cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
zul_bio@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
technounkhair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Techno: Jurnal Penelitian
Published by Universitas Khairun
ISSN : 1978610X     EISSN : 25807129     DOI : -
TECHNO: Jurnal Penelitian diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun, dua kali terbit dalam setahun dengan jumlah artikel dalam sekali terbit sebanyak 8 tulisan.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Potensi Hama Pomacea canaliculata sebagai Antibakteri Terhadap Patogen Xanthomonas oryzae pv oryzae Irwanto Sucipto; Ahmad Ilham Tanzil; Wildan Muhlison
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 2 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i2.2186

Abstract

Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan salah satu penyakit penting pada padi. Kunci pengendalian utama Xoo adalah menggunakan benih bebas penyakit atau benih yang diperlakukan dan rotasi tanaman. Namun relevansi penggunaan benih atau bibit bersertifikasi akan menjadi berkurang jika terdapat kombinasi serangan hama utama yang membantu masuknya patogen ini kedalam tanaman, salah satu contohnya adalah keong mas dari golongan mollusca. Berdasarkan beberapa sumber penelitian, golongan mollusca  yang berada di daerah laut merupakan sumber yang tidak dimanfaatkan dan dapat digunakan untuk mencari kandungan baru sebagai antimikroba. Bertolak dari hal tersebut maka dapat dilihat bahwa  salah satu hama penting di padi yaitu keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan bagian dari filum mollusca yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba. Mengingat bahwa P. canaliculata merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi yang sangat merusak maka hal tersebut dapat menjadi salah satu keuntungan yaitu hama tersebut tidak akan menyandang status hama kembali melainkan akan menyandang status sebagai bahan baku antimikroba yang digunakan pada tanaman padi juga. Hal tersebut menjadi suatu inovasi tersendiri di bidang pengendalian penyakit hawar daun bakteri karena selain dapat mengendalikan penyakit, hama penting keong mas dapat terkendalikan. Chitosan dan Antimicrobial Peptides (AMPs) didapatkan dengan cara melakukan ekstraksi dari keong mas dengan teknik yang berbeda. Tiap perlakuan chitosan dan AMPs pada tiap konsentrasi menunjukkan tingkat penghambatan yang berbeda. Penghambatan tertinggi terlihat pada perlakuan AMPs dengan konsentrasi 1%. Tercatat bahwa peningkatan konsentrasi berbanding terbalik terhadap daya hambat di setiap perlakuan. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah perlakuan chitosan dan AMPs memiliki potensi yang sangat baik sebagai antibakteri ramah lingkungan dengan bahan baku melimpah yang ditunjukkan oleh perlakuan terbaik yaitu AMPs 1%. Semakin banyaknya penelitian baru terkait antibakteri ramah lingkungan akan menjadi titik balik dalam dunia pengembangan antimikroba.                                                                                                      
PENGARUH UMUR DAUN PALA DAN JENIS PENGERINGAN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEH HERBAL DAUN PALA Maya Lestari; Erna Rusliana Muhammad Saleh; Hamidin Rasulu
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i2.791

Abstract

The purpose of this study for knowing the influnces by ege of nutmeg’s leaf and the type of drying are used to chemical and organoleptic properties of herbal tea by nutmeg’s leaf that produced. This study uses a randomized’s cluster design (RAK) factorial. Principal variable in this research is the analysis of chemical properties (antioxidant, moisture content, ash content, and crude fiber) and organoleptic (taste, color and smell).the old nutmeg’s leaf and the young with two drying type have chemical properties, namely: antioxidants 59.71% -76.83%, from 6.64 to 7.52% moisture content, ash content of 4.77% -6.66% and crude fiber 17.66% -24.02%. organoleptic properties: a sense of 3,06% -3,41%, 3,08% -3,48% aroma and color of 3,06% -3,25%. Herbal tea leaf is the best treatment young old nutmeg with a sun drying  (MM).Keywords: Herbal tea of nutmeg’s leaf, nutmeg’s leaf, the age of nutmeg’s and the drying type, chemical organoleptic properties
ARTIKEL LENGKAP Volume 06, nomor 01, edisi Mei 2017 Editor Techno
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 01 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i01.557

