cover
Contact Name
persona
Contact Email
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 23015985     EISSN : 26155168     DOI : -
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Persona Journal was first published in 2012. At first this journal was published three times a year. Starting in 2017 this journal is only published twice a year, in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Resiliensi pada mahasiswa di Jakarta: Menilik peran komunitas Kinanthi, Melok Roro; Grasiaswaty, Novika; Tresnawaty, Yulistin
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i2.3449

Abstract

AbstractCollege students are prone to depression so that they need to be resilient. The aim of this study is to examine whether community resilience affects resiliency among college students in Jakarta. With a quantitative approach, this study involved 265 participants, selected by convenience sampling. We applied Community Advancing Resilience Toolkit Assessment Survey (CARTAS) and Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to gather data on the variables. Reliability coefficients for CARTAS were .656 to .806 for each dimension. While the reliability coefficient for CDRIS was .881. The regression analysis revealed community resilience has a significant positive contribution to individual resilience among participants. For each dimension, the contribution of community resilience to individual resilience was 7,9% to 12,2%. This result implied the community-based approach should be considered to develop an intervention for enhancing individual resilience.Keywords:  College student; Community resilience; Resilience. AbstrakPenelitian terdahulu mengungkapkan bagaimana resiliensi memainkan peranan penting bagi mahasiswa agar dapat berdaya dengan maksimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran resiliensi komunitas terhadap resiliensi mahasiswa di Jakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 265 partisipan yang dipilih melalui convenience sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Community Advancing Resilience Toolkit Assessment Survey (CARTAS) and Connor Davidson Resilience Scale (CDRISC).  Koefisien reliabilitas Cronbach Alpha CARTAS berkisar antara 0,656- 0,806 untuk tiap-tiap dimensinya. Sementara itu, koefisien reliabilitas Cronbach Alpha CDRISC adalah 0,881. Analisis regresi menunjukkan resiliensi komunitas berkontribusi positif secara signifikan terhadap resiliensi mahasiswa di Jakarta, dengan kontribusi sebesar 7,9% hingga 12,2%. Temuan ini mengindikasikan pendekatan berbasis masyarakat atau komunitas dapat dipertimbangkan dalam penyusunan intervensi yang dapat meningkatkan resiliensi individu.Kata kunci: Mahasiswa; Resiliensi komunitas; Resiliensi.
Stres akademik sebagai mediator antara kesiapan belajar dan kepuasan mahasiswa terhadap proses belajar daring Akmal, Sari Z; Kumalasari, Dewi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.513 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4502

Abstract

AbstractThe learning and teaching process has been transformed into an online learning system due to COVID-19, which affected lecturer and university students. This research investigates students online learning satisfaction amid COVID-19 by focusing on online learning readiness and academic stress toward online learning satisfaction. Approximately 276 bachelor’s students (Mage = 20.36, SD = 2.47) hired using the accidental sampling technique participated in this study from public and private universities. The data was collected using Learner Readiness for Online Learning (? = .89), Student Satisfaction with Online Learning (? = .90), and Stressor Scale for College Student (? = .85) that has been modified into an online setting and translated into Bahasa. The results showed that academic stress partially mediated the relationship between online learning readiness and online learning satisfaction in bachelor students. It is shown that academic stress significantly affected online learning satisfaction, besides online learning readiness. Further theoretical and practical implications of this research are discussed.Keywords: academic stress; online learning readiness, online learning satisfaction, university students. AbstrakKondisi pandemik COVID-19 memaksa sistem pendidikan untuk beralih dari proses belajar tatap muka menjadi belajar daring (online), yang berdampak pada pengajar maupun siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan mahasiswa terhadap proses belajar daring, dengan melihat peranan kesiapan belajar daring dan stres yang dirasakan akibat dari proses belajar tersebut. Penelitian ini melibatkan 276 mahasiswa S1 (Musia = 20.36, SD = 2.47) dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang direkrut dengan metode accidental sampling. Data diperoleh dengan menggunakan alat ukur Learner Readiness for Online Learning (? = .89), Student Satisfaction with Online Learning (? = .90), dan Stressor Scale for College Student(? = .85)  yang dimodifikasi agar sesuai dengan konteks belajar daring dan diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik secara parsial berperan menjadi mediator dalam hubungan antara kesiapan dan kepuasan belajar daring. Hal ini menjukkan selain kesiapan belajar daring, stres akademik merupakan variabel penting yang dapat mempengaruhi kepuasan belajar daring. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini, dibahas lebih lanjut dalam diskusi hasil penelitian.Kata kunci: kepuasan belajar daring; kesiapan belajar daring; mahasiswa, stress akademik. 
Terapi Neuro Linguistic Programming (NLP) untuk meningkatkan resiliensi pada remaja dengan Non-Suicidal Self Injury (NSSI) Azalia, Sabella Sacharissa; Pratitis, Niken Titi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.3 KB) | DOI: 10.30996/persona.v9i2.4099

