cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
A COURSE DESIGN OF INTERVIEW PREPARATION CLASS AT THE BALI HOTEL SCHOOL ., NI MADE AYU SULASMINI; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.146 KB)

Abstract

Sebelum memasuki dunia kerja, calon tenaga kerja perhotelan harus melalui proses wawancara berbahasa Inggris. Mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali dibekali dengan keterampilan wawancara melalui pelatihan Interview Preparation. Pelatihan tersebut diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa dalam mengikuti wawancara. Hanya saja, hasil yang diharapkan belum memadai. Proses pelatihan belum dilengkapi oleh perangkat pembelajaran yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain mata pelatihan Interview Preparation di Sekolah Perhotelan Bali yang meliputi silabus, materi serta perangkat evaluasi. Ini adalah studi deskriptif kualitatif, dengan pengembangan model desain mata pelatihan yang dikemukakan oleh Hutchinson and Waters (1978), kerangka pengembangan materi oleh Jolly dan Balitho (1998) serta kriteria materi yang baik oleh Tomlinson (1998).Data diperoleh melalui interview dan kuisioner serta dianalisi secara kulaitatif. Penelitian ini menghasilkan silabus, materi, serta perangkat evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa berdasarkan rata-rata nilai pre tes 60 dan post test 70.Kata Kunci : Desain pelatihan, silabus, pengembangan materi, evaluasi Entering the workforce, hospitality workers must attend an interview process in English. Students of The Bali Hotel School, especially Cruise line program were scheduled to attend the Interview Preparation class to prepare them with the future interview. However, the result was not maximal. The training process was not completed with the proper instrument. This research aimed to develop a course design for English Interview Preparation at The Bali Hotel School including the syllabus, material and the assessment procedure. The research was descriptive qualitative, followed the course design model by Hutchinson and Waters (1978), material development framework by Jolly and Balitho (1998) and considered the criteria of a good material by Tomlinson (1998). The data were collected through interview and questionnaire and qualitatively analyzed. The research generated syllabus, material, and evaluation procedure that effectively increase the students? achievement on the Interview Preparation class from the average score of pre test 60 to post test 70. keyword : Keywords: Course Design, syllabus, material development, evaluation
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS V MI AL MA’RUF DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2011/2012 ., S i f a
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.784 KB)

Abstract

Abstrak: Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis di Kelas V MI Al Ma?ruf Denpasar, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk  mengetahui (1) perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis dengan pendekatan kontekstual, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual, (3)  evaluasi yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual, (4) hambatan-hambatan guru bahasa Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual di Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf Denpasar. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode pengumpulan dokumen. Metode ini berfungsi untuk mendapatkan data  berupa silabus dan RPP, metode observasi dan wawancara untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan-hambatan dalam pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis data kualitatif yakni reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan/verifikasi. Hasil penelitian tentang pembelajaran keterampilan menulis dengan pendekatan kontekstual di Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang mencakup penyusunan silabus dan  RPP dilakukan sendiri oleh guru dan mengacu kepada Standar Proses. (2) pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang mencakup kegiatan awal, inti dan penutup belum sepenuhnya sejalan  dengan standar proses. (3) evaluasi yang dilakukan oleh guru masih menggunakan tes standar, belum menerapkan penilaian yang sebenarnya (authentic Assesment). (4) hambatan-hambatan dalam pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual dialami guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pemahaman guru tentang KTSP pada umumnya dan pendekatan kontekstual pada khusunya. Sejalan dengan simpulan penelitian ini, disarankan kepada guru untuk  meningkatkan pemahamannya terhadap penerapan KTSP dan pendekatan kontekstual bagi pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis. This research is a descriptive qualitative research that?s aimed to know (1) the planning of Indonesian learning in writing skill using contextual approach, (2) the