cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Auladuna
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
PERBANDINGAN DIRECT INSTRUCTION DAN TANYA JAWAB TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS II SD INPRES RAPPOKALLING 1 MAKASSAR Muhammad Shabir Umar; Muh Rapi; Itra Bostam
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/10.24252/auladuna.v5i2a10.2018

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman peserta didik yang diajar dengan menggunakan tanya jawab dan direct instruction, serta perbedaan kemampuan membaca pemahaman peserta didik dengan menerapkan direct instruction dan tanya jawab di kelas II SD Inpres Rappokalling 1 Makassar. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan desain penelitian Nonequivalen Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas II SD Inpres Rappokalling 1 Makassar yang berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman peserta didik berupa tes essay sebanyak 10 item. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata kedua kelompok tersebut, yaitu kelas kontrol sebelum menerapkan metode tanya jawab diperoleh rata-rata 71,5 dan setelah menerapkan metode tanya jawab sebesar 79,56. Pada kelas eksperimen dengan menerapkan model direct instruction diperoleh rata-rata pretest sebesar 71,5 dan rata-rata posttest sebesar 81,2. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai thitung = 0,249 dan ttabel 1,671 dengan = 0,05, dengan demikian (thitung = 0,249 < ttabel 1,671 = 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaan antara penerapan direct instruction dan tanya jawab terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas II di SD Inpres Rappokalling 1 Makassar).Abstract The objectives of this study were to find out the students' reading comprehension ability taught by using question-answer and direct instruction, and the difference in reading comprehension ability of students by applying direct instruction and question and answer of the second grade at SD Inpres Rappokalling 1 of Makassar. This type of research is Quasi experimental with research design Nonequivalent Control Group Design. The population of this study were all students of the second grade at SD Inpres Rappokalling 1 of Makassar around 77 people. The sampling technique used is random sampling, which is 60 people. The instrument used was a test to measure students' reading comprehension in the form of 10 item essay tests. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis with t-test. Based on the results of the descriptive analysis the average of the two groups was obtained, namely the control class before applying the question and answer method obtained an average of 71.5 and after applying the question and answer method amounted to 79.56. In the experimental class by applying the direct instruction model the average pretest was 71.5 and the posttest average was 81.2. Based on the results of inferential statistical analysis, the value of tcount = 0.249 and ttable 1.671 with = 0.05, thus (t count = 0.249 <t table 1.671 = 0.05). To sum up, H0 is accepted, it means that there is no difference between the application of direct instruction and question and answer to the reading comprehension ability of the second grade at SD Inpres Rappokalling 1 of Makassar).
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS V St. Hasmiah Mustamin
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i2a6.2018

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alat peraga dalam mengatasi kesulitan belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas V SD Negeri IKIP 1 Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dokumentasi, dan wawancara, jumlah sampel sebanyak 45 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk memperoleh informasi tentang persepsi siswa terhadap peranan alat peraga dalam pembelajaran matematika materi pecahan. Hasil penelitian diperoleh bahwa, (1) rata-rata siswa kelas V SD Negeri IKIP 1 Makassar setuju jika alat peraga mempunyai peranan dalam pembelajaran matematika materi pecahan, (2) persentase skor tingkat kesulitan siswa kelas V SD Negeri IKIP 1 Makassar dalam menyelesaikan soal-soal pecahan sebelum menggunakan alat peraga sebanyak 60%  siswa sulit menyelesaikan soal-soal pecahan dan setelah menggunakan alat peraga sebanyak 64,44% siswa dengan mudah menyelesaikan soal-soal pecahan.AbstractThe study was aimed at determining the use of teaching media in overcoming the mathematical learning difficulties of fractions at the fifth grade students of IKIP 1 Makassar State Elementary School. The study was descriptive research by employing tests, questionnaires, documentation, and interviews as data collection techniques, a total sample of 45 students. Descriptive analysis was utilized to obtain information on students’ perceptions of the role of teaching media in mathematical learning of fraction materials. The results of the study obtained, that: (1) the fifth grade students of IKIP 1 Makassar State Elementary School on the average agreed that the teaching media had a role in the mathematical learning of fractional material, (2) the percentage score of the difficulty level of the fifth grade students of IKIP 1 Makassar State Elementary School in overcoming the fraction problems before using the teaching media was 60% and 64.44% of students found it difficult and easy to solve fractionquestions respectively. 
EKSPLORASI METAKOGNISI TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Nurjannah Nurjannah
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a9.2019