Abstract

Abstract Adolescents with non-suicidal self-injury (NSSI) are vulnerable to resilience or resilience to their problems. Resilience is an important part for adolescents to have in order to overcome their problems. One of the psychological interventions that can be done is to increase resilience by using the Neuro-Linguistic Therapy Program (NLP), in which this therapy focuses on thinking patterns and information processing so that adolescents can practice independently when the desire to hurt themselves arises. This study aims to determine the effectiveness of NLP therapy to increase the resilience of adolescents with NSSI. This research is a quantitative study using a pre-experimental design approach with one group pretest-posttest design. The data collection method used was the Self-Harm Behavior Questionnaire (SHBQ) scale to determine the NSSI behavior in adolescents, and to use a resilience scale before and after therapy to measure the results of NLP therapy treatment. Participants in this study were students with NSSI behavior consisting of three female students and two male students. The results showed that NLP therapy was effective in increasing the resilience of students with NSSI. The implications and limitations of the study are discussed.Keywords: Adolescent Resilience; Neuro Linguistic Programming Therapy; Non-Suicidal Self Injury. AbstrakRemaja dengan non-suicidal self-injury (NSSI) rentan dengan ketahanan atau resilien dalam menghadapi permasalahannya. Resilien menjadi bagian penting untuk dimiliki remaja agar dapat mengatasi permasalahannya. Salah satu Intervensi psikologi yang bisa dilakukan adalah meningkatkan resiliensi dengan menggunakan terapi Neuro Linguistic Program (NLP), yang mana terapi ini berfokus pada pola pikir dan pengolahan informasi sehingga remaja dapat mempraktikkan secara mandiri di saat keinginan untuk menyakiti diri sendiri muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi NLP untuk meningkatkan resiliensi remaja dengan NSSI. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre-experimental design dengan one group pretest posttest design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala Self Harm Behaviour Questionnare (SHBQ) untuk mengetahui perilaku NSSI pada remaja, serta menggunakan skala resiliensi sebelum terapi dan sesudah terapi untuk mengukur hasil dari perlakuan terapi NLP. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki perilaku NSSI yang terdiri dari tiga siswi perempuan dan dua siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi NLP efektif meningkatkan resiliensi siswa dengan NSSI. Implikasi dan keterbatasan penelitian dibahas.Kata Kunci: Non-Suicidal Self Injury; Resiliensi Remaja; Terapi Neuro Linguistic Programming
Meningkatkan harga diri anak slow learner melalui Child Centered Play Therapy Iswinarti, Iswinarti; Hormansyah, Roselina Dwi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i2.3491

