cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Keragaan Telur Tetas Itik Pegagan Meisji L. Sari; Ronny R. Noor; Peni S. Hardjosworo; Chairun Nisa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.97-102

Abstract

ABSTRAKItik Pegagan sebagai itik lokal Sumatera Selatan merupakan salah satu sumber genetik ternak atau kekayaan hayati lokal Indonesia, yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Sejauh ini data ilmiah mengenai itik Pegagan sebagai sumber plasma nutfah relatif masih sedikit dibandingkan ternak itik lokal lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengidentifikasi keragaan telur tetas itik Pegagan. Penelitian inidiawali dengan mengumpulkan telur tetas itik Pegagan sebanyak 500 butir yang didapat dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Tanjung Raja, Inderalaya dan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Telur itik yang dikumpulkan kemudian ditimbang dengan timbangan telur untuk mengetahui bobot telur (g), kemudian diukur panjang (mm) dan lebar telur (mm) untuk mengetahui indeks telur. Selanjutnya telur ditetaskan dengan mesin tetas yang sebelumnya dibersihkan dengan lisol 2.5%. Selama proses penetasan dilakukan pemutaran telur mulai hari ketiga sampai hari ke-25. Pemeriksaan telur (candling) dilakukan tiga kali yaitu pada hari kelima, ke-13 dan ke-25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot telur tetas yang digunakan 65 g, warna kerabang telur itik Pegagan adalah hijau kebiruan, rataan indeks telur itik Pegagan 75±0,03%. Fertilitas telur itik Pegagan yang dikumpulkan dari peternak itik rendah yaitu sebesar  60%, dengan daya tetas 53% dan bobot tetas sebesar 36,37 ± 3,39 g.Kata Kunci: telur tetas, penetasan, Itik Pegagan, fertilitas
Korelasi Berat Badan Ayam Leher Gundul (Legund) umur DOC, 4, 8 dan 12 Minggu Johan Setianto; Warnoto Warnoto; Ardanri Ardanri
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.89-92

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi berat badan ayam legund umur DOC, 4, 8 dan 12 minggu. Materi yang digunakan adalah anak ayam legund sejumlah 58 ekor. Setelah menetas anak ayam legunddipelihara di dalam kandang indukan selama 4 minggu, kemudian dari umur 4 minggu sampai dengan umur 12 minggu ayam dipelihara di dalam kandang baterai. Pada umur 0 sampai 4 minggu anak ayam diberi pakan Br1. Mulai umur 4 minggu sampai 12 minggu, ayam diberi pakan campuran yang dicampur sendiri dengan perbandingan 37% jagung, 30% dedak, 30% konsentrat dan 3% minyak. Pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Parameter yang diukur adalah berat telur, berat berat tetas (0 minggu/DOC), berat badan umur 4, 8 dan12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi tinggi didapatkan antara berat badan umur 4 minggu dengan berat badan umur 8 dan 12 minggu, dan umur berat badan 8 minggu dengan berat badan umur 12 minggu.Kata kunci : legund, gen Na, berat telur, berat doc, dan berat badan
Pengaruh Penggunaan Daun Indigofera Segar Sebagai Suplemen Pakan Terhadap Produksi dan Warna Yolk Itik Tris Akbarillah; Kususiyah Kususiyah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.27-33

Abstract

ABSTRAKProtein kasar Indigofera cukup tinggi yaitu 27,89 % dan dapat memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein itik sehingga tidak akan menurunkan produksi telur. Adanya ?-caroten dan xantophyl daun Indigofera akan memperbaiki angka pigmentasi yolk. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu tanpa pemberian daun Indigofera segar (0%, kontrol), pemberian daun Indigofera segar 5%, 10%, dan 15% dari BK yang dibutuhkan. Setiap perlakuan terdapat 10 ekor itik siap produksi sebagai ulangan, sehingga ada 40 ekor.Variabel utama yang diamati meliputi konsumsi pakan, produksi telur, berat telur dan warna yolk. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan apabila terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penggunaan daun indigo segar 15% ternyata menurunkan konsumsi pakan, produksi telur dan berat telur hal ini diduga itik membatasi konsumsi indigo yang bersifat bulky. Produksi telur itik rata-rata memberikan perbedaan yang nyata. Penggunaan daun indigo segar sampai dengan 10 % tidak mempengaruhi produksi telur, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Konversi pakan terjelek adalah penggunaan 15% indigofera segar. Hal ini disebabkan karena telur yang dihasilkan rendah. Penggunaan daun indigo segar menaikkan warna yolk lebih tinggi daripada tanpa daun indigo segarKata kunci : Indigofera, telur, yolk
Pengaruh Pemberian Isi Rumen yang Difermentasi dengan Kapang Trichoderma harzianum terhadap Performans Ayam Broiler Bieng Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.2.78-87

