cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
link@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang 50239
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LINK
ISSN : 18295754     EISSN : 24611077     DOI : 10.31983
Core Subject : Health,
Jurnal LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077; http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link) merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang. Jurnal LINK berfokus menerbitkan artikel ilmiah tentang hasil pengabdian masyarakat yang meliputi pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan, teknologi tepat guna (TTG), dan pendidikan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat dapat berupa penerapan hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat berbasis wilayah guna menangani dan mengelola berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024" : 16 Documents clear
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Identifikasi, Penentuan Prioritas Dan Penyusunan Upaya Perbaikan Permasalahan Kesehatan Lingkungan Nuryanto, Nuryanto; Widiyanto, Teguh; Lagiono, Lagiono; Bahri, Bahri
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.10590

Abstract

Beberapa permasalahan kesehatan lingkungan dapat menjadi potensi penularan penyakit, namun tidak dapat dilakukan intervensi secara keseluruhan, mengingat keterbatasan sumber daya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka identifikasi dan penentuan prioritas dapat dilakukan sebagai langkah awal dalam penyelesaian permasalahan kesehatan lingkungan. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam mengidentifikasi, menentukan prioritas dan menyusun upaya perbaikan permasalahan kesehatan lingkungan dalam rangka pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Metode dan Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan sebanyak 32 orang dengan Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi, sosialisasi, pendampingan (identifikasi, penentuan prioritas dan penyusunan upaya perbaikan) serta evaluasi. Analisis data menggunakan uji t-test dependent untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hasil Identifikasi dan penentuan prioritas masalah kesehatan lingkungan di Desa Karangmangu ditemukan 5 besar permasalahan kesehatan lingkungan prioritas yang perlu dilakukan perbaikan antara lain sampah rumah tangga belum dilakukan pengolahan, terdapat rumah tangga yang belum mengakses sarana sanitasi dasar, rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), terdapat rumah tangga yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan kurangnya kesadaran dalam pemberantasan sarang nyamuk. Perlu adanya upaya perbaikan terhadap 5 prioritas masalah kesehatan lingkungan secara berkelanjutan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Karangmangu.
Pengolahan Daun Kelor Peningkat Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Pudakpayung Umaroh, Umaroh; Musdalifah, Ulfah; Setianingsih, Agustin; Khobibah, Khobibah
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.10885

Abstract

Kelurahan Pudakpayung, kota Semarang, memiliki potensi ekonomi dan kesehatan yang perlu dikembangkan. Fokus pada RW 7 sebagai kampung tematik jajan pasar, masyarakatnya memiliki kekreatifan tinggi dan dapat membudidayakan tanaman kelor. Namun, dibutuhkan bimbingan untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Pengabmas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Pudakpayung dalam pengolahan daun kelor, dengan fokus pada pengembangan teh daun kelor. Tujuan spesifik mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, promosi, dan pemberian the daun kelor kepada ibu menyususi untuk meningkatkan berat badan bayi. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, pelatihan praktik, demonstrasi, dan diskusi. Evaluasi dilakukan dengan memberikan produk teh daun kelor kepada ibu menyusui, dengan penilaian berat badan bayi sebelum dan setelah perlakuan. Pengabdian ini berhasil meningkatkan rata-rata berat badan anak dari 9,88 menjadi 10,51 setelah ibu mengkonsumsi teh daun kelor. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test menunjukkan signifikansi sebesar 0,0001 < 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan. Nilai Std. Deviation juga menunjukkan konsistensi hasil. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa konsumsi teh daun kelor dapat meningkatkan berat badan balita. Masyarakat Pudakpayung semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan teh daun kelor. Dengan demikian, pengembangan potensi ekonomi dan kesehatan di kelurahan ini dapat terus ditingkatkan.
Peer Learning: Remaja Sadar Gizi Rofi'ah, Siti; Arfiana, Arfiana; Widatiningsih, Sri; Ayuningtyas, Ayuningtyas
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11594

