cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Proses Adopsi Inovasi New Media oleh Pengurus Gereja GKI Darmo Satelit di Tengah Pandemi COVID-19 Evalyn Mayrilia Soetanto; Jandy Edipson Luik; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja GKI Darmo Satelit merupakan salah satu Gereja GKI di Sinode Wilayah Jawa Timur yang paling awal dalam melakukan peralihan ke dalam ruang daring. Gereja GKI yang sangat lekat dengan kultur tatap muka harus beradaptasi dengan pertemuan via daring. Melalui pra-observasi awal peneliti, terdapat lima jenis new media yang diadopsi yang antara lain WhatsApp, Instagram, Facebook, Youtube dan Zoom sebagai saluran mediasi informasi maupun misi gereja yang dilakukan secara online. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses adopsi new media oleh Gereja GKI Darmo Satelit di tengah pandemi COVID-19. Dimana penelitian terkait adopsi inovasi dalam bidang new media masih jarang ditemukan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan lima tahapan proses adopsi yang terdiri dari pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Dimana pada ke-3 tahapan awal, pejabat gereja memiliki kemiripan proses adopsi. Dalam tahap implementasi, misi-misi Gereja tetap dapat tersalurkan dan terlaksana melalui penggunaan ke-5 jenis new media. Meskipun new media hanya dapat berperan sebagai alternatif, pelengkap, dan tambahan, kondisi pandemi membuat kemudahan dan kelebihan yang ditawarkan new media sangat membantu aktivitas Gereja.
Representasi Peran Orangtua dalam Web Series “Little Mom” Lim Alicia Jessica Halim; Agusly Irawan Aritonang; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah krusial. Salah satu dampak dari kurangnya peran orang tua adalah permasalahn pergaulan bebas. Salah satu bentuk pergaulan bebas adalah perilaku seks bebas yang dilakukan oleh para remaja. Little Mom merupakan salah satu drama yang mengangkat isu kenakalan remaja salah satunya yaitu perilaku seks bebas beserta dampaknya. Web series dengan judul Little Mom ini menceritakan mengenai perjuangan Naura yang diperankan, seorang gadis 16 tahun yang cantik, berprestasi, dan menjadi kebanggaan orang tua namun hidupnya berantakan seketika akibat hamil diluar nikah dengan Yuda, pacarnya. Dalam drama ini banyak merepresentasikan peran orang tua, khususnya orang tua Naura dalam membantu Naura menghadapi masalah. Representasi peran orang tua dalam web series Little Mom dapat memunculkan berbagai persepsi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memberikan representasi peran orang tua Naura. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan cuplikan adegan yang berhubungan dengan peran orang tua. Data dianalisis dengan menggunakan analisa semiotika televisi John Fiske. Hasilnya dalam web series ini terdapat beberapa representasi peran orang tua yang direpresentasikan oleh orang tua Naura seperti peran orang tua dalam membantu anak menghadapi masalah, peran orang tua dalam mendidik dan melindungi anak, dan peranan orang tua dalam membentuk cita-cita anak. Selain itu dalam analisa juga ditemukan representasi patriarki dan liberalisme dalam peranan orang tua Naura.
Analisis Isi Brand Image Kopi Luwak Saat Menggunakan Brand Ambassador Lee Ji Han di Media Instagram Rr. Arry Septyana; Gatut Priyowidodo; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brand image merupakan topik yang penulis angkat dalam skripsi ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat brand image yang telah ditunjukkan pada setiap postingan Instagram saat Kopi Luwak menggunakan Lee Ji Han sebagai brand ambassador-nya. Media Instagram yang digunakan oleh Kopi Luwak yaitu @kopiluwakofficial. Postingan yang digunakan dalam penelitian ini adalah postingan yang dibagikan pada 31 Agustus 2021 hingga 6 Februari 2022. Sampel yang digunakan ada 31 postingan. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Kopi Luwak sebagai pengirim membagikan postingan di Instagram secara rutin setiap bulannya untuk membentuk brand image. Sekaligus dalam indikator brand image ada tiga yaitu citra perusahaan, citra pemakai, dan citra produk. Citra perusahaan kategori reputasi perusahaan memegang peran terbanyak dalam postingan yang diteliti. Selain itu, citra produk kategori keuntungan konsumen dibagikan dalam bentuk gambar berupa multiple post. Kopi Luwak juga menggunakan fitur personal tag, tagar, shopping tag, dan geo tag.
