cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI DI DESA BERABAN, KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN ., KADEK ARY KUNTI PUTRI; ., Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa Indonesia pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik pada anak usia dini yang berusia 2 ? 5 tahun di Desa Beraban Kecamatan Kediri, Tabanan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, perlu adanya metode-metode penelitian yang akurat pula. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan teknik rekam dan catat kemudian dianalisis menggunakan dengan cara mengumpulkan data melalui observasi dan dokumentasi percakapan yang dilakukan oleh anak usia dini ke dalam kartu data kemudian mendeskripsikan hasil data serta menyimpulkan hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anak usia 2 dan 3 tahun memperoleh bunyi vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/,dan / / serta bunyi konsonan yang muncul yaitu /b/, /c/,/d/,/g/,/j/,/l/,/m/,/n/,/p/,/t/ juga mengalami perubahan bunyi /r/ diucapkan /l/ , /s/ diucapkan /c/ dan bunyi /au/ menjadi /o/ sedangkan pada anak yang berusia 4 - 5 tahun sudah memperoleh semua bunyi vokal dan bunyi konsonan kecuali bunyi /r/ yang frekuensinya jarang. (2) Anak usia dua tahun dalam pemerolehan morfologi belum memperoleh kata yang mendapatkan proses afiksasi serta muncul morfem yang tidak utuh sedangkan pada anak yang berusia 3 ? 4 tahun sudah muncul morfem yang utuh dan prefiks {meN-} dan usia 5 tahun lebih banyak muncul pemerolehan afiksasi. (3) Pada tataran sintaksis, anak yang berusia 2-3 tahun hanya memperoleh ujaran satu kata, sedangkan anak yang berumur 4-5 tahun sudah memperoleh satu kalimat tunggal yaitu K-S-P-O (4) Pada tataran semantik hampir semua ujaran anak mengandung makna denotatif, hanya ada dua kalimat yang muncul dengan makna konotatif. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa anak-anak usia dini di desa Beraban Kecamatan Kediri, Tabanan, memperoleh fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik secara bertahap yang sesuai dengan usianya dan mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Kata Kunci : pemerolehan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik This study aims to analyze the Indonesian acquisition at the level of phonology, morphology, syntax and semantics in early childhood aged 2-5 years in the Village Beraban Kediri subdistrict, Tabanan. This study was designed in the form of qualitative research. The data in this study were collected using the method of observation with recording techniques and record. The results showed that: (1) children aged 2 and 3 years has gained the vowels / a /, / i /, / u /, / e /, / /, and / o / and consonant sounds that appear ie / b / , / c /, / d /, / g /, / j /, / l /, / m /, / n /, / p /, / t / is also changing the sound / r / is pronounced / l / and / s / pronounced / c / and sound / au / to / o /, while in children aged 4 and 5 years already acquired all vowel and consonant sounds except the sound / r / is sometimes clearly audible. (2) children aged two years in the acquisition of morphology that have not received word as well as emerging morpheme affixation process is not complete, while in children aged 3-4 years has appeared intact and the prefix morpheme {MeN-} and 5 years of age appear more acquisition affixation. (3) at the level of syntax, children aged 2-3 years only obtain holofrase speech, while children aged 4-5 years have gained a single sentence that is KSPO (4) at the level of semantic nearly all children contain denotative utterances, there is only two sentences appear with connotative meaning. Based on these findings it can be concluded, that the children in the village early age Beraban District of Kediri, Tabanan, acquire phonology, morphology, syntax and semantics in stages in accordance with the age and began the simple to the complexkeyword : acquisition phonology, morphology, syntax, and semantics
ANALISIS ALAT EVALUASI BAHAN AJAR BAHASA BALI SMP KELAS VII SEMESTER GENAP BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENILAIAN AUTENTIK Wirani, Sukma.; Martha, Nengah; Sutama, Made