Abstract

Remaja mempunyai peran penting dalam masyarakat. Tiga beban gizi yang dihadapi remaja Indonesia yaitu malnutrisi, kelebihan gizi, dan kekurangan gizi mikro akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara serta menghambat kemajuan dalam mencapai tujuan pembangunan. Kegiatan pengabdian masyarakat "Peer Learning: Remaja Sadar Gizi di Desa Bojong" bertujuan untuk menguatkan peran remaja dalam meningkatkan status gizi remaja sehingga terwujud generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. Metode yang digunakan adalah dengan menguatkan peran remaja sebagai kader Posyandu Remaja melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa peningkatan pengetahuan kader Posyandu Remaja "CERDIK" tentang Gizi Remaja, buku "Gizi Remaja" yang telah mendapatkan sertifikat Hak Cipta dan bentuk kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Semarang dengan Pemerintah Desa Bojong sebagai Mitra PUI P2PTM "Desa Sehat Remaja Bebas Anemia Gizi Besi". Kegiatan pembinaan kader dan pemantauan kegiatan posyandu remaja sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan baik oleh bidan desa maupun petugas promosi kesehatan di puskesmas serta perangkat desa dan PLKB Desa Bojong.
Pelatihan Failure Mode And Effect Analysis Dalam Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien Ningsih, Kori Puspita; Santoso, Sugeng Santoso; Nursanti, Ida; Hernawan, Heri
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11670

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan termasuk klinik. Salah satu upaya mencegah terjadinya suatu risiko menggunakan metode manajemen risiko. Manajemen risiko proaktif berbasis Failure Mode Effect Analysis (FMEA) merupakan upaya strategis yang disarankan dalam memitigasi risiko. Permasalahan prioritas Klinik Denkensyhah 04.04.02 adalah kurangnya pengetahuan terkait langkah-langkah melakukan FMEA. Urgency penerapan FMEA juga sesuai dengan standar akreditasi klinik. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan memberikan pelatihan urgency FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Metode dalam kegiatan PKM ini melalui pelatihan dengan metode ceramah, praktik dan diskusi, Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024. Secara menyeluruh kegiatan PKM berjalan lancar. Klinik Denkensyah 04.04.02 memiliki peluang untuk mengimplementasikan FMEA dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan. Metode pelatihan pada PKM ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata skor pre-post test sebesar 35 skor. Rata-rata skor awal sebesar 56 saat pre-test meingkat menjadi 91 saat post-test. Adanya peningkatan pengetahuan FMEA tersebut diharapkan akan berdampak pada sikap dan perilaku pimpinan maupun staff klinik dalam mengelola manajemen risiko proaktif berbasis FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Pendampingan Deteksi Kegawatan Diabetes Melitus Dan Neuropati Diabetes Pada Kelompok Prolanis Minarti, Minarti -; Wat, Rini Ambar; Adinata, Achmad Arfan; Miadi, Miadi; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11848

Abstract

Perawatan diri pada penyandang diabetes 95% tergantung dari individu sendiri, namun juga memerlukan dukungan dari keluarga dan program pemerintah. Deteksi kegawatan pada diabetes dan neuropati diabetes merupakan bagian dari kegiatan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan kelompok prolanis tentang kegawatan diabetes melitus dan neuropati diabetes, serta keterampilan melakukan deteksi kegawatan diabetes melitus dan neuropati diabetes. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi yang difokuskan pada deteksi kegawatan diabetes dan keterampilan mengidentifikasi risiko neuropati diabetes. Hasil keterampilan wawancara secara berpasangan didapatkan hasil bahwa seluruh penyandang diabetes (60 orang), menyatakan kulit kering dan pecah-pecah, sebagian besar merasa mudah lelah, merasa kaki mati rasa, kaki kurang peka dan kram. Hasil pemeriksaan lanjutan menggunakan monofilament test untuk mengidentifikasi risiko neuropati, dengan hasil risiko rendah sebanyak 41 orang dan risiko tinggi sebanyak 19 orang. Tindaklanjut dari tenaga kesehatan adalah melaksanakan edukasi kepada kelompok prolanis secara berkelanjutan, sedangkan bagi penyandang diabetes tetap melakukan pemantauan secara mandiri, mengindentifikasi tanda dan gejala yang muncul sehingga tidak terjadi keterlambatan penanganan.
Aplikasi Integrative Empowerment Keluarga Berbasis E-Monitoring Roled Based Expert System Dalam Pencegahan Relapse Pada Skizofrenia Iswanti, Dwi Indah; Mendrofa, Fery Agusman Motuho; Huda, Khairul; Mujahidah, Sa'adah; Sawab, Sawab
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11851

