cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
zul_bio@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
technounkhair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Techno: Jurnal Penelitian
Published by Universitas Khairun
ISSN : 1978610X     EISSN : 25807129     DOI : -
TECHNO: Jurnal Penelitian diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun, dua kali terbit dalam setahun dengan jumlah artikel dalam sekali terbit sebanyak 8 tulisan.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) MELALUI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR Hydrilla verticillata L. DAN KOTORAN AYAM Benediktus - Ege; Hendrikus - Julung
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i2.1177

Abstract

Hydrilla veriticillata merupakan  salah  satu  tumbuhan  air  yang banyak  ditemukan di  perairan  yang  tergenang  seperti  sawah  dan  rawa rawa. Kotoran ayam merupakan limbah yang dihasilkan dari peternakan ayam yang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kedua bahan tersebut mengandung beberapa unsur hara sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk. Tujuan penelitian ini adalam mengetahui pengaruh pupuk organik berbahan dasar Hydrilla verticillata L dan kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan pupuk organik berbahan dasar Hydrilla verticillata dan kotoran ayam dengan diulang sebanyak 5 kali pada masing-masing perlakuan. Hasil analisis sidik ragam variabel produktivitas menunjukan fhitung > ftabel dimana berat basah buah cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah  10,6>2,67. Selanjutnya, hasil uji BNJ menunjukan bahwa perlakuan ke 5 (500 gram) merupakan perlakuan paling baik untuk produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Disimpulkan bahwa produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L) signifikan dipengaruhi oleh pupuk organik berbahan dasar Hydrilla verticillata dan kotoran ayam.
MICROALGAE POTENTIAL TO DECREASING DISSOLVED AMONIA CONCENTRATION (NH3) ON LIQUID WASTE OF UREA FERTILIZER FACTORY Fadjar Sidiq Hidayahtullah; Agus Hermawan; Nuni Gofar
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i1.977

Abstract

The purpose of this research to analyzing the abilities of microalgae from various water treatment processes to improving chemical properties (pH, dissolved NH3, BOD, NO3-) the liquid waste of urea fertilizer factory. The sampling method has used the grab sampling method for a certain period. Microalgae sources are obtained from various water treatment processes and mixed with waste of water at a dose of 300 mg L-1. The results showed the source of microalgae clarifier was significantly different in reducing dissolved ammonia concentration, pH, and nitrate. Based on the results of regression analysis and correlation showed that the microalgae population was partially correlated with pH, BOD, nitrate, and dissolved ammonia of 1.61%, 87.70%, 55.38%, and 9.63%. While the concentration of dissolved ammonia significantly affected pH, BOD, nitrate, and microalgae biomass growth of 84.40%.
Kerapatan Mangrove dan Konservasinya di Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Abdulrasyid Tolangara; Hasna Ahmad
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.566