implementation of writing learning using contextual approach, (3) evaluation that?s done by teacher in writing learning using contextual approach, (4) the obstacles of Indonesian?s teacher in implementing the writing learning using contextual approach in Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf Denpasar. The subject in this research is the 5th grade students and the Indonesian teacher of Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf. The data collection of this research uses document collection method to get data such as syllabus and lesson plan (RPP), observation and interview method to get data about implementation, evaluation, and obstacles in learning. The analysis data in this research uses qualitative analysis data procedure that is data reduction, data presentation, and conclusion/ verification. The research result about writing skill learning using contextual approach in Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf showed that (1) learning planning that included syllabus and lesson plan (RPP) composing was done by the teacher itself. (2) the learning implementation showed that the learning implementation that included pre activity, while activity and post activity haven?t follow the standard process yet. (3)  Evaluation that?s done by teacher is still using standard test, it hasn?t apply the real scoring (authentic Assessment) yet. (the obstacles in writing learning using contextual approach was faced by teacher in planning, implementing, and evaluating. Those were caused by the lack of teacher?s comprehension about KTSP in generally and especially about contextual approach. By the conclusion of this research it?s suggested for the teacher to improve his/ her comprehension related with the implementation of KTSP and contextual approach in learning Indonesian especially in writing skill. Kata Kunci: pendekatan kontekstual, pembelajaran menulis, perencanaan, pelaksanaan, dan     evaluasi, hambatan
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap Kemampuan Berbicara dan Menulis Narasi pada Siswa Penutur Asing di Kelas VII SMP Lentera Kasih. ., Ni Putu Desy Damayanthi; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, (2) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, dan (3) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen, desain penelitiannya adalah One Group Only Pree-Posttest Design. Subjek penelitian yakni seluruh siswa kelas VII SMP Lentera Kasih, jumlah 15 siswa dengan menggunakan teknik intake group. Anggota populasi mendapatkan perlakuan sama yakni pretest dan posttest. Data keterampilan berbicara dikumpulkan dengan metode tes berbicara, data kemampuan menulis narasi diperoleh melalui metode tes. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, (2) terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, dan (3) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif, berbicara, menulis narasi This study aims to describe (1) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to speak in Indonesian language for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, (2) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to write narrative paragraphs for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, and (3) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to speak and write a narrative for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih. The design of this study is a quasi-experimental design, the study was using the Only One Group Pree-posttest design. The subjects of this experiment are all students in grade VII of SMP Lentera Kasih, the number of the subjects are 15 students selected by using a technique called intake group. Members of the subjects received the same treatment which are pretest and posttest. The speaking data has been collected by the method of speaking skills tests and the writing data were obtained through the narrative writing skills test. This study uses statistical analysis techniques of MANOVA. The results are (1) there is an influence of cooperative learning model T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to speak Indonesian language foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, (2) there is a significant influence of cooperative learning T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to write narrative paragraphs for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, and (3) there is an influence of cooperative learning model T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to speak and write a narrative writing for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih.keyword : models cooperative learning, speaking, write narrative
