cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM RAGAM TUTUR (ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA USING, BAHASA JAWA, DAN BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI) Mahayuni, Ni Ketut Cahya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.715 KB) | DOI: 10.23887/jurnal pendidika.v8i1.2985

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis (1) bentuk campur kode, (2) bentuk alih kode, dan (3) dampak penggunaan campur kode dan alih kode pada mahasiswa Uniersitas PGRI Banyuwangi dalam perkuliahan Bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini adalah 60 mahasiswa  dan 1 orang dosen Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan 1) bentuk penggunaan campur kode mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi dalam perkuliahan Bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi enam bentuk  yakni: a) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk  kata, b) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk  frasa, c) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk  baster, d) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk  perulangan kata, e) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk  ungkapan, dan f) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk  klausa. 2) Bentuk alih kode mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi dalam perkuliahan bahasa Indonesia ada dua yakni; a) alih kode yang berbentuk  alih bahasa; dan b) alih kode yang berbentuk  alih tingkat kehalusan bahasa. 3) Dampak pengunaan campur kode dan alih kode mahasiswa dalam perkuliahan Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Banyuwangi  ada lima yakni a) berdampak pada proses perkuliahan, b) berdampak pada dosen pengajar, c) berdampak pada mahasiswa, d) berdampak negatif pada bahasa pengantar, e) berdampak pada pemahaman materi oleh mahasiswa. Sesuai dengan temuan tersebut, disarankan bagi dosen pengajar, khususnya dosen yang mengampu mata kuliah bahasa Indonesia dapat memberikan pemahaman terkait penggunaan alih kode dan campur kode yang keberadaannya tidak dilarang, tetapi juga harus tetap memperhatikan kaidah dan juga situasi penggunaan alih kode dan campur kode. Penggunaan alih kode dan campur kode teap dilakukan karena dapat membantu menciptakan kelas yang kondusif dan juga mampu mempertahankan bahasa daerah; bagi mahasiswa agar semestinya mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar; dan bagi peneliti lain agar mampu menggali fakta-fakta penggunaan alih kode dan campur kode serta implikasinya dari berbagai bidang.
THE CONTRIBUTION OF SELF-ESTEEM AND LANGUAGE LEARNING STRATEGIES TO THE STUDENTS’ ENGLISH PROFICIENCY FOR SECOND YEAR STUDENTS OF SMA NEGERI 7 DENPASAR Pramita, Gusti Ayu Putri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.962 KB)

Abstract

Abstract Keywords: self-esteem, language learning strategies, students? English proficiency   This study aimed at finding out whether (1) there is a positive and significant contribution of self-esteem to the students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar, (2) there is positive and significant contribution of language learning strategies to the  students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar, and (3) there is positive and significant contribution of self-esteem and language learning strategies to the students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar. It was conducted in SMA Negeri 7 Denpasar. The data were gained by using two kinds of questionnaires Students? Self-Esteem Questionnaire and Strategy Inventory of Language Learning and TOEFL Prediction Test. This research was a predictive study and was conducted as quantitative research by using ex-post facto research design. The simple regression and multiple regressions were used in analyzing the research. From the result, it was found that (1) there was positive and significant contribution of self-esteem to the students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar with contribution 88.36%, (2) there was positive and significant contribution of language learning strategies to the  students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar with contribution 62.9%, and (3) there was positive and significant contribution of self-esteem and language learning strategies to the students? English proficiency for second year students of SMA 7 Denpasar with contribution 91.01%.   1. Background of the Study
Implementasi Pendekatan Kontekstual Berinspirasi Lingkungan Sekolah dalam Pembelajaran Menulis Puisi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud Gianyar ., NI WAYAN DESI BIDRAWATI; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran menulis pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud Gianyar, (2) implementasi pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan sekolah dalam menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud Gianyar, (3) kemampuan siswa dalam menulis puisi melalui implementasi pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan sekolah, (4) mengetahui respons siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud Gianyar terhadap implementasi pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan sekolah. Subjek penelitiannya adalah guru dan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan sudah sesuai dengan pedoman serta langkah-langkah pendekatan kontekstual, (2) guru bahasa Indonesia telah mengimplementasi pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan sekolah dengan baik melalui tujuh komponen pendekatan kontekstual, (3) Kemampuan siswa menulis puisi mendapat nilai rata-rata 88,5 yang menunjukkan hasil tuntas, (4) Siswa menunjukkan respons positif terhadap implementasi pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan sekolah dalam pembelajaran menulis puisi. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan sekolah di kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud Gianyar telah diimplementasikan dengan baik dan disarankan bagi guru bahasa Indonesia untuk menerapkan pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan sekolah dalam pembelajaran menulis puisiKata Kunci : pendekatan kontekstual, lingkungan sekolah, pembelajaran puisi The aims of this study of to determine and describe: (1) the planning of learning to write in eighth grade student in SMP Negeri 1 Ubud Gianyar, (2) the implementation contextual teaching and learning inspiration school environment in learning to write poetry of eighth grade student in SMP Negeri 1 Ubud Gianyar, (3) the ability of eighth grade student in SMP Negeri 1 Ubud Gianyar in learning to write poetry, (4) the responses of eighth grade student in SMP Negeri 1 Ubud Gianyar the implementation of contextual teaching and learning inspiration school environment to write poetry. This study used a descriptive research design. Subjects of this study were Indonesian teachers in Junior High School eighth grade SMP Negeri 1 Ubud Gianyar. Data collection method used is the method of observation, tests, interviews, documentation, and questionnaires. Data were analyzed using descriptive dara analysis ofquantitative-qualitative.. The results showed (1) planning is in conformity with the guidelines and measures contextual teaching and learning, (2) the Indonesian teachers have to implement contextual teaching and learning inspiration well school environment through seven components contextual approach, (3) The student ability to write poetry is 88,5 which shows the complete results, (4) A positive respons to ward the implementation of contextual teaching and learning inspiration school environment to write poetry. Based on these findings it can be concluded that the approach of contextual teaching and learning inspiration school environment Junior High School class eighth grade SMP Negeri 1 Ubud Gianyar has been implemented well and in recommended for Indonesian teachers to implement contextual teaching and learning inspiration school environment in learning to write poetrykeyword : contextual teaching and learning, school environment, learning write poetry
TUTURAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 SELONG DITINJAU DARI RETORIKA ., M. YAMIN JAMALUDIN; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.78 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan (1) prinsip organisasi tuturan guru (2) pola organisasi tuturan guru; dan (3) teknik pengembangan tuturan guru di kelas XI SMA Negeri 1 Selong. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Indonesia kelas XI. Objek penelitian ini adalah prinsip organisasi tuturan, pola organisasi tuturan, dan teknik pengembangan tuturan guru di kelas XI SMA Negeri 1 Selong. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara disertai pencatatan lapangan dan perekaman. Analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian dan klasifikasi data, (3) penyimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian bahwa tuturan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Selong adalah (1) prinsip organisasi tuturan guru bahasa Indonesia meliputi prinsip koherensi, kesatuan, dan penekanan. Ketiga prinsip itu saling berkaitan satu sama lain untuk menciptakan tuturan yang informatif; (2) pola organisasi tuturan guru bahasa Indonesia berupa pola urutan kronologis, topikal, kausal, dan pemecahan masalah; (3) Teknik pengembangan tuturan guru bahasa Indonesia berupa teknik induktif, deduktif, sebab akibat, menjelaskan, contoh, dan perulangan. Dengan demikian, tuturan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Selong ditinjau dari retorika memperlihatkan adanya prinsip organisasi tuturan, pola organisasi tuturan dan teknik pengembangan tuturan yang bervariasi yang digunakan untuk mempersuasi dan menjelaskan pelajaran.Kata Kunci : tuturan, retorika, guru, pembelajaran This research used a descriptive qualitative. The purpose of this research was to describe and explain (1) The principle of teachersâ?? speech organization (2) The pattern of teachersâ?? speech; and (3) The technique of developing teachersâ?? speech on the conversation at the eleventh grade of SMAN 1 Selong. The subject of this research was Indonesia Teachers who were teaching at the eleventh grade. The object of the research were; The principal of teachersâ?? speech organization, The pattern of teachersâ?? speech, and The technique of developing teachersâ?? speech on the conversation at the eleventh grade of SMAN 1 Selong. The data of this research were collected by using obseravtion technique and interview accompanied with note taking on the field and recording. Analyzing the data were done into three phases, Namely (1) data reduction, (2) presentation and classification of data and, (3) summary and verification of data. The result of the research shows that teachersâ?? speech in teaching Bahasa Indonesia at the eleventh grade of SMAN 1 Selong are as follows: (1) The principle of teachersâ?? speech organization in teaching Bahasa Indonesia used the principle of coherence, unity, and stressing. All these principles related each other to create informative speech; (2) The pattern of teachersâ?? speech organization in the form of chronological, topical, causal, and porblem solving. (3) The technique of developing teachersâ?? speech in teaching Bahasa Indonesia in the form of inductive, deductive, causity, explanation, examples, and review. Thus, the teachersâ?? speech in teaching Bahasa Indonesia at the eleventh grade of SMAN 1 Selong viewed from the rhetorica shows that there is the principle of speech organization, pattern of speech organization, and technique of developing speech variously which is used to persuade and explain the lesson. keyword : Speech, rhetorica, teachers, and Learning.
