cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan
ISSN : 23377895     EISSN : 24610550     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan publishes and disseminates research results in the field of educational administration/management, consisting of: - educational leadership - educational policy and planning - educational economics - educational politics
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Implementasi sistem penjaminan mutu internal di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Asnaul Lailina Nikmatuz Zahrok
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i2.31288

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penjaminan mutu di SMK Negeri 35 Tulungagung. Jenis pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode deskripstif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penjaminan mutu di SMKN 35 Tulungagung diawali dari Evaluasi Diri Sekolah (EDS) untuk memperoleh pemetaan capaian mutu dari setiap aspek Standard Nasional Pendidikan (SNP). Capaian mutu yang dirasa kurang selanjutnya diperbaiki melalui pemenuhan mutu secara berkelanjutan. Upaya pemenuhan mutu direncanakan oleh Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) yang dituangkan dalam bentuk dokumen perencanaan pemenuhan mutu. Di dalamnya diuraikan kegiatan, tujuan, strategi pelaksanaan, indikator keberhasilan, serta rincian biaya yang dibutuhkan. Selanjutnya rencana pemenuhan mutu direalisasikan kepada setiap aspek pembelajar-an dengan melibatkan komponen pendidikan secara komprehensif. Pelaksanaan pemenuhan mutu dimonitoring oleh TPMPS secara berkelanjutan Seluruh pelak-sanaannya kemudian dievaluasi untuk melihat efektifitas pelaksanaan dengan rencana pemenuhan mutu terhadap pencapaian SNP. Hasilnya akan dianalisis untuk penetapan standar standar mutu baru yang lebih efektif. Seluruh rangkaian tersebut didokumen-tasikan dalam bentuk rapor SPMI. AbstractThe purpose of this article is to determine the implementation of quality assurance in SMK 35 Tulungagung. This type of approach is a qualitative approach. The method used is descriptive qualitative. The results showed that quality assurance at SMK 35 Tulungagung started from  School Self Evaluation (EDS) to obtain a mapping of quality achievements from every aspect of  National Education Standards (SNP). Quality achievements that are felt to be lacking are subsequently corrected through continuous quality fulfillment. Efforts to fulfill quality are planned by the School Education Quality Assurance Team (TPMPS) as outlined in the form of quality fulfillment planning documents. It outlines the activities, objectives, implementation strategies, indicators of success, and details of the costs required. Furthermore, the quality fulfillment plan is realized for every aspect of learning by comprehensively involving the education component. TPMPS monitors the implementation of quality fulfillment on an ongoing basis. All implementation is then evaluated to see the effectiveness of implementing the quality fulfillment plan for the achievement of SNP. The results will be analyzed for setting new quality standards more effectively.
Kepemimpinan kyai di pondok pesantren modern: Pengembangan organisasi, team building, dan perilaku inovatif Devi Pramitha
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i2.33058

Abstract

Keberadaan sosok kiai sebagai pemimpin pondok pesantren memang sangat unik untuk selalu diteliti, hal tersebut dikarenakan dari sudut tugas dan fungsi seorang kiai yang tidak hanya sekedar memimpin, tetapi juga harus mampu mengembangkan organisasi pondok pesantren agar bisa tetap eksis di era globalisasi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan kiai di pondok pesantren modern, yang dilihat dari tiga hal yaitu: 1.) Proses pengembangan organisasi; 2.) Proses pembentukan team building; dan 3.) Proses menumbuhkan perilaku inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi tokoh. Untuk proses pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, sedangkan untuk analisis data menggunakan model Spradley yang terdiri dari 4 cara, yaitu: 1.) Analisis domain; 2.) Analisis taksonomi; 3.) Analisis komponensial; dan 4.) Analisis tema kultural. Dari hasil penelitian dapat diperoleh data, yaitu: 1.) Proses pengembangan organisasi dilakukan dengan cara memotivasi dan menginspirasi anggota bawahannya agar memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan pondok pesantren; 2.) Proses pembentukan team building lebih banyak dilakukan melalui interaksi pola pikir; dan 3.) Proses menumbuhkan perilaku inovatif menggunakan cara dengan pendelegasian tugas-tugas. AbstractThe Kiai's existence as the leader in the Islamic boarding school is indeed very unique to always be researched. From the point of view of the duties and functions of a Kiai, who is not only leading but also must be able to develop the boarding school organization to continue to exist in the current era of globalization. The purpose of this study was to determine the leadership style of kiai in modern Islamic boarding schools, which was seen from three things, namely: 1.) The process of organizational development; 2.) The process of forming team building; and 3.) The process of fostering innovative behavior. This study uses a qualitative method using a character study approach. For the data collection process through interviews, documentation, and observation, while for data analysis using the Spradley model which consists of 4 ways, namely: 1.) Domain analysis; 2.) Taxonomic analysis; 3.) Component analysis; and 4.) Analysis of cultural themes. From the research results, data can be obtained, namely: 1.) The process of organizational development is carried out by motivating and inspiring subordinate members to have high enthusiasm in developing Islamic boarding schools; 2.) The process of forming team building is mostly done through mindset interactions; and 3.) The process of fostering innovative behavior by means of delegating tasks.
Potret kesiapan guru sekolah dasar dan manajemen sekolah dalam menghadapi asesmen nasional Sudianto Sudianto; Kisno Kisno
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v9i1.39260

