cover
Contact Name
persona
Contact Email
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 23015985     EISSN : 26155168     DOI : -
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Persona Journal was first published in 2012. At first this journal was published three times a year. Starting in 2017 this journal is only published twice a year, in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Retracted: Kedisiplinan Berlalu Lintas Pada Siswa SMA Rina, Amherstia Pasca; Kusumandari, Rahma; Prasetyo, Yanto
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v7i2.1799

Abstract

Artikel dengan judul Kedisiplinan Berlalu Lintas pada Siswa SMA telah dilakukan pencabutan dari persona: Jurnal Psikologi Indonesia volume 7 no. 2 tahun 2018 pada tautan daring http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona/article/view/1799, atas permintaan editor in chief.  Alasan pencabutan karena kami menemukan artikel tersebut sudah terbit pada prosiding LPPM Unesa volume 1 no. 1 dengan judul Pengaruh Role Taking dan Dukungan Sosial terhadap Kedisiplinan Berlalu Lintas pada Remaja, pada tautan daring http://prosiding.lppm.unesa.ac.id/index.php/semnasppm2018/article/view/149 
Perbedaan Quality of Life Lansia Hipertensi yang Mengikuti dan Tidak Mengikuti Senam Prolanis di Wilayah Benteng Kota Ambon Manuhutu, Adita Ayu Ferdinansih; Prasetya, Berta Esti Ari
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v7i2.1577

Abstract

This study aims to determine differences in Quality of Life. This study was carried out on 70 people, namely elderly hypertension who followed prolanist gymnastic as many as 35 people and elderly hypertension who did not follow prolanist gymnastics as many as 35 people, using purposive sampling technique. Data collection was carried out using the World Health Organization Quality of Life (Whoqol) -Bref Scale. Data analysis method uses t-test analysis. The results of data analysis using the t-test yielded a t-count value of 4.665 with a significance of 0.000 (p <0.05) and a standard deviation of 9,595. There is a significant difference between the quality of life of elderly hypertension who follow prolanist gymnastics and elderly hypertension who do not follow prolanist gymnastics in Benteng Region, Ambon City.
Hubungan Antara Kemampuan Visual-Spasial dengan Kreativitas pada Mahasiswa Prodi Arsitektur Pratitis, Niken Titi; Putri, Ella Dwi Maryono
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v7i2.1911

Abstract

AbstrakKemampuan visual-spasial dan kreativitas adalah dua hal penting yang dituntut dimiliki individu-individu yang kinerjanya lekat dengan perancangan desain seperti Arsitektur. Sebagian besar orang meyakini bahwa kreativitas di bidang Arsitektur memiliki aspek yang juga mengukur kemampuan visual-spatial, padahal keduanya adalah kemampuan yang berbeda sehingga keduanya tidak dapat diukur menggunakan alat yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa antara tes Kreativitas di bidang Arsitektur dengan tes visual-spatial, tidak mengukur indikator yang sama. Subyek penelitian ini adalah 62 mahasiswa semester 2 di Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian yang menerapkan metode kuantitatif ini, pengumpulan datanya menggunakan tes Spatial ability yang dirancang oleh Newton dan Hellen, dan Tes Kreativitas dibidang Arsitektur yang dikembangkan peneliti pertama melalui disertasi (Pratitis, 2018). Hasil peneltian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara hasil skor tes Kemampuan Visual-Spasial dengan skor tes Kreativitas di Bidang Arsitektur (r = - 0,045 dengan p = 0,727 ). Hasil penelitian tersebut memperkuat bukti bahwa indikator kemampuan visual berbeda dengan kreativitas di bidang Arsitektur, sehingga skor tinggi pada tes kemampuan visual tidak dapat menjadi prediksi kesuksesan atau skor yang tinggi pada kemampouan kreativitasnyaKata Kunci: Visual-Spasial, Kreativitas, Arsitektur
Hubungan Antara Keberfungsian Keluarga Dengan Self-Regulated Learning Pada Siswa Yang Tinggal Di Asrama Gunawan, Benedictus Aditya; Setianingrum, Margaretta Erna
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v7i2.1574