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERINSPIRASI ALAM PEDESAAN PADA SISWA KELAS V SD MAHARDIKA DENPASAR Sucipta, Md. Darma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.108 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas V SD Mahardika Denpasar dengan pendekatan kontekstual berinspirasi alam pedesaan, (2) mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas V SD Mahardika Denpasar dengan pendekatan kontekstual berinspirasi alam pedesaan, (3) mengetahui dan mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan kontekstual berinspirasi alam pedesaan pada siswa kelas V SD Mahardika Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas V SD Mahardika Denpasar. Jumlah populasi yang peneliti teliti adalah 16 orang siswa. Objek yang dikaji mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen untuk melihat persiapan perencanaan dan evaluasi dalam mengajar, metode observasi untuk menjawab rumusan masalah kedua mengambil data tentang penerapan dan respon siswa.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan sudah sesuai dengan pedoman serta langkah-langkah pendekatan kontekstual berinspirasi lingkungan alam pedesaan, (2) guru bahasa Indonesia pada kelas V SD Mahardika Denpasar telah menerapkan pendekatan kontekstual berinspirasi alam pedesaan dengan baik melalui 7 komponen pendekatan kontekstual, (3) kemampuan siswa menulis puisi mendapatkan nilai rata-rata di atas 75 menunjukkan hasil tuntas. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan kontekstual berinspirasi alam pedesaan di kelas V SD Mahardika Denpasar telah diterapkan dengan baik dan disarankan bagi guru bahasa Indonesia untuk menerapkan pendekatan kontekstual berinspirasi alam pedesaan dalam pembelajaran menulis puisi.
DYSLEXIA AND EFL TEACHING AND LEARNING: A CASE STUDY IN BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI Kusuma Dewi, Ketut Mirani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.231 KB)

Abstract

DYSLEXIA AND EFL TEACHING AND LEARNING: A CASE STUDY IN BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI by Ketut Mirani Kusuma Dewi This research was conducted in an attempt to give general overview how dyslexia influence students in learning English as Foreign Language, dyslexic students? responses in Innovative Teaching Method provided by teacher and the performance of dyslexic students in the four language skills. The subjects of this research were students of Bali Student Foundation (Yayasan Samiarsa Seminyak) class VI & VII who were confirmed dyslexic by Youth Shine Academy using Dyslexia Screening Test. By using European Language Portfolio, Classroom observation and teacher?s note, the researcher observed dyslexic students in EFL learning and narrated using case study report. Based on the data analysis, the study identified some findings.First, each dyslexic student displays a different set of features, but there is one common problem all dyslexics face - it is difficulty with the written language, a failure to recognize and interpret what is perceived. Dyslexia is a problem that many students face and have great difficulty coping with in a school environment. However, with the help and support of the teacher, dyslexic students can become successful learners. The role of teachers is to make educational adjustments to facilitate learning and create successful class environment. Some improvements have been obtained by dyslexic students using Innovative Teaching Methods with different time accumulation depend on complexity of their problems. The dyslexic students perform better in Speaking and Listening rather than in Writing and Reading but by time and strategy they can show improvement in Writing and Reading.     Key words: EFL teaching & Learning, Dyslexia and EFL DISLEKSIA DAN PEMBELAJARAN EFL: STUDI KASUS DI BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI oleh Ketut Mirani Kusuma Dewi   Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran umum bagaimana pengaruh disleksia pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, tanggapan siswa disleksia dalam Metode Pengajaran Inovatif yang diberikan oleh guru dan kinerja siswa disleksia dalam empat keterampilan berbahasa. Subyek penelitian ini adalah siswa dari Bali Children Foundation (Yayasan Samiarsa Seminyak) kelas VI & VII yang dikonfirmasi disleksia oleh Youth Shine Academy menggunakan Uji Disleksia. Dengan menggunakan European Language Portfolio, observasi Kelas dan catatan guru, peneliti mengamati siswa disleksia di pembelajaran EFL dan melaporkan dengan menggunakan studi kasus. Setiap penderita menampilkan gejala yang berbeda, tapi masalah umum anak dysleksia - adalah kesulitan dengan bahasa tertulis, kegagalan untuk mengenali dan menafsirkan apa yang dirasakan. Disleksia adalah masalah kesulitan belajar yang banyak siswa hadapi dan alami dalam lingkungan sekolah. Namun, dengan bantuan dan dukungan dari guru, siswa disleksia dapat menjadi pelajar yang sukses. Peran guru adalah melakukan penyesuaian untuk memfasilitasi pembelajaran dan menciptakan lingkungan kelas yang sukses. Beberapa perbaikan telah didapat oleh siswa disleksia menggunakan Metode Pengajaran Inovatif dengan akumulasi waktu yang berbeda tergantung pada kompleksitas masalah mereka. Para siswa disleksia tampil lebih baik dalam Berbicara dan Mendengarkan bukan di Menulis dan Membaca tetapi dengan waktu dan strategi mereka dapat menunjukkan perbaikan dalam Menulis dan Membaca.   Kata kunci: Pembelajaran EFL, Dyslexia and EFL