Abstract

E-monitoring integrative empowerment berbasis roled based expert system yang dapat diakses kapan saja dan dimanapun berada menghadirkan Perawat jiwa belum terbentuk untuk membantu keluarga merawat dan mencegah relapse skizofrenia ketika dirumah. Pemberdayaan kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk membentuk dan melihat efektifitas dari e-monitoring integrative empowerment berbasis roled based expert system. Evaluasi pemberdayaan kemitraan masyarakat dilakukan dengan desain pra-experimental pada 30 keluarga yang merawat skizofrenia. Kuesioner digunakan untuk mengukur kemampuan keluarga merawat dan mencegah relapse. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil: Ada efektifitas e-monitoring integrative empowerment berbasis roled based expert system terhadap kemampuan keluarga merawat dan mencegah relapse (p-value=0,000<0,05). Perawat jiwa dan kader dilatih untuk dapat mensosialiasasikan dan memantau dari program aplikasi system ini sehingga dapat digunakan oleh keluarga yang merawat skizofrenia.
Pemanfaatan Aplikasi Starting (Smart Detection for Stunting) Dalam Deteksi Risiko Stunting Aisyah, Risqi Dewi; Suparni, Suparni; Subowo, Edi
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11870

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak di Indonesia. Prevalensi stunting pada anak di bawah dua tahun masih tinggi, mencapai 32,8% pada tahun 2023, meskipun berbagai intervensi telah dilakukan. Di Kabupaten Pekalongan, prevalensi stunting meningkat dari 19,5% pada 2021 menjadi 23,5% pada 2022. Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan orang tua, keluarga, tenaga kesehatan, serta intervensi edukasi yang dimulai sejak masa prakonsepsi. Teknologi, seperti aplikasi smartphone, menawarkan solusi potensial untuk deteksi dini dan pemantauan status gizi. Aplikasi STARTING (Smart Detection for Stunting) diperkenalkan untuk membantu kader posyandu dalam deteksi stunting pada calon pengantin, ibu hamil, dan balita. Pengabdian yang dilakukan di Desa Tosaran dan Desa Jomblangan selama delapan bulan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dengan nilai rata-rata 2,97 untuk deteksi calon pengantin, 4,17 untuk ibu hamil, dan 0,63 untuk balita. Persepsi kader terhadap aplikasi STARTING sangat positif. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran kader dalam mencegah stunting dengan memperkuat kapasitas mereka melalui edukasi yang lebih efektif
Analisa Kebijakan Program DBDklim dalam Mitigasi Penyebaran Demam Berdarah Dengue di DKI Jakarta Naja, Nadia
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12016

