cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINTIFIK-INOVATIF GURU BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 KUBU Astrawan, I Kadek Vera
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.715 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran saintifik-inovatif yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kubu. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 orang guru dan objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala penerapan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan identifikasi, klasifikasi, penafsiran, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan model pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu silabus dan penyusunan RPP. Silabus yang digunakan berasal dari Kemdikbud dan RPP disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 103 tahun 2014. (2) pelaksanaan pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik, yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Di samping itu, guru memvariasikan model pembelajaran dengan bamboo dancing, artikulasi, dan debat aktif. (3) evaluasi pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, yaitu penilaian proses dan hasil. (4) kendala-kendala yang dihadapi meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Simpulan penelitian ini adalah perencanaan model pembelajaran berpedoman pada silabus dan RPP. Pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan langkah-langkah pendekatan saintifik. Evaluasi model pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, yaitu penilaian proses dan hasil. Kendala-kendala yang dihadapi meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru disarankan lebih cermat dalam menyusun RPP dan pihak sekolah memberikan pelatihan terkait implementasi model pembelajaran saintifik-inovatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DITINJAU DARI MINAT BACA PADA SISWA KELAS X SMK TI BALI GLOBAL DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Rumasni, Ni Wayan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.083 KB) | DOI: 10.23887/jurnal pendidika.v8i1.2988

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) ada tidaknya pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi, (2) ada tidaknya pengaruh interaksi antara pembelajaran dan minat baca terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi, (3) ada tidaknya pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan menulis laporan hasil observasi pada siswa yang memiliki minat baca tinggi, dan (4)  ada tidaknya pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa yang memiliki minat baca rendah. Rancangan penelitian ini eksperimen. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Denpasar yang memiliki minat baca tinggi dan rendah. Data minat baca siswa dikumpulkan melalui kuesioner minat baca dan data kemampuan menulis teks laporan hasil observasi siswa dikumpulkan dengan tes menulis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Anava dua jalur melalui uji F dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,  (1) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek  terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi, (2) terdapat pengaruh interaksi antara penerapan model pembelajaran berbasis proyek dan minat baca terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi, (3) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa yang memiliki minat baca tinggi, dan (4) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa yang memiliki minat baca rendah. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada guru dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi menerapkan model pembelajaran berbasis proyek, serta menanamkan pentingnya kegiatan membaca bagi siswa.
Pengaruh Kebiasaan Berbahasa Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman dan Menulis Narasi Siswa Kelas III SD Negeri 6 Pedungan. Gunasari, Candra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gunasari, Candra. 2012. Pengaruh Kebiasaan Berbahasa Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman dan Menulis Narasi Siswa Kelas III SD Negeri 6 Pedungan. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd, dan (2) Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd   Kata Kunci: kebiasaan berbahasa, kemampuan membaca pemahaman dan menulis narasi   Penelitian ini mengkaji masalah kebiasaan berbahasa siswa dilihat dari penggunaan bahasa dilingkungan keluarga. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian kuantitatif ekpos fakto. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD N 6 Pedungan. Masing-masing siswa dalam kelas tersebut berjumlah 42 orang. Total jumlah sumber data adalah 84 siswa. Objek penelitian ini secara umum adalah terkait dengan kebiasaan berbahasa siswa. Siswa di kelas III SD tersebut memiliki kebiasaan berbahasa yang berbeda berdasarkan lingkungan keluarga di rumah masing-masing. Guna mendapatkan data yang relevan, dalam penelitian ini digunakan tiga metode pengumpulan data yaitu kuesioner, pemberian tes, dan penugasan (pemberian tugas). Teknik analis data dilakukan dengan T-Test atau T-score. Pengunaan T-Test dalam menganalisis data adalah karena T-Test pada prinsipnya adalah suatu teknik statistik untuk menguji hipotesis, tentang ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara dua kelompok sampel. Mencari nilai T uji sampel berpasangan dengan alat bantu sofwtware SPSS For Windows 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa kelas III SD N 6 Pedungan yang berkebiasaan bahasa Bali dan yang berkebiasaan bahasa Indonesia, tidak terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi antara siswa kelas III SD N 6 Pedungan yang berkebiasaan bahasa Bali dan yang berkebiasaan bahasa Indonesia, dan tidak terdapat perbedaan kemampuan membaca dan menulis antara siswa kelas III SD N 6 Pedungan yang berkebiasaan bahasa Bali dan yang berkebiasaan bahasa Indonesia. Perbedaan nilai tersebut tidak terlalu signifikan sehingga kemampuan siswa terlihat tidak jauh berbeda.                           