cover
Contact Name
persona
Contact Email
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 23015985     EISSN : 26155168     DOI : -
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Persona Journal was first published in 2012. At first this journal was published three times a year. Starting in 2017 this journal is only published twice a year, in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Peran self-esteem sebagai mediator dukungan sosial teman dan keluarga terhadap gangguan psikologis pada mahasiswa Prasetio, Clement Eko; Triwahyuni, Airin
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.435 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.5178

Abstract

Abstract Students face many demands, both academically and psychologically. The number of demands makes students vulnerable to psychological disorders. Psychological disorders have a negative impact on the lives of students and also the people around them. Students who have social support are thought to have a lower risk of experiencing psychological disorders. This study aims to determine the role of self-esteem as a mediator between social support and psychological disorders. Research participants were 376 students from second to fourth year in a Faculty at X University. Research measurement tools which were used in this study, consist of Perceived Social Support Friends (α =0,860) and Family (α =0,902); Rosenberg Self-Esteem's Scale (α =0,871); and Self-Report Questionnaire (α =0,860). Simple mediation analysis using SPSS, especially PROCESS were used for analyzing the results. The results of the analysis show that self-esteem can mediate the relationship between social support from friends and family with psychological disorders in undergraduate students. The implications of the research results are also discussed. Keywords: College Student; Mediation; Perceived Social Support; Psychological Problems; Self-Esteem Abstrak Mahasiswa menghadapi banyak tuntutan, baik secara akademik maupun psikologis. Banyaknya tuntutan membuat mahasiswa rentan mengalami gangguan psikologis. Gangguan psikologis berdampak negatif bagi kehidupan mahasiswa dan juga orang-orang disekitarnya. Mahasiswa yang memiliki dukungan sosial diduga memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-esteem sebagai mediator antara dukungan sosial dengan gangguan psikologis. Sebanyak 376 mahasiswa angkatan 2016-2018 pada sebuah fakultas di Universitas X menjadi partisipan penelitian. Alat ukur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perceived Social Support Scale Friend (α =0,860) and Family (α =0,902); Rosenberg Self-Esteem’s Scale (α =0,871); dan Self-Report Questionnaire-20 (α =0,860). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis mediasi sederhana dengan menggunakan SPSS, khususnya PROCESS. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-esteem dapat memediasi hubungan antara dukungan sosial teman dan keluarga dengan gangguan psikologis pada mahasiswa. Implikasi dari hasil penelitian juga ikut serta dibahas. Kata Kunci: Dukungan Sosial; Gangguan Psikologis; Self-Esteem; Mahasiswa; Mediasi
Family communication patterns sebagai mediator antara empati dan konflik orang tua-anak pada remaja Salsabilla, Salfira; Rizkyanti, Charyna Ayu; Yudha, Yusuf Hadi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.371 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.5351

Abstract

Abstract The pandemic COVID-19 situation has made various activities changes, particularly with the implementation of the stay-at-home policy. One of the impacts is on the relationship between parents and children, such as the increased conflict between parents and children. In this research, we investigate how empathy in adolescents may give an impact conflict between parents and children frequency through family communication patterns. By using volunteer (opt-in) panels methods, a total of 566 adolescents (Mage = 17.21, SD = 1.82) completed questionnaire of Parental Environment Questionnaire (α = .86), Basic Empathy Scale (αaffective = .78, αcognitive = 0.75), and The Revised Family Communication Patterns (αconversation = .88, αconformity = 0.78) that has been translated into Bahasa Indonesia. The result showed that family communication patterns mediate the correlation between empathy in the adolescent with parent-child conflict. This research highlights the importance of empathy by having an open conversation among family members to reduce conflict between parent and child, particularly during the stay-at-home situation. Keyword: Adolescent; empathy; family communication pattern; parent-child conflict; stay at home Abstrak Kondisi pandemi COVID-19 saat ini membuat berbagai aktifitas menjadi berubah terutama dengan diberlakukannya kebijakan stay at home. Salah satu dampak yang terjadi terkait dengan hubungan orang tua dan anak, seperti meningkatnya konflik antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh empati pada remaja dengan frekuensi konflik orang tua dan anak melalui family communication patterns yang diterapkan di dalam keluarga. Penelitian ini melibatkan 566 remaja (Musia = 17.21, SD = 1.82) yang dipilih menggunakan metode volunteer (opt-in) panels. Partisipan diminta mengisi kuesioner dengan alat ukur Parental Environment Questionnaire (α = .86), Basic Empathy Scale (αafektif = .78, αkognitif = 0.75), dan The Revised Family Communication Patterns (αconversation = .88, αconformity = 0.78) yang sudah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa family communication patterns dapat menjadi mediator dalam hubungan antara empati pada remaja dengan konflik orang tua-anak. Penelitian ini menyoroti pentingnya empati yang ditunjukkan melalui komunikasi terbuka antara anggota keluarga untuk menurunkan konflik anak dan orang tua, terutama pada masa stay at home. Kata kunci: Empati; family communication patterns; konflik orang tua-anak; remaja; stay at home
Agresivitas prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat: Menguji peranan kecemasan dan jiwa korsa Pasca Rini, Rr. Amanda; Pasca Rina, Amherstia; Prastyo, Indra; Mustika Wungu, Klaudia
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.261 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.5419

