Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19, No 1 (2021)"
:
8 Documents
clear
Mempertahankan Eksistensi Tradisi Tungguk Tembakau melalui Media Sosial
Fanny Hendro;
Topan Setiawan;
Donna Setiawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.3918
Tradisi Tungguk Tembakau di Desa Senden Selo Kabupaten Boyolali hanya dikenal dikalangan masyarakat setempat, karena saat itu belum mengenal media sosial, sehingga masyarakat luar tidak mengetahui adanya tradisi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran digital komunikasi dalam eksistensi Tradisi Tungguk Tembakau sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah tersebut, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara kepada dua orang warga Desa Senden. Hasil penelitian menunjukkan peran komunikasi digital yang digunakan mampu menginformasikan ke masyarakat luas atas keberadaan budaya lokal ini, sehingga eksistensi tradisi Tungguk Tembakau dapat terjaga dengan terlaksana setiap tahun. Media sosial yang sering dimanfaatkan adalah Facebook, Youtube, dan Instagram. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru kepada Pemerintah Desa Senden terkait penerapan konsep smart village agar menjadi desa wisata dengan kegiatan yang terprogram untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kampanye Antikorupsi Kaum Muda melalui Media Sosial Twitter
Tawakkal Baharuddin;
Salahudin Salahudin;
Sjafri Sairin;
Zuly Qodir;
Hasse Jubba
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.3827
Kaum Muda masih dinilai sebagai kelompok yang apatis di berbagai Negara termasuk di Indonesia. Situasi ini dikarenakan kurangnya ruang partisipatif yang mengakomodir kepentingan Kaum Muda. Kehadiran media sosial perlahan memberikan ruang partisipasi kreatif baru bagi Kaum Muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial Twitter sebagai media partisipasi kreatif dan ekspresi politik Kaum Muda melawan korupsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data berasal dari studi dokumen dan media sosial Twitter. Data dikumpulkan menggunakan fitur Ncapture for Nvivo. Analisis penelitian dilakukan dengan pengkodean data, analisis konten dan visualisasi data menggunakan Software analytics Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa media sosial Twitter memiliki pengaruh pada minat kolektif Kaum Muda pada wacana politik khususnya masalah korupsi. Ekspresi Kaum Muda di Twitter dibuktikan dengan ide kreativitas seperti meme, capture, caption, quote, dan hastag. Kreativitas tersebut merupakan bentuk ekspresi politik yang sekaligus mampu memengaruhi dan memobilisasi pengguna media sosial lainnya untuk ikut terlibat pada minat kolektif bersama melawan korupsi. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi konsep baru dalam mengampanyekan isu-isu antikorupsi di Indonesia dengan memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter.
Representasi Nasionalisme sebagai Personal Branding Suporter Bulutangkis Haryanto di Media Sosial
Themotia Titi Widaningsih;
Budi Santoso;
Hifni Ali Fahmi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.4568
Haryanto suporter bulutangkis Indonesia selalu mengenakan atribut merah putih saat hadir pada pertandingan bulutangkis. Atribut merah putih yang dikenakan Harjanto untuk menunjukkan nasionalisme. Atribut merah putih membuat Harjanto berbeda dengan supporter lain dan mudah dikenali. Atribut merah putih yang selalu ditampilkan Harjanto tanpa disadari telah membentuk personal branding. Tujuan penelitian untuk menganalisis Haryanto dengan atribut merah putih sebagai representasi nasionalisme dalam membentuk personal branding. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian 6 foto di media sosial yang menampilkan Haryanto sedang mendukung tim bulutangkis Indonesia. Subjek penelitian sekaligus key informan adalah Haryanto. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara mendalam. Analisis teks dilakukan menggunakan analisa semiotika sosial Kress dan Van Leeuwen dengan elemen personal branding Montoya dan Vandehey. Hasil analisis semiotika sosial terhadap 6 foto, 3 foto merepresentasikan naratif dan 3 foto merepresentasikan konseptual. Hasil analisis menggunakan delapan elemen pembentukan personal branding Peter Montoya, representasi nasionalis Haryanto melalui atribut merah putih tanpa disadari telah membentuk personal brand. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi secara teoritis mempertegas bahwa representasi dapat membangun personal branding dengan membangun representasi melalui simbol simbol yang disesuaikan dengan elemen pembentukan personal branding Montoya.
News Construction of COVID’s Crisis Management of Indonesian Government through Detik.com
Prayudi Prayudi;
Virginia Ayu Sagita
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.4503
The COVID-19 pandemic has hit all parts of the world. This led to crises in various governments regarding how the government deals with the effects of this virus. This study aims to analyze the text of the Indonesian government’s crisis communication news in the face of the COVID-19 issue in the online media Detik.com. The research method used is qualitative research with a textual analysis approach. The results showed that Detik.com reports the problem straightforwardly. Detik.com maintains a firm editorial policy and commits to presenting an even-handed and fair view of issues. Detik.com seeks to reveal how the Government responded at the start of the crisis, government policies during the crisis, and how the public responded to government policies. This research shows how online media in Indonesia constructed news on Indonesian government crisis communication in handling the COVID-19 pandemic. The substance of this research contributes in the form of new policy recommendations for online media news leaders to deliver news openly, straightforwardly, and critically that prioritizes social responsibility to the public.