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.252 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa Bali yang dipakai SMP di Kota Singaraja pada kelas VII semester genap berdasarkan karakteristik penilaian autentik dan untuk mengetahui factor penyebab ketidaksesuaian alat evaluasi dengan karakteristik penilaian autentik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskrptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian bahan ajar mulok bahasa Bali SMP kelas VII semester genap penerbit Tim MGMP Bahasa Bali kabupaten Buleleng dan objek penelitian ini adalah alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa Bali SMP kelas VII semester genap berdasarkan penilaian autentik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Tahapan dalam menganalisis data adalah reduksi data, klasifikasi data, pendeskripsian data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dari hasil menganalisis data didapatkan kualitas alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa bali yang memiliki kualitas autentik sebesar 55 soal 21.6%, yang memiliki kategori kurang autentik sebesar 48 soal atau sebesar 18.8%, dan yang tidak autentik dengan jumlah soal 152 (59.6%) butir soal. Pemerolehan kualitas alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa Bali yang autentik dipengaruhi oleh pemrolehan jumlah soal pada 5 karakteristik penilaian autentik, bentuk-bentuk soal yang mendapat kualitas autentk adalah bentuk unjuk kerja baik secara lisan maupun tulisan, dan tugas proyek.  Faktor penyebab alat evaluasi menjadi tidak sesuai dengan karakteristik penilaian autentik adalah tes belum terumuskan dalam SK, KD dan Indikator, tes yang dibuat masih memiliki bentuk tes jawaban pendek, tes pemahaman wacana, tes pembentukan kata, tes pemahaman kosakata dan tes objektif. Penelitian ini bermanfaat bagi guru, tim penyusun bahan ajar dan dinas pendidikan kabupaten Buleleng. Diharapkan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai alat evaluasi yang dipakai di sekolah-sekolah.   Kata Kunci; alat evaluasi, bahan ajar, penilaian autentik, bahasa bali.                                 Abstact This study aims to determine the quality of instructional materials evaluation tool Mulok Balinese language spoken in the city of Singaraja on the junior class VII semester based on the characteristics of authentic assessment and to determine the cause of the discrepancy factor evaluation tool with the characteristics of authentic assessment. This study uses qualitative research design deskrptif-quantitative. Research subjects Balinese language teaching materials Mulok junior class VII semester publisher Tim MGMPs Balinese regency of Buleleng and the object of this study is an evaluation tool Balinese language teaching materials Mulok VII semester junior class based on authentic assessment. Data collection in this study using observation and documentation. Stages in analyzing the data is data reduction, data classification, data description, data presentation, and drawing conclusions. From the results obtained analyzing data quality evaluation tool Mulok language teaching materials that have the quality of authentic bali for 55 about 21.6%, which has less authentic by 48 categories matter or by 18.8%, and that is not authentic to the number of about 152 (59.6%) items. Obtaining quality materials evaluation tool Mulok authentic Balinese language is influenced by the amount of matter in 5 pemrolehan characteristics of authentic assessment, forms of matter that gets autentk quality is a form of performance both orally and in writing, and project assignments. Causative factor evaluation tool to be not in accordance with the characteristics of authentic assessment is not a test formulated in SK, KD and Indicators, which made ??the test still has the form of a short answer test, discourse comprehension tests, tests of word formation, vocabulary and comprehension test objective tests. This research is useful for teachers, teaching materials and the drafting team Buleleng district education office. Expected for other researchers to conduct further research into the evaluation tool used in schools.   Keyword; evaluation tool, instructional materials, authentic assessment, balines language