Abstract

Abstract The aggressiveness of soldiers is a phenomenon that is rife in this country. The purpose of this study is to be able to describe how the relationship between the spirit of a soldier's corps and the anxiety felt by a soldier about the aggressiveness he does so that a way out of the aggressiveness problem is carried out by a soldier. The subjects of this study were 120 soldiers of the Indonesian Army. The sampling technique used to determine the subject is a random sampling technique. The results show that the spirit of corporal and anxiety together can have a very significant influence on the aggressiveness of soldiers in the TNI AD environment. Shows that the corporal spirit and high anxiety when present in TNI AD soldiers in inappropriate conditions or situations can lead to aggressiveness which has an impact on causing unrest in the community. Keywords: Aggressiveness; Korsa Soul; Anxiety; Army Soldier Abstrak Agresivitas prajurit TNI merupakan Fenomena yang marak terjadi di negeri ini. Tujuan penelitian ini yaitu mampu menggambarkan bagaimana hubungan jiwa korsa seorang prajurit dan kecemasan yang dirasakan seorang prajurit terhadap agresivitas yang dialakukannya sehingga didapatkan jalan keluar dari permasalahan agresivitas yang dilakukan oleh seorang prajurit TNI. Subyek penelitian ini adalah 120 prajurit TNI AD. Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan subjek ialah teknik random sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa jiwa korsa dan kecemasan secara bersama -sama dapat memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada agresiftas prajurit di lingkungan TNI AD. Menunjukkan bahwa jiwa korsa dan kecemasan yang tinggi bila ada dalam diri prajurit TNI AD pada kondisi atau situasi yang tidak tepat dapat menimbulkan terjadinya agresivitas yang berdampak pada menimbulkan keresahan pada msyarakat. Kata Kunci: Agresivitas; Jiwa Korsa; Kecemasan; Prajurit TNI AD
Adaptasi dan validasi the Intolerance of Uncertainty Scale-12 pada individu yang telah menikah selama pandemi Covid-19 Ayuningtyas, Annisa Ardi; Helmi, Avin Fadilla; Widhiarso, Wahyu
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.048 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.5471