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan hasil eksplorasi metakognisi siswa terhadap pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar (visual, auditorial, dan kinestetik). Subjek penelitian adalah tiga orang siswa kelas VI SD Negeri 286 Pasaka masing-masing bergaya belajar visual, auditorial dan kinestetik, berjenis kelamin perempuan, kemampuan matematika relatif sama, dan komunikasi baik. Metode pengumpulan datanya adalah metode tugas dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan mendasar antara aktivitas metakognisi ketiga subjek pada tahap pertama dan kedua. Aktivitasnya berupa membaca soal dengan seksama untuk mengetahui ide pokok soal dan mengorganisasikan ide pokok tersebut dengan menuliskannya pada lembar kerja kemudian mentransformasi pengetahuan ke dalam bentuk gambar.  Perbedaannya hanya terletak pada tahap ketiga yakni siswa visual dan kinestetik menjawab soal dengan jelas langkah demi lengkahnya, siswa kinestetik menjawab soal dengan sangat runtut dan penuh dengan penjabaran sehingga jawabannya panjang dan jelas, sedangkan siswa auditorial menjawab soal dengan jawaban singkat.Abstract This study was qualitative research that aimed at describing the results of the exploration of students' metacognisis on solving mathematical problems in terms of learning styles (visual, auditory, and kinesthetic). The subject of this study consisted of three students of grade sixth in 286 Pasaka Elementary School who had a visual learning style, auditory learning style and kinesthetic learning style. All of them were female sex with relatively similar mathematical abilities, and good communication skills. The data collected thorough assignment and interview. Based on the results of this study, it was found that basically there were no fundamental differences between the students’ metacognition activities of visual, auditorial and kinesthetic in the first and second stages. Their activities included understanding questions by carefully reading questions to find out the core or main idea of the problem and organizing the main ideas in the questions through the work written on the worksheet then transforming knowledge or knowledge based on the understanding gained in the form of images. The difference was found only in the third stage of metacognitive activity Visual and kinesthetic students answered the questions with standards and clearly step by step, kinesthetic students answered the questions very closely and were full of translation so the answers were complete and clear while auditory students only answered the questions with short answers. 
STUDENTS' CRITICAL AND CREATIVE THINKING SKILLS ON MATHEMATICS LEARNING IN MADRASAH IBTIDAIYAH Ahmad Arifuddin
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a5.2019

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa pada pembelajaran matematika di MI Kota Cirebon, kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa serta upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala-kendala tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mix methods). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu menyusun dengan cara mendiskripsikan, menafsirkan data, dan menyajikan data serta menarik kesimpulan dari semua hal yang menjadi fokus dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pecahan masih tergolong rendah, yakni sebesar 50.07. Sementara itu, rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pecahan juga tergolong sangat rendah, yakni sebesar 26.88. Kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa diantaranya adalah minat siswa dalam belajar matematika masih rendah, penguasaan konsep dasar matematika siswa rendah, dan dukungan orang tua juga masih rendah. Adapun upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa adalah dengan menumbukan minat siswa dalam belajar matematika, melakukan pengayaan terhadap konsep dasar matematika yang belum dipahami serta menggunakan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik materi yang disampaikan.AbstractThis study aimed to describing of students’ critical and creative thinking abilities in mathematics learning in Islamic Primary Schools Cirebon City, the obstacles faced by teachers in improving students' critical and creative thinking skills and the efforts made by teachers in overcoming these obstacles. This research was quantitative and qualitative research (mix methods). The data collection techniques used were test techniques, interviews, and documentation. While the research data was analyzed by using descriptive analytical techniques, namely compiling by describing, interpreting data, and presenting data and drawing conclusions from all things which became the focus of the research. The results of this study indicated that the average critical thinking ability of students in fraction material is still relatively low, which was equal to 50.07. Meanwhile, the average of students creative thinking ability in the fraction material was also very low, which was equal to 26.88. Constraints faced by the teachers in developing students' critical and creative thinking skills include student interest in learning mathematics was still low, mastery of students' basic mathematical concepts was low, and parents' support was also still low. The efforts made by the teacher in developing students' critical and creative thinking skills were by fostering students' interest in learning mathematics, enriching the basic concepts of mathematics that have not been understood and using learning media that were appropriate to the characteristics of the material presented.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PERMAINAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SINJAI SELATAN Irmayanti Irmayanti; Danial Danial
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a10.2019