Alpha ABSTRACT Gunasari, Candra. Of 2012. Habits Of The Net Effect of Reading Comprehension Ability and Narrative Writing Class III Elementary School Students Pedungan 6. Supervisor: (1) Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd, and (2) Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd.           Keywords: language habits, reading comprehension and writing ability of narrative This study examines the issue of students viewed the habit of speaking the language of the family environment. Therefore, this research was conducted using quantitative research design of exposure facto. Subjects in this study were elementary school students in grade III N 6 Pedungan. Each student in the class numbered 42 people. Total number of data sources is 84 students. General object of this study is related to the habit of speaking students. Elementary school students in the class III had a habit of speaking that vary based on the family environment in their homes. In order to obtain relevant data, in this study used three methods of data collection are questionnaires, giving a test, and assignment (giving the task). Engineering data analysts conducted by T-Test or T-score. Use of T-Test in analyzing the data is due principally T-Test is a statistical technique to test the hypothesis, about the presence or absence of significant differences between the two groups of samples. Finding the value of paired sample T test with a tool sofwtware SPSS 17.0 For Windows. The results showed that there was no difference in reading comprehension skills among elementary school students in grade III N 6 Pedungan that berkebiasaan berkebiasaan Balinese and Indonesian, there is no difference between students' narrative writing skills III class 6 SD N berkebiasaan Pedungan the Balinese language and the language Indonesia, and there is no difference between the ability to read and write elementary school students in grade III N 6 Pedungan that Balinese and Indonesian. Difference value is not too significant, so the ability of students do not look much different.         
Penerapan Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Paragraf Narasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Rendang ., I WAYAN SUMERTA; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, (2) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru ketika menerapkan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, dan (3) respons siswa terkait dengan penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf narasi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Rendang. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X SMA Negeri 1 Rendang. Objek penelitian ini adalah penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, kendala-kendala yang dihadapi oleh guru, dan respons siswa terkait penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, kuesioner. Ada beberapa langkah dalam menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dilakukan melalui beberapa langkah yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. (2) Kendala guru, yaitu guru sulit mengondisikan kelas, perhatian siswa yang belum terfokus dalam pembelajaran. (3) Siswa merespons positif pembelajaran dengan metode sugesti-imajinasi berbantu media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf narasi, yaitu dengan skor 40,8. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu sudah sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan. Kendala guru ialah sulit mengondisikan siswa. Respons siswa positif, yaitu sebesar 40,8. Untuk itu, disarankan kepada guru bahasa Indonesia agar menggunakan metode sugesti imajinasi sebagai alternatif dalam pembelajaran.Kata Kunci : metode sugesti-imajinasi, paragraf narasi. This qualitative descriptive study aimed to describe (1) the application of the suggestion-imagination methods by the song media, (2) the constraints faced by teachers when applying the suggestion-imagination methods by the song media, and (3) students respond in the application of the suggestion-imagination methods by the song media in writing learning narrative paragraphs Class X students of SMAN 1 Rendang. The subjects were teachers and students of class X SMA Negeri 1 Rendang. The object is the application of the suggestion-imagination methods by the song media, the constraints faced by teachers when applying the suggestion-imagination methods by the song media, and students respond in the application of suggestion-imagination methods of the song media. Data collection method used is the observation, interviews, and questionnaires method. There are several steps in analyzing the data, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that (1) the application of the suggestion-imagination methods by the song media is done through some effective steps to learning goal. (2) Constraints teachers, which is a difficult condition the classroom, and the attention students not focused in the learning process. (3) Students respond is positive to learning which uses a method of suggestion-imagination by the song media, with score 40,8. Based on the results and discussion, it can be concluded that the suggestion-imagination methods by the song media is appropriate with the steps that have been set. For that suggestion to Indonesian teachers to use this the suggestion-imagination methods as a alternative of the learning.keyword : suggestion-imagination methods, narrative paragraphs.