Konstruksi Sosial Soft Masculinity dalam Budaya Pop Korea
Eka Perwitasari Fauzi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.3687
Budaya memengaruhi pemaknaan terhadap konsep maskulinitas melalui sistem kepercayaan, nilai-nilai dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sudut pandang Generasi Y dalam memandang konsep soft masculinity yang bertentangan dengan hegemoni maskulinitas di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam semi tersturuktur dengan delapan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan informan informan menerima konsep soft masculinity melalui proses konstruksi sosial media massa. Proses eksternalisasi berupa adaptasi dengan konsep gender terjadi melalui konsumsi media. Objektifikasi karakteristik tender charisma, politeness, dan purity terjadi ketika informan melakukan interaksi dengan lingkungan sekitarnya dan nilai budaya lokal. Internalisasi konsep soft maskulinity berupa penerimaan nilai maskulinitas baru dan dijadikan sebagai pemahaman baru dalam memandang konsep maskulinitas. Hasil penelitian ini memperkuat asumsi bahwa media sebagai agen budaya memiliki peran penting dalam melakukan konstruksi sosial nilai-nilai maskulinitas baru. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi terkait maskulinitas yang terbentuk sebagai hasil konstruksi sosial oleh media, dan dijadikan sebagai perspektif baru dalam memandang konsep gender di masyarakat.
Audit Komunikasi Media Sosial di Masa Krisis COVID-19
Chusnina Dwi Saputri;
Puji Lestari;
Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.4720
Komunikasi krisis sektor pariwisata terjadi akibat oleh adanya pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit proses komunikasi pada akun media sosial Instagram @kemenparekraf.ri milik Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di masa krisis COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi dengan menggunakan pendekatan audit komunikasi. Desain audit komunikasi pada penelitian ini menggunakan lima tahapan utama pendekatan Npower Northwest. Hasil dari audit komunikasi menyatakan bahwa proses komunikasi yang dilakukan oleh Kemenparekraf melalui platform Instagram sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam melakukan komunikasi publik, meskipun ada beberapa kekurangan-kekurangan yang terjadi. Secara keseluruhan permasalahan tersebut lebih dominan pada kurangnya instrumen kebijakan, optimalisasi proses, konsistensi aktivitas, koordinasi internal organisasi, dan tidak adanya instrumen monitoring evaluasi dalam rangka pengelolaan media sosial Instagram secara konsisten. Rekomendasi yang diberikan dari penelitian ini kepada Kemenparekraf diharapkan melakukan pengelolaan akun instagram melalui kajian kebijakan secara spesifik, optimalisasi proses, pemberian saran, koordinasi dalam organisasi, melakukan aktivitas monitoring dan evaluasi secara periodik, serta menciptakan dan mengelola komunikasi dua arah untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Komunikasi Budaya Kebudiluhuran melalui Kebijakan Inovasi Teknologi di Masa Pandemi COVID-19
Umaimah Wahid;
Wendi Usino;
Nawiroh Vera;
Mardi Hardjianto;
Utomo Budiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.3740
Perguruan Tinggi menghadapi perubahan drastis dalam proses belajar mengajar dari rumah di situasi COVID-19. Tujuan penelitian ini menganalisis kebijakan mengenai penciptaaan inovasi teknologi berbasis nilai-nilai kebudiluhuran dan menginterpretasikan komunikasi organisasi dalam pemanfatannya oleh Universitas budi Luhur di masa COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah pimpinan universitas yang bertanggung jawab merancang inovasi dan komunikasi dan objeknya adalah inovasi teknologi dan upaya komunikasi budaya di tengah pandemi COVID-19. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Universitas Budi Luhur menciptakan delapan (8) inovasi yang sangat membantu proses perkuliahan dan kerja online, yaitu: 1) Sistem kuliah online 100 persen Online, 2) Menciptakan modul aplikasi untuk pengajuan keringanan pembayaran uang kuliah, 3) Aplikasi Rapat Online Monitoring Kegiatan Kampus, 4) Aplikasi keringanan SPP bagi calon mahasiswa baru yang terdampak COVID-19, 5) Aplikasi WFH untuk memantau pekerjaan selama WFH, 6) Application Programming Interface (API) untuk pembayaran uang kuliah kelas karyawan, biaya wisuda, sidang proposal dan tesis, 7) Aplikasi Sistem Monitoring Follow up calon mahasiswa baru, dan 8) Aplikasi Sistem pendaftaran online versi lite bagi guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dalam mencari calon mahasiswa baru. Inovasi tersebut merupakan upaya kearifan luhur untuk mendukung kebijakan pemerintah sekaligus menjaga keberlangsungan kerja dan belajar mengajar dari rumah. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan inovasi teknologi kepada perguruan tinggi lain dengan menerapkan komunikasi berbasis nilai-nilai kebudiluhuran agar memperlancar proses inovasi.
Meaning Transfer Model pada Social Media Influencer
Jasmine Alya Pramesthi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.4293
Tidak sedikit usaha milik social media influencer ramai dikunjungi oleh masyarakat pada awal peluncuran, namun usaha yang dijalankan tidak dapat bertahan lebih lama atau bahkan tidak memiliki brand attitude yang lebih baik dibandingkan brand yang di-endorse. Tujuan penelitian ini adalah menguji meaning transfer model untuk mengetahui perbandingan dari seorang social media influencer sebagai brand endorser dan brand entrepreneur pada pengaruhnya terhadap brand attitude dari kedua marketplace. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei kepada 110 responden yaitu followers Arief Muhammad. Hasil penelitian membuktikan Arief Muhammad sebagai social media influencer memiliki kredibilitas untuk memengaruhi brand attitude secara signifikan baik Tokopedia maupun Grebe, namun kredibilitas Arief Muhammad memiliki pengaruh lebih besar kepada brand attitude Tokopedia dibandingkan pengaruh kredibilitasnya terhadap brand attitude Grebe. Keahlian yang dimiliki oleh Arief Muhammad memiliki pengaruh paling besar terhadap brand attitude Tokopedia dan Grebe. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa kebaruan studi meaning transfer model untuk dilakukan pada social media influencer untuk menguji pengaruh kredibilitas yang dimiliki baik sebagai brand endorser dan brand entrepreneur.