cover
Contact Name
Anwar Ilmar Ramadhan
Contact Email
anwar.ilmar@ftumj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteknologi@ftumj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
ISSN : 20851669     EISSN : 24600288     DOI : -
This journal is a scientific journal to develop knowledge in the field of Engineering & Technology. Editors invite professionals from education and researcher to write about the progress of science in the field of Engineering & Technology. The journal is published 2 (two) times in 1 year.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
PERANCANGAN MESIN PEMBUKA KALENG AEROSOL UNTUK KATEGORI LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) Agri Suwandi; Azid Rizqi Al Afghani; Dede Lia Zariatin; Rosidi Rosidi
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.115-128

Abstract

Limbah adalah sisa produksi skala industri dan rumah tangga.  Salah satu contoh limbah adalah limbah bahan berbahaya dan beracun. Limbah ini adalah sisa dari usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang sifatnya, konsentrasinya, dan jumlahnya dapat mencemarkan lingkungan hidup serta makhluk hidup lain, kaleng aerosol termasuk ke dalam kategori limbah B3 ini. Kaleng aerosol jika dibuang begitu saja dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, sehingga dibutuhkan teknik pengelolaan khusus untuk mengatasinya. Salah satu solusi penanganan limbah kaleng aerosol adalah membuat teknologi atau mesin yang dapat membuka kaleng tersebut agar aman untuk dimanfaatkan kembali. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Pahl & Beitz dalam melakukan perancangan mesin pembuka kaleng limbah bahan berbahaya dan beracun. Tahap awal merancang adalah dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada, kemudian melakukan pengembangan dan merencanakan beberapa konsep sampai terpilih satu konsep yang tepat dan sesuai kebutuhan. Berdasarkan hasil perancangan dan perhitungan, spesifikasi mesin ini menggunakan motor listrik 1,5 HP dengan kecepatan putar 1000 RPM yang telah direduksi oleh gearbox 1:20 untuk menggerakkan batang engkol yang mendorong kaleng aerosol tersebut ke arah pisau pemotong untuk membuka bagian atas dan bawah kaleng, sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
SISTEM PROTEKSI OVER CURRENT RELAY MOTOR FORCED DRAFT FAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Aulia Vici Yunitasari; Subuh Pramono
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.55-62

Abstract

side the power plant uses an electric motor as equipment to convert electrical energy into mechanical, which uses a 3 phase motor. The Steam Power Plant has FDFan which functions as a device that supplies or forces outside air into the boiler combustion chamber. If the power plant operates, there will certainly be many disruptions which will occur due to several factors. Each motor has its own protection system. Especially on the FDfan 3A motor at the PLTU has several protection systems, including Over Current Relay as protection from overcurrent resulting in short circuit current, then Overload Relay as overload protection. In this report, mathematically analyzing calculations and comparing to determine the starting motor current and pick up current in the relay when under normal conditions or in trip conditions. At the power plant unit 3 FDFan motor with a power of 1722 kW produces a starting motor current of 118 A at the test value and the value of the mathematical calculation of 108.86 A. While the overcurrent relay with a pick up value of 4 A and the value of the mathematical calculation of 4.08 A which can be said to be still relatively normal and in good condition. Overcurrent protection relay is needed on the FDFan motor to prevent overcurrent, it is necessary to adjust the current according to the nameplate so that the motor is working optimally.
ANALISIS PENGARUH RADIUS DIES TERHADAP SPRINGBACK LOGAM LEMBARAN STAINLESS-STEEL PADA PROSES BENDING HIDROLIK V-DIE Sukarman Sukarman; Choirul Anwar; Nana Rahdiana; Khoirudin Khoirudin; Anwar Ilmar Ramadhan
Jurnal Teknologi Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.2.123-132