Abstract

AbstrakHutan mangrove merupakan perpaduan antara dua habitat yaitu terrestrial dan aquatik. Dalam perkembangannya ekosistem ini selalu mengalami kerusakan, ini terjadi kerena belum ada perhatian pemerintah untuk mencegahnya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan  menggunakan model Point Centered Quarter dan pengambilan sampel dengan menggunakan garis transek serta plot hitung berukuran 10mx10m untuk pengamatan tingkat pohon. Mangrove yang diukur pada 2 kawasan yaitu kawasan mangrove alami (A) yang teridiri empat stasiun dan kawasan mangrove rehabilitasi (B) juga terdapat empat stasiun. Pohon yang dipilih adalah pohon yang paling dekat di setiap quarter. Data pengamatan kemudian dianalisis secara kuantitatif  berupa kerapatan jenis mangrove di setiap stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan jenis mangrove  kawasan alami berada pada kategori jarang misalnya stasiun I pada jenis A. alba 512 individu/m2, stasiun II terdapat pada jenis S. alba  456 individu/m2 dan stasiun III pada jenis R. apiculata 326 individu/m2. Sedangkan pada kawasan rehabilitasi berada pada kategori padat hingga sedang, misalnya pada stasiun IV kategori padat yaitu jenis B. gymnorrhiza 3.400 individu/m2, stasiun I kategori padat jenis R. apiculata 2.100 individu/m2, dan stasiun II kategori padat  terdapat pada jenis jenis R. stylosa dan stasiun III kategori sedang terdapat pada jenis R. mucronata 1.324 individu/m2. Ini terjadi akibat aktifitas masyarakat yang selalu memanfaatkan potensi hutan tersebut, tanpa upaya konservasi, maka diperlukan upaya konservasi dengan model pengelolaan yang berbasis masyarakat (Community Based Management).Kata Kunci: Mangrove, Kerapatan, Konservasi, Bacan. AbstractMangrove forest is a combination of two habitats, terrestrial and aquatic. In its development, the ecosystem experiences damage due to the less attention from the government to prevent it. Therefore, information is needed to find out about the comparison of density between natural and rehabilitation areas. The research method used was quantitative descriptive using Point Centered Quarter model and sampling used was transect line with calculation plot in size of 10mx10m for observation of tree stage. Mangrove was measured in two areas, natural mangrove (A) and rehabilitation mangrove (B) both consisted of four stations. Trees chosen were the closest trees in each quarter. Observation data was analyzed quantitatively in form of the density of mangrove type in each station. The research result indicates that the density of mangrove type in natural area was in sparse category, such as in Station I for type of A. Alba the density was 512 individual/m2, Station II with type of S. alba was 456 individual/m2 and Station III in type of R. apiculata was 326 individual/m2. In rehabilitation area, on the other hand, was in dense to moderate category, such as the dense category in Station IV was for type of B. gymnorrhiza of 3,400 individual/m2, Station I was for type of R. apiculata of 2,100 individual/m2, and Station II was for R. stylosa. Whereas, for moderate category in Station III was in R. mucronata of 1,324 individual/m2. It was due to the activity of the community that utilized the forest potential without conservation effort. Therefore, a conservation effort is needed through community based management model.Keywords: Mangrove, Density, Conservation, Bacan
Studi Literasi Taksonomi dan Penelusuran Spesimen Lektotipe Cengkih (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry) Suparman Suparman; Nurhasanah Nurhasanah; Bahtiar Bahtiar; Sri DAS
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 1 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i1.1753

Abstract

Old scientific names of clove, Caryophyllus aromaticus, was published in 1753 by Carrolus Linnaeus and up to now it has many synonyms. Now, the old name is still recognized as basionim of clove. Merrill & Perry, based on the character, subsequently revised the genus of clove from the Caryophyllus to Syzygium, so the accepted scientific name is Syzygium aromaticum. The lectotype specimen was designed by McVaugh in 1989 and stored in BM from the Clifford collection.
STUDI POTENSI KEPITING KENARI (Birgus latro) BERUKURAN DEWASA DI PANTAI BARAT PULAU TERNATE PROPINSI MALUKU UTARA Supyan Supyan; Yuyun Abubakar
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v5i1.790

Abstract

Kepiting kelapa (Birgus latro), merupakan salah satu organisme endemik yang saat ini tengah mengalami ancaman penurunan populasi dan perlu dikonservasi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli – September 2015 di Pantai Barat Pulau Ternate dengan tujuan untuk mengetahui besarnya potensi kepiting kenari (berukuran dewasa) sebagai salah satu upaya pelestarian terhadap hewan yang dilindungi ini. metode yang digunakan adalah metode survey post facto melalui penandaan (Mark Recapture Methods) dengan lokasi sampling di Tadume Utara, Togafo 1, Togafo ujung selatan dan, Takome.   Selama pengamatan, induk kepiting kelapa yang ditemukan di stasiun Tadume ujung adalah 7 ekor, Togafo 3 ekor, Togafo ujung 5 ekor dan Takome 5 ekor masing-masng pada area 10.000 m2  (1 Ha).   Secara total, estimasi jumlah populasi kepiting kenari di lokasi penelitian adalah 46 individu per 40.000m2.  Jumlah sampel kepiting kelapa yang diperoleh selama penelitian berjumlah 20 ekor yang terdiri dari 13 ekor kepiting jantan dan 7 ekor kepiting betina. Hasil uji chi-kuadrat menunjukkan bahwa nisbah kelamin kepiting kelapa jantan dan betina yang tertangkap selama penelitian adalah 0,90 pada taraf signifikansi 5 %.  Hal ini berarti bahwa rasio kelamin jantan dan betina adalah 1:1 atau tidak terjadi penyimpangan nisbah kelamin antara jantan dan betina pada kepiting kelapa di Pulau Ternate. Kata kunci : Birgus latro, kepadatan populasi, rasio kelamin, kepiting kelapa
Kapasitas Lentur Balok Beton dengan Bahan Tambah Abu Vulkanik Gunung Gamalama Mufti Amir Sultan; Imran Imran; Siswoko Siswoko
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 01 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i01.552