Kualitas Butir Soal Pilihan Ganda Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas XII SMK Saraswati Denpasar ., NI PUTU NITRA PRIYANTHINI; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu (1) kesesuaian penulisan butir soal pilihan ganda dengan kaidah penulisan butir soal pilihan ganda, (2) daya beda, dan (3) tingkat kesukaran. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah dua bundel berkas, yaitu dua berkas kisi-kisi, dua berkas soal ujian akhir semester ganjil, dua berkas kunci jawaban, dan dua berkas lembar jawaban siswa. Objek penelitian dalam penelitian ini, yaitu (1) kesesuaian penulisan butir soal pilihan ganda dengan kaidah penulisan butir soal pilihan ganda, (2) daya beda, dan (3) tingkat kesukaran. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini, (1) kesesuaian butir soal pilihan ganda mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Saraswati Denpasar adalah sangat tinggi dari segi materi, tinggi dari segi konstruksi, dan sangat tinggi dari segi bahasa, (2) daya beda butir soal pilihan ganda mata pelajaran Bahasa Indonesia pada ujian akhir semester ganjil di SMK Saraswati 1 Denpasar adalah 4% baik, 30 % cukup/sedang, 52 % jelek, dan 14% jelek sekali dan daya beda butir soal di SMK Saraswati 2 Denpasar adalah 6 % baik, 32% cukup/sedang, 48% jelek, dan 14% jelek sekali, dan (3) tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda mata pelajaran Bahasa Indonesia pada ujian akhir semester ganjil di SMK Saraswati 1 Denpasar adalah 6% terlalu sukar, 74% sedang/cukup, dan 20% terlalu mudah dan tingkat kesukaran di SMK Saraswati 2 Denpasar adalah 4% terlau sukar, 86% sedang/cukup, dan 10% terlalu mudah.Kata Kunci : kesesuaian penulisan, daya beda, dan tingkat kesukaran. This study aims to find out a few things, namely (1) the suitability of writing multiple-choice items with the rules of writing multiple-choice items, (2) different power, and (3) the level of difficulty. The research subjects in this study were two bundles of files, two grilles file, two files odd semester final exams, two key file an answer, and the two beams of student answer sheets. The research objects in this study, namely (1) the suitability of writing multiple-choice items with the rules of writing multiple-choice items, (2) different power, and (3) the level of difficulty. The data were analyzed by the method of documentation method. Data collected were analyzed using statistic description. The result of this study, (1) the suitability of grain multiple choice questions Indonesian subjects in SMK Saraswati Denpasar is very high in terms of material, tend to be high in terms of contraction, and is very high on the language, (2) different power point multiple choice questions Indonesian subjects odd semester the final exams in SMK Saraswati 1 Denpasar is 4% excellent, 30% satisfactory, 52% poor, and 14% negative/very poor and different power items in SMK Saraswati 2 Denpasar is 6% excellent, 32% satisfactory, 48% poor, and 14% negative/very poor, and (3) the difficulty level item multiple choice questions Indonesian odd subjects in the final exams in SMK Saraswati 1 Denpasar is 6% too difficult, 74% sufficient/moderate, and 20% is to easy, and the level of difficulty in SMK Saraswati 2 Denpasar is 4% too difficult, 86% sufficient/moderate, and 10% is too easy.keyword : compatibility of writing, ability to differentiate, and level of difficulty.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA SASTRA INDONESIA DAN PERANGKAT PENILAIAN AUTENTIK SISWA KELAS VII SEMESTER 1 SMP NEGERI 8 DENPASAR Md Aryaningsih, I Gst. A.; Sudiana, N.; Martha, N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.185 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Masalah yang ditemui di SMP Negeri 8 Denpasar adalah kurang tersedianya bahan ajar membaca sastra yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan penilaian yang digunakan oleh guru tidak bercirikan penilaian autentik. Terkait dengan masalah ini, tujuan penelitian: (a) untuk mengembangkan bahan ajar membaca sastra Indonesia yang layak dan dapat diaplikasikan, dan (b) untuk mengembangkan perangkat penilaian yang bercirikan penilaian autentik. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi: analisis kebutuhan, mengembangkan desain, mengembangkan bahan ajar, uji awal, revisi, produk uji awal, uji ulang, revisi, uji akhir, dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan kuesioner. Data hasil tes uji coba dianalisis secara statistik deskriptif. Data hasil studi empirik tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dianalisis secara deskriptif. Hasil uji coba pengembangan bahan ajar membaca sastra Indonesia dan perangkat penilaian autentik mencapai nilai rata-rata di atas KKM (80). Berdasarkan hasil uji coba, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan telah layak dan dapat diaplikasikan. Demikian juga penilaian yang dikembangkan telah bercirikan penilaian autentik, karena penilaian telah mampu digunakan untuk mengungkap kompetensi yang diinginkan atau sesuai dengan indikator.   Kata kunci : bahan ajar, membaca sastra, penilaian autentik   Abstract This research belongs to research and development (R&D). The problems faced at SMP Negeri 8 Denpasar are the lack of reading material of Indonesian literature which is not appropriate with the students? needs and the assessment used by the teachers is not authentic. The purposes of this study are (a) To develop reading material of Indonesian literature which is appropriate and applicable, and (b) To develop assessment which is authentic. This research and development used a model proposed by Borg and Gall (1983) which was modified such as: need analysis, developing design, developing material, pre-test, revision, product preliminary test, product re-test, revision, posttest, and final product. The data was gathered by using test, observation sheet, and questionnaires. The preliminary test was analyzed by using descriptive statistic while the data about empirical study about the implementation of reading material of Indonesian literature was analyzed descriptively. The tryout test shows that the result is above 80 (standard achievement score). Based on the tryout?s result, it can be concluded that material developed is appropriate and applicable while the assessment developed is authentic and appropriate where it is also based on the competency and indicator that want to be achieved.   Keywords : Teaching Material, Reading Literature, Authentic Assessment.
PENGARUH BRAINSTORMING BERBASIS COPY THE MASTER TERHADAP EFEKTIVITAS ASPEK RETORIKA TULIS SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA SISWA SMAN 1 SEMARAPURA ., I NENGAH SUECA; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas aspek retorika tulis karangan eksposisi, mendeskripsikan pengaruh brainstorming berbasis copy the master terhadap efektivitas aspek retorika tulis karangan eksposisi, dan mendeskripsikan implikasi brainstorming berbasis copy the master terhadap pembentukan karakter-bangsa siswa kelas X MIA SMAN 1 Semarapura. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMAN 1 Semarapura dengan sampel kelas X MIA 2 dan X MIA 5. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan nonequevalent posttest only control group design. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data efektivitas aspek retorika tulis karangan eksposisi dengan uji-t sampel independen. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data pembentukan karakter bangsa yang diperoleh dari hasil kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata efektivitas aspek retorika tulis karangan eksposisi dengan brainstorming berbasis copy the master sebesar 84,5313 dengan kualifikasi sangat tinggi (84,5313 > 75,005), sedangkan skor rata-rata efektivitas aspek retorika tulis karangan eksposisi dengan metode konvensional sebesar 72,5 dengan kualifikasi tinggi (72,5 > 58,335 ? 75,005); (2) analisis uji-t sampel independen menunjukkan nilai thit = 7,761 (p = 0,000 < 0,05) yang menandakan hipotesis nol (Ho) ditolak; (3) hasil analisis univariat data pembentukan karakter bangsa dengan brainstormning berbasis copy the master menunjukkan skor rata-rata sebesar 138,1875 dengan kualifikasi sangat tinggi. Hal tersebut menunjukkan ada pengaruh yang signifikan brainstorming berbasis copy the master terhadap efektivitas aspek retorika tulis karangan ekpsosisi dan ada implikasinya dalam pembentukan karakter-bangsa siswa SMAN 1 Semarapura.Kata Kunci : brainstorming, master, aspek retorika tulis This research aimed to describe the effectiveness of writing rhetorical aspects of exposition essay, describe the influence of brainstorming based copy the master to the effectiveness of writing rhetorical aspects of exposition essay, and describe the implications of brainstorming based copy the master to the development of