Abstract

Proses bending merupakan salah satu proses pembentukan material (metal forming) banyak digunakan di proses manufaktur. Penggunaan radius dies bending dan penyetingan sudut bending yang tidak tepat akan berdampak  pada terjadinya kegagalan material dan dimensi.  Penelitian ini menggunakan ekperimental dengan menggunakan material Stainless-Steel (SUS 304) dengan tebal 1.0 mm yang memenuhi standar ASTM A-240. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan parameter sudut bending 90o, yang divariasikan pada radius dies sebesar 1.0 mm dan 1.3 mm. Analisis pengaruh springback telah dilakukan dengan mengatur sudut bending secara hitungan teoritis dan membandingkanya dengan pengaturan sudut aktual. Proses selanjutnya dilakukan analisis dan evaluasi untuk mencapai sudut standar   . Proses bending yang menggunakan sudut bending 93o45” dan 92o30” berturut-turut menghasilkan nilai springback sebesar 0.98 dan 0.97. Sudut benda kerja yang dihasilkan  pada saat  penyetingan sudut  bending 92o30” dan 93o45” berturut-turut adalah 91o30” dan 90O.  Dari data ini didapatkan bahwa proses bending menggukan sudut 92o,30” mendapatkan hasil yang lebih presisi dibandingkan dengan sudut bending teoritis 93o45”.
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA, JAKARTA, INDONESIA Nur Yulianti Hidayah; Ayu Herzanita; Dino Rimantho
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.171-178

Abstract

Meningkatnya urbanisasi menimbulkan biaya sosial dan lingkungan yang tinggi. Urbanisasi juga mendorong munculnya masalah limbah padat. Masalah ini muncul karena adanya kesalahan dalam manajemen dan rendahnya kesadaran akan pengelolaan limbah padat, dalam hal ini di perguruan tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat pengetahuan, perilaku, dan praktik mahasiswa yang terkait dengan pengelolaan limbah padat di Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Sebanyak 100 mahasiswa di Fakultas Teknik dipilih secara acak dan diberikan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan software Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa secara umum sangat baik, sedangkan terkait dengan perilaku menunjukkan bahwa sekitar 75% mahasiswa memiliki perilaku yang sangat baik dalam pengelolaan limbah. Selain itu, praktek pengelolaan limbah padat oleh mahasiswa menunjukkan tingkat yang masih rendah yaitu 28% mahasiswa masih belum memisahkan jenis limbah yang dibuang. Meskipun setengah dari responden sadar akan pentingnya mengelola limbah padat, kebanyakan dari mereka gagal mempraktekan pengetahuan dan kesadaran mereka. Oleh karena itu, upaya yang luas dan berkelanjutan oleh berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pengelolaan limbah padat yang berkelanjutan, khususnya di Fakultas Teknik Universitas Pancasila.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI NATA DE COCO DAN GLISEROL Furqon Cipta Ismaya; Nurul Hidayati Fithriyah; Tri Yuni Hendrawati
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.81-88

Abstract

Salah satu jenis kemasan bahan pangan yang aman dan bersifat biodegradable adalah dengan pengemasan menggunakan edible film. Edible film adalah suatu lapisan tipis yang rata, dibuat dari bahan yang dapat dikonsumsi, dan dapat berfungsi sebagai barrier agar tidak kehilangan kelembaban. Tujuan penelitian ini adalah membuat edible film dari nata de coco dan gliserol sebagai plasticizer, serta menguji pengaruh kenaikan konsentrasi gliserol terhadap karakter mekanik edible film. Penelitian ini menggunakan metodologi mixing dan casting. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi konsentrasi gliserol 2%, 4%, 6%, 8%, 10% b/b. Penelitian menggunakan analisa sampel yaitu analisa ketebalan, tensile strength dan elongation. Analisa data menggunakan metode regresi. Semakin banyak gliserol yang ditambahkan, maka ketebalan film semakin meningkat dari 0,09 mm hingga 0,15 mm dan elongation semakin meningkat dari 1,59% sampai 13,75%, namun tensile strength menurun dari 32,40 MPa sampai 2,267MPa. Hasil karakterisasi film menunjukkan bahwa komponen utama penyusun nata adalah polimer selulosa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya puncak serapan gugus fungsi karakteristik yaitu O-H, C-H dan C-O.
KUALITAS PRODUKSI PLASTIC MOULDING DECORATIVE PRINTING METODE SIX SIGMA FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) KEMASAN CAT PLASTIK Ridwan Usman; Nanang Nanang
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.25-32

