cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
KESANTUNAN VERBAL DAN NONVERBAL PADA TUTURAN DIREKTIF DALAM PEMBELAJARAN DI SMP TAMAN RAMA NATIONAL PLUS JIMBARAN Entalya Nababan, Mei Lamria
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.956 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesantunan bentuk tindak tutur direktif  secara verbal dan nonverbal, (2) kesantunan fungsi tindak tutur direktif secara verbal dan nonverbal, dan (3) bentuk penyimpangan prinsip kesantunan verbal dan norverbal pada tindak  tutur direktif  dalam  pembelajaran di SMP Taman Rama National  Plus Jimbaran. Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah tiga guru  yang mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan seluruh siswa (58 siswa) yang duduk di kelas VII, VIII, dan IX di  SMP Taman Rama National Plus Jimbaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat kemunculan kesantunan bentuk tindak tutur direktif secara verbal dan nonverbal pada proses pembelajaran di SMP Taman Rama National Plus, yaitu bentuk tuturan imperatif, bentuk tuturan deklaratif, dan bentuk tuturan interogatif, (2) terdapat kesantunan fungsi tindak tutur direktif  pada proses pembelajaran di SMP Taman Rama National, yaitu kesantunan  fungsi tindak tutur mengajak, kesantunan fungsi tindak tutur memerintah, kesantunan fungsi tindak tutur memohon, kesantunan fungsi tindak tutur  meminta, kesantunan fungsi tindak tutur  menyarankan, dan kesantunan fungsi tindak tutur melarang, (3) terdapat penyimpangan prinsip kesantunan verbal dan nonverbal pada tindak tutur direktif dalam pembelajaran di SMP Taman Rama National Plus Jimbaran, yaitu penyimpangan prinsip keramahan dan persahabatan, penyimpangan prinsip tidak memaksa dan tidak terkesan angkuh, dan penyimpangan prinsip tidak langsung atau berpagar.   Abstract: This study aims to determine: (1) politeness forms of directive speech acts in verbal and nonverbal, (2) politeness function of directive speech acts in verbal and nonverbal, and (3) the form of verbal and non-verbal principle deviations in the directive speech act in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School Jimbaran.The population in this study includes three teachers who teach Mathematics and Natural Sciences (IPA) and all students (58 students) who sit in grade VII, VIII, and IX at Taman Rama National Plus Junior High School Jimbaran. The results of this study can be concluded that: (1) there is presence of politeness feature in the form of directive speech act both verbal and nonverbal in the learning process in Taman Rama National Plus Junior High School, which include the imperative form of speech, declarative form of speech and interrogative forms of speech, (2) there is a politeness function in directive speech acts in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School, which include the politeness function of speech acts in asking someone, politeness functions of speech acts in giving order/instruction, politeness function of speech acts in begging, the politeness function in requesting, politeness function in giving suggestion, and politeness function in prohibiting, (3) there are deviations of verbal and nonverbal politeness principles in directive speech act in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School, namely the deviation of principle of hospitality and friendship, deviation of principle of to not force someone or being arrogant, and indirect deviation of principle. Kata Kunci : kesantunan verbal dan nonverbal, tindak tutur direktif, pembelajaran
PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 GEROKGAK ., I GUSTI PUTU SUASTIKA; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) prinsip kesantunan berbahasa guru, (2) penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa guru, (3) prinsip kesantunan berbahasa siswa, dan (4) penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Objek penelitian ini adalah prinsip kesantunan berbahasa serta penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa guru dan siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Metode observasi digunakan untuk mencari data terkait keempat masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Metode wawancara digunakan sebagai metode lanjutan untuk mencari data yang dianggap kurang saat observasi. Metode analisis data digunakan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Prinsip kesantunan berbahasa guru pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak sebanyak 83 tuturan. (2) Penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa guru pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak sebanyak 91 tuturan. (3) Prinsip kesantunan berbahasa siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak yang muncul sebanyak 40 tuturan. (4) Penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak yang muncul sebanyak 48 tuturan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa prinsip kesantunan berbahasa guru sebanyak 83 dengan penyimpangan 91, sedangkan prinsip kesantunan berbahasa siswa sebanyak 40 dengan