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Kandang Percobaan dan Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh isi rumen yangdifermentasi dengan Trichoderma harzianum terhadap performans ayam broiler. Metode penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan isi rumen yang difermentasi dengan kapangTrichoderma harzianum ; 0. 5, 10 dan 15 % dengan empat perlakukan. Pengaruh setiap perlakukan dianalisa dengan Analisis Varians (ANOVA), jika terdapat perbedaan akan dilanjutkan dengan uji Duncannt MultipleRange Test (DMRT). Hasil menunjukkan bahwa; (1) pemberian isi rumen yang difermentasi dengan kapang Trichoderma harzianum berbeda nyata (P< 0.05) terhadap pertambahan bobot badan. Pertambahan bobot badan ayam broiler untuk perlakuan A, B, C dan D adalah berturut – turut 1487.60, 1707.30, 1576.87, dan 1541.35 g/ekor; untuk konsumsi ayam brolier diperoleh berbeda nyata (P<0.05). Diperoleh konsumsi ayam broiler pada penelitian ini adalah berturut- turut; 3442.93, 3682.23, 3505.38 dan 3557.26 g/ekor. Selanjutnya terdapat perbedaanyang nyata (P<0.05) terhadap konversi ayam broiler. Konversi ayam broiler pada perlakuan A, B, C, dan D berturut – turut adalah adalah 2.31, 2.17, 2.23 dan 2.31. Pemberian isi rumen yang difermentasi dengan kapang Trichoderma harzianum sebanyak 5% yang terbaik, namun demikian pemberian sampai batas 15% tidak memberikan dampak negatif terhadap performans ayam broilerKata kunci; Ayam Broiler, Isi rumen, Kapang Trichoderma harzianum.
Total Digestible Nutrient of Diet Containing PUFA- Concentrate Supplemented with Yeast and Curcuma xanthorrhiza Roxb for Dairy Goat Sulistyowati, Endang; Sudarman, Asep; Wiryawan, Komang G.; Toharmat, Toto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.002 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research was designed to evaluate nutrient digestibility, mentioned as Total Digestible Nutrient of diet containing PUFA (polyunsaturated fatty acid) - concentrate supplemented with yeast and Curcuma xanthorrhiza Roxb for dairy goat. Twenty Ettawah crossbred goat in late lactation were allocated into 6 treatments in randomized block design. The treatments were PD0: PUFA-diet with no supplement, PDA: with Asifit, PDY: with 0.5% yeast, PDC: with 1.5% curcuma, and PDM: with 0.5% yeast + 1.5% curcuma. The PUFA-diet contained of 80% PUFA- concentrate as basic diet and 20% Pennisetum purpureum. While the PUFA sources were roasted ground corn and roasted soybean meal, and corn oil. Results showed that intakes of DM, OM, CP, CF, NFE, ADF, and GE were not affected significantly by dietary treatments. However, EE and NDF among treatments were different significantly (P&lt;0.05), whereas Ca and P were different very significantly (P&lt;0.01). High nutrient contents (DM, OM, CP, EE, CF, NDF, and GE) were found in feces of the goat with curcuma diet (PDC), consequently showed the opposite effects by giving the lowest digestibility (P&lt;0.05 or P&lt;0.01) of these nutrients. Total digestible nutrient (TDN) of PDY and PDM were markedly higher (79.89% and 79.37%, respectively) than that in other diets, such as being the lowest was in PDC (69.94%). This suggested that the yeast concentration of 1.8 108cfu/d, given singly or in combination with 1.5% Curcuma could be considered as the right level for improving nutrient digestibility in the late lactation goat in our study.Keywords: curcuma, dairy goat, PUFA-diet, TDN, yeast
Uji Kualitas Semen Kambing Nubian dan Peranakannya (Kambing Nubian X PE) serta Kambing Boer Berdasarkan Lama Penyimpanan Noprida Husin; Tatik Suteky; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.57-64

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian (kambing Nubian x PE) dan kambing Boer berdasarkan lama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kelompok jenis ternak yaitu kambing Nubian (K1), kambing Peranakan Nubian (K2), kambing Boer (K3) dan 4 perlakuan penyimpanan yaitu penyimpanan 0 jam/segar (P0), 12 jam (P1), 24 jam (P2), 36 jam (P3). Variabel yang diamati meliputi uji makroskopik (warna, pH, volume) dan uji mikroskopik (motilitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, persentase spermatozoa hidup dan persentase abnormalitas spermatozoa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jenis ternak tidak mempengaruhi semua variabel yang diukur kecuali konsentrasi spermatozoa. Lama penyimpanan semen mempengaruhi motilitas spermatozoa, persentase spermatozoa hidup dan persentase abnormalitas spermatozoa, tetapi tidak mempengaruhi pH semen pada kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian dan kambing Boer. Kualitas dan kuantitas spermatozoa terbaik pada 0 jam/segar pada semen kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian dan kambing Boer.Kata kunci : Kualitas semen, kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian, kambing Boer
Pengaruh Pemberian Air Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) terhadap Kualitas Karkas Ayam Broiler Yosi Fenita; Warnoto Warnoto; A. Nopis
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.143-150

