cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Analisis Resepsi Khalayak Mengenai Konten ‘Thirst Trap’ pada Akun TikTok @eunicetjoaa Florentina Fahriza Kusuma; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai jenis konten diciptakan dan disebarluaskan di media sosial TikTok, salah satunya adalah konten thirst trap. Konten tersebut sengaja dibuat oleh creator-nya untuk menarik perhatian audiens secara seksual. Ada pun seorang creator TikTok yang terkenal akan konten thirst trap-nya bernama Eunice Tjoaa dengan akun @eunicetjoaa. Penerimaan khalayak tentunya akan berbeda- beda. Penelitian ini menggali lebih dalam penerimaan khalayak mengenai konten thirt trap akun TikTok @eunicetjoaa menggunakan metode analisis resepsi. Hasil yang didapat dibedakan menjadi tiga penerimaan yaitu dominant, negotiated, dan oppositional. Penerimaan dominannya adalah khalayak menerima status Eunice Tjoaa sebagai sosok artis TikTok. Kemudian penerimaan negotiated adalah khalayak cenderung menelaah lagi konten thirst trap tersebut yang memberikan respon penerimaan yang campur aduk antara positif dan negative. Dan yang terakhir penerimaan oppositional ditunjukkan oleh ketidaksetujuan khalayak terhadap konten thirts trap sebagai bentuk eskpresi diri.
Bingkai Citra Eiger pada Pemberitaan “Eiger VS YouTuber DuniaDian” di Kompas.com dan Detik.com Aurellia Nathania Adityaputri; Gatut Priyowidodo; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eiger mengirimkan surat keberatan kepada YouTuber DuniaDian atas video ulasan produk kacamata sepeda pada 28 Januari 2021. Dian merespon teguran dengan menyatakan kekecewaan melalui akun Twitternya. Tagar #Eiger menjadi viral, Eiger langsung mengunggah permintaan maaf pada hari yang sama pada akun Twitternya. Krisis ini diliput oleh berbagai media, termasuk Kompas.com dan Detik.com. Media melakukan framing dalam memberitakan peristiwa. Framing merupakan pemilihan selektif dari berbagai aspek realitas agar lebih menonjol dibandingkan lainnya. Berita yang diambil berasal dari periode tanggal 28-29 Januari 2021. Metode yang digunakan adalah analisis framing Zhongdang Pan & Kosicki, dengan empat elemen yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil dari penelitian adalah Kompas.com dan Detik.com memberitakan kelengkapan kasus surat keberatan antara Eiger dan YouTuber DuniaDian. Kedua media menunjukkan keberimbangan dengan menulis berita dari sudut pandang korban, publik, pakar, selebriti, perwakilan komunitas, hingga perusahaan. Melalui pemberitaannya, Kompas.com dan Detik.com menunjukkan bingkai citra negatif Eiger sebagai pihak bersalah akibat mengirimkan surat keberatan kepada Dian. Namun, Kompas.com & Detik.com juga menunjukkan strategi pemulihan citra negatif Eiger melalui permintaan maafnya. Kompas.com menuliskan peristiwa hingga tuntas dengan menunjukkan resolusi konflik, yang sesuai dengan slogan “Jernih Melihat Dunia”. Namun, Detik.com lebih detail dalam menyampaikan pemberitaan, merupakan bagian dari komitmen “vivid description” oleh Detik.
Konten Social Commerce Yang Dilakukan Oleh Usaha Lokal WHITELAB Dan Scarlett di Instagram Sherlly Christina Dewi; Inri Inggrit Indrayani; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang saatnya brand berkembang dari e-commerce menuju social commerce. Hal yang membedakannya dengan e-commerce adalah, social commerce memiliki unsur sosial. Jadi brand dapat melakukan promosi dan menjalin hubungan dengan konsumen melalui media sosial. Inilah yang menjadi salah satu perhatian dari public relations. Sehingga perlu diulik lebih lanjut, bagaimana suatu brand dapat mengaktifkan kemampuan social commerce mereka dengan baik. Pada tahun 2021, industri yang paling banyak mengalami kenaikan adalah industri kecantikan. Menurut orang Indonesia, brand kecantikan lokal yang paling disukai adalah WHITELAB dan Scarlett. Untuk melihat lebih dalam bagaimana WHITELAB dan Scarlett memanfaatkan media sosial Instagram mereka, maka penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Social commerce memiliki tujuh karakteristik yaitu reputation, size, information quality, communication, transaction safety, economic feasibility, dan word-of-mouth referrals. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua brand tersebut sama-sama paling banyak mengimplementasikan information quality dalam caption Instagram mereka. Sedangkan indikator yang paling rendah adalah transaction safety dan word-of-mouth referrals pada WHITELAB, reputation dan size pada Scarlett. Video Scarlett sama sekali tidak berhubungan dengan social commerce. Perbedaan yang membedakan WHITELAB dan Scarlett adalah, Scarlett lebih banyak menonjolkan communication dan transaction safety dibandingkan WHITELAB. Sedangkan WHITELAB lebih banyak menonjolkan size. WHITELAB dan Scarlett jelas telah membangun engagement sampai tingkat create dan kepercayaan melalui konten media sosial.