Abstract

Abstract This study aims to adapt and validate the Intolerance of Uncertainty Scale-12 in a group of married individuals in Indonesia during the pandemic of Covid-19. Getting married is a significant transitional stage for individuals. Previous research has shown that married couples experience anxiety over their lives and family as a response to uncertain conditions. The Intolerance of Uncertainty Scale-12 is a scale to measure individual responses to uncertainty. However, as the best of researcher’s knowledge, there was no Indonesian version that has been culturally adapted and validated. This research used quantitative method and 203 participants participated in this study through snowball sampling. Data analysis utilized factor analysis with the exploratory factor analysis (EFA) and confirmatory factor analysis (CFA) to measure construct validity, Aiken’s V to measure content validity, and Cronbach’s Alpha to measure reliability. Results showed that model fit at the 4 factors according to χ2, RMSEA, SRMSR, CFI, and TLI scores. Those aspects are negative perception of uncertainty, desire for certainty, behavioral inhibition due to uncertainty, and helplessness toward uncertainty. Furthermore, explanation about the factors formation will be discussed. Keywords: adaptation, Indonesia, IUS-12, married individuals, validation Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan memvalidasi the Intolerance of Uncertainty Scale-12 pada kelompok individu yang telah menikah di Indonesia selama pandemi Covid-19. Menikah merupakan tahap transisi yang cukup signifikan bagi individu. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pasangan menikah mengalami kecemasan sebagai respon atas ketidakpastian. The Intolerance of Uncertainty Scale-12 merupakan skala untuk mengukur respon individu atas ketidakpastian namun sebatas pengetahuan peneliti, belum ada versi Bahasa Indonesia yang telah melalui proses adaptasi dan validasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan partisipan berjumlah 203 orang yang diperoleh dengan snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis faktor dengan exploratory factor analysis (EFA) dan confirmatory factor analysis (CFA) untuk mengukur validitas konstruk, Aiken’s V untuk mengukur validitas isi, dan Cronbach’s Alpha untuk mengukur reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan kesesuaian model dengan 4 faktor (aspek) didasarkan pada skor χ2, RMSEA, SRMSR, CFI, dan TLI. Aspek tersebut yaitu persepsi negatif terhadap ketidakpastian, hasrat akan kepastian, tindakan terhalangi oleh ketidakpastian, dan ketidakberdayaan menghadapi ketidakpastian. Lebih jauh lagi, terdapat penjelasan mengenai faktor-faktor yang terbentuk. Kata kunci: adaptasi, individu menikah, Indonesia, IUS-12, validasi
Efikasi diri sebagai mediator antara strength-based parenting dan academic buoyancy pada masa pandemi COVID-19 Chairina, Anindita; Primana, Linda
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.513 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.5508

Abstract

Abstract To overcome adversities during Pembelajaran Jarak Jauh or long-distance learning, students need to develop academic buoyancy, described as ‘the ability to deal with daily academic setbacks and challenges. Parents’ role during PJJ is important since students spend more time at home. This study aims to investigates the relationship between strength-based parenting and academic buoyancy through academic self-efficacy, social self-efficacy, and emotional self-efficacy. 238 high school students in Indonesia participated in this study. Strength-Based Parenting Scale (α=0,941), Self-Efficacy Questionnaire for Children [α=0,790 (akademik), α=0,774 (sosial), α=0,817 (emosional)], and Academic Buoyancy Scale (α=0,564) were used to measure the variables. The results showed that academic self-efficacy and emotional self-efficacy serve as unique mediators in the relationship between SBP and academic buoyancy. Meanwhile, the role of social self-efficacy as a mediator is not significant. When parents identify and cultivate their children’s strengths, children will believe in their ability to carry out academic tasks and deal with negative emotions, which in turn help them overcome setbacks and challenges during PJJ. Keywords: Academic buoyancy; academic self-efficacy; emotional self-efficacy; social self-efficacy; strength-based parenting Abstrak Dalam menghadapi tantangan selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa Pandemi Covid-19, peserta didik perlu mengembangkan academic buoyancy, yaitu kemampuan untuk mengatasi kemunduran dan tantangan akademis sehari-hari. Peran orang tua selama pandemi menjadi penting karena peserta didik lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strength-based parenting, sebuah pendekatan pengasuhan yang menekankan pada identifikasi dan pengembangan kekuatan anak, dapat memprediksi academic buoyancy melalui efikasi diri akademik, efikasi diri sosial, dan efikasi diri emosional. Penelitian melibatkan 238 peserta didik tingkat SMA di Indonesia melalui teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Strength-Based Parenting Scale (α=0,941), Self-Efficacy Questionnaire for Children [α=0,790 (akademik), α=0,774 (sosial), α=0,817 (emosional)], dan Academic Buoyancy Scale (α=0,564). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri akademik dan efikasi diri emosional masing-masing memediasi hubungan antara SBP dan academic buoyancy secara signifikan. Efikasi diri sosial tidak ditemukan memiliki peran mediasi. Ketika orang tua mengenali dan mengembangkan kekuatan yang peserta didik miliki, maka peserta didik akan yakin dengan kemampuannya untuk melakukan tugas akademis dan dapat mengatasi emosi negatifnya. Dengan demikian, peserta didik lebih mudah mengatasi kemunduran dan tantangan akademis yang dialami selama PJJ. Kata kunci: Academic buoyancy; efikasi diri akademik; efikasi diri emosional; efikasi diri sosial; strength-based parenting
Analisis Rasch Model Indonesia the International Personality Item Pool-Big Five Factor Markers (IPIP-BFM-50) Surya, Roy; Angela, Stevanny; Ryan, Timothy
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.277 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.5552