Abstract

ALAMAT REDAKSI  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun  Jl. Pertamina kampus II Gambesi. No. Telepon, : 0921-3110901, 3110903.Email; redaksi. techno.unkhair@gmail.com/hannakhairunnisa2013@gmail.com  TERBIT PERTAMA TAHUN 2007 PEMIMPIN REDAKSI  M. Nasir Tamalene ANGGOTA REDAKSIMufti Amir SultanMuhammad Amin Ramli HadunBahtiar EDITOR/PENYUTING Yanhar AmmariMukhtar Yusuf DESAIN GRAFIS/LAYOUTMohamad Jamil   Abdul Haris SIRKULASIAhmad Jafar E-ISSN-2580-7129Print- ISSN-1978-610X Techno: Jurnal Penelitian yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan PengabdianMasyarakat (LPPM) Universitas Khairun Ternate, dua kali terbit dalam setahun.Jurnal Techno adalah  publikasi ilmiah dalam ilmu pengetahuan dan teknologikhususnya bidang eksakta dari perspektif  multi dan interdisipliner
Pengaruh Pemberian Air Kelapa (Cocos nucifera L.) Dan Atonik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Hasti Maulidya Fassya; Tundjung Tripeni Handayani; Sri Wahyuningsih; Mahfut Mahfut
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 1 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i1.1681

Abstract

Large red chili pepper (Capsicum annuum L.) has a fairly complete nutrition and economic value. The supply of large red chili in the country is considered low compared to its demand, that’s why we need to increase its production. Increasing production can be done by fertilizing using natural fertilizers is coconut water (Cocos nucifera L.) and administration of Growth Regulatory Substances (ZPT) is atonik. The purpose of this research is to determine the effect of coconut water and atonic to the growth of large red chilli pepper sprouts determine which consentration of coconut water and atonic that has the most effective effect to the growth of large chilli pepper. This research was conducted in October - November 2019 at the Botany Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Science, University of Lampung. This research was carried out using a 2x3 factorial design using young coconut water (a) with 3 levels of concentration ie 0% v / v (a1), 25% v / v (a2) and 50% v / v (a3) and atonic solution ( b) with 2 concentrations, namely 0% v / v (b1) and 10% v / v (b2). Data analysis is the data homogeneous first with the Levene test at 5% significance level. Data analysis using analysis of variance (Analysis Of Variance) ɑ = 5%. If the interaction between the two factors is real, then proceed with the determination of the simple effect of coconut water at each level of atonic concentration with the F test at 5% significance level. The results of this research shows that the use of atonic and coconut water effects the growth of large red chili plants, and the most effective concentration to the growth of large red chilli pepper plants is the combination of 0% coconut water + 10% atonic.
PENDUGAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) BERDASARKAN SEBARAN KLOROFIL-A, SALINITAS PERAIRAN DAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN KOTA TERNATE MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH Surahman Surahman; Rustam Effendi Paembonan
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v5i1.786

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya perikanan Indonesia diberbagai wilayah yang tersebar di negeri ini, masih memiliki kekurangan yang signifikan. Ini dapat dilihat pada beberapa wilayah perairan yang masih terbuka peluang besar untuk pengembangan pemanfaatannya, dikarenakan belum optimalnya kinerja pemerintah untuk memberikan informasi yang dapat dijadikan sebagai acuan nelayan ketika melakukan aktifitas penangkapan ikan, terutama informasi tentang daerah penangkapan ikan (fishing ground). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan daerah penangkapan ikan berdasarkan sebaran konsentrasi klorofil-a, salinitas perairan dan suhu permukaan laut untuk pendugaan daerah penangkapan ikan cakalang di perairan Kota Ternate, dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daerah yang sesuai untuk penangkapan ikan cakalang adalah daerah yang memiliki kandungan klorofil-a, salinitas dan suhu perairan yang sesuai dengan faktor oseanografi kehidupan ikan cakalang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa daerah penangkapan ikan cakalang di perairan Kota Ternate berada pada bagian barat Pulau Ternate dan Pulau Hiri, dengan posisi 1°14'58,94” LU – 127°46'36” BT sampai dengan 1°37'37,4” LU – 126°19'18,6” BT dan 0°35'82,5” LU – 127°81'10,43” BT sampai dengan 1°06'85” LS - 127°39'33,82” BT. Kata Kunci :  Daerah penangkapan ikan, klorofil-a, salinitas, suhu permukaan laut, penginderaan jauh
PEMANFAATAN SILIKA MESOPORI MCM-48-NH2 SEBAGAI ADSORBEN ION Cu2+ Andi Yanti Puspita Sari; Paulina Taba; Prastawa Budi
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 4, No 02 (2015): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v4i02.341