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika permainan pada siswa Sekolah Dasar di Sinjai Selatan. Jenis penelitian adalah menggunakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif untuk menggali informasi tentang aktivitas etnomatematika pada permainan siswa sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar di Sinjai Selatan. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode triangulasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa permainan tradisonal siswa mengandung unsur-unsur matematika diantaranya materi bangun datar, pengenalan angka, himpunan, konsep jarak, peluang dan operasi bilangan bulat. Hal ini menjadikan siswa dapat belajar dari dunia keseharian yang menyenangkan, serta sesuai kehidupan sosial budaya di Sinjai khususnya Sinjai Selatan                                                                                  AbstractThis study aimed at exploring the ethnomatematics of games in elementary school students in South Sinjai. This type of research used exploratory research with a qualitative approach to explore information about ethnomatematics activity in the game of elementary school students. The subjects of this study were elementary school students in South Sinjai. The data collection used observation, documentation and in-depth interviews. The data obtained were analyzed by triangulation method. The results of the study were found that traditional student games contained elements of mathematics including material of figure, recognition of numbers, sets, concepts of distance, probability and integer operations. This made students be able to learn from the pleasant world of everyday life, and in accordance with the socio-cultural life in Sinjai, especially South Sinjai. 
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Hermanto Hermanto; Muhammad Japar; Erry Utomo
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a1.2019

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahuai implementasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membentuk karakter siswa dan mengetahuai pelaksanaan/penerapan pendidikan karakter siswa SD Negeri Karang Asih 12 Bekasi Dan SD Negeri Ganda Mekar 01 Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitin ini adalah Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Siswa SD Kelas V dengan Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan content analysis, validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses implementasi atau penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kemudian melaksanakan pendidikan karakter atau membentuk karakter siswa sekolah dasar sesuai dengan  karakter budaya masyarakat daerah setempat.AbstractThis study aims to find out the implementation of learning Social Sciences (IPS) in building the students’ character of students and knowing the implementation/application of character education of Karang Asih Elementari School 12 Bekasi and SD Negeri Mekar 01 Bekasi. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The research subjects were social science teachers (IPS) and the 5th grade students’of elementary school which used data collection techniques namely interview, observation, documentation, and content analysis. Data validity used data triangulation and method triangulation. The results of the study showed that the process of implementing social sciences (IPS) learning is carried out well in accordance with the objectives of national education and then implementing character education or building the character of elementary school students in accordance with the local cultural character of the area.
TRANSFORMASI KEARIFAN LOKAL JAWA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SEKOLAH DASAR Yayuk Hidayah; Yoga Ardian Feriandi; Exwan Andriyan Verry Saputro
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a6.2019

Abstract

AbstrakTujuan dari kajian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana transformasi nilai-nilai lokal Jawa dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Sumber yang di gunakan dalam penelitian ini mengacu pada Berg (2009) yaitu 1) artikel ilmiah, disertasi, dan buku, 2) artikel dan essay ilmiah, 3) Ensiklopedi, kamus. 4) artikel jurnal, 5) majalah nasional dan internasional. Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya kearifan lokal sebagai salah muatan dalam proses pendidikan. Hasil dari penelitian adalah, terdapat transformasi kearifan lokal Jawa dalam peneguhan pendidikan karakter yaitu tepa dlira (toleransi), rukun (cinta damai), rumangsa melu handarbeni, rumangsa wajib hangrungkebi (peduli sosial), memayu hayuning bawana (peduli lingkungan), Aja dumeh (menghargai prestasi, jujur, rendah hati) .Abstract The purpose of this study was to describe how the transformation of local Javanese values in character education in elementary schools. This research was a literature study. The sources used in this study refered to Berg (2009), namely 1) scientific articles, dissertations, and books, 2) scientific articles and essays, 3) encyclopedias, dictionaries. 4) Journal article, 5) national and international magazines. This research was in the background of the importance of local wisdom as one of the contents in the Education process. The results of the study were, there was a transformation of Javanese local wisdom in affirming character education namely Tepa Slira (tolerance), Rukun (cinta damai), rumangsa melu handarbeni, rumangsa obligatory hangrungkebi (social care), memayu hayuning bawana (environmental care), Aja dumeh (appreciating achievement, honest, humble)
ANALISIS HUBUNGAN MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST Dedi Irawan; Rendy Rinaldy Saputra
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a2.2019