Abstract

Abstract Various studies have been conducted to determine human personality, then there are various theories and personality scales. IPIP-BFM-50 is open source and has been used around the world. The aims of this research is to validate IPIP-BFM-50 with rasch model. The sample used was 359 students from University of Surabaya, with an age range 17-23 years. This research used simple random sampling. The outfit-infit statistic results vary from 0.5-1.5 (except C-28), person-item reliability is above 0.7, the passable dimesionality measure.. There are several items that indicate bias based on DIF measurement: EM-44, EM-14, EM-29, EM-9, E-6, E41, C-38, A-32, and I-30. There are some items on the dimensions of emotional stability, extraversion, conscientiousness, agreeableness, and intellect with less varied levels of DIFficulty. Researche proposed choice to rework this instrument in the terms for fixed its item bias and wider its variability (DIFfuculties hierarchy). This studies also implies on similar studies to use both CTT and rasch model simultaneously for gain richer psychometrics information. Keywords: IPIP-BFM-50; Personality; Rasch Model Abstrak Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kepribadian manusia, yang kemudian muncul berbagai teori dan alat ukur kepribadian. IPIP-BFM-50 merupakan salah satu alat ukur kepribadian open source dan telah banyak digunakan di seluruh dunia. Penelitian ini memiliki tujuan melengkapi studi validasi IPIP BFM-50 sebelumnya, dengan menggunakan rasch model . Sampel yang digunakan yaitu 359 mahasiswa Universitas Surabaya, dengan usia 17-23 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Diperoleh hasil outfit-infit seluruh butir yang bervariasi pada 0.5 – 1.5 (kecuali C-28), reliabilitas person-item pada semua dimensi dari alat ukur ini diatas 0.7, hasil uji dimensionalitas yang cukup memuaskan. Terdapat beberapa butir yang terindikasi bias yaitu butir EM-44, EM-14, EM-29, EM-9, E-6, E41, C-38, A-32, dan I-30. Beberapa butir pada dimensi emotional stability, extraversion, dan conscientiousness, agreeableness, dan intellect memiliki tingkat kesulitannya kurang bervariasi. Peneliti menyarankan untuk melakukan revisi dari instrumen ini apabila berkeinginan untuk memperbaiki butir yang diindikasi mengalami bias dan memperluas variasi tingkat kesulitan butir. Studi ini juga berimplimkasi pada studi serupa berikutnya terkait validasi dan adaptasi untuk menggunakan kedua paradigma CTT dan rasch model sehingga mendapatkan informasi psikometris yang lebih banyak dan sempurna. Kata kunci: IPIP-BFM-50; Kepribadian; Rasch Model
Faktor internal dan eksternal penyebab perilaku korupsi pada karyawan swasta dan Aparatur Sipil Negara Matulessy, Andik; Limanago, Yuci; Elentina, Mitory Ditya Rantika
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.868 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.5666

Abstract

Abstract Internal and external factors influence the tendency to corruption. This study aimed to examine the internal and external factors that cause corrupt behavior in private employees and the State Civil Apparatus. The first study involved 222 employees of private companies as research participants, while the second study involved 205 State Civil Apparatuses in East Java as research participants. The research data were taken using the corruption tendency scale (α = 0.911), Dark Triad Personality scale (α = 0.868), Organizational Culture scale (α = 0.883), Corruption behavior scale (α = 0.917), Religiosity scale (α = 0.896), and Compensation scale (α = 0.881 ) The results of the regression analysis in the first study showed that there was a significant simultaneous and partial correlation between the dark triad variables, organizational culture and corrupt behavior. The regression analysis results in the second study also showed a significant simultaneous and partial correlation between the variables of religiosity, compensation, and corrupt behavior. The practical implications of this research require that companies or institutions always minimize the dark triad personality, create positive perceptions of corporate culture, and increase religiosity to reduce the tendency to corruption. Keywords: compensation; dark triad personality; organizational culture; religiousity; tendency of corruption Abstrak Kecenderungan untuk korupsi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini untuk menguji faktor internal dan eksternal penyebab perilaku korupsi pada pegawai swasta maupun Aparatur Sipil Negara. Studi pertama melibatkan 222 pegawai perusahaan swasta sebagai partisipan penelitian, sedangkan studi kedua melibatkan 205 Aparatur Sipil Negara di Jawa Timur sebagai partisipan penelitian. Data penelitian diambil menggunakan skala kecenderungan korupsi (α=0,911), skala Dark Triad Personality (α=0,868), skala Budaya Organisasi (α=0,883), skala Perilaku Korupsi (α=0,917), skala Religiusitas (α=0,896), dan skala Kompensasi (α=0,881) Hasil analisis regresi pada studi pertama menunjukkan ada korelasi simultan dan parsial yang signifikan antara variabel dark triad, budaya organisasi dan perilaku korupsi. Hasil analisis regresi pada studi kedua juga menunjukkan ada korelasi simultan dan parsial yang signifikan antara variabel religiusitas, kompensasi dan perilaku korupsi. Implikasi praktis dari riset ini mengharuskan perusahaan atau lembaga selalu meminimalkan kepribadian dark triad, memunculkan persepsi positif pada budaya perusahaan, serta meningkatkan religiusitas untuk menurunkan kecenderungan untuk korupsi. Kata Kunci: Budaya organisasi; Dark triad personality; koMpensasi; Perilaku korupsi; Religiusitas
Efek mediasi ketakutan menjadi lajang dalam hubungan antara stereotip negatif dan kesejahteraan psikologi perempuan lajang
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.365 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i1.5255