Abstract

AbstractA slow learner is a child who has a delayed learning process. It affects other abilities such as adaptation, communication, and personality that can affect self-esteem. High self-esteem will make someone able to think positively about themselves and be more confident. One treatment to improve self-esteem is using Child-Centered Play Therapy (CCPT). It helps children to explore themselves through play media. This study aimed to see the effect of CCPT on the improvement of self-esteem in slow learner children. This study designed by using a quasi-experiment with a control group also pre-test and post-test. Subjects were 20 people with 9-11 years age range who were identified as slow learners. There were two groups in this study: experimental groups and the control groups that each contained 10 children. Rosenberg Self-Esteem (RSE) was used as an instrument of self-esteem (?=0,85). The data analysis method used Wilcoxon and Mann-Whitney tests. It proved that Child-Centered Play Therapy (CCPT) was effective in increasing the self-esteem of children who were slow learners. Slow learner children can increase their self-esteem through fun activities. Keyword: Child centered play therapy; Self-esteem; Slow learner AbstrakAnak dengan slow learner adalah seorang anak yang mengalami keterlambatan dalam proses belajar. Keterlambatan ini berpengaruh terhadap kemampuan lainnya seperti adaptasi, komunikasi dan pribadi yang dapat memberi dampak terhadap harga diri. Anak dengan harga diri yang tinggi membuat mereka dapat berpikir positif mengenai dirinya sendiri dan lebih percaya diri. Salah satu bentuk penanganan untuk meningkatkan harga diri adalah menggunakan Child Centered Play Therapy (CCPT). Terapi ini membantu anak mengeksplorasi diri melalui media bermain. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh CCPT terhadap peningkatan harga diri anak slow learner. Desain penelitian menggunakan eksperimen quasi dengan kelompok kontrol serta pre-test dan post-test. Terdapat dua kelompok dalam penelitian, yaitu kelompok eksperimen yang terdiri atas 10 anak, dan kelompok kontrol juga terdiri atas 10 anak. Rosenberg Self Esteem (RSE) digunakan sebagai instrumen untuk mengukur harga diri (?=0,85). Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa Child Centered Play Therapy (CCPT) efektif meningkatkan harga diri anak slow learner. Anak slow learner dapat meningkat harga dirinya melalui terapi yang menyenangkan yaitu melalui bermain. Kata kunci: child centered play therapy; self-esteem; slow learner
Regulasi diri sebagai mediator interaksi mindfulness dan prokrastinasi akademik Dzakiah, Shofa; Widyasari, Pratiwi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.088 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4129

Abstract

AbstractAcademic procrastination in college students is a common phenomenon, although procrastination’s negative impacts were well known. This study aimed to examine the role of self-regulation in mediating the correlation between mindfulness and academic procrastination. Data were collected by distributing online questionnaires to college students from various universities in Indonesia (n = 305). The sampling technique used was convenience sampling. Instruments used in the research were the Mindfulness Attention and Awareness Scale, the Short form of Self-regulation Questionnaire, and the Academic Procrastination Scale. The regression and mediation analyses were held. Results showed that self-regulation partially mediated the correlation between mindfulness and academic procrastination. Increasing in dispositional mindfulness helps college students regulate themselves, thereby reducing the tendency to procrastinate. The implications and limitations of the study and suggestions for further research are discussed.Keywords: academic procrastination; college students; mindfulness; self-regulation.AbstrakProkrastinasi akademik pada mahasiswa merupakan fenomena yang umum terjadi, meskipun dampak negatif prokrastinasi telah banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan menguji peran regulasi diri dalam memediasi hubungan antara mindfulness dan prokrastinasi akademik. Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia (n=305). Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Mindfulness Attention and Awareness Scale, Short Self-Regulation Questionnaire, dan Academic Procrastination Scale. Hasil uji regresi dan uji mediasi menunjukkan regulasi diri memediasi korelasi antara mindfulness dan prokrastinasi akademik secara parsial. Peningkatan kondisi kesadaran pada mindfulness membantu mahasiswa meregulasi dirinya, sehingga mengurangi kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi akademik. Implikasi dan keterbatasan penelitian serta saran untuk penelitian selanjutnya didiskusikan.Kata kunci: mahasiswa; mindfulness; prokrastinasi akademik; regulasi diri.
Kesehatan mental mahasiswa ditinjau dari two continua model: Pengujian multiple analysis of variance Deasyanti, Deasyanti; Muzdalifah, Fellianti
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.371 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4660