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menetapkan Asesmen Nasional untuk mensubtitusi Ujian Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran sejauh mana guru-guru di sekolah dasar mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi Asesmen Nasional, khususnya pada komponen pengetahuan mereka akan literasi membaca. Sebanyak 23 guru tersertifikasi maupun non sertifikasi dilibatkan sebagai responden. Para guru tersebut mengajar peserta didik mulai dari kelas I hingga kelas VI. Rancangan penelitian menggunakan rancangan pendekatan campuran antara kuantitatif dan kualitatif. Guru diminta untuk menjawab soal literasi membaca dan merancang soal literasi membaca mulai dari mode LOTS hingga HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% guru mampu menjawab soal literasi membaca yang terdiri dari teks informasi dan teks fiksi. Guru tidak mengalami masalah dalam menyusun soal kategori LOTS, namun guru mengalami kesulitan dalam merancang soal HOTS. Kesulitan yang ditemukan adalah guru belum mampu menyusun stimulan soal secara kohesif dan koheren. Selain itu, 70% soal rancangan guru belum mencerminkan rumusan instruksi soal dengan baik sehingga menimbulkan keambiguan bagi peserta didik yang akan menyelesaikan soal-soal tersebut. Dengan demikian, sekolah menerapkan strategi penanganan khusus dengan menyelenggarakan lokakarya internal yang ditindaklanjuti dengan supervisi, monitoring, dan evaluasi secara berkala.AbstractEducation and Culture Ministry announced Nasional Assessment to replace National Exam. This study purposes to depict elementary teachers’ readiness to face National Assessment, particularly in reading literacy. There were 23 teachers involved as the participants. They, either certified or non-certified, taught students from grade 1 to grade 6. The design of the study applied mixed approaches between qualitative and quantitative study. The participants were asked to answer reading-literacy questions and construct reading-literacy questions consisting both LOTS and HOTS levels. The result showed 70% teachers able to answer the questions consisting information and fiction texts. In other words, teachers found no problem in de-signing LOTS-based question, but they faced difficulty in constructing HOTS-based questions. These findings indicate teachers were not able to design cohesive and coherent texts. Besides, 70% of the questions did not meet the requirement of the well-structured instructions which led to ambiguity for students to solve the questions. Hence, the school management stipulated a special intervention by administering internal workshop followed up by supervision, monitoring, and evaluation carried out periodically.
Tinjauan pustaka sistematis manajemen pendidikan: Kerangka konseptual dalam meningkatkan kualitas pendidikan era 4.0 Fitri Nur Mahmudah; Eka Cahya Sari Putra
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v9i1.33713