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist. Hal ini berdasarkan hasil analisis prasurvey yang menunjukkan bahwa secara umum minat siswa kelas V MI Sinar Galuh,dalam belajar Al-Qur’an Hadist tergolong sedang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui hubungan antara minat belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist ; 2) Menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat minat siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) terdapat korelasi positif dan signifikan antara minat belajar dan prestasi siswa ; 2) faktor yang mendukung peningkatan minat siswa diantaranya : motivasi dari orang tua, guru, dan lingkungan tempat tinggal siswa; 3) faktor penghambat dalam peningkatan minat siswa antara lain : masih kurangnya sarana dan prasarana sekolah dalam upaya meningkatkan minat siswa untuk belajar.AbstractThis research is motivated by the students’ low interest on learning Al-Qur'an and Hadist. It is based on the results of pre-survey analysis which shows that in general the students' interest on pre-survey class shows that in general the interest of the fifth grade students of Sinar Galuh MI, in learning Qur'an and Hadist is classified as moderate. This study aims to 1) Determine the relation between the students’ learning interest and their achievement in Al-Qur'an and Hadist subjects; 2) Analyze the supporting and inhibiting factors of the students’ interest in learning Al-Qur'an Hadist. The method used in this study is a quantitative method with a correlational approach. The results of data analysis show that: 1) there is a positive and significant correlation between learning interest  and the students’ achievement; 2) several factors that support the students’learning interest including: motivation from parents, teachers, and environment where the students’ live; 3) inhibiting factors in increasing the students’ interest including: lack of school facilities and infrastructure to increase students' learning interest in learning. 
ANALISIS LEARNING OBSTACLE SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI KELAS IV SD Tara Dika Utama; M Japar
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a7.2019

Abstract

AbstrakPembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu pembelajaran yang dipelajari di SD. Dalam materi pahlawan, memungkinkan terdapat hambatan yang akan ditemukan oleh siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana learning obstacle yang dihadapi siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis learning obstacle yang ditemukan siswa dalam materi pahlawan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara dan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Rawamangun 05. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 3 tipe learning obstacle, tipe 1 siswa mengalami kesulitan dalam menunjukkan letak daerah kerajaan, tipe 2 siswa mengalami kesulitan dalam menentukan asal kerajaan dari beberapa raja, tipe 3 siswa belum bisa menunjukkan waktu berdirinya sebuah kerajaan. Hasil penelitian yang dipaparkan oleh peneliti ini akan digunakan pada penelitian lebih lanjut.AbstractSocial science is one of the lessons learned in the primary school. One of the materials of this subject is national heroes where the students find out difficulties in learning it. The problem of this research was the learning obstacles faced by the students. The purpose of this study was to analyze the learning obstacles the students faced in national heroes material. This research used descriptive qualiative analysis method. Instrument techniques used in this study were interviews and tests. The subjects in this study were the 4th grade students of primary school. The results of the research obtained three types of learning obstacles, first type was the students had difficulties in showing the location of the kingdom area, the second type was difficulties in determining the original kingdom of several kings, the third was unable in determining an empire established. The result of the research presented by the researcher is expected to be used for further research.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODE LPEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Baharuddin Abbas; Sitti Mania; Wirda Raoda; Muhammad Rusydi Rasyid; Thamrin Tayeb
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i1a3.2019

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran reciprocal teaching. Data motivasi belajar dikumpulkan melalui angket dan data pemahaman konsep matematika dikumpulkan melalui tes.Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik infrensial. Pengujian hipotesis menggunakan uji independent samplet T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan model reciprocal teaching motivasi belajar siswa yang sebelumnya 35% berada pada kategori tinggi kemudian meningkat menjadi 95%, dapat pula dilihat peningkatannya dari rata-rata motivasi belajar awal siswa yaitu 68,35 kemudian meningkat menjadi 84,00. Pemahaman konsep matematika siswa juga meningkat setelah diterapkannya model reciprocal teaching yang sebelumnya 15% berada pada kategori tinggi meningkat menjadi 55%, dengan peningkatan rata-rata pemahaman konsep awal yaitu 46,50 meningkat menjadi 80,05. Dengan demikian penerapan model pembelajaran reciprocal teaching efektif terhadap peningkatan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika siswa.AbstractThe aims of this study were to improve the students' learning motivation and understanding mathematical concept by applying reciprocal teaching learning model. Data of learning motivation was collected through questionnaire and data of understanding mathematical concept was collected through tests. Data analysis techniques used were descriptive and infrential statistics. Hypothesis testing used was Independent Samplet Test. The findings showed that after the implementation of reciprocal teaching model, the students' motivation in learning improve from 35% to 95%. It could also be seen that the average of the students' initial learning motivation increased from 68.35 to 84.00. The understanding of the students' mathematical concept also improve after the implementation of reciprocal teaching model which previously was 15% in the high category increased to 55%, with an increase in the average of initial concept understanding from 46.50 to 80.05.  Thus, the application of reciprocal teaching learning model is effective to improve the students' learning motivation and understanding mathematical concept.

Page 11 of 24 | Total Record : 236