Strategi Komunikasi Persuasif Agen Asuransi Rising Star Warriors Agency Prudential Indonesia dalam Menarik Calon Nasabah pada Masa Pandemi Vincentius Jason Antaufhan; Astri Yogatama; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membahas strategi Komunikasi Persuasif “STAR HABIT” yang digunakan oleh Rising Star Warriors agency Prudential Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Strategi yang dibahas berfokus pada Komunikasi Persuasif yang sering digunakan oleh agen asuransi kepada calon nasabah selama pada masa pandemi Covid-19. Strategi yang dipakai cukup unik sebab selain memakai elemen persuasif juga tidak memaksa dalam melakukan penawaran saat proses canvasing berlangsung di lapangan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode Studi Kasus guna bisa mencari data-data terkini strategi agen asuransi dari Rising Star Warriors agency. Peneliti turun ke lapangan dengan melakukan observasi serta kunjungan bersama para agen guna bisa melihat secara langsung bagaimana proses Komunikasi Persuasif yang dilakukan secara khusus. Selain itu juga, peneliti mengamati interaksi antara agen asuransi Rising Star Warriors agency bersama dengan para calon nasabah saat follow-up dan juga closing. Temuan data menunjukkan bahwa terdapat proses penelusuran data, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Dalam perencanaan agen menggunakan penataan kata-kata tertentu untuk menarik perhatian (attention) supaya dalam penggalian data calon klien makin lama makin terbuka akan profil pribadinya. Dalam tahapan implementasi closing, kepercayaan calon nasabah diperkuat dengan penyajian perhitungan matematis dan bukti-bukti tranksaksi yang tengah berlangsung. Hal ini ditempuh untuk mempertahankan interest, desire dan membuah keputusan akhir dalam negosiasi.
Representasi Feminisme dalam Film Serial Layangan Putus Griselda Sampurno; Jandy Edipson Luik; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film serial “Layangan Putus” merupakan film yang membahas mengenai keluarga dan rumah tangga. Film ini menceritakan mengenai kehidupan seorang istri dan seorang ibu dengan tokoh Kinan yang berjuang dalam mencari keadilan bagi dirinya dalam hubungan rumah tangganya, serta bagi keluarga kecil yang ia bangun. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin meneliti bagaimana representasi feminisme dalam film serial “Layangan Putus”? Dalam meneliti, peneliti menggunakan metode semiotika, khususnya kode-kode televisi John Fiske. Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa feminisme digambarkan dalam tiga bentuk yaitu: perempuan yang berusaha mendobrak higemoni pria, feminisme yang digambarkan oleh perempuan yang mempertahankan harga dirinya dan feminisme yang digambarkan oleh perempuan yang berjuang untuk kesetaraan haknya. Melalui penelitian ini, peneliti melihat bahwa seluruh aspek, elemen, dan proses enkoding dari sebuah film sama-sama memiliki makna dan berperan penting dalam membentuk muatan ideologi atau pesan dari film. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya penggambaran feminisme dalam tokoh Kinan dan Lydia yang digambarkan melalui teks-teks tersembunyi dalam film. Hal ini juga membuktikan bahwa film dapat menjadi media untuk menyampaikan sebuah pesan representasi atau fenomena sosial dari kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki dalam hubungan rumah tangga.
Analisis Isi Brand Identity Pada Instagram The St. Regis Bali Resor Gladys Graciella Lodri; Felicia Goenawan; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengatahui brand identity yang mana dan seperti apa yang dibangun dan ditonjolkan oleh The St. Regis Bali dalam memperkenalkan produknya kepada audiens yang dituju melalui Instagram @stregisbali. Media Instagram dipakai oleh The St. Regis Bali sebagai saluran untuk melakukan komunikasi pemasaran. Unggahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah unggahan yang dibagikan pada Juli 2021-April 2022. Peneliti akan menggunakan metode analisis isi kuantitatif dalam menganalisis brand identity. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa The St. Regis Bali menampilkan semua elemen brand identity. Namun frekuensi kemunculan brand identity tidak merata dan terdapat elemen brand identity yang cenderung memiliki angka kemunculan yang kecil. Terutama pada elemen nama, logo, serta tipografi masih belum maksimal dikomunikasikan oleh seorang markting communication The St. Regis Bali kepada audiens. Dalam mengkomunikasikan brand identity di media Instagram, The St. Regis Bali banyak membagikannya dalam bentuk image berupa single post, dan juga menggunakan fitur caption serta hashtag.
