cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
DEVELOPING SOCIAL INTELLIGENCE SCALE INSTRUMENTS FOR VOCATIONAL SCHOOL (SMK) STUDENTS Awaluddin Tjalla
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.9475

Abstract

AbstractThis study aims to develop scale instruments that can be used to identify potentials in relation to the readiness of students to enter the workforce with very high commissioning characteristics. The study was conducted at SMK Negeri 57 South Jakarta, using a simple random technique for 135 students. Data were analyzed using a Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the SEM (Structural Equation Modeling) method. The findings of the study show that: (1) Steps to develop a valid and reliable social intelligence scale instrument are; synthesis, construct, type of instrument, instrument lattice, instrument items, theoretical validation, trial, calculate validity and reliability, instrument assembly. (2) The dimensions and indicators underlying the concept of social intelligence scale are; component of social awareness (dimensions of basic empathy, dimensions of alignment, empathic accuracy, social understanding), components of social facilities (dimensions of synchronization, self-appearance, influence, concern). (3) Calculation of instrument validity using total gain correlation formula, Pearson product moment with a significance level of 0.05; r table = 0.176. (4) Instrument reliability is α = 0.858.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen skala yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi dalam relasinya dengan kesiapan siswa untuk memasuki dunia kerja dengan karakteristik commissioning yang sangat tinggi. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 57 Jakarta Selatan, menggunakan teknik acak sederhana untuk 135 siswa. Data dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan metode SEM (Structural Equation Modeling). Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Langkah-langkah untuk mengembangkan instrumen skala kecerdasan sosial yang valid dan dapat diandalkan adalah; sintesis, konstruk, jenis instrumen, instrumen kisi, item instrumen, validasi teoretis, percobaan, menghitung validitas dan reliabilitas, perakitan instrumen. (2) Dimensi dan indikator yang mendasari konsep skala kecerdasan sosial adalah; komponen kesadaran sosial (dimensi empati dasar, dimensi keselarasan, akurasi empatik, pemahaman sosial), komponen fasilitas sosial (dimensi sinkronisasi, penampilan diri, pengaruh, kepedulian). (3) Perhitungan validitas instrumen menggunakan rumus korelasi total gain, Pearson product moment dengan tingkat signifikansi 0,05; r tabel = 0,176. (4) Keandalan instrumen adalah α = 0,858.How to Cite : Tjalla, A. (2018).  Developing Social Intelligence Scale Instruments for Vocational School (SMK) Students. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 145-154. doi:10.15408/tjems.v5i2.10622.
The Ability of Students’ Scientific Argumentation of Acid-Base and Buffer Solution through Science Writing Heuristic (SWH) R Arizal Firmansyah; Linda Hesti Kumala
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10412

Abstract

AbstractMany students have found the difficulties to give proper evidence scientifically. Therefore, it is necessary to provide the learning approach model which guides students to argue scientifically on the laboratory work writing namely science writing heuristic (SWH). In this research, we tried to describe the quality of students scientific argumentation on acid-base and buffer solution laboratory work writing through mixed methods embedded concurrent. The research data was obtained through assessment rubric of ability scientific argumentation SWH formatted and field notes. The overall of ability scientific argumentation was moderate (63.60%).  From this research, we found that laboratory work writing with laboratory report SWH formatted can improve students’ ability on their scientific argumentation.AbstrakBanyak pelajar telah menemukan kesulitan untuk memberikan bukti yang tepat secara ilmiah. Oleh karena itu, perlu untuk menyediakan model pendekatan pembelajaran yang memandu pelajar untuk berdebat secara ilmiah tentang penulisan kerja laboratorium yaitu heuristik penulisan sains (SWH). Dalam penelitian ini, kami mencoba mendeskripsikan kualitas argumentasi ilmiah pelajar pada penulisan kerja laboratorium larutan asam-basa dan buffer melalui metode campuran yang disatukan secara bersamaan. Data penelitian diperoleh melalui rubrik penilaian kemampuan argumentasi ilmiah SWH yang diformat dan catatan lapangan. Keseluruhan argumentasi ilmiah kemampuan adalah sedang (63,60%). Dari penelitian ini, kami menemukan bahwa penulisan kerja laboratorium dengan laporan laboratorium yang diformat SWH dapat meningkatkan kemampuan pelajar dalam argumentasi ilmiah mereka.How to Cite : Firmansyah, R. A., Kumala, L. H. (2018).  The Ability of Students’scientific Argumentation of Acid-Base and Buffer Solution Through Science Writing Heuristic (SWH). TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 166-177. doi:10.15408/tjems.v5i2.10412.
The Effect of Problem Based Learning Methods and Self Confidence to English Learning Outcomes in the Elementary School Students Sita Ratnaningsih; Desi Nahartini; Atik Yuliyani
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10640

