cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Identification of Goat Skin and Pig Skin as the Raw Material of Rambak Using PCR-RFLP Method D. Triasih; Y. Erwanto; N. A. Fitrianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.420-425

Abstract

The aim of this research was to detect the skin which comes from goat and pig using PCR-RFLP method so the raw material used in rambak product was discovered. The comparison of combination between goat and pig skin was 100, 75:25, 91:9, 94:6, 97:3, and 99:1. PCR-RFLP uses the universal primary from from mitochondria cytochrome b gen which results in the length of fragment of 359 bp. The restriction enzyme used in the DNA cut is BamHI enzyme and BseDI enzyme. The result of the research showed that seven samples have been successfully isolated perfectly so the total bands of genomic DNA have been obtained which is clearly seen and amplification with target of cytochrome b gen results in PCR product of goat and pig of 359 bp. The digestion's result using BamHI enzyme gets fragment size on 359 bp in length on goat samples and length of fragment size of 359, 244, and 115 bp on samples which contain pig. The digestion results of using BseDI results in fragment size of 359 bp in length on goat samples and the fragment size of 359, 228, and 131 bp in length on samples which contain pig. The conclusion of the research is PCR-RFLP using BamHI enzyme and BseDI enzyme can be used to detect the types of pig skin, but can't be used to detect the goat skin.
Review: Strategi Praktis Penanganan Egg Drop Syndrome pada Ayam Petelur H. Khasanah; D. G. Silaban; A. Priyono; A. Dinar; L. Nashrullah; G. Syaikhullah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.202-209

Abstract

Usaha unggas petelur merupakan usaha yang prospektif karena dapat memenuhi kebutuhan protein hewani dari telur. Rata-rata konsumsi telur adalah 2.152 kg per kapita per minggu. Prospek bisnis yang menjanjikan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas ayam petelur. Kondisi tidak normal seperti kasus penyakit unggas akan menjerumuskan pasokan telur hingga turun. Salah satu penyakit yang cukup populer pada unggas petelur adalah Egg Drop Syndrome (EDS). Kajian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penanganan EDS pada unggas petelur untuk mencegah penurunan produksi telur. Metode penulisan melalui studi pustaka. Beberapa strategi yang dapat dilakukan peternak untuk mencegah EDS adalah vaksinasi, menjaga sanitasi dan kebersihan lahan tambak, termasuk biosekuriti, dan menggunakan tumbuhan sebagai aditif pakan.
Evaluasi Keterampilan Peternak dalam Menerapkan Aspek Teknis Pemeliharaan Sapi Potong di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Yendraliza Yendraliza; T. Adelina; Amdes Amdes
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.398-405

Abstract

Sistem pembibitan sapi potong yang ada di Kecamatan Koto Besar di Kabupaten Dharmasraya masih merupakan jenis peternakan skala kecil dengan sistem pemeliharaan traditional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan aspek teknis sesuai dengan Permentan NO. 46 / Permentan / PK.210 / 8/2015, struktur populasi dan peningkatan alami. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2019 di lokasi pertanian rakyat di Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang diperoleh dari 38 peternak dengan 182 sapi Bali. Variabel dalam penelitian ini adalah profil responden, aspek pemuliaan, perumahan, aspek pakan dan struktur populasi pada pemeliharaan ternak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peternak berada dalam usia produktif dengan pendidikan (SD-PT) dan pengalaman yang baik (8 tahun). 60,53% peternak tidak pernah menerima pelatihan teknologi peternakan. Aspek teknis pemeliharaan baik untuk aspek pemuliaan 91,45%, dan aspek perumahan 90,06%, sedangkan aspek pemberian makan 50,00% kategori kurang. Struktur populasi didominasi oleh sapi dengan peningkatan alami (NI) 21,47%. Kesimpulan dalam penelitian ini penerapan aspek teknis yang meliputi aspek pemuliaan, perumahan yang baik kecuali aspek pakan. Struktur populasi 1: 4 dengan peningkatan alami 21,47%.
Penggunaan Tepung Azolla (Azolla microphylla) dalam Ransum terhadap Organ Pencernaan Ayam Kampung Super B. Herlina; R. Novita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.215-221