Abstract

Abstract University student’s mental health has to get more attention because they are more vulnerable in suffering psychological problems compared to general population. The aim of this study is to figure out the prevalence of mental health status of students using the two continua model. Mental health symptoms were measured by the MHC-LF that comprised emotional well-being (?= 0,843), psychological well-being (?= 0,807), and social well-being (?= 0,831); whereas psychological distress was identified using the HSCL-25 that measured anxiety (?= 0,910) and depression (?= 0,890).  A total of 514 undergraduate students was involved using convenience sampling. The descriptive statistics showed that students are categorised as flourishing 32,10%, moderate mentally healthy 65,95%, and languishing 1,95%.  Moreover, the MANOVA test statistics found that there is a significant difference in levels of depression and anxiety between flourishing, moderate mentally healthy and languishing.  This study implies that the university should provide the mental health intervention to help students in dealing with psychological distress, and to increase their mental health into flourishing.Keywords: Mental health; Psychological distress; Two continua model; University student. AbstrakIsu kesehatan mental di kalangan mahasiswa perlu mendapat perhatian karena mahasiswa merupakan kelompok populasi yang rentan mengalami masalah psikologis. Dengan menggunakan pendekatan two continua model, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi tipe kesehatan mental mahasiswa. Indikator sehat mental diukur melalui kuesioner Mental Health Continuum-Long Form yang terdiri dari 3 skala: emotional well-being (?= 0,843), psychological well-being (?= 0,807), dan social well-being (?= 0,831).  Indikator psikopatologis diukur menggunakan skala Hopkins Symptom Check List-25 yang terdiri dari skala kecemasan (?= 0,910) dan skala depresi (?= 0,890). Sebanyak 514 mahasiswa menjadi responden dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling convenience. Dengan analisis statistik deskriptif diketahui 32.10% mahasiswa termasuk dalam kategori sehat mental flourishing, 66,95% moderate mentally healthy dan 1,95% languishing. Uji statistik MANOVA menemukan perbedaan tingkat kecemasan dan depresi antara kelompok sehat mental yang berbeda. Implikasi hasil penelitian ini terkait dengan program intervensi kesehatan mental mahasiswa yang bersifat kuratif, protektif, maupun promotif untuk meningkatkan keberfungsian psikologis secara lebih optimal. Kata kunci: Distres psikologis; Mahasiswa; Sehat mental; Two Continua Model
Self-regulated learning sebagai mediator keterlibatan orang tua dan prestasi akademik siswa SMA Freddy, Freddy; Lestari, Sri; Prihartanti, Nanik
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.302 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4321

Abstract

Abstract Academic achievement is an important indicator of academic success. This study aims to analyze the effect of self-regulated learning in mediating the effect of parental involvement on academic achievement. Data collection for participants in this study (n = 206) was carried out using the convenience sampling technique. The validity of the items in the instrument was tested with the content validity index (CVI) and the reliability test used an internal consistency approach.  The results of testing the validity of the parental involvement scale showed that the V Aiken coefficient ranged from 0.604-0.964 and Cronbach's alpha coefficient was 0.816, while the Motivated Strategy for Learning Questionnaire scale obtained the V Aiken coefficient between 0.821-0.928 with a Cronbach alpha coefficient value of 0.765 which met the validity and reliability requirements. Data analysis was performed using Structure Equation Modeling (SEM). Based on the research results that self-regulated learning mediates the effect of parental involvement on high school student academic achievement. The implication of this research is the importance of parental assistance in developing students' skills in planning and managing learning activities, not only on student achievement in academics.Keywords: academic achievement; high school students; parental involvement; self-regulated learning.  Abstrak Prestasi akademik menjadi salah satu indikator penting dalam keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-regulated learning dalam memediasi pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik siswa. Sebanyak 206 orang siswa SMA berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik convenience sampling. Validitas butir pernyataan dalam instrumen diuji dengan content validity index (CVI) dan uji reliabilitas menggunakan pendekatan konsistensi internal. Hasil pengujian validitas skala keterlibatan orang tua menunjukkan koefisien V Aiken berkisar 0,604-0,964 dan koefisien alfa Cronbach sebesar 0,816, sedangkan skala Motivated Strategy for Learning Questionnaire diperoleh koefisien V Aiken antara 0,821-0,928 dengan nilai koefisien alfa Cronbach sebesar 0,765 yang memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Data dianalisis dengan structure equation modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning memediasi pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik siswa SMA. Implikasi dari penelitian ini adalah pendampingan orang tua pada siswa difokuskan pada upaya mengembangkan keterampilan siswa dalam merencanakan dan mengelola kegiatan belajar, bukan hanya pada capaian akademik siswanya.Kata kunci: keterlibatan orang tua; prestasi akademik; self-regulated learning; siswa SMA
Kesulitan pengambilan keputusan karier pada siswa di daerah rural: Bagaimana peran dukungan sosial? Fadhillah, Samirah Hasna; Yudiana, Whisnu
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i2.3375