Abstract

AbstractFrom Central Statistics Agency, the total number of primary schools in Indonesia are 147,536 which most of them have not got any good learning outcomes especially in English. This study aims to determine the effect of Problem Based Learning method and students' self-confidence in English learning outcomes. This research was conducted on the fourth grade students of Al-Fath Primary School, South Tangerang  Indonesia, with the number of students as many as 4 classes consisting of  96 students, from the population of 120 students. The method used in this research is the experimental method with the design of treatment design by level 2 x 2. The results showed that: 1) English learning result between students who taught using Problem Based Learning method is higher than Expository method, 2) There is interaction effect between Problem Based Learning method with students' self confidence, 3) For students who have high confidence, English learning outcomes taught using the Problem Based Learning method is higher than taught using the  Expository method, 4) For students a low level of confidence, English learning outcomes of students taught using the Problem Based Learning method is lower than the Expository method.AbstrakDari data Badan Pusat Statistik, jumlah sekolah dasar di Indonesia adalah 147.536, sebagian   besar   sekolah tersebut belum mendapatkan hasil pembelajaran yang baik terutama dalam bahasa Inggris. Penelitian ini   bertujuan   untuk mengetahui pengaruh metode Problem Based Learning  dan kepercayaan diri siswa terhadap   hasil belajar bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Al-Fath, Tangerang Selatan, dengan jumlah siswa sebanyak 4 kelas yang terdiri dari 96 siswa, dari populasi 120 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perancangan desain faktorial level 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  1) Hasil belajar bahasa Inggris  siswa yang diajar menggunakan metode Problem Based Learning lebih tinggi daripada  yang diajar menggunakan metode Ekspositori,   2) Ada pengaruh interaksi antara metode Problem Based Learning dengan kepercayaan diri siswa,   3) Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi, hasil belajar bahasa Inggris  yang diajar menggunakan metode Problem Based Learning lebih tinggi daripada menggunakan metode metode Ekspositori, 4) Bagi  siswa   yang   memiliki   tingkat   kepercayaan yang   rendah, hasil   pembelajaran  bahasa Inggris   yang   diajar   menggunakan  metode   Problem   Based   Learning   hasilnya   lebih      rendah daripada yang menggunakan metode pembelajaran Ekspositori. How to Cite : Ratnaningsih, S.,  Nahartini, D., Yuliyani, A. (2018).  The Effect of  Problem Based Learning Methods and Self Confidence  to English Learning Outcomes in the Elementary School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 135-144. doi:10.15408/tjems.v5i2.10640.
ICT-Based Teaching of English at Madrasah Aliyah in Kalimantan Umar Fauzan; Luluk Humairo Pimada
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10414

