cover
Contact Name
Afriadi Putra
Contact Email
afriadi.putra@uin-suska.ac.id
Phone
+6281328179116
Journal Mail Official
afriadi.putra@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. HR. Soebrantas KM. 15,5 Panam - Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
An-Nida'
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Annida memuat hasil-hasil penelitian, baik kajian kepustakaan maupun kajian lapangan. Fokus utama Annida adalah: 1. Pemikiran Islam berkaitan dengan isu-isu kontemporer, Islam moderat, HAM, gender, dan demokrasi dalam Al-Quran dan Hadis 2. Sosial keagamaan: kajian gerakan-gerakan keagamaan, aliran-aliran keagamaan, dan aliran kepercayaan 3. Integrasi Islam, sains, teknologi dan seni
Articles 198 Documents
Tingkat Kemampuan Bahasa Arab Muballigh Kota Pekanbaru dalam Berdakwah Agustiar Agustiar
An-Nida' Vol 44, No 1 (2020): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v44i1.12502

Abstract

Dakwah merupakan kegiatan penyampaian pesan-pesan moral agama yang tertuang dalam sebuah kitab suci umat tertentu. Terkait dengan kitab suci dan pesan-pesan moral bagi umat Islam, Al-Qur`an dan hadis, ditulis dengan menggunakan bahasa Arab. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah tingkat kemampuan bahasa Arab para muballigh  Kota Pekanbaru dalam berdakwah dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan bahasa Arab mereka dalam berdakwah. Penelitian  ini berbentuk penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Untuk mengukur tingkat kemampuan tersebut diupayakan dengan menggunakan instrumen pengumpulan data melalui tes, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif melalui teknik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan bahasa Arab muballigh  Kota Pekanbaru dikategorikan “cukup“ dengan perolehan angka persentase yang mampu menjawab soal tes dengan benar mencapai 65.6 %. Hal ini didasarkan pada beberapa faktor di antaranya para muballigh  yang lulusan SLTA dan yang berlatar belakang pendidikan non bahasa Arab. Selain itu, meskipun para muballigh kebanyakan berasal dari lulusan yang berpendidikan S1 di bidang agama Islam namun penguasaan pengetahuan bahasa Arab mereka  masih terbatas pada apa yang mereka pelajari ketika mereka berada di Pesantren atau Madrasah ‘Aliyah.
KARAKTERISTIK ILMU FURUQ DAN USUL (Tela’ah Awal Kitab Al-Furuq Al-Fiqhiyah Wa-Al-Ushuliyah, karya Ya’qub bin Abd-Al Wahab ) Hurmain Hurmain
An-Nida' Vol 39, No 2 (2014): July - December 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v39i2.872