national-character in class X MIA students of SMAN 1 Semarapura. The population in this research was all students of class X MIA SMAN 1 Semarapura in which X MIA 2 and X MIA 5 became the sample. This research used a quasi-experimental with nonequevalent posttest only control group design. Analyses of the data used were quantitative and qualitative analysis. The quantitative analysis was used to analyze the data effectiveness of writing rhetorical aspects of exposition essay with independent samples t-test. Meanwhile, the qualitative analysis was used to analyze the data of the development of national-character obtained from the questionnaire. The result of this study showed that (1) the average score in effectiveness of writing rhetorical aspects of exposition essay with brainstorming based copy the master was 84.5313 with very high qualification (84.5313 > 75.005), while the average score in effectiveness of writing rhetorical aspects of exposition essay with conventional methods was 72.5 with high qualifications (72.5 > 58.335 ? 75.005); (2) analysis of independent samples t-test showed that thit value = 7.761 (p = 0.000 < 0.05) which means that the null hypothesis (Ho) is rejected; (3) the results of the univariate analysis of the data of the national-character development with brainstormning based copy the master showed an average score of 138.1875 with very high qualifications. It can be concluded that there is significant effect of brainstorming based copy the master to the effectiveness of writing rhetorical aspects of exposition essay and its implication in developing national-character students of SMAN 1 Semarapura.keyword : brainstorming, master, writing rhetorical aspects
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT BERBASIS KURIKULUM 2013 PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BATURITI Kusumayanti, Ni Komang Wiwik
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.573 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis teks anekdot yang berbasis kurikulum 2013 dikelas X SMA Negeri 1 Baturiti. (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot yang berbasis kurikulum 2013 di kelas X SMA Negeri 1 Baturiti dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menulis teks anekdot yang berbasis kurikulum 2013 di kelas X SMA Negeri 1 Baturiti. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Rancangan deskriptif kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran yang jelas, objektif, sistematis, dan cermat mengenai fakta-fakta actual dalam menulis teks anekdot. Lingkup penelitian ini yaitu pembelajaran menulis teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X semester ganjil. Sementaraitu, objek penelitian ini pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturiti. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi: (a) dokumentasi, (b) observasi, dan (c) metode wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif mengikuti teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, bahwa RPP yang dibuat oleh guru memiliki beberapa kelemahan, yaitu: tujuan pembelajaran tidak sesuai dengan indikator, materi pengayaan,alokasi waktu pada langkah-langkah pembelajaran tidak tampak, dan lembar tes tulis yang dituangkan dalam RPP belum jelas mengarah pada indikator-indikator yang dijabarkan berdasarkan kompetensi dasar. Pada tahap pelaksanaan, terdapat ketidaksesuaian antara RPP yang dirancang oleh guru dengan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Hal ini tercermin dalam proses pembelajaran pada saat pelajaran berlangsung dan terakhir pada tahap evaluasi, pelaksanaan evaluasi memang sudah baik dan sudah sesuai dengan teknik dan bentuk penilaian autentik, hanya saja masih memiliki beberapa kelemahan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN BALI POST PADA SISWA KELAS XI SMA (SLUA) SARASWATI 1 DENPASAR ., NI MADE RINAYANTHI; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bahan ajar membaca cepat dengan menggunakan ?Bali Post? yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari buku siswa. Penelitian ini dilaksanakam di SMA (Slua) Saraswati 1 Denpasar, dengan subjek penelitian disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon siswa dan guru, tes indikator membaca dan mengukur kemampuan membaca cepat. Data yang telah dikumpulkan diolah secara deskriptif kualitatif Hasil penelitian adalah bahan ajar membaca cepat dengan menggunakan ?Bali Post? yang berkualitas valid, praktis dan efektif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) hasil validasi dari 2 ahli pakar menunjukan 3,0 yang berarti valid dan dapat digunakan dalam uji coba terbatas dan uji coba luas 2) hasil kepraktisan bahan ajar yang diberikan berupa angket respon guru dan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba luas dengan subjek siswa memberikan skor rata-rata 3.2 dan skor rata-rata dari guru 3.4 maka dengan demikian dapat dikatakan bahan ajar ini praktis dapat digunakan. 