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui program apa saja yang dapat mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul era 4.0 dan untuk membuat kerangka konseptual baru dalam manajemen pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan era 4.0. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode literature review dengan pendekatan mapping review.  Proses literature review ini dilakukan dengan cara mencari artikel yang relevan, mengevaluasi dengan cara ekstraksi, menganalisis, dan selanjutnya mensintesis. Database yang digunakan dalam pencarian referensi menggunakan JSTOR dan Springer Link. Hasil dari literature review ini adalah bahwa program-program pendidikan yang menunjang adanya revolusi industri 4.0 berkaitan dengan digital transformation pada aspek-aspek manajemen pendidikan. Kerangka konseptual yang dibuat berkaitan dengan aspek manajemen yang meliputi SDM, Kurikulum, Pembelajaran, Pembiayaan, Sarana Prasarana, Humas, dan Kompetensi Lulusan.AbstractThe purpose of this article writing is to find out what programs can realize superior human resources (HR) of 4.0 era and to create a new conceptual framework in education management that can improve the quality of education in the 4.0 era. This article was written using the literature review method with a mapping review approach. The literature review process was carried out by finding relevant articles, evaluating them by extracting, analyzing, and then synthesizing. The database used in searching references was JSTOR and Springer Link. The results of this review literature are that educational programs that support the 4.0 industrial revolution are related to digital transformation in aspects of educational management. The conceptual framework created is related to management aspects which include HR, Curriculum, Learning, Financing, Infrastructure Facilities, Public Relations, and Graduates' Competencies.
Care management dalam pendidikan Adhe Kusuma Pertiwi; Nurul Ulfatin; Ahmad Yusuf Sobri
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i2.33160

Abstract

Perhatian terhadap persoalan yang dihadapi peserta didik sekolah dasar dengan orang tua tergolong pasangan muda masih rendah. Perlu adanya layanan khusus untuk menyikapi persoalan ini, mengingat peserta didik pada usia sekolah dasar masih dalam proses pembentukan karakter. Layanan care management merupakan layanan khusus dimana terjadi kolaborasi dan integrasi yang kompleks sehingga sesuai untuk mengatasi persoalan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persoalan dan pemicu peserta didik dengan orang tua tergolong pasangan muda serta layanan care management yang diberikan oleh SD Negeri Lowokwaru 3 Malang dan SD Negeri Lowokwari 4 Malang dalam mengatasi persoalan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah kualitatif dengan jenis penelitian multisitus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, obervasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan jika pemicu persoalan disebabkan oleh keadaan pendidikan, ekonomi, dan emosi dari orang tua tergolong pasangan muda. Adanya pemicu ini menyebabkan adanya perkembangan yang berbeda dari peserta didik dilihat dari segi fisik, emosi, sosial, dan intelektual. Mengatasi persoalan ini sekolah menerapkan layanan care management dengan mempertimbangkan edukasi, care coordination, transition management, compliance, dan utilization management. AbstractThe care of problems that happen to elementary school students with parents classified as young couples is still low. It is necessary to have a special service to broadcast this topic, considering that students in the early stages of school are still in the process of character building. Maintenance management services are specialized services where complex collaboration and integration occur in order to overcome this problem. The purpose of this study is to study the discussion and triggers of students with parents belonging to young couples and management services provided by SDN Lowokwaru 3 Malang and SDN Lowokwari 4 Malang in an effort to overcome these problems. The method used in this study is qualitative with a type of multi-site research. Data collection techniques carried out through interviews, observation, and documentation. The results showed that there were triggers from education, economy, and transition from parents who were classified as young couples. The existence of these triggers causes a different development of students in terms of physical, emotional, social, and intellectual. Care Management, with consideration of education, care coordination, transition management, compliance, and utilization management.
Komparasi kepemimpinan pendidikan di Indonesia dan Malaysia dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Karine Rizkita; Achmad Supriyanto
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i2.32362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami: 1.) Essensi pendidikan yang ada di Malaysia dan Indonesia; dan 2.) Peran kepemimpinan kepala sekolah di Malaysia dan Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi literatur dengan harapan dapat memberikan penjelasan secara komprehensif terkait kualitas mutu pendidikan di negara berkembang. Hasil penelitian ini adalah 1.) Essensi pendidikan yang ada di Malaysia dan Indonesia; dan 2.) Peran kepemimpinan kepala sekolah di Malaysia dan Indonesia. Essensi pendidikan baik di Malaysia atau di Indonesia hampir sama yaitu untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik dalam ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Malaysia dalam pengejawantahkan tentang essensi pendidikan lebih fokus dalam mengoptimalkan keterampilan peserta didik dengan kata lain peran guru sebagai pendidik di Malaysia sangat mempengaruhi keberlangsungan pedidikan. Peran yang dilakukan kepala sekolah yang ada di Indonesia dalam kaitannya untuk meningkatkan mutu sekolah yaitu dengan cara membentuk tim peningkatan mutu, melakukan perbaikan secara berkelanjutan dengan cara berkomunikasi dan meneruskannya kepada seluruh anggota yang ada dilembaga pendidikan, dan menciptakan suasana tempat bekerja yang nyaman. Sedangkan peran kepemimpinan kepala sekolah yang ada di Malaysia diimplementasikan dengan cara kepala sekolah dapat mewujudkan visi dan misi sekolah, fokus dalam pengelolaan proses belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan peringkat sekolah, dan komitmen dalam menciptakan kondisi atau lingkungan belajar yang positif sambil mendayagunakan seluruh warga sekolah dengan pendekatan yang ramah dan terbuka. AbstractThis study aims to understand 1.) The essence of education in Malaysia and Indonesia; and 2.) The role of the principal's leadership in Malaysia and Indonesia. This study uses qualitative research with data collection techniques using literature study techniques in the hope that it can provide a comprehensive explanation related to the quality of education in developing countries. The results of this study are 1.) The essence of education in Malaysia and Indonesia; and 2.) The role of the principal's leadership in Malaysia and Indonesia. The essence of education both in Malaysia or Indonesia is almost the same, namely to optimize the ability of students in the realm of knowledge, attitudes, and skills. The Malaysian state in the embodiment of the essence of education is more focused on optimizing the skills of students, in other words, the role of teachers as educators in Malaysia greatly influences the sustainability of education. The role of the principal in the country of Indonesia in relation to improving the quality of schools is by forming a quality improvement team, make improvements on an ongoing basis by communicating and forwarding it to all existing members of the educational institution, and create a comfortable work environment. Whereas the principal's leadership role in Malaysia is implemented in a way that the principal can embody the vision and mission of the school, focus on managing teaching and learning processes with the aim of improving school rankings, and commitment to creating positive learning conditions or environments while empowering all school residents with a friendly and open approach.
School principal’s role in increasing teachers’ pedagogical and professional competence in elementary schools in Indonesia Ahmad Ansori; Suyatno Suyatno; Dwi Sulisworo
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v9i1.35635