Abstract

Abstract The number of single women in Indonesia is increasing, but single women in Indonesia are also vulnerable to negative stereotypes. Unpleasant experiences experienced by single women can have a negative impact. This study examines the association between negative stereotypes and psychological well-being and the mediating effect of fear of being single. The study participants were 196 single women aged 25 – 55 years, had completed their high school, and staying in Indonesia. Participants reported their experiences as single such as psychological well-being, happiness, negative stereotypes, fear of being single, dating experience, and desire to marry. Those experiences were measured by Ryff’s psychological well-being scale (α=0,80), Pignotti’s & Abell’s negative stereotyping of single persons scale(α=0,754-0,88) , Spielman’s fear of being scale (α=0,829), conscientiousness of BFI personality scale (α=0,821) and open questionnaire. Linear regression analysis was performed to test the relationship between variables. The results show that negative stereotypes reduce the psychological well-being of single women in Indonesia, and the fear of being single mediates the association between the two variables. Findings of this study indicate the need for social change to replace unfavourable labels received by single women in Indonesia and provide information for improving the psychological well-being of single Indonesian women. Keywords: fear of being single; negative stereotypes; psychological well-being; single women Abstrak Jumlah perempuan lajang di Indonesia semakin meningkat, namun perempuan lajang di Indonesia juga rentan mengalami stereotip negatif. Pengalaman tidak menyenangkan yang dialami perempuan lajang ini dapat membawa dampak negatif. Penelitian ini mengkaji asosiasi antara stereotip negatif dan kesejahteraan psikologis serta efek mediasi dari ketakutan menjadi lajang. Partisipan penelitian adalah 196 perempuan lajang berusia 25 – 55 tahun, berpendidikan minimal setara dengan SMA dan berdomisili di Indonesia yang melaporkan pengalaman sebagai lajang seperti kesejahteraan psikologis, kebahagiaan, stereotip negatif, ketakutan menjadi lajang, pengalaman berpacaran, dan keinginan untuk menikah. Pengalaman partisipan diukur dengan skala kesejahteraan psikologis Ryff (α=0,80), skala stereotip negatif individu lajang Pignotti dan Abell (α=0,754-0,88), skala fear of being single Spielman (α=0,829), skala BFI kepribadian conscientiousness (α=0,821). Analisis regresi linear dilakukan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan stereotip negatif menurunkan kesejahteraan psikologis perempuan lajang di Indonesia dan ketakutan menjadi lajang memediasi asosiasi kedua variabel tersebut. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya perubahan sosial untuk mengganti label buruk yang diterima perempuan lajang di Indonesia serta menjadi informasi bagi peningkatan kesejahteraan psikologis perempuan lajang Indonesia. Kata kunci: ketakutan menjadi lajang; kesejahteraan psikologis; perempuan lajang; stereotip negatif
Peran growth mindset dan dukungan orang tua terhadap keterlibatan siswa selama pembelajaran daring
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.326 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i1.5773