Abstract

AbstractThis research aimed at knowing positive relationship between family functioning with self-regulated learning of Pangudi Luhur Van Lith Muntilan Senior High School students. This research was conducted on 80 students by using random sampling technique. The method used in this research is quantitative method. Measuring instrument used for family functioning is The McMaster Model of Family Functioning with alpha cronbach’s coefficient is 0,927 and self-regulated scale with alpha cronbach’s coefficient is 0,899. From the data analysis obtained the result of coefficient correlation is 0,366 with the significance amount 0,000 (p < 0,05), so it can be concluded that there is a positive correlation between family functioning and self-regulated learning of Pangudi Luhur Van Lith Muntilan Senior High School students, so the hypothesis pruposed in this study is accepted.Keywords: Family Functioning, Self-Regulated Learning    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan self-regulated learning pada siswa di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Penelitian ini dilakukan pada 80 siswa dengan menggunakan teknik random sampling. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Alat ukur yang digunakan untuk skala keberfungsian keluarga adalah The McMaster Model of Family Functioning dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,927 dan alat ukur skala self-regulated learning adalah The Motivated Strategies of Learning Questionnaire dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,899. Dari analisis data diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,366 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara keberfungsian keluarga dengan self-regulated learning pada siswa di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.Kata Kunci: Keberfungsian Keluarga, Self-Regulated Learning   
Model Pembelajaran Multikultural pada Pesantren Modern sebagai Upaya Mereduksi Paham Radikalisme Suhadianto, Suhadianto; Ariyanto, Eko April; Arifiana, Isrida Yul
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v7i2.1908

Abstract

AbstrakRadikalisme sebagai bagian dari paham fundamentalis telah menjadi ancaman yang nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Aksi-aksi radikalisme semakin massif dilakukan dengan melibatkan generasi muda. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua memiliki model pembelajaran yang sangat dipercaya oleh masyarakat. Pesantren diharapkan dapat menjadi benteng penangkal paham fundamentalis melalui pembelajaran multikultural yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktek pembelajaran multikultural di pondok pesantren dan dampak pembelajaran multikultural di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil fokus penelitian pada pondok pesantren Darussalam, Sengon Kabupaten Jombang. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan interview serta observasi terhadap subjek yaitu pemimpin pondok pesantren, ustad serta santri. Validitas hasil penelitian dilakukan melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pondok pesantren Darusalam Jombang telah menerapkan prinsip pembelajaran multikultural yang meliputi: content integration, The knowledge construction process, Equity Pedagogy, Prejudice reduction. Selain itu dampak pembelajaran tersebut membuat santri mampu memahami perbedaan, toleransi, dan keberagaman sehingga mampu membentengi diri dari paham fundamentalis. Kata kunci: Radikalisme, Pendidikan multikultural Abstract               Radicalism as part of fundamentalism has become a real threat to the life of the nation and state. More massive radicalism actions are carried out by involving the younger generation. Islamic boarding schools are the oldest educational institutions that have a highly trusted learning model. Islamic boarding schools are expected to be a bulwark against the fundamentalist understanding through applied multicultural learning. This study aims to analyze the practice of multicultural learning in Islamic boarding schools and the impact of multicultural learning in Islamic boarding schools. This study uses a qualitative approach by taking the focus of research in Darussalam Islamic Boarding School, Sengon, Jombang Regency. The method of data collection is done by using interviews and observations on the subject, namely the leader of the Islamic boarding school, religious teacher and santri. The validity of the results of the research is done through data triangulation. The results of the study show that the Darusalam Jombang Islamic boarding school has applied the principle of multicultural learning which includes: content integration, the knowledge construction process, Equity Pedagogy, Prejudice reduction. Besides that the impact of the learning made the santri able to understand differences, tolerance and diversity so that they were able to fortify themselves from fundamentalism.Keywords: Radicalism, multicultural education
Contingency Contracting Untuk Menurunkan Perilaku Tertidur Di Kelas Pada Anak Sleep Disorder Mahardhika, Nadia Felicia; Pudjiati, Sri Redatin Retno
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v8i1.2393