Abstract

Furuq Al-Fiqhiyah erat hubungan dengan ilmu ushul fiqhih dan lebih dominan pembahasannya mengarah kepada hukum/syariat Islam yakni : Dalam bidang ilmu fiqih dan ushul. Ilmu Furuq Al-Fiqhiyah adalah ilmu yang membahas segi perbedaan antara dalil-dalil atau cabang-cabang fiqhih yang memiliki kesamaan dalam bentuknya namun berbeda dari segi hukumnya. Manfaatnya cukup signifikan, terutama bagi mujtahid. Topik ini menarik untuk dibahas karena relevan dengan perkembangan zaman, sehingga menjadikan hukum Islam menjadi berkembang, seiring dengan rotasi waktu yang berubah dan terus berjalan
Pemikiran Sosiologi Politik Islam Abdul Wahhab Khallaf Arisman Arisman; Lukmanul Hakim
An-Nida' Vol 45, No 1 (2021): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i1.16528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran sosiologi politik Islam Abdul Wahhab Khallaf dalam kitabnya al-Siyāsah al-Syar’iyyah. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif. Pembahasan yang dikemukakan didasari bahan-bahan yang diteliti melalui sumber utama yaitu kitab al-Siyāsah al-Syar’iyyah karya Abdul Wahhab Khallaf, kitab-kitab fiqh lainnya dan beberapa tulisan yang relevan. Dari kitab-kitab tersebut dikutip berbagai pendapat dan argumentasi para ulama beserta dalil-dalil yang mereka kemukakan. Sedangkan hasil yang didapat adalah bahwa buku al-Siyāsah al-Syar’iyyah merupakan karya monumental di antara sederetan karya ilmiah Abdul Wahhab Khallaf. Buku ini merupakan hasil studi beliau sewaktu mendalami studi khusus bidang hukum pada tahun 1342 H, atau bertepatan dengan bulan desember 1923. Buku ini menampilkan konsep dan strategi hukum Islam yang sangat menarik untuk dibahas, meskipun isi dan kapasitas buku ini termasuk kajian buku klasik. Namun orisinilitas pemikiran penulis tampak jelas dalam sikap apologiknya, bahwa isu dan klaim hukum Islam bersifat statis, adalah tidak benar. Yang benar adalah bahwa karakteristik dan tujuan sentral hukum Islam berasaskan maslahah, serta bersifat elastis dan dinamis. Abdul Wahhab Khallaf dalam kitabnya al-Siyāsah al-Syar’iyyah membahas hakikat politik hukum Islam yang menyangkut persoalan-persoalan politik hukum perundang-undangan, kebebasan individu, asas persamaan, hubungan negara Islam dengan negara non-Islam, peraturan peperangan, peraturan perdamaian, politik keuangan, pajak, pendayagunaan keuangan, dan sumber-sumber keuangan, di samping tentang sejarah bait al-Māl.
Fenomena Hijrah Perspektif Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Farah Faida; Nura Fajria; Machfudz Machfudz
An-Nida' Vol 45, No 2 (2021): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i2.16534

Abstract

Fenomena hijrah di kalangan masyarakat Indonesia menjadi semacam tren yang berkembang dan digemari oleh  masyarakat. Kesadaran beragama yang idealnya menjadi hal privat sebagaimana hijrah yang pernah dilakukan Nabi dan para sahabatnya secara sembunyi-sembunyi justru dipertontonkan kepada publik secara terang-terangan. Besarnya sambutan masyarakat terhadap tokoh atau selebriti yang melakukan hijrah menjadi semacam tren bahkan komodifikasi agama. Dalam tulisan singkat ini penulis mencoba menampilkan tren hijrah yang berkembang dengan menggunakan kacamata seorang guru bangsa Abdurrahman Wahid. Bagaimanakah perepektif Abdurrahman Wahid terhadap tren hijrah yang berkembang di masyarakat dewasa ini? Penelitian ini menggunakan metode analisis teks, dalam pencarian data penulis menggunakan penelitain kepustakaan (library reserch). Penulis menjadikan karya Abdurrahman Wahid sebagai sumber primer dan menggunakan buku karya pengarang lain yang berkaitan dengan tuisan ini sebagai sumber skunder. Diharapkan tulisan singkat ini dapat menjadi sumbangan bagi studi pemikiran Abdurrahman Wahid sebagai guru bangsa dan fenomena keagamaan di Indonesia. Pada ahir tulisan ini menyimpulkan bahwa tren hijrah yang berkembang dimasyarakat Indonesia disebabkan adanya pemahaman keagamaan yang tekstual dan sikap inferior muslim di Indonesia.
Nilai Kebenaran (Truth Value) Dalam Tafsir Salman: Telaah Interpretasi Q.S. Al-Alaq [96] :15-16 Perspektif Jorge J.E. Gracia Sherly Dwi Agustin
An-Nida' Vol 45, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i1.16530

Abstract

Sejak disusun pertama kali sekitar tahun 2010 hingga terbit pada 2014, Tafsir Salman telah merepresentasikan integrasi antara Al-Qur’an dan sains dengan menjawab polemik penafsiran ilmiah dalam diskursus sarjana Al-Qur’an. Akan tetapi, masih jarang studi tentang nilai kebenaran naskah tafsir bercorak ilmiah, yang merupakan salah satu tolok ukur objektivitas dalam kajian tafsir ditengah pro kontra keabsahannya. Studi ini berusaha menggambarkan analisis sistematik terhadap penafsiran Q.S Al-Alaq [96]: 15-16 tentang kedurhakaan dan kaitannya dengan ilmu neuropsikologi modern dalam Tafsir Salman, melalui teori fungsi interpretasi Jorge J.E Gracia. Dianggap sebagai salah satu naskah penafsiran komprehensif, Tafsir Salman tampaknya tidak mengesampingkan unsur-unsur Ulum Al-Qur’an dalam dialektika interpretasinya. Kenyataan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam analisis tiga fungsi interpretasi, yaitu; Asbab Nuzul sebagai basis fungsi historis, telaah linguistik yang merepresentasikan fungsi makna, dan integrasi keilmuan menggambarkan fungsi implikatif. Sehingga, nilai kebenarannya terletak pada bagaimana ketiga fungsi tersebut dapat berperan dalam dialektika penafsiran ilmiah Tafsir Salman menunjukkan pada tingginya objektivitas penafsiran di satu sisi dan mengurangi subjektivitasnya di sisi lain.
Pemikiran Harun Nasution (Religius-Rasional) Tentang Pendidikan Islam Syaiful Dinata
An-Nida' Vol 45, No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i2.16535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Harun Nasution (Religius-Rasional) tentang pendidikan Islam. Metode penelitian yang penulis lakukan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka). Sumber data berasal dari buku dan jurnal ilmiah yang membahas tentang Pemikiran Harun Nasution (Religius-Rasional) Tentang Pendidikan Islam. Berdasarkan hasil kesimpulan bahwa Harun Nasution menggunakan istilah “Islam Rasional” tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama, yaitu perlunya mengkaji kembali ajaran-ajaran Islam dengan menggunakan nalar rasional yang Islamis, agar umat Islam dapat merespon dan menjawab seiring perubahan globalisasi dan perubahan zaman serta mampu mengejar ketertinggalan. Kemudian pendidikan Islam menurut pemikiran Harun Nasution bisa dipandang dan diterapkan kedalam ruang lingkup agama, dengan menggunakan dasar-dasar religius menjadikan pendidikan lebih mendapatkan banyak ruang untuk mempelajari ajaran penyembahan tuhan dengan tidak melupakan ajaran akademik pada zaman sekarang ini.
Al-Qur’an dan Praktik Penggunaan Jimat Dalam Tradisi Masyarakat Kecamatan Kampa Safira Malia Hayati; Khotimah Khotimah; Dasman Yahya Maali; Masyhuri Putra; Abdul Wahid
An-Nida' Vol 45, No 1 (2021): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i1.16531

Abstract

Artikel ini menjawab tentang bagaimana praktik penggunaan jimat dalam tradisi masyarakat Kecamatan Kampa serta korelasinya dalam Tafsir al-Azhar Karya Hamka. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode observasi, wawancara (interview), serta dokumentasi sebagai data-data dalam menunjang penelitian ini. Penelitian ini memfokuskan observasi untuk memperluas dan memperjelas makna yang terkandung dalam domain tertentu dengan menggunakan taxonomic analysis melalui tiga alur kegiatan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, serta pengecekan keabsahan data penelitian. Adapun yang menjadi data primer dalam penelitian ini adalah praktik penggunaan jimat dalam tradisi masyarakat Kecamatan Kampa sekaligus sebagai populasi atau objek penelitian ini. Sedangkan sampel dari penelitian ini yaitu dengan cara mengumpulkan informasi dari orang-orang yang berkaitan langsung dengan pemakai jimat (tamimah dan halqah) tersebut, yaitu orang-orang yang telah menggunakan maupun yang sedang menggunakan jimat  (tamimah dan halqah).  Informasi itu juga bisa diambil dari tokoh agama di Kecamatan Kampa. Adapun yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini adalah interpretasi Buya Hamka dalam QS. Al-‘Arāf[7] Ayat 196 serta korelasinya dengan praktik penggunaan jimat (tamimah dan halqah) dalam tradisi masyarakat Kecamatan Kampa
Gender Dan Lingkungan Dalam Perspektif Al-Qur’an Mhd Shodiq; Abu Anwar
An-Nida' Vol 45, No 2 (2021): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i2.16536

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kedudukan gender dalam persepektif Al Qur’an, yang menjadi objek utama dalam dalam pembahasan ini di antranya, Hubungan manusia dengan lingkungan, korelasi gender dan lingkungan dalam perspektif islam, serta pandangan al-Qur’an mengenai kesetaraan gender dalam memelihara lingkungan. Memelihara lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua penduduk di bumi ini. Al-Qur’an tidak membedakan potensi laki-laki dan perempuan, keduanya memiliki fungsi dan potensi yang sama dalam mengamalkan apa yang diajarkan di dalam Al-Qur’an termasuk dalam usaha pelestarian lingkungan. Laki-laki dan perempuan seharusnya dapat menjalin usaha melindungi lingkungan secara koperatif dan harmonis, sebagaimana keduanya diciptakan untuk saling melengkapi, menyayangi, mencintai, memberi ketenangan dan kebahagiaan satu sama lain.
Konflik Sosial Dalam Masyarakat Akibat Ibadah-Ibadah Sunnah Abu Bakar; Abd Ghofur; Afrizal M; Saidul Amin; Saleh Nur
An-Nida' Vol 45, No 1 (2021): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i1.16532

Abstract

Artikel ini membahas tentang konflik sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat akibat ibadah-ibadah sunnah. Konflik sosial ini sudah terjadi semenjak lama, dalam bahasa agama dikenal istilah  khilafiyah. Konflik antar masyarakat Islam tentang masalah ibadah sudah pernahterjadi pada masa Rasulullah Saw. Namun  pertikan  yang terjadi dapat ditanyakan langsung kepada Rasulullah Saw, dengan demikian masalahnya selesai. Akan tetapi  setelah Rasulullah wafat. Pertikan tersebut berlanjut pada masa khulafaurrosidin dan  pada masa tabi’ tabi’in kemudian  sampai pada masa imam-imam mazhab. Bahkan berlanjut sampai saat ini dan bahkan dimungkinkan sampai akhir zaman. Adapun masalah perselisihkan dikalangan sebahagian  masyarakat islam adalah, masalah membaca basmalah  pada awal surah al-fatihah dalam Sholat. Masalah Qunut  pada sholat Subuh,  Zikir setelah sholat  fardhu, dilakukan secara  berjama’ah atau secara individu, berdo’a  secara berjamaah atau  individu setelah Shalat Fardhu dan membaca yasin di rumah orang meninggal. Masalah yang ibdah Wajib boleh dikatakan  mereka sepakat atau  tidak bertentangan, karena ada petujuk  yang jelas menurut mereka. Kemudian yang diperselisihkan masalah sunah yang sifatnya furu’iyah.
Tahfiz Al-Qur’an di Pondok Pesantren; Analisis Metode Tahfiz di Pondok Pesantren Al-Mubarak Al-Islami li Tahfiz Al-Qur’an Al-Karim Sajida Putri
An-Nida' Vol 45, No 2 (2021): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i2.16555