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI BERBAHASA BALI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 4 SINGARAJA ., PUTU DITA PERBAWANI; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh (1) pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi belajar terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi, (3) pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi tinggi terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali, dan (4) pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi rendah terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 4 Singaraja. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel kelompok (Clauster Sampling). Penelitian ini menggunakan rancangan non equivalent posttest only control group design. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pedoman kuesioner dan tes penilaian menulis karangan argumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar menulis karangan argumentasi berbahasa Bali (F=35,755; p
The Analysis of the Factors Affecting Undergraduate Students’ Difficulties in Writing Thesis in the English Department of Mahasaraswati University. ., LUKI ARIMESTI DWIHANDINI; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.524 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan mahasiswa dalam penulisan skripsi. Penelitian ini mengikuti penelitian deskriptif yang dikemukakan oleh Sapsford (di Cohen, Manion and Morrison, 2007: 209) yang meliputi definisi masalah, penyeleksian sampel, desain pengukuran, dan fokus partisipan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa dari departemen bahasa di Universitas Mahasarwati. Data dikumpulkan melalui lembar penilaian para ahli, kuesioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasikan tiga faktor utama yang memengaruhi kesulitan siswa dalam menulis skripsi. Pertama, faktor psikologis yang meliputi kekurang percayaan diri dalam memutuskan judul skripsi, memiliki pengetahuan dasar mengenai topik skripsi, dan menulis skripsi yang baik. Kedua, faktor sosial budaya yang meliputi kemampuan untuk menghubungkan dan membentuk kalimat menjadi penulisan skripsi yang baik, untuk memiliki pengetahuan yang baik dalam penulisan skripsi, dan untuk memahami budaya akademik di jurusan atau universitas mengenai penulisan skripsi. Akhirnya, faktor ketiga adalah faktor linguistik yang terdiri dari kesulitan dalam mengurangi kesalahan penggunaan tata bahasa dalam penulisan skripsi, dan dalam mengetahui dan/atau memutuskan bagian tata bahasa mana yang seharusnya dihapus, digantikan, ditambahkan dan diatur kembali dalam penulisan skripsi. Penelitian ini memiliki implikasi pada pengajaran menulis akademis, terutamanya dalam penulisan skripsi.Kata Kunci : Penelitian Deskriptif, Penulisan Skripsi, Faktor Psikologis, Faktor Sosial Budaya, Faktor Linguistik This study aimed at finding out the factors affecting undergraduate students? difficulties in writing thesis. This study followed the descriptive survey research proposed by Sapsford (in Cohen, Manion and Morrison, 2007: 209) which involves problem definition, sample selection, design measurement, and concern for participants. The subjects of the study were the undergraduate students in the English Department of Mahasaraswati University. The data were collected through expert judgment sheet, questionnaire, and interview. The findings of the study identified three major factors that affected undergraduate students? thesis writing. First, psychological factors that comprised lack of confidence in deciding thesis title, having prior knowledge due to thesis topic, and writing a good thesis. Second, sociocultural factors that covered ability to connect and form each sentence into meaningful thesis writing, to have knowledge of proper lexical items and linguistic units, and to have an understanding about the culture department of the university regarding the format of the thesis writing. Finally, the third factor is the linguistic factors that consisted of difficulties in minimalizing grammar error, and in knowing and/or deciding the grammatical items which should be deleted, replaced, supplied and reordered. This study has an implication to academic writing pedagogy, especially in thesis writing.keyword : Descriptive Survey, Thesis Writing, Psychological factors, Sociocultural factors, Linguistic factors