PERBANDINGAN FRASE VERBA DALAM BAHASA INDONESIA DENGAN FRASE VERBA DALAM BAHASA BELANDA: SEBUAH KAJIAN ANALISIS KONTRASTIF ., YOGA PUTRA SEMADI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.577 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) persamaan dan perbedaan frase verba dalam bahasa Indonesia dengan frase verba dalam bahasa Belanda pada kalimat tunggal dan (2) persamaan dan perbedaan frase verba dalam bahasa Indonesia dengan frase verba dalam bahasa Belanda pada kalimat majemuk. Subjek penelitian ini adalah buku yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Belanda, serta native speaker orang Belanda. Objek penelitian ini adalah perbandingan frase verba dalam bahasa Indonesia dengan frase verba dalam bahasa Belanda pada kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen dan wawancara. Metode analisis data digunakan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persamaannya, yaitu dibentuk oleh afiksasi, letak verba di belakang nominal, adanya kata kerja bantu, dibentuk oleh keterangan aspek, verba dapat berbentuk verba dasar. Perbedaanya, yaitu pembentukan verba oleh afiks, pembentukan kalimat aktif-pasif, letak verba berdasarkan tenses, penggunaan kata kerja bantu, perpaduan verba dengan kelas kata lain, pembentukan kalimat tunggal bentuk interogatif dan imperatif. (2) Persamaannya, yaitu dibentuk oleh afiksasi, perpaduan verba dan keterangan, letak verba dalam induk kalimat. Perbedaanya, yaitu posisi verba berbeda di dalam induk maupun anak kalimat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan yang signifikan antara frase verba dalam bahasa Indonesia dan bahasa Belanda pada kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Untuk itu, disarankan kepada lembaga pendidikan agar selalu melakukan penelitian terkait dengan perbandingan struktur bahasa antara bahasa satu dan bahasa lainnya. Kata Kunci : frase verba, analisis kontrastif. This qualitative descriptive study aims to describe (1) the similarities and differences of the verb phrase in Indonesian and Dutch language on simple sentence, and (2) the similarities and differences of the verb phrase in Indonesian and Dutch language on complex sentence. The subjects of this study were the books of Indonesian and Dutch language, and native speakers of Dutch language. Object of this study is the comparison of the verb phrase in single sentence and complex sentence of Indonesian and Dutch language. The data collection methods used is the method of recording documents and interviews. There are several steps for data analysis; those are data reduction, data report, and conclusion. The result of study shows that (1) the similarities are formed by affixation; the verb position is behind of nominal; there are auxiliaries verb, formed by aspect adverbial, the form of verb is base verb. The differences are verb formed by affixation, the formation of active-passive sentences; the position of the verb based on tenses, there are auxiliaries verb, formed by other word class, formation of a single sentence interrogative and imperative forms. (2) The similarities of verb phrase in the complex sentence are formed by affixation; formed by aspect adverbial, the position of the verb in the main clause. The difference is the position of the verb is different in the stem and clause. Based on the results of study, it can be concluded that there are significant similarities and differences between verb phrases in Indonesian and Dutch languages in single and complex sentence. Therefore, it is suggested to educational institutions to always conduct research about the comparison of language structure to other languages. keyword : verb phrase, contrastive analysis.
CLASSROOM INTERACTION ANALYSIS IN BILINGUAL SCIENCE CLASSES IN SMAN 4 DENPASAR Kumpul, I Nengah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.349 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aimed at investigating the classroom interaction types in RSBI class by using FIAC (Flanders Interaction Analysis Categories) system. FIAC system is a system that aims to measure the classroom interaction which has 10 categories, namely (1) accepting feeling, (2) praising and encouraging, (3) accepting or using ideas of student, (4) asking questions, (5) lecturing, (6) giving directions, (7) criticizing or justifying authority, (8) student-talk response, (9) student-talk initiation, and (10) silence. This study was conducted in XI. IPA 1 RSBI in SMA Negeri 4 Denpasar which consisted of thirty six students; twenty one were males and fiveteen were females. This study was carried out based on the case or phenomenon of the growth of RSBI school in Denpasar. For this reason, it is supposed that the classroom interaction of RSBI class will be different from the regular ones. The objectives of this study were to find out the classroom interaction characteristics based on the 10 Flanders categories and to find out the constraints faced by teacher and students in conducting teaching- learning process.   Key words: classroom interaction, Flanders interaction analysis, RSBI class.
