cover
Contact Name
Ekonobis
Contact Email
ekonobis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irwansuryadi@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EKONOBIS (JURNAL EKONOMI DAN BISNIS)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14127601     EISSN : 26548712     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonobis adalah media untuk mempublikasikan kegaiatan penelitian dalam ilmu ekonomi, diantaranya perencanaan dan pembangunan daerah, ekonomi sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, ekonomi islam, ekonomi moneter dan perbankan, keuangan daerah, dan bisnis pariwisata.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Analisis Dana Perimbangan Kaitannya Dengan Percepatan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Tahun 2012-2016 Siti Fatimah
Journal of Economics and Business Vol 3 No 2 (2017): Ekonobis, September 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v3i2.7

Abstract

Sejalan dengan arus pemberian kewenangan yang makin luas yang dimiliki tiap daerah dalam era otonomi daerah ini, maka peran dan fungsi pendapatan daerah melalui penggalian potensi masing-masing daerah menjadi sesuatu yang amat penting. Sebagai ilustrasi peran dana perimbangan menjadi sangat strategis dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peranan dana perimbangan terhadap laju percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur terhitung sejak Tahun 2012-2016. Selanjutnya untuk mengukur berapa besar kontribusi dana perimbangan terhadap Total Pendapatan Daerah (TPD) yang dikaitkan dengan laju percepatan pertumbuhan ekonomi (PDRB) Kabupaten Lombok Timur terhitung sejak Tahun 2012-2016. Menurut tingkat eksplanasinya jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan (Field Research). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendapatan Daerah, Dana Perimbangan, Pendapatan lain Yang Syah, Belanja Aparatur, Belanja Pelayanan Publik dan Belanja Bagi Hasil. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan rasio dengan membandingkan besarnya dana perimbangan dengan pendapatan daerah serta pendekatan PDRB (Product Domestic Ragional Brutto) serta komponen lainnya yang langsung terkait dengan laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Lombok Timur. Hasilnya adalah Dampak pengalokasian dana perimbangan terhadap laju percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur terhitung sejak Tahun 2012-2016 sangat besar. Rata-rata Laju pertumbuhan Kontribusi Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 Kabupaten Lombok Timur Tahun 2012-2016 sebesar 9,85 persen dan Atas Dasar Harga Berlaku sebesar 11,36 persen. Artinya bahwa kontribusi dana perimbangan terhadap laju pertumbuhan ekonomi selama lima tahun di kabupaten Lombok Timur cukup signifikan
Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Tahun 2002-2016 Ihsan Rois; Luluk Fadliyanti
Journal of Economics and Business Vol 3 No 2 (2017): Ekonobis, September 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v3i2.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari pengembangan pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada kabupaten Lombok Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini dalah data runtun waktu periode tahun 2002-2016 yang diperoleh dari Badan Pusak Statistik kabupaten Lombok Tengah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Dinas Pendapatan Kabupaten Lombok Tengah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah wisatawan, jumlah hotel dan restoran, jumlah obyek wisata terhadap dan rata-rata lama menginap wisatawan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten Lombok Tengah.Alat analisis yang digunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan dan rata-rata lama menginap wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Dearah (PAD) di kabupaten Lombok Tengah.
Analisis Perkembangan Asset, DPK, Kredit dan Kapital Bank Perkreditan Rakyat (BPR) SeNusa Tenggara Barat Yusuf Hasbullah
Journal of Economics and Business Vol 3 No 2 (2017): Ekonobis, September 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v3i2.9