Abstract

Pengendalian kualitas dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan mengetahui kecacatan yang terdapat pada produk, sehingga apabila terdapat kecacatan produk dapat diantisipasi faktor cacat yang terjadi secara terus-menerus. Analisis cacat menggunakan metode peningkatan kualitas untuk mengetahui, faktor-faktor dominan apa saja yang mempengaruhi terjadinya cacat. PT.SG perusahaan yang memproduksi plastic packing produknya terdiri dari kemasan cat plastik terdiri dari ukuran 1, 2.5, 4, 10, 15, 18 dan 20 liter. Dalam penelitian ini metode yang diterapkan dalam pengendalian kualitas adalah Six Sigma dengan konsep DMAIC. Six Sigma digunakan sebagai pendekatan terhadap masalah yang terjadi dengan mengidentifikasi kecacatan produksi plastic moulding yang tinggi terutama terjadi pada kemasan cat plastik 4 liter. Terdapat jenis cacat label overlaping, terlipat, double dan hasil identifikasi jumlah cacat paling tinggi yaitu label miring 44%. Perusahaan menentukan kualitas apabila tercapainya kesesuaian antara hasil produksi yang dihasilkan dengan rencana target standar atau sasaran mutu yang ditetapkan pada setiap awal produksi. Penelitian mengidentifikasi masalah terhadap tingkat kecacatan dan perusahaan mengharapkan meningkatnya kualitas kinerja sehingga bisnis sukses, karena selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
ANALISA KEAUSAN DAN FAKTOR KEAMANAN KELUAR REL PADA KERETA API LOKOMOTIF Sri Anastasia Yudistirani; Ery Diniardi; Hasan Basri; Anwar Ilmar Ramadhan
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.209-216

Abstract

Kereta api dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana teransportasi bergerak dari suatu tempat ketempat lainnya berjalan di atas jalan rel. Pada teknologi konvensional berupa teknologi dua rel sejajar, jalan rel berbentuk dari dua batang rel baja diletakkan di atas balok-balok melintang. Balok-balok melintang disebut bantalan. Dengan susunan dan tambatan yang demikian maka susunan dan struktur rel-bantalan-penambat rel menjadi suatu rangka yang kokoh.Untuk menjamin keamanan terhadap bahaya “keluar rel” sudut bidang kontak B minimal tidak boleh kurang dari 60o. Hal ini dipakai sebagai dasar untuk menentukan norma-norma pembatasan aus rel dengan “Faktor keamanan keluar rel” adalah angka perbandingan antara “U” dan “V”, yang disingkat dengan huruf “n”Harga “n” , yaitu menunjukan harga “faktor keamanan keluar rel ” Harga H/Q, yaitu angka perbandingan antara gaya arah “horizontal” (H) dan besarnya tekanan roda (Q). Bahwa aus yang berlebihan dan perubahan bentuk pada batang rel itu desebabkan oleh terjadinya slip di tempat dalam tempo yang cukup lama, biasanya terjadi slip di tempat sehingga kereta tidak bias bergerak maju disebabkan karena pembebanan berat rangkaian kereta api yang melampaui batas keausan dari rel tersebut.Jadi pada analisa ini dapat dilakukan perhitungan atau mengetahui jalan rel licin (jalan basah ), pada saat kereta api berjalan pada kecepatan tinggi atau kecepatan rendah. Hal ini dapat ditentukan oleh fmax, dari perhitungan dan melalui grafik maka diambil fmax = 0.25 dengan “n” = 2.
ANALISA DAN DESAIN SISTEM PENENTUAN PRODUK PROSPEKTIF PADA AGROINDUSTRI KELAPA Siti Wardah
Jurnal Teknologi Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.2.99-106

