cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2021)" : 18 Documents clear
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI INDIKATOR PENGELOLAAN PERAIRAN DI MUARA SUNGAI JENGGALU KOTA BENGKULU Etty Herawati; Bieng Brata; Zamdial Zamdial; Marulak Simarmata; Dede Hartono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20397

Abstract

Aliran Sungai Jenggalu di Kota Bengkulu melalui Kecamatan Kampung Melayu, meliputi Kelurahan Kandang Mas, Kelurahan Muara Dua, Kelurahan Padang Serai, Kelurahan Sumber Jaya, Kelurahan Teluk Sepang dan Kelurahan Kandang. Kecamatan Kampung Melayu mempunyai luas wilayah ± 23,14 km2 dengan jumlah penduduk 39.523 jiwa.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kualitas berbagai parameter perairan di Muara Sungai Jenggalu, dan menganalisis struktur komunitas makrozoobenthos yang hidup di Muara Sungai Jenggalu sebagai bioindikator kualitas perairan.Penelitian ini memerlukan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Analisis Data : Kepadatan Makrozoobenthos,Indeks Keanekaragaman Jenis, Indeks Keseragaman Jenis, Indeks Dominansi, pengelolaan perairan secara diskriftif. Hasil identifikasi makrozoobenthos yang didapatkan pada saat penelitian di perairan Muara Sungai Jenggalu adalah sebanyak 4 (empat) Kelas, yaitu : kelas Pelecypoda, kelas Gastropoda, kelas Polychaeta, kelas adalah Artropda. Kisaran indeks keseragaman jenis (E) pada setiap stasiun adalah : Stasiun 1 (0,89-0,94) rata-rata 0,92 ; stasiun 2 (0,73-0,88) rata-rata 0,84, dan stasiun 3 (0,56-0,61) rata-rata 0,58. Kisaran indeks Dominansi (D) pada setiap stasiun adalah : Stasiun 1 (0,19-0,21) rata-rata 0,20; stasiun 2 (0,24-0,34) rata-rata 0,26 dan stasiun 3 (0,51-0,57) rata-rata 0,54.
ANALISA KUALITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DAN STRATEGI PENGELOLAAN PENANGANAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU WILAYAH KABUPATEN REJANG LEBONG Dessy Masitho; Mustopa R; Bieng Brata; Dadang Suherman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20403

Abstract

Penelitian mengenai analisa kualitas limbah cair industri tahu dan strategi pengelolaan penanganan limbah cair industri tahu wilayah kabupaten rejang Lebong. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur mutu limbah cair serta menjelaskan apakah sesuai dengan standar baku mutu limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan dan untuk menyusun strategi pengelolaan dan penanganan limbah cair apakah sudah baik sesuai dengan ketentuannya. Hasil penelitian bahwa berdasarkan pengukuran mutu limbah cair bagi usaha dan atau Kegiatan Pengolahan Kedelai ada parameter lingkungan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sesuai dengan Peraturan Menteri LH RI No. 5 tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pengolahan Kedelai. Teknik analisis yang digunakan meliputi metode pengumpulan sampel berdasarkan SNI 19-3964-1995 serta menggunakan analisa metode SWOT untuk menentukan strategi Pengelolaan dan Penanganan Limbah Cair Industri Tahu Wilayah Kabupaten Rejang Lebong adalah strategi Hold and Maintain yang berarti memiliki dua strategi yaitu strategi penetrasi limbah cair industri tahu dan penanganan limbah cair industri tahu di Wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Strategi ini meningkatkan cara pengelolaan dan penanganan limbah cair. Strategi penetrasi pengelolaan dan penanganan limbah cair industri tahu di Wilayah Kabupaten Rejang Lebong meliputi meningkatkan pengelolaan sistem ragam teknologi IPAL. Dan alternatif Strategi S-O dimana strategi ini menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Artinya pelaku industri tahu wilayah Kabupaten Rejang Lebong harus menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang dengan sebaik mungkin. Berdasarkan hasil alternatif strategi S-O maka didapat strategi yaitu strategi melalui pengelolaan limbah cair dengan menggunakan ragam teknologi Instalasi Pengelolaan Limbah cair (IPAL).
PEMANFAATAN PROTEN RANSUM DENGAN POLLARD BERPROBIOTIK PADA AYAM KAMPUNG SUPER Muhammad Dani
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.17916

