cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
STATUS KEBERLANJUTAN PENYADAPAN GETAH POHON PINUS DI DESA BAYUNG KECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG Insan, Cahyadi; Susatya, Agus; Yahya, Ridwan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20406

Abstract

STRATEGI PENGEMBANGAN BURUNG MURAI BATU (Copsychus malabaricus) BERBASIS KOMUNITAS KICAU MANIA DI KOTA BENGKULU Ikhsan Jaya; H.D Putranto; Bieng Brata; Edi Soetrisno; Sutriyono Sutriyono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20396

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sistem administrasi yang baik dan mengkaji strategi pengembangan murai batu Kota Bengkulu untuk diterapkan dalam pengembagan komunitas murai batu. Respnden dalam penelitian ini sebanyak 57 orang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, yaitu melakukan pengamatan dan wawancara secara langsung pada responden Komunitas murai batu dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan. Metode analisis data yang digunakan dalam peneitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif serta analisis SWOT. Pengembangan murai batu berdasarkan komunitas tersebut memiliki strategi peluang dan kelemahan sehingga dapat memanfaatkan pelauang yang ada. Fokus strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah WO (strategi yang meminimalisir kelemahan untuk memanfaatkan peluang). Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah Mensosialisasikan tentang kredit untuk rakyat di bidang peternakan, Pembentukan dan pemantapan komunitas burung murai batu dan Pelatihan tentang pemeliharaan burung murai batu secara intensif.
PENGARUH KONSENTRASI JANTUNG PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Ira Rohayu Simanullang; Laili Susanti; Lukman Hidayat
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi jantung pisang dan ikan nila terhadap karakteristik sifat fisik dan sifat kimia Nuget. Disamping itu, untuk mendapatkan perlakuan terbaik berdasarkan penilaian organoleptik. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor dan tiga kali ulangan. Perlakuan perbandingan konsentrasi jantung pisang dan ikan nila berbeda yaitu A(0%:100%), B(15%:85%), C(20%:80%), D(25%:75%), E(30%:70%). Penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi jantung pisang dan ikan nila berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein dan kadar serat. Begitu pula terhadap uji organoleptik warna tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap uji organoleptik rasa, aroma dan tekstur nugget ikan nila. Perlakuan terbaik dengan penambahan jantung pisang terhadap nugget ikan nila dipilih berdasarkan penilaian sensoris adalah perlakuan B (jantung pisang 15% : ikan nila 85%) dengan rata-rata nilai tertinggi 6,45. Nugget terpilih mengandung kadar air (35,93%), kadar protein (14,43%) dan kadar serat (0,23%) yang telah memenuhi SNI.7758 : 2013.Kata Kunci : Ikan Nila, Jantung Pisang, Nugget
KAJIAN PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DANAU KEMBAR DI KABUPATEN KAUR Marnida Marnida; Bieng Brata; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20401

Abstract

Objek wisata Danau Kembar merupakan objek wisata Danau yang berada di Desa Suka Menanti Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, obyek wisata ini dikeloal sejak tahun 2006 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur. Dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kaur (RIPPDA Kaur) disebutkan bahwa Kabupaten Kaur memiliki banyak objek wisata yang cukup menarik dan potensial untuk dipasarkan. Namun sangat disayangkan sekali, objek-objek wisata di Kabupaten Kaur belum tertata dan dikembangkan secara baik menurut standar kepariwisataan. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian Kajian Pengembangan Destinasi Wisata Danau Kembar Di Kabupaten Kaur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan obyek wisata Danau Kembar berdasakan kondisi Danau Kembar saat ini dan sampel survei persepsi pengunjung, masyarakat dan pemerintah terhadap kondisi objek wisata sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Potensi wisata Danau Kembar yang dapat dikembangkan sebagai obyek ekowisata daerah Kabupaten Kaur yaitu suasana danau yang tenang, sejuk dan indah, hal tersebut didukung dengan sumber daya alam berupa flora dan fauna, memiliki sarana dan prasarana, aksesibilitas sangat mendukung, adanya partisipasi dan dukungan masyarakat untuk ikut aktif dalam kegiatan pengembangan wisata, letak obyek wista Danau Kembar yang strategis karena berada di tepi jalan lintas kabupaten bahkan provinsi sehingga mudah untuk dijangkau oleh para pengunjung.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU Awan Labi Rahmadda
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.19968

