cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
LANGUAGE CHOICE IN THE WORSHIP OF GKPB CONGREGATION IN “SABDA BAYU” CHURCH OF SINGARAJA: A STUDY OF ETHNOGRAPHY COMMUNICATION Wahyudi, Nyoman Deni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.139 KB)

Abstract

ABSTRAK   Wahyudi, Nyoman Deni. 2012. Pilihan Bahasa dalam Ibadah Jemaat GKPB di Gereja ?Sabda Bayu? Singaraja: Sebuah Kajian Etnografi Komunikasi Pembimbing I              : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Pembimbing II            : Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.   Kata kunci: pilihan bahasa, ibadah jemaat GKPB, etnografi komunikasi   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan (1) bahasa-bahasa yang dipilih oleh jemaat GKPB di Gereja ?Sabda Bayu? Singaraja dalam ibadah; (2) bentuk lingual pilihan bahasa yang digunakan dalam komunikasi antarbudaya oleh jemaat dalam ibadah; (3) nilai-nilai yang disampaikan melalui pilihan bahasa dalam ibadah yang dilakukan oleh jemaat dikaitkan dengan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa; dan (4) efek atau kesan makna yang ditimbulkan melalui penggunaan pilihan bahasa dalam ibadah. Sumber data dalam penelitian ini adalah cakapan-cakapan jemaat GKPB di Gereja ?Sabda Bayu? Singaraja dalam ibadah yang menggunakan pilihan bahasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, studi dokumentasi, dan perekaman untuk mengumpulkan data masalah penelitian butir (1), butir (2), dan butir (3); dan metode wawancara untuk mengumpulkan data masalah penelitian butir (4). Data penelitian diolah secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut. (1) Bahasa-bahasa yang dipilih oleh jemaat GKPB di Gereja ?Sabda Bayu? Singaraja dalam ibadah terdiri atas bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa pendukung lain, seperti bahasa Bali, Inggris, Ibrani, Jawa, Timor, Timor Dawan, Siau, Sabu, dan Simalungun. Pilihan bahasa tersebut ditampilkan melalui alih kode dan campur kode. (2) Bentuk lingual yang digunakan untuk menampilkan pilihan bahasa adalah pada tataran kata, frasa, dan kalimat yang berasal dari berbagai bahasa. Bentuk lingual kata paling banyak digunakan dan bahasa yang paling sering dimunculkan adalah bahasa Bali dan bahasa Inggris. (3) Nilai-nilai yang dikaitkan dengan sembilan nilai pendidikan karakter bangsa ditemukan dalam penggunaan pilihan bahasa, yakni cinta Tuhan, tanggung jawab dan kedisiplinan, ketulusan, hormat dan santun, kasih sayang, percaya diri dan kegigihan, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, serta toleransi dan cinta damai. (4) Efek atau kesan makna yang ditimbulkan melalui pilihan bahasa antara lain efek komunikatif, keakraban, kesakralan, kesantunan, dan ketidakpahaman. Peneliti lain diharapkan untuk melakukan penelitian sejenis yang lebih mendalam untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.     ABSTRACT   Wahyudi, Nyoman Deni. 2012. Language Choice in the Worship of GKPB Congregation in ?Sabda Bayu? Church of Singaraja: A Study of Ethnography Communication. Advisor I         : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Advisor II       : Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.   Key words: language choice, the worship of GKPB congregation, ethnography communication This research was a descriptive qualitative research that aimed to describe and interpret (1) the language choice of GKPB congregation in ?Sabda Bayu? Church of Singaraja in their worship; (2) the lingual forms of the language choice that is used in intercultural communication by GKPB congregation in ?Sabda Bayu? Church of Singaraja in their worship; (3) values that is being told through the worship by GKPB congregation in ?Sabda Bayu? Church of Singaraja through the values of national character education; and (4) the effect that is occurred while the GKPB congregation in ?Sabda Bayu? Church of Singaraja using the language choice in their worship. The data resources of this research were the conversations which were used by GKPB congregation in ?Sabda Bayu? Church of Singaraja in their worship in showing language choice. The methods that were used in this research were the observation method, the documentation study method, and recording method to collect the information in research point (1), point (2), and point (3); and the interview method to collect the information in research point (4). The results of this research were: (1) the language choice of GKPB congregation in ?Sabda Bayu? Church of Singaraja in their worship were Bali, Inggris, Ibrani, Jawa, Timor, Timor Dawan, Siau, Sabu, and Simalungun. The language choise performed by code switching and code mixing; code mixing was often used to show the language choice, (2) the lingual forms which were used by the congregation in their worship were words, phrases, and sentences from many languages; the lingual forms and the language which were often used are word forms, and Balinese language and English, (3) the values that related to the nine values of character building, which are showed by the congregation are religiousness, responsibility and discipline, honest, respectful and love, self confidence, justice and leadership, being good and low profile, and tolerance and love peace, (4) the effect that is occurred while the congregation using the language choice in their worship were the communicative effect, intimate effect, religious effect, politeness effect, and misunderstanding effects. It would be better if another researcher do this kind of research in order to get the better results.  