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian pollard berprobiotik pada ransum pakan ayam kampung super terhadap pemanfaatan protein ransum. Materi yang digunakan pada penelitian adalah 96 ekor ayam kampung super umur 1 hari (unsex) dengan bobot badan ± 40g.  Ransum basal penelitian mengandung energi metabolis (EM) sebesar 3001 kkal/kg dan protein kasar (PK) sebesar 17%. Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan  4 ulangan. T0 sebagai ransum kontrol, T1 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 10%, T2 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 20%, dan T3 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 30%.  Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan  4 ulangan. T0 sebagai ransum kontrol, T1 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 10%, T2 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 20%, dan T3 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 30%. Parameter yang diamati yaitu rentensi nitrogen dan massa protein daging ayam kampung super pada periode starter dan finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pollard berprobiotik menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap massa protein daging ayam di setiap periode sedangkan retensi protein pada ayam tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P>0,05). Simpulan penelitian adalah pemberian level pollard berprobiotik sebesar 30% pada ransum ayam kampung mampu  meningkatkan pemanfaatan protein ransum walaupun retensi protein yang dihasilkan sama.
ANALISIS PERUBAHAN IKLIM DAN ADAPTASI SEKTOR PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA DATARAN SEDANG DAN TINGGI BUKIT KABA Fandi Primadia Pratama; Damres Uker; M.Faiz Barchia
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20398

Abstract

Perubahan iklim disebabkan oleh pemanasan global. Temperatur udara dan curah hujan dijadikan indikator perubahan iklim. Penelitian ini akan mengkaji perubahan temperatur, curah hujan dan produktivitas tanaman hortikultura di dataran sedang-tinggi Bukit Kaba selama 1981-2018. Penelitian ini akan menyajikan proyeksi temperatur, curah hujan dan produktivitas tanaman hortikultura tahun 2020-2040 serta adaptasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode analisis tren dan rata-rata. Proyeksi temperatur dan curah hujan menggunakan WRF. Persamaan yang terbentuk dari data historis temperatur, curah hujan dan produktivitas digunakan untuk menentukan proyeksi produktivitas. Hasil analisis menunjukkan peningkatan temperatur rata-rata bulanan 0,82 ºC dan penurunan curah hujan rata-rata bulanan 22,8 mm. Peningkatan produktivitas rata-rata kentang 10,5 ton/ha dan wortel 20,2 ton/ha. Hasil proyeksi menunjukkan kenaikan temperatur 1,44 ºC dan curah hujan 51 mm serta pergeseran pola hujan. Wilayah penelitian akan didominasi oleh temperatur 22-24 ºC dan beriklim sangat basah. Produktivitas tanaman hortikultura diprediksi akan mengalami fluktuasi hingga tahun 2040. Adaptasi yang dapat dilakukan, di antaranya perbaikan teknik budidaya pertanian, penyesuaian waktu tanam dan penggunaan varietas tahan cekaman iklim.
ANALISIS KESESUAIAN FAKTOR EKOLOGIS TAMBAK PADA BUDIDAYA KEPITING BAKAU (Scylla sp) DI KOTA BENGKULU – BENGKULU Purnawarman Purnawarman; Bieng Brata; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20404