Abstract

AbstractThe process of making decisions about careers by students tends to make them difficult, especially for students in rural areas. The perception of social support obtained from the environment namely, parents, teachers, classmates, and close friends are the things that may help students make a career decision. This study conducted to explore the relationship between perceived social support and career decision-making difficulties junior high school students in a rural area. Two measurement instruments used namely Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS) and Career Decision Making Difficulties Questionnaire (CDDQ). In the CASSS, there are two scales, values, and frequency. Data collected from 9th-grade junior high school students in the rural area (n= 242) with multistage cluster sampling techniques. The results of the study used the Spearman correlation test showed that the perception of social support value from parents and teachers is negatively correlated with difficulty in making career decisions. In contrast, the frequency scale of social support from classmates and close friends resulted in a positive relationship. The more frequent students get social support, the more difficult for them to make a decision. In conclusion, social support helped the student to decrease their career decision-making difficulties. However, the frequencies of the support have not higher than their expectation. Keywords:  Career decision making difficulties, Junior high school students, Perceived social support, Rural AbstrakProses pengambilan keputusan karier yang dilakukan siswa cenderung membuatnya kesulitan, terutama siswa di daerah rural. Persepsi dukungan sosial dari lingkungan sekitar yaitu, orang tua, guru, teman sekelas dan teman dekat adalah salah satu hal yang dapat membantu siswa membuat keputusan karier. Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan persepsi dukungan sosial dari keempat sumber dengan kesulitan pengambilan keputusan karier siswa kelas 9 daerah rural. Terdapat dua alat ukur yang digunakan yaitu, Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS) dan Career Decision Making Difficulties Questionnaire (CDDQ). CASSS membagi dua skala dalam alat ukurnya, skala value dan frekuensi. Pengambilan data dilakukan pada siswa kelas 9 daerah rural (n = 242), dengan teknik multistage cluster sampling. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi spearman menunjukkan persepsi value dukungan sosial orang tua dan guru berkorelasi negatif dengan kesulitan pengambilan keputusan karier, sedangkan skala frekuensi dukungan sosial teman sekelas dan teman dekat berkorelasi positif. Semakin sering siswa mendapatkan dukungan sosial, semakin sulit dalam membuat keputusan. Sebaliknya, jika siswa memiliki value yang lebih tinggi untuk dukungan sosial, semakin rendah kesulitan pengambilan keputusan kariernya. Secara umum dapat disimpulkan, pada dasarnya dukungan sosial dapat menurunkan kesulitan pengambilan keputusan. Hanya saja, frekuensi dukungan yang diberikan tidak boleh melebihi apa yang dibutuhkan oleh Individu.Kata kunci:  Kesulitan pengambilan keputusan karier; Persepsi dukungan sosial; Rural; Siswa Sekolah Menengah Pertama
Adaptasi dan uji properti psikometrik The PERMA-Profiler pada orang Indonesia Elfida, Diana; Milla, Mirra Noor; Mansoer, Winarini Wilman D.; Takwin, Bagus
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.684 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4986