Abstract

AbstractSome teachers use ICT as a medium for teaching by using slide presentations. Many others use Information and communication technology (ICT)  as a teaching media to develop the students’ independent learning. The purpose of this research is to reveal: what ICT applied in teaching English in Kalimantan, how to apply ICT in teaching English in Kalimantan, and what barriers factor in developing language skills through ICT utilization in Kalimantan. This is a qualitative descriptive study that attempts to describe the use of ICT in English teaching in Kalimantan. The subjects of this study are English teachers in three provinces in Kalimantan; East Kalimantan, South Kalimantan, and North Kalimantan. Some instruments were used, including: interviews, observation, and documentation. Miles and Hubberman models are used for data analysis. The results show that: first, the English teachers use ICT in English classes in Kalimantan although it is very limited, since they are only familiar to use multimedia. Meanwhile, E-Media, E-Learning, E-Library, and Web-based Communities are rarely used. Secondly, the teachers of madrasah Aliyah in English teaching in Kalimantan more often use LCD projector by using a song or film in the laptop. Third, some obstacles in the application of ICT in teaching English are the ICT equipment problem, limited internet access, lack of the utilization of applications in cellphones, and age constraints.AbstrakBeberapa guru menggunakan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)sebagai media untuk mengajar dengan menggunakan slide presentasi. Banyak orang lain menggunakan TIK sebagai media pengajaran untuk mengembangkan pembelajaran mandiri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: apa TIK yang diterapkan dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan, bagaimana menerapkan TIK dalam mengajar bahasa Inggris di Kalimantan, dan apa faktor penghambat dalam mengembangkan keterampilan bahasa melalui pemanfaatan TIK di Kalimantan. Ini adalah studi deskriptif kualitatif yang mencoba menggambarkan penggunaan TIK dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di tiga provinsi di Kalimantan; Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Beberapa instrumen digunakan, termasuk: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model Miles dan Hubberman digunakan untuk analisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa: pertama, guru bahasa Inggris menggunakan TIK di kelas bahasa Inggris di Kalimantan meskipun sangat terbatas, karena mereka hanya terbiasa menggunakan multimedia. Sementara itu, E-Media, E-Learning, E-Library, dan Komunitas berbasis web jarang digunakan. Kedua, para guru madrasah Aliyah dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan lebih sering menggunakan proyektor LCD dengan menggunakan lagu atau film di laptop. Ketiga, beberapa kendala dalam penerapan TIK dalam pengajaran bahasa Inggris adalah masalah peralatan TIK, akses internet yang terbatas, kurangnya pemanfaatan aplikasi dalam ponsel, dan batasan usia. How to Cite : Fauzan, U., Pimada, L. H. (2018).  ICT-Based Teaching of English at Madrasah Aliyah in Kalimantan. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 193-211. doi:10.15408/tjems.v5i2.10414.
The Pattern of Scientific and Islamic Integration:The Implementation of Curriculum Study Program Based International Qualification Framework Ahmad Sofyan; Fauzan Fauzan; Wahdi Sayuti
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.11102

Abstract

AbstractThe result of this study aims to determine the patterns of scientific and Islamic integration on the curriculum of study programs applying the Indonesian National Qualification Framework, or commonly called KKNI. This study is conducted by using qualitative approach while utilizing document, field observation, and interview as the data collection techniques of this study. Generally, integrated lesson plans with Islamic and Indonesian values in the curriculum of study programs at the Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University in which based on KKNI is still not well-documented. The suitability among ‘graduate profiles’ as the identity of each graduate program was still not proportional directly to the learning achievements or learning outcomes in which has became the reference of the learning implementation. The vision of integration, developed by the university’s stakeholders, has not been well-implemented, either in written documents or in implementation. Nevertheless, in the implementation of learning, most of the study programs, have already integrated the science, Islamic and Indonesian values, both in scientific contexts—for instance, applied in the learning methods, in teaching materials, in the lecture activities—and in the utilization of the Qur’an as one of the sources of lectures.AbstrakHasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola integrasi keilmuan dan keislaman pada kurikulum program studi yang menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, atau yang biasa disebut KKNI. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif sambil memanfaatkan dokumen, observasi lapangan, dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data penelitian ini. Secara umum, rencana pembelajaran terpadu dengan nilai-nilai Islam dan Indonesia dalam kurikulum program studi di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di mana berdasarkan KKNI masih belum terdokumentasi dengan baik. Kesesuaian antara 'profil lulusan' sebagai identitas setiap program pascasarjana masih belum sebanding secara langsung dengan prestasi belajar atau hasil pembelajaran di mana telah menjadi referensi dari pelaksanaan pembelajaran. Visi integrasi, yang dikembangkan oleh para pemangku kepentingan universitas, belum diimplementasikan dengan baik, baik dalam dokumen tertulis atau dalam implementasi. Namun demikian, dalam pelaksanaan pembelajaran, sebagian besar program studi, telah mengintegrasikan nilai-nilai sains, Islam dan Indonesia, baik dalam konteks ilmiah - misalnya, diterapkan dalam metode pembelajaran, bahan ajar, dalam kegiatan kuliah - dan dalam pemanfaatan Alquran sebagai salah satu sumber kuliah.  How to Cite : Sofyan, A., Fauzan., Sayuti, W. (2018).  The Pattern of Scientific and Islamic Integration:The Implementation of Curriculum Study Program Based International Qualification Framework. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 212-224. doi:10.15408/tjems.v5i2.11102.
Massification of Higher Education in Malaysia: Challenges Facing Public Schools Arnida Abdullah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.8118