Abstract

Rendahnya pengembangan produk prospektif dalam agroindustri kelapa memerlukan adanya sistem yang mampu menentukan  turunan produk baru berdasar inovasi dan kebutuhan pasar. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan pengembangan sistem dan mendesain komponen yang menjamin implementasi sistem penentuan produk prospektif baik mulai dari merencanakan produk hingga hilirisasi agroindustri kelapa baru. Penyusunan analisis kebutuhan proses dilakukan menggunakan pendekatan Business Process Modeling dengan menentukan System Of Interest (SOI) berupa input, stakeholder, opportunities, roles, missions, objectives, resources, control, threats, internal control,  proses rekayasa sistem dan output. Stakeholder  dalam penentuan produk prospektif adalah  konsumen, marketing, research and development. Ketiga stakeholder tersebut memiliki peran masing-masing diantaranya adalah  konsumen memberikan informasi tentang produk yang diinginkan dan marketing melakukan survey kebutuhan konsumen tentang produk turunan kelapa yang diinginkan serta  research and development melakukan desain formulasi. Tahapan desain dilakukan menggunakan metode yang digunakan untuk menentukan produk yang prospektif yaitu didasarkan pada Unified Modeling Language (UML) seperti use case, sequence, dan business process diagram serta desain formulasi dengan Fuzzy Analytical Hierarchy Processes (F-AHP). Penelitian ini telah berhasil menyusun komponen proses dan entitas dalam sistem hingga memberikan urutan prioritas produk yang dapat dikembangkan yaitu Dessicated Coconut (DC), coconut milk, Crude Nut Oil (CNO) dan virgin coconut oil (VCO).
Studi Pengembangan Hibrida Nanofluida Untuk Aplikasi di Bidang Teknik Ery Diniardi; Hasan Basri; Anwar Ilmar Ramadhan; Deni Almanda
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.237-246

Abstract

Penelitian tentang nanofluida telah meningkat sangat pesat selama dekade terakhir. Meskipun beberapa inkonsistensi dalam hasil yang dilaporkan dan pemahaman yang tidak memadai tentang mekanisme panas dalam nanofluida, telah muncul sebagai fluida perpindahan panas yang menjanjikan. Dalam lanjutan dari penelitian nanofluida, para peneliti juga telah mencoba menggunakan nanofluida hibrida baru-baru ini, yang direkayasa dengan menangguhkan nanopartikel yang berbeda baik dalam bentuk campuran atau komposit. Ide menggunakan hybrid nanofluida adalah untuk lebih meningkatkan perpindahan panas dan karakteristik penurunan tekanan dengan trade-off antara kelebihan dan kekurangan suspensi individu, dikaitkan dengan rasio aspek yang baik, lebih baik jaringan termal dan efek sinergis nanomaterials. Ulasan ini merangkum penelitian terbaru tentang sintesis, sifat termofisika, perpindahan panas dan karakteristik penurunan tekanan, kemungkinan aplikasi dan tantangan nanofluida hibrida. Ulasan menunjukkan bahwa hibridisasi yang tepat dapat membuat nanofluida hibrida sangat menjanjikan untuk peningkatan perpindahan panas, namun, banyak penelitian masih dilakukan diperlukan dalam bidang preparasi dan stabilitas, karakterisasi dan aplikasi untuk mengatasi tantangan.
ANALISIS PENGGUNAAN TEKNOLOGI PESAWAT TANPA AWAK DALAM MENDUKUNG OPERASI PENGAMANAN DI WILAYAH PERBATASAN DARAT RI-RDTL Sutaji Sutaji; Rudi Lazuardi; Agustinus Bandur
Jurnal Teknologi Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.14.1.1-12

Abstract

Indonesia is an archipelagic state that has land and sea boundaries with other countries. One of the land border areas of the Republic of Indonesia (RI) is the Democratic Republic of Timor Leste (RDTL). In order to protect the RI-RDTL land border area, the Indonesian Armed Forces (TNI) has deployed the RI-RDTL Border Security Task Force. The border security system implemented by the RI-RDTL Border Security Task Force has not been able to fully monitor the border area as a whole, so violations often occur in the RI-RDTL land border area that are not monitored. In order for the RI-RDTL Border Security Task Force to be more effective in carrying out its duties in protecting the RI-RDTL land border area, it needs to be equipped with Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the use of UAV technology in supporting security operations in the RI-RDTL land border area with the measured effectiveness indicators covering aspects of Reliability, Adaptability, Sustainability, Interoperability, Risk, Cost, Time and Human. This research uses Mixed Methods with Concurrent Embedded methods. Qualitative data were processed using NVivo 12 Plus software and analyzed using descriptive analytical methods. While quantitative data is processed using SPSS 26 software and Measures of Effectiveness (MoE). The results of this research conclude that UAV technology is effectively used to support security operations in the RI-RDTL land border area with a final effectiveness value of 0.829 for all UAV effectiveness indicators that have been determined.