PENGGUNAAN BAHASA MBOJO DI LINGKUNGAN MASYARAKAT BIMA DI BIMA: SEBUAH KAJIAN VARIASI BAHASA ., ERWIN; ., Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Dr. Arifin, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.594 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian variasi bahasa dengan menggunakan pendekan sosiolinguistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan penggunaan bahasa Mbojo di lingkungan masyarakat Bima berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kedudukan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah masyarakat Bima penutur asli Bahasa Mbojo (dou Donggo). Data penelitian berupa percakapan yang dikumpulkan dengan metode perekaman, dan observasi, serta wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif dengan tahap, sebagai berikut: (1) analisis data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia, Pn-Mt sebaya, dan Pn tua-Mt muda menggunakan variasi lumrah dan kadang-kadang kasar; Pn muda-Mt tua, menggunaan variasi lumrah dan halus. Berdasarkan jenis kelamin, Pn?Mt L/P sebaya menggunaan variasi lumrah; Pn L-Mt P/Pn P-Mt L sebaya menggunakan variasi lumrah dan halus; Pn L tua/atasan-Mt L muda/bawahan menggunakan variasi lumrah dan kasar, sedangkan Pn-Mt P menggunakan variasi lumrah. Berdasarkan kedudukan, Pn atasan-Mt bawahan menggunakan variasi lumrah dan halus, kadang-kadang kasar; Pn-Mt yang kedudukan sama, menggunakan variasi lumrah, dan kadang-kadang halus; Pn bawahan-Mt atasan menggunakan variasi halus dan kadang-kadang lumrah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa Mbojo di lingkungan masyarakat Bima bervariasi sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan kedudukan/jabatan Pn-Mt- nya. Kata Kunci : penggunaan, variasi bahasa, masyarakat, bima The purposes of this study are described and explain of language user of Bima language (Bahasa Mbojo) in Bima area based on aged, gender (male and female), and status. In this research, the researcher used describes method. The subject of this study is Bima nees that use Bima language (Bahasa Mbojo). The data collections in this study are record, observation and interview. Analysis data in this study, the researcher used interactive model, like data analysis, data reduction, data display and verifying. In this study shown that Bima nees used language variety. Based on age, Bima ness used language variety, suck like Pn-Mt same age, and Pn old-Mt young they used language standard and sometime bad language; Pn young-Mt old, they used language standard and soft language. Based on gender (female and male) they used language variety suck like, Pn-Mt fame and female of the same age, they used language standard. Pn men-Mt women/Pn men-Mt women of the same age they used language standard and soft language; Pn old men-Mt young men they used language standard and bad language, while Pn-Mt women they used language standard. Whereas, based on status; Pn superior-Mt junior, they used language soft language and sometime they used language standard. In this research can conclusion that user language of Bima language (Bahasa Mbojo) in Bima area is variety based on the age, gender (male and famale) and their status. keyword : variety language, society, Bima
Hajar, Siti (2017), Pilihan Bahasa dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sd pada Keluarga Kawin Campur di Kota Sumbawa. Tesis, Pendidikan Bahasa, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. ., SITI HAJAR; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bahasa yang dipilih oleh anak-anak sekolah dasar kelas lima dari keluarga kawin campur di kota Sumbawa (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi anak-anak sekolah dasar kelas lima dari keluarga kawin campur di kota Sumbawa melakukan pilihan bahasa dalam berkomunikasi dan (3) mendeskripsikan prestasi belajar bahasa Indonesia di Sekolah anak-anak sekolah dasar kelas lima dari keluarga kawin campur di kota Sumbawa. Penelitian ini menggunakan anak-anak yang berasal dari keluarga kawin campur dan sedang duduk di kelas lima sekolah dasar yang berada di kota Sumbawa sebagai subjek penelitian. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pilihan bahasa dan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa sekolah dasar kelas lima di kota Sumbawa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, metode simak dan metode dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pilihan bahasa anak-anak dari keluarga kawin campur di kota Sumbawa dalam berkomunikasi berubah-ubah pada setiap konteks yang dimasuki, tergantung pada partisipan dan situasi komunikasi; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi mereka melakukan pilihan bahasa pada keluarga, masyarakat, dan sekolah meliputi: partisipan, situasi komunikasi, isi pembicaraan, dan tujuan komunikasi; (3) Harga to 0,17 dan harga tt 1,88 dan 2,41 yang berarti harga to lebih kecil daripada harga tt pada taraf signifikansi 5% dan 1%. Hal ini menunjukkan pilihan bahasa yang dilakukan anak-anak dari keluarga kawin campur tidak berkontribusi secara positif terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia mereka, yang berarti prestasi tersebut bergantung pada kompetensi kebahasaan dan penguasaan keterampilan berbahasanya dalam bahasa Indonesia.Kata Kunci : piilihan bahasa, kawin campur This study aims to (1) describe the language chosen by the fifth grade students of elementary school of mixed married family in Sumbawa (2) describe the factors which influence the fifth grade students of elementary school of mixed married family in Sumbawa in selecting language for communication and (3) describe learning achievement of the fifth grade students of elementary school of mixed married family in Sumbaw. This study used the fifth grade students of elementary school of mixed married family in Sumbawa as a research subject. Meanwhile, the object of this study is the language choice and learning achievement the fifth grade students of elementary school of mixed married family in Sumbawa. The methods