Efektivitas Iklan Shopee Indonesia dalam Akun Instagram @shopee_id Pada Masyarakat Indonesia Vania Muljadi; Gatut Priyowidodo; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shopee merupakan e-commerce teratas di Indonesia pada tahun 2021 serta menjadi nomor 1 di pasar Indonesia selama periode 2021. Shopee memiliki media sosial yang aktif digunakan yaitu Instagram untuk mepromosikan iklannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas iklan di Instagram Shopee Indonesia. Media sosial Instagram menjadi salah satu alat komunikasi pemasaran yang berguna untuk menyampaikan informasi produk dan menjangkau customer dengan cakupan yang lebih luas. Dalam penelitian ini, efektivitas iklan diukur dengan menggunakan metode Customer Response Index (CRI). Metode CRI mengukur respon mulai dari tahapan awareness, comprehend, interest, intention, hingga action. Peneliti menggambarkan efektivitas dalam teori Hierarchy of Effects yang didukung juga dengan teori komunikasi pemasaran serta teori mengenai iklan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan adalah non-probability sampling dan purposive sampling dengan menyebarkan survei online dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini bahwa iklan instagram Shopee Indonesia masih belum efektif dengan hasil akhir perkalian CRI sebesar 49%.
Studi Komparatif: Analisis Isi Tema Pesan Instagram Brand Victoria’s Secret Sebelum dan Sesudah Rebranding Velly Christine Ratu Edo; Inri Inggrit Indrayani; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran isi tema pesan yang digunakan oleh brand retail Victoria’s Secret sebelum dan sesudah rebranding melalui akun Instagramnya yaitu @victoriassecret. Instagram merupakan salah satu media sosial yang dapat digunakan untuk memasarkan produk. Pesan merupakan salah satu unsur komunikasi paling penting agar dapat menarik calon pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan di media sosial. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif. Hasil yang ditemukan, Victoria’s Secret sebelum rebranding dan sesudah rebranding sama-sama lebih sering mengunggah konten di hari Rabu dan Jumat yaitu sebesar masing-masing 10% dan 8%. Selain itu, ditemukan bahwa ketika Victoria’s Secret belum melakukan rebranding, bulan September menjadi bulan paling aktif Victoria’s Secret mengunggah konten ke Instagram yaitu sebanyak 24%. Berbeda dengan periode selanjutnya, Victoria’s Secret paling banyak mengunggah konten setelah melakukan rebranding di bulan Juli, yaitu sebanyak 18%. Tema pesan yang paling terlihat pada kedua periode adalah Seasonal/Event Related dengan total 96 unggahan dan yang paling sedikit adalah Anxieties dengan total 3 unggahan. Victoria’s Secret sebelum rebranding lebih condong berfokus pada visual yang ditampilkan daripada fokus menggunakan tema pesan untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya di Instagram.
Dukungan Ibu Kepada Anak Laki-laki pada Proses Pendampingan Pasca Kasus Narkoba Jessica Imanuela; Desi Yoanita; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dukungan komunikasi ibu kepada anak laki-laki dalam proses pendampingan kasus narkoba. Proses pemulihan anak yang dulunya merupakan pecandu narkoba dengan adanya dukungan komunikasi keluarga khususnya orangtua atau ibu. Dengan narasumber bernama TKB yang merupakan ibu dari mantan pecandu narkoba dan mantan pecandu narkoba bernama LCF. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa komunikasi orangtua dan anak didasari oleh beberapa faktor, yaitu; waktu yang disediakan oleh ibu sangat penting bagi anak, komunikasi ibu sebagai dukungan positif terhadap anak, masa depan anak sebagai harapan utama ibu, Kesadaran dalam diri sendiri yang mampu membuat seseorang berpikir untuk masa depan yang lebih baik, Ibu menyampaikan pesan dengan lembut membuat anak berani untuk berkomunikasi.
Value Iklan Gojek “Jangan Sepelekan Kekuatan dari Sebuah Jempol” di Instagram Natasha Erlina Dewi; Fanny Lesmana; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gojek merupakan perusahaan karya anak bangsa yang berdiri sejak tahun 2010 dan bergerak di bidang layanan moda transportasi yang dikemas dalam sebuah aplikasi berbasis online. Sebagai perusahaan startup, Gojek melakukan aktivitas marketing public relations dengan memproduksi iklan sebagai sarana untuk memperkenalkan brandnya, trademark, kepada masyarakat sehingga peneliti tertarik untuk meneliti value iklan Gojek. Gojek memposting video iklan di Instagram yang mencakup enam dimensi value iklan, yaitu Simple, Unexpected, Persuasive, Entertaining, Relevant dan Acceptable. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui value iklan Gojek melalui iklan “Jangan Sepelekan Kekuatan Dari Sebuah Jempol” di Instagram yang diukur dari keenam dimensi iklan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei berbentuk kuesioner online atau menggunakan google form. Peneliti melakukan analisis dengan sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan dimensi acceptable memperoleh nilai tertinggi dalam value iklan Gojek.