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelaksanaan dan metode tahfiz Al-Qur’an yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Mubarak kelurahan Tahtul Yaman-Pelayangan Jambi. Pesantren Salafi ini mempunyai metode tersendiri yang menjadikannya unggul dibandingkan pesantren tahfiz lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun pertanyaan yang hendak dijawab pada penelitian ini adalah, bagaimana proses pelaksanaan tahfiz dan apa metode yang digunakan dalam menghafal Al-Qur’an? Berdasarkan hasil penelitian diketahui pelaksanaan tahfiz di Pondok Pesantren Al-Mubarak melalui tiga tahap; pra tahfiz, inti tahfiz dan evaluasi tahfiz. Metode yang diterapkan di Pondok Pesantren ini terdiri dari metode bi an-nazhor, metode bi an-nafsih, metode wahdah, metode takrir dan metode talaqqi. Metode bi an-nazhor adalah membaca dengan cermat ayat-ayat Al-Qur’an yang akan dihafal dengan melihat mushaf Al-Qur’an secara berulang-ulang; metode bi an-nafsih adalah menghafalkan sedikit demi sedikit ayat Al-Qur’an yang telah dibaca berulang-ulang dengan menggunakan  cara bi an-nazhar; metode wahdah adalah mulai menghafal dengan  membaca ayat yang akan dihafalkan paling kurang 5 kali, 10 kali bahkan 20 kali dengan melihat mushaf terlebih dahulu dengan memperhatikan secara teliti hukum tajwid yang terkandung di dalam ayat yang hendak dihafalkan tersebut; metode talaqqi adalah menyetorkan atau memperdengarkan hafalan yang baru saja dihafal kepada seorang guru atau instruktur yang sudah hafal Al-Qur’an dan metode takrir yaitu mengulang hafalan atau mendengarkan hafalan yang pemah dihafal bersama santri lainnya atau menghafal dengan pembimbing.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2025): December Vol 49, No 1 (2025): June Vol 48, No 2 (2024): December Vol 48, No 1 (2024): June Vol 47, No 2 (2023): December Vol 47, No 1 (2023): June Vol 46, No 2 (2022): July - December Vol 46, No 1 (2022): January - June Vol 45, No 2 (2021): July - December Vol 45, No 2 (2021): Juli - Desember Vol 45, No 1 (2021): January - June Vol 45, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 44, No 2 (2020): July - December Vol 44, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 44, No 1 (2020): January - June Vol 44, No 1 (2020): Januari - Juni Vol 43, No 2 (2019): July - December Vol 43, No 2 (2019): Juli - Desember Vol 43, No 1 (2019): January - June Vol 42, No 2 (2018): July - December Vol 42, No 2 (2018): Juli - Desember Vol 42, No 1 (2018): January - June Vol 42, No 1 (2018): Januari - Juni Vol 41, No 2 (2017): July - December Vol 41, No 2 (2017): Juli - Desember Vol 41, No 1 (2017): Januari - Juni Vol 41, No 1 (2017): January - June Vol 40, No 2 (2015): July - December Vol 40, No 2 (2015): Juli - Desember Vol 40, No 1 (2015): Januari - Juni Vol 40, No 1 (2015): January - June Vol 39, No 2 (2014): July - December 2014 Vol 39, No 2 (2014): Juli - Desember 2014 Vol 39, No 1 (2014): January - June 2014 Vol 39, No 1 (2014): Januari - Juni 2014 Vol 38, No 2 (2013): July - December 2013 Vol 38, No 2 (2013): Juli - Desember 2013 Vol 38, No 1 (2013): Januari - Juni 2013 Vol 38, No 1 (2013): January - June 2013 Vol 37, No 2 (2012): Juli - Desember 2012 Vol 37, No 2 (2012): July - December 2012 Vol 37, No 1 (2012): January - June 2012 Vol 37, No 1 (2012): Januari - Juni 2012 Vol 36, No 2 (2011): July - December 2011 Vol 36, No 2 (2011): Juli - Desember 2011 Vol 36, No 1 (2011): Januari - Juni 2011 Vol 36, No 1 (2011): January - June 2011 More Issue