3)hasil keefektifan bahan ajar membaca dihitung dari hasil tes siswa yang kemudian digunakan sebagai hasil persentase untuk mengukur kemampuan kecepatan membaca siswa maka hasil yang diperoleh efektif digunakan dengan nilai rata-rata siswa 38,95 dan merupakan kriteria sangat baik dan kemampuan rata-rata siswa dalam membaca cepat adalah 200 kata permenit (Kpm). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan secara signifikan terhadap bahan ajar yang digunakan berdasarkan 3 aspek yang sudah diuji cobakan, dengan demikian bahan ajar membaca cepat dengan menggunakan ?Bali Post? berupa Buku Siswa dapat digunakan secara mandiri dan kelompok karena menarik dan efektif untuk pembelajaran membaca. Kata Kunci : Pengembangan bahan ajar, Membaca cepat, Bali Post This aims of this research to obtain a speed reading instructional materials by using "Bali Post" is a valid, practical, and effective. The type of this research is development research. Teaching materials developed consists of student books. This study is implemented in Saraswati high school (Slua) 1 Denpasar, the research subjects adapted to the stages of research. The instrument used in this research is the validation sheet, questionnaire responses of students and teachers, test indicator measures the ability to read and a quick read. Processed data collected by qualitative descriptive. Results of the research is a quick read teaching materials using the "Bali Post" is a valid quality, practical and effective. These results indicate that: 1) the results of two expert validation shows 3.0 which means a valid and can be used in limited trials and extensive testing 2) the results of the practicality of teaching materials in the form of questionnaire responses of teachers and students on a limited trial and extensive trials with subjects students gave an average score of 3.2 and an average score of 3.4, the teacher can thus be said this practical teaching materials can be used. 3) read the results of the effectiveness of instructional materials was calculated from the results of tests students are then used as the results for the percentage of students reading speed capability then effectively use the results obtained with an average value of 38.95 students and an excellent criterion and average ability students speed reading is 200 words per minute (KPM). Based on these findings it can be concluded that there are significant improvements in the use of teaching materials based on 3 aspects that has been tested, thus teaching materials read quickly by using the "Bali Post" Students Books can be used independently and as interesting and effective group learning read.keyword : The development of teaching materials, reading quickly,
DEVELOPING SUPPLEMENTARY ENGLISH VOCABULARY FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF THE GOVERNMENT ELEMENTARY SCHOOLS IN BADUNG REGENCY Wisudayanti, Ayu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.16 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengenali jenis kosakata yang disajikan untuk siswa kelas empat Sekolah Dasar negeri di Kabupaten Badung berdasarkan silabus, (2) menginvestigasi jenis-jenis materi tambahan yang seharusnya dikembangkan untuk siswa kelas empat Sekolah Dasar negeri di Kabupaten Badung, dan (3) mengembangkan materi tambahan kosakata bahasa Inggris untuk siswa kelas empat Sekolah Dasar negeri di Kabupaten Badung. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan penelitian dan pengembangan yang dianjurkan oleh Sugiyono (2010). Isi dari produk penelitian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang disebutkan di dokumen BNSP. Kosakata yang disajikan untuk siswa kelas empat tersebut di atas meliputi kosakata yang sesuai untuk mendeskripsikan atau kosakata di bawah kategori: (1) perkenalan, (2) benda-benda di ruang kelas, (3) anggota keluarga, (4) kegiatan di kelas, (5) pakaian, dan (6) binatang. Jumlah kosakata yang diperkenalkan adalah seratus tujuh puluh kata yang meliputi seratus enam puluh tiga kata yang tergolong pada content words dan tujuh kata yang tergolong pada function words. Materi kosakata tambahan yang seharusnya dikembangkan meliputi (1) lihat gambar dan pelajari gambar tersebut, (2) melengkapi kata-kata and mencocokannya dengan gambar yang tepat, (3) menyusun huruf-huruf acak dan mencocokkannya dengan gambar yang tepat, (4) membuat kalimat berdasarkan gambar yang diberikan untuk setiap nomor, (5) membaca wacana dan melingkari benda-benda yang disebutkan dalam wacana tersebut, (6) mengganti gambar dengan kata-kata, (7) menemukan dan menulis kata-kata, dan (8) mengerjakan teka-teki. Produk yang berbentuk materi tambahan diujicobakan dua kali. Pertama, produk diujicobakan pada 27 siswa kelas 5 SD No. 4 Mengwitani. Hasil dari data analisis menunjukkan bahwa ada dua soal yang tidak valid dan ada beberapa soal yang tidak tergolong pada kategori sangat baik untuk index diskriminasi. Oleh karena itu, produk direvisi berdasarkan data analisa dan saran dari pembimbing dan tim ahli. Kedua, produk diujicoba di enam SD negeri di Kabupaten Badung. Hasil data analisis menunjukkan semua soal valid dan digolongkan pada kategori rata-rata dan sangat baik untuk index diskriminasi yang berarti bahwa produk tidak perlu direvisi lagi. 2  Oleh karena itu, produk tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kosakata siswa kelas 4 sebagai materi tambahan dalam belajar kosakata bahasa Inggris.  Kata Kuci: kosakata, materi tambahan
Konstruksi Feminisme pada Novel Putri Karya Putu Wijaya (Analisis Wacana Kritis Sara Mills) ., NI MADE HEMAYANTI WIDARI; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi feminisme dan representasi posisi subjek-objek serta posisi pembaca yang ditampilkan dalam novel Putri karya Putu Wijaya berdasarkan analisis wacana kritis Sara Mills. Subjek penelitian ini adalah novel Putri sedangkan objek penelitian ini konstruksi feminisme dan representasi posisi subjek-objek serta posisi pembaca yang ditampilkan dalam novel Putri. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan instrumen utama adalah check list. Melalui analisis konstruksi feminisme secara kritis terhadap novel Putri, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, bentuk konstruksi feminisme yang muncul yaitu: (1) marginalisasi direpresentasikan dalam bentuk pemiskinan perempuan dengan cara pelarangan untuk menempuh pendidikan dan bekerja; (2) subordinasi direpresentasikan dalam bentuk kaum lelaki bebas untuk menentukan dan memilih apa yang diinginkan; (3) stereotipe mengindikasikan bahwa perempuan memiliki sifat penggoda, lemah, emosional, dan tidak rasional; (4) kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk fisik dan psikis; dan (5) beban kerja dialami oleh Putri dan Nyoman. Kedua, posisi subjek dalam penelitian ini yaitu Joni dan Ketut Regig. Teks dalam novel menunjukkan kedua laki-laki tersebut menggunakan kekuasaannya sebagai laki-laki kepada objek yakni Putri dan Made Sunari. Pembaca diposisikan dengan melihat permasalahan dari sudut pandang subjek, sedangkan kata ganti orang pertama ?aku? menuntun pembaca menjadi subjek. Pembaca seolah-olah akan merasa dirinya menjadi subjek, dan tujuan subjek di dalam novel tersebut adalah mengajak pembaca untuk ikut masuk dalam wacana tersebut, seperti ikut melihat langsung apa yang terjadi pada objek. Peneliti menyarankan agar penulis teks, baik novel, berita, atau artikel agar selalu memperhatikan kesetaraan gender, khususnya perempuan.Kata Kunci : analisis wacana kritis, konstruksi feminisme, novel This study uses descriptive qualitative design aimed to describe construction feminism and representation of the subject-object position and the position is shown in the novel Putri by Putu Wijaya based on Sara Mills critical discourse analysis. The subject is Putri novel and the object is construction feminism and representation of the subject-object position and the position has shown in the novel Putri. Through a critical analysis of the construction of feminism Putri