cover
Contact Name
ivan
Contact Email
ivan.agung@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.psikologi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : 19783655     EISSN : 24078786     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal ini mengakomodir artikel/karya ilmiah meliputi : Psikologi Umum, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Agama, Psikologi Industri & Organisasi dan Indegenous Psychology Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, dalam bidang psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Kebahagiaan Ditinjau Dari Status Pernikahan dan Kebermaknaan Hidup Mauliawati Fatimah; Fathul Lubabin Nuqul
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.5125

Abstract

Kebahagiaan merupakan kondisi sejahtera yang ditandai oleh emosi positif seperti perasaan tentram, senang, puas terhadap kehidupan yang dijalani, serta menikmati kehidupan. Kebahagiaan muncul dikendalikan oleh komponen penting yakni kebermaknaan hidup. Sementara penyebab kebahagiaan salah satunya pernikahan. Namun berdasarkan data survei BPS 2017 menunjukkan bahwa indeks kebahagiaan orang yang belum menikah lebih tinggi dibanding yang menikah. Di sisi lain pernikahan dianjurkan untuk mencapai kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa  menikah mempengaruhi kebahagiaan. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa sejumlah 79 orang bekum menikah dan 60 orang telah menikah. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Oxford Happiness Inventory (OHI) untuk mengukur kebahagiaan, dan skala The Brief Personal Meaningful Profile (PMP-B) untuk mengukur kebermaknaan hidup. Hasil menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak dipengaruhi status, namun lebih dominan dipengaruhi oleh kebermaknaan hidup.
Religiusitas Islami dan Kerendahan Hati dengan Pemaafan pada Mahasiswa Yulia Fitriani; Ivan Muhammad Agung
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.6418

Abstract

Pemaafan merupakan hal yang penting dalam hubungan interpersonal.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara religiusitas Islami dan kerendahan hati dengan pemaafan pada mahasiswa UIN Suska Riau. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 391 mahasiswa UIN Suska Riau. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur pemaafan dari Religiusitas Islami dan skala kerendahan hati. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis regresi untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi religiusitas Islami dan kerendahan hati (p=0,000 p<0,05) artinya religiusitas Islami dan kerendahan hati memiliki hubungan positif dengan pemaafan. Kontribusi variabel religiusitas Islami dan kerendahan hati terhadap pemaafan sebesar 8,7%. Variabel yang lebih besar pengaruhnya terhadap pemaafan adalah kerendahan hati dibandingkan religiusitas Islami. 
Peranan Komitmen Dan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Kepuasan Pernikahan pada Suami yang Memiliki Istri Bekerja Sofa Raihana Harahap; Yuliana Intan Lestari
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.5603

Abstract

Kepuasan pernikahan menjadi salah satu faktor terpenting untuk mencapai keluarga yang bahagia. Fenomena saat ini, banyak suami yang merasakan ketidakpuasan dengan pernikahannya karena memiliki istri bekerja. Hal ini akan memicu terjadinya masalah dalam pernikahan. Untuk itu diperlukan adanya komitmen dan komunikasi interpersonal agar tercapainya kepuasan pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komitmen dan komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan pada suami yang memiliki istri bekerja.Subjek penelitian sebanyak 110 subjek, menggunakan teknik Total Sampling.Pengumpulan data mengunakan Skala komitmen, Skala komunikasi interpersonal dan Skala kepuasan pernikahan. Analisis data mengunakan teknik Regresi Bergandadengan bantuan program SPSS 22.0 for windows. Hasil analisis regresi ganda diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01) dengan  nilai F sebesar 15,284 artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat hubungan antara komitmen dan komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan pada suami yang memiliki istri bekerja. Adanya komitmen dan komunikasi interpersonal dalam pernikahan akan menciptakan kepuasan pernikahan. Dimana komitmen pasangan ditunjukkan dengan suami setia dengan janji pernikahan yang diucapkan, tidak akan meninggalkan pasangan sampai maut memisahkan dan komunikasi interpersonal ditunjukkan dengan mampu menerima kekurangan, saling terbuka, rela berkorban untuk pasangan.
Readiness For Change Ditinjau Dari Kepemimpinan Transformasional Pada Karyawan/I PT. Mam Medan Chaterine Xu; Sri Hartini; Winida Marpaung
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.6405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah karyawan/i PT. Mega Anugrah Mandiri Medan sebanyak 120 orang. Data diperoleh dari skala untuk mengukur readiness for change dan kepemimpinan transformasional. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas sebaran, dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 20 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.571 (p<0.05). Ini menunjukkan bahwa adanya hubugan positif antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan  yang diberikan variabel kepemimpinan transformasional terhadap readiness for change adalah sebesar 32.6 persen, selebihnya 67.4 persen di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan readiness for change dapat diterima.   
Peran Modal Psikologis sebagai Mediator untuk Kepercayaan Organisasi dan Keterikatan Karyawan pada Industri Media Televisi ade nugraha saefudin; Wustari Mangundjaya
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.5753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari modal psikologis sebagai mediator pada hubungan antara kepercayaan organisasi dengan keterikatan karyawan. Selain melihat peran modal psikologis sebagai mediator, peneliti juga menguji hubungan diantara ketiga variabel yang digunakan. Responden pada penelitian ini adalah 167 orang karyawan yang bekerja di industri media televisi, memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun dan merupakan pegawai tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan organisasi memiliki hubungan positif dengan modal psikologis (r=0.382, p<0.01). Selanjutnya, modal psikologis memiliki hubungan yang positif dengan keterikatan karyawan (r=0.506, p<0.01). Pada penelitian ini, diketahui pula bahwa kepercayaan karyawan pada organisasi memiliki hubungan dengan keterikatan karyawan (r=0.692, p<0.01). Hasil analisis menggunakan Process Hayes menunjukkan bahwa modal psikologis memiliki peran dalam memediasi hubungan antara kepercayaan organisasi dengan keterikatan karyawan pada industri media televisi. Peran modal psikologis dalam model penelitian ini adalah sebagai partially mediation, artinya modal psikologis tidak secara penuh memediasi hubungan antara kepercayaan organisasi dengan keterikatan karyawan.Kata Kunci : kepercayaan organisasi, modal psikologis, keterikatan karyawan.
Harga Diri ditinjau dari Kualitas Relasi Ayah pada Mahasiswa-mahasiswi yang Tinggal di Asrama Universitas Prima Indonesia Debby - Mellita; Sri Hartini; Yulinda Septiani Manurung
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.6302