*An Analysis of Politeness Strategies in the Communication among the Servants and Noble Characters of Cenk Blonk puppet show entitled Lata Mahosadhi* ., I KOMANG GEDE AGUS PRANATA; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

*Penelitian in menggunakan deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk: a) menjelaskan strategi kesantunan yang dilakukan oleh tokoh protagonis dan antagonis dalam komunikasi pada pertunjukan wayang Cenk Blonk berjudul Lata Mahosadhi. Penelitian ini diterapkan dalam model penelitian deskriptif-kualitatif yang diusulkan oleh Miles dan Huberman (1994). Penelitian ini dibatasi pada analisis strategi kesantunan yang diterapkan dalam komunikasi antara punakawan dan tokoh petinggi kerajaan dengan mengikuti teori Brown dan Levinson (1987) yang dibagi sebagai protagonis (PC) dan antagonis (AC) karakter. Data utama yang diperoleh dari DVD pertunjukan wayang Cenk Blonk, terutama dalam percakapan yang dilakukan oleh karakter protagonis (Tualen, Mredah, Nang Klenceng, Nang Ceblong Sang Rama Dewa, Sang Laksamana, Sang Hanuman, Sang Wibisana, dan Widyadara) dan karakter antagonis (Sang Rahwana, Sang Meghanada, Sang Patih Raksasa, Kala Bang, Kala Ireng, Delem dan Sangut). Data yang diperoleh dalam bentuk transkrip yang dibagi menjadi tiga bagian; Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3 berdasarkan jumlah DVD yang diidentifikasi dan dianalisis untuk mengetahui strategi kesantunan yang diterapkan di pertunjukan wayang Cenk Blonk. Hasil dari penelitian ini telah menunjukkan bahwa karakter protagonis (PC) yang paling banyak digunakan strategi kesantunan positif dalam komunikasi, khususnya pada setiap ucapan lisan yang disampaikan dan untuk karakter antagonis (AC), ungkapan langsung (bald on-record) adalah strategi yang sering digunakan dalam percakapan menggunakan ucapan langsung saat berkomunikasi.*Kata Kunci : *Komunikasi, Wayang Cenk Blonk, Pragmatik, Kesopanan.* * Using descriptive-qualitative research, this study was aimed at : a) describing, explaining the politeness strategy conveyed by the protagonist and antagonist characters in the communication in Cenk Blonk puppet show entitled Lata Mahosadhi. This study applied in descriptive-qualitative research model which proposed by Miles and Huberman (1994). This present study was limited on the analysis of politeness strategy that applied in communication by the servant and noble characters by following the theory of Brown and Levinson (1987) which was divided as protagonist (PC) and antagonist (AC) characters. The main data were taken from the DVD of Cenk Blonk puppet show, especially in the conversation done by the protagonist characters (i.e. Tualen, Mredah, Nang Klenceng, Nang Ceblong Sang Rama Dewa, Sang Laksamana, Sang Hanuman, Sang Wibisana, and Widyadara) and the antagonist characters (i.e. Sang Rahwana, Sang Meghanada, Sang Patih Raksasa, Kala Bang, Kala Ireng, Delem and Sangut). The data obtained were in the form of transcript that divided into three parts; part 1, part 2, part 3 based on the numbers of DVD which were identified and analyzed to know the politeness strategy were applied in Cenk Blonk puppet show. As the result has shown that the protagonist characters (PC) most widely used positive politeness strategy in their comunication, especially on every utterance spoken and for the antagonist characters (AC), bald-on record was the most strategy that applied in conversation as the direct utterances in communication* keyword : *Communication, Cenk Blonk Puppet Show, Pragmatics, Politeness*
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teks Anekdot dalam Pembelajaran Bahasa indonesia untuk Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Semarapura ., SANG PUTU MERTA PUJAWAN; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.909 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan bahan ajar berbasis teks anekdot dari segi struktur dan kaidah bahasa serta efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Semarapura tahun pelajaran 2014/2015 semester ganjil. Untuk tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari pendapat Borg & Gall dan Sugiyono. Subjek penelitian adalah pengembangan bahan ajar berbasis teks anekdot. Objek penelitian adalah struktur bahan ajar, kaidah bahasa bahan ajar, dan efektivitas penggunaan bahan ajar. Proses validasi