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada Oktober sampai dengan Desember 2019 di Kota Bengkulu. Sejumlah 60 responden ditentupan dengan quote-Sampling masing 10 responden dari masyarakat perumahan mewah, Perumnas biasa, pesisir pantai, dekat pasar, dekat sungai, dan perumahan masyarakat. Skor jawaban pada kuesioner penelitian menggunakan skala likert (skala 1,00 sampai 5,00). Kompilasi data dari kuesioner dianalisis secara diskriftif, sedangkan hubungan antar variabel yang dimati dianalisis dengan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor persepsi, partisipasi langsung, dan partisipasi tidak langsung masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga masing masing sebesar 3,32 (cukup setuju), 2,89 (cukup sering), dan 2,27 (jarang). Korelasi antara persepsi, partisipasi langsung, dan pasrtisipasi tidak langsung terhadap pengelolaan sampah rumah tangga adalah signifikan dengan pola hubungan linear positif. Tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat juga berkorelasi secara signifikan dengan persepsi, partisipasi langsung, maupun partisipasi tidak langsung dengan pola hubungan linear positif.
KAJIAN KEBERLANJUTAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN AIR NAPAL DAN KECAMATAN BATIKNAU KABUPATEN BENGKULU UTARA Sulaksono Sulaksono; Irma Badarina; Heri Dwi Putranto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20426

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai indeks dan status keberlanjutan masing-masing di-mensi dari usaha ternak sapi potong di Kecamatan Air Napal dan Kecamatan Batiknau Kabu-paten Bengkulu Utara. Mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor atau atribut-atribut yang sensitif berpengaruh terhadap Keberlanjutan Usaha Ternak Sapi Potong di Kecamatan Air Na-pal dan Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara. Indeks dan status keberlanjutan usaha ternak sapi potong ini dinilai dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dimensi teknologi dan infrastruktur serta dimensi hukum dan kelembagaan. Dalam menganalisis data keberlanjutan dari usaha ternak sapi potong di Kecamatan Air Napal dan Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara adalah dengan metode Multi Dimensional Scaling (MDS) yang disebut dengan pendekatan RAP-BANGKAPET. Dimana hasilnya dinya-takan dalam bentuk nilai indeks dan status keberlanjutan. Identifikasi atribut-atribut yang sen-sitif terhadap indeks dan status keberlanjutan masing-masing dimensi memakai Analisis Lever-age dan Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks status keberlanjutan dari usaha ternak sapi potong di Kecamatan Air Napal dan Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara adalah 56,14% (cukup berkelanjutan). Nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar (64,23%), dimensi ekonomi (51,95%), dimensi sosial budaya (54,72%), dan dimensi hukum dan kelembagaan (74,97%) dikategorikan baik dengan status cukup berkelanju-tan. Untuk dimensi teknologi dan infrastruktur sebesar (34,81%) dikategorikan kurang dengan status kurang berkelanjutan. Dari 50 (lima puluh) atribut yang dianalisis, terdapat 36 (tiga puluh enam) atribut yang perlu diperhatikan dan segera ditangani karena sensitif terhadap indeks dan status keberlanjutan. Untuk meningkatkan status keberlanjutan untuk masa yang akan datang (jangka panjang) maka perlu dilakukan upaya perbaikan secara menyeluruh terhadap semua atribut yang sensitif dalam peningkatan status kawasan.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI INDIKATOR PENGELOLAAN PERAIRAN DI MUARA SUNGAI JENGGALU KOTA BENGKULU Etty Herawati; Bieng Brata; Zamdial Zamdial; Marulak Simarmata; Dede Hartono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20397