Abstract

AbstractNormal sleep patterns are very important for academic achievement and life of each child. This study aims to know the effect of Contingency Contracting to reduce sleep behavior in class and improve sleep patterns in children with Circadian-Rhythm Sleep Disorder. The study subjects were A, a boy aged 11 years, with ADHD-PI diagnosed with Circadian-Rhythm Sleep Disorder Delayed Sleep Phase Type. The design of this study uses multiple-baseline-across-behaviors design. Contingency contracting interventions are carried out using prompt techniques, fading, and economic tokens. The recording instrument used is sleep diary and behavior frequency recording sheet. The results of the study show that behavioral modification intervention programs carried out with contingency contracting have been shown to effectively reduce sleep behavor in the classroom in the morning and improve the pattern of nighttime sleep in children with Circadian-Rhythm Sleep Disorder.Keywords: sleep-disorder; circadian-rhythm; behavior modification; contingency contracting; prompt  AbstrakPola tidur yang normal sangatlah penting bagi prestasi akademik dan kehidupan setiap anak. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh Contingency Contracting untuk menurunkan perilaku tertidur di kelas dan memperbaiki pola waktu tidur pada anak dengan Circadian-Rhythm Sleep Disorder. Subjek penelitian adalah A, anak laki-laki usia 11 tahun, dengan ADHD-PI didiagnosa mengalami Circadian-Rhythm Sleep Disorder Delayed Sleep Phase Type. Desain penelitian ini menggunakan multiple-baseline-across-behaviors design. Intervensi contingency contracting dilakukan menggunakan teknik prompt, fading, dan token ekonomi. Instrumen pencatatan yang digunakan adalah sleep diary dan lembar pencatatan frekuensi perilaku. Hasil dari penelitian menunjukkan program intervensi modifikasi perilaku yang dilakukan dengan contingency contracting terbukti efektif menurunkan perilaku tertidur di kelas pada pagi hari maupun memperbaiki pola waktu tidur malam hari pada anak dengan Circadian-Rhythm Sleep Disorder.Kata Kunci: sleep-disorder; circadian-rhythm; modifikasi perilaku; contingency contracting; prompt
Psychological Well-Being Warga Binaan Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin Bandung Menjelang Pembebasan Karima, Dhuhita; Siswadi, Ahmad Gimmy Prathama; Abidin, Zainal
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v8i1.2378