Abstract

Penelitian tersebut memiliki tujuan untuk mengetahui Penggunaan Tepung Azolla microphylla dalam Ransum Terhadap Organ Pencernaan Ayam Kampung Super. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Musi Rawas Kota Lubuklinggau dari bulan Maret sampai dengan Mei 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara non faktorial, terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan, setiap unit percobaan (tiap kandang) diisi 3 ekor ayam kampung super. Sehingga pada penelitian ini diperlukan 72 ekor ayam kampung super (DOC). Adapun perlakuan dalam penelitian ini yaitu : 1) P0 = 100% pakan tanpa Azolla, 2) P1 = 20/o Tepung Azolla microphylla dalam Ransum, 3) P2 = 40/o Tepung Azolla microphylla dalam Ransum, 4) P3 = 6% Tepung Azolla microphylla dalam Ransum, 5) P4 = 8% Tepung Azolla microphylla dalam Ransum, 6) P5 = 10% Tepung Azolla microphylla dalam Ransum. Dari hasil analisis data secara statistik diketahui bahwa Pengunaan Tepung Azolla microphylla dalam Ransum terhadap Organ Pencernaan Ayam Kampung Super memberikan pengaruh tidak nyata.
Pengaruh Pemberian Level Protein Berbeda terhadap Performans Produksi Itik Umur 2-10 Minggu di Sumba Timur R. R. Depawole; M. A. Sudarma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.320-326

Abstract

Itik selalu dipelihara oleh petani lokal sebagai ternak dwi fungsi yang mana lebih diprioritaskan untuk menghasilkan telur dari pada daging sehingga itik dipotong pada saat umur tua yang menyebabkan kerasnya daging itik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji level protein dalam ransum itik untuk mengetahui performans produksi itik umur 2-10 minggu. Penelitian ini menggunakan RAL 4x3 dengan 4 level protein R1 (PK 9%), R2 (PK 12%), R3 (PK 15%) dan R4 (PK 18%) pada 36 ekor itik umur 2 minggu selama 8 minggu masa pemeliharaan di Kabupaten Sumba Timur. Hasil penelitian menunjukkan bawah perlakuan R1 memiliki performans produksi terrendah dan berbeda nyata dibanding perlakuan R2, R3 dan R4. Perlakuan R2, R3 dan R4 tidak berbeda nyata pada variabel bobot badan kumulatif (1.382,50-1.583,61 g/e/8 minggu), konsumsi ransum (805,33-822,88 g/e/h), PBB harian (142,24-170,49 g/e/h), PBB kumulatif (1.137,92-1.363,89 g/e/8 minggu) dan tingkat kematian ternak (0%). Rata-rata konversi ransum R2 (5,70) berbeda nyata dibandingkan R3 dan R4 (berturut-turut 4,86 dan 4,90).  Disimpulkan bahwa ransum perlakuan R3 dapat digunakan sebagai pakan komplit untuk penggemukan ternak itik umur 2-10 minggu yang mana menunjukkan performans produksi yang baik dengan konversi ransum terendah dan harga ransum yang kompetitif.
Potensi Kulit Jengkol sebagai Agen Penurun Kolesterol Daging Itik Magelang Alfauzi, R. A.; Ariyanto, B. F.; Setyawan, K. P.; Sihite, M.; Hidayah, N.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.98-107

Abstract

Itik Magelang merupakan salah satu ternak dwi guna unggulan dari Jawa Tengah. Namun, disisi lain daging itik memiliki kelemahan yaitu mengandung kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan daging ayam. Limbah kulit jengkol merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan dalam menurunkan kolesterol itik magelang karena serat kasar (33,07-35,28%) dan saponin (17,91-35,13%) yang tergolong tinggi. Selain itu ketersediaan limbah ini juga tinggi yaitu sebanyak 7.566 ton. Tujuan penulisan ini adalah untuk me-review (mengkaji) potensi kulit jengkol sebagai agen penurun kolesterol daging itik Magelang. Metode yang digunakan dalam menulis narrative review ini yaitu studi literatur. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan serat kasar dan saponin pada ransum dapat menurunkan kolesterol daging itik ataupun ayam. Serat kasar mampu mengurangi penyerapan lemak sehingga deposisi lemak ke dalam tubuh itik dapat ditekan. Saponin mampu meningkatkan pengikatan kolesterol pakan sehingga akan langsung diekskresikan melalui eksreta. Kesimpulannya yaitu limbah kulit jengkol berpotensi digunakan sebagai pakan ternak itik Magelang yang bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterolnya sehingga menyehatkan konsumen. Pemanfaatan limbah ini akan meningkatkan nilai tambah kulit jengkol karena sebelumnya hanya dibuang dan mencemari lingkungan. Penggunaan pakan dari limbah kulit jengkol dapat diberikan dalam bentuk bubuk ataupun ekstrak.
Pengaruh Penambahan Jamu dalam Ration terhadap Profil Darah Putih dalam Darah Ayam Petelur Nasrullah Nasrullah; Isroli Isroli; Sugiharto Sugiharto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.315-319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jamu dalam ration terhadap profil darah putih dalam darah ayam petelur ditinjau dari total leukosit dan diferensial leukosit antara lain limfosit, eosinofil dan neutrofil. Materi yang digunakan adalah 40 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown fase layer umur 40 minggu dengan lama pemeliharaan 30 hari. Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 = ayam petelur tidak diberi tambahan jamu dalam ration, T1 = ayam petelur diberi tambahan jamu dalam ration 0,5%, T2 = ayam petelur diberi tambahan jamu dalam ration 1% dan T3 = ayam petelur diberi tambahan jamu dalam ration 1,5%. Parameter yang diamati adalah leukosit dan differensial leukosit antara lain heterofil, eusinofil dan limfosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jamu dalam ration tidak berpengaruh terhadap jumlah leukosit dan differensial leukosit. Perlakuan T0, T1, T2 dan T3 menunjukkan jumlah rata – rata leukosit masing – masing 31,30, 35,70, 38,00, dan 38,40 (×103/µL), limfosit masing – masing 25,10, 29,00, 30,70 dan 31,80 (×103/µL), eosinofil masing – masing 1,90, 2,20, 2,60 dan 2,80 (×103/µL), dan neutrofil masing – masing 4,00, 4,30, 4,50 dan 4,50 (×103/µL). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan jamu dalam ration ayam petelur dapat menjaga kesehatan tubuh ayam petelur yang ditandai dengan total leukosit, limfosit dan eosinofil yang tinggi namun masih dalam kondisi normal dan jumlah heterofil yang stabil.
Karakteristik Kuantitatif Sapi Bali Menggunakan Analisis Komponen Utama di Kabupaten Merangin dan Muaro Jambi, Provinsi Jambi Gushairiyanto, Gushairiyanto; Depison, Depison
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.74-79