Abstract

AbstractHigher education plays an important role in many developing countries. Graduates are being equipped with professional knowledge and skills to fulfil the demands of the labour market in a knowledge economy. Malaysia is amongst those developing nations that have looked to advanced economies to provide a model of mass higher education which would raise educational levels and national income. Since the 1990s, therefore, the government has been expanding the higher education sector and broadening access to higher education institutions. Its goal is to boost higher education enrollments rate from 48 percent to 70 percent by the year 2025 (Ministry of Education Malaysia, 2015). The need to respond to this expansion of higher education enrolments has implications for all three levels of school education - primary, lower secondary and upper secondary. Using secondary data, this study aims to explore challenges currently facing public schools in order to produce graduates with good academic results that enable them to gain a place in higher institutions. The findings of this study have provided evidence that school education system is still facing great challenges. A key to making higher education more effective, therefore, is to strengthen and improve Malaysia’s public schools.AbstrakPendidikan tinggi memainkan peran penting di banyak negara berkembang. Para lulusan sedang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja dalam pengetahuan ekonomi. Malaysia adalah salah satu negara berkembang yang telah mencari ekonomi maju untuk menyediakan model pendidikan tinggi massal yang akan meningkatkan tingkat pendidikan dan pendapatan nasional. Sejak 1990-an, oleh karena itu, pemerintah telah memperluas sektor pendidikan tinggi dan memperluas akses ke institusi pendidikan tinggi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat pendaftaran pendidikan tinggi dari 48 persen menjadi 70 persen pada tahun 2025 (Departemen Pendidikan Malaysia, 2015). Kebutuhan untuk menanggapi perluasan pendaftaran pendidikan tinggi ini berimplikasi pada ketiga tingkat pendidikan sekolah-sekolah dasar, menengah bawah, dan menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang saat ini dihadapi sekolah umum untuk menghasilkan lulusan dengan hasil akademik yang baik yang memungkinkan mereka mendapatkan tempat di institusi yang lebih tinggi. Temuan penelitian ini telah memberikan bukti bahwa sistem pendidikan sekolah masih menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, kunci untuk membuat pendidikan tinggi lebih efektif adalah memperkuat dan meningkatkan sekolah-sekolah negeri di Malaysia. How to Cite : Abdullah, A. (2018).  Massification of Higher Education in Malaysia: Challenges Facing Public Schools. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 225-235. doi:10.15408/tjems.v5i2.8118.
Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for A Disaster? Maila Dinia Husni Rahiem
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.9964