penyimpangan 48 tuturan dalam proses pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Untuk itu, pihak sekolah hendaknya lebih mendidik siswanya agar menjadi lebih santun, baik dalam bersikap maupun dalam bertutur sapa. Keterampilan menggunakan bahasa yang santun nantinya akan berimplikasi bagi penciptaan karakter siswa yang baik dan sopan.Kata Kunci : Kata-kata kunci: penyimpangan kesantunan, pembelajaran bahasa Indonesia. This qualitative descriptive study aimed to describe (1) the principle of politeness teachers, (2) the deviation principle of politeness teacher, (3) the principle of politeness students, and (4) the deviation principle of politeness students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. The subjects were teachers and students of class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. The object of this research is the deviations principle of politeness teachers and students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. The data collection method used is the observation and interviews method. Data analysis methods used several steps, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that (1) the amount of the principle of politeness teacher during teaching and learning process is 83 data. (2) The amount of deviation principle of politeness teacher during teaching and learning process is 91 data. (3) The amount of the principle of politeness students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak is 40 data. (4) The amount the deviation principle of politeness students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak is 48 data. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the principle of speech politeness of teachers and students more dominant than the amount of deviation principles of speech politeness teachers and students in the learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Therefor, the school should be more to educate students to become well-mannered students, both in attitude and in speech. Using polite language skills will have implications for the creations of the character of the students were kind and polite.keyword : Key words: deviation politeness, learning Indonesian.
THE EFFECT OF USING DOWNLOADED COMIC STRATEGY AND LEARNING STYLE UPON STUDENTS’ NARRATIVE READING COMPETENCIES ., I GUSTI NGURAH OCTOVA SEVENTILOFA; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.604 KB)

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh strategi komik yang diunduh dan gaya belajar terhadap kemampuan membaca naratif kelas sebelas siswa SMAN 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2x2. Data kemampuan membaca naratif siswa dikumpulkan dengan instrumen yang merupakan tipe tes pilihan ganda. Sedangkan, data gaya belajar siswa dikumpulkan dengan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan ANAVA 2 jalur and uji Tukey. Temuan penelitian ini adalah; 1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca naratif antara siswa yang diajar dengan komik yang diunduh dengan yang diajar dengan strategi konvensional, 2) terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca naratif antara siswa field dependent dan siswa field independent, 3) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara strategi mengajar (komik yang diunduh dan konvensional) dan gaya belajar siswa (field dependent dan field independent) terhadap kemampuan membaca naratif, 4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca naratif antara siswa field dependent yang diajarkan dengan strategi komik yang diunduh dan yang diajarkan dengan strategi konvensional, 5). terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca naratif antara siswa field independent yang diajarkan dengan strategi komik yang diunduh dan yang diajarkan dengan strategi konvensional.Kata Kunci : komik yang diunduh, gaya belajar, kemampuan membaca naratif This experimental study aims at investigating the effect of the Downloaded Comic Strategy and learning style on students? narrative reading competencies of eleventh grade students of SMAN 2 Singaraja. The design of this research was 2x2 factorial design. The data of students? narrative reading competencies were collected by using a multiple choice type test. Meanwhile, the data of students? learning style were collected by using questionnaire. The acquired data were analyzed statistically by two way ANOVA and Tukey test. This research discovers: 1) there is a significant difference in narrative reading competencies between the students taught with Downloaded Comic Strategy and those taught with Conventional Strategy, 2) there is a significant difference on students? narrative reading competencies between field dependent students and field independent students, 3) there is a significant interaction effect of teaching strategy (downloaded comic and conventional) and students? learning style (field dependent and field independent) on students? narrative reading competencies, 4) there is no significant difference in narrative reading competencies between the field dependent students taught with Downloaded Comic Strategy and those taught with Conventional Strategy, and 5) there is a significant difference in narrative reading competencies between the field independent students taught with Downloaded Comic Strategy and those taught with Conventional Strategy.keyword : downloaded comic, learning style, narrative reading competency