Efektivitas Iklan Shopee COD Di Youtube Pada Pengguna Shopee Indonesia Grace Layrensius; Fanny Lesmana; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman membuat manusia semakin dihadapkan dengan era digital, dimana penggunaan teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang pesat. Salah satu dampak yang terjadi adalah meningkatnya angka penggunaan internet, salah satunya untuk berbelanja secara online. Shopee merupakan salah satu e-commerce yang ada di Indonesia dan menjadi top of mind brand di antara beberapa e-commerce lainnya pada tahun 2021. Bersaing dengan beberapa e-commerce lainnya membuat Shopee memerlukan strategi komunikasi yang baik untuk mempertahankan predikatnya. Salah satu strategi yang dilakukan Shopee yaitu membuat iklan untuk mengkomunikasikan metode pembayaran cash on delivery melalui Youtube. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah iklan Shopee COD di Youtube efektif pada pengguna Shopee yang berada di Indonesia, melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden dengan purposive sampling. Efektivitas iklan dalam penelitian ini diukur menggunakan metode Customer Response Index (CRI). Dari hasil penelitian menggunakan metode CRI dapat diketahui bahwa iklan Shopee COD pada Youtube sudah efektif. Seluruh tahapan pada CRI (awareness, comprehend, interest, intentions, dan action) mendapatkan angka di atas rentang interval yang sudah ditetapkan.
Pemaknaan Pengalaman Pemeliharaan Hubungan Pasangan Suami Istri Pengidap Postpartum Depression Oey Sherina Wijaya; Desi Yoanita; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan pengalaman pemeliharaan hubungan pada pasangan suami dan istri pengidap postpartum depression. Hampir 70% ibu yang baru pertama kali melahirkan mengalami gangguan postpartum depression. Keadaan postpartum depression yang dihadapi oleh ibu baru dapat menghadirkan berbagai konflik dalam pernikahan. Pemeliharaan hubungan pasca konflik sangat diperlukan untuk mencegah kesehatan pernikahan yang memburuk oleh karena hadirnya konflik yang tidak terselesaikan. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi untuk menjelaskan bagaimana pemaknaan pengalaman pemeliharaan hubungan pasangan suami istri pengidap postpartum depression. Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam terhadap dua pasangan suami dan istri pengidap postpartum depression. Dalam penelitian ini juga peneliti menemukan bahwa suami yang penuh akan kebingungan harus terus belajar memahami para istri yang dipenuhi dengan perasaan gagal dalam merawat anak. Lalu peranan kedua individu baik suami maupun istri sangat dibutuhkan dalam melakukan pemeliharaan hubungan. Pasangan suami istri perlu untuk memahami bahwa pernikahan adalah kerjasama. Baik suami maupun istri juga harus belajar untuk saling peduli, mengalah serta berkorban.
Representasi Patriarki dalam Film “Penyalin Cahaya (Photocopier)” Atha Nilakandi Oknadia; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tahun 2021, Komnas Perempuan menyebutkan patriarki sebagai salah satu faktor meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Patriarki merupakan sebuah sistem yang menempatkan kepentingan laki-laki di atas segala-galanya di berbagai aspek kehidupan, sedangkan perempuan ditempatkan sebagai sebagai kaum subordinat. Fenomena ini diangkat dalam sebuah film berjudul “Penyalin Cahaya (Photocopier)”. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi patriarki di dalam film yang mengangkat isu terkait kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dibantu dengan kode-kode televisi John Fiske yang terbagi menjadi level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa representasi patriarki di dalam film menunjukkan kepemimpinan dan kekuasaan laki-laki terhadap perempuan, terbentuknya identitas perempuan oleh laki-laki, dan kemampuan laki-laki dalam memanipulasi kesalahannya terhadap perempuan.
Analisis Isi Komunikasi Kesehatan Akun Instagram Halodoc Kenaya Leon; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti untuk mengetahui tentang gambaran umum tentang bagaimana komunikasi kesehatan yang terdapat pada akun Instagram Halodoc menggunakan empat hal umum teori public health communication. Media sosial yang digunakan adalah Instagram memiliki tujuan untuk memberikan informasi serta mempengaruhi masyarakat dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan. Unggahan yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari Januari hingga 10 Mei 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kuantitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa bahwa unggahan Instagram Halodoc memiliki angka tertinggi pada bulan Januari dengan angka unggahan 120 postingan dan April dengan angka 131 postingan. Sedangkan bulan yang memiliki angka paling rendah adalah bulan Maret 2022 dengan jumlah unggahan 109 postingan , dari empat hal umum menurut Claudia Parvanta terdapat 2 hal yang memiliki angka tertinggi yaitu indikator the way we act dengan jumlah unggahan 318 postingan dimana indikator tersebut menambah pengetahuan mengenai kehidupan yang sehat dan our healthcare and public health system dengan jumlah unggahan 140 postingan, indikator yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai fasilitas-fasilitas kesehatan kepada pengikutnya atau followers. Unggahan yang berikan melalui media image video (gambar yang bergerak), poster, dan caption.