used to collect the data were interview, listening, documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive technique. The results of this study indicated that (1) the language choice of the fifth grade students of elementary school of mixed married family in Sumbawa in communication is changing in each context, depending on the participants and communication situation; (2) the factors which influence them to choose the language in family, community, and school are: participants, communication situation, content of the conversation, and communication purpose; (3) The value of to 0.17 and the value of tt 1.88 and 2.41 mening that the value of to is less than the value of tt at the significance level of 5% and 1%. This shows that the language choice of the fifth grade students of elementary school of mixed married family do not contribute positively to their learning achievement of Indonesian, meaning that the achievement depends on linguistic competence and mastery of language in Indonesian.keyword : Language Choice, Mixed married
Pengembangan Materi Membaca Berbasis Budaya untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Kusuma, I Putu Indra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.74 KB)

Abstract

ABSTRAK Kusuma, I Putu Indra (2012), Pengembangan Materi Membaca Berbasis Budaya untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.   Tesis ini sudah diperiksa dan koreksi oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. dan Pembimbing II: Dr. Ni Md. Ratminingsih, M.A.   Kata Kunci: pengembangan materi membaca berbasis budaya,   Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk (1) mengetahui potensi siswa dan permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng pada materi membaca yang digunakan sebelumnya, (2) mengembangkan materi membaca berbasis budaya lokal untuk siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng, dan (3) mengetahui kualitas materi membaca berbasis budaya untuk siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan berbagai instrumen penelitian berupa daftar cek, rubrik penilaian, kuesioner, lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes untuk mengumpulkan data dalam mengembangkan materi membaca berbasis budaya. Adapun penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2011). Materi yang dikembangkan pun didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng memiliki potensi sekaligus permasalahan di dalam pelajaran membaca, (2) pengembangan materi membaca berbasis budaya dikembangkan menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono dimana materi yang dikembangkan pun didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson, dan (3) materi membaca berbasis budaya memiliki validitas dan kepraktisan yang tinggi dimana nilai validitas 4.25 (bagus) dan nilai kepraktisan rata-rata diatas 4.485 (Sangat Bagus) dan juga terbukti efektif dimana perbedaan rata-rata nilai siswa di grup eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai siswa di grup kontrol yang ditunjukkan dengan nilai 76.20 > 67.24. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng memiliki beberapa potensi sekaligus permasalahan di dalam pelajaran membaca. Potensi dan permasalahan tersebut nantinya mendasari pengembangan materi membaca berbasis budaya dimana materi yang dikembangkan didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson serta memiliki nilai validitas dan kepraktisan yang tinggi dan terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. ABSTRACT Kusuma, I Putu Indra (2012), The Development of Culture-Based Reading Material for the fifth Grade Students of Elementary Schools in Buleleng Regency. Thesis, Language Program Post-Graduate Program of Ganesha University of Education.   This thesis has been approved by the Board of Supervisor I: Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. and Supervisor II: Dr. Ni Md. Ratminingsih, M.A.   Key Words: the development of culture-based reading material   This study was a research and development (R&D) which aimed at (1) Investigating the potency and problems of the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency, (2) Developing culture-based reading material for the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency, and (3) Investigating the quality of culture-based reading material for the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency. This study used various instruments such as checklists, scoring rubric, questionnaires, observation sheets, interview guide, and test to gather the data during developing culture-based reading material. This study used the development model proposed by Sugiyono (2011). The material developed in this study was based on the criteria of good reading material proposed by Tomlinson. The results of the study showed that (1) the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency had some potency and problems toward the use of existing reading material, (2) Culture-based reading material was developed by using R&D model proposed by Sugiyono and the development of the material was based on the criteria of good reading material proposed by Tomlinson, and (3) Culture-based reading material had high validity and practicality where the value of validity was 4.25 (Good) and the all values of practicality were more than 4.485 (Excellent) where the implementation of the product was proven to be effective where the mean score of the students in experiment group was higher than the mean score of the students in control group shown by 76.20 > 67.24. Based on the findings, it can be concluded that the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency had some potency and problems toward the use of existing reading material. Those potency and problems later underlined the development of culture-based reading material where its development was based on the criteria of good material proposed by Tomlinson and it also had high validity and practicality and was proven to be effective to improve the reading competency of the students.