Analisis Deskriptif Retorika Interpersonal Pragmatik pada Tuturan Direktif Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI SMAN I Kediri Eminda Sari, Ni Wayan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.05 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi retorika interpersonal pragmatik (RIP) guru dan siswa, (2) bentuk retorika interpersonal pragmatik guru dan siswa, dan (3) strategi penyampaian retorika interpersonal pragmatik guru dan siswa. Data penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa. Subjek penelitian ini terdiri atas seorang guru dan siswa pada kelas XI IPA (1, 2, dan 3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekaman, observasi, dan wawancara, yang digunakan untuk mencari data terkait dengan fungsi, bentuk, dan strategi RIP. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) fungsi RIP guru meliputi fungsi memerintah, fungsi bertanya, fungsi mengizinkan, fungsi melarang dan fungsi meminta. Sementara itu, fungsi RIP pada tuturan direktif siswa terhadap guru dan siswa terhadap siswa meliputi fungsi mengizinkan, fungsi  meminta, dan fungsi bertanya. (2) Bentuk RIP pada tuturan direktif guru berupa tuturan deklaratif yang berfungsi memerintah, mengizinkan, dan melarang. Bentuk RIP siswa berupa tuturan deklaratif yang berfungsi mengizinkan. (3) Strategi penyampaian RIP pada tuturan direktif guru terhadap siswa disampaikan secara langsung dan tidak langsung dengan fungsi yang bervariasi. Berdasarkan temuan tersebut, saran-saran yang ingin disampaikan melalui penelitian ini ditujukan kepada guru agar menggunakan fungsi dan bentuk RIP memerintah, bertanya, dan meminta sebagai strategi alternatif untuk melaksanakan pembelajaran dan mengendalikan kelas agar kondusif sehingga tujuan pembelajaran yang dikehendaki tercapai. Para siswa hendaknya memperhatikan RIP dalam bertindak tutur dalam pembelajaran di kelas terutama dalam bertanya sehingga terjadi interaksi aktif yang harmonis antar siswa dengan guru dan siswa dengan siswa. Peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperluas masalah dan situs penelitian ini.             Sari, Ni Wayan Eminda. 2012. Descriptive Analysis of Rhetoric Interpersonal Pragmatics in the Directive Speech of Teacher and Student on Indonesian language Learning in the class XI SMAN 1 Kediri     Mentors I        : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Mentors II       : Dr. Arifin, M.Pd.   Keyword         : directive, function, strategy, politenes, rhetoric.     ABSTRACT   This research is the descriptive qualitative research to describe (1) the function of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher and student, (2) the form of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher and student,(3) the strategy of delivering rhetoric interpersonal pragmatics of teacher and student. The data of this research are the speech of the teacher and student. The methods, which are used in this research are recording method, observation, and interview. These methods are used to find the information related to the function, the form, and the strategy of RIP. The analisis process of the data will be done in three phases. The phases are (1) data reduction, (2) data presentation, (3) conculusion and verification. The results of this research show that (1) the function of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher are commanding function, asking function, allowing function, forbidding function, and ordering function. Meanwhile, the function of rhetoric interpersonal pragmatics in the direct speech of the students to teachers or students to students are allowing function, ordering function, and asking function.  (2) the form of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher is the declarative speech to command, allow, and forbid. The form of rhetoric interpersonal pragmatics of the students is declarative speech, which has function to allow. ,(3) the strategy of delivering rhetoric interpersonal pragmatics of teacher to the students in the direct and indirect ways whit various function. Based on the result above, the suggestions through this research are teacher have to use the function an form of commanding, asking, requesting RIP as the alternative strategy to do the teaching and learning process and to control the class to make it conducive so that the teaching and learning goals can be realized. The students have to concern the RIP through speech act in the teaching and learning process in class especially on asking so that the active and harmonic interactive between student and student can be realized. Another researcher can do the continous research through improving the problemsand sites of this research.  
ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN TERHADAP PEMBERITAAN FAHRI HAMZAH PADA PORTAL BERITA DETIK.COM DAN KOMPAS.COM Chandradewi, A.A. Sagung Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.935 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis strategi eksklusi pada portal berita Detik.com dan Kompas.com dalam memberitakan Fahri Hamzah, (2) mendeskripsikan dan menganalisis strategi inklusi pada portal berita Detik.com dan Kompas.com dalam memberitakan Fahri Hamzah, dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis perbandingan strategi eksklusi dan inklusi pada portal berita Detik.com dan Kompas.com. Subjek penelitian ini adalah media siber Detik.com dan Kompas.com, sedangkan objek penelitian ini adalah strategi eksklusi dan inklusi dalam pemberitaan kasus Fahri Hamzah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dari awal Mei hingga data jenuh (tidak terdapat data baru). Data-data yang memenuhi kriterialah yang akan digunakan. Oleh karena itu, pemilihan berita ini didasarkan pada teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kartu data. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis Theo van Leeuwen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi eksklusi lebih banyak digunakan oleh portal berita Kompas.com, (2) strategi inklusi lebih banyak digunakan portal berita Detik.com dalam mengonstruksikan pemberitaannya, (3) baik Detik.com maupun Kompas.com sama-sama menggunakan strategi eksklusi dan inklusi dalam mengonstruksikan pemberitaan dengan persentase yang berbeda. Simpulan dari hasil penelitian adalah Kompas.com cenderung menggunakan strategi eksklusi (pasivasi) (54,55%) dengan tujuan menyembunyikan subjek/pelaku dalam pemberitaan. Di sisi lain, Detik.com cenderung menggunakan strategi inklusi (indiferensiasi-diferensiasi) dalam memproduksi beritanya (24%) dengan tujuan memberikan keterangan tambahan untuk memperjelas garis batas antara dua pihak yang diberitakan. Berdasarkan simpulan tersebut, ada beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu: (1) pembaca agar lebih kritis dan cermat dalam memilah informasi, (2) pemilik media diharapkan dapat memproduksi berita dengan lebih berimbang, (3) peneliti lain dapat melakukan penelitian sejenis pada media lain dan juga terhadap fokus pemberitaan lain, (4) penelitian selanjutnya dapat dilakukan oleh peneliti di luar bidang bahasa, seperti komunikasi, sosial, bahkan politik.