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Perkembangan Asset, DPK, Kreditdan Kapital Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se Nusa Tenggara Barat. Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk : Untuk mengetahui Perkembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ditinjau dari segi Asset, Dana Pihak Ketiga (DPK), Kredit dan Capital di Nusa tenggara Barat. Menurut tingkat eksplanasinya jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang akan mendeskripsikan bagaimana gambaran kepada masyarakat dan pemerintah daerah tentang Perkembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ditinjau dari segi Asset, Dana Pihak Ketiga (DPK), Kredit dan Capital di Nusa tenggara Barat. Adapun metode yang digunakan adalah metode sensus, dimana seluruh BPR yang ada di NTB ini akan dilakukan verifikasi data-datanya yang sudah di update sesuai kebutuhan penelitian dan sudah dipublikasi. Sedangkan data yang akan digunakan adalah data skunder. Dari hasil analisis data sebanyak 32 (tiga puluh dua) Bank perkreditan Rakyat (BPR) yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat ditemukan bahwa ada 5 (lima) BPR yang mempunyai Asset terbanyak dari 32 BPR yang ada di Nusa tenggara Barat seperti : PT. BPR Prima Nadi dengan Asset 118.626 milyar, PT. BPRS Dinar Ashri dengan Asset 91.957 milyar, PD.BPR NTB Sumbawa dengan Asset 87.096 milyar, PD.BPR.Lombok Tengah dengan Asset 85.451 milyar dan PT.BPR Samawa Kencana dengan asset 81.850 milyar. Sedangkan jika dilihat dari segi DPK ada 5 (lima) BPR yang mampu menyerap dana pihak ketiga dari 32 BPR yang ada di Nusa Tenggara Barat seperti : PT.BPR.Prima Nadi sebesar 101.191 juta, PT.BPR Samawaq Kencana sebesar 72.864 juta, PT. BPRS Dinar Ashri sebesar 53.517 juta, PD.BPR Lombok Tengah sebesar 50.347 juta dan PD.BPR.NTB Sumbawa sebesar 47.835 juta. Sedangkan ditinjau dari segi Kredit ada 5 (lima) BPR yang telah menyalurkan kredit terbanyak dari 32 BPR yang ada di Nusa Tenggara Barat seperti : PT.BPR Prima Nadi sebesar 84.093 juta, PD.BPR NTB Lombok Tengah sebesar 80.363 juta, PD.BPR NTB Sumbawa sebesar 75.267 juta, PD BPR NTB Lombok Barat sebesar 59.865 juta dan PT BPR Samawa Kencana sebesar 58.653 juta.
Analisis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat Muhammad Alwi; I Dewa Ketut Yudha S; Lalu Dema Alkandia
Journal of Economics and Business Vol 3 No 2 (2017): Ekonobis, September 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v3i2.10

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas pemungutan pajak daerah, retribusi daerah dan Pendapatan Asli Daerah, mengalisis derajat kemandirian Keuangan daerah. Dan menganalisis derajat desentralisasi Keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan efektifitas pendapatan asli daerah (PAD) dan pajak daerah dari tahun 2012 sampai tahun 2015 menujukkan rasio efektivitas pemungutan sangat efektif. Sedangkan efektifitas pemungutan retribusi daerah juga menunjukan kriteria tingkat efektifitasnya adalah sangat efektif pada tahun 2012 sampai tahun 2014 sedangkan pada tahun 2015 termasuk kriteria efektif. Kemampuan keuangan daerah pada periode tahun 2012-2015 termasuk dalam kriteria rendah. Berdasarkan pola hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah diketahui bahwapada tahun 2012 termasuk dalam Pola Hubungan Instruktif yang menunjukkan peranan pemerintah pusat lebih dominan dari pada kemandirian pemerintah daerah (Daerah yang tidak mampu melaksanakan otonomi daerah). Pada tahun 2013 sampai tahun 2015 pola hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah memperlihatkan pola Hubungan konsultatif yang berarti campur tangan pemerintah pusat sudah mulai berkurang, karena daerah dianggap sedikit lebih mampu melaksanakan otonomi daerah. Derajat desentrasi fiscal kota Mataram termasuk kriteria tingkat kemampuan keuangan daerah yang kurang dalam periode tahun 2012 – 2015, yang menunjukan bahwa keuangan daerah kota Mataram sangat tergantung pada sumber penerimaan dari pusat maupun pada tingkat provinsi
Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Penanganannya Dalam Ekonomi Islam M. Irwan
Journal of Economics and Business Vol 3 No 2 (2017): Ekonobis, September 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v3i2.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Jumlah Penduduk yang tergolong miskin, Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Penanganannya Dalam Ekonomi Islam. Metode Penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif, data yang dipergunakan data sekunder dan alat analisis yang dipergunakan adalah teknik analisis pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi kemiskinan di Nusa Tenggara Barat dilihat dari jumlah penduduk mengalami penurunan dengan rata-rata pertumbuhan negatif 3,19 persen. Persentase penduduk pada tahun 2016 sebesar 16,02 persen. Penduduk miskin di daerah pedesaan sebesar 14,82 persen dan 17,55 persen untuk daerah perkotaan pada tahun 2016. Garis kemiskinan untuk penduduk miskin di daerah perkotaan Rp 346.581sedangkan untuk di daerah pedesaan Rp 328.775,- pada tahun 2016. Indeks Kedalaman (P1) kemiskinan di NTB pada tahun 2016 sebesar 2,626 yang menunjukkan bahwa kondisi perekonomian penduduk miskin berada dalam kondisi yang membaik. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di NTB pada tahun 2016 sebesar 0,653 pada tahun 2016 yang menunjukkan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menyempit. Pengentasan kemiskinan dalam Islam dapat dilakukan salah satunya melalui perintah zakat. Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mampu menghimpun dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) dan berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Barat. Jumlah dana ZIS yang berhasil dihimpun pada tahun 2016 mencapai Rp 8.288.499.700,- dari target sebesar Rp 7.500.000.000,-
Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy Dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Irwan Suriadi; Didy Ika Supryadi
Journal of Economics and Business Vol 3 No 2 (2017): Ekonobis, September 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v3i2.12