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui karakteristik kuantitatif sapi Bali menggunakan analisis komponen utama di Kabupaten Merangin dan Muaro Jambi Provinsi Jambi. Data yang dihimpun adalah karakteristik kuantitatif meliputi; bobot badan, pertambahan bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, dalam dada, lebar dada, tinggi pinggul, lingkar kanon dan lebar pinggul sapi Bali di kedua lokasi. Materi penelitian ini adalah sapi Bali Umur I1 (1-2) tahun. Metode penelitian survei, teknik pengambilan sampel secara purpossive sampling. Jumlah sampel yang dihimpun sebanyak 120 ekor masing masing kabupaten 60 ekor yang terdiri dari 30 ekor jantan dan 30 ekor betina. Uji t digunakan untuk menganalisis perbedaan karakteristik kuantitatif. Analsisi Komponen Utama digunakan untuk menentukan faktor penentu ukuran dan bentuk sapi Bali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran tubuh sapi Bali jantan dan betina antara kedua kabupaten berbeda tidak nyata (P>0,05), namun bobot badan, pertambahan bobot dan dan ukuran ukuran tubuh sapi Bali Jantan dan betina di kedua kabupaten berbeda nyata (P<0,05). Faktor penentu ukuran tubuh sapi Bali di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Muaro Jambi adalah Lingkar Dada, sedangkan penentu bentuk tubuh adalah panjang badan. 
Efektivitas Tepung Kulit Buah Naga Terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing Lokal Satria Satria; Marhayani Marhayani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.441-447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tepung kulit buah naga terhadap pertambahan bobot badan kambing lokal. Penelitian ini dilaksanakan di kandang percobaan milik CV. Prima Breed Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, yang berlangsung dari tanggal 23 September – 2 Desember 2019. Penelitian ini menggunakan analisis statistik  Uji-T dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering ransum, dan efisiensi penggunaan ransum. Adapun perlakuan yang dicobakan P0 = tanpa tepung kulit buah naga, P1 = dengan tepung kulit buah naga. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan tepung kulit buah naga  sebanyak 0,25% dalam kosentrat dengan yang tidak menggunakan kulit buah naga memberikan perbedaan yang nyata terhadap pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum, namun tidak menunjukan adanya perbedaan yang nyata terhadap konsumsi bahan kering ransum. 
Identifikasi Morfologi Mikroflora pada Saluran Pencernaan Itik Magelang W. T. Nugraha; M. S. I. Pradipta; P. B. Pramono; A. S. Soekarno; B. Kusuma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.142-147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mikroflora yang terdapat pada saluran pencernaan itik magelang. Sampel itik magelang didapatkan pada lokasi peternakan pemeliharaan semi-intensif/umbaran di Kecamatan Secang, Magelang. Pengambilan isolat didapatkan dari sekum dan isi sekum itik magelang. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah warna koloni, bentuk koloni, bentuk tepian koloni, bentuk sel, motilitas, pembentukan spora dan pewarnaan gram. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi yang telah dilakukan, dari seluruh isolat memiliki warna koloni putih susu mengkilat, bentuk bacil, bentuk tepian rata, non-motil, produksi CO2 negatif, cat gram positif dan produksi spora negatif. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu hasil isolasi bakteri yang didapatkan dalam saluran pencernaan itik magelang adalah bakteri gram positif. Sehingga diperlukan uji lanjut untuk mengetahui potensi kandidat probiotik.