Abstract

Ion Cu2+ merupakan unsur yang berbahaya jika terkontaminasi ke dalam lingkungan. Oleh karena itu, keberadaannya dalam lingkungan perairan harus dikurangi. Adsorpsi merupakan salah satu cara untuk mengurangi kandungan ion Cu2+ dalam larutan. Adsorpsi ion Cu2+ oleh MCM-48-NH2 dipelajari dengan variasi waktu kontak, pH, dan konsentrasi dari Cu2+. Isotermal Langmuir dan Freundlich digunakan untuk mempelajari isotermal adsorpsi Cu2+ oleh MCM-48-NH2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi Cu2+ oleh MCM-48-NH2 lebih sesuai dengan isotermal adsorpsi Langmuir. Nilai kapasitas adsorpsi Cu2+ oleh MCM-48-NH2 adalah 0,52 mmol g-1.Kata Kunci : Adsorpsi, MCM-48-NH2, Cu2+, isotermal Cu2+ ion is an element harmful if contaminated into the environment. Therefore, its presence in the aquatic environment must be reduced. Adsorption is one method to reduce thecontent of Cu2+ ion in solution. Adsorption of Cu2+ ion by MCM-48-NH2 was studied with variation of contact time, pH, and concentration of Cu2+ ion. Langmuir and Freundlich models were used to study the adsorption isotherm of Cu2+ by MCM-48-NH2. The result showed that adsorption of Cu2+ by MCM-48-NH2 more suitable with Langmuir models. The adsorption capacity of Cu2+ by MCM-48-NH2 was 0.52 mmol g-1.Keywords: Adsorption, MCM-48-NH2, Cu2+, isothermal
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA MINERAL BERWAWASAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Kabupaten Halmahera Utara) Ali Yusra Jolo; Rudi S Gautama
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.355

Abstract

SARIKeterdapatan potensi sumber daya mineral mempunyai peran strategis untuk mempercepat laju pembangunan di Kabupaten Halmahera Utara dimana status wilayah dalam katogori daerah tertinggal. Pengelolan potensi sumberdaya mineral yang dieksploitasi tentu mempunyai tantangan yang cukup berat karena pada wlilayah izin usaha pertambangan terdapat potensi sumber daya alam lainnya seperti kehutanan, kawasan pertanian dan kelautan. pengobtimalkan potensi sumberdaya mineral diperlukan kajian lingkungan hidup strategis untuk menetukan arah kebijakan pengelolaan kegiatan pertambangan sehingga diharapakan dapat meminimaliskan potensi pencemaran dampak negatif lingkungan. Pengelolaan sumberdaya mineral juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor lainnya, sehingga mempercepat laju pembangunan daerah disamping meminimalkan  potensi dampak lingkungan sehingga manfaat dari sumberdaya mineral dapat dioptimalkan . Oleh karenanya perlu menentukan arah kebijakan pengelolaan potensi sumberdaya mineral di Kabupaten Halmahera Utara yang berwawasan lingkungan. Kondisi eksisting di Kabupaten Halmahera Utara menunjukan hampir seluruh wilayah daratan merupakan kawasan kehutanan dengan persentase 87 %, sedangkan sisanya adalah areal penggunaan lain (APL). Selain itu dalam megeksploitasi potensi sumberdaya mineral juga berdampak terhadap kelautan dan spesies endemik serta pendapatan nelayan.  Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan emas diantaranya ialah membatasi luas bukaan sehingga ekosistem lokal terjaga yang menyebabkan spesies endemik berupa burung Bidadari dan Kakatua Putih tidak berkurang bahkan tidak punah, Pengelolaan air asam tambang dengan melakukan overburden management plan dan water management dan limbah pengolahan bijih perlu diproses dengan detoksifikasi. Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan Nikel diantaranya membatasi luas bukaan sehingga potensi erosi dapat berkurang, pengelolaan air dengan melakukan water management sehingga laut di desa Gonga Kecamatan Tobelo Timur tidak tercemar dan pengelolaan lahan bekas tambang. Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan Mangan diantaranya membatasi luas bukaan sehingga potensi erosi di Pulau Doi Kecamatan Loloda Kepulauan dan erosi di Kecamatan Loloda Utara serta Galela Utara dapat dikurangi, pengelolaan air dengan melakukan water management sehingga sungai Ake Pacak, Ake Supu dan Ake Mela dan laut di Kecamatan Loloda Utara, Galela Utara serta Loloda Kepulauan tidak tercemar, pengolahan tailing, pengelolaan tailing dapat dilakukan dengan lapisan air permanen, cladding dan capping dan pengelolaan lahan bekas tambang. Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan pasir besi diantaranya pencegahan abrasi dengan dengan melakukan penanaman mangruve, budidaya terumbu karang dan pembuatan tanggul penahan ombak, penambahan atau penetapan daerah perlindungan dan penguatan status konservasi untuk melindungi spesies endemik burung momua di Kecamatan Galela Utara, membatasi perizinan eksploitasi pertambangan di sempadan pantai serta pemberdayaan masyarakat nelayan.Kata Kunci: APL, Halmahera Utara, pertambangan, water management, tailing
ANALISA LETAK DINDING GESER (SHEAR WALL) TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG AKIBAT BEBAN GEMPA Nurul Anggraini Usmat I; Imran Imran; Mufti Amir Sultan
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i2.1327