Abstract

A principal has an important role in improving teacher’s competence. This qualitative research with a case study approach aimed to reveal school principal’s role in increasing teacher pedagogical and professional competence in Muhammadiyah elementary school of Macanan, Sleman and Muhammadiyah elementary school of Al-Mujahidin, Gunungkidul. The research subject was the school principal and teachers. Data were collected through observation, interview, and documentation, then were analyzed using the stages of data collection, data reduction, data representation, and conclusion drawing. The results show that the role of the school principal in increasing teacher pedagogical and professional competence was as a manager, leader, and innovator. As a manager, the school principal planned the program by detailing educators need and education staff, planning curriculum, and planning a policy for ad-ding the subject of guidance and counselling. As a leader, the school principal set the targets regarding class management and arranged a briefing, while as an innovator, the school principal emphasized the importance of innovation of information technology-based learning and class management. The three roles of the school principal impacted on teacher competence in conducting fun and meaningful learning, class management, the use of information technology in learning, the mastery of the material and student development. This research finding recommends Indonesia’s educational stakeholders to formulate the teacher’s competence development program.
Manajemen program pembelajaran bahasa Arab pada anak prasekolah Yayasan PAUD Sultan Qaimuddin di Kendari Nur Azaliah Mar; Danial Hilmi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v9i1.36943

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mengetahui manajemen program bahasa Arab pada anak prasekolah di Yayasan PAUD Sultan Qaimuddin Kendari. Pengumpulan data menggunakan wawancara pada ketua yayasan, observasi, dan dokumentasi tentang manajemen program bahasa Arab pada anak prasekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa yayasan ini menggunakan fungsi-fungsi kajian manajemen program dalam melaksanakan program pembelajaran bahasa Arab pada anak prasekolah sehingga program ini berjalan efektif dan efisien, yaitu: (1) Perencanaan program pembelajaran bahasa arab pada anak prasekolah melalui tahap identifikasi kebutuhan, rapat koordinasi, penyusunan program kerja, pelaksanaan program kerja, dan pengawasan. (2) Pengorganisasian di yayasan ini ialah pembina sebagai ketua yayasan yang memegang kekuasaan paling tinggi, dibantu pengurus dan pengawas yayasan, juga pengelola yayasan yang meliputi guru dan tenaga administrasi. (3) Pelaksanaan program pembelajaran bahasa Arab pada anak prasekolah ini yaitu dengan mempersiapkan hal yang berkaitan dengan penentuan guru, pembuatan rencana proses pembelajaran (RPP), penentuan jadwal pembelajaran, dan sarana prasarana yang dibutuhkan. (4) Pengawasan program pembelajaran bahasa Arab ini dilakukan dengan metode langsung.AbstractThis descriptive qualitative research aims to determine the management programs of Arabic in preschool children at Yayasan PAUD of Sultan Qaimuddin Kendari. Data collection uses interviews with the head of the foundation, observations, and documentation about the management programs of Arabic in preschool children. The results show that the foundation uses the functions of management program studies in implementing Arabic learning programs in preschool children so the program runs effectively and efficiently, namely: (1) Planning the Arabic language program for preschool children through the stages of need identification, coordination meetings, preparation of work programs, implementation of work programs, and supervision. (2) Organization at this foundation is that the founder as chairman of the foundation holds the highest authority and is assisted by official members, supervisors, and organizers, including teachers and administrative staff. (3) Implementation of the Arabic language program for preschool children at this foundation is to prepare the matters related to determining the teachers, making the learning process plan, determining the learning schedule, and required infrastructure. (4) Controlling the Arabic language program in preschool children is carried out in a direct method.
Hubungan akreditasi sekolah dan supervisi oleh kepala sekolah dengan kualitas sekolah Sapto Irawan; Umbu Tagela; Yustinus Windrawanto
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i2.33905