Abstract

AbstrakBeton merupakan bahan konstruksi yang mempunyai peranan yang semakin luas seiring dengan laju pembangunan saat ini. Dalam pelaksanaan beton di lapangan kadang digunakan bahan tambah (admixture) untuk memperbaiki sifat atau kinerjia beton. Bahan tambah dapat berupa bahan kimia, serat dan bahan buangan non kimia yang dicampurkan dengan perbandingan tertentu. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan durabilitas beton melalui penggunaan berbagai jenis bahan tambah seperti fume silica, slag, fly ash ataupun natural pozzolan (volcano ash). Bahan tambah yang digunakan yaitu Abu Vulkanik Gamalam (AVG). Penelitiana ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh AVG terhadap kuat lentur beton. Benda uji yang digunakan adala balok berukuran (15x15x60) cm, Mutu beton K-225 dengan variasi penambahan AVG 20% terhadap berat semen. Pengujian kuat lentur dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada beton dengan bahan tambah AVG kuat lentur balok sebesar 38,509 kg/cm², sedangkan untuk beton tanpa campuran Abu Vulkanik Gamalama (AVG) sebesar 29,448 kg/cm² atau terjadi kenaikan kuat lentur sebesar 23,53% Kata kunci: abu vulkanik, AVG, kuat lentur, beton.  AbstractConcrete is a construction material where its role is broader along with the current development. In field, concrete is sometimes used as an admixture to improve the nature or performance of the concrete. Admixture can be in form of chemical material, fiber and non-chemical waste material that mix with certain ratio. Efforts conducted to improve the performance and durability of concrete through the use of various types of admixture, such as fume silica, slag, fly ash or natural pozzolan (volcano ash). Admixture used was Gamalama Volcanic Ash (AVG). The research aimed to find out the influence of AVG on concrete flexural strength. Testing materials used were concretes with size of (15x15x60) cm, K-225 concrete quality with variation of AVG addition of 20% against the cement weight. Flexural strength test was conducted on 28 days concrete. The research result found that concrete with admixture of AVG the concrete flexural strength was 38.509 kg/cm², whereas for concrete without Gamalama Volcanc Ash (AVG) mixture was 29.448 kg/cm² or an increase in the flexural strength of 23.53%.Keywords: volcanic ash, AVG, flexural strength, concrete.
ANALISIS UNSUR MINOR KATION DALAM SAMPEL AIR ALAM DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KROMATOGRAFI ION Muhammad Amin
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v5i1.780

Abstract

Tulisan ini berkaitan dengan studi banding mengenai kualitas air alam yang diperoleh dari berbagai lokasi di Ternate, Maluku Utara. Empat jenis air seperti air sungai, air sumur, air danau, dan air PDAM dievaluasi. Pada penelitian ini, teknik kromatografi ion digunakan sebagai metode analisis untuk menentukan kation anorganik (litium, natrium, amonium, kalium, kalsium, dan magnesium) yang terkandung dalam berbagai jenis air alam. Kombinasi Metrosep C2-150 sebagai kolom analitik dengan campuran eluen 4mM asam tartarat dan 0,75 mM asam dipikolinik digunakan dalam percobaan ini. Kata Kunci: Kromatografi ion, air alam, kation anorganik
ANALISIS PROSPEK DAN KENDALA PENGEMBANGAN PRODUK INDUSTRI BERBAHAN BAKU DAGING BUAH PALA DI KOTA TERNATE Nurdiayanawati Djumadil; Yunus Syafie
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i2.1521

Abstract

Prospek pengembangan penganekaragaman produk berbahan baku daging buah pala melalui pengolahan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kota Ternate sangat prospektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prospek dan kendala pengembangan produk industri berbahan baku daging buah pala. Metode analisis yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu membandingkan tingkat prioritas antar variabel antara lain; Goal, Kriteria (Prospek dan Kendala), sub kriteria (cita rasa, skala usaha, pariwisata),  (kontinuitas bahan baku, kualitas SDM, modal usaha, standar mutu) dan alternatif (sirup pala, manisan pala, jus pala, snack pala, dodol pala, sambal pala, stick pala) pada suatu level atau tingkatan dari suatu susunan hirarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria prospek secara keseluruhan yang paling berpengaruh dalam pengembangan produk industri berbahan baku daging buah pala adalah kriteria skala usaha dengan  nilai bobot 0,447. Ini mengindikasikan bahwa para pelaku usaha industri berbahan baku daging buah pala mampu bersaing dalam skala usaha kategori Industri Kecil Menengah (IKM).  Sedangkan pada pemilihan alternatif  terbaik adalah produk jus pala dengan nilai bobot 0,349, karena memiliki permintaan pasar tertinggi baik pasar lokal,  nasional bahkan ke manca negara. Kriteria kendala secara keseluruhan yang paling berpengaruh dalam pengembangan produk industri berbahan baku daging buah pala adalah kriteria modal usaha dengan  nilai bobot 0,419 merupakan faktor penting untuk mengatasi masalah dalam pengembangan produk. Dan pada pemilihan alternatif yang menjadi kendala utama adalah produk jus pala dengan nilai bobot 0,349, walau memiliki permintaan pasar yang tinggi, namun penyediaan bahan baku daging buah pala pada kriteria kontinuitas bahan baku rendah atau tidak sebanding dengan permintaan produk jus pala.
KAJIAN KEBERADAAN AIRTANAH PADA SEBAGIAN LERENG GUNUNGAPI GAMALAMA PULAU TERNATE Marwis Aswan; Rohima Wahyu Ningrum; Muhammad Reza Kusman
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i1.1007