Abstract

Kesesuaian faktor ekologis dalam ekosistem pertambakan mempunyai peran yang signifikan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan tambak. Informasi mengenai kesesuaian faktor ekologis tambak untuk budidaya kepiting sampai saat ini belum dipunyai oleh pembudidaya kepiting bakau di Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Beveridge (1996) mengemukakan bahwa kesesuaian faktor ekologis digunakan untuk menjabarkan produksi dari budidaya yang dapat berkelanjutan dalam suatu lingkungan, Kelurahan Padang Serai KecamatanKampungMelayuKota Bengkulu merupakan daerah sentra budidaya soft crab kepiting bakau (Scylla sp), terdapat bebrapa petak tambak dengan luas rata-rata 0,25 ha/tambak dan hasil produksi budidaya soft crab kepiting bakau (Scylla sp) rata – rata 200 kg/bulan/petak tambak (Profil Kelurahan Padang Serai, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian faktor ekologis dalam ekosistem tambak sehubungan dengan adanya kegiatan budidaya soft crab kepiting bakau di Kelurahan Padang Serai Kec. Kampung Melayu Kota Bengkulu. Metode penelitian diskriptif analitik, kondisi kesesuaian faktor ekologis dianalisa melalui beban limbah total fospor dari sistem budidaya (variabel utama), dan variable pendukungnya adalah ; tekstur tanah, salinitas, DO, pH air, kecerahan, diversitas dan densitas fytoplankton, luas dan kedalaman tambak. Hasil Penelitian didapatkan krateristik kesesuaian faktor ekologis Tambak Kepiting Bakau dengan nilai kateristik 70,48, dengan demikian carrying capasity dalam kreteria interval tinggi (61,7 - 75,6). Semua parameter terukur pada tambak udang bakau menunjukan kondisi layak nya kesesuaian faktor ekologis yang tinggi bagi usaha budidaya soft crab, kepiting bakau.
ANALISIS KEBERLANJUTAN SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN KAUR UTARA KABUPATEN KAUR AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Dodi Haryono; Faiz Barchia; Heri Suhartoyo
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan sawah tadah hujan akibat alih fungsi lahan di Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur. Penelitian ini merupakan tipe penelitian yang memakai metode deskripstif kuantitatif dan kualitatif melalui eksplorasi data dan fakta di lapangan. Analisis keberlanjutan dilakukan dengan analisis Multi Dimensional Scaling yang terdiri dari 4 dimensi yaitu dimensi ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan multidimensi sawah tadah hujan di di Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit adalah sebesar 59,50 yang tergolong cukup berkelanjutan. Ditinjau keberlanjutan dari masing-masing dimensi maka dapat dinyatakan bahwa dimensi ekologi, sosial, ekonomi, serta hukum dan kelembagaan masuk ke dalam status cukup berlanjut berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan secara berturut-turut adalah sebesar 59,78, 61,44, 57,29, dan 59,5. 
EVALUASI CAMPURAN FESES SAPI DAN FESES KAMBING TERHADAP BIOMASSA DAN KUALITAS CASTING Pheretima sp Bagus Dimas Setiawan; Syintia Dwi Agustina; Putri Zulia Jati
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.19659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi campuran feses sapi dan feses kambing terhadap biomassa dan kualitas casting cacing tanah jenis Pheretima sp. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan pada tanggal 01 Oktober sampai  30 November 2021 di Pekarangan  Perumahan Kelurahan Batu Urip dan Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P1 = 50% sekam padi + 50% feses (100% feses sapi), P2 = 50% sekam padi + 50% feses (50% feses sapi + 50% feses kambing), P3 = 50% sekam padi + 50% feses (25% feses sapi + 75% feses kambing) dan P4 = 50% sekam padi + 50% feses (100% feses kambing). Variabel yang diamati biomassa, kualitas kompos (warna, bau dan tekstur), dan kandungan hara rasio C/N. Data biomassa dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan kompos kualitas kompos (warna, bau dan tekstur), dan kandungan hara rasio C/N dianalisis secara deskritif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian campuran pada feses sapi dan feses kambing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biomassa, kualitas kompos casting dan rasio C/N kompos.Kata kunci : Pheretima sp, feses sapi, feses kambing dan sekam padi
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE KAMPUNG SEJAHTERA KELURAHAN SUMBER JAYA KOTA BENGKULU Herlitasari Herlitasari; Bieng Brata; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20399

Abstract

Kawasan Wisata Mangrove Kampung Sejahtera merupakan kawasan wisata yang dikelola oleh masyarakat Kelurahan Sumberjaya Kecamatan Kampung Melayu yang memiliki perahu motor. Dengan adanya program strategis dari Kementerian PUPR membuat kawasan mangrove Kampung Sejahtera sangat digemari oleh pengunjung dengan kealamian mangrovenya. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan adalah perjalanan (fieldtrip) dengan transfortasi kapal/perahu dengan dua sisi pemandangan yang menarik dalam wisata mangrove yaitu aktivitas interaksi sosial di permukiman di satu sisi, serta kondisi keheningan dan kesejukan di sisi lainnya.. Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan rumusan strategis pengembangan ekowisata mangrove Kampung Sejahtera Kelurahan Sumberjaya Kecamatan Kampung Melayu mencakup mendeskripsikan persepsi wisatawan (pengunjung) terhadap pengembangan ekowisata mangrove Kampung Sejahtera danuntuk menetapkanstrategi pengembangan ekowisata mangrove Kampung Sejahtera Kelurahan SumberJaya Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah dengan survey dan quisioner yang dianalisa dengan Analisis SWOT dengan pembobotan dan analisa deskriftif. Strategi yang dapat dikembangkan adalah pengembangan dan diversifikasi kegiatan ekowisata hutang mangrove, meningkatkan promosi dan komunikasi daerah tujuan wisata dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) modern, pengelolaan ekowisata berasis masyarakat, pengembangan ekowisata mangrove melibatkan stakeholder.

Page 2 of 2 | Total Record : 18