Abstract

Permasalahan kualitas sekolah berkaitan dengan beberapa hal, antara lain adalah supervisi oleh kepala sekolah dan hasil akreditasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui hubungan antara akreditasi sekolah dan supervisi oleh kepala sekolah dengan kualitas sekolah. Dalam penelitian ini, populasinya adalah semua kepala sekolah SMP Swasta sekota Salatiga sebanyak 16 orang, sekaligus sebagai total sampel. Pengumpulan data penelitian melalui angket. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi ganda dan regresi ganda, dengan SPSS. Hasil uji korelasi membuktikan hipotesis yaitu supervisi kepala sekolah dan akreditasi sekolah memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kualitas sekolah yang ditunjukkan oleh hasil uji korelasi yaitu nilai r.hitung (0,604) nilai r.tabel (0,338) pada taraf signifikansi 5%. AbstractSchool quality is related to several aspects, i.e principal supervision, and school accreditation status. This study aims to determine the relationship between school accreditation and supervision by the principal and school quality. In this research, the population is sixteen principal Junior High School in Salatiga City, as well as the total sample. Research data collection through questionnaires. The analysis technique used is multiple correlation and multiple regression, with SPSS. The results of the correlation test prove the hypothesis that the supervision of the principal and school accreditation has a positive and significant relationship with school quality as indicated by the results of the study. correlation test is the value of r. Calculate (0.604) r table value (0.338) at the 5% significance level.
Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru sekolah dasar Slamet Wijayanto; Ghufron Abdullah; Endang Wuryandini
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v9i1.35741

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja, secara sendiri-sendiri maupun bersama, terhadap kinerja guru SD negeri di Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan survey yang bersifat explanatory. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang telah teruji keabsahannya terbukti valid dan stabil. Pengujian prasarat analisis yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedasitas, dan linearitas menunjukkan persyaratan telah terpenuhi. Hasil uji F hitung 120,311 dengan nilai signifikansi 0,0000,05, berarti ada pengaruh signifikan dan positif gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Dari uji parsial, diperoleh nilai signifikansi gaya kepemimpinan transformasional 0,001, motivasi kerja 0,000, dan kepuasan kerja 0,000 0,05, berarti gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja masing-masing berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru. Hal ini menunjukkan semua hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama, terhadap kinerja guru.AbstractThis study aims to prove the influence of transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction both individually and collectively on the performance of elementary school teachers in Comal District, Pemalang Regency. This is a quantitative study using a cross sectional approach and an explanatory survey. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale that has been tested for validity and is proven valid and stable. The results of the analysis prerequisite test including normality test, multicollinearity, heteroscedasticity, and linearity show that the requirements have been fulfilled. The result of the F test count is 120.311 with a significance value of 0.0000.05, meaning that there is a significant and positive effect of transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction on teacher performance. Partial test shows that the significance value of transformational leadership style is 0.001, work motivation is 0.000, and job satisfaction is 0.0000.05, meaning that transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction have a significant and positive effect on teacher performance, respectively. It shows that all hypotheses in this study are acceptable, which means that there is a positive and significant effect of transformational leadership style, work motivation, and job satisfaction both individually and collectively on the teachers’ performance.