cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
KETELADANAN PEREMPUAN DALAM SASTRA QUR’ANI : ANALISIS KRITIK SASTRA FEMINIS KISAH PEREMPUAN DALAM AL QURAN Nasir, Amin
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.987

Abstract

Cerita dalam Al-Qur’an bukan hanya cerita untuk dongeng semata-mata, tapi  juga mengandung pelajaran,tuntutan, dan petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an secara khusus membahas jenis perempuan menurut perbuatan mereka. Al-Qur’an mengacu pada seorang wanita sholehah dan wanita yg dzalim. Penelitian ini menganalisis empat cerita wanita, yaitu: Asiyah, ibu Musa, Ratu Saba’,dan istri Nabi Nuh dan Nabi Lut. Qur’an menegaskan pandangan perempuan sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas pilihannya, baik tindakan terpuji atauaktivitas tirani. Perempuan diakui sebagai pribadi yang mandiri yang tidak bergantung pada sosok laki-laki.Orang wanita mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan, baik atau buruk.Kata Kunci: Kritik Sastra, Perempuan Teladan, Al-Qur’an. Stories in the Qur’an is not just a fairytale story for sheer,but it also contains lessons, demands, and instructionsfor humans. The Qur’an specifically discuss the types ofwomen according to their deeds. The Qur’an refers to anideal woman and a bad women. This research analyzedfour women stories : Asiyah, Moses mother, the QueenSaba’ and Mrs Nuh dan Mrs Lut. Qur’an confirms theview of women as a person who fully responsible for herchoice, either commendable action or tyranny activity.Women are recognized as an independent person whodoes not rely on the male figure. A woman getting a reward for what she has does, good and bad.Keywords: Literary Criticism, Women  Idols, Al-Qur’an.
REKONSTRUKSI HUKUM BERKEADILAN GENDER SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PEMBERDAYAAN BURUH PEREMPUAN TELAAH DISPARITAS HUKUM PADA TENAGA KERJA WANITA DI KABUPATEN MAGELANG Hidayat, Arif
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.1000

Abstract

Perlakuan terhadap Pria dan wanita tentu saja berbeda,namun kenyataan berbicara bahwa wanita cenderung menjadi korban perlakuan tidak adil. Ini mengarah ke skema yang berbeda antara pria dan wanita dalam penilaian keadilan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi model penegakan keadilan antaralaki-laki dan perempuan. Melalui metode kualitatif penelitian ini menunjukkan bahwa model penegakan hukum antara laki-laki dan perempuan berbeda. Namun,model utama kedua menunjukkan kemiripan, misalnyarelasi yang didominasi model penegakan hukum. Selainpengaruh dominan hukum internasional, dalam model kesejahteraan, pria terlibat secara signifikan sedangkan dalam model perempuan variabel yang mempengaruhi  adalah harapankata kunci: Pemberdayaan, Penegakan Hukum, KeadilanGender. Men and women are treated differentially but women tend to be the victims of unjust treatment. It leads to the different schemas between men and women in justice judgment. This article aimed to explore the law enforcement model between men and women. Trough the qualitative method the study shows that law enforcement model between men and women is different. However, the main model of these two is similar, e.g. relationaldominated law enforcement model. Besides the dominant influence of interactional law, in the model of men welfare is significantly involved while in the model of women the other influencing variable is expectation.Keywords: Empowerment, Law Enforcement, Gender Justice.
PERAN KLÈBUN BABINE’DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA PONTEH KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Sabariman, Hoiril
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.6053

Abstract

Pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh berjalan optimal. Penelitian ini fokus pada peran Klèbun Babine’ (perempuan kepala desa)dalam pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh. Pendekatan studi kasus melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam digunakan untuk memahami fenomena tersebut.Dalam menjelaskan peran Klèbun Babine’ ada dua teori yang digunakan yaitu teori strukturalis dan teori interaksionis.Artikel ini menyimpulkan Klèbun Babine’ menjadi figur yang dapat dicontoh oleh remaja perempuan di desa. Cara kerja Klèbun Babine’ dalam mencegah kasus pernikahan usia dini, pertama tidak memberikan rekomendasi dari desa untuk anak di bawah umur. Kedua pendekatan secara multidimensional untuk penundaan pernikahan usia dini. Ketiga, melakukan penyadaran kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai kegiatan desa.Keempat, sosialisasi tentang kesehatan reproduksi remaja secara terpadu.Kontribusi keilmuan artikel ini adalah, mengoptimalkan peran Klèbun Babine’ dalam pengentasan pernikahan dini di desa yang dipimpin perempuan.
PEREMPUAN DALAM TANTANGAN PENDIDIKAN GLOBAL : KONTRIBUSI KAUM PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS Syamsiyah, Dailatus
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i2.965