Abstract

Kota Ternate adalah sebuah kota yang berada di bawah kaki gunung api, yaitu gunung Gamalama. Daerah Jambula dan Takome merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya masih kekurangan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman airtanah bebas dan struktur perlapisan bawah permukaan di daerah Jambula dan Takome. Untuk melihat kedalaman airtanah bebas dan struktur perlapisan bawah permukaan dapat digunakan metode geolistrik, dengan menggunakan alat Ares multi elektroda, kemudian di ambil (download) dengan menggunakan perangkat lunak (software) ARES-G, kemudian diolah dengan  perangkat lunak (software) Res2Dinv, dan dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kedalaman airtanah bebas pada lintsan J-1 sampai dengan J-3 daerah Jambula berkisar antara 3,2-27,0 m, dan lintasan T-1 dan T-2 daerah Takome berkisar antara 13,4-21,4 m, dengan nilai resistivitas pada seluruh lintasan berkisar antara 14,8-234 Ω.m, lintasan yang paling prospek terdapat airtanah adalah lintasan J-3 daerah Jambula. Lapisan struktur bawah permukaan yang didapat pada tiap-tiap lintasan pengukuran dapat di kelompokkan dalam tiga lapisan, yaitu lapisan pasiran lempung dan kerikil dengan kisaran kedalaman antara 1,25-18,8 m, lapisan kerikil dan pasiran dengan kisaran kedalaman antara 3,2-27 m, dan lapisan batuan beku yang kompak (impermeable) dengan kisaran kedalaman antara 15,9-39,2 m.
Sampah Rumah Tangga di Ternate Bahtiar Bahtiar; Zulkifli Ahmad; Wiyana Pobi
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.661

Abstract

Abstrak Jumlah penduduk Kota Ternate 212.997 jiwa, luas wilayah 111,39 km2 dengan kepadatan 1.865,42 jiwa/ km2. Apabila kita menggunaan pendekatan paradigma “sampah sebagai barang berguna” maka jumlah penduduk sebanyak itu menghasilkan volume sampah yang berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah kembali. Terkait kepentingan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Kota Ternate ke depan, maka kedudukan sampah merupakan sebuah potensi. Deskripsi potensi sampah harus diawali dengan pengenalan komposisi dan timbulan sampah yang ada, terutama sampah rumah tangga. Gambaran komposisi akan memberikan informasi tentang komponen yang terdapat dalam buangan padat beserta distribusinya. Timbulan sampah memberikan informasi banyaknya sampah rumah tangga yang dihasilkan. Data timbulan sampah juga diperlukan untuk desain sistem pengelolaan persampahan, seleksi jenis peralatan untuk transportasi sampah dan desain tempat pembuangan sampah. Kata Kunci:, komposisi sampah, rumah tangga, Kota Ternate  Abstract The population of Ternate City is 212,997 people, the area of 111.39 km2 with the density of 1,865.42 people/km2. If we use the paradigm approach of "waste as a useful item" then the amount of population as much as it produces the volume of waste that has the potential to be utilized and reprocessed. Related to the management and utilization of waste in Ternate City in the future, the position of waste is a potential. Description of potential waste should be started with the introduction of composition and waste generation, especially household waste. The composition description will provide information on the components contained in solid waste and its distribution. Waste generation provides information on the amount of household waste generated. Waste generation data is also required for the design of waste management systems, the selection of equipment types for waste transport and the design of landfills. Keywords: composition of waste, household, Ternate city

Page 6 of 17 | Total Record : 169