bahan ajar dilakukan oleh tim uji ahli dan tim uji praktisi. Hasil validasi ini dijadikan dasar untuk merevisi bahan ajar. Selanjutnya, bahan ajar yang telah direvisi lalu dilakukan uji lapangan dalam dua tahap yaitu uji coba terbatas dan uji coba lebih luas. Hasil tes dari uji lapangan tidak saja digunakan untuk penentuan validitas bahan ajar, tetapi juga digunakan untuk penentuan efektivitas penggunaan bahan ajar. Data hasil validasi terhadap bahan ajar yang didapat dari uji ahli dan uji praktisi diolah dengan analisis deskriptif sedangkan data hasil kuesioner yang didapat dari uji ahli, uji praktisi, dan uji lapangan serta hasil tes diolah dengan analisis kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis teks anekdot dari segi struktur mikro dan makro serta kaidah bahasa mikro dan makro sudah memenuhi standar setelah divalidasi. Selanjutnya, efektivitas penggunaan bahan ajar secara umum dapat dikategorikan baik Kata Kunci : teks anekdot, struktur bahan ajar, kaidah bahasa This study aimed at knowing the development of learning material on anecdote texts about the structure and grammar and the effectiveness of implementation in Indonesian teaching and learning for year X students of SMA Negeri 2 Semarapura in academic year 2014/2015 semester 1. This study was research development which was a modification from Borg & Gall and Sugiyono. Subject of the study was the development of learning material an anecdote texts. Object of the study was about the structure and grammar and the effectiveness of its implementation. Validation of the learning material was done by judges and practitiones. The result of the learning material validation and questionare were used to revise the learning material. The result was not only used to determine the validation but also to determine the effectiveness. The data from validation were analyzed descriptively and the data from questionnaire were analyzed quantitatively and descriptively. The result indicated that the micro and makro structure and grammar of learning material on anecdote texts were standard. The result of questionaire indicated that the structure and grammar of the learning material was categorized good keyword : anecdote texts, the structure of learning material, the grammar
PENGGUNAAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK NOVEL SISWA KELAS XI SMA NEGERI I LANGKE REMBONG OT, Baung; Made, Gosong; ., Arifin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.373 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, ?Penggunaan Media Film Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Unsur Intrinsik Novel  pada siswa kelas XI SMA Negeri I Langke Rembong tahun pelajaran 2012/2013?. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan rancangan penelitian menggunakan model Kemmis dan Tanggart, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode  pengumpulan data dengan wawancara, angket, tes, studi dokumentasi, dan observasi. Indikator keberhasilannya adalah minimal 85% siswa mencapai nilai KKM 75. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan hasil sebagai berikut. Hasil tes awal menunjukkan bahwa siswa yang tuntas sebanyak 17,5% saja. Hasil penelitian. nilai siswa siklus 1 menunjukkan bahwa 70% tuntas. Pada tes sikus 2, 97% tuntas. Siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada materi mengkaji unsur intrinsik cerita. Siswa yang aktif terus meningkat, pada pratindakan hanya 23,5%, siklus 1 naik hingga 42% dan terus naik pada siklus 2, yaitu 76%. Dari hasil wawancara 97 % siswa  aktif dalam kegiatan menganalisis novel  dengan menggunakan media film.Kata kunci: Peningkatan,  Pemahaman, Unsur Intrinsik, Novel , Media Film ABSTRACT The title of this research is? The use of  Film Media To Increase Ability In Undestanding Intrinsic Elements of Story  At  Grade XI Students of  Senior High School  Negeri 1 Langke Rembong  Academic Year 2012/2013?. This Action Research Class used Kemmis and Tanggart  model, which is consist of, planning, implementation, observation, and reflection. The data collection used interview, inquiry, test, documentation study and observation tecnhique. Its success indicator is 85 % of students get 75 as minimal standard. This research have two cycle and each result. The result of  first cycle indicated there are 17,5 % students  who passed the examination. Observation students value at first cycle indicated that  70 % passed the test. At  the second cycle there are 97 % passed the test. The students have positive response in Indonesian subject. students participation during the class is improve of 23,5 % at pre-action to 42 % at first cycle and 76 %at second cycle Keywords: Improvement, Understanding, IntrinsicElements, Novel, audiocisuaol.