Abstract

Partisipasi perempuan dalam pendidikan semakin mendapatkan momentumnya melalui indikator GDI (Gender Development Index) yaitu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam usia harapan hidup, pendidikan dan jumlah pendapatan. Kenyataannya angka partisipasi perempuan dalam pendidikan masih rendah. Sejumlah faktor baik agama, budaya, sosial, politik dan budaya ditengarai menjadi penyebab. Pandangan perempuan yang penting melek huruf perlu diubah dengan meningkatkan kesetaraan akses pendidikan bagi perempuan. Peningkatan persentase pendidikan perempuan di Indonesia pada gilirannya akan dapat meningkatkan pencapaian MDG’s yaitu menurunkan angka kematian ibu, menurunkan angka kematian anak, dan memberantas kemiskinan.The participation of women in education is increasingly gaining its momentum through indicators GDI (Gender Development Index) which is concerning about equality between men and women in life expectancy , education and income amount . In fact the numbers of female participation in education is still low. A number of factors such as religious, cultural, social,and political factors suspected to be the main cause. The views about women’s literacy are important to be changed to improve access to education for women’s equality. The increase in the percentage of female education in Indonesia in turn will be able to improve the achievement of the MDG’s is to reduce maternal mortality, reduce child mortality, and combating poverty.
PEREMPUAN SAMIN DALAM TANTANGAN POLITIK LOKAL DI KUDUS JAWA TENGAH Rosyid, Moh
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1027

Abstract

Penelitian ini mencakup bagaimana kehidupan politik perempuan Samin. Tulisan ini mencoba untuk menjawab apa faktor yang mempengaruhi mereka untuk melaksanakan kepercayaan tradisional dalam kehidupan politik mereka. peneliti menggunakan beberapa model alternatif untuk melakukan penelitian ini, seperti ethnomethodology, etnografi, membumi, dan fenomenologi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami kegiatan sosial perempuan Samin di Kudus dalam hal pemilihan umum.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa wanita Saminsangat aktif dalam kehidupan politik mereka. Keaktifanmereka dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: daridiri mereka sendiri, dari suami mereka dan dari para pemimpin Samin.kata kunci: Tindakan Politik, Perempuan Samin, Pemilu. This research covers how is the political life of Saminwomen. It tries to answer what are factors which influence them to implement the traditional beliefs in theirpolitical life. The researcher uses some alternative modelsto undertake this research, such as ethnomethodology,ethnography, grounded, and phenomenology. The data are analyzed by using qualitative approach to understandthe social activities of Samin women in Kudus in terms ofgeneral election. It is found that Samin women are veryactive in their political life. Their activeness are influencedby some factors such as: from theirselves, from their husbands and from the Samin leaders.Keywords: Political act, Samin’s women, Election.
HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS Rahmatullah, Lutfi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.977

Abstract

Penelitian ini diarahkan pada studi Ma’ani al hadis.Rumusan masalah dalam penelitian ini mengkaji entang: 1. bagaimana makna hadits menstruasi 2.Bagaimana relevansi hadits tentang masalah kesetaraan gender dan menstruasi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik-kritis dengan pendekatan historis-hermeneutis. Temuan dari penelitianini adalah: 1. Menstruasi adalah siklus biologisalami yang diberikan oleh Allah kepada perempuan.Sebagaimana tercantum dalam  kitab al-Bukhari nomor hadits 285 Kitab al-Haid, 2. Nabi menghapus pandangan tabu dan mitos seputar wanita yang sedang menstruasi.3. Meskipun agama melarang untuk melaksanakan beberapa ibadah khusus untuk wanita yang sedang menstruasi, tetapi larangan itu tidak mengindikasikan bahwa perempuan itu dalam keadaan “kotor”.kata kunci: Haid, Hadis, Seksualitas, Perempuan. This research is directed at the study of ma’any al hadits.The formulation of the problem in this study are: 1.how is the meaning of the traditions of menstruation(periods)? 2. how is the relevance of the traditions aboutthe equality gender problem of women’s menstruation.This research uses descriptive-analytic-critical method,and gender sensitive historical-hermeneutical approach.The research fids: 1. Menstruation is a natural biologicalgiven by God to women. As contained in the history ofal-Bukhari hadith number 285 Kitab al-Haid, 2. TheProphet removed barriers taboos and myths surroundingwomen menstruation. 3.  Although religion forbids tocarry out some specific worship for menstruating women,but the banning was not intended to show that women are dirty.Keywords: Haid, Hadist, Seksuality, Women.
RUU PERADILAN AGAMA PADA LEGISLASI NASIONAL 2010 DALAM TELAAH GENDER Masudi, Masudi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.1001