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIS KUMPULAN CERITA PENDEK ANGIN MALAM KARYA NGURAH PARSUA ., I GUSTI NGURAH AGUNG SUPADMA YASA; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) genetis kumpulan cerpen Angin Malam karya Ngurah Parsua yang secara khusus mendeskripsikan genetis dari segi (a) tematis, (b) tokoh dan perwatakan, (c) latar, dan (d) sudut pandang, (2) mendeskripsikan proses kreatif pengarang dalam penciptaan buku ter-sebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan model strukturalisme genetis oleh Goldmann yang meliputi fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, struktur in-trinsik cerita. Keseluruhan unsur tersebut dihubungkan secara dialektik sehingga dapat menjawab masa-lah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan Melalui analisis model strukturalisme genetis didapatkan genetis kumpulan cerpen Angin Malam karya Ngurah Parsua yang secara khusus dapat dijabarkan, yakni (1) genetis dari segi tematis adalah pengarang menampilkan potret kehidupan masyarakat Bali dengan menyungsung konsep Tri Hita Karana, (2) secara genetis tokoh dan perwatakan sesuai dengan kisah nyata dan pandangan pengarang, (3) secara genetis latar tempat beberapa cerita berdasarkan kisah nyata yang dijadikan karya fiksi, (4) secara genetis sudut pandang orang pertama digunakan karena pengarang memosikan diri sebagai orang Bali yang peduli terhadap pendatang, percaya terhadap firasat, dan sebagai dirinya sewaktu kecil saat melaksanakan piodalan, sedangkan sudut pandang diaan terbatas digunakan untuk menampilkan pandangan tokoh kepada pembaca. Proses kreatif pengarang dalam penciptaan kumpulan cerpen Angin Malam diawali pada tahun 1970-an Ngurah Parsua aktif menulis cerita pendek. Hingga Pada tahun 2008 Ngurah Parsua berhasil mengumpulkan dua puluh cerpen yang memiliki kesamaan tema yakni budaya Bali dengan segala aktivitas masyarakatnya. Pemilihan judul buku tersebut dikarenakan judul yang universal, tetapi mengandung cerminan budaya Bali yang menarik. Peneliti merekomendasikan hasil penelitian ini kepada pengarang dan pembaca karya sastra agar menjadikan penelitian ini sebagai penambah wawasan, se-hingga mampu menjembatani antara struktur cerita dan struktur sosial masyarakat pengarang.Kata Kunci : STRUKTURALISME GENETIK, CERITA PENDEK, PENGARANG This study was aimed at describing (1) the genetic in short stories collection entitled Angin Malam written by Ngurah Parsua which specifically describes genetic in terms of (a) theme, (b) character and character-ization, (c) setting, (d) point of view, (2) describing writer's creative process in writing the book. This study was descriptive qualitative study used data analysis of Goldmann's genetic structuralism including humanity fact, collective subject, world's view, story's structure. The whole factors were connected dia-lectically so that it can answer the problems of the study. The data collection was documentation and interview. The data was analyzed using Miles and Huberman model. The result of this study showed that the genetic of the Angin Malam short stories collection written by Ngurah Parsua was analyzed through genetic structuralism analysis model. Specifically, the genetic of the book can be explained as follow. (1) the theme of genetic was about the writer who showed the life of Balinese in the concept of Tri Hita Karana, (2) genetically, the character and characterization were suitable with the real phenomenon and writer's point of view, (3) genetically, the setting of some stories was based on the real story which was written into fiction story, (4) genetically, first person point of view was used because the writer played role as Balinese who cared of the new comers, believed in foreboding, and as himself when he was child while conducting ceremony, whereas third person point of view was used to show character's view to-ward the readers. The writer's creative process in the book entitled Angin Malam beginning in the 1970s Ngurah Parsua active write short stories. Until In 2008 Ngurah Parsua managed to collect twenty short stories have a common theme of the culture of Bali with all the activities of society.The choice of the title was because of the universal title, but consisted of the reflection of interesting Balinese culture. The researcher recommended the result of the study to the writer and the reader so this study could be the additional concept which could bridge the structure of the story and the social structure of writer society.keyword : GENETIC STRUCTURALISM, SHORT STORY, WRITER