Abstract

JBeberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan harga diri memiliki peranan penting untuk mencapai kebahagiaan, kesejahteraan subjektif, serta mempengaruhi kepercayaan diri individu. Proses pembentukan harga diri diasumsikan memiliki kaitanyang erat dengan pengalaman yang diperoleh dari pengasuhan keluarga, salah satunya yaitu kualitas relasiayah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas relasi ayah dengan harga diri.. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i yang tinggal di asrama Universitas Prima Indonesia sebanyak 139 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kualitas relasi ayah dan harga diri. Perhitungan dilakukan dengan melalui uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 21 for Windows. Hasil analisis data menunjukan koefsien korelasi sebesar 0,647 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara kualitas relasi ayah dengan harga diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel kualitas relasi ayah terhadap harga diri adalah sebesar 41,9 persen. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis dapat diterima bahwa ada hubungan positif antara kualitas relasi ayah dengan harga diri.
Locus Of Control Internal Dan Stres Kerja Pada Polisi Reserse Kriminal Polda Aceh Layyina Hafna; Eka Dian Aprilia
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.5861

Abstract

Polisi reserse kriminal merupakan salah satu profesi yang bertugas membina fungsi,  menyelenggarakan kegiatan penyelidikan, tindak pidana, menegakkan hukum, dan menegakkan administrasi penyidik sesuai ketentuan hukum. Tugas tersebut sangat rentan terhadap stres karena memiliki resiko dan beban kerja yang berat. Berbagai sumber stres di tempat kerja dapat menjadi penyebab terjadinya stres kerja. Stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang memengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi individu di lingkungan kerja. Salah satu faktor yang memengaruhi stres kerja adalah locus of control internal. Individu dengan locus of control internal percaya bahwa keberhasilan atau kegagalan tergantung pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara locus of control internal dengan stres kerjapada polisi reserse kriminal di Polda Aceh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini incidental sampling dengan jumlah 43 sampel yang terdiri dari direktorat reserse kriminal umum dan direktorat reserse kriminal khusus. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua skala  psikologi, yaitu skala adaptasi internal-eksternal locus of control dari Rotters (1966) dan skala adaptasi stres kerja dari House, McMichael, Wells, Kaplan, dan Landerman (1979). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi spearman menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,464 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara locus of control  internal dan stres kerjapada polisi reserse kriminal Polda Aceh.
Hubungan Berfikir Positif dengan Kebahagiaan Penderita Kanker Payudara Riska Ade Irma; Raudatussalamah - Raudatussalamah
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.5696

Abstract

Kebahagiaan merupakan sesuatu yang penting bagi penderita kanker payudara karena dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Salah satu hal yang menentukan kebahagiaan seseorang salah satunya intentional activities yang melibatkan kognitif yaitu berpikir positif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara berpikir positif dengan kebahagiaan penderita kanker payudara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan alat pengumpulan data berupa skala PANAS (Positive Affect and Negatif Affect) dan SWLS (Satisfaction With Life Scale) untuk mengukur kebahagiaan, sedangkan berpikir positif disusun berdasarkan teori Albrecht. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 penderita kanker payudara dengan teknik pengambilan sampel yaitu kuota sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan berpikir positif dengan kebahagiaan penderita kanker payudara dengan nilai r = 0,406 (p = 0,000<0,005). Artinya berpikir positif memiliki hubungan dengan kebahagiaan. Kebahagiaan penderita kanker payudara pada aspek afek positif berada pada kategori sangat tinggi, afek negatif berada pada kategori sangat rendah sedangkan aspek kognitif berada pada kategori tinggi. Hasil penelitian menemukan bahwa aspek afirmasi diri berkontribusi besar terhadap kebahagiaan, sedangkan penyesuaian diri secara realistik memberikan kontribusi paling kecil. Sehingga penderita kanker payudara diharapkan agar dapat lebih memodifikasi penyesuaian diri.Kata Kunci : Berpikir positif, Kebahagiaan, Penderita Kanker Payudara.   ABSTRACTHappiness is something that is important for breast cancer patients because it can inhibit the growth and spread of cancer cells. One of the things that determine one’s happiness is one of intentional activities that inyolves cognitive thinking is positive. The purpose of this study to determine the relationship between positive thinking with the happiness of breast cancer patients. This research is a correlational quantitative research with data collection tool in the form of heat scale (Positive Affect and Negative Affect) and SWLS (Satisfaction With Life Scale) to measure happiness, whereas positive thinking is based on Albrecht's theory. The number of samples used in this study as many as 65 breast cancer patients with sampling technique that is quota sampling. Data analysis technique used is product moment correlation. The results showed that there was a significant correlation between positive thinking and happiness of breast cancer patients with r = 0,406 (p = 0,000 <0,005). It means that positive thinking has a relationship with happiness. The happiness of breast cancer patients on the positive affects aspect is in very high category, negative affects are in very low category while the cognitive aspect is in the high category. The results of the study found that the self affirmation aspect contributed greatly to happiness, whereas realistic adjustment contributed the least. So that breast cancer patients are expected to be able to further modify the adjustment.Keywords: Positive Thinking, Happiness, Breast Cancer Patients.
Proses Dinamika Pembentukan Identitas Sosial pada kelompok:Studi Kasus Geng Motor Ghost Night di Pekanbaru Leni Armayati; Zulriska Iskandar; Ahmad Gimmy P. Siswandi; Zainal Abidin
JURNAL PSIKOLOGI Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v15i1.6847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika kelompok dan pembentukan identitas sosial pada geng motor Ghost Night. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif studi kasus. Penelitian ini menggunakan tiga subjek yang tergabung dalam geng motor Ghost Night selama lima tahun. Setelah melakukan observasi, peneliti mengambil data lewat wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas sosial setiap anggota geng motor Ghost Night dibentuk oleh otoritas untuk kemudian terjadi dinamika internal kelompok geng motor Ghost Night terbentuk. Identitas sosial yang terbentuk setiap anggota kelompok geng motor Ghost Night dipertahankan kelompok dengan penciptaan rasa takut dengan otoritas dalam kelompok. Oleh sebab itu, setiap anggota geng motor Ghost Night tidak mempunyai keberanian untuk menolak perintah dan melanggar apa yang dikatakan oleh pemimpin kelompok. Ancaman dan hukuman secara fisik yang dilakukan oleh pemimpin kelompok adalah cara pemimpin kelompok membentuk kelompok geng motor Ghost Night. Kata kunci: identitas sosial, geng motor, remaja
Avoidance Coping dan Kebermaknaan Hidup pada Lansia di Panti Werdha Mochammad Sa&#039;id; Djudiyah Djudiyah
JURNAL PSIKOLOGI Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v15i1.6655

Abstract

Kehidupan yang dijalani para lansia di panti werdha tentu berbeda dengan kehidupan yang mereka jalani bersama keluarga di rumah. Hal ini menuntut kemampuan coping yang memadai. Selain itu, meskipun mereka hidup di panti werdha, mereka tentunya memiliki keinginan untuk menemukan makna hidup dan mencapai kehidupan yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara avoidance coping dan kebermaknaan hidup pada lansia yang tinggal di panti werdha. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan skala avoidance coping dan skala kebermaknaan hidup pada 25 lansia yang tinggal di Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa avoidance coping tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kebermaknaan hidup pada lansia.Kata Kunci: avoidance coping, kebermaknaan hidup, lansia, panti werdha