PENALARAN SISWA DALAM MENYAMPAIKAN ARGUMEN LISAN DITINJAU DARI PENGORGANISASIAN TUTURAN DI KELAS IX SMP NEGERI 1 BANJAR ., MADE SAMITHA PUTRA; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pola organisasi tuturan, (2) penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari teknik pengembangan tuturan, dan (3) penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pemilihan materi bahasa di kelas IX SMP Negeri 1 Banjar. Dalam mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa di kelas IX SMP Negeri 1 Banjar. Secara umum objek penelitian ini adalah penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pengorganisasian tuturan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Data yang diperoleh dianalis secara deskriptif kualitatif yang meliputi tiga tahapan yaitu, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pola organisasi tuturan yang muncul adalah pola sebab-akibat, pola kronologis, pola spasial, pola pemecahan masalah, dan pola topikal. (2) Penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari teknik pengembangan tuturan yang muncul adalah teknik sebab-akibat, teknik narasi, teknik urutan spasial, teknik kronologis, teknik deduktif, teknik klimaks, teknik induktif, dan teknik analogi. (3) Penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pemilihan materi bahasa yang muncul adalah pemilihan kata yang jelas dan sederhana, majas personifikasi, gaya bahasa pleonasme, kata yang berona, kata spesifik, gaya bahasa sarkasme, gaya bahasa metafora, gaya bahasa perumpamaan, dan gaya bahasa hiperbola.Kata Kunci : penalaran, argumen lisan This research aimed at describing: (1) student?s reasoning in oral argument from talk organization pattern point of view, (2) student?s reasoning in oral argument from talk development technique point of view, and (3) student?s reasoning in oral argument from language materials point of view in the ninth grade of SMP Negeri 1 Banjar. In achieving this objective, the researcher used qualitative description research design. The subjects of this research are the ninth grade students of SMP Negeri 1 Banjar. In general, the object of this research is student?s logical reasoning in oral arguing from talk organization point of view. The researcher collected the data using observation method. The collected data were analyzed by using qualitative description technique with three steps, namely; (1) reducing data, (2) presenting data, and (3) concluding. The findings of this research show: (1) student?s reasoning in oral argument from talk organization pattern point of view that appear was a cause effect patterns, chronological patterns, spatial patterns, problem solving patterns, and topical patterns. (2) student?s reasoning in oral argument from talk development technique point of view that appear was techniques causal, narrative technique, spatial sequence technique, chronological technique, deductive technique, climax technique, inductive technique, and analogy technique. (3) Student?s reasoning in oral argument from language materials point of view that appear was the selection of the words that is clear and simple, personification figure of speech, redundancy stylistic, hue word, specific word, sarcasm stylistic, metaphor stylistic, parable stylistic, and hyperbole stylistic. Based on the result of this research, it?s suggested to the students to practice of oral argument by utilizing the talk organization pattern in order to the speech became more interesting and effective. Besides that, by determine the talk organization pattern, talk development technique, and language materials, the students can more be easier to organize main idea, so it will produce a good and interesting argument. keyword : reasoning, oral argument
Developing E-Learning based English Reading Materials for the Tenth Year Multimedia Students of SMK N 3 Singaraja Trika Adi Ana, I Ketut
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.348 KB)

Abstract

Abstract This study was a research and development (R&D), which aimed at (1) developing types of reading materials that are needed by the tenth year multimedia students of SMK N 3 Singaraja; finding out (2) the content validity of the developed material; (3) the quality of the developed material based on the criteria of good ESP material and good e-learning; and (4) whether or not the developed material could improve the reading comprehension of the tenth year multimedia students of SMK N 3 Singaraja. This study followed the R&D design by Lee and Owens. This design involves: need analysis, design, development, implementation, and evaluation. This study was conducted at SMK N 3 Singaraja, the subjects of the study being the students of class X MM 2. The data were collected through questionnaire, interview, expert judgment sheet, scoring rubric, and tests. The data from the result of observation, interview and questionnaire during the need analysis process were analyzed using Interactive Data Analysis Model. The result of the expert judgment in validating the content validity of the developed material was analyzed using Interrater Agreement Model. While the result of the scoring rubrics in measuring the quality of the developed material based on the criteria of good ESP material and good e-learning material were analyzed using Theoretic Ideal Reference. The result of this study shows that: (1) the tenth year multimedia students of SMK N 3 Singaraja need specific English materials that are related to their future job or study. The existing syllabus and material did not cover their needs since the syllabus and the material were designed to be used for all departments in SMKN 3 Singaraja, namely: Electricity Installation, Multimedia, Audio Video, Computer and Networking, Light Vehicle, Motor Cycle, Building Construction, and Engineering Departments; (2) based on the validation process that was conducted through expert judgment, it was confirmed that the developed material had a very high validity; (3) from the result of the expert judgment based on the criteria of good ESP material and good e-learning material, the developed material was categorized into very good material; and (4) the result of the field study shows that the developed material could improve the students? reading comprehension. It can be seen from the result of pre-test, post-test I, and post-test II that measured the students? reading comprehension. The students? mean score for those tests, which reflect the students? reading comprehension, increased from 40.9 in pre-test, to 66.3 in post-test I, and 79.1 in post-test II. Based on the result of the questionnaire, the students had strongly positive attitude toward the developed material; and (5) from the observation in developing and implementing the developed material, the problems that were found can be classified into technical and financial problems. Keywords: need analysis, e-learning, English reading material, R&D
Tajuk Rencana Bertemakan Politik dalam Surat Kabar Bali Post (Sebuah Kajian Analisis Wacana Kritis Teun A. van Djik) ., I Gusti Ngurah Risma Junaedi; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi teks, (2) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi kognisi sosial, dan (3) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari konteks sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah surat kabar Bali Post, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah tajuk rencana bertemakan politik. Data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa, (1) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi teks didominasi oleh sistematika penulisan (pendahuluan (masalah), isi (analisis masalah) dan penutup (solusi)), elemen detail dan kata ganti, (2) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi kognisi sosial memperlihatkan bahwa, penulis/redaksi memang memiliki pengetahuan yang bagus mengenai politik, sikap netral dalam tulisan dan kenyataan juga telah ditunjukan, tetapi penulis/redaksi belum berani melakukan suatu gebrakan atas isu yang berkembang di masyarakat dan masih sebatas melihat suatu peristiwa/informasi dari satu sisi, yakni instansi yang terkait atau berwenang, (3) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari konteks sosial menunjukan bahwa Bali Post memiliki citra yang baik di mata masyarakat pembaca dalam penyampaian peristiwa melalui tajuk rencana, tidak adanya tanggapan masyarakat yang menyatakan bahwa tajuk rencana di Bali Post mengandung praktik kekuasaan kenetralan Bali Post juga terlihat dari beberapa media lain yang juga mengangkat topik yang sama dan di hari yang sama. Oleh karena itu, disarankan kepada redaksi surat kabar Bali Post agar mempertahankan netralitas dalam menampilkan sebuah tajuk rencana, mempertahankan kekonsistenan dalam hal sistematika tulisan (supra struktur) dan lebih berani menggali data terselubung dari suatu peristiwa/tokoh.Kata Kunci : Bali Post, tajuk rencana, politik, analisis wacana kritis. This study was a descriptive qualitative study which aimed to describe and analyze (1) Editorialwith politic theme in Bali Post reviewed from text demention, (2) Editorial with politic theme in Bali Post reviewed from cognition social demention, (3) Editorial with politic theme in Bali Post reviewed from social context. The subject of this study was Daily Newspaper, Bali Post, meanwhile the object was its Editorial with Politic Theme. The data were obtained through documentation and interview method. The obtained data then were analyzed using descriptive qualitative analysis method. Based on findings and discussion, it could be concluded that, (1) editorial with politic theme in Bali Post reviewed from text dimension was dominated by text structure ( opening of the case), content (case analysis), and closing ( solution) details and substitution words, (2) editorial with politic theme in Bali Post reviewed from cognitive Social dimension showed that, the writer/editor was truly had good competence about politics, neutral side in his writing, and the facts he wrote about, however he was not brave enough to do changes towards the issues spreading up in society. He still sat himself in one side about the issues or information, that is government side, (3) editorial with politic theme in Bali Post reviewed from social context showed that Bali post had good reputation among its readers proofed by how they told the issues through Editorial of Bali post. There was no comment from society who stated that Editorial of Bali post containing of authority practice. The neutrality of was also identified from other media which wrote the same issues in the same time. So, it was suggested to editors of Daily Neswpaper Bali Post to still keep steadly the neutrality in writing an editorial, keep consistency in writing structure (supra structure, and more brave to search valid data from couted issues or special persons.keyword : Bali Post, Editorial, politics,critical text analysis.
Implementasi Model Pembelajaran Quantum Learning dalam Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X SMKN 1 Abang ., NI MADE MARTINI; ., Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Dr.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.011 KB)

Abstract

Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi model quantum learning, (2) respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMKN 1 Abang. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas X SMKN 1 Abang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, pencatatan dokumen, wawancara, dan kuesioner. Cara menganalisis data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru mengimplementasikan model quantum learning dengan beberapa tahap, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. Guru sudah mengimplementasikan quantum learning dengan baik sesuai prosedur. (2) Respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning positif. Sebanyak 96% siswa kelas X AK.1 merespons positif dan sebanyak 81% siswa kelas X TKJ.1 juga merespons positif pengimplementasian model quantum learning. (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning, yaitu adanya perbedaan konsep belajar 17,23%, kesiapan belajar siswa 19,3%, perbedaan kecerdasan siswa 23,1%, perbedaan kebutuhan dan tujuan siswa 13,5%, dan sikap atau kebiasaan siswa yang salah 25%. Kata Kunci : model quantum learning, karangan deskrpsi. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi model quantum learning, (2) respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMKN 1 Abang. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas X SMKN 1 Abang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, pencatatan dokumen, wawancara, dan kuesioner. Cara menganalisis data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru mengimplementasikan model quantum learning dengan beberapa tahap, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. Guru sudah mengimplementasikan quantum learning dengan baik sesuai prosedur. (2) Respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning positif. Sebanyak 96% siswa kelas X AK.1 merespons positif dan sebanyak 81% siswa kelas X TKJ.1 juga merespons positif pengimplementasian model quantum learning. (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning, yaitu adanya perbedaan konsep belajar 17,23%, kesiapan belajar siswa 19,3%, perbedaan kecerdasan siswa 23,1%, perbedaan kebutuhan dan tujuan siswa 13,5%, dan sikap atau kebiasaan siswa yang salah 25%. keyword : model quantum learning, karangan deskrpsi.
Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem. Adi Susrawan, I Nyoman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.457 KB)

Abstract

ABSTRAK Adi Susrawan, I Nyoman. 2012. Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem.   Pembimbing I                          : Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. Pembimbing II                        : Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.   Kata Kunci: kesantunan, imperatif, pragmatik.   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa sejauh di dalamnya terkandung maksud atau makna pragmatik imperatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan rekaman. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data-data tentang (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan metode wawancara dan metode rekam digunakan sebagai penunjang dalam pengumpulan data. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis kontekstual. Berdasarkan analisis tersebut,  diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Ditemukan sembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kesembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. (a) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif perintah, (b) permintaan, (c) desakan, (d)  bujukan, (e) persilaan, (f) larangan, (g) ngelulu, (h) harapan, dan (i) mengomando/aba-aba (2) Wujud kesantunan linguistik dapat diidentifikasi melalui tiga hal, yaitu (a) panjang pendek tuturan, (b) urutan tuturan, dan (c) ungkapan-ungkapan penanda kesantunan sebagai penentu kesantunan linguistik. Ungkapan yang dipandang sebagai pemerkah kesantunan imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya adalah tolong, coba, ayo, harap, silakan, dan biar. (3) Wujud kesantunan pragmatik imperatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia diwujudkan dengan dua macam wujud tuturan, yakni (a) tuturan deklaratif dan (b) tuturan interogatif. Pemanfaatan kedua tuturan tersebut selain berfungsi sebagai bentuk kesantunan dalam bertutur juga berfungsi sebagai modifikasi tuturan untuk menjalin hubungan yang harmonis, menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis, variatif, dan demokratis. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, disarankan hal-hal sebagai berikut. Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini dapat memberi masukan untuk merencanakan dan menciptakan suasana pendidikan dan pengajaran yang kondusif di sekolah. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penopang lancarnya komunikasi dan interaksi lintas budaya. Bagi peneliti berikutnya, dalam rangka replikasi, jangkauan penelitian ini dapat diperluas.