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Ditinjau dari Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert terhadap Kemampuan Mengemukakan Gagasan secara Lisan Siswa Kelas V SD di Gugus 5 Sukawati ., NI KADEK SRI WEDARI; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, (2) mengetahui pengaruh interaksi antara penggunaan media gambar dan tipe kepribadian terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, (3) mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert, dan (4) mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus 5 Sukawati yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Objek penelitian ini adalah kemampuan siswa mengemukakan gagasan secara lisan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner tipe kepribadian dan tes berbicara. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Anava dua jalur melalui uji F dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, (2) terdapat pengaruh interaksi antara penggunaan media gambar dan tipe kepribadian terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa; (3) terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki kepribadian ekstrovert, dan (4) terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki kepribadian introvert. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa penggunaan media gambar memiliki pengaruh terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, baik pada siswa dengan kepribadian ekstrovert maupun introvert. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran berbicara, penggunaan media gambar tepat digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, guru juga perlu mempertimbangkan atau memperhatikan tipe kepribadian yang dimiliki oleh siswa.Kata Kunci : media gambar, tipe kepribadian, gagasan This study aims to (1) know the imfluence of the usage of picture media toward the ability to express some ideas orally, (2) to know the interaction effect between the usage of picture media and personality type toward the ability to express some ideas orally, (3) to know the effect of the usage of picture media toward the ability to express some ideas orally to the students that have extrovert personality, and (4) to know the effect of the usage of picture media toward the ability to express some ideas orally to the students that have introvert personality. The subjects in this study were the students of grade V in elementary school in Cluster 5 Sukawati who have extrovert and introvert personalities. The object of this study is the ability of the students to present ideas orally. The data was collected through questionnaire of personality type and a speaking test. Hypothesis testing was done by two ways of Anava through the F test and Tukey test. The results showed that (1) there are significant influence of picture media usage ability to express ideas orally, (2) there is an interaction effect between the usage of picture media and personality type on the ability of the students when present ideas orally, (3) there are significant picture media usage toward the ability to express the ideas from the students who have the extrovert personality, and (4) there are significant picture media usage toward the ability to express the ideas from the students who have the introvert personality. Based on these findings it can be concluded that the usage of picture media have an influence on the ability to express ideas orally, both in students with extrovert and introvert personalities. Therefore, in the process of learning to speak, the usage of picture media was right to use as a medium of learning. In addition, teachers also need to consider or pay attention to the type of personality that is owned by the students. keyword : picture media, type of personality, idea
Developing Supplementary English Teaching Materials for the Tenth Year Students of SMA PGRI 6 Denpasar in Implementing Curriculum 2013 ., NI MADE YUNIARI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.755 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan materi bahan ajar penunjang Bahasa Inggris untuk siswa Kelas X SMA PGRI 6 Denpasar dalam mengimplementasi Kurikulum 2013. Pada studi ini, model R&D dari Sugiono digunakan sebagai prosedur penelitian. Dimulai dari menganalisis silabus kurikulum 2013. Dari analisis tersebut ditemukan ada Sembilan unit dalam materi bahan ajar penunjang bahasa Inggris. Tiap unit terdapat tema, topik, dan aktifitas-aktifitas. Dalam studi ini data didapat dari rubrik dan kuesioner. Rubrik berdasarkan kriteria materi yang baik menurut Tomlinson dan BSNP. Rubric ini diisi oleh ahli praktisi dan guru. Sedangkan kuesioner diisi oleh guru dan siswa. Dalam studi ini Pretest dan posttest juga dilakukan. Hasil dari pretest adalah 79, 08, sedangkan hasil dari posttest adalah 86,58. Ini menunjukkan bahwa hasil rata-rata posttest lebih tinggi dari