novel, obtained the following results. First, construction of feminism that emerged is: (1) the marginalization of women represented in the form of pauperization by the prohibition study and work; (2) the subordination represented with the shape of men was free to pick and choose what they want; (3) the stereotypes indicate that women who has perventer characteristic, weak, emotional, and irrational; (4) the violence to the women in the form of physical and psychological; and (5) the work in overload experienced by Putri and Nyoman. Second, the position of the subjects in this study is Joni and Ketut Regig. Text in the novel shows the second man to use his power as a man to the object that is Putri and Made Sunari. The reader is positioned to look at the problem from the point of view of the subject, while the first-person pronoun "I" leads the reader into the subject. The reader will feel as if he became the subject, and the subject of the novel purpose is to invite the reader to go in the discourse, such as taking a direct view of what is happening on the object. Researcher suggest to the author text, among novels, news, or articles to always pay attention to gender equality, especially women. keyword : construction feminism, critical discourse analysis, novels
ANALISIS PERTANYAAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 3 SELONG LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013 ., H. LALU SEGEP WIDJAYA; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.588 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti: jenis pertanyaan guru Bahasa Indonesia dalam interaksi belajar mengajar, tingkat kognitif pertanyaan guru, dan fungsi pertanyaan guru. Untuk mencapai tujuan penelitian rancangan penelitian deskriptif digunakan. Sampelnya adalah seorang guru yang mengajar Bahasa Indonesia di kelas V, SD 3 Selong, Lombok Timur. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi yang dibantu dengan perekaman proses pembelajaran dan interview. Analisis data dilakukan dengan rangkaian langkah yaitu: reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan guru selama interaksi kegiatan belajar mengajar berkisar pada pertanyaan menyempit sejumlah 62 pertanyaan atau 62.62% dan pertanyaan meluas sebanyak 37 pertanyaan atau 37.37%. Terkait dengan tingkat pertanyaan guru, hasil penelitian adalah sebagai berikut: pertanyaan pengetahuan sebanyak 40 pertanyaan atau 43.01 %, pertanyaan pemahaman sebanyak 42 pertanyaan atau 45.61%, pertanyaan aplikasi sebanyak 4 pertanyaan atau 4.30% dan pertanyaan evaluasi sebanyak 4 pertanyaan atau 4.30%. Secara umum pertanyaan itu berfungsi sebagai strategi dalam interaksi belajar mengajar.Kata Kunci : Pertanyaan guru, jenis pertanyaan guru dalam interaksi belajar, tingkat kognitif pertanyaan, dan fungsi pertanyaan Abstract This reasearch was conducted to examine : the types of teacherâ??s questions in teaching learning interaction of Indonesian language, the cognitive level of teacherâ??s questions in teaching learning interaction of Indonesian language, and function of teacherâ??s questions teacherâ??s questions in teaching learning interaction of Indonesian language. To achieve the research objectives descriptive research design was employed. One teacher was chosen as the subject of the study, this teacher taught Bahasa Indonesia to the fifth grade students of state elementary school 3 Selong, East Lombok. The data was collected using observation method assisted by the recording of teaching learning process and interview. The data analysis was carried out in a series of processes: data reduction, data presentation and conclusion. The result of the present study showed that the teacher asked 62 narrow questions or 62.62 % and 37 broad questions or 37.37 %. From cognitive level of questions, questions of knowledge were 40 questions or 43.01 %, comprehension questions were 42 questions or 45.61 % , application questions were 2 questions or 2.15%, analysis questions were 1 question or 1.07%, synthesis questions were 4 questions or 4.30%, and evaluation questions were 4 questions or 4.30%. The questions mainly function as a strategy for teaching and learning interaction. keyword : Teacherâ??s question, Teaching and learning Interaction types of question, Cognitive level of questions, and function of questions.