INTERFERENSI BAHASA BALI DAN BAHASA ASING DALAM CERITA LISAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SISWA SMP NEGERI 10 DENPASAR Dewa Ayu Nyoman, Suindratini,; I Made, Gosong,; I Wayan, Rasna,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.727 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik simak, rekam, catat. Hasil penelitian ini menunjukkan 18 siswa tidak menyelipkan bahasa Bali dan bahasa Asing, sedangkan 32 responden terdapat interferensi berkisar satu dan dua buah interferensi dalam satu wacana. Dalam interferensi bahasa Bali terdapat jenis interferensi fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, sedangkan dalam interferensi bahasa asing terdapat interferensi sintaksis dan semantik. Terjadinya interferensi bahasa Bali ke dalam bahasa Indonesia memperlihatkan bahwa interferensi terjadi bukan disengaja oleh siswa dengan maksud untuk mempermudah penyampaian buah pikirannya, tetapi terjadi karena penguasaan sistem bahasa pertama (bahasa Bali) mereka yang lebih tinggi dari kemampuan mereka bertutur dengan bahasa Indonesia. Disimpulkan bahwa interferensi merupakan bagian dari sosiolinguistik akibat adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyarakat tutur yang multilingual.   Kata kunci : Interferensi, bahasa Bali, Bahasa asing, cerita lisan.   ABSTRACT This study uses the technique of observation, record, record. The results of this study showed 18 students did not slip Balinese language and foreign language, whereas 32 respondents are interference ranges one and two interference in a discourse. In Bali interference there are kind interferences, those are phonology interference, morphology, syntax, and semantics, while the interference of foreign languages ??are syntactic and semantic. Balinese language interference into the Indonesian language showing that interference is not due to deliberate by students in order to facilitate the delivery of his thoughts, but it is because control systems first language (Balinese) they are higher than their ability recalled the Indonesian language. It was concluded that the interference is part of sociolinguistics that occur due to the use of two or more languages ??in a multilingual speech community.   Keywords: Interference, the Balinese language, foreign language, oral stories
The Implementation Of Cooperative Learning Method on Speaking Class of Grade Eight SMPN 9 Denpasar : A Descriptive Study on Speaking Competence of Different Gender ., LUH GEDE TRISNAWATI; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.; ., DR. I GEDE BUDASI, M.Ed.DIP APPLIN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bahasa Inggris penting untuk dipelajari karena bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Dalam era globalisasi ini, guru bahasa Inggris dibutuhkan untuk membuat siswa mampu berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Tetapi sebagai pendidik guru dihadapkan dengan banyak masalah dalam proses pembelajaran, termasuk perbedaan dalam kemampuan siswa dengan berbagai jenis kelamin. Sehingga sebagai pendidik, guru harus melakukan upaya untuk menemukan metode pembelajaran yang tepat. Metode bernomor Head Together dan Tiga Langkah Wawancara merupakan salah satu metode Cooperative Learning dan bisa menjadi metode pengajaran alternatif untuk guru. Proses strategi Pembelajaran Kooperatif dengan metode ini memiliki karakteristik seperti saling ketergantungan yang positif di kalangan siswa dalam kelompok, tanggung jawab individu, interaksi tatap muka, keterampilan sosial, kerja sama tim dan pengolahan kelompok juga harus diperhitungkan. Jadi selama beberapa dekade terakhir, pendidik telah menerapkan strategi Pembelajaran Kooperatif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa, meningkatkan literasi siswa dan kemampuan berbicara dalam menyajikan pendapat mereka. teknik Pembelajaran kooperatif telah dipelajari selama lebih dari 50 tahun dan telah dikaitkan secara positif dengan kinerja