ANALISIS BUTIR-BUTIR SOAL ULANGAN UMUM BAHASA INDONESIA KELAS X SMAK HARAPAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012. Nuratni, Ni Putu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.792 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) validitas butir-butir  soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X, tentang  validitas isi, konstruk dan analisis butir-butir soal; (2) taraf kesukaran butir-butir soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X; (3) daya beda butir-butir soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X; dan (4) reliabilitas butir-butir  soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X SMA. Subjek penelitian ini adalah seorang guru dan 322 siswa kelas X SMAK Harapan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan dokumen berupa butir-butir soal ulangan umum dan hasil tes ulangan umum bahasa Indonesia kelas X SMAK Harapan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menentukan validitas isi dan konstruk.  Sedangkan  secara kuantitatif menggunakan koefisien point biserial dengan program Iteman untuk menentukan validitas soal, tingkat kesukaran dan daya beda.  Untuk  menentukan reliabilitas menggunakan rumus formula K-R 20 . Hasil penelitian terhadap butir-butir  soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X SMAK Harapan menunjukkan bahwa (1) validitas isi yang mencakup keterampilan membaca dan menulis tergolong baik; validitas konstruk tergolong baik yaitu 82% soal yang sesuai dengan kisi-kisi soal, dan 18% soal tidak sesuai dengan kisi-kisi soal; dan validitas butir-butir soal tergolong kurang baik yaitu 68% soal valid dan 32% tidak valid. (2) Tingkat kesukaran butir-butir soal tergolong kurang baik. (3) Daya beda butir-butir soal tergolong baik. (4) Reliabilitas  tergolong tinggi. Mengingat bahwa butir-butir soal ulangan umum merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan belajar siswa, maka kepala  sekolah hendaknya mewajibkan guru untuk, melakukan analisis butir-butir soal sehingga benar-benar dapat digunakan untuk mengukur kemampuan belajar siswa. Abstract. This research is descriptive quantitative-qualitative research which is aimed to describe (1) validity of Bahasa Indonesia test items Class X, about contain validity, construct and test items analysis; (2) difficulties level of Bahasa Indonesia test items class X; (3) differences of Indonesia test items class X; and (4) reliability of Indonesia test items class X. The subject of this research is a teacher and 322 students of SMAK Harapan class X. The method to collect the data used is method of collecting data of test and the result of Bahasa Indonesia test for class X SMAK Harapan. Data analysis id done descriptively and quantitatively by using average biserial point with Iteman Program to determine the validity and formula of K-R 20 to find the reliability. The result to Bahasa Indonesia test items class X SMAK Harapan showed that (1) contain validity which covered reading skill and writing skill are classified as good; construct validity is classified as good, that is 82% items which proper to the prediction items, and 18% items which is not proper to it; and items validity, is classified as not good, that is 68% valid items and 32% is not valid. (2) Difficulties level, test items are classified as not good (3) differences of test items is classified as the good one. (4) The reliability is classified as the high one. Considering that the test items are the instrument which is used to measure the students? ability, hence the school and especially the teacher should do the analysis of test items so that the test can be used to measure the students? ability. Kata Kunci: Analisis,  validitas, tingkat kesukaran, daya beda  dan  reliabilitas.
DEVELOPING BLENDED LEARNING BASED READING MATERIALS FOR THE TENTH GRADE MULTIMEDIA STUDENTS OF SMK WIRA HARAPAN Meliawati, .Komang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.622 KB)

Abstract

This study was a research and development (R&D) study designed by Lee and Owens (2004) which involved: need analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data were gathered through observation, questionnaires, interview, validation technique and test. The method of data collections were interactive data analysis and ideal theoretic reference. The result of this study showed that: (1) the students need specific reading material based on their future job; (2) the design of Blended Learning whose purpose was to make the teaching and learning process became student- centered activity and makes the students become self-assisted language learners; (3) the developed blended learning based on reading material had a very high validity; (4) the developed blended learning based on reading material could improve the students? reading comprehension; and (5) In developing and implementing the blended learning based reading material,  the technical problem was faced by the teacher.