Abstract

Ketimpangan yang dapat menimpa kaum perempuandalam praktik poligami atau model perkawinan lainnya,seperti sirri (sembunyi-sembunyi), mut’ah (kontrak), danperkawinan tanpa wali hakim yang tidak berhak harusditangani dengan penanganan yang terarah. Artikelini mencoba untuk melihat bagaimana Usulan RUU Peradilan Agama dalam Legislasi Nasional 2010 yang menjadi sandaran hukum dalam penentuan sanksi pidana bagi para pelaku poligami, nikah siri, kawin kontrak,dan wali hakim yang tidak sah di mata hukum. Satu halyang menarik bahwa pro kontra yang muncul akibatRUU ini merupakan satu hal yang mutlak. Namun perluditekankan bahwa kearifan dan kebijaksanaan setiapelemen bangsa Indonesia merupakan penentu eksistensiIslam yang “membumi” sebagai perwujudan semangat “rahmatan lil’alamin”.Kata Kunci: Kesetaraan, RUU Peradilan Agama, perkawinan Islam proposed equality for both men and women not only in terms of their public relation but also domesticone, i.e. marital relationship. Unfair treatment that facedby women in the practice of polygamy or other marital models, such as sirri marriage, mut’ah contract, andmarriage without a legal guardian should be solved bydirectional handling system. This article tries to see howthe Proposed Religion Justice Bill, which became theNational Legislation and the laws in the determinationof criminal sanctions for the actors of polygamy,unregistered marriage, mut’ah contract, and alsomarriage without a legal guardian in the eyes of the law.One interesting thing that the pros and cons that arise asa result of this bill is an absolute must. However, it shouldbe emphasized that the wisdom and discretion of eachelement of the Indonesian people is what determines theexistence of Islam that is “grounded” as the embodimentof the spirit of “rahmatan lil’alamin”.Key words: equality, Proposed Religion Justice Bill,marriage.
TECHNOLOGY AND THE EMPOWERMENT OF RURAL WOMEN AND GIRLS IN 4TH INDUSTRIAL REVOLUTION Rozak, Norizan Abdul; Anua Jah, Nurain Jantan
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.5805

Abstract

ABSTRACTThe purpose of the paper is to present the initiatives of providing access of internet to rural women and girls while highlighting the status quo of the digital literacy between Malaysian women and men, and the impacts of the initiatives done on digital literacy from 2015 until now. The research relies heavily on information from official documents, research publications, reports from relevant agencies, and secondary data from existing government statistics. From the information and data culled, several initiatives in providing access of internet to rural women and girls are taken by the government but the percentage of digital literacy between Malaysian women and men remains constant. Malaysian women have made significant progress and the search for greater gender equality has been relatively successful. Rural women and girls developments are essential as it will help in shaping the future of our country towards positive directions.
ETOS KERJA DAN KUASA PEREMPUAN DALAM KELUARGA : STUDI KASUS KELUARGA NELAYAN, DI BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Farihah, Irzum
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.938

Abstract

Penelitian ini terkait pedagang perempuan yang bekerjadalam sirkulasi  ikan yang berhubungan dengan etos kerja. Penelitian ini berfokus pada peran etos dalam pekerjaan mereka yang berjalan di sektor perdagangan dan apakah etos yang mereka bangun dapat membuat posisi tawar dalam pembuatan keputusan dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan di pasar ikan yang terletak di Desa Brondong, Lamongan. Responden 8 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam, dilanjutkan analisis reduksi  data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos perempuanpedagang  ikan yang memiliki rasa yang sulit dipahami mengapa mereka harus bekerja sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan dalam keluarga. Di tingkat akses dan kontrol, perempuan telah membuat kemajuan,meskipun posisi pria yang cenderung superior. Bagi orang-orang yang sama, mereka telah saling tergantungdan didukung peran mereka di antara suami dan istri.Kata kunci: Etos kerja, Kuasa, Perempuan Nelayan.
BIDADARI DALAM KONSTRUKSI TAFSIR AL QUR’AN : ANALISIS GENDER ATAS PEMIKIRAN AMINA WADUD MUHSIN DALAM PENAFSIRAN AL QUR’AN Saidah, Nor
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.994

Abstract

Penafsiran visi penting al-Qur’an tentang temanpendamping dalam surga telah mengalami biaspatriarkhi. Amina Wadud mencoba membaca ulang ayatayatini dengan pendekatan hermeneutik berkeadilangender. Menggunakan metode deskriptif, artikel inimeyimpulkan Amina membedakan dua kata yang sering disalahpahami dan dianggap identik yaitu kata hur ddanazwaj. Gambaran mengenai teman di surga bagi kaumberiman dimunculkan dalam tiga tingkatan. Pertama, sebutan hu>r al-‘ayu>n yang berarti pasangan untuk lakilakiberiman (bidadari). Kata ini mencerminkan tingkatberpikir Makkah Jahiliyyah. Kedua, istilah zawj yangmenggambarkan periode Madinah yang bermaknapasangan yang diidamkan baik untuk laki-laki maupunperempuan. Dan ketiga, al-Qur’an menyebutkan sesuatuyang melebihi kedua peringkat sebelumnya yaitu kedekatan di sisi Allah swt swt.Kata kunci : Amina Wadud, Bidadari, Tafsir Feminis.