Abstract

Sampai dengan 31 Mei 2024, terdapat 9.261 kasus DBD dengan 22 kematian. Case Fatality Rate (CFR) Mei 2024 mencapai 0,24%, walaupun masih tercapai indikator program DBD yakni CFR <1% namun tertinggi dibanding 5 tahun terakhir. Tujuan penelitan adalah menemukan permasalahan belum optimalnya kebijakan Peringatan dini DBD berbasis iklim (DBDKlim) serta menyusun usulan rekomendasi kebijakan di DKI Jakarta. Metodologi yang digunakan dalam proses policy paper ini adalah Analisa SOAR (Strenghts, Opportunity, Aspiration and Result) dan wawancara. Hasil analisis SOAR, maka strategi yang dipilih adalah: 1). Strategi SA: Menggunakan Kekuatan Menjadi Harapan  (635), 2). Strategi SR: Menggunakan Kekuatan untuk Mencapai Hasil yang Terukur (565), 3). Strategi OA: Menggunakan Peluang untuk Mencapai Harapan (650), 4). Strategi OR: Menggunakan Peluang untuk Mencapai Hasil yang Terukur (560). Strategi OA merupakan strategi dengan nilai tertinggi, maka konsepsi optimalisasi peran DBDKlim adalah Peluang untuk mencapai Aspirasi/Harapan. Kesimpulan dan rekomendasi yaitu Optimalisasi kebijakan DBDKlim untuk menekan jumlah korban DBD, terutama dalam peningkatan sebaran data level kecamatan, kabupaten hingga level Nasional melalui perubahan instruksi Gubernur dan Peraturan Menteri Kesehatan.
Edukasi Buku Saku Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Untuk Mencegah Keluhan Mata Fotokeratitis Pada Pekerja Pengelasan Aldiansyah, Mahrus; Ardyanto, Denny; Ernawati, Meirina
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12227

Abstract

Pekerja las terpapar radiasi ultraviolet yang berisiko menyebabkan fotokeratitis. Tingkat pengetahuan yang baik pada pekerja merupakan aspek yang penting untuk mengurangi risiko tersebut. Edukasi buku saku dilakukan agar dapat memberikan pemahaman pekerja mengenai bahaya dan upaya pencegahan fotokeratitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak edukasi buku saku sebagai upaya peningkatan pengetahuan pekerja dalam mencegah terjadinya fotokeratitis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Responden yang terlibat adalah seluruh 45 pekerja pengelasan yang ada di perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) setelah pekerja mendapatkan edukasi buku saku tersebut. Data hasil tes awal dan tes akhir pada pekerja dibandingkan persentasenya untuk mengetahui rata-rata tingkat pengetahuan pekerja. Rata-rata tingkat pengetahuan seluruh pekerja memperoleh nilai tes awal sebesar 65 dan nilai tes akhir 80. Tingkat pengetahuan pekerja merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya pencegahan kejadian fotokeratitis. Pekerja yang mengetahui bahaya dan risiko serta pentingnya menggunakan pelindung mata saat melakukan pengelasan cenderung tidak merasakan adanya keluhan mata fotokeratitis.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Sampangan Kota Semarang Melalui Edukasi Ecoenzym Skala Rumah Tangga Wahyuningsih, Nur Endah; Suhartono, Suhartono; Joko, Tri; Budiyono, Budiyono; Astorina, Nikie; Nabiha, Puteri Inandin
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12229

Abstract

Pengelolaan sampah organik skala rumah tangga merupakan tantangan di Kelurahan Sampangan, Kota Semarang. Kegiatan bertujuan memperkenalkan metode ecoenzym sebagai pendekatan inovatif untuk mengatasi masalah tersebut, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Metode pengabdian ini menggunakan pre-post test one group design dengan pendidikan infrastruktur pengolahan sampah meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, implementasi, diskusi, dan evaluasi dengan partisipan terdiri dari 42 orang. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan perbedaan nilai pre-test dan post-test yang bermakna (t=-11,562; p<0,001). Meskipun demikian, hanya 40% responden menyatakan kesiapan masyarakat untuk mengadopsi metode ini secara mandiri. Evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah organik, namun partisipasi masyarakat secara luas masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, penerapan ecoenzym sebagai metode pengelolaan sampah organik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Diperlukan upaya lanjutan untuk pengembangan program agar dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di seluruh kelurahan.

Page 1 of 2 | Total Record : 16