siswa. Teknik- teknik dalam Pembelajaran Kooperatif juga telah ditunjukkan untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan belajar siswa. Metode pembelajaran kooperatif dapat memiliki dampak positif pada kelas. Kata Kunci : Metode Pembelajaran Kooperatif, Gender, Kompetensi Berbicara ABSTRACT English is important to be learned Because English is the International language. In this era of globalization, teacher of English language is required to make students able to speak English as an international language. But as educators of teachers are faced with many problems in the learning process, including the differences in the abilities of students with different gender. So that as educators, teachers should make efforts to find appropriate learning methods. Methods Numbered Head Together and Three Step Interview is one method of Cooperative Learning and could be alternative teaching methods for teachers. The process of Cooperative Learning strategies with this method has characteristics such as positive interdependence among students in a group, individual responsibility, face-to-face interaction, social skills, teamwork and group processing should also be taken into account. Thus during the past few decades, educators have implemented Cooperative Learning strategies in an effort to improve student achievement, improve student literacy and speaking competence in presenting their opinions. Cooperative Learning techniques have been studied for over 50 years and has been positively linked to the performance of students .Techniques of Cooperative Learning have also been shown to increase student motivation and skills of learning materials. Meanwhile, further research needs to be done, cooperative learning method can have a positive impact on the class. keyword : Cooperative Learning Method, Gender, Speaking Competence
IMPLEMENTASI MODEL MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK PARIWISATA DALUNG ., NI KADEK PUSPITA DEWI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.554 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis teks anekdot dengan menggunakan model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot dengan menggunakan model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menulis teks anekdot dengan menggunakan model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung, dan (4) mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot melalui implementasi model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tujuan data yang ingin dicari. Metode observasi digunakan untuk mengambil data tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi model peta pikiran (mind mapping) dalam pembelajaran menulis teks anekdot. Metode tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot melalui implementasi model peta pikiran (mind mapping). Metode dokumentasi digunakan peneliti untuk mendapatkan data berupa RPP dan siswa guna mendukung data penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa guru bahasa Indonesia kelas X SMK Pariwisata Dalung telah mengimplementasi model peta pikiran (mind mapping) dengan baik. Pada kelas XTB 2 diperoleh jumlah nilai total seluruh kelas yang berjumlah 36 siswa sebesar 3171 dengan nilai rata-rata kelas sebesar 88,08 sedangkan kelas X TB3 diperoleh jumlah nilai total seluruh kelas yang berjumlah 36 siswa sebesar 3175 dengan nilai rata-rata kelas sebesar 88,19. Dari nilai rata-rata dua kelas tersebut menunjukkan bahwa penerapan model mind mapping dalam pembelajaran menulis teks anekdot sangat berhasil. Kata Kunci : mind mapping, teks anekdot This research is intended to: (1) describe the lesson plan of writing anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school, (2) describe the process of anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school, (3) describe the evaluation of learning process of writing anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school, and (4) find out the result of learning process of writing anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school. The methodology used in this research deals with the purpose of the data needed. The observation methodology is used to find out about the process program and the evaluation of mind mapping model in writing anecdote text process. Test methodology is used to find out the result of writing anecdote text