Abstract

Aliran Sungai Jenggalu di Kota Bengkulu melalui Kecamatan Kampung Melayu, meliputi Kelurahan Kandang Mas, Kelurahan Muara Dua, Kelurahan Padang Serai, Kelurahan Sumber Jaya, Kelurahan Teluk Sepang dan Kelurahan Kandang. Kecamatan Kampung Melayu mempunyai luas wilayah ± 23,14 km2 dengan jumlah penduduk 39.523 jiwa.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kualitas berbagai parameter perairan di Muara Sungai Jenggalu, dan menganalisis struktur komunitas makrozoobenthos yang hidup di Muara Sungai Jenggalu sebagai bioindikator kualitas perairan.Penelitian ini memerlukan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Analisis Data : Kepadatan Makrozoobenthos,Indeks Keanekaragaman Jenis, Indeks Keseragaman Jenis, Indeks Dominansi, pengelolaan perairan secara diskriftif. Hasil identifikasi makrozoobenthos yang didapatkan pada saat penelitian di perairan Muara Sungai Jenggalu adalah sebanyak 4 (empat) Kelas, yaitu : kelas Pelecypoda, kelas Gastropoda, kelas Polychaeta, kelas adalah Artropda. Kisaran indeks keseragaman jenis (E) pada setiap stasiun adalah : Stasiun 1 (0,89-0,94) rata-rata 0,92 ; stasiun 2 (0,73-0,88) rata-rata 0,84, dan stasiun 3 (0,56-0,61) rata-rata 0,58. Kisaran indeks Dominansi (D) pada setiap stasiun adalah : Stasiun 1 (0,19-0,21) rata-rata 0,20; stasiun 2 (0,24-0,34) rata-rata 0,26 dan stasiun 3 (0,51-0,57) rata-rata 0,54.
PERSEPSI PERAMBAH HUTAN TERHADAP KEPENTINGAN KEBERADAAN HUTAN DI KAWASAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI (KPHP) KABUPATEN DHARMASRAYA Yurike Yurike
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.15053

Abstract

Kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dharmasraya seluas 33.550 ha telah mengalami deforestasi mencapai 27.216,57 ha. Deforestasi dan degradasi hutan tidak terlepas dari perilaku masyarakat di sekitar hutan, mengingat hutan merupakan sumberdaya alam bernilai tinggi. Terbentuknya perilaku masyarakat ini diawali dengan persepsi mereka mengenai keberadaan kawasan hutan. Untuk itu, analisa persepsi penting untuk melihat pandangan masyarakat terhadap kondisi dan keberadaan kawasan hutan. Dari persepsi ini dapat diperoleh masukan bagi instansi terkait berdasarkan sudut pandang masyarakat, sehingga dapat dijadikan dasar atau bahan pertimbangan dalam merencanakan strategi pengelolaan dan kebijakan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbasis survei. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, data sekunder, informan kunci, dan survei rumah tangga. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling dengan total responden 250 rumah tangga. Analisis data persepsi menggunakan skala likert. Persepsi masyarakat tentang status hutan menunjukkan bahwa hutan bagi masyarakat merupakan tanah ulayat sehingga pentingnya izin Datuak ulayat saat membuka lahan baru (84,08%) dibandingkan dengan izin pemerintah (65,60%). Hal ini didukung dengan persepsi masyarakat tentang kelembagaan pengelolaan hutan mempersepsikan bahwa orang dari daerah lain atau siapa saja bisa membuka lahan di sini, namun tentunya seizin penguasa ulayat (84,80%). Persepsi mengenai kepentingan fungsi hutan mempersepsikan bahwa hutan merupakan lahan usaha untuk berkebun (86,96%). Namun jika ada program dari pemerintah, masyarakat juga ingin dilibatkan mulai dari rencana penetapan lokasi kegiatan (86,16%) sampai proses pelaksanaan kegiatan, pengawasan, dan menikmati hasilnya (91,28%). Mengenai kepentingan keberadaan hutan menunjukkan persepsi tertinggi tentang hak dan kewajiban perambah dalam pengelolaan hutan (86,42%). Hal ini tentunya  menyangkut lahan yang mereka kelola. Untuk itu, KPHP dan pemerintah daerah perlu melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk mengubah persepsi masyarakat agar lebih melestarikan hutan. Selain itu, diperlukan integrasi program dari pemerintah terhadap lahan yang telah terlanjur mereka kelola. Perlunya dilakukan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan sebagai upaya mencari alternatif penghasilan untuk menggantikan penghasilan dari penjualan lahan secara ilegal.  
ANALISA KUALITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DAN STRATEGI PENGELOLAAN PENANGANAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU WILAYAH KABUPATEN REJANG LEBONG Dessy Masitho; Mustopa R; Bieng Brata; Dadang Suherman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20403

Abstract

Penelitian mengenai analisa kualitas limbah cair industri tahu dan strategi pengelolaan penanganan limbah cair industri tahu wilayah kabupaten rejang Lebong. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur mutu limbah cair serta menjelaskan apakah sesuai dengan standar baku mutu limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan dan untuk menyusun strategi pengelolaan dan penanganan limbah cair apakah sudah baik sesuai dengan ketentuannya. Hasil penelitian bahwa berdasarkan pengukuran mutu limbah cair bagi usaha dan atau Kegiatan Pengolahan Kedelai ada parameter lingkungan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sesuai dengan Peraturan Menteri LH RI No. 5 tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pengolahan Kedelai. Teknik analisis yang digunakan meliputi metode pengumpulan sampel berdasarkan SNI 19-3964-1995 serta menggunakan analisa metode SWOT untuk menentukan strategi Pengelolaan dan Penanganan Limbah Cair Industri Tahu Wilayah Kabupaten Rejang Lebong adalah strategi Hold and Maintain yang berarti memiliki dua strategi yaitu strategi penetrasi limbah cair industri tahu dan penanganan limbah cair industri tahu di Wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Strategi ini meningkatkan cara pengelolaan dan penanganan limbah cair. Strategi penetrasi pengelolaan dan penanganan limbah cair industri tahu di Wilayah Kabupaten Rejang Lebong meliputi meningkatkan pengelolaan sistem ragam teknologi IPAL. Dan alternatif Strategi S-O dimana strategi ini menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Artinya pelaku industri tahu wilayah Kabupaten Rejang Lebong harus menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang dengan sebaik mungkin. Berdasarkan hasil alternatif strategi S-O maka didapat strategi yaitu strategi melalui pengelolaan limbah cair dengan menggunakan ragam teknologi Instalasi Pengelolaan Limbah cair (IPAL).
PEMANFAATAN PROTEN RANSUM DENGAN POLLARD BERPROBIOTIK PADA AYAM KAMPUNG SUPER Muhammad Dani
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.17916

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian pollard berprobiotik pada ransum pakan ayam kampung super terhadap pemanfaatan protein ransum. Materi yang digunakan pada penelitian adalah 96 ekor ayam kampung super umur 1 hari (unsex) dengan bobot badan ± 40g.  Ransum basal penelitian mengandung energi metabolis (EM) sebesar 3001 kkal/kg dan protein kasar (PK) sebesar 17%. Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan  4 ulangan. T0 sebagai ransum kontrol, T1 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 10%, T2 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 20%, dan T3 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 30%.  Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan  4 ulangan. T0 sebagai ransum kontrol, T1 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 10%, T2 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 20%, dan T3 ransum dengan kandungan pollard berprobiotik sebanyak 30%. Parameter yang diamati yaitu rentensi nitrogen dan massa protein daging ayam kampung super pada periode starter dan finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pollard berprobiotik menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap massa protein daging ayam di setiap periode sedangkan retensi protein pada ayam tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P>0,05). Simpulan penelitian adalah pemberian level pollard berprobiotik sebesar 30% pada ransum ayam kampung mampu  meningkatkan pemanfaatan protein ransum walaupun retensi protein yang dihasilkan sama.