Abstract

Penelitian ini berjudul “Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy dan pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimana strategi bauran pemasaran pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU) (b) Faktor-faktor apa saja yang menjadi kekuatan,kelemahan,ancaman dan peluang pengembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU), (c)Bagaimana pengembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU),Tujuan penelitian ini adalah (a) Untuk Menganalisis bagaimana strategi bauran pemasaran pariwisata di kabupaten Lombok utara.(b)Faktor-faktor apa saja yang menjadi kekuatan,kelemahan,ancaman dan peluang pengembangan pariwisata di kabupaten Lombok Utara (c) Untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mencoba mencari gambaran dan strategi pemasarn pariwisata yang sesuai di kabupaten Lombok utara (KLU). Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif dan SWOT Analisys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor strategi internal (kekuatan) yang memiliki kekuatan utama adalah Keunikan di tempat wisata, Faktor strategi internal (Kelemahan) yang memiliki kelemahan yang utama adalah Faktor Palayanan kepada wisatawan di kawasan wisata, Peluang utama pariwisata KLU adalah Letak daerah wisata yang strategis, Faktor strategi Eksternal (Ancaman) yang memiliki ancaman utama adalah Persaingan pariwisata yang semakin ketat, Strategi pengembangan pariwisata di KLU adalah Dinas pariwisata kabupaten Lombok utara (KLU) harus sering mengadakan iven-iven pariwisata di kabupaten Lombok utara (KLU) dan mengikuti ivent promosi di dalam dan diluar negeri.
Analisis Kinerja Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Aspek Kesejahteraan, Ketimpangan, Pembangunan Manusia, Pendidikan Dan Kesempatan Kerja wahyunadi; Sahri; Putu Karismawan; M. Firmansyah
Journal of Economics and Business Vol 4 No 1 (2018): Ekonobis, Maret 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v4i1.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pembangunan propinsi Nusa Tenggara Barat dengan tujuan untuk mengeatahui kesejahteraan ekonomi penduduk, ketimpangan pendapatan antar penduduk, kemajuan pembangunan manusia, partisipasi pendidikan penduduk, dan partisipasi angkatan kerja. Variabel penelitian: pendapatan per kapita (PDRB per kapita), jumlah rumah tangga, pendapatan rumah tangga, yaitu tingkat harapa hidup, tingkat melek huruf, Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Kasar (APK), serta Angka Partisipasi Murni (APM), penduduk angkatan kerja yang sudah bekerja, penduduk usia kerja. Data variabel penelitian menggunakan data runtut waktu (time series) lima tahun terakhir. Analisis data menggunakan analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian: tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun meningkat tetapi tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk NTB masih berada di bawah tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk propinsi-propinsi di wilayah Indonesia Barat. Tingkat ketimpangan distribusi pendapatan antar penduduk di perkotaan dan pedesaan berada pada tingkat ketimpangan sedang. Tingkat pertumbuhan IPM NTB termasuk tertinggi di Indonesia, namun masih menempati posisi 30 dari 34 provinsi di Indonesia. Tingkat partisipasi pendidikan penduduk NTB sudah di atas angka sembilan puluh persen. Tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk NTB mengalami peningkatan dan sudah mencapai angka tujuh puluh persen.
Analisis VAR (Vector Autograsive) Permintaan Dan Penawaran Kunjungan Wisatawan Domestik Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Himawan Sutanto
Journal of Economics and Business Vol 4 No 1 (2018): Ekonobis, Maret 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v4i1.14

