cover
Contact Name
Mustiqowati Ummul Fithriyyah
Contact Email
jurnal.marwah@uin-suska.ac.id
Phone
+6285835411041
Journal Mail Official
jurnal.marwah@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Gender dan Anak LPPM UIN Sultan Syarif Kasim Riau Gedung Islamic Center Lantai 1 Jl. H.R. Soebrantas KM. 15.5, Simpangbaru, Tampan Pekanbaru - 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender (Online ISSN 2407-1587 | Print ISSN 1412-6095) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal ini sudah terbit sejak tahun 2002 dengan frekuensi dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Marwah merupakan media komunikasi ilmiah antar peminat dan pemerhati kajian gender, perempuan dan Islam. Dengan tujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan dan terpublikasinya bahan bacaan/rujukan tentang kajian-kajian perempuan.
Articles 214 Documents
KONSELING PRANIKAH BERPERSPEKTIF GENDER PADA LEMBAGA (BP4) UNTUK MENURUNKAN TINGKAT PERCERAIAN Nurhasanah Bakhtiar; Mainizar Mainizar; Raja Rahima MRA; Hasgimianti Hasgimianti; Irawati Irawati
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.6414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pelaksanaan konseling pranikah bagi calon pengantin oleh BP4 Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatory action research. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek sasaran terdiri dari 14 orang panitia penyelenggara konseling pranikah.Data-data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Temuan penelitian didapati bahwa pelaksanaan konseling pranikah bagi calon pengantin oleh BP4 Kota Pekanbaru terdiri dari dua program yaitu pertama program regular yang didanai oleh Kementrian Agama Kota Pekanbaru, kedua program mandiri yang biayanya ditanggung oleh peserta (calon pengantin). Pelaksanaan konseling pranikah bagi calon pengantin oleh BP4 kota Pekanbaru belum berwawasan gender. Materi-materi yang termuat dalam buku panduan bimbingan pranikah belum bermuatan gender baik sebagai satu pokok bahasan khusus, ataupun dalam penjelasan. Begitu juga dalam penyampaian materi oleh instruktur, tidak ada terlihat muatan-muatan gender secara eksplisit
PERKARA MAFQUD DI PENGADILAN AGAMA DI PROVINSI RIAU DALAM PERSPEKTIF KEADILAN GENDER Sofia Hardani; Asmiwati Asmiwati; Dewi Nofrita
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.4810

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana kasus-kasus mafqud yang diajukan ke Pengadilan Agama di Provinsi Riau, bagaimana proses penyelesaian perkaranya, dan bagaimana analisis gender terhadap kedua permasalahan tersebut. Di Pengadilan Agama di provinsi Riau, peristiwa mafqud disebut dengan suami ghaib, yaitu kepergian suami dalam waktu yang lama tanpa diketahui keberdaannya. Kasus-kasus mafqud yang terjadi sangat terkait dengan kondisi personal dan kondisi rumah tangga pasangan. Hal ini meliputi tingkat pendidikan, tradisi, usia perkawinan, pekerjaan, dan hubungan dalam rumah tangga. Proses perkara ghaib lebih lama pada tahap pemanggilan dibanding perkara cerai gugat, akan tetapi proses sidangnya cukup singkat karena tidak adanya pihak tergugat, dan diputus dengan verstek. Dalam perspektif gender, ghaibnya suami adalah salah satu bentuk perbuatan yang zalim dan tidak bertanggung jawab.Akan tetapi hal tersebut tidak terlepas dari kondisi latar belakang personal dengan tingkat pendidikan yang rendah, kurangnya pengetahuan akan hukum-hukum agama, tidak memiliki pekerjaan tetap, dan rendahnya penghasilan.Oleh karenanya, mereka perlu mendapatkan penyadaran akan tanggung jawab berumah tangga, mendapatkan pembinaan mental dan keagamaan serta pekerjaan yang layak. Perempuan yang ditinggal ghaib perlu mendapatkan perlindungam, baik sosial, psikis, maupun ekonomi
ANALISIS PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) DAN PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Annissa Valentina
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.4887

Abstract

Studi ini bertujuan memetakan masalah kesenjangan gender dan perlindungan anak dalam lingkungan masyarakat lokal agar pemerintah dapat menciptakan strategi dan arahan kebijakan yang berpihak pada kesetaraan gender dan terlindunginya hak anak. Studi dilaksanakan di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Sumatera Bagian ter-Selatan. Pemerintah seharusnya sensitif gender dan anak dengan melakukan upaya-upaya mengatasi kesenjangan gender untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan praktis maupun strategis bagi segenap kalangan melalui PUG (Pengarusutamaan Gender) dan Perlindungan Anak menggunakan metode survei dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan belum memahami kekerasan mental karena hanya mengetahui kekerasan fisik, masih banyak orangtua yang belum memiliki pengetahuan pola asuh anak yang tepat, pelayanan kesehatan belum berstandar pelayanan bagi anak-anak sehingga hak anak belum terpenuhi, dan belum adanya komitmen politik pemerintah yang dituangkan dalam payung hukum yang jelas dalam implementasi PUG dan Perlindungan Anak di Kabupaten Lampung Tengah karena masih sebatas wacana
FENOMENA DOUBLE BURDEN PEREMPUAN PEMULUNG MUSLIM DALAM PENGELOLAAN EKONOMI KELUARGA Suhertina Suhertina; Darni Darni
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.4842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena double burden Wanita Pemulung Muslim dalam Mendukung Perekonomian Keluarga serta faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian 8 wanita pemulung muslim, serta suami dan anaknya. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisa data menggunakan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita pemulung muslim di kota Pekanbaru sangat membantu dalam meringankam beban dan tanggungjawab suami. Para ibu memilih untuk bekerja sebagai pemulung yang hasilnya dapat membantu membiayai kontrakan rumah, sekolah anak,uang listrik, keperluan hidup sehari-hari. Ibu-ibu yang bekerja sebagai pemulung melakukan pekerjaan memulung mulai jam 06 pagi sampai jam 10.00 dan dilanjutkan setelah solat zuhur atau malam hari. Rata rata penghasilan yang didapat Rp 800.000 perbulannya. Adapun faktor pendukung yang membuat mereka menjadi pemulung dikarenakan barang yang dikumpulkan mudah diperoleh sedangkan faktor penghambat yaitu cuaca hujan, rasa curiga dari warga karena tuduhan sebagai pencuri dan usia
KEKERASAN DI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI ISLAM DALAM PERSPEKTIF GENDER Harum Natasha
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.4843

Abstract

Tidak dapat ditolak bahwa media social menjadi bagian penting dalam kehidupan sekarang. Semua aktifitas baik positif dan negatif dapat di posting ke media sosial. Terlepas darai tujuannyaa media social mempengerauhi pembaca sehingga memungkinkana untuk terjadinya pelecehan dan kekerasan. Penelitian ini mendeskripsikan secara kuantitatif perbandingan bentuk kekerasan di media sosial pada mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi Islam. Responden penelitian adalah 40 orang mahasiswa-i yang diambil secara acak dengan teknik by accident tanpa mempertimbangkan jurusan dan semesternya. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket berupa skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi lebih banyak menggunakan media sosial dibandingkan mahasiswa.
SINEMA DAN GENDER (STUDI KASUS PERUBAHAN PEMIKIRAN GENDER PEREMPUAN PENGGEMAR SINETRON ANANDHI ) Iis Eka Wulandari
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.6438

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk melihat pengaruh pesan nilai gender yang ada dalam sinema Anandhi terhadap pemahaman gender perempuan penggemar sinetron tersebut dalam aspek pendidikan, kepemimpinan, dan ekonomi keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dalam bnetuk studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tayangann Anandhi tidak sepenuhnya memberi pengaruh terhadap pemikiran gender penggemarnya. Ia hanya menguatkan pemahaman penggemarnya yang sebelumnya sudah terkonstruksi oleh budaya di mana mereka tinggal
DUA KAKI PEREMPUAN LANSIA ANTARA DISKRIMINASI GANDA DAN MENCARI PAHALA (Studi Kasus di Pondok Sepuh Kabupaten Magelang Indonesia) Luhung Achmad Perguna
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 18, No 1 (2019): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v18i1.7170

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat dari waktu ke waktu, utamanya perempuan lansia. Fenomena terjadinya peningkatan ini disebabkan oleh pelayanan sosial, ekonomi, kesehatan dan agama yang membaik. Pelayanan yang terus meningkat seharusnya menjadi peluang besar kalau mereka mempunyai kualitas yang tangguh. Lansia perempuan dapat menjadi sumber daya yang sangat potensial bagi pembangunan bila dikelola dengan baik. Salah satu model manajemen pelayanan agama khusus bagi lansia adalah Pondok Sepuh. Pondok ini seolah menjadi oase bagi lansia, karena nyaris tak ada pondok yang disediakan khusus bagi lansia. Pada kondisi yang makin menua lansia ingin mencari bekal untuk kehidupan berikutnya. Pondok menjawab kebutuhan lansia sebagai sarana aktualisasi diri sekaligus pada saat yang bersamaan bentuk manifestasi pahala. Penghuni pondok (santri) banyak diisi oleh perempuan lansia. Sayangnya, diskriminasi ganda (sebagai lansia dan perempuan) dan kekerasan simbolik masih kerap dialami oleh perempuan lansia meski berada pada lembaga keagamaan
REGULASI EMOSI PADA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Hanum Hasmarlin; Hirmaningsih Hirmaningsih
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 18, No 1 (2019): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v18i1.6525

Abstract

Terdapat perbedaan pengelolaan emosi antara laki-laki dan perempuan baik secara biologis maupun psikologis, yang menimbulkan perbedaan dalam cara berpikir, berperasaan dan berperilaku antara laki-laki dan perempuan. Akibatnya, muncul streotype gender, perempuan lebih emosi, pria tidak. Tulisan ini mendiskusikan tentang perbedaan pengelolaan emosi antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di Sekolah Menengah Atas Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode perbandingan. Jumlah populasi adalah 4262 siswa yang tersebar di beberapa Sekolah Menengah Atas Negeri dan Sekolah Menengah Atas swasta di Pekanbaru. Jumlah sampel adalah 398 siswa. Sampel diambil menggunakan tehnik quota sampling. Alat pengumpul data adalah skala regulasi emosi yang telah dikembangkan oleh Gratz dan Roemer. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan regulasi emosi antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dengan taraf signifikansi p=0.000 dan nilai mean pada laki-laki (m= 44,430) lebih tinggi dari perempuan (M=41.88). Perbedaan ini dipengaruhi oleh perbedaan dalam expressive suppression dan tuntutan sosial budaya kepada mereka
KONSTRUKSI KELUARGA ISLAMI LEWAT #QUOTEMUSLIMAH DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Robi Kurniawan; Ayu Usada Rengkaningtias
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 18, No 1 (2019): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v18i1.6426

Abstract

Media sosial memiliki kekuatan dalam mengonstruksi wacana, termasuk dalam menciptakan sebuah diskursus keislaman dan gender. Salah satu media sosial yang populer bagi anak muda adalah instagram, yang selain berfungsi sebagai hiburan, juga menjadi arena pertarungan wacana keislaman dan gender. Tema-tema yang dekat dengan masyarakat generasi muda pengguna media sosial, diantaranya adalah tentang rumah tangga dan pernikahan. Salah satu konten-konten menyebarkan diskursus keislaman dan perempuan adalah #quotemuslimah. Penggunaan tagar memiliki kekuatan untuk berbagi, membentuk komunitas-komunitas, hiburan, bahkan mobilisasi. Tulisan ini menjawab bagaimana konstruksi keluarga Islami, relasi suami dan istri, serta konstruksi gender yang diwacanakan melalui #quotemuslimah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan gender. Hasilnya, diketahui bahwa sebaran konten berbagai akun yang menggunakan (tagar) #quotemuslimah ini menutup diskursus-diskursus Islam yang demokratis. Quote-quote tersebut justru berpotensi menciptakan keluarga yang otoriter dan sangat patriarkis.
AGENSI PEREMPUAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN MADRASAH: BELAJAR DARI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO Moh. Rifa’i; Wardatul Mila Diyah
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 18, No 1 (2019): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v18i1.6862

Abstract

Keadilan dan kesetaraan gender hingga saat ini masih terus diperjuangkan untuk menempatkan perempuan pada posisi yang setara dengan laki-laki. Hasilnya telah banyak ditunjukkan dengan banyaknya perempuan menduduki posisi penting sebagai pengambil kebijakan bersama-sama dengan laki-laki. Demikian juga dalam bidang pendidikan. Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana kontribusi perempuan dengan laki-laki dalam memanajemen pendidikan madrasah. Pelaksanaan penelitian ini bertempat di pondok pesantren Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif merupakan metode yang memiliki prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang atau bahkan dari perilaku orang yang dapat diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam pelaksanaan program serta pengawasannya pondok pesantren Nurul Jadid memfungsikan kaum perempuan berperan sebagai perpanjangan tangan dari pengasuh dalam mengelola pesantren, pada posisi wakil ketua, sekretaris dan bendahara. Peran laki-laki masih sebagai “raja” sedangkan perempuan sebagai manajer yang bertanggung jawab dalam mengatur santri