pretest. Ini dapat disimpulkan bahwa materi bahan ajar penunjang bahasa Inggris ini efektif digunakan untuk mengajar bahasa Inggris pengimpementasi kurikulum 2013. Kata Kunci : Penunjang, Materi Bahan Ajar Bahasa Inggris, Kurikulum 2013 The aim of this study is to develop the supplementary English teaching materials for the tenth year students of SMA PGRI 6 Denpasar in implementing Curriculum 2013. In this study, the model of Research and Development by Sugiono was employed as the research procedures. It started from the need analysis. It was done by analyzing syllabus of curriculum 2013. From the need analysis, it was found that there were nine units in the supplementary English teaching materials. Each unit had a theme, a unit, and activities. In this study the data were obtained by using rubric and questionnaire taken from the criteria of a good material by Tomlinson and BSNP. The rubric was filled by the expert judgments and teacher, while the questionnaire was filled by teacher and students. In this study the pretest and posttest were also conducted. The result of pretest?s mean score was 79.08, and the posttest was 86.58. The result of posttest?s mean score is higher than pretest?s mean score. It can be concluded that the supplementary English teaching materials is effective to be used for teaching English in implementing curriculum 2013. keyword : Supplementary, English Teaching Materials, Curriculum 2013
Penyikapan Putu Wijaya terhadap Tradisi Bali: Sebuah Kajian Sosiokultural Novel Putri. DESI, LUH
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.804 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyikapan Putu Wijaya terhadap Tradisi Bali: Sebuah Kajian Sosiokultural Novel Putri. OLEH LUH DESI   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh dalam novel Putri karya Putu Wijaya, yang memberikan aksentuasi terhadap tradisi Bali, mendeskripsikan tradisi Bali dalam novel Putri, dan sikap Putu Wijaya yang terepleksi dalam novel Putri. Novel yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah novel Putri I dan Putri II, karya Putu Wijaya. Dalam mengaji kedua novel ini, digunakan beberapa teori yang dipandang relevan, yaitu teori sosiologi sastra, teori representasi, dan beberapa teori pendukung lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berdasarkan pengajian kedua novel ini, yaitu tokoh-tokoh yang hadir dalam novel Putri cukup memberikan aksentuasi terhadap tradisi Bali. Putri yang menjadi tokoh sentral dalam kedua novel ini menggugat tradisi yang dipandang telah memperbudak masyarakat pendukungnya. Putri mencetuskan tradisi baru melalui pemikirannya yang lebih rasional. Tokoh Putri telah memperjuangkan kaumnya agar tidak tersubordinat oleh kaum laki-laki.Tradisi yang dianggap penting dalam kehidupan masyarakat perlu dilakukan modernisasi agar tradisi yang telah memfosil mendapat pencerahan untuk melalui pemikiran-pemikiran rasional. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh diharapkan ada  penelitian  lanjutan untuk mencari sisi lain dan menguaknya kembali dengan wacana yang berbeda.   Kata kunci: tokoh, tradisi, penyikapan ABSTRACT Putu Wijaya attitude Bali Against Tradition: A Study of Novel sociocultural Princess   This study aims to describe  characters in the novel Putri Putu Wijaya's work, which gives the accentuation of the traditions of Bali, described the novel tradition in Bali, Putu Wijaya and attitudes in a novel that reflected Putri. Novel objects used in this study is  novel putri I and putri II, by Putu Wijaya. In this novel the second chant, used some of the theories considered relevant, namely the sociology of literary theory, representation theory, and several other supporting theories. The study is based on the study of this novel, the characters are present in the novel Putri gives accentuation of the Balinese tradition. Putri who became a central figure in the novel is considered a tradition that has sued the enslaved community supporters. Daughter sparked a new tradition with a more rational thinking. Figures have been fighting for his people so that women do not cornered by men. Which is considered an important tradition in public life needs to be done to modernize the tradition that has been fossilized for enlightenment through rational thinking. Based on research results obtained are expected to have advanced research to find the other side and reveal it again with a different discourse.   Key words: character, tradition, attitude