Abstract

Wilayah kota ternate pada peta gempa SNI 1726-2012 berada pada zona dengan pecepatan 0,4 – 0,5 g (PGA, MCEG) dan percepatan 1,0 -1,2 g (SS, MCER) dengan frekuensi aktivitas seismik yang tinggi. Untuk itu pada setiap desain struktur bangunan di kota Ternate wajib untuk memperhitungkangaya gempa pada beban rencana. Memasang shear wall (SW) pada struktur gedung sebagai Sistem Ganda Rangka Pemikul Momen Khususmerupakan solusi untuk menahan gaya lateral gempa. Penelitian ini mengkaji posisi yang optimum untuk penempatan SW pada gedung yang menerima beban gempa statik dan dinamik. Gedung yang ditinjau adalah gedung bertingkat 6 lantai memiliki Panjang 45 m dan lebar 25 m dengantinggi tiap lantai 5 m. Penempatan SW menggunakan 4 variasi layout. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layout-2 adalah mode penempatan yang terbaik untuk penempatan SW pada struktur gedung sistem ganda dan SRPMK.
KARAKTERISTIK HABITAT TUMBUHAN KANTONG SEMAR ( Nepenthes sp ) DI PULAU HALMAHERA Didi Budi Cahyono; Chumidach Roini; M. Nasir Tamalene
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i1.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas karakteristik habitat tumbuhan kantong semar yang terdapat di Pulau Halmahera Bagian Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan metode jelajah. Dari hasil penelitian ini didapatkan 5 karakteristik habitat kantong semar, yaitu ; Hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, padang rumput, tepi rawa, dan Tepi sungai. Ditemukan 4 spesies tumbuhan Kantong Semar, yaitu ; NepenthesgrancilisKorth., Nepenthesmaxima, Nepenthesrefflesiana jack. dan Nepenthesmirabilis. Jumlah spesies pada masing-masing habitat yaitu hutan hujan tropis dataran rendah terdapat 215 spesies,NepenthesgrancilisKorth., Hutan pegunungan terdapat 64 spesies NepenthesgrancilisKorth.,Padang safana terdapat 23 spesies NepenthesgrancilisKorth., Tepi rawa terdapat 120 spesiesNepenthesmirabilis(Lour.) Druce., dan Tepi sungai terdapat 15 spesiesNepenthesmaxima, 5 spesies Nepenthesrefflesiana Jack., dan 232 spesies Nepenthesmirabilis(Lour.) Druce.
Pengembangan Protokol Isolasi DNA Genom Tanaman Durian Dengan Menggunakan Modifikasi Bufer CTAB Sundari Sundari
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.567

Abstract

AbstrakProtokol dan metode sederhana, efisien untuk isolasi  DNA genom tanaman durian   yang banyak mengandung phenol dan residu polisakarida telah dihasilkan. Pada penelitian ini, digunakan  protokol isolasi DNA tumbuhan  dengan metode CTAB yang dimodifikasi sebagai protokol yang  efisien untuk membuang polisakarida, phenol  dan  lendir yang sangat melimpah pada tanaman durian. Obyek penelitian ini  terdiri dari protocol CTAB yang dimodifikasi  tahap inkubasi dan presipitasi  pemurnian DNA genom dari phenol dan polisakarida. Perbandingan 2  protokol  isolasi  DNA durian dengan CTAB standard an CTAB modifikasi  menunjukkan bahwa metode  CTAB modifikasi menghasilkan  whole genom durian cukup murni rata rata 1,99 dan berhasil diamplifikasi  dengan PCR-RAPD.Kata kunci:  isolasi, DNA, polisakarida, CTAB, modifikasi, . AbstractThe simple and efficient  method for genomic DNA isolation protochol from durian , its woody fruit crops containing high polysaccharide levels has been described here. In the present study, using modified CTAB for plant DNA isolation protocols were studied for removing the highly concentrated polysaccharides from genomic DNA of woody fruit crops.This method involves the modified CTAB   at the incubate  and precipitate procedure employing DNA purification  step to remove polysaccharides and phenol residu.  Compared with the two  studied DNA  isolation protocols of  durian using standart CTAB and modified CTAB  the everage yield  high quality DNA whole genom is 1,99 purity and DNA was suitable for PCR and RAPD analyses.Keyword: isolation, DNA,  polysaccharides,  phenol residu, CTAB

Page 7 of 17 | Total Record : 169