan owner kriteria utamapemilihan supplier adalah kualitas. Selain mengurutkan berdasarkan peringkat, dilakukan pulaWilcoxon Rank-Sum Test untuk uji hipotesa tidak adanya perbedaan pendapat antara owner dengankontraktor. Dari tes tersebut diperoleh hasil bahwa secara umum tidak ada perbedaan pendapat antaraowner dengan kontraktor dalam memilih supplier. Untuk beton ready-mix dan bekisting kriteria denganranking tertinggi adalah responsif. Adapun untuk material tulangan baja kriteria dengan rankingtertinggi adalah kualitas. Hasil penelitian inipun juga dibandingkan dengan beberapa penelitian yanglain dan kriteria yang diinginkan oleh perusahaan konstruksi di Surabaya mirip dengan perusahaan diluar Indonesia, yakni kualitas.
PANDANGAN TERHADAP FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN RANTAI PASOK BERKELANJUTAN DARI PELAKU BISNIS PROPERTI DI SURABAYA Tri Wahyu Harto Wibowo; Handy Iswara; Herry Pintardi Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.321 KB)

Abstract

Manajemen rantai pasok didefinisikan sebagai visi, budaya, proses dan strategi untuk mengoptimalkan produksi, nilai bahan mentah atau komponen dari pemasok terpercaya dan inovatif. Menjaga hubungan terhadap pihak yang terlibat didalam rantai pasok akan mempengaruhi keuntungan dan relasi perusahaan. Pengimplementasian manajemen rantai pasok yang baik dapat menghasilkan produk yang bagus, biaya operasional yang rendah, pengerjaan tepat waktu, dan mengurangi hal-hal yang tidak diperlukan. Penelitian ini akan mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen rantai pasok berkelanjutan di Surabaya. Faktor-faktor yang ditinjau adalah pemicu manajemen rantai pasok, manajemen pemasok untuk resiko dan kinerja, manajemen rantai pasok untuk produksi berkelanjutan, dan drivers for lean supply chain. Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen rantai pasok yaitu uji rata-rata, dan Anova. Hasil analisis rata-rata menunjukan bahwa faktor tertinggi dari pemicu manajemen rantai pasok adalah tekanan dari pemerintah, untuk faktor tertinggi dari manajemen pemasok untuk resiko dan kinerja adalah dimensi resiko, selanjutnya faktor tertinggi dari manajemen rantai pasok untuk produk berkelanjutan adalah pendekatan siklus hidup, dan yang terakhir faktor tertinggi dari drivers for lean supply chain adalah manajemen permintaan. Pada analisis Anova didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara perusahaan kontraktor sipil, pengembang, mekanikal elektrikal, dan perusahaan manufaktur di setiap faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen rantai pasok berkelanjutan.
STUDI MENGENAI FRIKSI ANTARA TIANG DAN BEBERAPA JENIS TANAH LEMPUNG YANG BERBEDA YANG DIPENGARUHI OLEH KADAR AIR, WAKTU, DAN JENIS MATERIAL Christopher Henry Sugiarto; Hendry Indra Pramana; Daniel Tjandra; Johanes Indrojono Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.516 KB)

Abstract

Kapasitas friksi pada tiang pancang memegang peranan penting dalam pondasi bangunan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perbandingan kapasitas friksi tiang pada beberapa jenis tanah lempung yang dipengaruhi oleh variabel kadar air, waktu, dan jenis material tiang pancang. Dua jenis material tiang yang digunakan dalam penelitian ini adalah material baja dan beton. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan metode percobaan dan memeprsiapkan alat. Setelah pengambilan sampel di lapangan, maka dilakukan tes karakteristik tanah dasar di labrotarium dan menentukan variasi kadar air dan waktu. Kondisi drying didapatkan dengan membiarkan tabung terbuka sampai berat tujuan tercapai sebaliknya untuk kondisi wetting dilakukan dengan menginjeksikan air ke dalam tanah dengan bantuan jarum suntik sampai berat tujuan tercapai. Selanjutnya dilakukan pengetesan pembebanan (loading test) dan uji kuat geser tanah (unconfined compression test dan vane shear test). Dengan variasi variabel kadar air dan waktu yang beragam, didapatkan hasil bahwa lokasi dan jenis tanah lempung yang berbeda memberikan nilai kuat geser tanah dan kapasitas friksi tiang pancang yang berbeda pula. Selain itu, didapatkan hasil bahwa kadar air dan waktu mempengaruhi nilai kuat geser tanah yang dimana kuat geser tanah mempengaruhi kapasitas friksi tiang pancang. Dari jenis material tiang pancang yang digunakan, diketahui bahwa tiang baja mempunyai nilai kapasitas friksi yang lebih besar daripada tiang beton.
STUDI KASUS HARGA SATUAN UPAH DAN BAHAN UNTUK PROYEK BANGUNAN SATU LANTAI Dani Pratama; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.402 KB)

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi bangunan, biaya memegang peranan penting. Dalam sebuah proyek konstruksi beton bertulang, terdapat elemen-elemen struktur beton bertulang, seperti pile cap, tie beam, balok, kolom, plat lantai, tangga dan dinding yang terdiri dari 3 jenis pekerjaan yaitu, corbeton, besi tulangan dan bekisting. Biaya pembuatan masing-masing jenis pekerjaan tersebut terbagi lagi menjadi biaya upah, biaya bahan dan biaya alat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang proporsi masing-masing harga upah, bahan dan alat pada jenis-jenis pekerjaan pada elemen struktur beton bertulang.Untuk mengetahui proporsi harga upah bahan dan alat, yang pertama dilakukan adalah menganalisa kandungan bekisting dan besi yang ada untuk 1 m3 beton bertulang. Setelah itu dilakukan perhitungan proporsi upah, bahan dan alat.Dari hasil penelitian diketahui meskipun proporsi harga upah maupun bahan corbeton, bekisting dan besi berbeda beda, tetapi hasil proporsi harga upah, bahan dan alat terbesar dimiliki oleh biaya bahan yang berkisar antara 70%, yang diikuti dengan biaya upah yang berkisar antara 30%.