cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
ADDIN
ISSN : 08540594     EISSN : -     DOI : -
ADDIN is an international journal published by Research Center of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Kudus, Central Java, Indonesia. ADDIN is an academic journal published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
Filantropi Islam di Indonesia : Potensi dan Kendala Amaroh, Siti
ADDIN Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filantropi merupakan perwujudan solidaritas antar manusia dalam membantu sesamanya sehingga menjadi berdaya. Istilah ini umumnya diberikan bagi orang-orang yang memberikan banyak dana untuk amal terutama bagi kaum miskin. Islam mendudukkan filantropi sebagai bentuk amal saleh yang memiliki dampak yang luas bagi terciptanya keadilan, kesejahteraan, dan kebebasan. Dalam konteks makro ekonomi, akumulasi potensi sosial dapat menyeimbangkan sisi permintaan masyarakat. Potensi ini pada titik tertentu dapat menurunkan average propensity to consume kelompok miskin. Kata Kunci: Filantropi Islam, Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf
MENGUAK MULTIKULTURALISME DI PESANTREN (Telaah Atas Pengembangan Kurikulum) Susanti, Rini Dwi
ADDIN Vol 4, No 2 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana tentang multikultural secara substantive dalam konteks keindonesiaan bukan suatu hal baru. Karena sangat disadari bahwa Indonesia memiliki keragaman- budaya, etnis, ras, dan agama yang sangat banyak. Sehingga, secara sederhana bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural, ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Pendidikan multikultural menjadi sangat penting untuk memahami perbedaan yang ada dalam masyarakat sebagai upaya untuk mengeliminir munculnya konflik sosial sebagai akibat ketidakpahaman terhadap kemajemukan dan heterogenitas tersebut. Pendidikan-apapun bentuknya tidak boleh kehilangan demensi multikulturalnya, termasuk di dalamnya pendidikan keagamaan dan keilmuan, karena realitas dalam kehidupan pada hakikatnya bersifat multidimensional. Pendidikan agama yang dimaksud salah satunya adalah “pesantren” yang di dalamnya tercipta heterogenitas. Pesantren dipandang sebagai sebuah lembaga pendidikan agama –Islam- yang sejak awal pemunculannya mampu beradaptasi dengan lingkungannya, dan sampai sekarang pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tetap survive di tengah arus perkembangan zaman. Maka sudah selayaknya pesantren sebagai subkultur harus mampu mengeliminir pemahaman ajaran agama yang salah., ia harus tetap mengedepankan toleransi dan menghormati orang lain atau lingkungan sekitarnya. Pengayaan kurikulum yang tepat di pesantren menjadi suatu hal yang urgen, sehingga –paling tidak- mampu mencegah terjadinya muncul kesalahpahaman ajaran agama, yang akhirnya memunculkan konflik sosial. Pesantren harus mampu bersikap netral terhadap kondisi di sekitarnya bahkan bisa menjadi pengayom. Kata kunci: Multikultural, Kurikulum, Pesantren, Heterogenitas
NASIONALISM VS UNIVERSALISM (Mencari Titik Temu Nasionalisme dan Universalisme dalam Islam di Indonesia) Supriyadi, Ahmad
ADDIN Vol 2, No 2 (2010): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme dan universalisme selalu dalam kontroversi yang tak kunjung selesai. Data sejarah hubungan Islam dan negara di Indonesia selalu mengalami jalan buntu baik pada pemerintahan Presiden Soekarno maupun Presiden Soeharto. Islam selalu di curigai sebagai gerakan yang ingin menjadikan Indonesia negara Islam. Ada juga sebagian pemeluk Islam yang menginginkan pemisahan antara agama dan negara, karena Indonesia adalah negara pancasila. Tetapi ada yang berpandangan Islam itu universal tidak hanya agama ritual tapi mengatur segala kehidupan mencakup politik. Di sisi lain, sebagian umat Islam juga selalu curiga bahwa negara tengah melakukan manuver untuk menghilangkan Islam dalam berpolitik dan mendukung gagasan mengenai sebuah masyarakat politik yang sekuler. Bagaimana titik temu nasionalisme dan universalisme dalam Islam di Indonesia. Kesimpulannya bahwa nasionalisme dalam islam lebih menekankan pada gerakan mempertahankan Negara Indonesia untuk melawan segala penjajahan, kedholiman dan untuk memerdekakansebuah negara. Sedangkan universalisme diletakkan pada hubungan antar penduduk setelah negara merdeka dan berdaulat, umat Islamdi Indonesia adalah satu kesatuan yang datang dari berbagai wilayah yang terdiri dari beberapa suku, ras dan bahasa. Kata Kunci :Titik Temu, Nasionalisme, Universalisme, Islam diIndonesia
PENGELOLAAN MADRASAH DINIYAH Sistem Nilai dan Kepemimpinan dalam Budaya Organisasi pada Madrasah Diniyah Di Kudus *, Kisbiyanto