Abstract

AbstractA good level psychological well-being is important for inmates’ prerelease to have a good function in their new surroundings and as a predictor of resilience. Women inmates who will be release can have psychologicall distress that have negative consequences to their level of psychological well-being. The aim of this research is to see psychological well-being in inmates’ during their prerelease. This is a descriptive and quantitative research using 42-item Ryff Psychological Well-Being Scale. The respondents were 33 inmates’ during their prerelease time in Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Sukamiskin Bandung (Women Prison in Sukamiskin Bandung) and were taken using accidental sampling in non-random sampling method. The data then were analyzed by using distribution of frequency in the percentations. The level of psychological well-being was divided into three categories: high, middle, and low psychological well-being, and the result of this research shows that most of the inmates’ have moderate level of psychological well-being. High scores were mostly found in positive relation to others dimension and low scores were mostly found in self-acceptance dimension.Keyword: prerelease, psychological well-being, inmates AbstrakPsychological well-being yang baik diperlukan warga binaan menjelang pembebasan agar dapat memaksimalkan potensi untuk beradaptasi di lingkungan masyarakat dan sebagai prediktor tingkat resiliensi. Berdasarkan fenomena yang terjadi, sebagian warga binaan wanita menjelang pembebasan merasakan tekanan psikologis yang berpengaruh negatif terhadap psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat psychological well being warga binaan menjelang masa pembebasan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan alat ukur 42-item Ryff Psychological Well-Being Scale. Jumlah sampel 33 warga binaan menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Sukamiskin Bandung yang dipilih dengan metode non-random sampling melalui teknik accidental sampling. Analisis data berupa persentasi distribusi frekuensi. Hasil penelitian sebagian besar psychological well-being warga binaan menjelang pembebasan dalam kategori sedang. Skor dalam kategori tinggi paling banyak ditemukan pada dimensi hubungan positif dengan orang lain, sedangkan skor dalam kategori rendah paling banyak ditemukan pada dimensi penerimaan diri.Kata kunci: masa kebebasan, psychological well-being, warga binaan pemasyarakatan
Peranan Kecerdasan Emosional Pada Pemilihan Strategi Coping Pada Mahasiswa yang Bekerja Felix, Tommy; Marpaung, Winida; El Akmal, Mukhaira
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v8i1.2377

Abstract

 Abstract             Students who study while working must balance the demands of lectures and jobs at once. Individuals will make various efforts to master unpleasant demands, also known as coping strategies. On the other hand, emotional intelligence can influence the choice of someone's coping strategy, whether it tends to use problem-focused coping or emotion-focused coping. The aims of this study were to prove the relationship between emotional intelligence and coping strategy. The subjects of this study are 105 work-study computer science students of STMIK Mikroskil Medan selected by purposive sampling. Data was collected from scale to measure emotional intelligence and coping strategy. The analysis of data was performed by Pearson Product Moment Correlation with SPSS 19.00 for Windows. Result showed that there was a positive correlation between emotional intelligence and coping strategy. Another result showed that there was a positive correlation between emotional intelligence and problem-focused coping and emotion-focused coping.Keyword: emotional intelligence, coping strategy, problem-focused coping, emotion-focused coping  AbstrakMahasiwa yang kuliah sambil bekerja harus mengimbangi tuntutan perkuliahan dan pekerjaan sekaligus. Individu akan melakukan berbagai usaha untuk menguasai tuntutan yang tidak menyenangkan, atau yang dikenal dengan strategi coping. Pada sisi lain, kecerdasan emosional dapat memengaruhi pemilihan strategi coping seseorang, apakah cenderung menggunakan problem-focused coping atau emotion-focused coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan strategi coping. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Teknik Informatika STMIK Mikroskil Medan yang kuliah sambil bekerja sebanyak 105 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui skala untuk mengukur strategi coping dan kecerdasan emosional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation dengan bantuan SPSS 19.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kecerdasan emosional dan strategi coping. Hasil lainnya menunjukkan adanya hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan problem-focused coping dan emotion-focused coping.Kata kunci: kecerdasan emosional, strategi coping, problem-focused coping, emotion-focused coping
Metode Behavioral Art Program untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Anak dengan ASD Indriastuti, Niken Woro
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v8i1.2364