through the implementation of mind mapping model. Documentation methodology is used to find out the data od lesson plan and student to support the data in this research. Based on the research result, its showed that the indonesian teacher at ten grade student in dalung tuorism vocational high school had implemented the mind mapping model well. The data of X TB 2 grade showed that the total score of 36 students is 3171 with subjection mean 88.08 whereas the data of X TB 3 showed the total score of 36 students is 3175 with subjection mean is 88.19. from the data result of both class scores showed that the implementation of mind mapping model in writing anecdote text is succeed. keyword : mind mapping and anecdote text
TUTURAN REMAJA DI KALANGAN PELAJAR ANAK MULTIETNIS (INDONESIA-ASING) PADA SMP SWASTA SE-KECAMATAN KUTA, BADUNG : SEBUAH KAJIAN KESANTUNAN DALAM TINDAK TUTUR Dewi, A.C.Kusuma; Suandi, N.; Martha, N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.534 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesantunan bentuk tindak tutur berbahasa remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, (2) kesantunan fungsi tindak tutur yang diucapkan oleh remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, serta (3) bentuk penyimpangan prinsip kesantunan tuturan remaja anak multietnis di lingkungan sekolah. Data diambil dari pelajar anak multietnis pada SMP Jembatan Budaya dan SMP Soverdi Tuban. Dimana kedua sekolah ini merupakan sekolah swasta yang berada di kecamatan Kuta dan memiliki pelajar anak multietnis (Indonesia-Asing). Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpositive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik rekaman. Data yang diperoleh adalah data lisan berupa tuturan yang diucapkan oleh remaja anak multietnis di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan menggunakan prosedur analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kesantunan bentuk tindak tutur remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, yaitu bentuk tindak tutur bermodus deklaratif, interogatif, dan imperatif; (2) kesantunan fungsi tuturan remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, yaitu fungsi makro dan fungsi mikro; (3) penyimpangan prinsip kesantunan tuturan remaja anak multietnis, yaitu penyimpangan prinsip kesantunan maksim kebijaksanaan, penerimaan, kemurahan, dan kecocokan.   Kata kunci : tuturan remaja, anak multietnis, kesantunan   Abstract This study is aimed to describe (1) the politeness form of teenagers? speech acts of multiethnic children in the school environment; (2) the politeness function of speech act produced by adolescents of multiethnic children in school environment; and (3) the form of deviation principle of adolescents? speech acts politeness of multiethnic children in school environment. Furthermore, the data is taken from students of multiethnic children in Junior High School of Jembatan Budaya and Junior High School of Soverdi Tuban, in which both of these schools are private schools with students of multiethnic children (Indonesian-Foreigner), located in sub-district of Kuta. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The data collection method used is observation method with recording technique. The data obtained is in the form of verbal utterances produced by adolescent of multiethnic children in the school environment. The data is analyzed by using data analysis procedures of descriptive qualitative. Results of this study indicate that (1) the politeness form of adolescents? speech acts of multiethnic children in the school environment, namely speech acts form of declarative, interrogative, imperative modes; (2) the politeness function of adolescents? speech acts of multiethnic children in school environment, namely macro and micro functions;  (3) the deviation principle of adolescents? speech acts politeness of multiethnic children, namely deviation principle of politeness maxim of wisdom, acceptance, generosity, and suitability.   Keywords: Teenagers? Speech, Multiethnic Children, Politeness