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis VAR (Vector Autograsive) Permintaan dan Penawaran Kunjungan Wisatawan Di Kabupaten Lombok Utara (KLU)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (a) apakah variable-variabel yang menentukan permintaan dan penawaran wisatawan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), (b) apakah variabel yang paling menentukan permintaan dan penawaran wisatawan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui variable-variabel yang menentukan permintaan dan penawaran kunjungan wisatawan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), (b) untuk mengetahui variabel yang paling menentukan permintaan dan penawaran kunjungan wisatawan di Kabupaten Lombok Utara (KLU. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Dinas Pariwisata KLU, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Bank Indonesia. Variabel Penelitian yang digunakan adalah permintaan dan penawaran kunjungan wisatawan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) seperti Tingkat Inflasi NTB, PDRB NTB,Inflasi KLU, PDRB KLU. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis VAR (Vector Autograsive) dengan bantuan software Eviews. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Variabel Inflasi Provinsi, PDRB Provinsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Permintaan kunjungan wisatawan Domestik di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Pengentasan Kemiskinan melalui Pembinaan UKM Bidang Perikanan Di Kawasan Pesisir Desa Sekotong Tengah Kabupaten Lombok Barat Masrun; Titi Yuniarti; Suprianto
Journal of Economics and Business Vol 4 No 1 (2018): Ekonobis, Maret 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v4i1.15

Abstract

Tujuan Khusus dari penelitian ini diharapkan terbentuknya ProgramPembinaan UKM berbasis potensi lokal untuk meningkatkan keterampilan pengusaha dengan dapat termotivasi untuk berusaha, kreatif dan inovasi dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dengan ketrampilan meningkat akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil usahanya sehingga akan mendatangkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dalam rangka pengentasan kemiskinan. Penelitian dilakukan dengan metode survey lapangan di kawasan pesisir Desa Sekotong Tengah Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini untuk mengidentifikasi peluang dan kelayakan usaha dari pengusaha kecil mikro. Selanjutnya dapat terbentuknya Program Pembinaan UKM dalam rangka untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Dari kegiatan ini, diharapkan para pengusaha UKM dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil usahanya sehingga akan mendorong peningkatan penghasilan. Meningkatkan pendapatan pengusaha sasaran melalui peningkatan produksi, kualitas produksi dan harga jual di pasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat usaha yang dianalisis, secara ekonomi menguntungkan dan juga yanglayak/unggul dikembangkan untuk sementara di kawasan pesisir Desa Sekotong Tengah yaitu bidang usaha terasi udang, ternak kambing, dagang ikan dan usaha rajungan. Program pembinaan UKM dapat terwujud dibentuk, menunjukkan : a). peran pemerintah dalam bantuan modal selain dari lembaga perbankan dan bantuan ketrampilan, b). pengusaha UKM perlu membentuk kelompok/kelembagaan sebagai wadah UKM, c). adanya mitra usaha untuk membantu dalam pemasaran dan pengolahan hasil produksi
Praktik Gadai Lahan Dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Al-Rahin Di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Muaidy Yasin; Moh. Huzaini; Akhmad Jufri
Journal of Economics and Business Vol 4 No 1 (2018): Ekonobis, Maret 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v4i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menggadaikan lahannya, bagaimana pelaksanaan gadai, apakah praktik gadai sudah sesuai dengan syariat Islam dan bagaimana tingkat kesejahteraan al-rahin di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena meneliti realitas, fenomena atau gejala yang bersifat holistik/utuh, kompleks, dinamis dan penuh makna. Teknik pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah dan dilakukan dengan cara observasi,wawancara mendalam dan dekumentasi berbentuk rekaman suara dan foto-foto. Informan ditetapkan selama berada di lapangan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Kesimpulan penelitian 1. Sebagian besar petani melakukan praktik gadai lahan karena keterbatasan keuangan serta untuk mendapatkan modal usaha; 2. Praktik gadai yang ada di Desa Gapura Kecamatan Pujut lebih banyak diwarnai oleh adat yang merupakan kebiasaan yang turun temurun dari para pendahulunya; 3. Praktik gadai lahan yang ada di Desa Gapura Kecamatan Pujut sudah sesuai dengan rukun dan syarat gadai menurut Islam, namun kalau dilihat dari pemanfaatan barang jaminan belum sesuai dengan prinsip gadai menurut Islam, karena melahirkan ketidak-adilan antara al-rahin dan al-murtahin; 4. Sebagaian besar dari pemberi gadai (al-rahin) yang ada di Desa Gapura Kecamatan Pujut belum sejahtera dilihat dari perspektif Islam, dan sebagaiannya lagi sudah mendapatkan kesejahteraan secara Islam, karena sudah terpenuhi kebutuhan dharuriyyat dan hajiyatnya.

Page 6 of 18 | Total Record : 180