Abstract

AbstractChildren used their internal mechanisms, including faith, in coping and bouncing back after a disaster. In this paper, researcher examines the role of faith in building more resilient communities, and also how Islamic education at school can be used to help teach children to be better prepared for a disaster. The research suggests that Islamic education could be used to increase students hope after a disaster, to seek prayer as a source of strength and peace, to see the essential role of Muslim clergies in disaster recovery, and to see how some religious practices need to be understood in better ways. Qualitative narrative research was used as the method of inquiry with the primary source of data coming from interviews.  There are 27 child survivors being interviewed. All those interviews were audio-recorded and transcribed, then the transcripts were analysed to find any emerging themes.AbstrakBeberapa anak menggunakan mekanisme internal mereka, termasuk iman, dalam mengatasi dan bangkit kembali setelah bencana. Dalam makalah ini, peneliti meneliti peran iman dalam membangun komunitas yang lebih tangguh, dan juga bagaimana pendidikan Islam di sekolah dapat digunakan untuk membantu mengajar anak-anak agar lebih siap menghadapi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat digunakan untuk meningkatkan harapan pelajar setelah bencana, untuk menjadikan doa sebagai sumber kekuatan dan perdamaian, untuk melihat peran penting para ulama Muslim dalam pemulihan bencana, dan untuk melihat bagaimana beberapa praktik keagamaan perlu dilakukan. dipahami dengan cara yang lebih baik. Penelitian naratif kualitatif digunakan sebagai metode penyelidikan dengan sumber data utama yang berasal dari wawancara. Ada 27 anak yang selamat yang diwawancarai. Semua wawancara itu direkam dan ditranskripsi, kemudian transkrip dianalisis untuk menemukan topik yang tampak. How to Cite : Rahiem, M. D. H. (2018).  Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for a Disaster?. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 178-192. doi:10.15408/tjems.v5i2.9964.
Ability of Mathematical Generalisation Thinking of Mathematics Education Students Maifalinda Fatra; Lilis Marina Angraini; M. Anang Jatmiko
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.12315

Abstract

AbstractThe main objectives of this study are: 1) describing and analyzing the mathematical generalization ability of mathematics education students at State Islamic University (UIN) in Indonesia, 2) investigating the differences in mathematical generalization abilities of mathematics education students across State Islamic University (UIN) in Indonesia. The study was conducted at 6 UIN in Indonesia with a sample of  5th semester students using the survey method. The results of this study indicate that: 1) The ability of mathematical generalizations thinking of Mathematics Education students from 6 state Islamic universities in Indonesia can be seen from the average value of each sample.  The average mathematical generalization of Syarif Hidayatullah State Islamic University in Jakarta is higher high than the other 5 state Islamic universities, with the average value of  61.31. 2) There is no difference in the ability of mathematical generalization thinking among mathematics educations students of State Islamic University (UIN) in Indonesia.AbstrakTujuan utama dari penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan generalisasi matematika siswa pendidikan matematika di Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia, 2) menyelidiki perbedaan kemampuan generalisasi matematika siswa pendidikan matematika di Universitas Islam Negeri (UIN) ) di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di 6 UIN di Indonesia dengan sampel mahasiswa semester 5 menggunakan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan berpikir generalisasi matematika siswa Pendidikan Matematika dari 6 universitas Islam negeri di Indonesia dapat dilihat dari nilai rata-rata setiap sampel. Generalisasi matematika rata-rata dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta lebih tinggi daripada 5 universitas Islam negeri lainnya, dengan nilai rata-rata 61,31. 2) Tidak ada perbedaan kemampuan berpikir generalisasi matematika di kalangan mahasiswa pendidikan matematika Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia.  How to Cite : Fatra, M., Angraini, L. M., Jatmiko, M. A. (2019).  Ability of Mathematical Generalisation Thinking of Mathematics Education Students. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 69-75. doi:10.15408/tjems.v5i1.12315.
Pesantren and Local Female Leadership in Modern Indonesia Kusmana Kusmana
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.8919