THE EFFECT OF SCIENTIFIC APPROACH COMBINED WITH ERRQ STRATEGY VIEWED FROM TEXT TYPES ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS’ READING COMPETENCY AT SMP SANTO YOSEPH DENPASAR ., LUH WIDIANI; ., PROF. DR. DEWA KOMANG TANTRA, M.Sc.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada 1) pengaruh pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dalam kemampuan membaca siswa kelas delapan ; 2) perbedaan pengaruh pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dilihat dari jenis teks dalam kemampuan membaca siswa kelas delapan. Metode penelitian ini meliputi. Populasi yang digunakan adalah siswa dari SMP Santo Yoseph Denpasar. Sampel penelitian pada kelas 8 SMP Santo Yoseph Denpasar dengan menggunakan Random Sampling. Data yang dianalisis menggunakan One-Way-ANOVA. Hasil menunjukan bahwa : 1) ada pengaruh signifikan pada pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dalam kemampuan membaca siswa dengan total nilai mean (X: 77.27) (?:0.01) ;2) perbedaan pengaruh pada pendekatan ilmiah kombinasi dengan strategi ERRQ dilihat dari jenis teks dalam kemampuan membaca siswa namanya naratif teks (X 76.47), recoun teks (X:78.78), diskriptif teks (X: 76.83). Kata Kunci : Kemampuan Membaca, Pendekatan Ilmiah, Strategi ERRQ, dan Jenis Teks The problems were focused on the following, they are: 1) the main effect of scientific approach combined with ERRQ strategy on the eighth graders? reading competency, 2) the differences of the effect of scientific approach combined with ERRQ strategy viewed from text types on the eighth graders students? reading competency. The research methods were the following. The population included students at SMP Santo Yoseph Denpasar. The samples were recruited from the eighth grade of SMP Santo Yoseph Denpasar. They were recruited using a Random Sampling. Data were collected by means a Posttest. The obtained data were analyzed by means of One-Way ANOVA. The results show the following: 1) there is a significant effect of scientific approach combined with ERRQ strategy on the students? reading competency which total mean score (X: 77.27) (?: 0.01) ; 2) The differences of the effect of scientific approach combined with ERRQ strategy viewed from text types on the students? reading competency could be arranged consecutively as follows: narrative text (X 76.47), recount text (X:78.78), descriptive text (X: 76.83). keyword : Reading Competency, Scientific Approach, ERRQ Strategy, Text Types
AN ANALYSIS ON GENDER REPRESENTATION IN EFL TEXTBOOKS USED IN JUNIOR HIGH SCHOOL – ENGLISH IN FOCUS SERIES Eka Adi Putra, I Dewa Putu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek gender dalam buku teks Bahasa Inggris yang sekarang ini digunakan di Sekolah Menengah Pertama, English in Focus. Dalam penelitian ini terdapat tiga buku yang dianalisis terkait dengan lima aspek gender, antara lain kemunculan gender (gender visibility), pengedepanan (firstness), aktivitas kaum perempuan dan laki-laki, pekerjaan kaum perempuan dan laki-laki, dan representasi stereotipe dalam bahasa. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian deskriptif yang menerapkan teknik analisis isi (Content Analysis) untuk menunjukkan dan memverifikasi data yang diperlukan. Guna memperoleh hasil yang komprehensif, penelitian deskriptif ini menerapkan dua kerangka analisis, antara lain analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis jumlah kemunculan kaum laki-laki dan perempuan dalam ilustrasi dan teks, pengedepanan, pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan, aktivitas kaum perempuan dan laki-laki, sementara analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis pengedepanan, pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan, aktivitas kaum perempuan dan laki-laki, dan representasi stereotipe dalam bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stereotipe terhadap gender masih digambarkan dengan jelas di dalam buku teks yang dianalisis, khususnya pada pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan. Di samping itu, persentase kemunculan laki-laki lebih besar dari pada persentase kemunculan perempuan dalam lima aspek gender yang dianalisis. Oleh karena itu, ketiga buku teks tersebut seolah-olah hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Selanjutnya, disarankan kepada peneliti lain yang mengkaji masalah yang sejenis untuk menganalisis lebih banyak buku teks dan mengkaji perlakuan/tindakan guru terhadap buku teks yang mengandung  stereotipe terhadap gender.     Kata kunci:   buku teks, kemunculan gender, pengedepanan, stereotipe terhadap gender, representasi stereotipe dalam bahasa