Abstract

AbstractAim of this study was to examine the effectiveness of Behavioral Art Program that developed by Cou, Lee, and Feng in order to improve interaction social skill children with Autism Spectrum Disorder (ASD) through self-presentation in autism service center. Participants of this study four children with ASD at third level who was selected through purposive sampling technique. Participants was divided in to two group based on their characteristic: children who tend to work in noisy situation and children who tend to work in calm condition. The intervention in this study was carried out 6 times divided into 3 sessions:  baseline, treatment, and non-treatment. The result showed that all participants improved their interaction social skill. Thus improvement was caused by their consistency attending the intervention program, their ability to understand, and the use of five step of presentation cards. Keywords: Behavioral Art Program, autism spectrum disorder, interaction social skill.   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat keefektivitasan Behavioral Art Program yang dikembangkan oleh Chou, Lee, dan Feng dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak dengan Autism Spectrum Disoder (ASD) melalui presentasi diri di Pusat Layanan Autis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling pada anak-anak ASD yang berada di level 3. Keempat anak dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar berdasarkan karakteristik anak, yakni anak yang bekerja dalam suasana ramai dan anak yang bekerja dalam suasana tenang. Intervensi dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 6 kali yang terbagi menjadi 3 hal, yakni baseline, treatmen, dan non-treatmen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk keempat anak program ini mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial mereka. Hal ini dikarenakan setiap anak secara konsisten mengikuti sesi intervensi, pemahaman anak, dan penggunaan lima kartu sebagai langkah presentasi diri.Kata kunci: Behavioral Art Program, autism spectrum disorder, interaksi sosial.  
Persepsi Siswa Terhadap Instruksi Guru yang Mengembangkan Strategi Belajar Regulasi Diri Dwintasari, Yulinda; Kurniawati, Farida
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v8i1.2280

Abstract

Abstract Many studies highlighted the importance of self-regulation on academic achievement. Otherwise, not all students have the opportunity to develop their self-regulation optimally. As a result, knowing their perception of how the classroom instruction supports their self-regulation is essential. Search for qualitative studies on database electronic (Proquest, Sciencedirect, and Scopus) done. Selected studies were analyzed into the main findings. Discussion about how participant in the study perceive instruction based on the approach of Reigeluth and Carr Chelmann (2009) supported the use of self-regulation strategies. Seven studies were identified to be included. A study had middle school students as participants, while six other studies had college students. From those two levels of education, instructions that facilitated the use of self-regulation strategies are instruction problem, simulation, and discussion approach. Students perceived those approach as instructions that supported self-regulation because they had collaborative learning. Furthermore, students perceived by using technology and computer-based learning, they are helped to show their performance and easier to get feedback from friends and facilitators which facilitated the use of self-regulation strategies.Keywords: self-regulation, classroom instruction, students’ perception, qualitative studiesAbstrakBanyak studi telah menggarisbawahi pentingnya hubungan antara regulasi diri dan prestasi akademik. Namun demikian, tidak semua siswa dapat mengembangkan regulasi dirinya secara optimal. Oleh karena itu, perlu diketahui persepsi siswa akan instruksi kelas yang mendukung adanya regulasi diri. Pencarian studi kualitatif pada database elektronik (Proquest, Sciencedirect, dan Scopus) dilakukan. Studi terpilih dianalisis lebih dalam untuk dimasukan ke dalam hasil utama. Pembahasan diutamakan bagaimana partisipan dalam studi mempersepsikan instruksi berdasarkan pendekatan menurut Reigeluth dan Carr-Chelmann (2009) untuk mengedepankan penggunaan strategi regulasi diri. Terdapat tujuh studi yang membahas tentang persepsi siswa akan instruksi yang mendukung strategi regulasi diri. Satu diantaranya memiliki partisipan siswa SMP sementara enam lainnya merupakan mahasiswa. Dari kedua jenjang tersebut, instruksi yang dirasakan siswa dapat mempengaruhi penggunaan strategi regulasi diri adalah instruksi berdasarkan pendekatan masalah, simulasi, dan diskusi. Pada ketiga instruksi tersebut, siswa merasa terfasilitasi penggunaan strategi regulasi dirinya karena adanya pembelajaran yang kolaboratif. Selain itu, dalam mengembangkan regulasi diri, siswa merasa konteks pembelajaran berbasis teknologi dan komputer, dapat membantu mereka menunjukkan kemampuan dan mendapatkan umpan balik dari teman maupun fasilitator, yang mana hal tersebut penting untuk regulasi dirinya. Kata Kunci: regulasi diri, instruksi kelas, persepsi siswa, studi kualitatif