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DITINJAU DARI TINGKAT KREATIVITAS SISWA ., EFENDI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.124 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris ditinjau dari tingkat kreativitas siswa kelas VIII MTS NW Lenek dengan menggunakan metode eksperimen post test-only control group design dengan rancangan factorial 2x2. Dari populasi sebanyak 126 siswa diambil 102 siswa sebagai sampel yang kemudian dimasukkan pada kelompok eksperimen dan control menggunakan teknik random sampling. Instrument yang digunakan dlam penelitian yaitu tes keterampilan berbibicara bahasa Inggris berupa tes kinerja dan kuesioner kreativitas siswa. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua-jalur, selanjutnya dialakukan Uji Tukey. Hasil penelitian ini adalah (1) ada perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti pembelajaran model TPS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. (2) ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan tingkat Kreativitas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris pada siswa kelas VIII MTS NW LENEK. (3) ada perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris antara siswa dengan tingkat Kreativitas tinggi yang mengikuti model TPS dengan siswa yang mengikuti model Konvensional.(4) ada perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris antara siswa dengan tingkat Kreativitas rendah yang mengikuti model TPS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran model Konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif TipeTPS (Think Pair and Share), Model Pembelajaran Konvensional, Tingkat kreativitas siswa, Kemampuan Berbicara This research aims at investigating the effect of cooperative learning type Think Pair Share on English speaking skill viewed from creativity of eight grade students of MTS NW Lenek using experimental method of posttest only control group design with 2x2 factorial. Form the population of 126 students, 102 students were taken as the sample which then divided into experimental and control group using random sampling technique. Instruments used for this research were English speaking skill performance test and studentsâ?? creativity questionnaire. Data were analyzed using two-way anova and followed using Tukey test. The result of the research shows that: (1) there is a difference of English speaking skill between students following Think Pair Share model and those following conventional model, (2) there is an interaction between learning model used and creativity on English speaking skill, (3) for those having high creativity, there is a difference of English speaking skill between students following Think Pair Share model and those following conventional model, (4) for those having low creativity, there is a difference of English speaking skill between students following Think Pair Share model and those following conventional model.keyword : cooperative learning type Think Pair Share, conventional learning model, speaking skill.
THE EFFECT OF CONCEPT MAPPING AND SELF-REGULATION ON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY Sukranengrat, I.G. Sukranengrat
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.269 KB)

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh peta konsep dan kemandirian terhadap kemampuan menulis siswa kelas delapan SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain posttest only control  group dengan rancangan faktorial 2x2. Sebanyak 60 siswa dilibatkan sebagai sampel penelitian. Mereka dipilih dengan teknik sampel acak. Data kemampuan menulis siswa dikumpulkan dengan instrumen yang merupakan tipe tes essay. Data tingkat kemandirian siswa dikumpulkan dengan kuesioner yang menggunakan skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan ANAVA 2 jalur pada taraf kesalahan 5%. Temuan penelitian ini adalah 1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajar dengan peta konsep dengan yang diajar dengan metode konvensional. Itu dibuktikan dengan nilai probabilitas 0.00, yang lebih rendah dari 0.05.  dan 2) tidak terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara metode mengajar (peta konsep dan konvensional) dan tingkat kemandirian (tinggi dan rendah) terhadap kemampuan menulis. Ini dibuktikan dengan nilai probabilitas 0,778. Itu berarti bahwa peta konsep sesuai untuk diterapkan bagi pengaturan diri siswa tingkat rendah dan tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa nilai siswa yang diajar dengan peta konsep adalah lebih tinggi daripada yang diajar dengan teknik konvensional baik untuk pengaturan diri siswa yang tinggi maupun yang rendah. Dari analisis deskriptif, nilai rata-rata tinggi pengatuaran diri siswa diajar dengan keta konsep = 85,29, sedangkan nilai rata-rata tinggi kemandiriian siswa diajar dengan teknik konvensional = 79,82. Sementara bagi siswa pengaturan-diri yang rendah, nilai rata-rata siswa yang diajar dengan peta konsep = 80,00, sedangkan nilai rata-rata pengaturan diri siswa rendah diajar dengan teknik konvensional = 73,97.