Abstract

AbstractThe PERMA-Profiler is a well-being instrument which combines the hedonic and eudaimonic perspective of well-being. This instrument was developed based on well-being theory (Seligman, 2012) which explained well-being as a multidimensional construct, included positive emotion, engagement, relationship, meaning, and accomplishment (PERMA). This study aimed to adapt and examine the psychometric properties of the PERMA-Profiler in Indonesian people. The participants were 439 Indonesians, aged 17-63 years old (mean age = 30,82; SD = 10,00). Confirmatory Factor Analysis (CFA) was used to test the measurement model of PERMA. The result showed that the PERMA-Profiler met the goodness of fit criteria as a multi dimensional construct with five elements. Fourteen items have satisfactory factor loading. The PERMA-Profiler has good construct reliability as well as Cronbach’s alpha. The convergent validity was shown by the positive correlation between elements of PERMA with satisfaction with life scale (SWLS) and subjective happiness scale (SHS). In addition, the significant correlation between elements and each element with a total score proved the multidimensional nature of PERMA. The overall findings showed that the adaptation version of PERMA-Profiler have a good psychometric property and could be applied to Indonesian people.Keywords: confirmatory factor analysis; PERMA; reliability; validity; well-being   AbstrakThe PERMA-Profiler merupakan instrumen kebahagiaan yang memadukan perspektif hedonik dan eudaimonik untuk mengukur kebahagiaan. Instrumen ini mengacu pada well-being theory (M. E. P. Seligman, 2012) yang menjelaskan kebahagiaan sebagai konstruk multidimensi, meliputi positive emotion, engagement, relationship, meaning, dan accomplishment (PERMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan menguji properti psikometrik the PERMA-Profiler pada orang Indonesia. Partisipan berjumlah 439 orang Indonesia (pria = 108, wanita = 331) dan berusia antara 17- 63 tahun (usia rerata = 30,82 tahun; SD = 10,00). Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan untuk menguji model pengukuran. Hasil CFA memperlihatkan the PERMA-Profiler memenuhi kriteria kecocokan model sebagai konstruk multidimensi yang terdiri dari lima elemen. Terdapat 14 dari 15 aitem yang valid. Keempatbelas aitem juga yang mengukur satu konstruk tunggal yaitu well-being. The PERMA-Profiler juga memperlihatkan reliabilitas komposit dan konsistensi internal yang memuaskan. Korelasi positif yang signifikan dengan pengukuran skala kepuasan hidup dan skala kebahagiaan umum menunjukkan PERMA-Profiler memenuhi validitas konvergen. Setiap dimensi berkorelasi signifikan satu sama lain dan dengan skor total. Temuan ini memperlihatkan hasil adaptasi the PERMA-Profiler memiliki properti psikometrik  yang bagus dan dapat diterapkan pada orang Indonesia.Kata Kunci: confirmatory factor analysis; kebahagiaan; PERMA; reliabilitas; validitas
Peranan trait kepribadian dalam health risk behavior: Tinjauan berdasarkan Five Factors Model Angriyani, Dwi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.669 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i2.4844

Abstract

Abstract Non-communicable diseases cause around 70% of deaths in the world due to health risk behaviours. Several studies reveal that health risk behaviours are associated with personality traits possessed by individuals. The purpose of this study was to determine the correlation between personality traits and health risk behaviour. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional study design. The number of research samples was 399 first-year students who were taken using a simple random sampling technique. The research instrument used the big five personality test (α= 0.829) and the health risk behaviour inventory (α=0.784). The results of the Pearson correlation test showed that the five personality traits were negatively correlated with physical activity; neuroticism, openness, and conscientiousness traits were negatively correlated with eating and sleeping habits; extraversion and openness traits correlated with alcohol consumption; whereas smoking is correlated with conscientiousness, and use of drugs is correlated with agreeableness, both in the direction of negative correlation. Further research is needed to include other factors that can influence whether there is a correlation or the direction of correlation between variables. Keywords: five-factor model; college student; health risk behaviour; personality traits Abstrak Sekitar 70% kematian di dunia diakibatkan oleh penyakit-penyakit tidak menular yang dapat terjadi karena perilaku berisiko kesehatan. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa perilaku berisiko kesehatan yang dilakukan berkaitan dengan trait kepribadian yang dimiliki individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara trait kepribadian dengan perilaku berisiko kesehatan (health risk behavior). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 399 orang mahasiswa tahun pertama yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan the big five personality test (α= 0.829) dan health risk behavior inventory (α=0.784). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa kelima trait kepribadian berkorelasi negatif dengan aktivitas fisik; trait neuroticism, openness dan conscientiousness berkorelasi negatif dengan kebiasaan/pola makan dan kebiasaan tidur; trait extraversion dan openness berkorelasi dengan konsumsi alkohol; sedangkan merokok berkorelasi dengan conscientiousness; dan penggunaan obat-obatan berkorelasi dengan agreeableness, keduanya dengan arah korelasi negatif. Penelitian secara lebih lanjut diperlukan dengan mengikutsertakan faktor-faktor lain yang memiliki kemungkinan dalam mempengaruhi ada tidaknya korelasi ataupun arah korelasi antar variabel. Kata kunci: five-factor model; mahasiswa; trait kepribadian; health risk behavior