Abstract

Abstract Student engagement is influenced by external factors such as parental support and internal factors such as belief about the malleability of one’s own ability (growth mindset). This research examines the effect of parental support and a growth mindset on student engagement among junior high school students who conducted online learning. The data of this quantitative research were collected through an online survey of junior high school students in Indonesia (n = 434, male = 148) using three scales: (1) Student Engagement in E-learning Environment, (2) Growth mindset, and (3) Perceived Parental Academic Support Scale. The data was then analysed using multiple regression. The result showed that a growth mindset and parental support significantly affect student engagement during online learning both together or partially. This study's results positively impact the development of distance learning through parental support and a growth mindset. Parents need to pay attention to the dimensions of social support. This study also becomes recommendation for schools to provide home-based learning programs that involve interaction and discussion between students and parents. It can be a positive input for teachers to implement feedback strategies that focus on improving behaviour. Keywords: COVID-19; Growth mindset; Online learning; Parental support; Student engagement Abstrak Adanya keterlibatan siswa dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti dukungan orang tua dan faktor internal seperti keyakinan bahwa kemampuan dan potensi diri dapat dikembangkan (growth mindset). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran dukungan orang tua dan growth mindset terhadap keterlibatan siswa SMP di Indonesia. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa survei melalui skala yang disebar secara daring pada siswa SMP di Indonesia yang menjalani pembelajaran PJJ (n = 434; laki-laki = 148). Adapun skala yang digunakan adalah (1) student engagement in e-learning environment, (2) Skala growth mindset, dan (3) Perceived Parental Academic Support Scale. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan dukungan orang tua dan growth mindset berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan siswa SMP selama pembelajaran jarak jauh baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Penelitian ini memiliki dampak positif pada perkembangan pembelajaran jarak jauh melalui dukungan orang tua dan growth mindset. Orang tua perlu memperhatikan dimensi-dimensi dukungan sosial. Penelitian ini juga menjadi rekomendasi bagi Pihak sekolah untuk memberikan program pembelajaran berbasis aktivitas di rumah (home based learning) yang melibatkan interaksi dan diskusi antara siswa dengan orang tua, serta dapat menjadi input bagi guru untuk menerapkan strategi pemberian umpan balik yang berfokus pada perbaikan perilaku maupun hasil pekerjaan. Kata Kunci: COVID-19; Dukungan orang tua; Growth mindset; Keterlibatan siswa; Pembelajaran daring
Gambaran social self-efficacy, self-disclosure, dan status pertemanan pada mahasiswa baru
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.581 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i1.6142

Abstract

Abstract Due to the social restrictions during the covid-19 pandemic, making friends has become a challenge for students studying from home. This study aims to describe and examine the correlation between self-disclosure, social self-efficacy, and friendship status. Participants (N = 221) were freshman students of the 2021 cohort from Universities in Jabodetabek. Data was collected with convenience sampling and analysed using descriptive analysis and correlation. The measurement instrument used in this study was Self-Efficacy Scale in Personal Relationship (α=0.927), the Revised Self-Disclosure Scale (α=0.801), and the friendship status category. Results indicate that social self-efficacy and self-disclosure were fairly high among freshman students and the majority of friendship status was in the first initiation step. One-Way ANOVA showed that there is a significant difference in social self-efficacy and self-disclosure between friendship status. Spearman Correlation showed that there is a significant positive correlation between social self-efficacy, self-disclosure, and friendship status. Keywords: freshman college students; friendship status; self-disclosure; social self-efficacy Abstrak Pandemi Covid-19 membuat pembentukan pertemanan semakin menantang karena interaksi mahasiswa mayoritas dilaksanakan secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran social self-efficacy (SSE), self-disclosure, dan status pertemanan dalam membangun pertemanan pada mahasiswa baru angkatan 2021 di Jabodetabek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparasi dan korelasi. Instrumen penelitian menggunakan alat ukur Self-Efficacy Scale in Personal Relationship (α=0.927), Revised Self-Disclosure Scale (α=0.801), dan Kategori Status Pertemanan yang telah melalui proses adaptasi dengan expert judgement dan face validity. Responden terdiri dari 221 mahasiswa baru dari universitas di Jabodetabek yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Berdasarkan analisis statistik deskriptif ditemukan bahwa SSE dan self-disclosure pada kategori cukup tinggi, dan status pertemanan berada pada tahap pertama yaitu inisiasi. Uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada SSE dan self-disclosure berdasarkan status pertemanan. Uji Korelasi Spearman ditemukan hubungan positif yang signifikan antara SSE dengan self-disclosure, SSE dengan status pertemanan, dan self-disclosure dengan status pertemanan. Keywords: mahasiswa baru; self-disclosure; social self-efficacy; status pertemanan