Abstract

AbstractThis paper is taking two cases of leadership. The first case deals with a given leadership trait of Nyai Yoyoh Johara, Cintawana Pesantren, Singaparna, Tasikmalaya district, and the other of Nyai Etti Tismayanti, al-Ikhwan Pesantren, Condong, Setia Negara, Tasikmalaya city. Applying a grounded research method and using Anthony Giddens’s perspective of social practice, the study identifies woman’s leadership in Islamic educational institutions, from the competition of social force of kodrat and of democracy and feminism.  The object of the study is the Muslim woman’s leadership at pesantren in the local context. The data used in this study is based on the fieldwork which was done April to November 2010 in both Tasikmalaya district and city. The study found that women apply some strategies and manipulate the hindrances they face dynamically to have a career in the educational realm, in the male world using the limitation imposed by the norm such as kodrat, with several strategies. Modern values as social forces do influence female leadership agency but are implemented through certain rationalization which still maintains the traditional roles of women.AbstrakArtikel ini mendiskusikan bagaimana perempuan memimpin di pesantren, baik dalam bentuk kepemimpinan terberi (inherited) atau kepemimpinan yang diraih dengan usaha (achieved leadership) di konteks lokal, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaaya, dengan mengambil dua kasus kepemimpinan. Kasus pertama mendiskusikan jalan (trait) kepemimpinan Nyai Yoyoh Johara, Cintawana Pesantren, Singaparna, Tasikmalaya Kabupaten, dan kedua Nyai Etti Tismayanti, dari Pesantren al-Ikhwan, Condong, Setia Negara, Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan metode grounded research dan perspektif praktek sosial Anthony Giddens, kajian ini mengidentifiksi kepemimpinan perempuan di Lembaga pendidikan Islam, dari kompetisi kekuatan sosial kodrat perempuan dan kekuatan demokrasi dan feminism. Obyek kajian ini adalah kepemimpinan perempuan Muslim di pesantren dalam konteks lokal.  ata yang digunakan dalam peneliti ini adalah berdasar pada hasil penelitin lapngan yang dikerjakan dari bulan April sampai November 2010 di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.Kajian ini menemukan bahwa perempuan mengaplikasikan beberapa strategi dan mensiasti halangan yang mereka temui dan mereka  secara dinamis bergerak meraih karir  dalam dunia pendidikan, dengan menggunakan keterbatasan yang mereka punyai  disebabkan pengaruh norma kodrat. Nilai-nilai modern yang berfungsi sebagai kekuatan sosial mempengaruhi agensi kepemimpinan perempuan, tapi pengaruh tersebut dirasionalisasi melalui kekuatan sosial yang masih memelihara peranan tradisional perempuan. How to Cite Kusmana (2019).   Pesantren and Local Female Leadership in Modern Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 23-35. doi:10.15408/tjems.v6i1.8919.
Indonesia National Curriculum Reform in the Context of Standard-Based Education: Policy and Implementation Bambang Suryadi; Yuli Rahmawati; Bahrul Hayat; Suprananto Suprananto
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.12883

Abstract

AbstractCurriculum reform plays an essential role in assuring the success of systematic educational change. The purpose of this study is to portray the government policy and the issues of the Curriculum 2013 implementation. This study employed qualitative methodology using document analysis, observation and Focused Group Discussion (FGD)   as data collection techniques. The results of this study show that the curricula philosophy of curriculum reform was well-articulated and relevant to meet the requirements of twenty-first century learning competencies. However, the curricula implementation process faced substantial challenges with technical problems regarding the national standards of education document, teacher training and competences, the availability of school textbooks, and classroom assessment implementation. The findings of this study have several implications for implementing the national curriculum in Indonesia. Therefore, alignment between the national standards of education document, the curriculum structure, and the assessment system is required in order to ensure the successful implementation of Curriculum 2013 throughout the nation.AbstrakReformasi kurikulum memainkan peran penting dalam memastikan keberhasilan perubahan pendidikan yang sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kebijakan pemerintah dan isu-isu implementasi Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif menggunakan analisis dokumen, observasi dan diskusi kelompok terpumpun sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi reformasi kurikulum diartikulasikan dengan baik dan relevan untuk memenuhi persyaratan kompetensi pembelajaran abad kedua puluh satu. Namun, proses implementasi kurikulum menghadapi tantangan besar dengan masalah teknis mengenai dokumen yang terkait dengan standar nasional pendidikan, pelatihan dan kompetensi guru, ketersediaan buku pelajaran di sekolah, dan implementasi penilaian di dalam kelas. Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi untuk menerapkan kurikulum nasional di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan keselarasan antara dokumen standar nasional pendidikan, struktur kurikulum, dan sistem penilaian untuk memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 di seluruh negara. 

Page 11 of 45 | Total Record : 441


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue