cover
Contact Name
Hamidin Rasulu
Contact Email
cannarium@unkhair.ac.id
Phone
+6282187392215
Journal Mail Official
cannarium@unkhair.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931491     EISSN : 27745201     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cannarium
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2025)" : 5 Documents clear
Dampak Pemberian Pupuk NPK dan Dolomit pada Media Tanam terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Limbah Baglog Jamur Tiram Askhari, Muhammad Yudha; Barchia, M Faiz; Prawito, Priyono; Muktamar, Zainal; Putri, Elsa Lolita; Widiyono, Heru; Utami, Kartika
Cannarium Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i2.10396

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perlakuan dolomit dan NPK terhadap sifat kimia baglog, pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotuss ostreatus), serta potensi pemanfaatan limbah baglog sebagai bahan pupuk organik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan : kontrol (A0), NPK 5,6 g/baglog (A1), NPK 11,2 g/baglog (A2), dolomit 5,6 g/baglog (A3) dan dolomit 11,2 g/baglog (A4), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kandungan C-organik, N-total, rasio C/N, P-total, K-total, pertumbuhan morfologi tubuh buah (lebar tudung, tebal tudung dan panjang batang), berat segar jamur, jumlah jamur per rumpun, berat baglog pasca panen dan rasio efisiensi biologis (REB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian NPK dan dolomit berpengaruh nyata terhadap kandungan C-organik, N-total, C/N, P-total dan K-total media. Perlakuan A2 menghasilkan kadar N, P dan K tertinggi, sedangkan kadar C-organik tertinggi diperoleh pada perlakuan kontrol (A0). Namun, perlakuan NPK dan dolomit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan morfologi maupun hasil jamur. Perlakuan dolomit dosis tinggi (A4) cenderung meningkatkan berat jamur, tetapi menurunkan REB. Limbah baglog dari perlakuan NPK (A2) memiliki kualitas kimia lebih baik untuk digunakan sebagai bahan pupuk organik. Hasil ini mengindikasikan bahwa suplementasi NPK dosis 11,2 g/baglog direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas limbah baglog, meskipun tidak meningkatkan produktivitas jamur secara siginifikan.
Kandungan NPK Kulit Kopi dan Serbuk Kayu Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram dan Efek Sisa Kompos Baglog Ulandari, Nirwana; Barchia, M Faiz; Prawito, Priyono; Putri, Elsa Lolita; Muktamar, Zainal; Kamil, Maulana Insanul
Cannarium Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i2.10395

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh campuran kulit kopi dan serbuk kayu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan, produktivitas jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan kandungan unsur hara makro baglog. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan komposisi media (P1: 100% kulit kopi, P2: 75% kulit kopi + 25% serbuk kayu, P3: 50% kulit kopi + 50% serbuk kayu, P4: 25% kulit kopi + 75% serbuk kayu, P5: 100% serbuk kayu) dan masing-masing di ulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi kandungan C-organik, N-total, Rasio C/N, P-total, K-total awal dan akhir media, lebar dan tebal tudung, panjang tangkai, berat jamur, jumlah jamur per rumpun, berat jamur+baglog, berat baglog pasca panen dan nilai REB. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan komposisi media berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Perlakuan P3 menghasilkan jumlah jamur per rumpun dan nilai REB tertinggi (98,58%), sedangkan P5 memberikan bobot panen terbesar (121,33 g) dan lebar tudung terbesar. Kombinasi kulit kopi dan serbuk kayu pada perbandingan 50:50 menghasilkan keseimbangan rasio C/N dan ketersediaan unsur hara yang mendukung pertumbuhan optimal jamur tiram. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan kulit kopi hingga 50% sebagai media tanam alternatif yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi limbah pertanian dan meningkatkan efisiensi produksi jamur tiram.
Tinjauan Sistematis Nilai dan Efektivitas Faktor P (Praktik Pendukung) dalam Model USLE/RUSLE untuk Pengendalian Erosi Lahan Alim, Nurmaranti; Mulya, Setyardi Pratika
Cannarium Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i2.10942

Abstract

Erosi merupakan isu penting terkait lingkungan karena berdampak pada kesuburan tanah, kualitas air, dan keseimbangan ekosistem. Model USLE (Universal Soil Loss Equation) dan RUSLE (Revised USLE) merupakan model empiris yang telah banyak digunakan untuk memperkirakan kehilangan tanah. Akan tetapi salah satu komponen yaitu faktor P (praktik pendukung) masih menjadi komponen ketidakakuratan model. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penentuan nilai faktor P pada model prediksi erosi USLE/RUSLE. Penentuan nilai P yang dinilai dari tabel konvensional sering tidak mencerminkan kondisi konservasi aktual di lapangan. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 50 artikel terpilih periode 2010–2025 dengan basis data ScienceDirect dan Scopus. Artikel mencakup jurnal bereputasi internasional dengan kategori Quartil 1 hingga Quartil 3 pada bidang Environmental Science dan Hydrology. Hasil menunjukkan tren yang dominan terhadap integrasi model empiris dengan teknologi Geographic Information System (GIS) dan penginderaan jauh untuk menghasilkan peta P-faktor yang lebih dinamis dan spasial. Beberapa literatur melakukan kalibrasi terhadap faktor P pada model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) untuk meningkatkan akurasi estimasi sedimen, sedangkan pendekatan empiris lapangan menghasilkan nilai P yang lebih kontekstual. Pendekatan adaptif berbasis kondisi aktual diperlukan untuk meningkatkan akurasi prediksi erosi.
Aplikasi Metode FMEA untuk Identifikasi dan Penilaian Risiko Usaha Budidaya Ikan di UPTD Balai Benih Ikan Kota Gorontalo Aswar, Aswar; Syahroni, Syahroni
Cannarium Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i2.10895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai risiko yang dihadapi dalam usaha budidaya ikan air tawar di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan Kota Gorontalo serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi risiko, penilaian tingkat keparahan dan kemungkinan kejadian menggunakan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta penentuan prioritas risiko melalui Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama risiko, yaitu risiko penyakit, cuaca, dan pasar. Risiko yang paling dominan adalah risiko penyakit dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 567, diperkuat melalui analisis AHP yang menempatkannya sebagai faktor paling dominan dengan bobot 0,42 yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha budidaya ikan. Untuk mengurangi dampak tersebut, strategi mitigasi yang diterapkan meliputi peningkatan biosekuriti, pemantauan kualitas air secara rutin, pelaksanaan pelatihan teknis bagi petugas, serta penguatan kerja sama dengan instansi pemerintah dan lembaga penelitian. Penerapan strategi ini terbukti mampu menekan potensi kerugian dan memperkuat sistem pengelolaan risiko di tingkat unit budidaya. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan guna meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di Kota Gorontalo.
Analisis Kelayakan Maggot BSF dengan Inovasi Pelet untuk Pakan: Studi Kasus Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem Harli, Nurlina; Pratiwi, Nurna; Wulandari, Novi Diah; Fuady, Azqy; Sukamto, Sukamto
Cannarium Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i2.11184

Abstract

Sektor peternakan dan akuakultur Indonesia semakin membutuhkan pakan berkualitas tinggi, namun ketergantungan pada sumber protein yang bergejolak seperti tepung ikan menimbulkan risiko pasokan bahan baku dan ekonomi. Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan solusi berbasis ekonomi sirkular karena mampu mengonversi limbah organik menjadi biomassa yang kaya nutrisi. Namun, demikian bentuk maggot yang segar atau kering masih memiliki keterbatasan dalam distribusi dan konsistensi mutu. Proses peletisasi menawarkan nilai tambah, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan kesiapan produk untuk memasuki pasar. Peneltian ini dilakukan untuk menilai kelayakan usaha produksi pelet pakan berbasis maggot BSF melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi keuangan. Biaya tetap dan variabel dihitung, kemudian dilanjutkan dengan analisis penerimaan, analisis BEP dan R/C Ratio. Total biaya produksi adalah Rp 2.541.288 per produksi, sementara penerimaan mencapai Rp 4.000.000,-. BEP sebesar 69,35 kemasan yang menunjukkan bahwa produksi aktual (200 kemasan) melampaui titik impas hampir tiga kali lipat. Nilai R/C Ratio sebesar 1,57 menegaskan kelayakan finansial usaha. Produksi pelet pakan BSF layak secara ekonomi dan memiliki potensi kuat sebagai model agribisnis berkelanjutan. Namun, peningkatan efisiensi proses dan pengelolaan bahan baku tetap diperlukan untuk daya saing jangka panjang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5