CITRA GURU DALAM FILM INDONESIA BERDASARKAN TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA ., NI WAYAN SUKMA ADNYANINGSIH; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jalinan unsur intrinsik film dalam merepresentasikan citra guru, (2) kondisi kejiwaan guru yang direpresentasikan dalam film ditinjau dari teori psikoanalisis Sigmun Freud, (3) kondisi kejiwaan guru yang direpresentasikan dalam film ditinjau dari teori holistik-dinamis Abraham Maslow, dan (4) citra guru yang direpresentasikan dalam film berkaitan dengan empat kompetensi guru. Subjek penelitian ialah film Indonesia. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Film yang sesuai dengan tujuan penelitian adalah film Laskar Pelangi, Semesta Mendukung, dan Serdadu Kumbang. Objek penelitian adalah citra guru. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi menggunakan kartu data. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jalinan unsur intrinsik film memperlihatkan totalitas kemaknaan yang padu dalam merepresentasikan citra guru; (2) kondisi kejiwaan guru ditinjau dari teori psikoanalisis menunjukkan tiga temuan: pertama, tokoh guru cenderung sehat secara psikologis, id dan superego terintegrasi dalam ego dan beroperasi harmonis; kedua, guru kerap mengalami kecemasan realistis karena peka terhadap permasalahan siswa; ketiga, guru cenderung menggunakan mekanisme pertahanan sublimasi, mengalihkan emosi dengan melakukan tindakan yang bersifat konstruktif; (3) kondisi kejiwaan guru ditinjau dari teori holistik-dinamis adalah individu yang mampu memenuhi kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta dan keberadaan, penghargaan, hingga mencapai kebutuhan aktualisasi diri; (4) citra guru dalam film Indonesia terkait empat kompetensi guru adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Berdasarkan temuan yang diperoleh, peneliti menyarankan kepada sutradara agar mempertahankan kreativitas dalam membuat film yang mengadaptasi masalah sosial bangsa seperti masalah pendidikan yang memuat citra guru.Kata Kunci : Citra guru, film, psikologi sastra The aims of this research are to describe (1) the intrinsic elements interrelation of films in representing teachers' image, (2) the psychiatric condition of teachers represented in films, which is observed from psychoanalysis theory of Sigmun Freud, (3) the psychiatric condition of teachers represented in film which is observed from the holistic-dynamic theory of Abraham Maslow, and (4) teachers' image which is represented in the film related with four competencies of teachers. The subject of this research are Indonesian films. The samples are determined by purposive sampling techniques, the films which are appropriate with the aims of the research are: the Laskar Pelangi, Semesta Mendukung, and Serdadu Kumbang films. The object of this research are the teachers' images. The data are collected by documentation methods using data cards. The data analysis is done by three steps, which are: data reduction, data presentation, and data verification. The result of this research shows: (1) the intrinsic element interrelation films show the solid totality of significance in representing teachers? images; (2) the psychiatric condition of teachers seen from the psychoanalysis theory shows three important findings: first, the teachers figure tend to be healthy psychologically, id and superego are integrated into the ego and operate in harmony; second, teachers often experience a realistic anxiety because they are sensitive to their students' problems; third, teachers tend to use a defense mechanisms of sublimation, diverting emotion by doing a constructive action; (3) teachers' psychological condition viewed from the holistic-dynamic theory is that individual is able to fulfil their psychological, safety, love, and esteem to become self actualization; (4) the teachers? image in Indonesian films relate with four teacher competence, they are: teachers who have pedagogical, personality, social, and professional competency. Based on the findings, the researcher suggest the film directors to keep their creativities in making film which adapting social problems of this country, such as education problems and teachers.keyword : teachers' images, film, psychology literature
THE EFFECT OF TASK-BASED LANGUAGE TEACHING AND ENGLISH GRAMMAR MASTERY ON THE WRITING COMPETENCY OF THE THIRD SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM OF UNMAS DENPASAR ., I PUTU YOGA BAWANTARA; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengaruh pengajaran bahasa berbasis tugas dan penguasaan tata bahasa inggris (grammar mastery) siswa terhadap kompetensi menulis siswa semester ketiga program pendidikan bahasa inggris UNMAS Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan hanya pendistribusian post test kepada kelompok eksperimen dan kontrol untuk mendapatkan hasil kompetensi menulis siswa setelah pengajaran dilakukan dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa semester ketiga 'dari bahasa Inggris Program Studi Pendidikan UNMAS Denpasar terdiri dari 135 siswa di mana 52 siswa dipilih sebagai sampel melalui Intact Group Random Sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui tes penguasaan tata bahasa (grammar mastery test) dan uji tertulis dan dianalisis dengan menggunakan ANOVA Dua Arah dan uji Tukey dibantu oleh SPSS 22,0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, pertama, siswa yang diperlakukan dengan penerapan Pengajaran Bahasa berbasis tugas mendapat skor yang lebih baik didalam kompetensi menulis dari pada mereka yang diperlakukan dengan penerapan strategi pembelajaran konvensional; Kedua, tidak ada efek interaksional antara pengajaran bahasa berbasis task dan penguasaan tata bahasa (grammar mastery) siswa atas kompetensi menulis siswa yang dimana temuan menunjukkan bahwa hipotesis H0 nol diterima karena hasil perhitungan skor nilai probabilitas yang lebih tinggi dari 0.05. Dari data output diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0.758, yang lebih tinggi dari 0.05. itu berarti bahwa tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran bahasa berbasis tugas dan penguasaan tata bahasa (grammar mastery) siswa atas kompetensi menulis siswa. Namun bertentangan dengan pengujian hipotesis kedua, bahwa siswa yang diajarkan dengan menggunakan pengajaran bahasa berbasis tugas memiliki kompetensi menulis yang seharusnya lebih baik daripada mereka yang diperlakukan dengan strategi mengajar konvensional. itu bisa dilihat dari pernyataan hipotesis pertama dan hasil uji Tukey yang diberikan kepada masing-masing variabel di mana tes menunjukkan hasil yang signifikan yang dibuktikan dengan skor nilai probabilitas adalah 0.00 dan itu lebih rendah dari 0.05 Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa, siswa yang diperlakukan dengan penerapan pengajaran bahasa berbasis tugas memiliki kemampuan menulis lebih baik daripada mereka yang diperlakukan oleh strategi mengajar konvensional. Namun, jika strategi ini dilaksanakan atau diterapkan dengan mempertimbangkan penguasaan tata bahasa (grammar mastery) mereka, hasil antara pelaksanaan pengajaran bahasa berbasis tugas dan strategi pembelajaran konvensional tidak memberikan hasil yang signifikan pada kompetensi menulis siswa.Kata Kunci : pengajaran bahasa berbasis tugas, kemampuan menulis, penguasaan tata bahasa (grammar mastery), jurusan bahasa Inggris Program Studi Pendidikan UNMAS Denpasar. This study was an experimental study aimed at finding out the effect of task-based language teaching and students? English grammar mastery on the students? writing competency. Post test was administered to the experimental and control groups to obtain the result of students? writing competency after treatment was done with 2 x 2 factorial design. The population of the study was the third semester students of English Education Study Program of UNMAS Denpasar consisted of 135 students where 52 students were chosen as the sample through intact group random sampling technique. The data of the research were collected through a grammar mastery test and writing test and were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey test assisted by SPSS 22.0. The research findings showed that: (1) the students who were treated by task-based language teaching got better score in writing competency than those who were treated by conventional teaching strategy and (2) there was no interactional effect between task-based language teaching and grammar mastery upon the students? writing competency where the findings showed that the null hypotesis H0 was accepted becuase of the calculation of probability value score was higher than 0.05. From the data output it was known that the probability value was 0.758, which was higher than 0.05. It means that there was no interaction between task-based language teaching strategy and students? grammar mastery upon students? writing competency. However in contrast with the second hypothesis testing, that the students who were taught by using task-based language teaching had better writing competency than those who were treated by conventional teaching strategy. It could be seen from the statement of the first hypothesis and the result of the Tukey test which was administered to each variable in which the test showed a significant result which was proved by the probability value score of task-based language teaching strategy was 0.00 which was lower than 0.05 Furthermore, it could be concluded that, the students who were treated by using task-based language teaching had better writing competency than those who were treated by using conventional teaching strategy. However, if the strategy was implemented by considering the students? grammar mastery, the result between the implementation of task based language teaching and the conventional teaching strategy gave no significant result on students? writing competency.keyword : Task-based Language Teaching Strategy, Writing Competency, English Grammar Mastery, English Education Study Program of UNMAS Denpasar, Conventional Teaching Strategy