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas karkas ayam broiler yang diberi air buah mengkudu dengan berbagai level pemberian di dalam air minum. Penelitian dilaksanakan di kandang unggas Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Perlakuan air mengkudu adalah P0 (kontrol tanpa pemberian air buah mengkudu), PI (25 ml air buah mengkudu di dalam 1 liter air minum), P2 (50 ml air buah mengkudu di dalam 1liter air minum), dan P3 (75 ml air buah mengkudu di dalam1  liter air minum).cPenelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) kalau berbeda diuji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan pemberian air buah mengkudu berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap terhadap persentase berat karkas dan bagian karkas, persentase lemak abdomen, susut masak, dan kadar air daging, namun berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak daging dan kadar protein daging. Penelitian ini menunjukkan pemberian air buah mengkudu sampai level 75 ml di dalam air minum belum memberikan pengaruh positif terhadap persentase berat karkas dan bagian karkas, persentase lemak abdomen, susut masak, dan kadar air daging, namun berpengaruh positif terhadap variabel kadar lemak daging yang mampu menurunkan kadar lemak daging sampai 66,52% terhadap kontrol, demikian juga terhadap kadar protein daging yang mampu meningkatkan kadar protein daging sampai 14,86% terhadap kontrol.Kata kunci : morinda citrifolia, kualitas karkas, broiler
Pengaruh Pembatasan Pakan di Awal Pertumbuhan pada Keseimbangan Energi dan Protein Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.17-20

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pembatasan pakan di awal pertumbuhan terhadap keseimbangan energi dan protein pada broiler umur 56 tahun. Seratus delapan puluh broiler betina didistribusikan  ke dalam empat kandang di mana masing-masing kandang terdiri dari 45 ekor broiler. Broiler diberi pakan ad libitum sebagai kontrol, dan tiga kelompok lainnya diberi pakan 75% ad libitum selama5, 10 atau 15 hari dari umur 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pakan meningkatkan persentase retensi protein sebesar 11,4% atau 13,7% pada kelompok yang dibatasi selama 5 atau 10 hari pada umur 27 hari. Pada umur 56 hari, broiler yang dibatasi selama 10 atau 15 hari meningkatkan persentase retensi protein sebesar7,6% atau 16,6%. Pada umur 27 hari, persentase retensi energi adalah48,6%, 52,0%, 52,6%, 52,2%, dan 42,8% untuk kontrol, 5, 10 atau 15 hari. Pada umur 56 hari, persentase retensi energi 44,4%, 44,4%, 46,1% dan 47,3%. Ada korelasi negatif antara FCR dengan persentase retensi protein pada umur 27 hari (r = -0,885), dan pada umur 56 hari (r = -0,845). Ada korelasi negatif antara FCR dan persentase retensi energi pad umur 27 hari (r = -0,87). Dapat disimpulkan bahwa pembatasan pakan di awal pertumbuhan selama 15 hari mampu meningkatkan efisiensi retensi energi dan protein pada umur 56 hari.Kata Kunci: Pembatasan Pakan, Keseimbangan Energi, Keseimbangan Protein, Broiler
Respon Pemberian “Blok Suplemen” Berbasis Bahan Lokal Terhadap Pertambahan Bobot Sapi Bali Sri Arnita Abutani; Syafrida Rahim; Noverma Noverma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.65-69

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemberian blok suplemen berbasis bahan local terhadap pertambahan bobot badan sapi Bali. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan 3 ekor sapi Balijantan umur 1-1.5 tahun. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan 3 perlakuan dan 3 priode . Perlakuan yang diberikan hádala Ro (hijauan ad limitum ) yang akan dijadikan sebagai control, R1 ( hijauan ad libitum + Lam Blok), dan R2 ( hijauan ad limitum + SAM Blok ). Peubah yang diamati konsumsi bahan kering ransum, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil menunjukkan bahwa pemberian blok suplemen berupa LAM Blok dan SAM Blok dapat meningkatkan bobot badan, dan efisiensi penggunaan ransum tetapi tidak meningkatkan konsumsi ransum.Kata Kunci.; Blok Suplemen , Lumpur sawit dan Serat Sawit
Aktivitas Air (Aw) dan Warna Dendeng Daging Giling Terkait Cara Pencucian (Leaching) dan Jenis Daging yang Berbeda Suharyanto Suharyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.2.113-120

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh cara pencucian (leaching) dan jenis daging terhadap nilai aktivitas air (Aw) dan warna objektif dendeng daging giling. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap berfaktor (3 X 3) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pencucian dengan tiga taraf (tanpa pencucian, pencucian pada ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 cm dan pencucian pada daging giling). Faktor kedua adalah jenis daging: kuda, domba dan sapi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara pencucian meningkatkan derajat kecerahan dan kekuningan (P<0,05), dan tidak ada interaksi antara cara pencucian dan jenis daging. Kedua faktor tersebut tidak berpengaruh terhadap aktivitas air dendeng (P>0,05).Kata kunci : dendeng, aktivitas air, warna daging.

Page 4 of 58 | Total Record : 572