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah diniyah di Kabupaten Kudus mempunyai peta yang cukup menarik. Dilihat dari sisi kuantitas, madrasah diniyah mempunyai jumlah terbesar (220 madrasah) dibanding jumlah madrasah pada masing-masing jenjang madrasah ibtidaiyah (135 madrasah), madrasah tsanawiyah (57 madrasah), madrasah aliyah (29 madrasah) dan pondok pesantren (101 pesantren). Dari 220 madrasah diniyah di Kudus, hanya ada 7 madrasah diniyah yang mempunyai jenjang lengkap dari ula, wustho dan ulya. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif pada tiga variabel, budaya organisasi dilihat dari sistem nilai dan model kepemimpinan. Indikator budaya organisasi diukur dari aspek-aspek yang meliputi: (1) menggunakan usaha fisik dan mental dalam pelaksanaan pekerjaan secara wajar (seperti orang bermain atau beristirahat), (2) kontrol eksternal dan encaman hukuman bukan alat satu-satunya untuk mencapai sasaran organisasi, (3) kesiapan berusaha secara bertanggung jawab dan tidak hanya menerima sesuatu saja, (4) pembagian yang luas antara individu dalam berimajinasi, ingenuitas dan kreatifitas, (5) potensialitas intelektual manusia umunya hanya dimanfaatkan sebagian. Sistem nilai dikriteriakan sebagai : (1) nilai merupakan suatu kepercayaan seseorang atau sekelompok orang yang meyakini baik atau tidak baik tentang sesuatu, (2) nilai bisa memberikan pemaknaan terhadap suatu obyek berupa benda, sikap, tindakan untuk dimaknai baik-buruk, layak-tidak layak, pantas-tidak pantas dan sebagainya, dan (3) nilai bisa mempengaruhi persepsi seseorang terhadap apresiasi tertentu sehingga mempengaruhi obyektifitas tertentu karena seseorang dengan nilai itu akan mempunyai kecenderungan dalam perspektif nilai yang dianutnya. (4) nilai keikhlasan, pengabdian sosial, tanggung jawab, kasih sayang dan membina anak didik. Model kepemimpinan dilihat dengan kriteria (1) model kepemimpinan apakah model formal (formal models), model kolegial (collegial models), model politik (political models), model subyektif (subjective models), model ambiguitas (ambiguity models) dan model kultural (cultural models), (2) tipe kepemimpinan apakah direktif atau partisipatif. Analisis dan pembahasan dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : (1) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa sistem nilai di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (2) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa kepemimpinan di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (3) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa budaya organisasi di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (4)Hasil penghitungan menunjukkan bahwa sistem nilai berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus, (5) Hasil penghitungan menunjukkan bahwa kepemimpinan berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus. Kata Kunci: budaya organisasi, sistem nilai, model kepemimpinan
HUBUNGAN KEBERMAKNAAN HIDUP DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESEHATAN MENTAL NARAPIDANA (Studi Kasus Nara Pidana Kota Semarang) Bukhori, Baidi
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci: Kebermaknaan hidup, dukungan sosial keluarga, Narapidana selama di lembaga pemasyarakatan kehilangan kemerdekaan bergerak dan derita-derita yang menyertai seperti hilangnya kesempatan hubungan seksual, kehilangan hak pribadi, kehilangan mendapatkan kebaikan dan bantuan, kehilangan kerahasiaannya dari akibat prasangka buruk dari masyarakat, dan kepedihan dari proses infantilisasi atau menganak kecilkan orang yang sudah dewasa. Narapidana juga harus menjalankan kewajiban, menyesuaikan diri, mematuhi dan mentaati peraturan lembaga pemasyarakatan, dan segala peraturan yang terbentuk secara tersembunyi yang berlaku antar sesama penghuni di luar jangkauan petugas. Dalam menghadapi kehidupan yang sulit dan penuh problema tersebut ada sebagian narapidana tetap sehat mentalnya, yang menunjukkan sikap tabah, bertahan bahkan berusaha membantu sesamanya. Namun dipihak lain, sebagian tahanan mengalami ketidaksehatan mental, yang menunjukkan sikap putus asa, apatis, dan kehilangan semangat hidup, bahkan ada yang melakukan bunuh diri guna membebaskan diri dari penderitaannya. Di antara faktor yang diasumsikan berpengaruh terhadap kondisi tersebut adalah kebermaknaan hidup dan dukungan sosial keluarga. Dengan kebermaknaan hidup, narapidana diasumsikan dapat mengambil sikap yang tepat sehingga pengalaman-pengalaman tragis itu dapat berkurang, bahkan dapat menimbulkan makna yang lebih berarti. Dari peristiwa tersebut dapat mengalir berkah dan pelajaran berharga yang justru membantu proses kematangan dan memberi sumbangan bagi kebaikan di masa mendatang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan kebermaknaan hidup dan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan mental narapidana. Subjek dalam penelitian ini adalah narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling, yaitu memilih individu- individu yang ada (407 narapidana) secara acak. Dengan menggunakan teknik tersebut terpilih 104 narapidana sebagai subjek penelitian. kesehatan mental, narapidana, dan lembaga pemasyarakatan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG MUSLIM: Studi Pada Pedagang Sayuran di Pasar Jagasatru Cirebon Sudrajat, Anton
ADDIN Vol 8, No 1 (2014): ADDIN
Publisher : P3M STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v8i1.591

Abstract

PEMIKIRAN ORIENTALIS TERHADAP KAJIAN TAFSIR HADIS Karim, Abdul
ADDIN Vol 7, No 2 (2013): ADDIN
Publisher : P3M STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v7i2.581

Abstract

RETHINKING DERADIKALISASI: Konstruksi Bina Damai Penanganan Terorisme Khamdan, Muh.
ADDIN Vol 9, No 1 (2015): ADDIN
Publisher : P3M STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v9i1.612

Abstract

ISLAM MULTIKULTURAL: Hikmah, Tujuan, dan Keanekaragaman dalam Islam *, Mujiburrahman
ADDIN Vol 7, No 1 (2013): ADDIN
Publisher : P3M STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v7i1.570

Abstract

KORELASI ANTARA BIMBINGAN KONSELING ISLAM DAN DAKWAH Prasetya, Marzuki Agung
ADDIN Vol 8, No 2 (2014): ADDIN
Publisher : P3M STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v8i2.604

Abstract

Page 7 of 45 | Total Record : 442