Relational Maintenance Atasan dan Bawahan Dalam Departemen Sales & Marketing di BW Luxury Jambi (Sebuah Kajian Fenomenografi) Praisy Yustisia Deborah Lumban Gaol; Gatut Priyowidodo; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana relational maintenance atasan dan bawahan dalam Departemen Sales & Marketing di BW Luxury Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif, dengan metode penelitian fenomenografi. Dalam pemeliharaan hubungan (relational maintenance) yang terjadi antara atasan dan bawahan dalam Departemen Sales & Marketing menunjukkan bahwa tidak hanya hubungan sebatas rekan kerja saja. Lebih dari itu, hubungan yang terjadi adalah hubungan kekeluargaan. Komunikasi dan koordinasi yang dilakukan dalam departemen ini sudah baik. Adanya keterbukaan dan transparansi antara atasan dan bawahan, sehingga memunculkan deep talk yang dilakukan oleh kedua pihak tersebut. Walaupun terjadi kedekatan antara atasan dan bawahan, akan tetapi hubungan tersebut tetap dibina secara profesional.
Efektivitas Penggunaan TWICE Sebagai Celebrity Endorser Dalam Iklan Scarlett #RevealYourBeauty Pada Penonton Iklan Scarlett Whitening Di YouTube Joya Exelcia Sandjaja; Astri Yogatama; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan celebrity endorser menjadi salah satu elemen penting dalam iklan, hal ini karena perannya yang penting untuk menarik perhatian konsumen dalam mengambil tindakan pembelian atau penggunaan produk. Efektivitas celebrity endorser dapat dilihat dengan menggunakan indikator TEARS yaitu trustworthiness, expertise, attractiveness, respect dan similarity. Dalam penelitian ini, teori dasar yang digunakan adalah teori mengenai celebrity endorser dan hubungannya dengan indikator TEARS. Responden dalam penelitian ini sebanyak 400 orang. Berdasarkan hasil analisis yang disimpulkan bahwa penggunaan TWICE sebagai celebrity endorser dalam Iklan Scarlett #RevealYourBeauty pada penonton iklan Scarlett Whitening di YouTube adalah efektif. Faktor paling tinggi yang dapat menarik perhatian konsumen adalah indikator attractiveness atau daya tarik dari TWICE dan indikator trustworthiness menjadi indikator terendah dalam penelitian ini. Ditemukan data menarik yang mana responden laki-laki terlihat lebih unggul persentasenya di semua indikator TEARS dibandingkan responden perempuan. Responden laki-laki cenderung melihat kecantikan dari setiap anggota TWICE, sedangkan responden perempuan cenderung memperhatikan produk yang diiklankan karena tertarik untuk menggunakannya. Hal ini yang membuat mean dari indikator TEARS responden laki-laki lebih unggul daripada mean dari indikator TEARS responden perempuan.
Analisis Isi Brand Personality Media Sosial Boy Group K-pop TOMORROW X TOGETHER (TXT) Fiona Evangeline Onggodjojo; Fanny Lesmana; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui brand personality apa yang disampaikan oleh boy group K-pop TOMORROW X TOGETHER (TXT) pada empat media sosial yang mereka gunakan, yaitu Instagram (@txt_bighit), Twitter (@TXT_members dan @TXT_bighit), TikTok (@txt.bighitent), dan Weverse (“TXT”). Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 417 unggahan (posts). Peneliti memakai metode analisis isi kuantitatif untuk mencari tahu seperti apa brand personality yang disampaikan dalam pesan-pesan TXT di keempat media sosial yang mereka gunakan. Hasil penelitian memperlihatkan TXT sebagai merek yang menyampaikan pesan-pesan dengan brand personality dynamic, aggressive, dan simple di Instagram; brand personality active dan simple di Twitter @TXT_members; brand personality active di Twitter @TXT_bighit; brand personality dynamic dan aggressive di TikTok, dan brand personality active di Weverse. Selain itu, peneliti menemukan brand personality keempat media sosial ini cocok digunakan untuk menarik perhatian dan berkomunikasi dengan target audience dari kalangan Gen Z kecuali brand personality aggressive di media sosial Instagram yang lebih cocok untuk millennials.